cover
Contact Name
M. Arifki Zaianro
Contact Email
m.arifkiz@yahoo.com
Phone
+6285366376666
Journal Mail Official
m.arifkiz@yahoo.com
Editorial Address
Jalan Imam Bonjol Gang Sultan Anom Perumahan Sultan Anom Residence Blok D No 1
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
MAHESA : Malahayati Health Student Journal
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 2746198X     EISSN : 27463486     DOI : 10.3324
Core Subject : Health,
MAHESA : Malahayati Health Student Journal, dengan nomor ISSN 2746-198X (Cetak) dan ISSN 2746-3486 (Online) adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh DIII Keperawatan Universitas Malahayati Lampung. MAHESA : Malahayati Health Student Journal merupakan jurnal yang memiliki fokus utama pada hasil penelitian dan ilmu-ilmu di bidang kesehatan yang dikembangkan dengan pendekatan interdispliner dan multidisiplin. Proses penerimaan naskah selalu terbuka setiap waktu, naskah yang sudah disubmit oleh penulis akan direview oleh reviewer yang ahli dalam bidang keperawatan dan kesehatan. MAHESA : Malahayati Health Student Journal telah menggunakan Open Journal System dimana penulis, editor dan reviewer bisa memantau proses naskah secara online. Dalam satu tahun MAHESA : Malahayati Health Student Journal terbit sebanyak 4 kali yaitu pada bulan Maret, Juni, September, Desember.
Articles 1,573 Documents
Hubungan Karakteristik Lansia yang Divaksinasi Booster Pfizer Covid-19 Dengan Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi di Wilayah Kerja Puskesmas Rajabasa Indah Kota Bandar Lampung Paranggai, Elhi Andi; Yulyani, Vera; Mustofa, Festy Ladyani; Hermawan, Dessy
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 3, No 6 (2023): Volume 3 Nomor 6 (2023)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (318.089 KB) | DOI: 10.33024/mahesa.v3i6.10444

Abstract

ABSTRACT The elderly are one of priority groups for vaccine recipients after health worker.  COVID-19 vaccination is an effort to break the chain of COVID-19 transmission of COVID-19. Vaccine booster aims to increase individual protection, because there is a decrease in antibodies after 6 months of receiving the primary dose. However, vaccine booster can cause Adverse Event Following Immunization (AEFI). Rajabasa Indah Health Center is a health service that provides Pfizer COVID-19 booster vaccinations. To know the correlation characteteristics of elderly who had been vaccinated Pfizer booster COVID-19 with adverse event following immuniation in the working ares of Rajabasa Indah Health Center, Bandar Lampung City, 2022. Quantitative study with an analytic approach using a cross-sectional and the instrument used is a questionnaire. Based on the results, there are correlation between monthly income (p=0,019<0,05) and comorbid history (p=0,048<0,05) over AEFI in elderly and there are no correlation between gender (p=0,956<0,05), age (p=0,380<0,05) and COVID-19 history (p=0,788<0,05) over AEFI at working area of Rajabasa Indah Health Center, Bandar Lampung City in 2022. There are correlation between monthly income and comorbid history over AEFI in elderly and there are no correlation between gender, age and COVID-19 history over AEFI at working area of Rajabasa Indah Health Center, Bandar Lampung City in 2022. Keyword: Adverse Event Following Immunization, Booster, COVID-19, Elderly  ABSTRAK Lanjut usia (lansia) menjadi salah satu kelompok prioritas penerima vaksin setelah tenaga kesehatan. Vaksinasi COVID-19 merupakan upaya untuk memutus rantai penularan COVID-19 Vaksinasi COVID-19 Dosis Lanjutan (booster) bertujuan untuk meningkatkan proteksi individu, karena terjadi penurunan antibodi setelah 6 bulan menerima vaksin dosis primer. Namun, pemberian vaksin dapat menimbulkan Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI). Puskesmas Rajabasa Indah merupakan layanan kesehatan yang melayani vaksinasi booster Pfizer COVID-19. Mengetahui hubungan karateristik lansia yang divaksinasi booster Pfizer COVID-19 dengan kejadian Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi di wilayah kerja Puskesmas Rajabasa Indah Banadr Lampung tahun 2022. Penelitian kuantitatif yang bersifat analitik dengan menggunakan rancangan cross sectional dan instrument yang digunakan adalah kuesioner. Pengambilan sampel yang digunakan dengan menggunakan teknik total sampling dengan jumlah 124 responden. Berdasarkan hasil pada penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara pendapatan (p=0,019<0,05) dan riwayat komorbid (p=0,048<0,05) terhadap KIPI pada lansia dan tidak ada hubungan antara jenis kelamin (p=0,956>0,05), usia (p=0,380>0,05) dan riwayat COVID-19 (p=0,788>0,05) terhadap KIPI di wilayah kerja Puskesmas Indah Kota Bandar Lampung tahun 2022. Terdapat hubungan antara pendapatan dan riwayat komorbid terhadap KIPI pada lansia dan tidak ada hubungan antara jenis kelamin, usia dan riwayat COVID-19 dengan kejadian KIPI pada lansia di wilayah kerja Puskesmas Rajabasa Indah Kota Bandar Lampung tahun 2022.   Kata Kunci: Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi,  Booster, COVID-19, Lansia.
Hubungan Tingkat Pendidikan dan Dukungan Keluarga dalam Pemberian Asi Eksklusif pada Bayi Usia 0-6 Bulan di Puskesmas Talang Bakung Kota Jambi Anggraini, Sari; Rahmah, Rahmah; Haryati, Dwi; Monica, Olivia Tri
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 3, No 6 (2023): Volume 3 Nomor 6 (2023)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (220.392 KB) | DOI: 10.33024/mahesa.v3i6.10528

Abstract

ABSTRACT WHO shows that the Infant Mortality Rate in Indonesia is still at 21.86/10000 live birth, with a target of 2025 the coverage of exclusive breastfeeding in the first 6 months of birth increases by 50%. In Jambi Province, the coverage of exclusive breast feedin in 2020 reached 59.9 which has not met the national achievement target. The role of education level and family support greatly influences mothers in exclusive breastfeeding. This study aims to determine the relationship between education level and family support in exclusive breastfeeding at the Talang Bakung Health Center, Jambi City. The research method uses decrictive analytic with a cross sectional approach, with the population being mothers who have babies aged 0-6 months who visit the Talang Bakung Health Center, Jambi City. The sample selection used a purposive sampling technique, with a total sample of 38 mothers who had babies aged 0-6 months. The instrument used is a questionnaire. Bivariate analysis using chi-square test. Most of the respondents were included in the category of higher education as many as 29 respondents (76.3%), and most of the respondents were included in the category of having positive family support as many as 27 respondents (71.1%). Statistical test results showed a significant relationship between education level (p-value 0.049) and family support (p-value 0.001) with exclusive breastfeeding at the Talang Bakung Health Center, Jambi City. There is a signifant relationship between education level and family support with exclusive breastfeeding at the Talang Bakung Health Center, Jambi City. Education about exclusive breastfeeding can be used as a community service program carried out by local health centers in work areas to increase the coverage of exclusive breastfeeding. Keywords: Education Level, Family Support, Exclusive Breastfeeding.  ABSTRAK WHO menunjukkan Angka Kematian Bayi di Indonesia masih diangka 21,86/1000 kelahiran hidup, dengan target tahun 2025 cakupan pemberian ASI eksklusif pada 6 bulan pertama kelahiran meningkat 50%. Di Provinsi Jambi, cakupan ASI eksklusif tahun 2020 mencapai 59,9%, dimana jumlah tersebut belum memenuhi target capaian nasional. Peran tingkat pendidikan dan dukungan keluarga sangat mempengaruhi ibu dalam pemberian ASI ekskslusif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pendidikan dan dukungan keluarga dalam pemberian ASI ekskslusif di Puskesmas Talang Bakung Kota Jambi. Metode penelitian menggunakan deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional, dengan populasi adalah ibu yang memiliki bayi usia 0-6 bulan yang berkunjung ke Puskesmas Talang Bakung Kota Jambi. Pemilihan sampel menggunakan teknik purposive sampling, dengan jumlah sampel sebanyak 38 orang ibu yang mempunyai bayi usia 0-6 bulan. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner. Analisa bivariat menggunakan uji chi-square. Sebagian besar responden termasuk dalam kategori pendidikan tinggi sebanyak 29 responden (76,3%), dan sebagian besar responden termasuk dalam kategori mendapat dukungan keluarga secara positif sebanyak 27 responden (71,1%). Hasil uji statistik menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan tingkat pendidikan  (p-value 0,049) dan dukungan keluarga (p-value 0,001) dengan pemberian ASI eksklusif di Puskesmas Talang Bakung Kota Jambi. Terdapat hubungan yang signifikan tingkat pendidikan  dan dukungan keluarga dengan pemberian ASI eksklusif di Puskesmas Talang Bakung Kota Jambi. Edukasi tentang pemberian ASI eksklusif dapat dijadikan program pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh puskemas setempat di wilayah kerja untuk peningkatan cakupan ASI eksklusif. Kata Kunci: Tingkat Pendidikan, Dukungan Keluarga, Pemberian ASI Eksklusif
Pengaruh Mindfulness terhadap Peningkatan Kualitas Hidup Pasien Hemodialisis: Sistematik Literatur Review Pasaribu, Indah Septiani; Tarigan, Mula
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 3, No 6 (2023): Volume 3 Nomor 6 (2023)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (295.294 KB) | DOI: 10.33024/mahesa.v3i6.10494

Abstract

                    ABSTRAK Mindfulness merupakan salah satu bentuk pelatihan regulasi emosi. Regulasi emosi merupakan proses yang dapat mempengaruhi saat individu dapat mengalami dan mengekspresikan emosi tertentu. Pengaturan emosi yang dimaksud bukanlah melarang individu untuk merasakan emosinya, tetapi mengatur intensitas dan ekspresi emosinya agar tidak merugikan diri sendiri atau orang lain. Agar kesejahteraan psikologis individu meningkat. Metode yang digunakan penulis adalah dengan menggunakan telaah beberapa literature yang berfokus pada mindfulness dan asuhan keperawatan. Tiga basis data dimasukkan dalam penelitian ini, yaitu Proquest, Sciencedirect, dan Google Scholar, yang terdiri dari 6 referensi berupa artikel jurnal bereputasi (3 internasional dan 3 nasional) yang berfokus pada mindfulness dan asuhan keperawatan. Studi literatur ini bertujuan untuk mengetahui manfaat mindfulness untuk meningkatkan kualitas hidup pada pasien hemodialisis. Dari hasil studi literatur ini ditemukan bahwa penerapan mindfulness dapat meningkatkan kualitas hidup pasien hemodialisis. Pelatihan mindfulness dapat memfasilitasi pengaturan emosi dan dianggap sebagai faktor pengaruh mendasar dalam pencapaian kesehatan mental dan kesejahteraan yang positif. Kemudian mindfulness dapat membantu pasien memulihkan dan menjaga keutuhan tubuh, pikiran dan jiwa yang dapat memberikan energi dan kekuatan internal sehingga potensi penyembuhan dapat terwujud. Temuan manajemen stres yang dikaitkan dengan peningkatan kualitas hidup, sangat signifikan. Selanjutnya, penelitian ini sebaiknya diterapkan di berbagai setting dengan penilaian tindak lanjut agar lebih efektif dan dapat diterapkan dalam pengukuran yang optimal. Kata Kunci: Hemodialisis, Kualitas Hidup Pasien, Mindfulness  ABSTRACT Mindfulness is a form of emotional regulation training. Emotion regulation is a process that can affect when individuals can experience and express certain emotions. The regulation of emotions in question is not to prohibit individuals from feeling their emotions, but to regulate the intensity and expression of their emotions so as not to harm themselves or others, so that the individual's psychological well-being will increase. The method used by the author is to use a review of several literatures hat focus on mindfulness and nursing care. Three data bases were included in this study, namely Proquest, Sciencedirect, and Google Scholar, consisting of 6 references in the form of reputable journal articles (3 international and 3 national) focusing on mindfulnessity and nursing care.This literature study aims to determine the benefits of mindfulness to improve the quality of life in hemodialysis patients. From the results of this literature study, it was found that the application of mindfulness can improve the quality of life of hemodialysis patients. Mindfulness training can facilitate emotional regulation and is considered a fundamental influencing factor in the attainment of positive mental health and well-being. Then mindfulness can help patients recover and maintain the integrity of the body, mind and spirit which can provide energy and internal strength so that healing potential can be realized.  The findings of stress management which is associated with an increase in quality of life, is very significant. Furthermore, this research should be applied in various settings with follow-up assessments to be more effective and can be applied in optimal measurement. Keywords: Hemodialysis, Mindfulness, Quality of Life
Hubungan Kecerdasan Spiritual dan Diabetes Knowledge dengan Self Care Management pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Oktarini, Dewi Safa; Herman, Herman; Fauzan, Suhaimi
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 3, No 6 (2023): Volume 3 Nomor 6 (2023)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (303.541 KB) | DOI: 10.33024/mahesa.v3i6.10418

Abstract

ABSTRACT A metabolic disorder known as diabetes mellitus (DM) is a chronic disease characterized by high blood sugar levels. Self-care management can be used to control DM, which is a disease that lasts a lifetime. Taking care of oneself administration useful for metabolic control, increment quality life and forestall inconveniences. Whether the execution of taking care of oneself administration for DM patients can be affected by different variables. The purpose of this study was to discover the correlation of spiritual intelligence and diabetes knowledge with self care management of DM type 2 patients in Klinik PKU Muhammadiyah Kitamura Pontianak. Quantitative cross-sectional research is the method used. In accordance with inclusion criteria, this study used accidental sampling to select a sample of 95 respondents. Utilizing a questionnaire that includes questions about spiritual intelligence, diabetes knowledge, and a summary of diabetes self-care activities (SDSCA) The correlation test spearman rho was used as the statistical test. According to statistical analysis using the spearman correlation, there was no correlation between spiritual intelligence and self-care management (p = 0.671), but there was a correlation between diabetes knowledge and self-care management (p = 0.007). This study demonstrates that having good spiritual intelligence does not guarantee that diabetic patients will be able to take good care of themselves. Meanwhile, diabetes education helps type 2 diabetics manage their own care effectively. Keywords: Spiritual Intelligence, Knowledge, Self Care Management, Diabetes Melitus (DM)  ABSTRAK Gangguan metabolisme yang dikenal dengan diabetes melitus (DM) merupakan kondisi kronis yang ditandai dengan peningkatan kadar gula darah. Penyakit DM adalah penyakit seumur hidup yang membutuhkan pengendalian terkontrol melalui self care management. Self care management bermanfaat untuk kontrol metabolik, meningkatkan kualitas hidup dan mencegah komplikasi. Baik tidaknya penggunaan strategi manajemen perawatan diri pasien DM dipengaruhi oleh berbagai faktor. Riset dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui hubungan kecerdasan spiritual dan diabetes knowledge dengan self care management pada pasien diabetes melitus tipe 2 di Klinik PKU Muhammadiyah Kitamura Pontianak. Penelitian ini bersifat kuantitatif dan cross-sectional. Dengan menggunakan kriteria inklusi, sampel sebanyak 95 responden dipilih dengan menggunakan metode accidental sampling dalam penelitian ini. Kuesioner tentang kecerdasan spiritual, pengetahuan diabetes, dan kuesioner Summary of Diabetes Self-Care Activities (SDSCA) digunakan untuk pengumpulan data. Uji korelasi Spearman rho adalah metode statistik yang digunakan. Kecerdasan spiritual tidak berkorelasi dengan manajemen perawatan diri (p=0,671), tetapi pengetahuan diabetes berkorelasi dengan manajemen perawatan diri (p=0,007), menurut analisis korelasi Spearman. Kurangnya kecerdasan spiritual tidak diragukan lagi dapat meningkatkan manajemen perawatan diri di antara pasien DM tipe 2. Pengetahuan diabetes tingkat tinggi dapat membantu penderita diabetes mengelola perawatan mereka sendiri secara efektif. Kata Kunci: Kecerdasan Spiritual, Pengetahuan, Manajemen Diri, Diabetes Melitus (DM)
Hubungan Indeks Masa Tubuh Ibu Hamil dengan Kejadian Stunting di Desa Oben Kecamatan Nekamese Kabupaten Kupang Pratiwi, Endah Dwi; Jumetan, Mili Arthanedi
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 3, No 5 (2023): Volume 3 Nomor 5 (2023)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (237.944 KB) | DOI: 10.33024/mahesa.v3i5.10399

Abstract

ABSTRACT Toddlers are one of the age groups that are vulnerable to nutritional problems. One of the nutritional problems in toddlers is the chronic nutritional problem that we know today, namely stunting, where stunting itself is characterized by a child's height being shorter than the standard for his age. Basic Health Research Data (Riskesdas) shows that the prevalence of stunting under five in 2018 reached 30.8 percent, which means that one in three under five is stunted. The prevalence of stunting in the province of East Nusa Tenggara (NTT) again occupies the top position with a stunting toddler rate of 35.3% in 2022. This research aims to Knowing the relationship between Body Mass Index (BMI) for pregnant women and the incidence of stunting toddlers in Oben Village, Nekamese District, Kupang Regency.This research is a retrospective cross-sectional study which aims to determine the correlation between the body mass index of pregnant women and stunting toddler weight. This study the results of this research are The significance value through the Chi-Square Test for body mass index variables with stunting variables is (0.001). The significance value is less than (0.05), meaning that there is a significant relationship between body mass index (BMI) and the incidence of stunting. The conclusion of this research is Research shows that there is a significant relationship between maternal BMI during pregnancy and the incidence of stunting in Oben Village, Nekamese District, Kupang Regency. Keywords: BMI, Pregnant Women, Stunting  ABSTRAK Balita merupakan salah satu kelompok umur yang  rentan terhadap permasalahan gizi. Salah satu permasalahan gizi yang pada balita yaitu masalah gizi kronis yang saat ini kita kenal yaitu stunting, yang mana stunting sendiri ditandai dengan tinggi badan anak lebih pendek dari standar anak seusianya. Data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) menunjukkan prevalensi balita stunting di tahun 2018 mencapai 30,8 persen di mana artinya satu dari tiga balita mengalami stunting. Prevelensi stunting di provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) kembali menempati posisi teratas dengan angka balita stunting sebesar 35,3% pada tahun 2022. Tujuan dari penenlitian ini adalah untuk mengetahui hubungan Indeks Masa Tubuh (IMT) Ibu Hamil dengan kejadian balita stunting di desa oben kecamatan nekamese kab kupang. Metode Penelitian yang digunakan dalam Penelitian ini merupakan penelitian cross sectional retrospektif yang bertujuan untuk mengetahui korelasi antara indeks masa tubuh ibu hamil dengan berat badan balita stunting. Hasil dari penelitian ini yaitu nilai signifikansi melalui uji Chi-Square Test untuk variabel indeks masa tubuh dengan variabel stunting adalah sebesar (0.001). Nilai signifikansi tersebut lebih kecil dari (0.05), artinya ada hbungan yang signifikan antara  indeks masa tubuh (IMT)/ dengan kejadian stunting. Kesimpulan dari penelitan menunjukkan adanya hubungan signifikan pada IMT ibu selama hamil terhadap kejadian stunting di desa oben kecamatan nekamese kab kupang. Kata Kunci: IMT, Ibu Hamil, Stunting
Karakteristik & Diagnosis Keperawatan Pasien Covid-19: Studi Dokumentasi Juhdeliena, Juhdeliena; Pangkey, Ballsy Cicilia Albertina; Hutasoit, Elissa Oktoviani; Hutasoit, Exadina Romaito
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 3, No 7 (2023): Volume 3 Nomor 7 (2023)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (274.548 KB) | DOI: 10.33024/mahesa.v3i7.10723

Abstract

ABSTRACT Health workers are at the forefront of health services needed for suspected and confirmed COVID-19 patients. Nurses have considerable control over conducting initial examinations of patients. The initial examination is carried out by nurses as part of the nursing process. Knowing the characteristics of COVID-19 patients who are treated will help nurses formulate nursing diagnoses, intervene, and evaluate.  Analyze patient characteristics and nursing diagnoses of COVID-19 patients. The research design was descriptive-quantitative with a retrospective documentation study approach. The sample amounted to 40 medical record documents. The results of this study found that cough (75%) was the main symptom complained of by COVID-19 patients, with the average age of COVID-19 patients treated being 48.13 years, the mean systolic blood pressure being 132.25 mmHg, the mean diastolic blood pressure being 81.03 mmHg, the mean temperature at initial admission being 36.6 oC, and the mean length of stay being 13.1 days. The nursing diagnosis most often raised in patients with COVID-19 is airway clearance ineffectiveness (45%). There were 18 characteristics of COVID-19 patients obtained during the initial assessment, and seven nursing diagnoses were raised when the patient was hospitalized. Keywords: Nursing Diagnosis, COVID-19 Patient Characteristics, COVID-19 Pandemic  ABSTRAK Tenaga Kesehatan menjadi lini garis terdepan pelayanan kesehatan yang dibutuhkan pada pasien suspek maupun terkonfirmasi COVID-19. Perawat memegang kendali yang cukup besar dalam melakukan pemeriksaan awal pada pasien. Pemeriksaan awal yang dilakukan oleh perawat sebagai bagian dari proses keperawatan. Dengan mengetahui karakteristik pasien COVID-19 yang dirawat maka akan membantu perawat untuk merumuskan diagnosis keperawatan, melakukan intervensi dan evaluasi. Menganalisis karakteristik pasien dan diagnosis keperawatan pasien COVID-19. Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan studi dokumentasi retrospektif. Sampel berjumlah 40 dokumen rekam medis. Hasil penelitian ini didapatkan batuk (75%) menjadi gejala utama yang dikeluhkan oleh pasien COVID-19, dengan rerata usia pasien Covid- 19 yang dirawat adalah 48,13 tahun, rerata tekanan darah sistolik 132,25 mmHg, rerata tekanan darah diastolic 81,03 mmHg, rerata suhu saat awal masuk 36,6oC, rerata lama rawat 13,1 hari. Untuk diagnosis keperawatan yang paling sering diangkat pada pasien dengan COVID-19 adalah ketidakefektifan bersihan jalan napas (45%). Terdapat 18 karakteristik pasien COVID-19 yang didapatkan saat pengkajian awal, dan tujuh diagnosis keperawatan yang diangkat saat pasien menjalani rawat inap. Kata Kunci: Diagnosis Keperawatan, Karakteristik Pasien COVID-19, Pandemi COVID-19
Penerapan Relaksasi Napas Dalam dan Berdzikir dalam Menurunkan Ansietas pada Pasien Diabetes Melitus Nuritasari, Rahayu Tri; Fathia, Neng Annis; Kurdaningsih, Septi Viantri; Sunarmi, Sunarmi
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 3, No 7 (2023): Volume 3 Nomor 7 (2023)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (185.898 KB) | DOI: 10.33024/mahesa.v3i7.10659

Abstract

ABSTRACK Diabetes mellitus patients often experience anxiety disorders so that it can worsen the quality of life of Diabetes Mellitus patients. One of the non-pharmacological actions to reduce anxiety is deep breathing relaxation techniques and dhikr. Knowing the application of deep breathing relaxation and dhikr to reduce anxiety in patients with diabetes mellitus. The design used is descriptive analytic with a case study approach. The sample used in this study amounted to 2 people. The study was conducted in the Ahmad Dahlan room at Muhammadiyah Hospital Palembang on April 18-21, 2022, the instrument used in anxiety was the HARS (Hamilton Anxiety Rating Scale). Data were collected by means of observation, interviews, examination and study of documentation. Data analysis by comparing theory with data found in patients. The results of the study were obtained before the application of deep breathing relaxation and dhikr in patient I had an anxiety scale of 15 (moderate) and in patient II had an anxiety scale of 13 (mild), and after the application it decreased in patient I with an anxiety scale of 5 (mild) and in patient II with an anxiety scale of 7 (mild). There is an effect of implementing deep breathing relaxation and dhikr on reducing anxiety in diabetes mellitus patients. The application of deep breathing relaxation and dhikr can be used an implementation of nursing with anxiety problems. Keywords: Deep Breathing Relaxation, Dhikr, Anxiety, Diabetes Mellitus  ABSTRAK Pasien diabetes melitus sering mengalami gangguan kecemasan sehingga dapat memperburuk kualitas hidup pasien Diabetes Melitus. Salah satu tindakan non farmakologi untuk mengurangi kecemasan adalah tehnik relaksasi napas dalam dan berdzikir. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan relaksasi napas dalam dan berdzikir untuk menurunkan ansietas pada pasien diabetes melitus. Desain yang digunakan adalah deskriptif analitik dengan pendekatan studi kasus. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini berjumlah 2 orang. Penelitian dilakukan diruang Ahmad Dahlan RS Muhammadiyah Palembang pada tanggal 18- 21 April 2022, Instrumen yang digunakan dalam kecemasan adalah HARS (Hamilton Anxiety Rating Scale). Data dikumpulkan dengan cara observasi, wawancara, pemeriksaan dan studi dokumentasi. Analisa data dengan membandingkan antara teori dengan data yang ditemukan pada pasien. Hasil penelitian didapatkan sebelum dilakukan penerapan relaksasi napas dalam dan berdzikir pada pasien I memiliki skala kecemasan 15 (sedang) dan pada pasien II memiliki skala kecemasan 13 (ringan), dan setelah dilakukan penerapan mengalami penurunan pada pasien I dengan skala kecemasan 5 (ringan) dan pada pasien II dengan skala kecemasan 7 (ringan). Kesimpulan bahwa terdapat pengaruh penerapan relaksasi napas dalam dan berdzikir terhadap penurunan ansietas pada pasien diabetes melitus. Penerapan relaksasi napas dalam dan berdzikir dapat digunakan sebagai implementasi keperawatan dengan masalah ansietas. Kata Kunci: Relaksasi Napas dalam, Dzikir, Ansietas, Diabetes Melitus
Analisis Praktik Keperawatan Evaluasi Penatalaksanaan Pemberian Kcl Drips pada Kondisi Fisiologis Pasien dengan Hipokalemia di RSUD PROF. Dr. H. ALOEI SABOE Polapa, Sintia K.; Puluhulawa, Niki
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 3, No 7 (2023): Volume 3 Nomor 7 (2023)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (233.454 KB) | DOI: 10.33024/mahesa.v3i7.10391

Abstract

ABSTRACT Hypokalemia is a  blood potassium concentration below 3.5 mEq / L potassium concentration levels classified as mild hypokalemia (3-3.5 mEq / L), moderate hypokalemia (2.5-3 mEq / L) and severe hypokalemia (<2.5 mEq / L), in mild hypokalemia, Potassium is one of the electrolytes that has an important role in the body which will cause leg muscle weakness, ileus to abdominal distention,  Advanced conditions will cause respiratory muscle weakness to cause respiratory failure Given the importance of giving potassium correction immediately handled by getting a correlation of intravenous KCI fluid, it is recommended through a large vein. The type of research used in this study is The purpose of this study is to see the evaluation of the management of Kcl Drips administration in hypokalemia patients, this study is in the form of descriptive case reports, which include assessment to evaluation, data collection techniques namely by interview, physical examination, and observation. The results of the showed that there were changes before and after giving kcl drips where potassium levels increadsed and muscle strength 3/3 after getting kcl drips experieced changes in muscle strength 5/5 Keywords: Hypokalemia, Kcl Evaluation  ABSTRAK Hipokalemia merupakan konsentasi kalium darah di bawah 3,5 mEq/L kadar konsentrasi kalium diklasifikasikan sebagai hipokalemia ringan (3-3,5 mEq/L), Hipokalemia sedang (2,5-3 mEq/L) dan hipokalemia berat (<2,5 mEq/L), pada hipokalemia ringan, Kalium merupakan salah satu elektrolit yang memiliki peranan penting dalam tubuh yang akan menyebabkan kelemahan otot tungkai, ileus hingga distensi abdomen, keadaan lanjut akan menyebabkan kelemahan otot pernapasan hingga menyebabkan gagal napas Mengingat pentingnya pemberian koreksi kalium segera di tangani dengan mendapatkan korelasi cairan KCI Intravena disarankan melalui vena yang besar. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah  Tujuan dari penelitianmelihat evaluasi penatalaksanaan pemberian Kcl Drips pada pasien hipokalemia, penelitian dalam bentuk deskriptif laporan kasus, yang mencakup pengkajian sampai evaluasi, Teknik pengumpulan data yakni dengan wawancara, pemeriksaan fisik, dan observasi. Hasil dari penelitian menunjukan adanya perubahan sebelum dan setelah pemberian Drips Kcldimana meningkatkan kadar kalium dan kekuatan otot pada pasien hipokalemia dimana sebelum pemberian kekuatan otot 3/3 setelah mendapatkan drips kcl mengalami perubahan kekuatan otot 5/5 Kata Kunci: Hipokalemia, Evaluasi Kcl
Pengaruh Pembelajaran Metode Online terhadap Peningkatan Pembelajaran pada Mahasiswa Wahyuni, Sari; Indawati, Eli
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 3, No 7 (2023): Volume 3 Nomor 7 (2023)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (334.299 KB) | DOI: 10.33024/mahesa.v3i7.10712

Abstract

ABSTRACT Learning Improvement is a very important evaluation carried out in order to find out whether or not a learning method is effective. The purpose of conducting this research is to determine whether there is an influence of online method learning on improving learning in students. Data collection was carried out by distributing questionnaire sheets, the design of this study was descriptive with a cross sectional approach. The sample used in this study was undergraduate students of STIKes Abdi Nusantara with a total population of 121 and 93 samples used. The results of the Chi-Square test for improving learning before and after applying the online method based on the results of Bivariate Analysis with a sample of 93 responses (n = 93) obtained data that from 93 student respondents with an effective learning process as many as 58 respondents (62.3%), and ineffective as many as 35 students (37.7%) obtained a p-Value of 0.003 (p-value) which means that there is an influence between online learning methods on improving learning in students. From the results of this study, it is expected for all undergraduate students of STIKes Abdi Nusantara to be able to improve the learning process in students well, and maintain a positive attitude and reflect an attitude of discipline and responsibility. Keywords: Learning Improvement, Online Method Learning.  ABSTRAK Peningkatan Pembelajaran merupakan evaluasi yang sangat penting dilakukan dalam rangka mengetahui efektif atau tidaknya suatu metode pembelajaran. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh pembelajaran metode online terhadap peningkatan pembelajaran pada mahasiswa. Pengumpulan data dilakukan dengan membagikan lembar kuesioner, desain penelitian ini bersifat deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah mahasiswa program sarjana STIKes Abdi Nusantara dengan jumlah penduduk 121 dan 93 sampel yang digunakan. Hasil uji Chi-Square untuk peningkatan pembelajaran sebelum dan sesudah menerapkan metode daring berdasarkan hasil Analisis Bivariat dengan sampel sebanyak 93 respon (n=93) diperoleh data bahwa dari 93 responden siswa dengan proses pembelajaran efektif sebanyak 58 responden (62,3%), dan inefektif sebanyak 35 siswa (37,7%) memperoleh p-Value sebesar 0,003 (p-value) yang berarti terdapat pengaruh antar metode pembelajaran online terhadap meningkatkan pembelajaran pada siswa. Dari hasil penelitian ini diharapkan bagi seluruh mahasiswa program sarjana STIKes Abdi Nusantara untuk dapat meningkatkan proses pembelajaran pada mahasiswa dengan baik, serta menjaga sikap positif dan mencerminkan sikap disiplin dan tanggung jawab. Kata Kunci: Peningkatan Pembelajaran, Pembelajaran Metode Online.
Upaya Pencegahan Penularan TB Paru dalam Perawatan Keluarga: Studi Kasus Nurrahmawati, Devi; Sumarni, Nina; Yani, Desy Indra
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 3, No 7 (2023): Volume 3 Nomor 7 (2023)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (233.152 KB) | DOI: 10.33024/mahesa.v3i7.10647

Abstract

ABSTRACT Tuberculosis (TBC) is a disease with high cases in terms of its transmission. Family members with smear-positive TB cases are the group of people who are most vulnerable to contracting pulmonary TB because it is difficult to avoid contact with sufferers. The role of the family in preventing transmission of pulmonary TB is very important, because one of the duties of the family is to take care of sick family members and prevent transmission to healthy family members.  Study This study aims to see an overview of the nursing process for families with pulmonary TB. This research was conducted using a case study approach using the nursing process which consisted of assessment with the Friedman family approach concept model, formulation of nursing diagnoses using the SDKI, nursing plans using SIKI, implementation and evaluation for one family in RT.02 RW.23 Kelurahan Kota Wetan Garut. Intervention and implementation were carried out in two meetings including providing health education about pulmonary TB with a family approach using leaflet media as well as effective coughing exercises and cough etiquette. The results of the study found that the family had not carried out family functions, especially in aspects of the health care function where the family had not been able to optimally care for family members with pulmonary TB and had not been able to modify the environment to prevent or reduce risk factors. The results of the intervention found that there was a change in behavior towards improving the quality of health. Health education with a family approach related to pulmonary TB can increase family knowledge so that family health management improves. Efforts to prevent transmission of pulmonary TB have been carried out by families but have not been optimal, because changes in attitudes and behavior require quite a long time and the treatment process is long so that the provision of health education is the main focus in efforts to prevent transmission of pulmonary TB to support improving the quality of family health Keywords: Family Nursing Care, Transmission of Prevention, Tuberculosis  ABSTRAK Tuberkulosis (TBC) merupakan penyakit dengan kasus yang tinggi dari aspek penularannya. Anggota keluarga dengan kasus TB BTA Positif merupakan golongan masyarakat yang paling rentan tertular penyakit TB Paru karena sulitnya menghindari kontak dengan penderita. Peran keluarga dalam pencegahan penularan TB Paru sangatlah penting, karena salah satu tugas dari keluarga adalah melakukan perawatan bagi anggota keluarga yang sakit dan mencegah penularan pada anggota keluarga yang sehat. Penelitian ini bertujuan untuk melihat gambaran proses keperawatan keluarga dengan TB Paru. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan studi kasus menggunakan proses keperawatan yang terdiri atas pengkajian dengan konsep model pendekatan keluarga Friedman, perumusan diagnosa keperawatan menggunakan SDKI, rencana keperawatan menggunakan SIKI, implementasi dan evaluasi kepada satu keluarga di RT.02 RW.23 Kelurahan Kota Wetan Garut. Intervensi dan implementasi dilakukan sebanyak dua kali pertemuan diantaranya dengan memberikan pendidikan kesehatan tentang TB Paru dengan pendekatan keluarga mengggunakan media leaflet serta latihan batuk efektif dan etika batuk. Hasil pengkajian didapatkan bahwa keluarga belum melaksanakan fungsi keluarga terkhusus pada aspek fungsi perawatan kesehatan dimana keluarga belum mampu merawat anggota keluarga dengan TB Paru secara optimal dan belum mampu memodifikasi lingkungan untuk mencegah atau mengurangi faktor risiko. Hasil intervensi didapatkan terdapat perubahan perilaku kearah peningkatan kualitas kesehatan. Pendidikan kesehatan dengan pendekatan keluarga terkait TB Paru dapat meningkatkan pengetahuan keluarga sehingga manajemen kesehatan keluarga meningkat. Upaya pencegahan penularan TB Paru telah dilaksanakan oleh keluarga namun belum optimal, dikarenakan perubahan sikap dan perilaku membutuhkan waktu yang cukup panjang dan proses pengobatan yang lama sehingga pemberian pendidikan kesehatan menjadi fokus utama dalam upaya pencegahan penularan TB Paru untuk mendukung peningkatan kualitas kesehatan keluarga. Kata Kunci: Keperawatan Keluarga, Pencegahan Penularan, Tuberkulosis

Page 29 of 158 | Total Record : 1573


Filter by Year

2021 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 6, No 4 (2026): Volume 6 Nomor 4 (2026) Vol 6, No 3 (2026): Volume 6 Nomor 3 (2026) Vol 6, No 2 (2026): Volume 6 Nomor 2 (2026) Vol 6, No 1 (2026): Volume 6 Nomor 1 (2026) Vol 5, No 12 (2025): Volume 5 Nomor 12 (2025) Vol 5, No 11 (2025): Volume 5 Nomor 11 (2025) Vol 5, No 10 (2025): Volume 5 Nomor 10 (2025) Vol 5, No 9 (2025): Volume 5 Nomor 9 (2025) Vol 5, No 8 (2025): Volume 5 Nomor 8 (2025) Vol 5, No 7 (2025): Volume 5 Nomor 7 (2025) Vol 5, No 6 (2025): Volume 5 Nomor 6 (2025) Vol 5, No 5 (2025): Volume 5 Nomor 5 (2025) Vol 5, No 4 (2025): Volume 5 Nomor 4 (2025) Vol 5, No 3 (2025): Volume 5 Nomor 3 (2025) Vol 5, No 2 (2025): Volume 5 Nomor 2 (2025) Vol 5, No 1 (2025): Volume 5 Nomor 1 (2025) Vol 4, No 12 (2024): Volume 4 Nomor 12 (2024) Vol 4, No 11 (2024): Volume 4 Nomor 11 (2024) Vol 4, No 10 (2024): Volume 4 Nomor 10 (2024) Vol 4, No 9 (2024): Volume 4 Nomor 9 (2024) Vol 4, No 8 (2024): Volume 4 Nomor 8 (2024) Vol 4, No 7 (2024): Volume 4 Nomor 7 (2024) Vol 4, No 6 (2024): Volume 4 Nomor 6 (2024) Vol 4, No 5 (2024): Volume 4 Nomor 5 (2024) Vol 4, No 4 (2024): Volume 4 Nomor 4 (2024) Vol 4, No 3 (2024): Volume 4 Nomor 3 (2024) Vol 4, No 2 (2024): Volume 4 Nomor 2 (2024) Vol 4, No 1 (2024): Volume 4 Nomor 1 (2024) Vol 3, No 12 (2023): Volume 3 Nomor 12 (2023) Vol 3, No 11 (2023): Volume 3 Nomor 11 (2023) Vol 3, No 10 (2023): Volume 3 Nomor 10 (2023) Vol 3, No 9 (2023): Volume 3 Nomor 9 (2023) Vol 3, No 8 (2023): Volume 3 Nomor 8 (2023) Vol 3, No 7 (2023): Volume 3 Nomor 7 (2023) Vol 3, No 6 (2023): Volume 3 Nomor 6 (2023) Vol 3, No 5 (2023): Volume 3 Nomor 5 (2023) Vol 3, No 4 (2023): Volume 3 Nomor 4 (2023) Vol 3, No 3 (2023): Volume 3 Nomor 3 (2023) Vol 3, No 2 (2023): Volume 3 Nomor 2 (2023) Vol 3, No 1 (2023): Volume 3 Nomor 1 (2023) Vol 2, No 4 (2022): Volume 2 Nomor 4 (2022) Vol 2, No 3 (2022): Volume 2 Nomor 3 (2022) Vol 2, No 2 (2022): Volume 2 Nomor 2 (2022) Vol 2, No 1 (2022): Volume 2 Nomor 1 (2022) Volume 1 Nomor 4 Desember 2021 Volume 1 Nomor 3 September 2021 Volume 1 Nomor 2 Juni 2021 Volume 1 Nomor 1 Maret 2021 More Issue