cover
Contact Name
Vela Rostwentivaivi
Contact Email
velasinaga@uniga.ac.id
Phone
+628561902811
Journal Mail Official
jurnal.mahatani@gmail.com
Editorial Address
Jalan Raya Samarang No. 52A Hampor- Tarogong Garut,Jawa Barat 44151
Location
Kab. garut,
Jawa barat
INDONESIA
MAHATANI: Jurnal Agribisnis (Agribusiness and Agricultural Economics Journal)
Published by Universitas Garut
ISSN : 26221896     EISSN : 2721513X     DOI : http://dx.doi.org/10.52434/mja.v3i2
Mahatani : Jurnal Agribisnis (Agribusiness and Agricultural Economics Journal) diterbitkan oleh Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Garut. Jurnal MAHATANI terbit tiap 6 bulan sekali (Bulan Juni dan Desember). Jurnal Mahatani merupakan media publikasi memuat hasil penelitian untuk para peneliti, dosen mahasiswa dan praktisi pertanian yang berfokus dan mempunyai ruang lingkup pada bidang agribisnis dan sosial ekonomi pertanian dalam arti luas. Ruang lingkup artikel yang di terbitkan pada Mahatani : Jurnal Agribisnis (Agribusiness and Agricultural Economics Journal), mencakup bidang agribisnis dan sosial ekonomi pertanian dalam arti luas, diantaranya : 1. Manajemen agribisnis 2. Ekonomi pertanian 3. Sosiologi pertanian dan pedesaan 4. Kelembagaan pertanian 5. Pemasaran agribisnis 6. Risiko agribisnis 7. Nilai tambah produk pertanian 8. Kebijakan pembangunan pertanian
Articles 264 Documents
ANALISIS KINERJA EKSPOR METE GELONDONG INDONESIA KE NEGARA VIETNAM DAN INDIA Baharudin Ahmad Sobari; Anny Hartati; Ratna Satriani
MAHATANI: Jurnal Agribisnis (Agribusiness and Agricultural Economics Journal) Vol 5, No 2 (2022): Mahatani : Jurnal Agribisnis (Agribusiness and Agricultural Economics Journal)
Publisher : Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/mja.v5i2.2014

Abstract

Mete gelondong adalah salah satu komoditas ekspor yang dihasilkan dari tanaman jambu mete dan memiliki peranan penting dalam perekonomian Indonesia. Negara Vietnam dan India adalah importir terbesar mete gelondong Indonesia yang rutin melakukan impor setiap tahun. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) menganalisis apakah mete gelondong Indonesia memiliki keunggulan komparatif di negara Vietnam dan India, 2) menganalisis apakah mete gelondong Indonesia memiliki keunggulan kompetitif di negara Vietnam dan India, 3) menganalisis faktor dominan yang memengaruhi kinerja ekspor mete gelondong Indonesia ke negara Vietnam dan India. Penelitian ini merupakan penelitian studi kasus yang dilaksanakan pada bulan September - Oktober 2021 dengan komoditas penelitian berkode HS 080131. Jenis data penelitian adalah data sekunder dalam data deret waktu, yaitu tahun 2010 - 2019 dan data antar individu dua negara tujuan ekspor mete gelondong Indonesia yaitu negara Vietnam dan India. Analisis data yang digunakan adalah analisis Revealed Comparative Advantage (RCA), Export Product Dynamic (EPD) dan Constant Market Share (CMS). Hasil analisis RCA menunjukkan mete gelondong Indonesia memiliki nilai RCA lebih besar dari satu yang berarti komoditas memiliki keunggulan komparatif di negara Vietnam dan India. Hasil analisis EPD menunjukkan ekspor mete gelondong Indonesia ke negara Vietnam berada pada posisi pasar retreat yang mengindikasikan komoditas tidak memiliki keunggulan kompetitif dan pertumbuhan permintaannya stagnan, sedangkan ekspor mete gelondong Indonesia ke negara India berada pada posisi pasar falling star yang mengindikasikan komoditas memiliki keunggulan kompetitif dan pertumbuhan permintaannya stagnan. Hasil analisis CMS menunjukkan bahwa faktor dominan yang memengaruhi kinerja ekspor mete gelondong Indonesia ke negara Vietnam dan India adalah faktor komposisi komoditas.
Dampak Ekonomi dan Lingkungan Pertanian Perkotaan Ane Novianty; Muhamad Nurdin Yusuf; Muhamad Arif Rizki Mauladi
MAHATANI: Jurnal Agribisnis (Agribusiness and Agricultural Economics Journal) Vol 6, No 1 (2023): Mahatani : Jurnal Agribisnis (Agribusiness and Agricultural Economics Journal)
Publisher : Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/mja.v6i1.2537

Abstract

Pertanian perkotaan dapat menimbulkan masalah seperti masalah lingkungan, yaitu dapat mencemari sumber air bersih kota dan juga masalah ekonomi seperti mengurangi kesempatan pemerintah daerah untuk memanfaatkan tanah-tanah kota bagi aktivitas komersial yang tinggi. Faktor inilah yang menjadi urgensi bagi peneliti untuk melakukan penelitian yang bertujuan untuk mengeksplorasi aktivitas pertanian perkotaan dari aspek ekonomi dan lingkungan.  Penelitian dilakukan dengan pendekatan kualitatif menggunakan metode eksplorasi. Sampel terdiri atas 12 orang petani yang tergabung pada Kelompok Tani Taruna Tani Muara Hurip, Kota Tasikmalaya. Hasil eksplorasi menunjukkan bahwa aktivitas pertanian yang dijalankan belum signifikan dalam memberikan sumbangan pendapatan bagi petani maupun pemilik lahan jika dilihat dari rasio investasi. Namun dari aspek lingkungan, sebagian besar petani telah melakukan pertanian ramah lingkungan yakni dengan penggunaan pupuk organik.  Hasil eksplorasi ini memberikan rekomendasi pada lembaga pemerintah terkait untuk memberikan pembinaan tentang bagaimana memperkuat posisi tawar guna meningkatkan pendapatan petani, serta menjadikan pertanian sebagai aktivitas komersial yang tinggi.
ANALISIS EFISIENSI USAHA INDUSTRI RUMAH TANGGA PENGOLAHAN KERUPUK DOROKDOK KULIT SAPI DI SUKAREGANG GARUT (Studi Di PD Sinar Rahayu dan PD Nusa Sari) Nadinda Aulia Sabrina; Wahid Erawan; Asep Permadi Gumelar; Muhammad Nu'man Adinasa
MAHATANI: Jurnal Agribisnis (Agribusiness and Agricultural Economics Journal) Vol 6, No 2 (2023): Mahatani : Jurnal Agribisnis (Agribusiness and Agricultural Economics Journal)
Publisher : Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/mja.v6i2.2664

Abstract

Dorokdok merupakan makanan khas Garut yang saat ini sudah dipasarkan di Garut dan luar kota Garut dengan berbagai varian rasa. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari – Februari 2023, bertujuan untuk mengetahui besaran biaya produksi, penerimaan, pendapatan dan efisiensi kerupuk dorokdok kulit sapi. Penelitian dilakukan menggunakan metode survei,  sampel secara sengaja sebanyak 2 responden yang merupakan pemiliki PD Sinar Rahayu dan PD Nusa Sari di Sukaregang dengan kriteria responden telah menjalankan usahanya lebih dari 15 tahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PD Sinar Rahayu yang memproduksi tiga varian rasa dorokdok memerlukan biaya total sebesar Rp 84.842.606/bulan , diperoleh penerimaan sebesar Rp120.500.000/bulan, pendapatan sebesar Rp35.675.394/bulan, dan R/C = 1,42. PD Nusa Sari memproduksi satu varian rasa dorokdok memelukan biaya total sebesar Rp 78.665.577 /bulan , diperoleh penerimaan sebesar Rp120.500.000/bulan, pendapatan sebesar Rp41.834.423/bulan, dan R/C = 1,53. 
HUBUNGAN ANTARA PERAN PENYULUH PERTANIAN DAN PARTISIPASI PETANI DENGAN PRODUKTIVITAS KERJA PETANI MINAPADI Nurul Siti Maulida; Hendar Nuryaman; Nurul Risti Mutiarasari
MAHATANI: Jurnal Agribisnis (Agribusiness and Agricultural Economics Journal) Vol 5, No 2 (2022): Mahatani : Jurnal Agribisnis (Agribusiness and Agricultural Economics Journal)
Publisher : Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/mja.v5i2.2094

Abstract

Peran penyuluh dan partisipasi petani dapat berpengaruh terhadap produktivitas kerja petani, termasuk pada minapadi sebagai suatu sistem pertanian yang berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat peran penyuluh pertanian, tingkat partisipasi petani dan tingkat produktivitas kerja petani minapadi serta menganalisis hubungan antara peran penyuluh pertanian dan partisipasi petani dengan produktivitas kerja petani minapadi. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei dan penentuan responden dengan simple random sampling kepada 32 orang petani anggota Kelompok Tani Mulyasari di Desa Arjasari Kecamatan Leuwisari Kabupaten Tasikmalaya. Analisis yang digunakan pada penelitian ini adalah analisis Rank Spearman yaitu analisis yang bertujuan untuk mengetahui hubungan dari dua variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran penyuluh pertanian termasuk dalam kategori tinggi, partisipasi petani termasuk kategori tinggi serta produktivitas kerja petani minapadi termasuk kategori tinggi. Selanjutnya, hubungan peran penyuluh pertanian dan partisipasi petani dengan produktivitas kerja petani minapadi memiliki hubungan yang sangat kuat, signifikan dengan arah yang positif yang berarti jika peran penyuluh pertanian dan partisipasi petani meningkat, maka produktivitas kerja petani minapadi pun akan meningkat. Dalam rangka meningkatkan peran penyuluh dalam memotivasi petani untuk lebih konsisten dalam mengikuti kegiatan penyuluhan, meningkatkan partisipasi petani dalam tahap evaluasi, meningkatkan kesadaran petani untuk melakukan pemasaran hasil panen dalam bentuk beras sebagai usaha pertambahan nilai produk serta meningkatkan peran penyuluh pertanian.
PENGENDALIAN PERSEDIAAN BUAH SEGAR PADA RITEL MODERN Nur Sophia Sandora; Endang Triastutiningsih; Ashrul Tsani
MAHATANI: Jurnal Agribisnis (Agribusiness and Agricultural Economics Journal) Vol 6, No 1 (2023): Mahatani : Jurnal Agribisnis (Agribusiness and Agricultural Economics Journal)
Publisher : Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/mja.v6i1.2414

Abstract

Pengendalian persediaan merupakan salah satu upaya yang dapat dilakukan perusahaan ritel modern dalam menjaga ketersediaan produknya secara kontinyu. Pengendalian persediaan buah segar pada ritel modern menjadi penting karena mengingat karakteristik buah yang mudah rusak dan memiliki masa simpan optimal yang sebentar. Studi ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui bagaimana pengendalian persediaan buah segar pada ritel modern dengan menggunakan metode studi literatur dari berbagai data sekunder yang relevan. Hasil dari studi ini menunjukan bahwa pentingnya suatu ritel modern memahami sistem pengendalian persediaan buah segar adalah untuk mengambil keputusan yang tepat guna mengoptimalkan ketersediaan produk. Adapun model pengendalian persediaan yang dapat digunakan dalam persediaan buah segar yaitu model Economic Order Quantity (EOQ), Single Period Model dan Periodic Review System. Selain untuk mengoptimalkan kuantitas persediaan, penerapan model-model tersebut juga dapat meminimalkan biaya persediaan yang dikeluarkan perusahaan.
FAKTOR-FAKTOR SOSIAL EKONOMI YANG MEMPENGARUHI PERMINTAAN KEDELAI IMPOR PADA PERAJIN TAHU DI DESA KALISARI KECAMATAN CILONGOK KABUPATEN BANYUMAS Pipit Dwi Rahmawati; Ulfah Nurdiani; Rifki Andi Novia
MAHATANI: Jurnal Agribisnis (Agribusiness and Agricultural Economics Journal) Vol 6, No 2 (2023): Mahatani : Jurnal Agribisnis (Agribusiness and Agricultural Economics Journal)
Publisher : Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/mja.v6i2.3118

Abstract

Desa Kalisari merupakan sentra produksi tahu di Kabupaten Banyumas. Bahan baku pembuatan tahu adalah kedelai impor asal Amerika Serikat. Permintaan kedelai impor pada perajin tahu dipengaruhi oleh faktor sosial dan ekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk : (1) mengetahui karakteristik perajin tahu di Desa Kalisari, (2) menganalisis adanya pengaruh faktor-faktor sosial ekonomi terhadap permintaan kedelai impor pada perajin tahu di Desa Kalisari, (3) mengetahui tingkat elastisitas pada permintaan kedelai impor perajin tahu di Desa Kalisari. Penelitian dilaksanakan di Desa Kalisari, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas pada tahun 2022. Metode penelitian menggunakan metode survei. Teknik pengambilan data menggunakan Simple Random sampling dan diperoleh sebanyak 60 responden perajin tahu. Metode analisis data yang digunakan yaitu analisis deskriptif, analisis regresi linear berganda dan elastisitas permintaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristis perajin tahu di Desa Kalisari sebagian besar berjenis kelamin laki-laki, tergolong dalam usia produktif 15 sampai 65 tahun, berpendidikan SD, penggunaan kedelai impor sebagai bahan baku tahu skala menengah yaitu 640 sampai 2.521 kg per bulan, pengalaman usaha antara 20 sampai 38 tahun, frekuensi pembelian kedelai yaitu  9 sampai 28 kali per bulan dengan rata-rata pendapatan usaha bersih perajin tahu diperoleh sebesar Rp 6.408.418 selama periode satu bulan. Faktor- faktor yang mempengaruhi permintaan kedelai impor perajin tahu di Desa Kalisari adalah harga kedelai lokal, pendapatan usaha bersih dan kualitas kedelai. Elastisitas permintaan harga kedelai impor bersifat inelastis dengan nilai 0,05 dan elastisitas silang menunjukkan bahwa kedelai lokal merupakan barang pelengkap kedelai impor.
KEWIRAUSAHAAN PETANI MUDA KAPULAGA DI DESA SAMBIRATA KECAMATAN CILONGOK KABUPATEN BANYUMAS Firdausa, Alda; Rosyad, Anisur; Nurdiani, Ulfah
MAHATANI: Jurnal Agribisnis (Agribusiness and Agricultural Economics Journal) Vol 7, No 1 (2024): Mahatani : Jurnal Agribisnis (Agribusiness and Agricultural Economics Journal)
Publisher : Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/mja.v7i1.3331

Abstract

Desa Sambirata merupakan salah satu desa di Kecamatan Cilongok Kabupaten Banyumas yang memiliki potensi dalam usaha tani kapulaga. Selain karena faktor lingkungan, Desa Sambirata juga telah bekerjasama dengan PT. Sidomuncul dan menjadi salah satu desa binaan kapulaga PT. Sidomuncul. Karena hal tersebut, petani banyak yang melakukan budidaya kapulaga termasuk para pemuda tani. Namun, petani muda di Desa Sambirata cenderung melakukan budidaya kapulaga secara tradisional dan apa adanya. Jiwa kewirausahaan petani sebagai pelaku usaha di sektor on farm sejauh ini masih belum terlalu diperhitungkan padahal sejatinya hal tersebut sangat diperlukan guna kemajuan petani dalam mengembangkan usahanya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui profil petani muda, mengetahui tingkat kewirausahaan petani muda, dan mengetahui hubungan antara profil petani dengan tingkat kewirausahaan petani muda kapulaga di Desa Sambirata Kecamatan Cilongok Kabupaten Banyumas. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode sampel jenuh. Jenis data yang digunakan meliputi data primer dan sekunder. Analisis data yang digunakan meliputi analisis deskriptif dan analisis Chi-square. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan hasil bahwa rata-rata petani muda muda merupakan lulusan sekolah dasar dengan latar belakang keluarga petani dan memiliki pengalaman usaha lebih dari lima tahun. Sebagian besar petani ikut serta dalam kegiatan usaha tani kapulaga sebagai pekerja dan pemodal. Tingkat kewirausahaan petani muda masuk kedalam kategori sedang yang berarti kewirausahaan petani muda sudah di Desa Sambirata sudah cukup baik. Tingkat pendidikan dan latar belakang keluarga tidak memiliki hubungan terhadap tingkat kewirausahaan petani muda kapulaga di Desa Sambirata  Kecamatan Cilongok Kabupaten Banyumas. Sementara pengalaman usaha tani memiliki hubungan terhadap tingkat kewirausahaan petani muda kapulaga.
ANALISIS INTEGRASI PASAR KOPI DI KABUPATEN GARUT Tatang Mulyana
MAHATANI: Jurnal Agribisnis (Agribusiness and Agricultural Economics Journal) Vol 4, No 1 (2021): Mahatani : Jurnal Agribisnis (Agribusiness and Agricultural Economics Journal)
Publisher : Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/mja.v4i1.1284

Abstract

Dalam perdagangan komoditas pertanian yang efisien maka harga yang terjadi di kota kabupaten maupun antar kota  kecamatan bahkan sampai desa akan terintegrasi, dan pergerakan harga akan bersifat simetri. Pada kenyataannya dalam dunia agribisnis ada kekuatan pasar oligopoli  (pedagang besar propinsi) yang mengendalikan harga.  Kekuatan pasar  dapat pula ditentukan oleh  kekuatan monopsoni ataupun oligopsoni (para pedagang besar kabupaten) karena memiliki pangsa pasar yang sangat besar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah perubahan harga di tingkat eceran di kota kabupaten terintegrasi dengan perubahan harga di tingkat petani di desa.  Metoda penelitian yang digunakan menggunakan pendekatan kuantitatif yaitu analisis integrasi pasar dan transmisi harga. Elastisitas transmisi menghitung apakah laju perubahan harga di tingkat eceran  akan ditransmisikan ke tingkat petani. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan elastisitas transmisi, laju perubahan harga di tingkat petani lebih kecil daripada laju perubahan harga di tingkat pengecer, baik untuk pasar local kecamatan  maupun pasar pusat kabupaten. Berdasarkan nilai IMC (index of market conection), nilainya lebih besar dari satu artinya pasar di tingkat petani  pada kecamatan contoh kurang terintegrasi dengan pasar lokal kecamatan dan pasar pusat di kabupaten. 
Front Matter Vol.5 No.2 Desember 2022 Fitri Awaliyah
MAHATANI: Jurnal Agribisnis (Agribusiness and Agricultural Economics Journal) Vol 5, No 2 (2022): Mahatani : Jurnal Agribisnis (Agribusiness and Agricultural Economics Journal)
Publisher : Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/mja.v5i2.2488

Abstract

Strategi pengembangan usahatani cabai rawit di desa banyuanyara kecamatan sanrobone kabupaten takalar Salma Wati; Siti Wardah; Jumiati ;
MAHATANI: Jurnal Agribisnis (Agribusiness and Agricultural Economics Journal) Vol 6, No 2 (2023): Mahatani : Jurnal Agribisnis (Agribusiness and Agricultural Economics Journal)
Publisher : Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/mja.v6i2.2582

Abstract

Salah satu tanaman pokok yang banyak ditanam petani yaitu cabai rawit. Namun hasil produksi tanaman cabai rawit menurun. Karena disebabkan oleh harga cabai rawit selalu berubah-ubah dan akses pasar terbatas, petani hanya menjual cabai rawit ke pedagang pengumpul. Tujuan dari penelitian ini adalah Menyusun faktor internal dan eksternal usahatani cabai rawit serta menganalisis strategi pengembangan usahatani cabai rawit. Metode purposive (sengaja) digunakan sebagai metode dalam penelitian ini. Penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data primer dan data sekunder serta teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data dengan analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor yang mempengaruhi strategi pengembangan usahatani cabai rawit meliputi faktor kekuatan yaitu pengalaman petani dalam membudidayakan cabai rawit, faktor kelemahannya yaitu kurangnya informasi pasar. Sedangkan faktor peluang meliputi Faktor eksternal meliputi adanya kontribusi pemerintah daerah dalam pembangunan pertanian dan faktor ancaman adalah adanya serangan hama/penyakit pada tanaman yang seharusnya siap panen. Strategi pengembangan usahatani cabai rawit berada pada I keempat yang mendukung strategi agresif, memanfaatkan kekuatan dan peluang untuk meningkatkan pertumbuhan perkembangan usahatani cabai rawit.

Filter by Year

2018 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 8 No 2 (2025): Mahatani : Jurnal Agribisnis (Agribusiness and Agricultural Economics Journal) Vol 8 No 1 (2025): Mahatani : Jurnal Agribisnis (Agribusiness and Agricultural Economics Journal) Vol 7 No 2 (2024): Mahatani : Jurnal Agribisnis (Agribusiness and Agricultural Economics Journal) Vol 7, No 1 (2024): Mahatani : Jurnal Agribisnis (Agribusiness and Agricultural Economics Journal) Vol 7 No 1 (2024): Mahatani : Jurnal Agribisnis (Agribusiness and Agricultural Economics Journal) Vol 6, No 2 (2023): Mahatani : Jurnal Agribisnis (Agribusiness and Agricultural Economics Journal) Vol 6 No 2 (2023): Mahatani : Jurnal Agribisnis (Agribusiness and Agricultural Economics Journal) Vol 6, No 1 (2023): Mahatani : Jurnal Agribisnis (Agribusiness and Agricultural Economics Journal) Vol 6 No 1 (2023): Mahatani : Jurnal Agribisnis (Agribusiness and Agricultural Economics Journal) Vol 5, No 2 (2022): Mahatani : Jurnal Agribisnis (Agribusiness and Agricultural Economics Journal) Vol 5, No 1 (2022): Mahatani : Jurnal Agribisnis (Agribusiness and Agricultural Economics Journal) Vol 4, No 2 (2021): MAHATANI: Jurnal Agribisnis (Agribusiness And Agricultural Economics Journal) Vol 4, No 1 (2021): Mahatani : Jurnal Agribisnis (Agribusiness and Agricultural Economics Journal) Vol 3, No 2 (2020): MAHATANI: Jurnal Agribisnis (Agribusiness and Agricultural Economics Journal) Vol 3, No 1 (2020): MAHATANI: Jurnal Agribisnis (Agribusiness and Agricultural Economics Journal) Vol 2, No 2 (2019): MAHATANI: Jurnal Agribisnis (Agribusiness and Agricultural Economics Journal) Vol 2, No 1 (2019): MAHATANI: Jurnal Agribisnis (Agribusiness and Agricultural Economics Journal) Vol 1, No 2 (2018): MAHATANI: Jurnal Agribisnis (Agribusiness and Agricultural Economics Journal) Vol 1, No 1 (2018): MAHATANI: Jurnal Agribisnis (Agribusiness and Agricultural Economics Journal) More Issue