cover
Contact Name
Muhammad Marzuki
Contact Email
marzukijppi@unram.ac.id
Phone
+6282334867555
Journal Mail Official
jppi@unram.ac.id
Editorial Address
Program Studi Budidaya Perairan Universitas Mataram Jalan pendidikan nomor 37, Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat.
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Jurnal Pengabdian Perikanan Indonesia
Published by Universitas Mataram
ISSN : -     EISSN : 27760847     DOI : https://doi.org/10.29303/jppi.v1i1
Ruang lingkup artikel yang diterbitkan oleh JPPI meliputi pengabdian kepada masyarakat pada bidang : Budidaya Perairan, Pengelolaan Sumberdaya Perairan, Pengolahan Hasil Perikanan, Tekhnologi Penangkapan Ikan, dan Ilmu Kelautan.
Articles 254 Documents
DARI POTENSI LOKAL MENUJU BUDIDAYA BERKELANJUTAN: PENYULUHAN PAKAN MANDIRI KEPITING BAKAU BAGI POKDARWIS BAGEK KEMBAR Wastu Ayu Diamahesa; Bagus Dwi Hari Setyono; Muhammad Baiul Hak; Zaenal Abidin; Damai Diniariwisan; Rangga Idris Affandi; Yuliana Asri; Muhammad Sumsanto; Septiana Dwiyanti
Indonesian Journal of Fisheries Community Empowerment Vol 6 No 2 (2026): Jurnal Pengabdian Perikanan Indonesia
Publisher : Program Studi Budidaya Perairan Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppi.v6i2.10794

Abstract

Kepiting bakau merupakan salah satu komoditas perikanan bernilai ekonomi tinggi yang memiliki prospek untuk dikembangkan oleh masyarakat pesisir. Namun, keterbatasan pengetahuan mengenai pakan mandiri dan pemanfaatan bahan baku lokal masih menjadi kendala dalam pengelolaan budidaya yang efisien. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan pemahaman Kelompok Sadar Wisata (POKDARWIS) Bagek Kembar, Desa Cendi Manik, Kecamatan Sekotong, mengenai pemanfaatan bahan lokal sebagai alternatif pakan kepiting bakau. Kegiatan dilaksanakan melalui pendekatan partisipatif yang meliputi survei kebutuhan, penyuluhan, diskusi, dan evaluasi menggunakan metode pre-test dan post-test. Materi yang diberikan mencakup konsep pakan mandiri, jenis bahan pakan berbasis hewani yang dapat dimanfaatkan dari lingkungan sekitar, teknik pemberian pakan, serta kaitannya dengan pertumbuhan dan moulting kepiting. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta pada seluruh indikator yang diukur, terutama terkait pemanfaatan limbah olahan laut dan pengalaman membuat pakan berbasis bahan lokal. Penyuluhan juga meningkatkan kesadaran peserta terhadap potensi sumber daya lokal sebagai bahan pakan alternatif yang dapat mendukung efisiensi usaha budidaya. Kegiatan ini menunjukkan bahwa penyuluhan berbasis potensi lokal mampu memperkuat kapasitas masyarakat dalam pengelolaan pakan kepiting bakau serta membuka peluang pengembangan budidaya yang lebih mandiri, produktif, dan berkelanjutan di kawasan pesisir.
PENINGKATAN KAPASITAS MASYARAKAT MELALUI WORKSHOP PENENTUAN STANDAR MUTU HASIL PERIKANAN BERBASIS UJI ORGANOLEPTIK Irhami S; M Barru Airil Fizra Hasibuan; Alfis Syahril; Fitria Rahmayanti; Farah Diana; Dini Islama; Citra Dina Febrina; Agusriati Muliyana; Muktaridha; Khairul Samuki
Indonesian Journal of Fisheries Community Empowerment Vol 6 No 2 (2026): Jurnal Pengabdian Perikanan Indonesia
Publisher : Program Studi Budidaya Perairan Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppi.v6i2.10796

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas masyarakat Desa Ranto Panyang Timur, Aceh Barat, dalam menentukan standar mutu hasil perikanan berbasis uji organoleptik. Permasalahan utama mitra adalah rendahnya literasi mutu ikan segar, sehingga masyarakat sering mengalami kerugian finansial dan risiko kesehatan akibat mengonsumsi ikan yang telah mengalami pembusukan. Metode pelaksanaan meliputi tiga tahap: (1) penyuluhan tentang karakteristik kesegaran ikan dan mekanisme pembusukan; (2) workshop pelatihan teknis uji organoleptik menggunakan parameter mata, insang, lendir, tekstur, dan bau berdasarkan SNI 2729:2013 serta pendekatan Quality Index Method (QIM); dan (3) evaluasi efektivitas melalui pre-test, post-test, serta praktik langsung penilaian dua sampel ikan (A dan B). Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta secara signifikan. Peserta mampu membedakan ikan segar (total skor 18, kategori "sangat segar") dan ikan tidak segar (total skor 12, kategori "cukup") dengan tingkat akurasi tinggi. Sebanyak 85% peserta berhasil memberikan skor yang tepat (deviasi ≤1 poin) pada minimal 4 dari 6 parameter. Kegiatan ini berhasil mentransformasikan paradigma masyarakat dari konsumen pasif menjadi konsumen cerdas yang mampu melakukan kontrol kualitas mandiri.
PEMBERDAYAAN KELOMPOK PEMBUDIDAYA MELALUI PELATIHAN TEKNIK BUDIDAYA RUMPUT LAUT KAPPAPHYCUS ALVAREZII YANG EFEKTIF DI TELUK EKAS Septiana DWIYANTI; Nanda Diniarti; Andre Rahmat Scabra; Wastu Ayu Diamahesa; Sahrul Alim; M. Dicky Adamsyah; Sisca Triavina; Jawwad Kalla
Indonesian Journal of Fisheries Community Empowerment Vol 6 No 2 (2026): Jurnal Pengabdian Perikanan Indonesia
Publisher : Program Studi Budidaya Perairan Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppi.v6i2.10804

Abstract

Teluk Ekas, merupakan salah satu kawasan di Kabupaten Lombok Timur yang memiliki potensial pengembangan budidaya rumput laut. Rumput laut Kappaphycus alvarezii memiliki nilai ekonomi tinggi karena menjadi bahan baku utama industri karaginan yang banyak dimanfaatkan dalam industri pangan, farmasi, kosmetik, dan bioteknologi. Meskipun memiliki potensi besar, produktivitas budidaya rumput laut di tingkat pembudidaya masih menghadapi berbagai kendala. Beberapa permasalahan yang sering ditemukan meliputi penggunaan bibit yang kurang berkualitas, ketidaktepatan bobot bibit awal, teknik penanaman yang belum optimal, serangan penyakit, perubahan cuaca, serta keterbatasan pengetahuan pembudidaya mengenai praktik budidaya yang efektif. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kelompok pembudidaya dalam menerapkan teknik budidaya Kapphyhcus alvarezii yang efektif dan berkelanjutan. Pelaksanaan program pengabdian dilakukan melalui beberapa tahapan yang mencakup kegiatan persiapan, penyuluhan, pelatihan teknis, serta pendampingan dalam budidaya rumput laut.  Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan keterampilan peserta dalam menerapkan teknik budidaya Kapphyhcus alvarezii dari segi pemilihan bibit, jarak tanam, metode tanam dan konstruksi rakit apung sehingga pengabdian ini berpotensi mendukung peningkatan produktivitas dan keberlanjutan usaha budidaya rumput laut di Teluk Ekas.      
PENINGKATAN KAPASITAS POKDARWIS BAGEK KEMBAR SEKOTONG MELALUI PELATIHAN PEMBUATAN PAKAN KEPITING BAKAU BERBASIS BAHAN LOKAL Wastu Ayu Diamahesa; Yesica Marcelina Romauli Sinaga; Muhammad Sumsanto; Yuliana Asri; Rangga Idris Affandi; Damai Diniariwisan; Zaenal Abidin; Muhammad Baiul Hak; Bagus Dwi Hari Setyono; Sahrul Alim
Indonesian Journal of Fisheries Community Empowerment Vol 6 No 2 (2026): Jurnal Pengabdian Perikanan Indonesia
Publisher : Program Studi Budidaya Perairan Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppi.v6i2.10815

Abstract

Kepiting bakau (Scylla spp.) merupakan komoditas perikanan pesisir bernilai ekonomi tinggi yang berpotensi dikembangkan oleh masyarakat melalui kegiatan budidaya. Salah satu kendala dalam pengembangan budidaya kepiting bakau adalah ketersediaan pakan yang efisien, aplikatif, dan sesuai dengan kondisi mitra. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan POKDARWIS Bagek Kembar dalam pembuatan pakan kepiting bakau berbasis bahan lokal. Kegiatan dilaksanakan di Kawasan Ekowisata Bagek Kembar, Desa Cendi Manik, Kecamatan Sekotong, Kabupaten Lombok Barat, melalui tahapan identifikasi awal, survei kebutuhan, penyuluhan, praktik pembuatan pakan, serah terima alat, serta evaluasi pemahaman peserta. Pelatihan diikuti oleh 15 orang peserta dengan rentang usia 20 tahun hingga lebih dari 60 tahun. Materi kegiatan mencakup pengenalan bahan pakan lokal, fungsi bahan pengikat atau binder, stabilitas pakan di dalam air, efisiensi biaya produksi, dan hubungan kualitas pakan dengan kebersihan media budidaya. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta pada seluruh butir pernyataan setelah mengikuti pelatihan. Peserta juga menunjukkan keterlibatan aktif selama penyampaian materi, diskusi, dan praktik pembuatan pakan. Kegiatan ini memberikan kontribusi terhadap penguatan kapasitas dasar mitra dalam memanfaatkan bahan lokal sebagai alternatif pakan kepiting bakau. Namun, uji performa pakan terhadap pertumbuhan, kelangsungan hidup, efisiensi pakan, dan kualitas air masih perlu dilakukan pada kegiatan lanjutan.