cover
Contact Name
Puspita
Contact Email
redaksi@pustaka.my.id
Phone
+6285261455244
Journal Mail Official
redaksi@pustaka.my.id
Editorial Address
Griya Lumandi Permai, Palopo, Sulsel
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Jurnal Sinestesia
ISSN : -     EISSN : 27219283     DOI : -
Jurnal sinestesia publishes articles in the field of learning, education, literature, linguistics, and culture.
Articles 253 Documents
A Study of Students’ Difficulties in Learning Selected Literature Subjects Arsen Nahum Pasaribu; Jubilezer Sihite; Rizky Munthe
Jurnal Sinestesia Vol. 13 No. 1 (2023)
Publisher : Pusat Studi Bahasa dan Publikasi Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This article is intended to find, to know and to find out what difficulties that are most often faced by students of the English literature study program in literature courses, especially literary genres and the factors that cause these difficulties in the English Literature study program, Faculty of Languages and Arts, University HKBP Nommensen Medan. In this study a qualitative descriptive research method was applied by describing the findings from the results of the analysis of the data obtained. The subjects of this study were the students of the fifth semester, Academic Year 2020 consisting of 20 students who were selected by using the cluster sampling technique. Data were collected from the results of filling out questionnaires and interviewing each student. The researcher distributed questionnaires to all class members. After that, the researcher selected ten students to be interviewed. The results of this study indicate that the difficulties experienced by students in literature courses can be classified into four sub-learnings namely prose, poetry, drama and folklore based on the semester lecture designs obtained. Apart from that, the factors that cause many students to experience difficulties in literature courses are because they often depend on other people, are not confident in delivering questions to the lecturers about the material, often have experience emotional disturbances when lectures take place, lecturers who teach the course explain the material too much fast, lack of respect and reinforcement for students and some of the students are not focused in lectures for various reasons.
Margareth Truman “Murder Inside the Beltway” Novel: The Structure and Construction of Identity Jubilezer Sihite; Rony Arahta Sembiring; Sabam Simandalahi
Jurnal Sinestesia Vol. 13 No. 1 (2023)
Publisher : Pusat Studi Bahasa dan Publikasi Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This article examines multicultural literature as a significant and strategic object of study in responding to problems. Multicultural literature is focused on multicultural issues that are often found in literary works. The main issues are related to certain identities or characteristics. This article examines the structure and identity construction of the murderous character in the novel Beltway (capital crime #24) by Margaret Truman, with the main focus on identity issues: (1) identity and identity issues; (2) articulation of identity; (3) text representation of identity discourse in the novel. The sociology of literature approach is used to understand reality in multicultural literary texts, especially in novels and their relation to the phenomenon of identity issues in other fields of study. The results of the study show that the process of identity articulation and text representation in identity discourse in multicultural social phenomena as well as identity issues and the process of identity articulation in multicultural societies deserve more serious attention. An identity is not stable but dynamic in the face of development.
Nilai-Nilai Pendidikan dalam Ada Pappaseng Elongmpugi dan Kontribusinya Terhadap Pembelajaran Bahasa Indonesia di SMP Muhammadiyah Belawa Nurul Inna Hidayah; Sitti Aida Azis; Muhammad Akhir
Jurnal Sinestesia Vol. 13 No. 1 (2023)
Publisher : Pusat Studi Bahasa dan Publikasi Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Nilai adalah milik bersama dan bukan produk preferensi satu orang yang harus dipelihara kelangsungannya dalam rangkuman masa yang cukup panjang melalui didikan kebudayaan kepada generasi muda. Salah satunya adalah Ada Pappaseng dalam Elongmpugi tidak luput dari nilai-nilai pendidikan di dalamnya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk nilai-nilai pendidikan dalam Ada Pappaseng Elongmpugi. Pendekatan yang digunakan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara dengan informan ahli. Setelah itu, data dianalisis dan interpretasinya mengikuti kaidah-kaidah hermeneutik dan semiotik. Simpulan menunjukkan bahwa: (1) aspek moral, mencakup tanggung jawab, hati nurani, otonomi diri, menghargai disiplin masyarakat, dan mencakup etika yang baik dan buruk; (2) aspek kemanusiaan mencakup sifat-sifat berbudi, berakal, dan bermartabat tinggi yang berkaitan dengan persaudaraan dan persahabatan; (3) aspek falsafah hidup mencakup berupa cita-cita kebajikan dan sikap hidup, termasuk kesederhanaan, keadilan, kejujuran, kesabaran, dan keyakinan kepada takdir; dan (4) aspek budaya mencakup sopan santun atau bertutur baik (mabberekada madeceng), cinta dan belas kasihan, solidaritas, penyayang terhadap rakyat/ menaungi (semperu sempanuanna), dan kecerdasan.
Manajemen Komunikasi Persuasif Pada Endorsement Selebgram di Instagram Soei Khim; Nuning Indah Pratiwi; Wahyu Indra Satria; I Putu Dharmawan Pradhana; Jonathan Jacob Paul Latupeirissa
Jurnal Sinestesia Vol. 13 No. 1 (2023)
Publisher : Pusat Studi Bahasa dan Publikasi Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Banyaknya jumlah pengguna Instagram di Indonesia menciptakan sebuah fenomena baru seperti munculnya selebgram atau selebritis yang dikenal karena Instagram, online shop atau toko online yang menjual barang melalui akun di Instagram, endorsement, hingga paid promote. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komunikasi persuasif pada endorsement yang digunakan oleh selebgram di Instagram. Dengan rumusan masalah dalam penelitian ini adalah mengenai bagaimana bentuk komunikasi persuasif selebgram di Instagram. Penelitian yang dibuat ini menggunakan pendekatan kualitatif yang bersumber dari pendekatan interpretatif atau subjektif. Pada penelitian ini, peneliti menggunakan teknik pengumpulan data dengan teknik wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Wawancara yang dilakukan di Bali dan luar Bali melalui melalui luring dan daring via Google Meet Sesudah melakukan penelitian dan didapatkan datanya, kemudian data akan dianalisis sehingga bisa bertemu dengan deskripsi berkaitan aktivitas komunikasi komunikasi persuasif pada endorsement yang digunakan oleh selebgram @blq.sss di Instagram. Hasil dari penelitian ini yaitu komunikasi persuasif yang digunakan oleh selebgram Balqis Aqila Ahya di Instagram miliknya @blq.sss adalah komunikasi verbal dan non verbal. Dimana komunikasi persuasif verbal berupa video dan foto serta story yang diunggahnya. Sedangkan komunikasi persuasif non verbal biasanya Balqis terapkan dengan caption ataupun hastag dan tag ke produk yang dipromosikan. Selain itu, jika ditinjau berdasarkan teori atribusi, maka Balqis Aqila Ahya dalam melakukan proses endorsment di media sosial Instagramnya sudah memberikan pengaruh dan dampak kepada para pengikutnya.
Status Kedudukan Perempuan Dalam Berita Kekerasan Seksual Pemerkosaan Pada Media Online: Analisis Wacana Kritis Teori Sara Mills Harlia Harlia; Sitti Aida Azis; Abdul Munir
Jurnal Sinestesia Vol. 13 No. 1 (2023)
Publisher : Pusat Studi Bahasa dan Publikasi Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian bertujuan untuk: (1) mengetahui bentuk-bentuk kekerasan seksual terhadap perempuan dalam isi teks berita pada media Detik.com, Tribunnews.com dan Merdeka.com. dan (2) mengetahui status dan kedudukan perempuan dalam isi teks berita kekerasan seksual terhadap perempuan di Detik.com, Tribunnews.com dan Merdeka.com. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan kajian analisis wacana kritis yang menerapkan teori Sara Mills terhadap teks berita kekerasan seksual pada media Detik.com, Tribunnews.com, Merdeka.com. Data penelitian ini adalah bentuk-bentuk kekerasan seksual yaitu: pelecehan seksual secara fisik, pelecehan seksual secara verbal, pemerkosaan, kekerasa dan ancaman. Data berikutnya yakni status kedudukan perempuan yang dilihat dari usia dan profesi. Teknik pengumpumpulan data penelitian ini yaitu; teknik dokumentasi. Analisis data pada teks berita kekerasan seksual menggunakan teknik dekskriptif kualitatif. Pengujian keabsahan data penelitian dilakukan dengan cara perpanjangan pengamatan, ketekunan, dan diskusi dengan pembimbing dan teeman sejawat. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh kesimpulan bahwa: (1) bentuk-bentuk kekerasan dalam berita kekerasan seksual pada media online Detiknews.com, Tribunnews.com. Merdeka.com sangat berfariatif. Pada Media Online detik.com, Tribunnews.com, dan Merdeka.com menemukan bahwa perempuan belum dijadikan prioritas dalam teks berita. Media berita juga masih menyudutkan perempuan dengan memproduksi kata-kata mengarah pada pelabelan negatif pada perempuan. Media masih melanggengkan budaya patriarki dalam teks berita sehingga perempuan selalu rendah. (2) Hasis analisis Status dan Kedudukan Perempuan dalam Berita Kekerasan Seksual Pada Media Online detik.com, Tribunnews Timur, dan Merdeka.com dapat memberikan kontribusi penting kepada penulis atau dalam hal ini media Online dalam menampilkan berita kekerasan seksual dan juga bagi pembaca atau dalam hal ini publik agar bijak dan dapat memposisikan diri.
Makna Simbolik Kain Tenun Songke Desa Batu Cermin Manggarai Barat Flores Putu Suparna; Theodora Enifrischaty Matur
Jurnal Sinestesia Vol. 13 No. 1 (2023)
Publisher : Pusat Studi Bahasa dan Publikasi Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Towe Songke atau nae songke merupakan kain tenun khas daerah Manggarai. Kain tenun songke juga biasa di sebut lipa. Kain songke sering dipakai untuk berbagai ritual atau upacara adat seperti saat kelas (kenduri), membuka rending (ladang baru), hingga saat nempung (musyawarah). Kain songke juga dimanfaatkan sebagai belis (mas kawin) dalam upacara adat pernikahan di daerah Manggarai. Disamping itu juga kain tenun songke ini sering dijadikan sebagai selempang tiba meka (selendang atau kain upacara penyambutan tamu). Penelitian ini bertujuan mengetahui makna simbol-simbol dalam tenun songke serta memperkenalkan secara luas keaslian songke sebagai warisan budaya asli daerah Manggarai. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif, dengan perolehan data menggunakan metode observasi, wawancara, studi pustaka dan dokumentasi. Data akan dianalisis dengan menggunakan pengumpulan data, reduksi data, display data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data melalui metode triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian bahwa fungsi dan makna songke menjadi simbol kesakralan dalam interaksi simbolik yang ditandai dengan penggunaan songke dalam setiap upacara adat di daerah Manggarai dengan penggunaan songke tanpa memandang status sosial. Hal ini ditunjukkan dengan makna yang terkandung dalam masing-masing makna motif songke yaitu motif su'I, motif mata manuk, motif wela ngkaweng, motif wela runu, motif ntala dan motif ranggong bermakna selalu rajin dan selalu jujur dalam melakukan sesuatu. Kain songke diyakini sebagai panduan atau pedoman bagi kehidupan masyarakat daerah Manggarai sekaligus sebagai bentuk menjaga warisan budaya asli daerah Manggarai.
Kesantunan Tuturan Ekspresif dalam Kolom Komentar di YouTube Presiden Joko Widodo Episode "Paket Obat untuk Isoman" Fuji Arianti; Fatmawati Fatmawati
Jurnal Sinestesia Vol. 13 No. 2 (2023)
Publisher : Pusat Studi Bahasa dan Publikasi Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelankangi oleh semakin banyaknya dan bebasnya warganet dalam menyampaikan tuturan ekspresif di media sosial dan memberikan respon yang berbeda-beda ada yang setuju, mengkritik, mengeluh dan lain sebagainya. Masalah dalam penelitian ini adalah bagaimanakah kesantunan fungsi tuturan ekspresif dalam komentar YouTube Presiden Joko Widodo episode “Paket Obat untuk Isoman”. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kesantunan fungsi tuturan ekspresif dalam komentar YouTube Presiden Joko Widodo episode “Paket Obat untuk Isoman”. teori dalam penelitian ini menggunakan 2 teori, yaitu teori tuturan ekspresif dari J.R Searle dan teori prinsip kesantunan berbahasa Leech. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan menerapkan metode analisis isi. Data yang digunakan dalam penelitian ini komentar netizen pada YuoTube Presiden Joko Widodo episode “Paket Obat untuk Isoman” yang memiliki tuturan ekspresif dan dianalisis prinsip kesantunannya. Sumber data penelitian ini aktivitas berbahasa yang terjadi dalam kolom komentar YouTube Presiden Joko Widodo. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik dokumentasi, teksik simak, dan teknik catat. Berdasarkan enam fungsi tuturan ekspresif, yakni ucapan selamat, terima kasih, mengkritik, menyalahkan, memuji, dan menyatakan belasungkawa. Fungsi tuturan ekspresif yang dominan adalah tuturan ekspresif memuji. Haltersebut dikarenakan warganet yang menyampaikan pujian kepada Allah dan kepada Bapak Jokowi. Fungsi tuturan ekspresig yang tidak adalah fungsi memafkan. Hal tersebut dikarenakan sumber data tidak memenuhi munculnya tuturan ekspresif memafkan. Berdasarkan prinsip kesantunan Sebagian besar tuturan ekspresif menyatakan secara santun.
Pandemic Vocabulary and Its Equivalents in Short Story “Cerita Saat Jeda”: Literature as Literacy Teaching Materials Ramis Rauf; Afriani Ulya; Sulmi Magfirah
Jurnal Sinestesia Vol. 13 No. 2 (2023)
Publisher : Pusat Studi Bahasa dan Publikasi Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53696/27219283.393

Abstract

A pandemic or global epidemic is a disease transmitted simultaneously throughout the world. In 2019, the world faced a global outbreak of Covid-19. As a result, all lifelines have been paralyzed, starting from access to education, the economy, and health. However, there is a common thread from the event. One of them is the contribution of some vocabulary or foreign language terms. This paper aims to present some pandemic vocabulary and its equivalents through the collection of short stories “Cerita Saat Jeda” by Kaizen Writing Alumni Dee Lestari. The problem in this paper is formulated in the form of a question, “What is the English pandemic vocabulary narrated in the collection of short stories “Cerita Saat Jeda"? To answer these problems, the article uses the literary criticism approach of M.H. Abrams "the mirror and the lamp." According to Abrams, literature has three functions, namely, as a mirror, as a lamp, and as a medium. The research results show that the Covid-19 pandemic positively impacts society by producing new vocabulary or terms through literary works. The pandemic has become the new Indonesian language vocabulary in the Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).
Kreativitas Menjadi Pendapatan: Pemanfaatan TikTok Menjadi Media Penghasilan di Era 5.0 Mira Adita Widianti; Ahyuni Maulidia; Annisa Fee Amanda; Viera Latifah Azahra
Jurnal Sinestesia Vol. 13 No. 2 (2023)
Publisher : Pusat Studi Bahasa dan Publikasi Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di era sekarang, media sosial mampu menjadi salah satu platform yang menyediakan lahan pekerjaan. Contohnya media sosial TikTok yang sedang menjadi kegemaran di berbagai kalangan, terutama pada generasi muda. Penelitian menunjukan bahwa media sosial TikTok yang biasanya hanya sebagai media eksistensi diri, kini menjadi aplikasi yang digunakan sebagai media penghasil pendapatan. Hal tersebut telah dibuktikan oleh pemilik akun tiktok @ravie.pie yang memiliki sebanyak 2.7M (Juta) pengikut dan @awwkey4 memiliki sebanyak 281.3K (Ribu) pengikut. Dengan jumlah pengikut yang banyak dan unggahan konten pemasaran produk, kedua akun tersebut mendapatkan penghasilan. Metode dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan pengambilan data wawancara mendalam. Hasil dari penelitian ini menunjukan beberapa poin penting, seperti membangun kreativitas pemasaran produk untuk menarik perhatian publik, pemilihan waktu yang efektif untuk mengunggah konten, dan  tantangan tersendiri bagi pemilik akun dalam mengembangkan kreativitas konten. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukan bahwa media sosial  TikTok memberikan akses dalam menghasilkan pendapatan dengan cara yang mudah serta memacu kreativitas dalam berinovasi bagi pengguna dan juga mitra kerja untuk terus berkontribusi menggunakan aplikasi ini, yang nyata nya mampu memberikan lahan pekerjaan untuk berbagai kalangan dengan cara yang unik dan gaya baru dalam berpenghasilan di Indonesia.
Tindak Tutur Ilokusi Pada Acara Mata Najwa Yang Berjudul Susahnya Jadi Perempuan Part 2 Dina Mariana Br Tarigan; Santy Monika
Jurnal Sinestesia Vol. 13 No. 2 (2023)
Publisher : Pusat Studi Bahasa dan Publikasi Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini berjudul Tindak Tutur Ilokusi pada Acara Mata Najwa yang berjudul Susahnya Jadi Perempuan Part 2. Penelitian ini menganalisis tindak tutur ilokusi berjenis ekspresif, direktif, dan asertif. Untuk menganalisis data yang bersifat tuturan maka penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data dengan menyimak kemudian mencatat sebelum diklasifikasikan. Metode penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dalam menganalisis data. Hasil penelitian ini ditemukan tiga jenis tindak tutur ilokusi yaitu tindak tutur ekspresif, direktif, dan asertif. Pada tindak tutur ekspresif ditemukan 5 tindak tutur berdasarkan tujuannya yaitu tindak tutur mengungkapkan rasa senang, berterima kasih, menyambut, memuji, dan menentang. Selanjutnya adalah tindak tutur direktif. Tindak tutur direktif berdasarkan tujuannya ditemukan 4 jenis tindak tutur yaitu tindak tutur menegur, menasihati, melarang, dan menyuruh. Selain itu, juga ditemukan tindak tutur asertif. Pada penelitian ini ditemukan 5 jenis tindak tutur asertif berdasarkan tujuannya yaitu tindak tutur menyatakan, menyarankan membual, mengeluh, dan mengklaim. Tindak tutur asertif yang bertujuan menyatakan yang paling banyak ditemukan oleh peneliti yaitu sebanyak 73 tuturan dari 136 tuturan.