cover
Contact Name
Muhammad Marzuki
Contact Email
marzukijppi@unram.ac.id
Phone
+6282334867555
Journal Mail Official
jppi@unram.ac.id
Editorial Address
Program Studi Budidaya Perairan Universitas Mataram Jalan pendidikan nomor 37, Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat.
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Jurnal Pengabdian Perikanan Indonesia
Published by Universitas Mataram
ISSN : -     EISSN : 27760847     DOI : https://doi.org/10.29303/jppi.v1i1
Ruang lingkup artikel yang diterbitkan oleh JPPI meliputi pengabdian kepada masyarakat pada bidang : Budidaya Perairan, Pengelolaan Sumberdaya Perairan, Pengolahan Hasil Perikanan, Tekhnologi Penangkapan Ikan, dan Ilmu Kelautan.
Articles 237 Documents
Penerapan Teknologi Induction Sealer pada Pengemasan Sambal Gurita di Desa Pringgabaya, Lombok Timur Thoy Batun Citra Rahmadani; Laily Fitriani Mulyani; Salnida Yuniarti Lumbessy; Damai Diniariwisan; Rangga Idris Affandi; Muhammad Sumsanto; Yuliana Asri; I Kadek Sumiana
Jurnal Pengabdian Perikanan Indonesia Vol 6 No 1 (2026): Jurnal Pengabdian Perikanan Indonesia
Publisher : Program Studi Budidaya Perairan Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppi.v6i1.9973

Abstract

Sambal gurita merupakan salah satu produk olahan hasil perikanan yang berpotensi dikembangkan sebagai produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Namun, permasalahan utama yang dihadapi masyarakat adalah teknik pengemasan yang kurang baik sehingga produk cepat rusak dan sulit dipasarkan secara lebih luas. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat mengenai teknik pengemasan sambal gurita menggunakan teknologi induction sealer (induksi sealer) serta pembuatan desain kemasan yang menarik. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 16–17 Desember 2025 di Sekretariat Pokmaswas Tanjung Menangis, Desa Pringgabaya, Lombok Timur, dengan melibatkan 15 peserta yang terdiri atas anggota kelompok pengawas dan ibu-ibu nelayan. Metode yang digunakan meliputi survei, Focus Group Discussion (FGD), pelatihan praktik pembuatan sambal gurita, penggunaan induksi sealer, dan pelatihan desain kemasan menggunakan aplikasi Canva. Evaluasi dilakukan melalui observasi serta pemberian kuesioner pre test dan post test. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sebelum pelatihan seluruh peserta belum mengetahui teknik pengemasan menggunakan induction sealer. Setelah pelatihan, terjadi peningkatan pengetahuan peserta sebesar 92%. Sambal gurita yang dihasilkan memiliki kemasan yang lebih rapat, higienis, dan menarik sehingga berpotensi meningkatkan daya simpan serta nilai jual produk. Meskipun demikian, hasil evaluasi menunjukkan bahwa peserta masih memerlukan pendampingan lanjutan, khususnya terkait penggunaan aplikasi Canva dan pembuatan desain kemasan secara mandiri.
PEMANFAATAN TUMBUHAN AIR SEBAGAI PAKAN TAMBAHAN UNTUK  PERTUMBUHAN IKAN NILA KECAMATAN LINGSAR Septiana Dwiyanti; Lailly Fitriani Mulyani; Dewi Putri Lestari; Yuliana Asri; Rangga Idris Affandi; Muhammad Sumsanto; Thoy Batun Citra Rahmadani; Damai Diniariwisan
Jurnal Pengabdian Perikanan Indonesia Vol 6 No 1 (2026): Jurnal Pengabdian Perikanan Indonesia
Publisher : Program Studi Budidaya Perairan Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppi.v6i1.9979

Abstract

Salah satu komponen utama dalam budidaya ikan nila dalah pakan. Pakan memiliki kontribusi besar terhadap pertumbuhan, dan kesehatan.Namun, ketergantungan pada pakan komersial yang relatif mahal menjadi permasalahan umum bagi pembudidaya. Pemanfaatan pakan alami berupa tumbuhan air menjadi salah satu solusi yang dapat diterapkan untuk mengatasi permasalahan tersebut. Beberapa tumbuhan air yang potensial dimanfaatkan sebagai sumber pakan alami diantaranya Azolla sp., Lemna sp.  dan Hydrilla. Tujuan pengabdian kepada masyarakat Pembudidaya Aiq Ambur, Kecamatan Lingsar, yang berfokus pada pemanfaatan tumbuhan air sebagai pakan tambahan ikan nila untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kesejahteraan pembudidaya ikan nila di kecamatan Lingsar. Kegiatan pengabdian ini memiliki beberapa tahapan yaitu terdiri dari tahap persiapan, tahap pelaksanaan, monitoring dan evaluasi. Kegiatan pengabdian ini berjalan lancar dan antusias yang  dihadiri peserta pengabdian diantaranya tim pengabdian, mitra dan mahasiswa. Berdasarkan hasil kegiatan diketahu tumbuhan air pada kolam mitra yang banyak ditemukan adalah azolla, hydrlla, Lemna namun pemanfaatan tumbuhan air tersebut masih sebatas dimanfaatkan sebagai substrat dalam proses pembenihan ikan hias.Teknik budidaya tumbuhan air pada pengabdian ini menggunakan teknik sederhana yang mudah ditemukan oleh pembudidaya diantaranya  kolam beton dangkal yang sudah tersedia di kolam mitra dan waring sesuai ukuaran kolam. Kegiatan pengabdian ini memberikan dampak positif bagi mitra antara lain peningkatan pengetahuan dan keterampilan dalam budidaya tumbuhan air,pemanfaatan sumber daya lokal sebagai pakan alternatif, pengurangan ketergantungan pada pakan komersial.
PELATIHAN DAN PENDAMPINGAN BUDIDAYA LELE SISTEM BIOFLOK BAGI KELOMPOK TANI IKAN DI DESA WONOASRI, KABUPATEN KEDIRI mohamad; Muhamad Dwi Cahya; Andi Masriah; Rizky Kusma Pratiwi; Vina Nur Nadiro; Zakiyyah Nur Inayah; Vika Mulidiyah; Frelyta Ainuz Zahro; Atik Winarti; R. Adharyan Islamy; Hadiana Hadiana
Jurnal Pengabdian Perikanan Indonesia Vol 6 No 2 (2026): Jurnal Pengabdian Perikanan Indonesia
Publisher : Program Studi Budidaya Perairan Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppi.v6i2.10075

Abstract

Budidaya ikan lele (Clarias sp.) secara konvensional seringkali dihadapkan pada kendala efisiensi pakan yang rendah (FCR tinggi), keterbatasan lahan dan masalah kualitas air. Untuk mengatasi tantangan tersebut dan meningkatkan produktivitas serta keberlanjutan usaha perikanan skala kecil, diterapkan inovasi teknologi sistem bioflok. Sistem bioflok memanfaatkan agregat mikroorganisme untuk mengolah limbah organik menjadi pakan alami tambahan dan menjaga stabilitas kualitas air, yang pada akhirnya dapat meningkatkan efisiensi dan memungkinkan padat tebar lebih tinggi. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk melaksanakan pelatihan teknis dan pendampingan implementasi budidaya lele sistem bioflok secara bertahap kepada kelompok wanita tani (KWT) yang melakukan budidaya ikan di Desa Wonosari, Kabupaten Kediri. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif melalui lima tahapan: (1) Identifikasi masalah, (2) Persiapan sarana, (3) Sosialisasi konsep bioflok, (4) Pelatihan dan Demonstrasi Teknis (mulai dari penyiapan kolam hingga manajemen air), dan (5) Pendampingan berkala. Kegiatan ini dilaksanakan oleh Tim Pengabdian PSDKU UB Kediri pada Juni 2025. Hasil menunjukkan bahwa kegiatan ini disambut baik dan diikuti dengan antusias oleh peserta, terlihat dari tingginya partisipasi dalam sesi dialog interaktif dan praktik langsung. Kegiatan berhasil dilaksanakan melalui metode ceramah dan praktik langsung, serta transfer ilmu dan teknologi budidaya bioflok, termasuk teknik manajemen kualitas air dan pemanfaatan lahan terbatas. Kelompok mitra dinilai telah memiliki pengetahuan dan keterampilan untuk mengaplikasikan sistem bioflok. Keberhasilan pendampingan partisipatif ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas, efisiensi usaha, serta memperkuat kemandirian pangan masyarakat Desa Wonosari.
TINJAUAN FILSAFAT TERHADAP KEARIFAN LOKAL SUKU BAJAU DI DESA POTO TANO DALAM PELESTARIAN EKOSISTEM LAUT. Isni Aini; Muhammad Sarjan
Jurnal Pengabdian Perikanan Indonesia Vol 6 No 1 (2026): Jurnal Pengabdian Perikanan Indonesia
Publisher : Program Studi Budidaya Perairan Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppi.v6i1.10080

Abstract

Masyarakat Suku Bajau dikenal sebagai komunitas maritim yang memiliki hubungan erat dengan ekosistem laut. Keterikatan tersebut tercermin dalam berbagai bentuk kearifan lokal yang berfungsi menjaga keseimbangan dan keberlanjutan lingkungan laut. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji kearifan lokal Suku Bajau di Desa Poto Tano dalam pelestarian ekosistem laut melalui tinjauan filsafat, khususnya etika lingkungan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kepustakaan yang didukung oleh observasi lapangan melalui diskusi dengan masyarakat Bajau. Analisis data dilakukan secara deskriptif-analitis untuk menginterpretasikan nilai-nilai filosofis yang terkandung dalam praktik kearifan lokal. Hasil kajian menunjukkan bahwa kearifan lokal Suku Bajau diwujudkan melalui ritual Ngingidah, Tiba Pisah, dan Nyoroh yang berfungsi sebagai bentuk rasa syukur, penghormatan, serta komitmen moral terhadap laut sebagai sumber kehidupan. Ditinjau dari perspektif filsafat etika lingkungan, praktik-praktik tersebut mencerminkan pandangan ekosentrisme, yang menempatkan manusia sebagai bagian dari ekosistem dan memiliki tanggung jawab etis dalam menjaga kelestarian laut. Kajian ini menegaskan bahwa kearifan lokal Suku Bajau memiliki relevansi filosofis dan dapat menjadi dasar konseptual dalam pengelolaan ekosistem laut yang berkelanjutan.
DISEMINASI INFORMASI KESEHATAN MANGROVE BERBASIS SPASIAL DALAM MENINGKATKAN LITERASI EKOSISTEM MASYARAKAT NEGERI KAIBOBU Niette V. Huliselan; Janson H. Pietersz; Prulley A. Uneputty; Maureen A. Tuapattinaja
Jurnal Pengabdian Perikanan Indonesia Vol 6 No 2 (2026): Jurnal Pengabdian Perikanan Indonesia
Publisher : Program Studi Budidaya Perairan Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppi.v6i2.10112

Abstract

Ekosistem mangrove memiliki peranan penting dalam menjaga keseimbangan lingkungan pesisir serta mendukung kehidupan sosial ekonomi masyarakat. Namun, keterbatasan akses terhadap informasi ilmiah menyebabkan rendahnya literasi dalam memahami kondisi dan fungsi ekosistem mangrove secara komprehensif. Kondisi ini berpotensi mempengaruhi pola pemanfaatan sumber daya pesisir yang kurang berkelanjutan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mendiseminasikan informasi kesehatan mangrove berbasis spasial sebagai upaya meningkatkan literasi ekosistem di Negeri Kaibobu, Kabupaten Seram Bagian Barat. Metode yang digunakan berupa penyuluhan partisipatif yang diperkaya dengan penyajian informasi ilmiah berbasis kondisi aktual ekosistem mangrove. Kegiatan dilaksanakan pada 24 Agustus 2024 dengan melibatkan 37 peserta yang terdiri atas masyarakat dan aparatur pemerintah setempat. Materi yang disampaikan mencakup konsep dasar mangrove, fungsi ekologis dan ekonomis, serta kondisi mangrove yang disajikan secara kontekstual melalui dukungan visual berbasis data spasial. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta, yang ditunjukkan melalui partisipasi aktif dalam diskusi serta kemampuan menjelaskan kembali materi yang disampaikan. Selain itu, peserta mulai mampu mengaitkan informasi yang diperoleh dengan kondisi lingkungan di sekitarnya. Pendekatan penyuluhan berbasis informasi spasial terbukti efektif dalam meningkatkan literasi ekosistem masyarakat pesisir serta mendukung terbentuknya kesadaran terhadap pentingnya pelestarian mangrove secara berkelanjutan.
Rehabilitasi Hutan Mangrove sebagai Solusi Mitigasi Perubahan Iklim di Kelurahan Temu, Kecamatan Kanatang, Kabupaten Sumba Timur Umbu Domu Wora; Krisman Umbu Henggu; Suryaningsih Ndahawali; Yatris Rambu Tega; Nurbety Tarigan; Firat Meiyasa; Evan Haru Hami
Jurnal Pengabdian Perikanan Indonesia Vol 6 No 2 (2026): Jurnal Pengabdian Perikanan Indonesia
Publisher : Program Studi Budidaya Perairan Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppi.v6i2.10149

Abstract

Ekosistem Mangrove merupakan salah satu ekosistem yang memiliki peran penting bagi wilayah pesisir. Ekosistem mangrove memiliki fungsi baik secara ekonomi maupun ekologi, secara ekologi mangrove berfungsi sebagai pelindung wilayah pesisir, habitat bagi organisme laut, dan penyerap karbon yang efektif sedangkan secara ekonomi ekosistem mangrove berfungsi sebagai tempat mencari penghidupan bagi masyarakat pesisir. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pemahaman tentang fungsi dan manfaat hutan mangrove bagi masyarakat pesisir. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalah survei awal, sosialisasi, pelaksanaan kegiatan dan pemantaun. Sosialisasi pengabdian pada masyarakat ini telah dilakukan agar masyarakat pesisir kelurahan Temu mengetahui dan memahami tentang fungsi hutan mangrove secara ekologi maupun ekonomi serta penanaman mangrove disekitar wilayah pesisir dilakukan sebagai upaya rehabilitas dan pelestarian hutan mangrove secara berkelanjutan.
PENINGKATAN PRODUKTIVITAS DAN EFISIENSI BUDIDAYA IKAN NILA MELALUI PENERAPAN PAKAN ALTERNATIF Wolffia arrhiza DI DESA BAGIK POLAK, LOMBOK BARAT Awan Dermawan; Dewi Putri Lestari; Abd Saddam Mujib; Muhammad Junaidi; Bagus Dwi Hari Setyono; Zaenal Abidin; Andre Rachmat Scabra; Rizky Regina Kawirian; Fariq Azhar; Rangga Idris Affandi; Laily Fitriani Mulyani; Sahrul Alim
Jurnal Pengabdian Perikanan Indonesia Vol 6 No 1 (2026): Jurnal Pengabdian Perikanan Indonesia
Publisher : Program Studi Budidaya Perairan Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppi.v6i1.10171

Abstract

Budidaya ikan nila (Oreochromis niloticus) di Desa Bagik Polak, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat menghadapi kendala tingginya biaya produksi akibat ketergantungan pada pakan pabrikan komersial yang harganya terus meningkat. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi produksi pembudidaya ikan nila melalui penerapan pakan alternatif berbasis bahan baku lokal. Kegiatan dilaksanakan pada bulan Agustus 2025 dengan metode penyuluhan teknis dan pendampingan selama satu bulan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman dan keterampilan peserta secara signifikan dalam pengenalan, pemilihan, dan aplikasi bahan pakan alternatif lokal. Penerapan pakan alternatif lokal terbukti mampu menekan biaya pakan sehingga meningkatkan efisiensi produksi tanpa mengurangi kualitas hasil budidaya. Program ini sejalan dengan upaya pemberdayaan masyarakat menuju kemandirian pangan yang berkelanjutan.