cover
Contact Name
Vela Rostwentivaivi
Contact Email
velasinaga@uniga.ac.id
Phone
+628561902811
Journal Mail Official
jurnal.mahatani@gmail.com
Editorial Address
Jalan Raya Samarang No. 52A Hampor- Tarogong Garut,Jawa Barat 44151
Location
Kab. garut,
Jawa barat
INDONESIA
MAHATANI: Jurnal Agribisnis (Agribusiness and Agricultural Economics Journal)
Published by Universitas Garut
ISSN : 26221896     EISSN : 2721513X     DOI : http://dx.doi.org/10.52434/mja.v3i2
Mahatani : Jurnal Agribisnis (Agribusiness and Agricultural Economics Journal) diterbitkan oleh Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Garut. Jurnal MAHATANI terbit tiap 6 bulan sekali (Bulan Juni dan Desember). Jurnal Mahatani merupakan media publikasi memuat hasil penelitian untuk para peneliti, dosen mahasiswa dan praktisi pertanian yang berfokus dan mempunyai ruang lingkup pada bidang agribisnis dan sosial ekonomi pertanian dalam arti luas. Ruang lingkup artikel yang di terbitkan pada Mahatani : Jurnal Agribisnis (Agribusiness and Agricultural Economics Journal), mencakup bidang agribisnis dan sosial ekonomi pertanian dalam arti luas, diantaranya : 1. Manajemen agribisnis 2. Ekonomi pertanian 3. Sosiologi pertanian dan pedesaan 4. Kelembagaan pertanian 5. Pemasaran agribisnis 6. Risiko agribisnis 7. Nilai tambah produk pertanian 8. Kebijakan pembangunan pertanian
Articles 264 Documents
Kajian Daya Saing Lada Hitam Indonesia di Pasar Internasional Ernah; Suci Yulianti; Az Zahra Khoirurrizqa Fadiya; Lolo Nola Tumanggor
MAHATANI: Jurnal Agribisnis (Agribusiness and Agricultural Economics Journal) Vol 7 No 2 (2024): Mahatani : Jurnal Agribisnis (Agribusiness and Agricultural Economics Journal)
Publisher : Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/mja.v7i2.3968

Abstract

Lada hitam Indonesia merupakan komoditas yang penting dalam sektor perkebunan, memberikan kontribusi besar terhadap devisa negara dan industri. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji daya saing lada hitam Indonesia di pasar internasional menggunakan metode Revealed Comparative Advantage (RCA). Data ekspor dari tahun 2012 hingga 2022 menunjukkan peningkatan volume ekspor lada hitam Indonesia, namun terdapat fluktuasi dalam daya saing di beberapa negara tujuan utama. Metode analisis RCA digunakan untuk mengevaluasi posisi daya saing Indonesia dibandingkan dengan negara lain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Indonesia memiliki keunggulan komparatif dalam ekspor lada hitam ke negara tujuan utama seperti Vietnam, Amerika Serikat, India, Perancis, dan Tiongkok. Faktor-faktor seperti produksi lada, harga, dan kebijakan pemerintah memiliki dampak signifikan terhadap daya saing lada Indonesia. Untuk memperkuat keunggulan komparatif lada hitam Indonesia dapat dilakukan melalui strategi yang terarah dan dukungan kebijakan yang tepat, seperti peningkatan produksi, stabilitas harga domestik, dan kebijakan pemerintah yang mendukung petani.
Analisis Pendapatan Petani Kentang Atlantik Melalui Kemitraan dengan PT. Indofood di Desa Sindangsari Kecamatan Cigedug Kabupaten Garut Saptaji, Bagus; Febrianti, Tintin; Adinasa, Muhamad Nu'man
MAHATANI: Jurnal Agribisnis (Agribusiness and Agricultural Economics Journal) Vol 7 No 2 (2024): Mahatani : Jurnal Agribisnis (Agribusiness and Agricultural Economics Journal)
Publisher : Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/mja.v7i2.41405

Abstract

Kecamatan Cigedug tercatat sebagai wilayah utama produksi tanaman kentang atlantik di Jawa Barat, terutama dalam lingkup Kabupaten Garut. Untuk memitigasi risiko fluktuasi harga yang sering terjadi dan mengurangi ketidakpastian, kemitraan antara kelompok tani Sebartani dengan PT Indofood telah terjalin. Melalui kemitraan ini, harga jual produk kentang atlantik dapat dijamin, sehingga petani dapat mengurangi risiko penurunan pendapatan. Selain itu, penggunaan bibit berkualitas dari PT Indofood juga dapat mengurangi risiko gagal panen dan investasi modal yang besar.  Petani non-mitra cenderung menghadapi tantangan yang lebih besar terkait fluktuasi harga jual, terutama saat memasuki musim panen yang berlimpah. Penggunaan bibit lokal oleh petani non-mitra dapat meningkatkan risiko penurunan hasil panen. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis mendalam terhadap pendapatan dan kelayakan usaha pertanian kentang atlantik bagi petani yang menjalin kemitraan dengan PT Indofood.  Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif deskriptif, yang bertujuan untuk memberikan gambaran menyeluruh mengenai usaha pertanian kentang atlantik dengan pola kemitraan. Analisis mencakup pengeluaran biaya usaha pertanian, termasuk biaya produksi, serta penerimaan dan pendapatan yang diperoleh.  Sampel penelitian diambil dengan pendekatan non probability sampling, dengan melibatkan semua kelompok tani Sebartani yang menjalin kemitraan dengan PT Indofood. Hasil penelitian menunjukkan bahwa total biaya produksi untuk satu musim tanam kentang atlantik pada luas lahan satu hektar adalah sebesar Rp. 105.871.657. Namun, pendapatan yang diterima mencapai Rp. 180.000.000, sehingga total keuntungan yang diperoleh petani mitra sebesar Rp. 74.128.343. Berdasarkan hasil ini, dapat disimpulkan bahwa usaha pertanian kentang atlantik bagi petani mitra layak untuk dijalankan, dengan tingkat risiko yang lebih rendah dibandingkan dengan petani non-mitra.
Strategi Mitigasi Dampak Negatif Pertanian terhadap Lingkungan (Studi Kasus Kelompok Wanita Tani Puji Rezeki Desa Plumbungan, Kecamatan Pagentan, Banjarnegara) Pujiyanto, Muhammad Aris; Sugiharto, Bangun Septiono; Setyorini, Fitri Adi
MAHATANI: Jurnal Agribisnis (Agribusiness and Agricultural Economics Journal) Vol 7 No 2 (2024): Mahatani : Jurnal Agribisnis (Agribusiness and Agricultural Economics Journal)
Publisher : Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/mja.v7i2.41635

Abstract

Pertanian berperan penting dalam mendukung ketahanan pangan, namun juga menjadi salah satu sumber utama degradasi lingkungan jika tidak dikelola secara berkelanjutan. Penelitian ini menganalisis strategi mitigasi yang dilakukan oleh Kelompok Wanita Tani (KWT) Puji Rezeki di Desa Plumbungan, Kecamatan Pagentan, Kabupaten Banjarnegara dalam mengatasi dampak negatif kegiatan pertanian intensif terhadap lingkungan. Dengan pendekatan mixed methods, data dikumpulkan melalui survei, wawancara mendalam, dan observasi partisipatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa KWT Puji Rezeki telah mengimplementasikan beberapa strategi mitigasi seperti penggunaan pupuk organik, rotasi tanaman, dan pengelolaan air yang efisien. Namun, keterbatasan pengetahuan dan sumber daya masih menjadi kendala utama dalam meningkatkan efektivitas strategi ini. Dukungan eksternal seperti kolaborasi dengan pemerintah dan lembaga non-pemerintah dinilai penting untuk memperkuat kapasitas kelompok dalam menjaga keseimbangan antara produksi pertanian dan kelestarian lingkungan. Penelitian ini merekomendasikan peningkatan program pelatihan dan akses terhadap teknologi ramah lingkungan sebagai langkah konkret dalam memperkuat peran KWT dalam pelestarian lingkungan di tingkat komunitas.
Pengaruh Perubahan Iklim terhadap Pola Konsumsi Rumah Tangga Petani Padi di Kabupaten Demak Zuhri, Nur Muttaqien; Santoso, Wahyu Imam; Perdana, Indra
MAHATANI: Jurnal Agribisnis (Agribusiness and Agricultural Economics Journal) Vol 7 No 2 (2024): Mahatani : Jurnal Agribisnis (Agribusiness and Agricultural Economics Journal)
Publisher : Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/mja.v7i2.41662

Abstract

Produksi beras mengalami penurunan terus menerus dari tahun 2020 hingga 2023, terutama karena dampak buruk perubahan iklim, seperti kekeringan dan banjir. Penurunan produksi beras nasional ini secara langsung berdampak pada pendapatan petani padi yang hanya mengandalkan pertanian padi. Akibatnya, hal ini mempengaruhi standar hidup para petani, yang mempengaruhi kemampuan mereka untuk memenuhi kebutuhan primer dan sekunder. Sebuah penelitian dilakukan untuk membandingkan pendapatan dan pengeluaran konsumsi rumah tangga petani padi sebelum dan selama dampak perubahan iklim di Kabupaten Demak. Survei dilakukan pada bulan Juli 2024, dengan menggunakan sampel sebanyak 248 petani padi yang dipilih secara acak sederhana. Data dianalisis dengan menggunakan alat analisis uji-t dua sampel berpasangan, yang menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan pada pendapatan dan pengeluaran konsumsi sebelum dan selama dampak perubahan iklim. Studi ini menemukan bahwa pendapatan petani menurun sebesar 23,91% selama perubahan iklim, yang kemudian berdampak pada pengeluaran konsumsi rumah tangga petani, yang meningkat sebesar 8,95%. Hasil uji-t mengkonfirmasi adanya perbedaan yang signifikan dalam pengeluaran konsumsi rumah tangga petani sebelum dan selama dampak perubahan iklim, yang menyoroti kebutuhan mendesak bagi petani untuk mengadopsi strategi adaptasi untuk mengatasi penurunan pendapatan, seperti mencari sumber pendapatan tambahan.
Potential Study of Panyaweuyan Terrace System in Indonesia To Be National Important Agricultural Heritage System: A Qualitative approach Sulaksana, Jaka; Sudirno, Dadang; Wijaya, Acep Atma; Umyati, Sri
MAHATANI: Jurnal Agribisnis (Agribusiness and Agricultural Economics Journal) Vol 7 No 2 (2024): Mahatani : Jurnal Agribisnis (Agribusiness and Agricultural Economics Journal)
Publisher : Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/mja.v7i2.41847

Abstract

The objectives of this activity are as follows: To accurately analyze the development potential of the Panyaweuyan terracing area as a national agricultural and food heritage (NIAHS); provide complete and integrated advice or recommendations in the development of the Panyaweuyan terracing area as a national agricultural and food heritage (NIAHS). The research location is the Panyaweuyan terracing area as a national agricultural and food heritage (NIAHS), namely in the Panyaweuyan Agrotourism Area, Argapura District, Majalengka Regency. The implementation time is August-September 2021. Agricultural activities carried out on Panyaweuyan terraced land can provide ecosystem services related to global warming and global climate change at least prevent erosion, through the terracing system. These ecosystem services are in the form of water resource management, conservation of agricultural diversity, low carbon society, zero waste agricultural systems, and renewable energy practices. The need for the development of a tourism promotion cooperation network, the need for the implementation of Panyaweuyan tourism promotion at home and abroad, the need for an increase in supporting infrastructure for tourist areas, the need for an increase in adequate road access to the Panyaweuyan area.
ANALISIS SISTEM AGRIBISNIS BUDIDAYA IKAN NILA Agribusinees System Analysis In Tilapia Cultivation Oktami, Evon Tri; Mulyasari, Gita; Yuliarso, M Zulkarnain; Sulistyowati, Endang
MAHATANI: Jurnal Agribisnis (Agribusiness and Agricultural Economics Journal) Vol 7 No 2 (2024): Mahatani : Jurnal Agribisnis (Agribusiness and Agricultural Economics Journal)
Publisher : Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/mja.v7i2.41850

Abstract

Sistem agribisnis ikan nila merupakan suatu sistem yang kompleks yang mencakup berbagai tahapan dan komponen yang saling mendukung untuk menjamin keberhasilan produksi yang berkelanjutan. Sistem ini tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan hasil produksi, tetapi juga untuk menciptakan keberlanjutan ekonomi, sosial, dan lingkungan melalui penggunaan teknologi yang ramah lingkungan, pengelolaan limbah yang baik, dan pemberdayaan masyarakat. Dengan dukungan teknologi, pelatihan, dan kebijakan pemerintah, kegiatan ini dapat memberikan kontribusi yang signifikan terhadap kesejahteraan petani dan perekonomian masyarakat. Tulisan ini bertujuan untuk memberikan gambaran yang komprehensif tentang sistem agribisnis di sektor perikanan.The tilapia agribusiness system is a complex system that includes various stages and components that support each other to ensure sustainable production success. The system aims not only to increase production yields, but also to create economic, social, and environmental sustainability through the use of environmentally friendly technology, good waste management, and community empowerment. With the support of technology, training, and government policies, this activity can make a significant contribution to the welfare of farmers and the community's economy. This paper aims to provide a comprehensive overview of the agrobusiness system in the fisheries sector.
Dampak Sumber Pendapatan Terhadap Ketimpangan Pendapatan Petani Ubi Kayu Menggunakan Analisis Dekomposisi Gini Arbianti, Arbianti; Cahyaningsih, Anggi Fitria; Rahayu, Endang Siti; Sutrisno, Joko
MAHATANI: Jurnal Agribisnis (Agribusiness and Agricultural Economics Journal) Vol 7 No 2 (2024): Mahatani : Jurnal Agribisnis (Agribusiness and Agricultural Economics Journal)
Publisher : Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/mja.v7i2.41891

Abstract

Sumber pangan lokal yang masih dikonsumsi bagi sebagian masyarakat di Kabupaten Wonogiri adalah ubi kayu. Ubi kayu menjadi salah satu komoditas yang dapat membantu menjaga ketahanan pangan melalui diversifikasi pangan. Kondisi ekonomi ubi kayu yang fluktuatif menyebabkan terjadinya ketimpangan pendapatan, yang akhirnya dapat berpengaruh pada tingkat kemiskinan. Desakan kebutuhan ekonomi menyebabkan petani melakukan perluasan agribisnis di luar ubi kayu. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui sumber pendapatan, koefisien gini, dan dekomposisi gini petani ubi kayu di Kabupaten Wonogiri. Penelitian ini dilakukan di dua kecamatan di Kabupaten Wonogiri yaitu Kecamatan Ngadirojo dan Kecamatan Jatiroto. Data penelitian menggunakan data primer yang dikumpulkan melalui wawancara dengan petani ubi kayu serta dan data sekunder melalui pencatatan. Metode penentuan jumlah sampel menggunakan non-probability sampling dengan teknik quota sampling. Sampel penelitian terdiri dari petani ubi kayu di Kecamatan Ngadirojo sebanyak 50 responden dan di Kecamatan Jatiroto sebanyak 50 responden, sehingga total responden sebanyak 100 petani ubi kayu. Metode analisis menggunakan analisis pendapatan petani ubi kayu, analisis koefisien gini, dan analisis dekomposisi gini. Hasil penelitian memberikan penjelasan bahwa sumber pendapatan petani ubi kayu terdiri dari pendapatan on-farm dari ubi kayu serta komoditas selain ubi kayu, pendapatan off-farm, dan pendapatan non-farm. Sumber pendapatan terbesar yaitu pendapatan on-farm ubi kayu (48,18%). Koefisien gini (Gk) pendapatan on-farm ubi kayu adalah 0,2758 sehingga termasuk dalam ketimpangan rendah. Nilai RME pendapatan on-farm ubi kayu adalah -0,2238. Pemerintah perlu mendorong kebijakan dan perhatian khusus terhadap peningkatan pendapatan usahatani komoditas ubi kayu agar kemiskinan menurun dan mencapai pemerataan pendapatan petani.
Status Keberlanjutan Agribisnis Aren di Kabupaten Garut: Pendahuluan, Metode penelitian, Hasil dan pembahasan, Kesimpulan, Ucapan terima kasih, Daftar pustaka Yuslam Fauzan, Muhammad Irfan; Awaliyah, Fitri
MAHATANI: Jurnal Agribisnis (Agribusiness and Agricultural Economics Journal) Vol 7 No 2 (2024): Mahatani : Jurnal Agribisnis (Agribusiness and Agricultural Economics Journal)
Publisher : Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/mja.v7i2.41932

Abstract

Sustainability of sugar palm agribusiness is a strategic topic in Garut Regency because of its significant role in supporting the local economy and maintaining environmental balance. This research aims to evaluate the sustainability status of sugar palm agribusiness through analysis of ecological, economic and social aspects. The research method uses a quantitative approach with descriptive statistical analysis based on primary and secondary data. The research respondents consisted of 30 sugar palm farmers who were selected using purposive sampling based on certain criteria. The research results show that the ecological aspect has a good level of sustainability, supported by the use of organic fertilizer, low use of pesticides, and optimal soil absorption capacity. The economic aspect is also at a fairly good level of sustainability because sugar palm makes a significant contribution to farmers' income, even though there are obstacles in access to capital and marketing. On the other hand, social aspects still require more attention due to weak farmer participation in management, minimal institutional support, and lack of information regarding agribusiness sustainability. Overall, sugar palm agribusiness in Garut Regency has the potential for positive sustainability, but to achieve this strategic steps are needed such as strengthening institutions to assist farmers, increasing market access so that sugar palm products are more competitive, developing sustainable technological innovation, and encouraging active involvement of farmers in agribusiness management. It is hoped that this integrated step can support the sustainability of sugar palm agribusiness in a comprehensive, optimal, holistic and sustainable manner.
Efisiensi Ekonomi Usaha Gula Aren Serta Faktor Faktor Yang Berpengaruh Terhadap Pendapatannya di Kabupaten Garut Suryo Arifianto, Dimas; Awaliyah, Fitri; Nu'man Adinasa, Muhamad
MAHATANI: Jurnal Agribisnis (Agribusiness and Agricultural Economics Journal) Vol 7 No 2 (2024): Mahatani : Jurnal Agribisnis (Agribusiness and Agricultural Economics Journal)
Publisher : Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/mja.v7i2.41946

Abstract

Arenga pinnata Merr, or the sugar palm, is a high-value economic commodity from the Arecaceae family, whose success in development is highly influenced by the environment where it is cultivated. This study aims to assess the efficiency of the sugar palm processing business and identify the most influential factors, the results of which could serve as a foundation for policymakers and stakeholders in formulating policies to improve sugar palm business efficiency. The research uses a quantitative approach supported by qualitative interpretation, conducted in three sub-districts in Garut Regency: Cisewu, Bungbulang, and Pakenjeng, chosen through purposive sampling. Primary data was obtained through surveys, direct observation, and in-depth interviews with palm farmers, focus group discussions (FGD), while secondary data came from trusted sources, Agricultural Statistics, and scientific literature. Sampling was carried out using purposive sampling with 30 respondents. Data analysis employed descriptive statistics through several analytical methods, including Data Envelopment Analysis, Cost-Benefit Analysis, Economies of Scale, and Linear Regression Analysis. The DEA results show that the majority of sugar palm farmers (99.3%) are efficient, and 63.3% experience Economies of Scale, where costs per unit are low but production is maximal, indicating efficiency in operations. These results are also supported by a Cost-Benefit Ratio of 2.92. The factor significantly affecting income is the number of sugar palm trees owned, highlighting the importance of increasing productivity through tree addition. However, all respondents still rely on natural growth without organized seedling programs.
Nilai Tambah, Keuntungan, Gula, ANALISIS NILAI TAMBAH PRODUK HASIL OLAHAN AREN: ABSTRAK, PENDAHULUAN, METODOLOGI PENELITIAN, HASIL DAN PEMBAHASAN. KESIMPULAN, SARAN, UCAPAN TERIMAKASIH, DAFTAR PUSTAKA Roudotul Janah, Nabila; Muhammad Nu'man Adinasa
MAHATANI: Jurnal Agribisnis (Agribusiness and Agricultural Economics Journal) Vol 7 No 2 (2024): Mahatani : Jurnal Agribisnis (Agribusiness and Agricultural Economics Journal)
Publisher : Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/mja.v7i2.41949

Abstract

The aim of this research is to analyze the added value of processing palm-based products, namely brown sugar, broom palm fiber and ant sugar, by examining aspects of production costs, labor and profits obtained from each type of processing. The method used in determining the location is purposive sampling. The research data analysis used primary and secondary data analysis, primary data resulting from the interview process with sugar palm processors and secondary data obtained from related installations such as BPS and the Department of Agriculture. The sampling technique in this research used purposive sampling with the sample criteria being farmers who processed sugar palm. This research uses the value added ratio method, which measures the ratio between raw material costs, output produced, and the contribution of labor to production. The research results show that processing ant sugar produces the highest added value, with a profit ratio reaching 80%, followed by brown sugar with a profit margin of 83%, and broom palm fiber with a profit margin of 59%. The raw material costs for ant sugar are higher, but this product also has a higher selling value, even though the profit margin is lower. On the other hand, processing brown sugar is more profitable because raw material costs are lower with a high production process. Fiber broom production, using cheap raw materials, requires more manual skills, resulting in lower profits.Keywords : Added Value, Profit, Sugar, Palm Oil Broom.

Filter by Year

2018 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 8 No 2 (2025): Mahatani : Jurnal Agribisnis (Agribusiness and Agricultural Economics Journal) Vol 8 No 1 (2025): Mahatani : Jurnal Agribisnis (Agribusiness and Agricultural Economics Journal) Vol 7 No 2 (2024): Mahatani : Jurnal Agribisnis (Agribusiness and Agricultural Economics Journal) Vol 7 No 1 (2024): Mahatani : Jurnal Agribisnis (Agribusiness and Agricultural Economics Journal) Vol 7, No 1 (2024): Mahatani : Jurnal Agribisnis (Agribusiness and Agricultural Economics Journal) Vol 6, No 2 (2023): Mahatani : Jurnal Agribisnis (Agribusiness and Agricultural Economics Journal) Vol 6 No 2 (2023): Mahatani : Jurnal Agribisnis (Agribusiness and Agricultural Economics Journal) Vol 6, No 1 (2023): Mahatani : Jurnal Agribisnis (Agribusiness and Agricultural Economics Journal) Vol 6 No 1 (2023): Mahatani : Jurnal Agribisnis (Agribusiness and Agricultural Economics Journal) Vol 5, No 2 (2022): Mahatani : Jurnal Agribisnis (Agribusiness and Agricultural Economics Journal) Vol 5, No 1 (2022): Mahatani : Jurnal Agribisnis (Agribusiness and Agricultural Economics Journal) Vol 4, No 2 (2021): MAHATANI: Jurnal Agribisnis (Agribusiness And Agricultural Economics Journal) Vol 4, No 1 (2021): Mahatani : Jurnal Agribisnis (Agribusiness and Agricultural Economics Journal) Vol 3, No 2 (2020): MAHATANI: Jurnal Agribisnis (Agribusiness and Agricultural Economics Journal) Vol 3, No 1 (2020): MAHATANI: Jurnal Agribisnis (Agribusiness and Agricultural Economics Journal) Vol 2, No 2 (2019): MAHATANI: Jurnal Agribisnis (Agribusiness and Agricultural Economics Journal) Vol 2, No 1 (2019): MAHATANI: Jurnal Agribisnis (Agribusiness and Agricultural Economics Journal) Vol 1, No 2 (2018): MAHATANI: Jurnal Agribisnis (Agribusiness and Agricultural Economics Journal) Vol 1, No 1 (2018): MAHATANI: Jurnal Agribisnis (Agribusiness and Agricultural Economics Journal) More Issue