cover
Contact Name
M. Arifki Zaianro
Contact Email
m.arifkiz@yahoo.com
Phone
+6285366376666
Journal Mail Official
m.arifkiz@yahoo.com
Editorial Address
Jalan Imam Bonjol Gang Sultan Anom Perumahan Sultan Anom Residence Blok D No 1
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
MAHESA : Malahayati Health Student Journal
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 2746198X     EISSN : 27463486     DOI : 10.3324
Core Subject : Health,
MAHESA : Malahayati Health Student Journal, dengan nomor ISSN 2746-198X (Cetak) dan ISSN 2746-3486 (Online) adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh DIII Keperawatan Universitas Malahayati Lampung. MAHESA : Malahayati Health Student Journal merupakan jurnal yang memiliki fokus utama pada hasil penelitian dan ilmu-ilmu di bidang kesehatan yang dikembangkan dengan pendekatan interdispliner dan multidisiplin. Proses penerimaan naskah selalu terbuka setiap waktu, naskah yang sudah disubmit oleh penulis akan direview oleh reviewer yang ahli dalam bidang keperawatan dan kesehatan. MAHESA : Malahayati Health Student Journal telah menggunakan Open Journal System dimana penulis, editor dan reviewer bisa memantau proses naskah secara online. Dalam satu tahun MAHESA : Malahayati Health Student Journal terbit sebanyak 4 kali yaitu pada bulan Maret, Juni, September, Desember.
Articles 1,421 Documents
Hubungan Antara Indeks Massa Tubuh Dan Aktivitas Fisik Dengan Kejadian Hipertensi Pada Karyawan Di Universitas Malahayati Bandar Lampung Dita Fitriani; Arti Febriyani Hutasuhut; Rival Riansyah
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 2, No 2 (2022): Volume 2 Nomor 2 (2022)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (245.866 KB) | DOI: 10.33024/mahesa.v2i2.4498

Abstract

ABSTRACT Hypertension or what is commonly called high blood pressure is an increase in blood pressure above the normal limit, one sign of hypertension, namely an increase in systolic, diastolic, or both blood pressure, it is said to be hypertension if the systolic blood pressure reaches a value of 140 mmHg or more and the diastolic blood pressure is more.  from 90 mmHg.  Risk factors that can cause hypertension include modern lifestyle habits such as lack of physical activity. Body mass index (BMI) is very influential on the incidence of hypertension. To determine the relationship between body mass index and physical activity with the incidence of hypertension among employees at Malahayati University in Bandar Lampung in 2020. This type of research uses the Analytical Observational method with the Cross-Sectional Study approach.  This research was conducted at Malahayati University in Bandar Lampung from March 2021 to completion.  The number of samples was 115 people, using the chi-square statistical test. From the research data, it shows that in the frequency distribution of BMI, 5 respondents with underweight BMI status (4.3%), 33 people (28.7%) have normal BMI status, 29 have overweight BMI status.  people (25.2), and those with BMI status were obese as many as 48 people (41.7%).  In the frequency distribution of physical activity, it is known that out of 115 employees of Malahayati University, 70 people (60.9%) had light-intensity physical activity, 28 people (24.3%) had moderate-intensity physical activity and 17 people (14.8%) had high-intensity physical activity.  In the hypertension frequency distribution, it is known that from 115 employees of Malahayati University, 60 people (52.2%) had hypertension and as many as 55 people (47.8) did not have hypertension. Based on the results of statistical test analysis using the chi-square test, the value (p = 0,000) or p-value <α = 0.05, means that there is a relationship between Body Mass Index and Physical Activity with the incidence of hypertension among employees at Malahayati University in Bandar Lampung in 2020. Keywords: Hypertension, Body Mass Index, Physical Activity ABSTRAK Hipertensi atau yang biasa disebut tekanan darah tinggi merupakan peningkatan tekanan darah di atas batas normal, salah satu tanda hipertensi yaitu kenaikan tekanan darah sistolik, diastolik atau keduanya, dikatakan hipertensi apabila tekanan darah sistolik mencapai nilai 140 mmHg atau lebih dan tekanan darah diastolik lebih dari 90 mmHg. Faktor risiko yang dapat menyebabkan terjadinya hipertensi antara lain kebiasaan gaya hidup modern seperti kurangnya melakukan aktivitas fisik, Indeks massa tubuh (IMT) sangat berpengaruh pada kejadian hipertensi. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan antara indeks massa tubuh dan aktivitas fisik dengan kejadian hipertensi pada karyawan di Universitas Malahayati Bandar Lampung tahun 2020. Jenis penelitian ini dengan metode Observasional Analitik dengan pendekatan Cross Sectional Study. Penelitian ini dilakukan di Universitas Malahayati Bandar Lampung pada bulan Maret 2021 hingga selesai. jumlah sampel sebanyak 115 orang, dengan menggunakan uji statistic chi square. Dari data hasil penelitian, menunjukkan pada distribusi frekuensi IMT, responden yang memiliki status IMT underweight sebanyak 5 orang (4,3%), memiliki status IMT normal sebanyak 33 orang (28,7%), memiliki status IMT overweight sebanyak 29 orang (25,2) dan yang memiliki status IMT obesitas sebanyak 48 orang (41,7%). Pada distribusi frekuensi aktivitas fisik, diketahui bahwa dari 115 karyawan Universitas Malahayati, sebanyak 70 orang (60,9%) memiliki aktivitas fisik dengan intensitas ringan, sebanyak 28 orang (24,3%) memiliki aktivitas fisik dengan intensitas sedang dan sebanyak 17 orang (14,8%) memiliki aktivitas fisik dengan intensitas tinggi. Pada distribusi frekuensi hipertensi, diketahui bahwa dari 115 karyawan Universitas Malahayati, sebanyak 60 orang (52,2%) mengalami hipertensi dan sebanyak 55 orang (47,8) tidak mengalami hipertensi. Berdasarkan hasil analisa uji statistik menggunakan uji chi square diperoleh nilai (p= 0,000) atau nilai p< α=0,05, artinya terdapat hubungan antara Indeks Massa Tubuh dan Aktivitas Fisik dengan kejadian Hipertensi pada Karyawan di Universitas Malahayati Bandar Lampung Tahun 2020. Kata Kunci : Hipertensi, Indeks Massa Tubuh, Aktivitas Fisik
Pengaruh Terapi Progressive Muscle Relaxation Terhadap Tingkat Kecemasan Mahasiswa Keperawatan Selama Pandemi Covid-19 Di Universitas Nasional Rahma Hanifah; Nita Sukamti; Andi Mayasari Usman
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 2, No 2 (2022): Volume 2 Nomor 2 (2022)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (209.88 KB) | DOI: 10.33024/mahesa.v2i2.5999

Abstract

ABSTRACT Severe acute respiratory syndrome coronavirus (SARS-CoV-2) or Covid-19 is a virus that attacks the respiratory system. The spread of the Covid-19 virus is very fast and wide so it has changed several orders of people's lives from economic, social, and educational. Interview results were obtained during the Covid-19 pandemic, one of the respondents' anxiety factors was the implementation of distance lectures which could usually be done face-to-face. Anxiety is an uneasy feeling like worry and fear. There are several ways to overcome anxiety levels, namely pharmacological therapy and non-pharmacological therapy, one of which is Progressive Muscle Relaxation therapy. Progressive Muscle Relaxation Therapy is a therapy that involves the contraction and relaxation of various muscle groups from the feet to the head downwards. This study aims to determine the effect of Progressive Muscle Relaxation therapy to reduce anxiety levels of nursing students at the National University. This quasi-experimental study used a one-group pretest and posttest. The sample in this study amounted to 44 nursing students. The sampling technique used the purposive sampling technique. The research instrument used the Hamilton Rating Scale of Anxiety (HRS-A) anxiety level questionnaire. This questionnaire has been tested for validity and reliability internationally. The data were analyzed using descriptive statistics, namely Wilcoxon to determine the difference in anxiety level scores in one group. The results showed that there was a significant difference in behavioral scores before and after being given Progressive Muscle Relaxation therapy with a p-value = 0.000 <0.05. Progressive Muscle Relaxation Therapy can reduce the anxiety level of nursing students. Keywords: Anxiety Level, Progressive Muscle Relaxation, Pandemic Covid-19, Nursing Students    ABSTRAK Severe acute respiratory syndrome coronavirus (SARS-CoV-2) atau Covid-19 adalah virus yang menyerang sistem pernapasan. Penyebaran virus Covid-19 sangat cepat dan luas sehingga telah merubah beberapa tatanan kehidupan masyarakat dari mulai ekonomi, social, dan pendidikan. Didapatkan hasil wawancara selama pandemic Covid-19 salah satu faktor kecemasan responden adalah karena diberlakukannya perkuliahan jarak jauh yang biasanya bisa dilakukan secara tatap muka. Kecemasan adalah perasaan yang tidak mudah seperti khawatir dan takut. ada beberapa cara untuk mengatasi tingkat kecemasan yaitu terapi farmakologi dan terapi non farmakologi salah satunya yaitu terapi Progressive Muscle Relaxation. Terapi Progressive Muscle Relaxation merupakan terapi yang melibatkan kontraksi dan relaksasi berbagai kelompok otot mulai dari kaki sampai kepala kearah bawah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi Progressive Muscle Relaxation untuk menurunkan tingkat kecemasan mahasiswa keperawatan di Universitas Nasional. Penelitian quasi-experiment ini menggunakan rangan one group pretest anad posttest. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 44 mahasiswa keperawatan. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling technique. Intrument penelitian menggunakan kuesioner tingkat kecemasan Hamilton Rating Scale of Anxiety (HRS-A) kuesioner ini telah di uji validas dan reabilitasnya secara internasional . data dianalinis menggunakan deskriptif statistic yaitu wilcoxon untuk mengetahui perbedaan skor tingkat kecemasan  dalam satu kelompok. Hasil penelitian menunjukan bahwa ada perbedaan yang signifikan pada skor perilaku sebelum dan sesudah diberikan terapi Progressive Muscle Relaxation dengan nilai p =0.000<0.05. Terapi Progressive Muscle Relaxation mampu menurunkan tingkat kecemasan mahasiswa keperawatan Kata Kunci : Tingkat Kecemasan, Progressive Muscle Relaxation, Pandemi Covid-19,  mahasiswa keperawatan
Survival Life Penderita Kanker Payudara Berdasarkan Stadium Di Rumah Sakit Umum Daerah Dr. H. Abdul Moeloek Provinsi Yuniastini Yuniastini; Esteria Marhayuni; Wien Wiratmoko; Enzen Arif Februase
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 2, No 2 (2022): Volume 2 Nomor 2 (2022)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (238.829 KB) | DOI: 10.33024/mahesa.v2i2.4557

Abstract

ABSTRACT In the United States, 40,920 women died in 2018 from breast cancer. In Indonesia In 2010 more than 80% were found to be at an advanced stage. At the Regional General Hospital Dr. H. Abdul Moeloek, Lampung Province, as one of the types A class referral hospitals in 2018, there were 204 breast cancer sufferers. This study aims to analyze the life of breast cancer sufferers in 2015-2020 based on the stage at the Regional General Hospital Dr. H. Abdul Moeloek, Lampung Province. Population and research sample of breast cancer patients diagnosed and recorded in the medical records of the Regional General Hospital Dr. H. Abdul Moeloek, Lampung Province who met the inclusion and exclusion criteria and selected by purposive sampling a number of 48 events, with an analytic observational design and the type of survival analysis. Most of the sufferers who suffered at the Regional General Hospital Dr. H. Abdul Moeloek, Lampung Province have a stage 1 of 20%, followed by patients with stage 2 by 20% and patients with stage 3 by 30%, and patients with stage 4 by 30%. In breast cancer patients who have stage 4, no one survived until year 5. In the second year, 100% died (survived only until year 2). The results of survival studies in patients with stage 4 breast cancer survived only until the second year. (fifth years survival 0%). Therefore, providing education about breast self-examination in order to prevent the potential for cancer and provide support to sufferers and their families so that they can continue to undergo routine treatment. Keywords: Breast cancer, Stage, Fifth years survival life. ABSTRAK Amerika Serikat mencatat ada 40.920 wanita meninggal pada 2018 akibat kanker payudara. Di Indonesia Tahun 2010 lebih dari 80% ditemukan berada pada stadium lanjut. Di Rumah Sakit Umum Daerah Dr. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung, sebagai salah satu rumah sakit rujukan berkelas tipe A pada tahun 2018 didapat 204 penderita kanker payudara. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis survival life penderita kanker payudara tahun 2015-2020 berdasarkan Stadium di Rumah Sakit Umum Daerah Dr. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung. Populasi dan sampel penelitian merupakan penderita kanker payudara yang terdiagnosa dan terdaftar pada rekam medik Rumah Sakit Umum Daerah Dr. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi serta dipilih secara purposive sampling sejumlah 48 penderita kejadian, dengan desain observasional analitik serta jenis analisis survival. Sebagian besar penderita yang ditangani di Rumah Sakit Umum Daerah Dr. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung memiliki stadium 1 sebesar 20%, diikuti pada penderita dengan stadium 2 sebesar 20% dan penderita dengan stadium 3 sebesar 30%, serta penderita dengan stadium 4 sebesar 30%. Pada penderita kanker payudara yang memiliki stadium 4, tidak ada yang bertahan hidup sampai tahun ke 5. Pada tahun kedua 100% meninggal (bertahan hidup hanya sampai tahun ke 2). Hasil penelitian ketahanan hidup pada penderita kanker payudara stadium 4 bertahan hidup hanya sampai tahun kedua. (survival life tahun kelima 0%). Oleh karena itu, pemberian edukasi mengenai pemerikasaan payudara sendiri (sadari) agar dapat tercegahnya potensi kanker dan memberikan dukungan terhadap penderita serta keluarganya sehingga dapat terus menjalani pengobatan rutin. Kata kunci: Kanker payudara, Stadium, Ketahanan hidup 5 tahun (survival life).
Hubungan Body Image dengan Kepercayaan Diri Remaja Putri di Wilayah Rw 024 Kelurahan Tlajung Udik Mella Ardhya Pramesti; Andi Mayasari Usman; Millya Helen
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 2, No 2 (2022): Volume 2 Nomor 2 (2022)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (193.82 KB) | DOI: 10.33024/mahesa.v2i2.5993

Abstract

ABSTRACT Adolescence is a period of transition or transition from children to adults. Adolescence is a process towards maturity and just knowing about wrong and right a problem that has been faced understands his role in socializing, begins to get to know the opposite sex, and knows and accepts his own identity. Physical and emotional changes during adolescence give rise to various views about body image and body image that can affect self-confidence. With the sophistication of body image technology owned by young people, it cannot be separated from their attention through the influences of social media, namely Instagram, Tiktok, YouTube, and other platforms. Purpose to find out the relationship between body image and self-confidence in young women. This study uses a quantitative method with a cross-sectional approach. Sampling using an incidental sampling technique. How to measure using a questionnaire with a measuring instrument using a questionnaire and the data obtained will be analyzed univariate and bivariate using product moment analysis test. The results showed that young women aged 18 to 22 years had a negative body image level of 26.3% while those who had a positive body image level were 73.7%, then 25.6% of young women had low self-confidence. and 74.4% have a high level of confidence. The results of the correlation test using the methods product-moment from Pearson shows that the correlation coefficient (r) is 0.796 and the significance value (p) is 0.000, where the significance (p) is less than 0.05, which indicates that there is a relationship between body image and young women's self-confidence. There is a relationship between body image and self-confidence of adolescent girls. And it is hoped for teenagers to develop their potential. Keywords: Body image, Confidence, Young Women ABSTRAK Masa remaja adalah masa perpindahan atau masa peralihan dari anak- anak menuju dewasa. Remaja merupakan proses menuju usia matang serta baru mengetahui tentang salah dan benar suatu permasalahan yang telah dihadapi, memahami peran dirinya dalam bersosialisasi, mulai mengenal lawan jenis serta mengetahui dan menerima jati dirinya  sendiri.  Perubahan fisik dan emosional pada masa remaja ini menimbulkan bermacam pandangan mengenai citra tubuh maupun body image yang bisa mempengaruhi kepercayaan diri tersebut. Dengan cangih nya teknologi body image yang dipunyai oleh anak muda tidak lepas dari atensi mereka lewat pengaruh- pengaruh media social ialah instagram, tiktok, youtube dan platform lain nya. Tujuan untuk mengetahui adanya hubungan antara body image dengan kepercayaan diri pada remaja putri. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cros sectioneal. Pengambilan sampel menggunakan Teknik assidental sampling. Cara ukur menggunakan angket dengan alat ukur menggunakan kuisioner dan data yang di peroleh akan di Analisa univariat dan bivariat menggunakan uji analisis produck moment. Hasil penelitian menunjukan bahwa remaja putri berumur 18 sampai 22 tahun memiliki tingkat body image yang negative sebnayk 26,3 % sedangkan yang memiliki tingkat body image positif sebanyak 73,7% , lalu sebanyak 25,6 % remaja putri memiliki tingkat kepercayaan diri yang rendah dan 74,4% memiliki tingkat kepercayaan yang tinggi. Dengan hasil uji korelasi menggunakan metode product moment ini dari pearson bahwa hasil nilai koefisien korelasi ( r ) sebesar 0,796 dan nilai signifikasi (p) 0.000, yang dimana signifikasi (p) lebih kecil dari nilai 0,05 yang menyatakan ada nya hubungan antara body image dengan kepercayaan diri remaja putri. Terdapat hubungan antara body image dan kepercayaan diri remaja putri. Dan di harapkan bagi remaja untuk mengembangkan potensi diri. Kata Kunci : Body image, Kepercayaan diri, Remaja Putri
Hubungan Nilai Hematokrit Dan Nilai Trombosit Pada Pasien Demam Berdarah Dengue Di RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung Syuhada Syuhada; Esteria Marhayuni; Reza Anggraeni
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 2, No 2 (2022): Volume 2 Nomor 2 (2022)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (241.893 KB) | DOI: 10.33024/mahesa.v2i2.4499

Abstract

ABSTRACT Dengue hemorrhagic fever (DHF) is a disease transmitted through mosquito bites of the genus Aedes, especially Aedes aegypti.  This disease is caused by the dengue virus which belongs to the Arthropod-Borne Virus, the genus Flavivirus, and the family Flaviviridae.  One of the laboratory parameters for diagnosing DHF is an increase in hematocrit and thrombocytopenia.  So that blood tests are very useful in the patient's condition and in determining the prognosis. To determine the relationship between hematocrit and platelet values in patients with dengue hemorrhagic fever at Dr. H. Abdul Moeloek Hospital, Lampung Province in 2020. This type of research is an analytic observational method (retrospective). This research was conducted at the Medical Records section of the Abdul Moeloek Hospital in Bandar Lampung from March 2021 to completion.  The number of samples was 67 people using the main Whitney statistical test. In this study, there were as many as 67 research samples who were studied, stating that most of the DHF patients had thrombocytopenia, there were 64 respondents (95.5%) and those who had normal platelets were 3 respondents (4.5%). And of the 67 studies, it was stated that most DHF patients had normal hematocrit values, there were 47 respondents (77.6%), 13 respondents (19.4%) had high hematocrit values and 7 respondents had low hematocrit (10.4). %). The results of the Mann Whitney test showed that the value of p = 0.000 because the value of p = 0.000 <0.05 so that it can be stated that Ha is accepted and Ho is declared rejected or there is a significant relationship between the hematocrit and platelet values in dengue hemorrhagic fever patients. This study concludes there is a significant relationship between the hematocrit and platelet values in dengue hemorrhagic fever patients with a p-value = 0.000. Keywords: Chronic renal failure, Creatinine, Hemoglobin ABSTRAK  Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah penyakit yang ditularkan melalui gigitan nyamuk dari genus Aedes, terutama Aedes Aegypti. Penyakit ini  disebabkan oleh virus dengue yang tergolong Arthropod-Borne Virus, genus Flavivirus, dan family Flaviviridae. Salah satu parameter laboratorium untuk menegakan diagnosis DBD adalah peningkatan hematokrit dan trombositopenia. Sehingga pemeriksaan darah sangat bermanfaat dalam pemantauan kondisi penderita dan penentuan prognosis. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan nilai hematokrit dan nilai trombosit pada penderita Demam Berdarah Dengue di RSUD Dr. H.Abdul Moeloek Provinsi Lampung tahun 2020. Jenis penelitian ini dengan metode observasional analitik. Penelitian ini dilakukan di bagian Rekam Medik Rumah Sakit Abdul Moeloek Provinsi Lampung pada bulan Maret 2021 hingga selesai. Jumlah sampel sebanyak 67 orang menggunakan uji statistic mann whitney. Didapatkan sampel penelitian sebanyak 67 yang diteliti, menyatakan bahwa sebagian besar pasien DBD mengalami trombositopenia terdapat 64 responden (95.5%) dan yang memiliki trombosit normal terdapat 3 responden (4.5%). Dan dari 67 yang diteliti, menyatakan bahwa sebagian besar pasien DBD memiliki nilai hematokrit normal terdapat 47 responden (77,6%), yang memiliki nilai hematokrit tinggi 13 responden (19,4%) dan yang memiliki hematokrit rendah terdapat 7 responden (10.4%). Hasil Uji Mann Whitney  didapatkan nilai p=0.000, karena nilai p=0.000 <0.05 sehingga dapat dinyatakan Ha diterima dan Ho dinyatakan ditolak atau terdapat hubungan yang bermakna, antara nilai hematokrit dan nilai trombosit pada pasien demam berdarah dengue. Terdapat hubungan yang bermakna, antara nilai hematokrit dan nilai trombosit pada pasien demam berdarah dengue dengan p-value = 0.000 Kata Kunci : Demam Berdarah Dengue, Nilai Hematokrit, Nilai Trombosit
Hubungan Pola Asuh Orang Tua Dengan Perkembangan Sosial Dan Kemandirian Fisik Anak Usia Prasekolah 4-6 Tahun Di Taman Kanak-Kanak Wilayah Meruyung Kota Depok Putri Aulia Nabila; Nita Sukamti; Andi Mayasari Usman
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 2, No 2 (2022): Volume 2 Nomor 2 (2022)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (215.024 KB) | DOI: 10.33024/mahesa.v2i2.6000

Abstract

ABSTRACT In developed countries 50% of preschool children aged show anti social behavior disorders. The prevalence of independence level is 53% independent, 9% dependent on parents, 38% fully dependent on parents and 17% quite independent. If it abandoned, behavioral disorder and independence will occur. This research was aimed to determine the relationship of parenting styles with social development and physical independence on preschool children. This research method used a descriptive analysis design with a cross sectional approach. The sample was 50 respondents. Sampling technique with total sampling. The research instrument used a questionnaire. The data were analyzed using a non-parametric test, namely chi square. The research results of the 50 parent respondents who applied democratic parenting were 22 respondents (44.0%) with good social development of 27 respondents (54.0%) and less physical independence was 25 respondents (50.0%). The parenting result with social development obtained p value = 0.001 (p < 0.05) and parenting with physical independence p value = 0.001 (p < 0.05). There is a relationship of parenting style with social development and independence in preschool children aged 4-6 years in Kindergarten at Meruyung Region, Depok City. Keywords: Parenting Style, Social Development, Physical Independence ABSTRAK Negara maju 50% anak usia prasekolah menunjukan gangguan perilaku anti sosial. Prevalensi tingkat kemandirian 53% mandiri, 9% bergantung orang tua, 38% bergantung penuh dengan orang tua dan 17% cukup mandiri. Jika didiamkan akan terjadi gangguan perilaku dan ketidakmandirian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pola asuh orang tua dengan perkembangan sosial dan kemandirian fisik anak usia prasekolah. Metode penelitian ini menggunakan desain deskriptif analisis dengan pendekatan cross sectional. Sampel berjumlah 50 responden. Teknik pengambilan sampel dengan total sampling. Instrumen penelitian ini menggunakan kuesioner. Data dianalisis menggunakan uji non parametrik yaitu chi square. Hasil penelitian dari 50 responden orang tua menerapkan pola asuh demokratis sebanyak 22 responden (44,0%) dengan perkembangan sosial cukup baik 27 responden (54,0%) dan kemandirian fisik kurang mandiri yaitu 25 responden (50,0%). Hasil pola asuh dengan perkembangan sosial didapatkan nilai p= 0,001 (p<0,05) dan pola asuh dengan kemandirian fisik nilai p= 0,001 (p<0,05). Terdapat hubungan pola asuh dengan perkembangan sosial dan kemandirian pada anak usia prasekolah 4-6 tahun  di Taman Kanak-kanak Wilayah Meruyung Kota Depok. Kata Kunci : Pola Asuh Orang tua, Perkembangan Sosial, Kemandirian Fisik
Hubungan Paritas Dan Status Gizi Ibu Selama Kehamilan Dengan Berat Bayi Lahir Di Klinik Bidan Ratna Sari Dewi Jakarta Selatan Ringgo Alfarisi; Arti Febriyani Hutasuhut; Bambang Kurniawan; Sailurrahmah Al Haq Taufiq
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 2, No 2 (2022): Volume 2 Nomor 2 (2022)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (208.856 KB) | DOI: 10.33024/mahesa.v2i2.4521

Abstract

ABSTRACT Parity is the classification of women by looking at the number of live or stillborn babies born at more than 20 weeks of gestation. During pregnancy, good nutrition is needed so that BBL (Newborn Babies) can meet their needs. In developing countries, including Indonesia, nutrition is a major public health problem. Nutritional problems are an indirect cause of preventable maternal and child mortality. In Indonesia, the incidence of LBW varies, the infant mortality rate in DKI Jakarta Province according to the 2014 DKI Jakarta Health Service Family Health data is 6.88 per 1,000 live births. Based on data from the 2018 DKI Jakarta Health Sub-Department, it is known that the number of maternal deaths in DKI Jakarta in 2018 was 98 mothers with the number of deaths during the postpartum period, namely 53 mothers with a maternal mortality rate of 53 people per 100,000 births. The purpose of this study was to determine the relationship between parity and nutritional status of pregnant women with birth weight at the Ratna Sari Dewi Midwife Clinic, South Jakarta. This type of research is analytic observation with a cross-sectional method using saturated sampling of as many as 33 samples of pregnant women who meet the inclusion criteria. Data analysis with chi-square test. The results of the chi-square parity test with birth weight obtained a p-value = 0.026 and the nutritional status of the mother with birth weight obtained a p-value = 0.000. The conclusion is that there is a significant relationship between parity with infant weight and maternal nutritional status with birth weight. Keywords: Parity, Nutritional Status, Birth Weight ABSTRAK Paritas adalah klasifikasi perempuan dengan melihat jumlah bayi lahir hidup atau mati yang dilahirkannya pada umur kehamilan lebih dari 20 minggu. Selama kehamilan dibutuhkan gizi yang baik agar BBL (Bayi Baru Lahir) dapat tercukupi kebutuhannya. Di Negara berkembang, termasuk Indonesia, masalah gizi termasuk masalah kesehatan masyarakat yang utama. Masalah gizi merupakan penyebab kematian ibu dan anak secara tidak langsung yang sebenarnya masih dapat dicegah. Di Indonesia insiden BBLR bervariasi, angka kematian bayi di Provinsi DKI Jakarta menurut data Kesehatan Keluarga Dinas Kesehatan DKI Jakarta tahun 2014 sebesar 6,88 per 1.000 kelahiran hidup. Berdasarkan data Suku Dinas Kesehatan DKI Jakarta Tahun 2018 diketahui jumlah kematian ibu di DKI Jakarta pada tahun 2018 sebesar 98 orang ibu dengan jumlah kematian pada masa nifas yaitu sebesar 53 orang ibu dengan angka kematian ibu sebesar 53 orang per 100.000 kelahiran. Tujuan penelitian untuk dapat mengetahui Hubungan Paritas dan Status Gizi Ibu Selama Kehamilan dengan Berat Bayi Lahir di Klinik Bidan Ratna Sari Dewi Jakarta Selatan. Jenis Penelitian ini adalah observasi analitik dengan metode cross sectional menggunakan sampling jenuh sebanyak 33 sampel ibu hamil yang memenuhi kriteria inklusi. Analisis data dengan uji chi-square. Hasil uji chi-square paritas dengan berat bayi lahir didapatkan nilai p=0.026 dan status gizi ibu dengan berat bayi lahir didapatkan nilai p=0.000. Kesimpulan terdapat hubungan yang signifikan antara paritas dengan berat bayi dan status gizi ibu dengan berat bayi lahir. Kata Kunci: Paritas, Status Gizi, Berat Bayi Lahir
Hubungan Aktivitas Penyakit SLE (Systemic Lupus Erythematosus) Berdasarkan Skor Mex Sledai Terhadap IMT (Indekd Masa Tubuh) Di Komunitas Odapus Kota Bandar Lampung Rina Kriswiastiny; Festy Ladyani Mustofa; Toni Prasetia; Muhammad Farid Wajdi
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 2, No 2 (2022): Volume 2 Nomor 2 (2022)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (241.28 KB) | DOI: 10.33024/mahesa.v2i2.3952

Abstract

ABSTRACT SLE (Systemic Lupus Erythematosus) is a chronic inflammatory disease of unknown etiology with various clinical manifestations as well as various clinical courses and prognoses. Approximately 1,250,000 Indonesians are affected by this disease. The clinical manifestations of LES vary depending on the organs involved, which can involve many organs in the human body with a complex and varied clinical course. This study aimed to determine the relationship between SLE (systemic lupus erythematosus) disease activity based on the MEX-SLEDAI score against BMI (Body Mass Index) in the Odapus community, Bandar Lampung City. The design in this study was correlative analytic using a cross-sectional design. The sample in this study was all patients SLE (systemic lupus erythematosus) who are members of the Lampung ODAPUS community in 2020 and 40 people who met the inclusion criteria. Data analysis used Spearman's correlation test. The results showed that of the 40 respondents with the most SLE disease activity value, it was the moderate category with 17 people (42.5%). Meanwhile, for BMI, the most number was in the normal category, namely 23 people (57.5%). There is a relationship between SLE disease activity based on MEX-SLEDAI scoring on BMI in the ODAPUS community in Bandar Lampung city. Keywords: SLE disease activity, SLEDAI MEX Score, BMI ABSTRAK SLE (Systemic  Lupus Erythematosus) merupakan penyakit kronik inflamatif yang belum diketahui etiologinya dengan manifestasi klinis yang beragam serta berbagai perjalanan klinis dan prognosisnya. Sekitar 1.250.000 orang Indonesia yang terkena penyakit ini. Manifestasi klinik dari LES beragam tergantung organ yang terlibat, dimana dapat melibatkan banyak organ dalam tubuh manusia dengan perjalanan klinis yang komplek dan bervariasi. Penelitian ini ditujukan untuk mengetahui hubungan  aktivitas penyakit SLE (systemic  lupus erythematosus)  berdasarkan skor MEX-SLEDAI skoring terhadap IMT (Indeks Masa Tubuh) di komunitas Odapus Kota Bandar Lampung. Rancangan dalam penelitian ini analitik korelatip menggunakan desain cross sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah selutuh pasien SLE (systemic  lupus erythematosus) yang tergabung di komunitas ODAPUS Lampung Tahun 2020 dan yang memenuhi kriteria inklusi sebanyak 40 orang. Analisa data menggunakan uji korelasi Spearman’s. Dari hasil penelitian menunjukan bahwa dari 40 responden dengan nilai aktivitas penyakit SLE yang paling banyak yaitu kategori sedang dengan jumlah 17 orang (42,5%). Sedangkan untuk IMT angka yang paling banyak berada dikategori normal yaitu 23 orang (57,5%). Ada hubungan antara Aktivitas Penyakit SLE Berdasarkan MEX-SLEDAI skoring terhadap IMT di komunitas ODAPUS kota Bandar Lampung. Kata kunci : Aktivitas penyakit SLE, Skor MEX SLEDAI, IMT
Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Tingkat Kepatuhan Minum Obat Pada Anggota Keluarga Yang Menderita Hipertensi Di Kelurahan Ciriung Privinsi Jawa Barat Trisna Handayani Pangestu; Aisyiah Aisyiah; Intan Asri Nurani
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 2, No 2 (2022): Volume 2 Nomor 2 (2022)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (252.381 KB) | DOI: 10.33024/mahesa.v2i2.6046

Abstract

Pendahuluan: Penderita hipertensi menurut hasil pengukuran pada penduduk usia≥18 tahun di Indonesia sebesar 63.309.620 orang. Kepatuhan terhadap pengobatan merupakan aspek penting dalam kesehatan berkelanjutan dan kesejahteraan penderita hipertensi. Beberapa faktor yang dapat mempengaruhi kepatuhan adalah faktor sosial ekonomi, ketidaktahuan mengenai kesehatan, kurangnya dukungan dari keluarga, kurangnya dukungan dari lingkungan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kepatuhan minum obat pada anggota keluarga dengan hipertensi. Metode penelitian: Desain penelitian ini adalah non-eksperimen dengan defkriptif korelasional menggunakan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian berjumlah 76 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Instrumen penelitian terdiri dari kuesioner kepatuhan minum obat MMAS-8, kuesioner pengetahuan, kuesioner dukungan keluarga, dukungan tenaga kesehatan. Kuesioner pengetahuan didapatkan nilai cronbach’s alpha 0,937. Kuesioner dukungan keluarga didapatkan nilai cronbach’s alpha 0,911. Kuesioner dukungan tenaga Kesehatan didapatkan nilai cronbach’s alpha 0,870. Data dianalisis menggunakan chi-square untuk mengetahui hubungan antara kepatuhan minum obat dengan pengetahuan, dukungan keluarga, dan dukungan tenaga kesehatan.Hasil: Hasil uji chi-square diperoleh nilai p value= 0,000 (p<0,05) hal ini berarti ada hubungan antara tingkat pengetahuan dengan kepatuhan minum obat. Hasil chi square diperoleh nilai p value= 0,003 (p<0,05) hal ini berarti ada hubungan antara dukungan keluarga dengan kepatuhan minum obat. Hasil chi square diperoleh nilai p value= 0,000 (p<0,05) hal ini berarti ada hubungan antara dukungan tenaga kesehatan dengan kepatuhan minum obat.Kesimpulan: Ada hubungan antara kepatuhan minum obat dengan pengetahuan, dukungan keluarga, dan dukungan tenaga kesehatan pada anggota keluarga dengan hipertensi di Kelurahan Ciriung.Kata kunci: Hipertensi, kepatuhan minum obat, pengetahuan, dukungan keluarga, dukungan tenaga Kesehatan.
Tindakan Keperawatan Dalam Mengatasi Bersihan Jalan Napas Tidak Efektif Pada Pasien Tuberkulosis Paru Di Puskesmas Renggiang Belitung Timur Ashar Abilowo; Astri Yulia Sari Lubis
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 2, No 2 (2022): Volume 2 Nomor 2 (2022)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (269.602 KB) | DOI: 10.33024/mahesa.v2i2.6529

Abstract

ABSTRACT Tuberculosis (TB) still be a global challerumunge health problem. The number of tuberculosis in men is higher than women in 1.3 times compared to women. TB is an infectious disease that attacks the lungs, which is caused by the bacterium Mycobacterium Tuberculosis. As a result of ineffective airway clearance, patients with accumulation of secretions cause difficulty in breathing which obstruct the fulfilment of oxygen supply in the body and causes cell death, hypoxemia and decreased consciousness so that it can lead to death if not treated. Therefore, assistance is needed to remove secretions so that airway clearance is effective again, with deep breathing techniques, effective coughing, chest physiotherapy, nebulizer, suction, and oxygen administration. The aims of this study is to implement nursing care in pulmonary tuberculosis patients with ineffective airway clearance problems at Renggiang Public Health Center. This research is a descriptive study in a case study design consisting of the stages of the nursing process: assessment, nursing diagnosis, nursing intervention, nursing implementation, and nursing evaluation of 2 patients with tuberculosis. The results of ineffective airway clearance can be resolved by observing vital sign within the normal range, adjusting the semi-Fowler or Fowler position, teaching effective coughing, monitoring breath sounds, giving warm drinks, monitoring respiration and status O2, collaboration with doctors in drug administration. At the beginning of the assessment, patient 1 complained of shortness of breath, coughing with phlegm, difficult to expel phlegm, orthopnea, rhonchi in the left and right lungs +|+, excess sputum became more comfortable, shortness of breath and reduced sputum production, coughed effectively, could expel phlegm. Meanwhile, patient 2 initially complained of shortness of breath, coughing with phlegm, difficulty in expelling phlegm, orthopnea, crackles in the left and right lungs +|+ became more comfortable, breathlessness was still present, sputum production was reduced, coughed effectively, could expel even a little phlegm.  Providing nursing care can reduce the problem of ineffective airway clearance in Patient 1 and patient 2. Keywords: Nursing Care, Tuberculosis, Ineffective Airway Clearance     ABSTRAK Tuberkulosis (TBC) masih merupakan masalah kesehatan yang menjadi tantangan global. Jumlah kasus tuberkulosis berdasar jenis kelamin pada laki-laki lebih tinggi dari pada perempuan yaitu 1,3 kali dibandingkan perempuan.TBC adalah penyakit menular yang menyerang paru-paru, yang disebabkan oleh kuman Mycobacterium Tuberculosis. Akibat bersihan jalan nafas tidak efektif penderita penumpukan sekret menyebabkan terjadi kesulitan bernapas yang menghambat pemenuhan suplai oksigen dalam tubuh serta membuat kematian sel, hipoksemia dan penurunan kesadaran sehingga dapat mengakibatkan kematian apabila tidak ditangani. Maka, perlu bantuan untuk mengeluarkan sekret sehingga bersihan jalan napas kembali efektif, dengan teknik nafas dalam, batuk efektif, fisioterapi dada, nebulizer, suction, dan pemberian oksigen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pelaksanaan tindakan keperawatan pada pasien tuberculosis paru dengan masalah bersihan jalan napas tidak efektif di wilayah kerja UPT Puskesmas Renggiang. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dalam rancangan studi kasus yang terdiri dari tahapan proses keperawatan: pengkajian, diagnosa keperawatan, intervensi keperawatan, implementasi keperawatan, dan evaluasi keperawatan terhadap 2 pasien penderita tuberkulosis.  Setelah dilakukan proses asuhan keperawatan terhadap 2 pasien diperoleh hasil bersihan jalan nafas tidak efektif dapat teratasi dengan observasi TTV dalam rentang batas normal, atur posisi semi fowler atau fowler, ajarkan batuk efektif, monitor bunyi napas, beri minuman hangat, monitor respirasi dan status O2, kolaborasi dengan dokter dalam pemberian obat. Saat awal pengkajian pasien 1 mengeluh sesak napas, batuk berdahak sulit untuk mengeluarkan dahak, ortopnea, suara ronchi di paru kiri dan kanan +|+, sputum berlebih menjadi merasa lebih nyaman, sesak dan produksi sputum berkurang, batuk secara efektif, bisa mengeluarkan dahak. Sedangkan pasien 2 awalnya mengeluh sesak napas, batuk berdahak sulit untuk mengeluarkan dahak, ortopnea, suara ronchi di paru kiri dan kanan +|+ menjadi merasa lebih nyaman, sesak masih ada, produksi sputum berkurang, batuk secara efektif, bisa mengeluarkan dahak walau sedikit. Setelah dilakukan tindakan keperawatan terhadap pasien 1 dan pasien 2 tuberculosis paru dengan pemberian asuhan keperawatan dapat mengurangi masalah bersihan jalan napas tidak efektif. Kata Kunci: Asuhan Keperawatan, Tuberculosis, Bersihan Jalan Napas Tidak Efektif

Page 8 of 143 | Total Record : 1421


Filter by Year

2021 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 5, No 12 (2025): Volume 5 Nomor 12 (2025) Vol 5, No 11 (2025): Volume 5 Nomor 11 (2025) Vol 5, No 10 (2025): Volume 5 Nomor 10 (2025) Vol 5, No 9 (2025): Volume 5 Nomor 9 (2025) Vol 5, No 8 (2025): Volume 5 Nomor 8 (2025) Vol 5, No 7 (2025): Volume 5 Nomor 7 (2025) Vol 5, No 6 (2025): Volume 5 Nomor 6 (2025) Vol 5, No 5 (2025): Volume 5 Nomor 5 (2025) Vol 5, No 4 (2025): Volume 5 Nomor 4 (2025) Vol 5, No 3 (2025): Volume 5 Nomor 3 (2025) Vol 5, No 2 (2025): Volume 5 Nomor 2 (2025) Vol 5, No 1 (2025): Volume 5 Nomor 1 (2025) Vol 4, No 12 (2024): Volume 4 Nomor 12 (2024) Vol 4, No 11 (2024): Volume 4 Nomor 11 (2024) Vol 4, No 10 (2024): Volume 4 Nomor 10 (2024) Vol 4, No 9 (2024): Volume 4 Nomor 9 (2024) Vol 4, No 8 (2024): Volume 4 Nomor 8 (2024) Vol 4, No 7 (2024): Volume 4 Nomor 7 (2024) Vol 4, No 6 (2024): Volume 4 Nomor 6 (2024) Vol 4, No 5 (2024): Volume 4 Nomor 5 (2024) Vol 4, No 4 (2024): Volume 4 Nomor 4 (2024) Vol 4, No 3 (2024): Volume 4 Nomor 3 (2024) Vol 4, No 2 (2024): Volume 4 Nomor 2 (2024) Vol 4, No 1 (2024): Volume 4 Nomor 1 (2024) Vol 3, No 12 (2023): Volume 3 Nomor 12 (2023) Vol 3, No 11 (2023): Volume 3 Nomor 11 (2023) Vol 3, No 10 (2023): Volume 3 Nomor 10 (2023) Vol 3, No 9 (2023): Volume 3 Nomor 9 (2023) Vol 3, No 8 (2023): Volume 3 Nomor 8 (2023) Vol 3, No 7 (2023): Volume 3 Nomor 7 (2023) Vol 3, No 6 (2023): Volume 3 Nomor 6 (2023) Vol 3, No 5 (2023): Volume 3 Nomor 5 (2023) Vol 3, No 4 (2023): Volume 3 Nomor 4 (2023) Vol 3, No 3 (2023): Volume 3 Nomor 3 (2023) Vol 3, No 2 (2023): Volume 3 Nomor 2 (2023) Vol 3, No 1 (2023): Volume 3 Nomor 1 (2023) Vol 2, No 4 (2022): Volume 2 Nomor 4 (2022) Vol 2, No 3 (2022): Volume 2 Nomor 3 (2022) Vol 2, No 2 (2022): Volume 2 Nomor 2 (2022) Vol 2, No 1 (2022): Volume 2 Nomor 1 (2022) Volume 1 Nomor 4 Desember 2021 Volume 1 Nomor 3 September 2021 Volume 1 Nomor 2 Juni 2021 Volume 1 Nomor 1 Maret 2021 More Issue