cover
Contact Name
M. Arifki Zaianro
Contact Email
m.arifkiz@yahoo.com
Phone
+6285366376666
Journal Mail Official
m.arifkiz@yahoo.com
Editorial Address
Jalan Imam Bonjol Gang Sultan Anom Perumahan Sultan Anom Residence Blok D No 1
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
MAHESA : Malahayati Health Student Journal
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 2746198X     EISSN : 27463486     DOI : 10.3324
Core Subject : Health,
MAHESA : Malahayati Health Student Journal, dengan nomor ISSN 2746-198X (Cetak) dan ISSN 2746-3486 (Online) adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh DIII Keperawatan Universitas Malahayati Lampung. MAHESA : Malahayati Health Student Journal merupakan jurnal yang memiliki fokus utama pada hasil penelitian dan ilmu-ilmu di bidang kesehatan yang dikembangkan dengan pendekatan interdispliner dan multidisiplin. Proses penerimaan naskah selalu terbuka setiap waktu, naskah yang sudah disubmit oleh penulis akan direview oleh reviewer yang ahli dalam bidang keperawatan dan kesehatan. MAHESA : Malahayati Health Student Journal telah menggunakan Open Journal System dimana penulis, editor dan reviewer bisa memantau proses naskah secara online. Dalam satu tahun MAHESA : Malahayati Health Student Journal terbit sebanyak 4 kali yaitu pada bulan Maret, Juni, September, Desember.
Articles 1,609 Documents
Pengaruh Rendam Kaki Air Hangat dan Jahe Merah Terhadap Penurunan Tekanan Darah pada Lansia di Desa Teluk Singkawang Mutmainnah, Hayatun Napsiyah; Dwiani, Ita; Fiitria, Reni
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 3, No 12 (2023): Volume 3 Nomor 12 (2023)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v3i12.11575

Abstract

ABSTRACT Erderly is a condition that accurs in human life. Aging is a lifelong process, not only starting from a certain time, but starting from the beginning of life. Growing old is a scientific process, whinh means that a person will go through three stages in his life, namely childhood, adulthood and old age (mawaddah, 2020). This study was to determine whether the effect of soaking feet in warm water and red ginger has on reducing blood pressure in the elderly. Pre-experimental research method with design 9one group pre-post test), with a sample of 30 erderly. Bivariate analysis using Wilcoxon test. The results of this study showed that 19 respondents (63,3%) had stage 20 hypertension (66,7%). Wilcoxon test result obtained p value = 0,000 with alpha <0,005), which mean that H0 is rejected and Ha is accepted, where there is an effect of warm water foot soak and red ginger on reducing blood pressure in the erderly. It is expected that landia who suffers from hypertension will continue to control her blood pressure so that it remains normal. Keywords: Warm Water Foot Soak Therapy and Red Ginger, Hypertension ABSTRAK Lansia merupakan suatu keadaan yang terjadi di dalam kehidupan manusia. Menua merupakan proses sepanjang hidup, tidak hanya bisa dimulai dari waktu tertentu, tetapi dimulai sejak permulaan kehidupan. Menjadi tua merupakan proses alamiah, yang berarti seseorang akan melewati tiga tahap dalam kehidupannya yaitu masa anak, dewasa dan juga tua (Mawaddah, 2020). Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh rendam kaki air hangat dan jahe merah terhadap penurunan tekanan darah pada lansia. Metode penelitian Pra- eksperimen dengan rancangan (one group pre-post test), dengan populasi 107 lansia . Teknik pengambilan sampel total sampling, dengan sampel 30 lansia. Analisa bivariat menggunakan uji Wilcoxon. Hasil penelitian ini menujukan bahwa responden yang  memiliki Hipertensi tahap 2 19 responden (63,3%) setelah dilakukan terapi rendam kaki air hangat dan jahe merah prehipertensi 20 responden (66,7%). Hasil uji Wilcoxon didapatkan (P value = 0,000 dengan alfa <0,005), yang berarti H0 ditolak dan Ha diterima yanag dimana ada pengaruh terapi rendam kaki air hangat dan jahe merah terhadap penururnan tekanan darah pada lansia. Diharapkan lansia yang menderita Hipertensi untuk terus kontrol tekanan darah nya agar tetap normal. Kata kunci: Terapi rendam kaki air hangat dan jahe merah, Hipertensi
Efektivitas Pemakaian Hydrogel terhadap Proses Autolysis Luka Kaki Diabetikum Hidayat, Rizki; Widowati, Retno; Oktaviana, Nadia
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 4, No 4 (2024): Volume 4 Nomor 4 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v4i4.14181

Abstract

ABSTRACT Diabetic foot ulcers are open wounds on the skin surface due to complications of macroangiopathy that result in vascular insufficiency and neuropathy. Efforts that can be made to treat Diabetic Foot Wounds are to control wounds, infections by routinely cleaning the wound if there is fluid and removing dead tissue. There has been no wound washing intervention using octenidine as a wound washing fluid against biofilms in Diabetic Foot Wounds. Diabetic foot ulcers are a complication that occurs in patients with diabetes mellitus. Patients with diabetic foot wounds in Indonesia are around 15%, with an amputation rate of 30%. Diabetic foot wound care uses a treatment technique using the mouisture balance method which is useful for maintaining moisture in the wound which will cause the autolysis process in the wound so that it can grow new tissue which accelerates wound growth. Hydrogel is a modern dressing that supports wound dressings that can perform autolysis effectively. To identify the effect of octenidine on biofilm among patient with diabetic foot ulcer. Knowing how the effectiveness of the use of hydrogel in diabetic foot wound. This research is a quasy-experiment with a pretest-posttest design approach, namely in this design an initial assessment is carried out through a pretest-posttest. Techniques in conducting samples in this study with a total sampling technique with a total of 20 respondents. This research instrument uses the BWAT assessment sheet. The statistical tests used were univariate and bivariate using paired sample t-tests. The results of the study obtained an average BWAT (Bates-Jansen Wound Assessment Tools) pretest observation score of 36.65 ± 7.85 and a post-test of 24.15 ± 6.95. The results of this study indicate that there is a difference in pretest and post-test BWAT (Bates-Jansen Wound Assessment Tools) assessment scores with a p-value of 0.000. After the use of hydrogel against autolysis in diabetic foot wound patients obtained a p-value of 0.000 so that hydrogel is effective against diabetic foot wound autolysis. Keywords: Diabetic Foot Wound Autolysis, Hydrogel  ABSTRAK Luka kaki diabetikum merupakan komplikasi yang terjadi pada penderita diabetes mellitus. Penderita luka kaki diabetikum di Indonesia berada dikisaran 15%, dengan tingkat amputasi 30%. Perawatan luka kaki diabetikum menggunakan teknik perawatan menggunakan metode mouisture balance yang berguna untuk mempertahankan kelembapan pada luka yang akan menimbulkan proses autolysis pada luka tersebut sehingga dapat menumbuhkan jaringan baru yang mempercepat pertumbuhan luka. Hydrogel merupakan balutan modern yang mendukung pembalut luka yang dapat melakukan autolysis secara efektif. Mengetahui bagaimana efektivitas dari penggunaan hydrogel pada luka kaki diabetikum. Penelitian ini berbentuk quasy eksperimen dengan pendekatan pretest – post-test design yaitu dalam desain ini dilakukan pengkajian awal melalui pretest – posttest. Teknik dalam melakukan sampel dalam penelitian ini dengan teknik total sampling dengan jumlah 20 responden. Instrument penelitian ini menggunakan lembar pengkajian BWAT (Bates-Jansen Wound Assessment Tools). Uji statistik yang digunakan adalah univariat dan bivariat menggunakan paired sample t-test. Hasil penelitian diperoleh rata-rata skor observasi BWAT (Bates-Jansen Wound Assessment Tools) pretest sebesar 36,65 ± 7,85 dan post-test sebesar 24,15 ± 6,95. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa adanya perbedaan skor pengkajian BWAT (Bates-Jansen Wound Assessment Tools) pretest dan post-test dengan nilai p-value 0,000. Setelah penggunaan hydrogel terhadap autolysis pada pasien luka kaki diabetikum didapatkan nilai p-value 0,000 sehingga hydrogel efektif terhadap autolysis luka kaki diabetikum. Kata Kunci: Autolysis Luka Kaki Diabetikum, Hydrogel
Efektifitas Instrumen Musik Terhadap Penurunan Tingkat Kecemasan pada Ibu Bersalin di PMB Bidan Intan Haryadie Maslahhulislaiah, Imas; Ningsih, Sukarni Setya
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 3, No 12 (2023): Volume 3 Nomor 12 (2023)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v3i12.11173

Abstract

ABSTRACT Background is relaxation therapy is an alternative that can be given to reduce anxiety responses. This can help patients relax and can improve various aspects of physical health as well as be able to control themselves so that they can take the right response when they are in a stressful situation. The purpose of this study was to determine the effectiveness of musical instruments in reducing anxiety levels in mothers giving birth at PMB Midwife Intan Haryadie. This type of research is a quantitative research with an experimental method of 35 respondents. The results of this study indicate that there is an influence between musical instrument therapy on reducing anxiety levels in mothers giving birth at PMB Intan Haryadie. Keywords: Musical Instrument Therapy, Anxiety Level, Maternity Mother  ABSTRAK Latar belakang adalah terapi relaksasi merupakan salah satu alternatif yang dapat diberikan untuk mengurangi respon kecemasan. Hal ini dapat membantu pasien menjadi rileks dan dapat memperbaiki berbagai aspek kesehatan fisik serta dapat mengontrol diri sehingga dapat mengambil respon yang tepat saat berada dalam situasi menegangkan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efektifitas instrumen musik terhadap penurunan tingkat kecemasan pada ibu bersalin di PMB Bidan Intan Haryadie. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan jenis metode eksperimen terhadap 35 responden. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa terdapat pengaruh antara terapi instrumen musik terhadap penurunan tingkat kecemasan pada ibu bersalin di PMB Intan haryadie. Kata Kunci: Terapi Instrumen Musik, Tingkat Kecemasan, Ibu Bersalin
Gambaran Tingkat Pengetahuan Remaja Putri tentang Kekerasan Seksual di SMPN 1 Ruteng Cancar Kabupaten Manggarai Dewi, Imelda Rosniyati; Nanur, Fransiska Nova; Centis, Maria Conchita Leyla; Bandur, Paskalinda Maria Yosefa; Afrinita, Maria
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 4, No 3 (2024): Volume 4 Nomor 3 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v4i3.13992

Abstract

ABSTRACT Sexual violence is a profound human rights violation and a public health problem. The purpose of this study was to determine the knowledge of junior high school girls about sexual violence. The research method used in this study was descriptive quantitative with cross-sectional method. The sample was determined using the total sampling technique. The sample of this study was 75 people. The data were then analyzed using SPSS 22 with the chi-square test to analyze the frequency distribution of the knowledge variable.. The results showed that most respondents were 15 years old (53.34%) with a moderate level of knowledge (69.33%). There were respondents with a lack of knowledge level of 17.34%.The average level of knowledge of female students about sexual violence is sufficient, so it is expected to further increase promotional activities and assistance to adolescents and vulnerable groups. Keywords: Knowledge, Adolescent Girls, Sexual Violence  ABSTRAK Kekerasan seksual adalah pelanggaran hak asasi manusia yang mendalam dan masalah kesehatan masyarakat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran pengetahuan remaja putri tingkat Sekolah Menengah Pertama tentang kekerasan seksual. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan metode cross-sectional. Sampel ditentukan dengan menggunakan teknik total sampling. Sampel salam penelitian ini adalah 75 orang. Data kemudian di analisis dengan menggunakan SPSS 22 dengan uji chi-square untuk menganalisis distribusi frekuensi variabel pengetahuan. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden berusia 15 tahun (53.34%) dengan tingkat pengetahuan cukup (69.33 %). Masih terdapat responden dengan tingkat pengetahuan kurang sebesar 17.34 %. Rata-rata tingkat pengetahuan siswi tentang kekerasan seksual adalah cukup, sehingga diharapkan semakin meningkatkan kegiatan-kegiatan promosi dan pendampingan kepada remaja dan kelompok rentan. Kata Kunci: Pengetahuan, Remaja Putri, Kekerasan Seksual
Gambaran Tingkat Kecemasan Pada Anak Usia 6-12 Tahun yang Mengalami Hospitalisasi di RSAU Dr. M. Salamun Utami, Desi Sundari; Lugina, Dery Subhan
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 4, No 2 (2024): Volume 4 Nomor 2 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v4i2.13449

Abstract

ABSTRACT The morbidity rate for children in Indonesia who are treated in hospitals is quite high, namely 15.26%, which is indicated by the number of children's rooms in both government and private hospitals. The National Center for Health Statistics estimates that 3 – 5 million children under the age of 15 are hospitalized each year. The most common problem experienced is anxiety disorders. Congestion is an event that easily occurs or spreads but is not easy to overcome because of non-specific causal factors. The amount of anxiety experienced by children when undergoing hospitalization has negative impacts that interfere with the child's development. Knowing the Description of Anxiety Levels in Children Aged 6-12 Years Who Experience Hospitalization. The research method used is descriptive research. The sampling technique used was Quota Sampling with a total of 90 respondents. The research instrument used was the Spence Children's Anxiety Scale (SCAS) questionnaire. The data analysis used was descriptive analysis (univariate), which aims to explain or describe the characteristics of each research variable. The research method used is descriptive research. The sampling technique used was Quota Sampling with a total of 90 respondents. The research instrument used was the Spence Children's Anxiety Scale (SCAS) questionnaire. The data analysis used was descriptive analysis (univariate), which aims to explain or describe the characteristics of each research variable.Conclusion: The conclusion is that children aged 6-12 years as a result of hospitalized at RSAU dr. M. Salamun experienced moderate levels of anxiety as many as 47 respondents (52.2%). Keywords: Anxiety Level, Children Aged 6-12 Years, Hospitalization  ABSTRAK Angka kesakitan anak di Indonesia yang dirawat di rumah sakit cukup tinggi yaitu 15,26% yang ditunjukkan dengan selalu penuhnya ruangan anak baik rumah sakit pemerintah maupun swasta.  The National Centre for Health Statistic memperkirakan bahwa 3 – 5 juta anak di bawah usia 15 tahun menjalani hospitalisasi setiap tahun. Masalah yang paling banyak di alami adalah gangguan kecemasan. Kecemasan merupakan kejadian yang mudah terjadi atau menyebar namun tidak mudah diatasi karena faktor penyebabnya yang tidak spesifik. Banyaknya kecemasan yang dialami anak ketika menjalani hospitalisasi menimbulkan dampak negatif yang mengganggu perkembangan anak. Mengetahui Gambaran Tingkat Kecemasan Pada Anak Usia 6-12 Tahun Yang Mengalami Hospitalisasi. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif. Teknik sampling yang digunakan adalah Quota Sampling dengan jumlah 90 responden. Instrumen penelitian yang  digunakan adalah Quesioner Spence Children’s Anxiety Scale (SCAS), Analisis data yang digunakan adalah analisa deskriptif (univariat), yang bertujuan untuk menjelaskan atau mendeskripsikan karakteristik setiap variabel penelitian. Hasil penelitian  anak yang mengalami hospitalisasi Di RSAU dr. M. Salamun yaitu 47 Responden (52,2%)  kategori kecemasan sedang, 32 Responden (35,6%) kategori kecemasan ringan dan 11 responden (12,2%) kategori kecemasan berat.  Kesimpulkan bahwa anak usia 6-12 tahun yang mengalami hospitalisasi Di RSAU dr. M. Salamun mengalami tingkat kecemasan sedang sebanyak 47 Responden (52,2%). Kata Kunci: Tingkat Kecemasan, Anak Usia 6-12 Tahun, Hospitalisasi
Hubungan Personal Hygiene, Kepadatan Hunian, dan Kelembaban dengan Kejadian Skabies pada Santri Putra Pondok Pesantren Al-Aziziyah Dzikrurrohman, Mochammad Haidyr; Sabariah, Sabariah; Anulus, Ayu; Mulianingsih, Wiwin
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 4, No 6 (2024): Volume 4 Nomor 6 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v4i6.14430

Abstract

ABSTRACT Scabies is a dermatological condition that causes itching sensations on the skin. High prevalence of scabies is often found in places with relatively high population density, such as boarding schools. Additionally, personal hygiene and humidity are other factors influencing the occurrence of scabies. This study aims to determine the relationship between personal hygiene, population density, and humidity with the occurrence of scabies among male students at Al-Aziziyah Islamic Boarding School. The research design used is analytical observational with a cross-sectional study. The sampling technique employed in this research is simple random sampling, with a sample size of 105 respondents calculated using the Slovin formula. The research findings indicate that 63 respondents (60.0%) experienced scabies. The variables of personal hygiene (p < 0.001), population density (p < 0.001), and humidity (p < 0.001) are factors significantly associated with the occurrence of scabies among male students at Al-Aziziyah Islamic Boarding School. There is a significant relationship between personal hygiene, population density, and humidity with the occurrence of scabies among male students at Al-Aziziyah Islamic Boarding School.  Keywords: Scabies, Personal Hygiene, Population Density, Humidity, Al-Aziziyah Islamic Boarding School   ABSTRAK Skabies adalah kondisi dermatologis yang menyebabkan sensasi kulit gatal. Prevalensi skabies yang tinggi ini biasanya dapat ditemukan di tempat dengan jumlah hunian yang cukup tinggi seperti pondok pesantren. Selain itu personal hygiene dan kelembaban menjadi faktor lain yang berpengaruh terhadap kejadian skabies. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan personal hygiene, kepadatan hunian, dan kelembaban terhadap kejadian skabies pada santri putra di Pondok Pesantren Al-Aziziyah. Jenis penelitian yang digunakan adalah observasional analitik dengan studi penelitian crosssectional. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah simple random sampling, Jumlah sampel dalam penelitian ini seteleh menghitung dengan rumus Slovin adalah 105 sampel. Hasil penelitian menunjukkan  didapatkan santri yang mengalami skabies yaitu sebanyak 63 responden (60,0%). Variabel personal hygiene (p < 0,001), kepadatan hunian (p < 0,001), dan kelembaban (p < 0,001) menjadi faktor yang berhubungan dengan kejadian skabies pada santri putra Pondok Pesantren Al-Aziziyah. Terdapat hubungan signifikan antara personal hygiene, kepadatan hunian, dan kelembaban seseorang dengan kejadian skabies pada santri putra Pondok Pesantren Al-Aziziyah.Mataram. Kata Kunci: Skabies, Personal Hygiene, Kepadatan Hunian, Kelembaban, Pondok Pesantren Al-Aziziyah
Hubungan Ketepatan Penggunaan Baby Walker dengan Perkembangan Motorik Kasar Anak Usia 12-18 Bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Langsa Kota Hanum, Parida; Kamaliah, Kamaliah; Purba, Junita; Karlina, Karlina; Nasution, Karlina Sari; Sitorus, Karolina
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 4, No 1 (2024): Volume 4 Nomor 1 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v4i1.13200

Abstract

ABSTRACT Children's motor development is a mandatory thing that children must have and fulfill. In 2020, around 35.4% of children in Indonesia suffered from deviations in gross motor skills, fine motor skills, as well as mental and emotional disorders. The correct use of a baby walker is believed to be effective in helping children walk faster so that their gross motor development in terms of the process of learning to walk will be better. This study aims to determine the relationship between the accuracy of using a baby walker and the gross motor development of children aged 12-18 months in the Langsa City Health Center UPTD Work Area. This research is a quantitative research with a descriptive correlation type using a cross sectional design. The sampling technique in this research used a purposive sampling technique of 52 respondents. Researchers collected data directly from interviews with mothers and assessments of gross motor development (KPSP) of children aged 12-18 months. Data analysis was carried out univariate and bivariate using the chi square test. The results of the study showed that the majority of children aged 12-18 months were given inappropriate use of baby walkers, namely 32 respondents (61.5%). Most of the gross motor development of children aged 12-18 months was in the doubtful category, as many as 31 children (59.6%) and a small number had gross motor development in the deviation category, as many as 3 children (5.8%). There is a relationship between the accuracy of using a baby walker and the gross motor development of children aged 12-18 months with a p-value of 0.001 (p<0.05). The conclusion of this research is that there is a relationship between the accuracy of using a baby walker and the gross motor development of children aged 12-18 months in the UPTD Working Area of the Langsa City Health Center. It is hoped that breastfeeding mothers can obtain information regarding the proper use of baby walkers so that they can help the development of gross motor skills in children aged 12-18 months. Keywords: Baby Walker, Gross Motor, Children Aged 12-18 Months  ABSTRAK Perkembangan motorik anak menjadi satu hal wajib yang harus dimiliki dan dipenuhi oleh anak. Pada tahun 2020 sekitar 35,4% anak di Indonesia menderita penyimpangan dalam motorik kasar, motorik halus, serta penyimpangan mental emosional. Penggunaan baby walker yang tepat dipercaya efektif untuk membantu anak berjalan lebih cepat sehingga perkembangan motorik kasarnya dalam hal proses belajar berjalan akan lebih baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan ketepatan penggunaan baby walker dengan perkembangan motorik kasar anak usia 12-18 bulan di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Langsa Kota. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan jenis deskriptif korelasi menggunakan rancangan cross sectional. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling sebanyak 52 responden. Peneliti mengumpulkan data langsung dari hasil wawancara kepada ibu dan pengkajian perkembangan motorik kasar (KPSP) anak usia 12-18 bulan. Analisa data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji chi square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar anak usia 12-18 bulan diberikan penggunaan baby walker secara kurang tepat sebanyak 32 responden (61,5%). Perkembangan motorik kasar anak usia 12-18 bulan sebagian besar dalam kategori yang meragukan sebanyak 31 anak (59,6%) dan sebagian kecil memiliki perkembangan motorik kasar dalam kategori penyimpangan sebanyak 3 anak (5,8%). Ada hubungan ketepatan penggunaan baby walker dengan perkembangan motorik kasar anak usia 12-18 bulan dengan p-value 0,001 (p<0,05). Kesimpulan penelitian ini adalah ada hubungan ketepatan penggunaan baby walker dengan perkembangan motorik kasar anak usia 12-18 bulan di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Langsa Kota. Diharapkan bagi ibu menyusui untuk dapat memperoleh informasi mengenai penggunaan baby walker secara tepat agar dapat membantu perkembangan motorik kasar pada anak usia 12-18 bulan. Kata Kunci: Baby Walker, Motorik Kasar, Anak Usia 12-18 Bulan
Pengaruh FKTP (Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama), Kesehatan Lingkungan dan Morbiditas Penyakit Berbasis Lingkungan Terhadap IPM (Indeks Pembangunan Manusia) di Provinsi Lampung dengan Metode Structural Equation Modeling (SEM) Febrina, Anita; Kurniawaty, Evi; Dewi, Bainah Sari; Bakri, Samsul; Sukohar, Asep; Kaskoyo, Hari
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 4, No 5 (2024): Volume 4 Nomor 5 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v4i5.14381

Abstract

ABSTRACT In the JKN-KIS Program, FKTP acts as a gate keeper where FKTP is responsible for providing basic health services and functioning optimally according to its competency standards. The unequal availability of health facilities and very varied geographical conditions give rise to the potential for widening inequality in health utilization. The Human Development Index (HDI) is an important indicator for measuring success in efforts to build the quality of human life (society/population), one of the elements that make up the HDI is health. Good health is supported by health facilities and good environmental health conditions so that it can reduce environmental-based morbidity rates, so that people are able to carry out productive activities. This research uses a quantitative approach with a causal design which aims to explain how the FKTP variable influences changes in mediating variables, namely environmental health and morbidity and its influence on HDI. The research was conducted in the Lampung Province area. The data source used is secondary data from BPS (Central Statistics Agency) Lampung Province and the Lampung Province Health Service for 2018-2022. The data analysis method in this research uses a path analysis model to analyze the pattern of relationships between variables. Based on the research results, there is a significant influence of FKTP on environmental health and environmental-based disease morbidity, and there is a significant influence of FKTP, environmental health and environmental-based disease morbidity on HDI in Lampung Province. Meanwhile, there is no influence of environmental health on environmental-based disease morbidity. Thus, efforts to increase the HDI in Lampung Province as a measure of community welfare can be pursued by carrying out interventions to increase FKTP, environmental health and environmental-based disease control in a representative manner, where FKTP becomes central in health efforts in the region, so that a healthy community will be able to maximum productivity to improve their welfare. Keywords: FKTP, Environmental Health, Morbidity, IPM   ABSTRAK Dalam Program Jaminan Kesehatan Nasional (yang disebut bJKN-KIS), fasilitas Kesehatan tingkat pertama (FKTP) berperan sebagai gate keeper dimana FKTP bertanggungjawab sebagai pemberi pelayanan kesehatan dasar serta berfungsi optimal sesuai standar kompetensinya. Ketidakmerataan ketersediaan fasilitas kesehatan dan kondisi geografis yang sangat bervariasi, menimbulkan potensi melebarnya ketidakadilan pemanfaatan Kesehatan. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) merupakan indikator penting untuk mengukur keberhasilan dalam upaya membangun kualitas hidup manusia (masyarakat/penduduk), salah satu unsur yang menyusun IPM adalah kesehatan. Kesehatan yang baik didukung dengan fasilitas kesehatan dan kondisi kesehatan lingkungan yang baik sehingga mampu menekan angka kesakitan berbasis lingkungan, sehingga masyarakat mampu beraktifitas secara produktif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain kausal yang bertujuan untuk menjelaskan bagaimana variable FKTP mempengaruhi atas perubahan-perubahan dalam variabel mediasi, yaitu kesehatan lingkungan dan morbiditas hingga pengaruhnya pada IPM. Penelitian dilakukan di wilayah Provinsi Lampung. Sumber data yang digunakan adalah data sekunder dari BPS (Badan Pusat Statistik) Propinsi Lampung dan Dinas Kesehatan Propinsi Lampung Tahun 2018-2022. Metode analisis data dalam penelitian ini menggunakan model path analysis (analisis jalur) digunakan untuk menganalisis pola hubungan di antara variabel. Berdasarkan hasil penelitian ada pengaruh signifikan FKTP terhadap Kesehatan lingkungan dan morbiditas penyakit berbasis lingkungan, serta ada pengaruh signifikan FKTP, Kesehatan Lingkungan dan Morbiditas Penyakit berbasis Lingkungan terhadap IPM di Propinsi Lampung. Sementara itu, tidak ada pengaruh kesehatan lingkungan terhadap morbiditas penyakit berbasis lingkungan. Dengan demikian upaya peningkatkan IPM di Provinsi Lampung sebagai tolak ukur kesejahteraan masyarakat dapat diupayakan dengan melalukan intervensi pada peningkatan FKTP, kesehatan lingkungan dan pengendalian penyakit berbasis lingkungan secara refresentatif, dimana FKTP menjadi sentral dalam upaya-upaya kesehatan di wilayahnya, sehingga masyarakat yang sehat akan mampu berproduktifitas secara maksimal untuk meningkatkan kesejahteraannya. Kata Kunci: FKTP, Kesehatan Lingkungan, Morbiditas, IPM
Hubungan Kesiapan dengan Frekuensi Penggunaan Evidence-Based Practice dalam Laporan Kasus pada Mahasiswa Praktik Profesi Ners Setiani, Haniifah; Sari, Eka Afrima; Harun, Hasniatisari; Kurniawan, Titis; Nursiswati, Nursiswati
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 4, No 3 (2024): Volume 4 Nomor 3 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v4i3.13926

Abstract

ABSTRACT Evidence-Based Practice (EBP) is an important aspect for students to become professional nurses. In implementing EBP, self-assessment regarding readiness is needed to evaluate themselves in using EBP. One factor that influences the use of EBP is students' readiness to use EBP. Having a strong belief in readiness to use EBP results in higher implementation of EBP use in practice.This research aims to see whether students' better readiness in using EBP is in line with the high frequency of EBP use, uses a correlative descriptive research design using the Chi-Square test, the sample was 102 students from the 45th professional nursing program at the Faculty of Nursing, Padjadjaran University by using the total sampling technique. The instrument for assessing readiness uses Upton's (2006) EBPQ questionnaire. Assessment of the frequency of EBP use by calculating the number of EBP uses in each case report. The results of this study show that 80.4% of respondents are ready, and respondents use EBP at a high frequency, 38.2%. This study shows a significant relationship between readiness and the frequency of EBP use in case reports with a p-value 0.012. This research finds that having a strong belief in readiness to use EBP results in higher levels of implementation. Therefore, habituation in applying EBP is necessary in order to become a professional nurse Keywords: Evidence-Based Practice, Frequency of Use, Readiness  ABSTRAK Evidence-Based Practice (EBP) merupakan salah satu aspek penting agar mahasiswa kelak menjadi perawat yang profesional. Dalam menerapkan EBP, dibutuhkan self-assessment mengenai kesiapan agar mahasiswa dapat mengevaluasi diri untuk mengetahui kekuatan dan kelemahan dalam penggunaan EBP. Salah satu faktor yang mempengaruhi penggunaan EBP pada mahasiswa adalah keyakinan mahasiswa dalam kesiapan penggunaan EBP. Memiliki keyakinan yang kuat dalam kesiapan penggunaan EBP menghasilkan implementasi penggunaan EBP dalam praktik yang lebih tinggi  Penelitian ini bertujuan untuk melihat apakah dengan semakin baiknya kesiapan mahasiswa dalam penggunaan EBP sejalan dengan tingkat frekuensi penggunaan EBP yang tinggi. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif korelatif menggunakan uji Chi-Square. Sampel penelitian ini adalah mahasiswa program profesi Ners angkatan 45 Fakultas Keperawatan Universitas Padjadjaran. Teknik pengambilan sampel dengan total sampling sebanyak 102 mahasiswa. Instrumen dalam menilai kesiapan menggunakan kuesioner EBPQ milik Upton (2006). Penilaian frekuensi penggunaan EBP dengan menghitung jumlah penggunaan EBP dalam masing-masing laporan kasus.Hasil penelitian ini gambaran kesiapan 80,4% siap, dan responden menggunakan frekuensi EBP yang tinggi yaitu sebanyak 38,2%. Studi ini menghasilkan ada hubungan yang signifikan antara kesiapan dengan frekuensi penggunaan EBP pada laporan kasus dengan p-value 0,012. Temuan pada penelitian ini adalah memiliki keyakinan yang kuat dalam kesiapan penggunaan EBP menghasilkan implementasi penggunaan EBP dalam praktik yang lebih tinggi sehingga pembiasaan dalam menerapkan EBP perlu dilakukan agar menjadi perawat yang profesional. Kata Kunci: Evidence-Based Practice,  Frekuensi Penggunaan, Kesiapan
The Effect of Booklet Education on Mothers' Knowledge Related to Stunting Hany, Alfrina; Vatmasari, Ratih Arum; Putri, Farah Oktaviani; Alizain, Azmy Avi
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 4, No 6 (2024): Volume 4 Nomor 6 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v4i6.14507

Abstract

ABSTRACT The growth and development of children is impacted by stunting, a serious public health issue. Mother knowledge is one aspect that affects stunting. Stunting-related education by booklets could improve mothers' awareness. To analyze the effect of education using booklets on maternal knowledge related to stunting. The study design used was a pre-experiment with a one group pre-test and post-test approach. The sample in this study were mothers who had children aged 0-5 years. The sampling technique used purposive sampling. The instrument used was a stunting knowledge questionnaire. The results of the Wilcoxon-test statistical test showed that there was a significant effect before and after education using booklets on mothers' knowledge related to stunting (p value = 0.002). Therefore, it can be concluded that providing education using booklets is effective in increasing mothers' knowledge related to stunting. Nurses could provide education using educational media such as booklets to increase mothers' knowledge related to stunting. Keywords: Education, Booklet, Stunting, Mothers' Knowledge

Page 63 of 161 | Total Record : 1609


Filter by Year

2021 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 6, No 5 (2026): Volume 6 Nomor 5 (2026) Vol 6, No 4 (2026): Volume 6 Nomor 4 (2026) Vol 6, No 3 (2026): Volume 6 Nomor 3 (2026) Vol 6, No 2 (2026): Volume 6 Nomor 2 (2026) Vol 6, No 1 (2026): Volume 6 Nomor 1 (2026) Vol 5, No 12 (2025): Volume 5 Nomor 12 (2025) Vol 5, No 11 (2025): Volume 5 Nomor 11 (2025) Vol 5, No 10 (2025): Volume 5 Nomor 10 (2025) Vol 5, No 9 (2025): Volume 5 Nomor 9 (2025) Vol 5, No 8 (2025): Volume 5 Nomor 8 (2025) Vol 5, No 7 (2025): Volume 5 Nomor 7 (2025) Vol 5, No 6 (2025): Volume 5 Nomor 6 (2025) Vol 5, No 5 (2025): Volume 5 Nomor 5 (2025) Vol 5, No 4 (2025): Volume 5 Nomor 4 (2025) Vol 5, No 3 (2025): Volume 5 Nomor 3 (2025) Vol 5, No 2 (2025): Volume 5 Nomor 2 (2025) Vol 5, No 1 (2025): Volume 5 Nomor 1 (2025) Vol 4, No 12 (2024): Volume 4 Nomor 12 (2024) Vol 4, No 11 (2024): Volume 4 Nomor 11 (2024) Vol 4, No 10 (2024): Volume 4 Nomor 10 (2024) Vol 4, No 9 (2024): Volume 4 Nomor 9 (2024) Vol 4, No 8 (2024): Volume 4 Nomor 8 (2024) Vol 4, No 7 (2024): Volume 4 Nomor 7 (2024) Vol 4, No 6 (2024): Volume 4 Nomor 6 (2024) Vol 4, No 5 (2024): Volume 4 Nomor 5 (2024) Vol 4, No 4 (2024): Volume 4 Nomor 4 (2024) Vol 4, No 3 (2024): Volume 4 Nomor 3 (2024) Vol 4, No 2 (2024): Volume 4 Nomor 2 (2024) Vol 4, No 1 (2024): Volume 4 Nomor 1 (2024) Vol 3, No 12 (2023): Volume 3 Nomor 12 (2023) Vol 3, No 11 (2023): Volume 3 Nomor 11 (2023) Vol 3, No 10 (2023): Volume 3 Nomor 10 (2023) Vol 3, No 9 (2023): Volume 3 Nomor 9 (2023) Vol 3, No 8 (2023): Volume 3 Nomor 8 (2023) Vol 3, No 7 (2023): Volume 3 Nomor 7 (2023) Vol 3, No 6 (2023): Volume 3 Nomor 6 (2023) Vol 3, No 5 (2023): Volume 3 Nomor 5 (2023) Vol 3, No 4 (2023): Volume 3 Nomor 4 (2023) Vol 3, No 3 (2023): Volume 3 Nomor 3 (2023) Vol 3, No 2 (2023): Volume 3 Nomor 2 (2023) Vol 3, No 1 (2023): Volume 3 Nomor 1 (2023) Vol 2, No 4 (2022): Volume 2 Nomor 4 (2022) Vol 2, No 3 (2022): Volume 2 Nomor 3 (2022) Vol 2, No 2 (2022): Volume 2 Nomor 2 (2022) Vol 2, No 1 (2022): Volume 2 Nomor 1 (2022) Volume 1 Nomor 4 Desember 2021 Volume 1 Nomor 3 September 2021 Volume 1 Nomor 2 Juni 2021 Volume 1 Nomor 1 Maret 2021 More Issue