cover
Contact Name
Muhammad Marzuki
Contact Email
marzukijppi@unram.ac.id
Phone
+6282334867555
Journal Mail Official
jppi@unram.ac.id
Editorial Address
Program Studi Budidaya Perairan Universitas Mataram Jalan pendidikan nomor 37, Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat.
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Jurnal Pengabdian Perikanan Indonesia
Published by Universitas Mataram
ISSN : -     EISSN : 27760847     DOI : https://doi.org/10.29303/jppi.v1i1
Ruang lingkup artikel yang diterbitkan oleh JPPI meliputi pengabdian kepada masyarakat pada bidang : Budidaya Perairan, Pengelolaan Sumberdaya Perairan, Pengolahan Hasil Perikanan, Tekhnologi Penangkapan Ikan, dan Ilmu Kelautan.
Articles 237 Documents
BEM ITK Avicenna Mengabdi : Inovasi Budidaya Ikan Air Tawar untuk Mewujudkan Pangan Sehat dan Berkelanjutan Pono Suderajad; Wa Anasari; Dustan Dustan; Alvina Damayanti; Milawati Milawati
Jurnal Pengabdian Perikanan Indonesia Vol 6 No 1 (2026): Jurnal Pengabdian Perikanan Indonesia
Publisher : Program Studi Budidaya Perairan Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppi.v6i1.9720

Abstract

Desa Lalopisi adalah salah satu desa di Kecamatan Meluhu Kabupaten Konawe Provinsi Sulawesi Tenggara yang memiliki potensi yang cukup beragam dan strategis, terutama di sektor pertanian, perikanan, peternakan, sumber daya alam, dan pemberdayaan masyarakat. Permasalahan krusial, adalah lahan rintisan kolam ikan air tawar saat ini, kebanyakan tidak beroperasi lagi, karena proses budidaya yang masyarakat Desa lalopisi masih menerapkan metode tradisional. Solusi yang ditawarkan untuk mengatasi permasalahan prioritas tersebut adalah memberikan sosialisasi, pelatihan, pendampingan dan evaluasi terhadap mitra dengan menggunakan metode Participatory Action Research. Indikator capaian program adalah Kelompok sasaran telah memiliki pengetahuan dan informasi melakukan usaha budidaya ikan air tawar sistem bioflok dengan inovasi sumber karbon dari sagu adalah adalah sebesar 90-100% dari total anggota kelompok. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa jumlah anggota Kelompok mitra sasaran telah memiliki keterampilan, dalam menerapkan teknologi bioflok untuk usaha budidaya ikan air tawar skala rumah tangga, dengan inovasi sumber karbon dari sagu yang ramah lingkungan adalah sebesar 90% dari total anggota kelompok. Kegiatan pengabdian masyarakat oleh BEM telah berhasil menciptakan kolaborasi dan sinergi antara perguruan tinggi, mahasiswa, mitra, pemerintah daerah untuk mencapai tujuan sehat, sejahtera masyarakat indonesia.
PEMERIKSAAN DAN PENGOBATAN KESEHATAN UMUM DAN IBU HAMIL DI DESA EKAS BUANA, KABUPATEN LOMBOK TIMUR Awan Dermawan; Nunik Cokrowati; Abd Saddam Mujib; Ni Komang Ayu Swanitri Wangiyana; Hanan Afifah; Nila Febriana Iswara; Citranggana Prajnya Dew; Tantri Lukitaningrum; Alfian Muhajir; Nurman Saputra; Novya Prabawati; Hasaniah Hasaniah; Hasbullah Hasbullah; Nenik Kholilah; Arfi Syamsun; Rifana Cholidah; Marisa Syavitri Dilaga; Anjar Pranggawan; Rhojim Wahyudi; Nurul Chaerani; Zuhdiyah Matienatul I; Sholihati Lathifa S
Jurnal Pengabdian Perikanan Indonesia Vol 6 No 1 (2026): Jurnal Pengabdian Perikanan Indonesia
Publisher : Program Studi Budidaya Perairan Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppi.v6i1.9725

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini merupakan bagian dari rangkaian Dies Fakultas Pertanian Universitas Mataram ke-59 berupa layanan kesehatan dasar bagi masyarakat umum dan pemeriksaan kesehatan ibu hamil. Kegiatan dilaksanakan pada Sabtu, 17 Januari 2026 di Lapangan Kampung Merah Putih, Desa Ekas Buana, Kecamatan Jerowaru, Kabupaten Lombok Timur. Metode pelaksanaan meliputi koordinasi dengan pemerintah desa, penyiapan alur layanan (registrasi–skrining tanda vital–anamnesis–pemeriksaan fisik dasar–konsultasi–pemberian obat–edukasi–rujukan), serta pencatatan jumlah penerima layanan. Total penerima manfaat yang terlayani adalah 75 orang, terdiri dari 66 pasien umum dan 9 ibu hamil. Hasil kegiatan menunjukkan antusiasme masyarakat tinggi dan alur layanan berjalan tertib. Layanan ibu hamil menekankan skrining faktor risiko sederhana, konseling gizi, penguatan kewaspadaan terhadap tanda bahaya kehamilan, serta anjuran melanjutkan kunjungan antenatal sesuai standar. Kegiatan ini relevan dengan arah peningkatan mutu pelayanan dasar dan promotif–preventif di komunitas, sebagaimana ditekankan dalam pedoman pelayanan antenatal dan kebijakan standar pelayanan minimal bidang kesehatan.
PENERAPAN TEKNOLOGI CORAL NURSERY DALAM RESTORASI TERUMBU KARANG: KOLABORASI AKADEMISI DAN MASYARAKAT PESISIR UNTUK KONSERVASI BERKELANJUTAN Muhamad Gilang Arindra Putra; Almira Fardani Lahay; Eko Efendi
Jurnal Pengabdian Perikanan Indonesia Vol 6 No 1 (2026): Jurnal Pengabdian Perikanan Indonesia
Publisher : Program Studi Budidaya Perairan Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppi.v6i1.9775

Abstract

Ekosistem terumbu karang di Indonesia mengalami tekanan serius akibat pemanasan global, aktivitas wisata bahari, dan pencemaran laut. Desa Pulau Pahawang, Lampung, kondisi terumbu karang diduga menurun akibat tingginya kunjungan wisata tanpa pengelolaan ramah lingkungan, padahal ekosistem ini berperan penting bagi keseimbangan lingkungan dan ekonomi pesisir. Kegiatan pengabdian ini bertujuan mendampingi masyarakat dalam penyediaan fragmen karang lokal sebagai sumber bibit transplantasi serta mentransfer teknologi coral nursery sistem gantung untuk meningkatkan kelangsungan hidup dan pertumbuhan karang. Pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui tiga tahapan, yaitu pra-kondisi berupa koordinasi dan perizinan, pelaksanaan berupa ceramah, diskusi, dan praktik pembuatan floating nursery dengan bahan lokal (pipa PVC, tali nilon, dan pelampung), serta evaluasi melalui tingkat kehidupan karang. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan masyarakat terhadap teknik coral nursery, tujuan restorasi, dan peran masyarakat dalam konservasi. Masyarakat menunjukkan kemampuan untuk mereplikasi teknologi secara mandiri dalam mendukung program konservasi berkelanjutan. Secara keseluruhan, kegiatan ini efektif meningkatkan kapasitas masyarakat pesisir terkait penerapan coral nursery sistem gantung, memperkuat kolaborasi akademisi dan masyarakat, serta mendorong konservasi terumbu karang dan pengembangan ekowisata yang berkelanjutan di Pulau Pahawang
KAJIAN DAN SOSIALISASI PEMANFAATAN KOMPOSIT FIBERGLASS REINFORCED POLYMER SEBAGAI MATERIAL TONG SAMPAH, PERAHU EKOWISATA DAN PERAHU NELAYAN DI DESA MINAESA yurika Nantan; Fahriadi Pakaya; Marinus S. Tappy; Raman G.T.H. Simanjuntak; Elsari Tanjung Putri; I Nyoman Subawa
Jurnal Pengabdian Perikanan Indonesia Vol 6 No 1 (2026): Jurnal Pengabdian Perikanan Indonesia
Publisher : Program Studi Budidaya Perairan Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppi.v6i1.9810

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat Desa Minaesa, Kecamatan Wori, Provinsi Sulawesi Utara, dilakukan dengan tujuan untuk mengkaji dan mensosialisasikan pemanfaatan komposit Fiberglass Reinforced Polymer (FRP) sebagai material tong sampah, perahu ekowisata, dan perahu nelayan. Beberapa pendekatan dilakukan seperti observasi, kuesioner, wawancara, serta dokumentasi yang melibatkan 17 responden terdiri atas masyarakat lokal dengan profesi mayoritas nelayan. Hasil menunjukkan bahwa masyarakat memiliki pengetahuan yang baik tentang komposit FRP dan mendukung penggunaannya, terutama dalam upaya mengurangi pembuangan sampah ke laut dan meningkatkan keselamatan perahu nelayan. Data menunjukkan bahwa sebagian besar responden familiar dengan komposit FRP serta mengakui manfaatnya bagi lingkungan, seperti subtitusi bahan kayu dan termoplastik. Sosialisasi yang dilakukan berhasil meningkatkan kesadaran dan motivasi masyarakat untuk memanfaatkan komposit FRP, dengan potensi besar untuk mendukung ekowisata dan kehidupan nelayan yang lebih aman dan berkelanjutan. Kegiatan ini menegaskan bahwa komposit FRP dapat menjadi solusi yang efektif dan merupakan material yang ramah lingkungan bagi masyarakat Desa Minaesa.
Transplantasi Terumbu Karang Dusun Kalangan Desa Pulau Pahawang : Penguatan Peran Masyarakat Dalam Konservasi dan Rehabilitasi Terumbu Karang Almira Fardani; Muhamad Gilang Arindra Putra; Eko Efendi; Muhammad Kholiqul Amiin
Jurnal Pengabdian Perikanan Indonesia Vol 6 No 1 (2026): Jurnal Pengabdian Perikanan Indonesia
Publisher : Program Studi Budidaya Perairan Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppi.v6i1.9885

Abstract

Pulau pahawang memiliki bentangan pantai berpasir putih, hamparan vegetasi mangrove serta perairan yang jernih yang didukung dengan ekosistem terumbu karang yang indah sebagai wisata bawah air, snorkling, diving dan fotografi bawah air, dimana kegiatan wisatawan menjadi penyebab kerusakan pada ekosistem terumbu karang sebesar sebesar 47,09% dengan jenis kerusakan : 13 goresan coral massive (CM), 5 goresan coral encrusting (CE), 12 luka CM, 6 luka CE, 13 hancur pada coral branching (CB) dan 6 patahan CB. Diperlukan adanya upaya perbaikan terumbu karang yang rusak serta edukasi kepada masyarakat untuk dapat melestarikan ekosistem terumbu karang di Desa Pulau Pahawang. Upaya tersebut dapat diimplementasikan dalam kegiatan pengabdian unggulan dengan tahapan yang terdiri dari survei, koordinasi, sosialisasi & edukasi, diskusi dan monitoring/pendampingan. Kegiatan dilaksanakan dengan melibatkan masyarakat Dusun Kalangan yang terdiri dari Kepala Desa dan aparat Desa Pulau Pahawang, serta masyarakat yang berprofesi sebagai pemandu wisata. Pengabdian diawali dengan pemberian pretest, penyampaian materi, diskusi, penempelan bibit pada rangka dan pemasangan rangka transplantasi di bawah laut. Dari hasil posttest yang disampaikan oleh tim pengabdian menujukkan adanya peningkatan pemahaman masyarakat Dusun Kalangan terkait pemahaman manfaat fungsi terumbu karang, definisi dan peranan terumbu karang hingga pemilihan jenis bibit dalam transplantasi terumbu karang. Sebanyak 3 rangka spider web dipasang di wilayah konservasi terumbu karang. Kegiatan pengabdian mendapatkan respon yang positif dari masyarakat Dusun Kalangan terutama yang berprofesi sebagai pemandu wisata, serta meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat Dusun Kalangan terkiat konservasi terumbu karang di Desa Pulau Pahawang.
INOVASI PRODUK SEMPOL IKAN TONGKOL SEBAGAI PEMENUHAN GIZI PADA ANAK DAN MENINGKATAN NILAI TAMBAH UMKM MASYARAKAT  DI DUSUN KONGO DESA MENINTING, KECAMATAN BATU LAYAR, LOMBOK BARAT Widia Sukma Komala Dewi; Nanda; Helilatul Wahida; Sayudi Maulana
Jurnal Pengabdian Perikanan Indonesia Vol 6 No 1 (2026): Jurnal Pengabdian Perikanan Indonesia
Publisher : Program Studi Budidaya Perairan Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppi.v6i1.9815

Abstract

Kegiatan inovasi produk sempol ikan tongkol masyarakat Desa Meninting, Kecamatan Batu Layar, Kabupaten Lombok Barat, merupakan bagian dari program KKN-KKB yang bertujuan untuk menggali potensi sumber daya ikan yang memiliki peluang dikembangkan sebagai usaha perikanan yang berdaya saing dan menguntungkan dalam meningkatkan ekonomi serta kualitas gizi makanan. Usaha pengolahan hasil perikanan tangkap melalui inovasi produk olahan ikan tongkol tidak hanya meningkatkan manfaat dan nilai tambah, tetapi juga mendukung ketertarikan masyarakat terhadap gerakan makan ikan. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif melalui observasi, partisipatif saat pelatihan, dan dokumentasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa program KKN-KKB melalui penyuluhan dan pelatihan langsung mampu mengembangkan inovasi produk olahan ikan kekinian seperti sempol ikan dengan cukup berhasil karena meningkatkan pengetahuan, pemahaman, dan keterampilan masyarakat serta mendorong minat makan ikan. Selain itu, kegiatan ini juga selaras dengan tujuan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 2 (Menghapus Kelaparan) melalui peningkatan gizi, SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) melalui pengembangan usaha berbasis sumber daya lokal, serta SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab) melalui pemanfaatan hasil perikanan secara optimal dan berkelanjutan.
PENGEMBANGAN POTENSI UMKM KULINER LOKAL: STUDI KASUS PENGOLAHAN SATE IKAN LAUT TANJUNG "SPESIAL RASA" DI KOTA MATARAM Firda Yanti Tanjung; Salnida Yuniarti Lumbessy; Hanna Salsabila Ramzi; Setyaning Pawestri; Riani Riani; Firman Fajar Perdhana; Uswatun Hasanah
Jurnal Pengabdian Perikanan Indonesia Vol 6 No 1 (2026): Jurnal Pengabdian Perikanan Indonesia
Publisher : Program Studi Budidaya Perairan Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppi.v6i1.9929

Abstract

Kegiatan pengabdian ini bertujuan sebagai salah satu bentuk sarana promosi dalam upaya pelestarian dan inovasi terhadap produk Sate Ikan Laut Tanjung sebagai kuliner tradisional khas Kabupaten Lombok Utara. Metode yang digunakan adalah wawancara semi-terstruktur dengan pelaku usaha UMKM Sate Ikan Laut Tanjung Spesial Rasa di Kota Mataram, serta observasi langsung terhadap proses pengolahan di lapangan. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif untuk menggambarkan karakteristik produk dan aktivitas produksi. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa proses pengolahan Sate Ikan Laut Tanjung masih dilakukan secara tradisional mulai dari penggilingan ikan, pencampuran bumbu, pembentukan pada tusuk bambu, hingga pemanggangan menggunakan arang batok kelapa yang menghasilkan aroma khas dan cita rasa gurih pedas. Berdasarkan hasil wawancara dan penilaian sensori, produk memiliki tingkat penerimaan konsumen yang tinggi karena tekstur lembut, rasa autentik, dan aroma rempah yang kuat. Dari sisi pelestarian, pelaku usaha masih mempertahankan metode tradisional sebagai ciri khas daerah, sedangkan inovasi yang disarankan mencakup pengemasan modern (frozen food) dan pemanfaatan media digital untuk promosi. Secara keseluruhan, Sate Ikan Laut Tanjung tidak hanya memiliki nilai budaya yang tinggi tetapi juga berpotensi besar dalam mendukung pengembangan ekonomi kreatif daerah.
PELATIHAN PEMBUATAN AKUARIUM MINI KEPADA GURU DAN ORANG TUA SISWA SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN SAINS YANG MENYENANGKAN UNTUK SISWA USIA DINI DI SEKOLAH MCKIDS KUPANG I Kadek Sumiana; Wijayanti Ristyaningrum; Tania Nilakandhi; Stella Feska; Muh Farhan; Gabriella Augustine Suleman; Anggita Noer Laily; Adimas Bagus Fahturohman; Bagus Ansani Takwin; Farid Mukhtar Riyadi; La Suriadi S.; Zakyatul Muna
Jurnal Pengabdian Perikanan Indonesia Vol 6 No 2 (2026): Jurnal Pengabdian Perikanan Indonesia
Publisher : Program Studi Budidaya Perairan Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppi.v6i2.9935

Abstract

Program pelatihan pembuatan akuarium mini bagi guru dan orang tua siswa di McKids Early Learning Center Kupang dilaksanakan untuk mengatasi keterbatasan media pembelajaran konkret dalam pengenalan lingkungan hidup pada anak usia dini. Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh rendahnya keterampilan guru dan orang tua dalam mengembangkan media pembelajaran berbasis lingkungan serta belum optimalnya keterlibatan orang tua dalam proses pembelajaran. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan participatory learning and empowerment yang mengintegrasikan sosialisasi dan praktik langsung. Tahapan kegiatan meliputi identifikasi masalah, perancangan program, pelaksanaan pelatihan, dan evaluasi. Hasil menunjukkan bahwa sebagian besar peserta berada pada kategori mampu (60%) dan sangat mampu (37%) dalam membuat akuarium mini, yang mengindikasikan efektivitas pelatihan dalam meningkatkan keterampilan peserta. Selain itu, kegiatan ini menghasilkan suatu model pembelajaran berbasis ekosistem mini yang mengintegrasikan peran guru dan orang tua dalam mendukung pembelajaran sains anak usia dini secara kontekstual dan berkelanjutan. Program ini memberikan implikasi praktis sebagai alternatif media pembelajaran yang mudah diterapkan, ekonomis, dan berpotensi direplikasi pada berbagai lembaga pendidikan anak usia dini.
PEMETAAN AWAL KEBERLANJUTAN BUDIDAYA NILA KOLAM AIR DERAS BERORIENTASI PASAR PEMANCINGAN DI DESA SIGERONGAN, LOMBOK BARAT Bagus Dwi Hari Setyono; Rizky Regina Kawirian; Syawalina Fitria; Rangga Idris Affandi; Muhammad Sumsanto; Laily Fitriani Mulyani; Meci Salsabila; Iva Naya Sulistya; Lalu Irfan Hadi Nugraha; Marsya Andini
Jurnal Pengabdian Perikanan Indonesia Vol 6 No 1 (2026): Jurnal Pengabdian Perikanan Indonesia
Publisher : Program Studi Budidaya Perairan Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppi.v6i1.9962

Abstract

Artikel ini menyajikan tahap pemetaan awal dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang menelaah keberlanjutan usaha budidaya nila kolam air deras berorientasi pasar kolam pemancingan di Desa Sigerongan, Lombok Barat. Kegiatan ini dirancang untuk mengidentifikasi faktor teknis, pasar, dan modal kerja yang membentuk kelangsungan usaha serta menyusun prioritas tindak lanjut bagi fase pendampingan berikutnya. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur, observasi lapangan, dan telaah dokumen dengan melibatkan pembudidaya, pengelola kolam pemancingan, dan pemasok pakan. Usaha mitra mengoperasikan 9 kolam aktif pada lahan 5 are, memanfaatkan air sungai dan irigasi, serta menyalurkan sekitar 80% penjualan ke segmen pemancingan. Pada siklus terakhir, panen dilakukan bertahap sebanyak 300–500 ekor dengan total sekitar 300 kg, bobot 700 g–1,5 kg per ekor, survival rate 99%, FCR 1,1–1,3, dan harga jual Rp30.000/kg. Namun demikian, diagnosis juga menunjukkan adanya risiko musiman terhadap kualitas air, belum rutinnya pemantauan kualitas air, praktik grading yang masih terbatas, risiko distribusi ikan hidup, persaingan harga, serta lemahnya pencatatan teknis dan administrasi usaha. Luaran utama kegiatan ini ialah peta awal keberlanjutan usaha yang menegaskan bahwa kelangsungan budidaya ditentukan oleh keterkaitan antara stabilitas produksi, kesesuaian ukuran dan vitalitas ikan dengan permintaan pasar pemancingan, serta kelenturan pembayaran pakan berbasis kepercayaan. Tindak lanjut prioritas meliputi penguatan pencatatan kualitas air, penambahan aerasi, perencanaan panen, dan penataan dokumentasi transaksi.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI PELATIHAN PEMBUATAN NUGGET DAN ABON IKAN DI BAJAWA, KABUPATEN NGADA Ivonne Milichristi Radjawane; Esa Fajar; Jeny Ernawati Tambunan; Saat Mubarrok; Donny Kusuma Hardjani
Jurnal Pengabdian Perikanan Indonesia Vol 6 No 2 (2026): Jurnal Pengabdian Perikanan Indonesia
Publisher : Program Studi Budidaya Perairan Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppi.v6i2.9972

Abstract

Kabupaten Ngada, Provinsi Nusa Tenggara Timur, memiliki potensi sumber daya perikanan yang cukup besar, namun pemanfaatannya masih belum optimal, khususnya dalam aspek pengolahan dan peningkatan nilai tambah produk. Kondisi ini berdampak pada rendahnya konsumsi protein hewani di tingkat rumah tangga yang turut berkontribusi terhadap permasalahan stunting. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan masyarakat melalui pelatihan pengolahan ikan menjadi produk nugget dan abon sebagai bentuk diversifikasi pangan berbasis sumber daya lokal. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif melalui hands-on training yang meliputi penyampaian materi, demonstrasi, dan praktik langsung oleh peserta. Sasaran kegiatan adalah kelompok ibu PKK dan masyarakat di Bajawa, Kabupaten Ngada. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pelatihan berjalan efektif dengan tingkat partisipasi yang tinggi. Sebanyak 93,94% peserta menyatakan materi mudah dipahami, dan lebih dari 78% responden memberikan penilaian sangat baik terhadap aspek kejelasan materi, kecukupan waktu, serta fasilitas pelatihan. Produk nugget lele dan abon tuna yang dihasilkan memiliki karakteristik yang baik secara teknis dan dapat diterima oleh peserta. Selain itu, 78,79% peserta menyatakan sangat termotivasi untuk mengaplikasikan keterampilan yang diperoleh di rumah, yang mengindikasikan potensi keberlanjutan program.Kegiatan ini merupakan kelanjutan dari program budidaya ikan sebelumnya (budikdamber) dan memperkuat integrasi hulu–hilir dalam sistem pangan berbasis masyarakat. Pelatihan pengolahan ikan terbukti mampu meningkatkan keterampilan, memperpanjang daya simpan produk, serta membuka peluang usaha rumah tangga. Dengan demikian, program ini berkontribusi dalam mendukung ketahanan pangan dan upaya pencegahan stunting melalui pemanfaatan sumber daya perikanan lokal secara berkelanjutan.