cover
Contact Name
Muhammad Marzuki
Contact Email
marzukijppi@unram.ac.id
Phone
+6282334867555
Journal Mail Official
jppi@unram.ac.id
Editorial Address
Program Studi Budidaya Perairan Universitas Mataram Jalan pendidikan nomor 37, Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat.
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Jurnal Pengabdian Perikanan Indonesia
Published by Universitas Mataram
ISSN : -     EISSN : 27760847     DOI : https://doi.org/10.29303/jppi.v1i1
Ruang lingkup artikel yang diterbitkan oleh JPPI meliputi pengabdian kepada masyarakat pada bidang : Budidaya Perairan, Pengelolaan Sumberdaya Perairan, Pengolahan Hasil Perikanan, Tekhnologi Penangkapan Ikan, dan Ilmu Kelautan.
Articles 254 Documents
PELATIHAN PEMBUATAN KERAMBA JARING APUNG (KJA) UNTUK PEMBESARAN IKAN NILA (Oreochromis niloticus) SEBAGAI SOLUSI MINIM PANEN AKIBAT PREDASI Moh. Zainal Arifin; Putri Nurhanida Rizky; Annisa’ Bias Cahyanurani; Atika Marisa Halim; Asep Akmal Aonullah; Kartika Primasari; Anna Fauziah; Nasuki; Agus Widodo; Yvonne Indrajati Pattinaja; IGP Gede Rumayasa Yudana; Nazran; Adhiyaksa Arya Wiguna; Syahrul Ramadhan
Indonesian Journal of Fisheries Community Empowerment Vol 6 No 2 (2026): Jurnal Pengabdian Perikanan Indonesia
Publisher : Program Studi Budidaya Perairan Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppi.v6i2.10418

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pembudidaya ikan nila dalam penerapan teknologi Keramba Jaring Apung (KJA) sebagai solusi untuk mengurangi kehilangan ikan akibat predasi di Desa Segoro Tambak, Kecamatan Sedati, Kabupaten Sidoarjo. Permasalahan utama yang dihadapi masyarakat adalah tingginya tingkat predasi pada sistem budidaya kolam tanah oleh biawak, ular air, dan burung pemangsa yang berdampak pada rendahnya hasil panen. Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui penyuluhan, pelatihan praktik pembuatan KJA, pendampingan budidaya, serta monitoring dan evaluasi kegiatan. Sebanyak 3.600 ekor benih ikan nila ditebar pada tiga unit KJA dengan pemeliharaan secara intensif. Hasil monitoring menunjukkan bahwa ikan nila mengalami pertumbuhan yang baik dengan bobot akhir mencapai 180–250 g per ekor menjelang panen serta tingkat kelangsungan hidup (survival rate) sebesar 90%. Kondisi kualitas air selama pemeliharaan juga berada pada kisaran optimal untuk pertumbuhan ikan nila. Selain itu, penggunaan KJA dinilai mampu mengurangi risiko predasi dan mempermudah pengelolaan budidaya dibandingkan sistem kolam tanah tradisional. Secara umum, kegiatan ini memberikan dampak positif terhadap peningkatan pengetahuan, keterampilan, dan kesiapan masyarakat dalam menerapkan teknologi budidaya ikan nila yang lebih efektif dan berkelanjutan.
ECO-DIGITAL ACTIVISM: PEMANFAATAN INSTAGRAM DALAM EDUKASI KELESTARIAN MANGROVE DI DESA WISATA PARE MAS Chandrika Eka Larasati; Muh. Japarzan; Regia Puspa Amaranthi; Rhojim Wahyudi; Baiq Nuraini; Eldita Padila Ramadani; Ni Kadek Rika Indrian; Sahrul Hudatulloh; Nunung Widianingrum; Dini Apriani; Maulana Ahmad; Sahruramadan; M. Zikri Qolbu Nursiddieq
Indonesian Journal of Fisheries Community Empowerment Vol 6 No 2 (2026): Jurnal Pengabdian Perikanan Indonesia
Publisher : Program Studi Budidaya Perairan Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppi.v6i2.10469

Abstract

Ekosistem mangrove memiliki peran strategis dalam menjaga keseimbangan lingkungan pesisir serta mendukung keberlanjutan desa wisata berbasis lingkungan. Namun, pemahaman generasi muda terhadap fungsi mangrove masih relatif terbatas sehingga diperlukan aktivisme lingkungan berbasis digital (eco-digital activism) yang relevan dengan karakteristik mereka. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk menerapkan gerakan eco-digital activism melalui pemanfaatan platform Instagram guna meningkatkan pemahaman dan kesadaran siswa mengenai kelestarian ekosistem mangrove di Desa Wisata Pare Mas. Metode pelaksanaan dirancang secara sistematis melalui tiga tahapan utama, meliputi persiapan (koordinasi dan observasi), pelaksanaan kegiatan menggunakan pendekatan kontekstual dan edukasi partisipatif aktif, serta evaluasi program menggunakan matriks keberhasilan kuantitatif terukur. Kegiatan ini berpusat di SMP IT Riyadussholihin dengan melibatkan 45 orang siswa perwakilan kelas VII, VIII, dan IX. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman siswa secara signifikan mengenai fungsi ekologis mangrove sebagai pelindung pantai, habitat biota pesisir, dan penyerap karbon. Indikator evaluasi program tercapai secara optimal, ditunjukkan oleh tingkat kehadiran peserta yang mencapai 100% dan partisipasi aktif siswa dalam kategori baik. Melalui metode pembelajaran berbasis proyek (project-based learning), siswa berhasil mentransformasikan pengetahuan teoretis menjadi produk edukasi kreatif berupa micro-learning content yang diunggah ke platform Instagram. Pemanfaatan media sosial visual ini terbukti efektif memperluas jangkauan digitalisasi pesan lingkungan di ruang siber demi mendukung keberlanjutan Desa Wisata Pare Mas.
PEMBERDAYAAN KUB SEGARE LAUK MELALUI LITERASI PEMBUKUAN KEUANGAN DIGITAL DI DUSUN UJUNG BETOK Lalu Hizbulloh; Yuliana Asri; Muhammad Sumsanto; Thoy Batun Citra Rahmadani; Septiana Dwiyanti; I Gusti Ngurah Aryawan Asasandi; Syarif Husni; Sab'ul Masani; M. Yusuf
Indonesian Journal of Fisheries Community Empowerment Vol 6 No 2 (2026): Jurnal Pengabdian Perikanan Indonesia
Publisher : Program Studi Budidaya Perairan Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppi.v6i2.10495

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk pemberdayaan Kelompok Usaha Bersama (KUB) Segare Lauk dalam pengelolaan keuangan usaha melalui penerapan pembukuan keuangan digital. KUB Segare Lauk merupakan kelompok pembudidaya lobster pasir di Dusun Ujung Betok yang masih menghadapi kendala dalam mencatat keuangan, pengelolaan arus uang kelompok, dan penyusunan laporan keuangan yang sebagian besar masih dilakukan secara manual. Metode pelaksanaan kegiatan yaitu, sosialisasi literasi keuangan digital, pelatihan penggunaan aplikasi pembukuan digital, pendampingan, serta evaluasi kegiatan. Aplikasi yang digunakan dalam pelatihan dirancang untuk membantu anggota kelompok mencatat pemasukan, pengeluaran, serta menyusun laporan keuangan secara sederhana dan sistematis. Hasil kegiatan memperlihatkan adanya peningkatan pemahaman pengetahuan anggota kelompok dalam mengelola keuangan secara digital. Peserta mampu melakukan pencatatan transaksi harian, memisahkan keuangan usaha dan pribadi, serta memanfaatkan aplikasi pembukuan untuk memantau kondisi keuangan usaha budidaya lobster. Selain meningkatkan efisiensi administrasi keuangan, kegiatan ini juga mendorong transparansi dan akuntabilitas pengelolaan usaha kelompok. Dengan demikian, program pemberdayaan ini berkontribusi dalam memperkuat kapasitas kelembagaan KUB Segare Lauk serta mendukung pengembangan usaha budidaya lobster yang lebih profesional, berkelanjutan, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi digital.
PENINGKATAN KAPASITAS KUB SEGARE LAUK MELALUI INOVASI POLIKULTUR LOBSTER-BARONANG SISTEM KJA DI DUSUN UJUNG BETOK Yuliana Asri; Lalu Hizbulloh; Rangga Idris Affandi; Arya Arpanda; Laily Fitriani Mulyani; Nanda Diniarti; Wastu Ayu Diamahesa; Damai Diniariwisan; Bagus Dwi Hari Setyono
Indonesian Journal of Fisheries Community Empowerment Vol 6 No 2 (2026): Jurnal Pengabdian Perikanan Indonesia
Publisher : Program Studi Budidaya Perairan Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppi.v6i2.10496

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kapasitas KUB pembudidaya lobster melalui penerapan inovasi polikultur lobster pasir (Panulirus homarus) dan ikan baronang (Siganus sp.). Kegiatan dilaksanakan melalui tahapan sosialisasi, pelatihan, pendampingan dan evaluasi. Sosialisasi dilakukan untuk meningkatkan pemahaman pembudidaya mengenai konsep, manfaat, dan teknik penerapan sistem polikultur. Selanjutnya, pelatihan difokuskan pada praktik persiapan keramba, teknik penebaran benih, manajemen pakan, serta pengelolaan kualitas air budidaya. Distribusi benih ikan baronang sebanyak 500 ekor dilakukan sebagai bentuk implementasi langsung sistem polikultur pada kelompok sasaran. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan pembudidaya dalam menerapkan sistem budidaya terintegrasi yang lebih produktif dan ramah lingkungan. Penerapan polikultur mampu mendukung diversifikasi komoditas budidaya dan meningkatkan peluang ekonomi kelompok pembudidaya. Program pengabdian ini mendapat respons positif dari masyarakat dan berpotensi menjadi model budidaya laut berkelanjutan untuk meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan pembudidaya pesisir.
EDUKASI GEMAR MAKAN IKAN DI MTs TAHFIZH RABBANIY PEKANBARU Putriana Sari Sirait; Mira Rahmita Sari; Rizky Febriansyah Siregar; Riska Fatmawati; Desi Rahmadani Siagian; Nofri Sandria; Muhammad Zakiyul Fikri
Indonesian Journal of Fisheries Community Empowerment Vol 6 No 2 (2026): Jurnal Pengabdian Perikanan Indonesia
Publisher : Program Studi Budidaya Perairan Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppi.v6i2.10557

Abstract

Indonesia sebagai negara maritim memiliki potensi ikan yang melimpah, namun tingkat konsumsi ikan masyarakat, khususnya anak usia sekolah, masih tergolong rendah. Rendahnya konsumsi ikan disebabkan oleh kurangnya pengetahuan mengenai nilai gizi dan manfaat ikan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan minat siswa/i MTs Tahfizh Rabbaniy Pekanbaru dalam mengonsumsi ikan melalui edukasi Gemar Makan Ikan (GEMARIKAN). Kegiatan dilaksanakan pada bulan September 2024 dengan metode ceramah dan tanya jawab kepada 25 peserta. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test yang terdiri dari 10 soal pilihan ganda. Hasil menunjukkan peningkatan rata-rata nilai jawaban benar dari 66,8% pada pre-test menjadi 78,0% pada post-test. Peningkatan yang paling signifikan terjadi pada soal mengenai manfaat yodium (soal 8) dan keunggulan ikan lokal (soal 9), yang masing-masing meningkat sebesar 36% dan 16%. Kegiatan ini terbukti efektif meningkatkan pengetahuan peserta tentang manfaat dan kandungan gizi ikan, serta diharapkan berkontribusi pada peningkatan konsumsi ikan di kalangan pelajar.
PENINGKATAN KOMPETENSI MAHASISWA MELALUI PROGRAM MAGANG PEMBENIHAN UDANG VANAME (Litopenaeus vannamei) DI PT. ESAPUTLII PRAKARSA UTAMA KABUPATEN BARRU Surianti Surianti; Wahyudi Wahyudi; Muhammad Ilham Malik; Arga Nusa Marewa
Indonesian Journal of Fisheries Community Empowerment Vol 6 No 2 (2026): Jurnal Pengabdian Perikanan Indonesia
Publisher : Program Studi Budidaya Perairan Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppi.v6i2.10584

Abstract

Magang industri merupakan salah satu mata kuliah wajib bagi mahasiswa Program Studi Ilmu Perikanan Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang yang bertujuan memberikan pengalaman langsung di lapangan. Kegiatan magang ini dilaksanakan di PT. Esaputlii Prakarsa Utama, Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan, dengan fokus pada teknik pembenihan udang vaname (Litopenaeus vannamei). Metode pelaksanaan meliputi pengelolaan induk (pemilihan induk SPF, ablasi, pematangan gonad), pemijahan dan penetasan telur, pemeliharaan larva dari stadia nauplius hingga post-larva, serta pengelolaan kualitas air dan pakan alami. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa proses pembenihan berjalan sesuai standar perusahaan dengan parameter kualitas air yang terjaga (suhu 26–28°C, salinitas 33 ppt, pH 8–8,3, dan alkalinitas 126–135 ppm). Pakan alami berupa Thalassiosira sp. dan Artemia salina serta pakan buatan diberikan sesuai stadia larva untuk mendukung pertumbuhan dan kelangsungan hidup. Kendala yang dihadapi antara lain risiko kontaminasi pada kultur pakan alami dan stres larva saat aklimatisasi, yang diatasi melalui sanitasi wadah, kontrol kualitas air, serta prosedur aklimatisasi yang ketat. Kesimpulan dari kegiatan magang ini adalah bahwa teknik pembenihan udang vaname di PT. Esaputlii Prakarsa Utama telah berjalan efektif dan memberikan pengalaman praktis bagi mahasiswa dalam memahami manajemen pembenihan, sekaligus mendukung program peningkatan produksi udang nasional.
EDUKASI PENGELOLAAN SAMPAH LAUT UNTUK MENINGKATKAN LITERASI SISWA SD DI WILAYAH PESISIR LOMBOK Yulianto Suteja; Chandrika Larasati; Paryono Paryono; Salahuddin Salahuddin; Nurhavida Nurhavida; Anna Ida Sunaryo Purwiyanto
Indonesian Journal of Fisheries Community Empowerment Vol 6 No 2 (2026): Jurnal Pengabdian Perikanan Indonesia
Publisher : Program Studi Budidaya Perairan Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppi.v6i2.10595

Abstract

Sampah laut merupakan permasalahan lingkungan yang mengancam ekosistem pesisir dan membutuhkan penguatan literasi sejak usia sekolah dasar. Rendahnya pemahaman siswa terhadap jenis, sumber, dampak, dan pengelolaan sampah berpotensi memperpanjang rantai masuknya sampah dari daratan ke laut. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan literasi siswa SD di wilayah pesisir Lombok mengenai pengelolaan sampah laut. Kegiatan dilaksanakan pada Oktober 2025 di SDN 02 Paremas, Desa Paremas, Kecamatan Jerowaru, Kabupaten Lombok Timur, dengan melibatkan 40 siswa kelas IV–VI. Metode yang digunakan adalah edukasi partisipatif dengan desain one-group pretest–posttest. Materi disampaikan melalui ceramah edukatif, tanya jawab, serta media gambar dan video. Evaluasi dilakukan secara deskriptif berdasarkan tiga aspek, yaitu pengetahuan umum tentang sampah, pengetahuan tentang lingkungan dan laut, serta sikap dan perilaku terhadap sampah. Hasil menunjukkan bahwa nilai pre-test berada pada kisaran 63–66%, sedangkan post-test berada pada kisaran 58–68%. Peningkatan terjadi pada aspek pengetahuan tentang lingkungan dan laut, dari 64% menjadi 68%. Namun, aspek pengetahuan umum tentang sampah menurun dari 63% menjadi 58%, dan sikap serta perilaku terhadap sampah menurun dari 66% menjadi 63%. Penurunan tersebut diduga dipengaruhi oleh gangguan konsentrasi siswa saat evaluasi akibat adanya aktivitas Program Makan Bergizi Gratis. Kegiatan ini mengimplikasikan pentingnya edukasi lingkungan yang berkelanjutan, interaktif, berbasis praktik, dan dilaksanakan pada waktu evaluasi yang kondusif.
PENGUATAN LITERASI PERIKANAN BERKELANJUTAN MELALUI EDUKASI DAN SOSIALISASI PADA SISWA SMKN 1 KEMPO DI KAWASAN PESISIR  KABUPATEN DOMPU Salahudin Salahudin; Sholihati Lathifa Sakina; Lora Santika; Saora Finanda; Andi Ruslan; Rahmatia Rahmatia
Indonesian Journal of Fisheries Community Empowerment Vol 6 No 2 (2026): Jurnal Pengabdian Perikanan Indonesia
Publisher : Program Studi Budidaya Perairan Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppi.v6i2.10596

Abstract

Indonesia sebagai negara kepulauan memiliki potensi sumber daya perikanan yang besar, namun pemanfaatannya masih menghadapi berbagai tantangan, terutama terkait rendahnya literasi masyarakat mengenai prinsip-prinsip perikanan berkelanjutan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman siswa SMKN 1 Kempo terhadap pengelolaan perikanan berkelanjutan melalui kegiatan edukasi dan sosialisasi. Kegiatan dilaksanakan pada 27 April 2026 dengan melibatkan 27 siswa Jurusan Perikanan Air Tawar. Metode yang digunakan meliputi pemberian pre-test menggunakan Google Form, penyampaian materi melalui presentasi interaktif, serta post-test sebagai evaluasi akhir. Materi yang disampaikan mencakup pentingnya sektor perikanan, dampak pemanfaatan yang tidak berkelanjutan, konsep pengelolaan perikanan berkelanjutan, partisipasi masyarakat dalam pengelolaan perikanan, regulasi penangkapan ikan di Nusa Tenggara Barat, dan kawasan konservasi perairan Teluk Saleh. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa tingkat pemahaman awal siswa masih tergolong rendah hingga sedang dengan nilai pre-test berada pada kisaran 0–80. Setelah pelaksanaan sosialisasi, hasil post-test menunjukkan peningkatan pemahaman dengan dominasi nilai pada kisaran 60–90. Perbandingan hasil pre-test dan post-test memperlihatkan adanya peningkatan pemahaman pada sebagian besar siswa terkait konsep, regulasi, dan upaya pengelolaan perikanan berkelanjutan. Hasil tersebut menunjukkan bahwa kegiatan edukasi dan sosialisasi efektif dalam meningkatkan literasi perikanan berkelanjutan pada siswa SMKN 1 Kempo. Oleh karena itu, kegiatan serupa perlu terus dikembangkan sebagai upaya penguatan kapasitas generasi muda dalam mendukung pengelolaan sumber daya perikanan yang berkelanjutan di wilayah pesisir.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DESA PARE MAS MELALUI INOVASI PENGOLAHAN KERUPUK BERBASIS LIMBAH CANGKANG KEPITING Nova Febrianti; Wahyu Fitri Maharani; Rangga Febrian; Alifia Najwa Iksal Rizqita; Rion Farmaditya; Muhammad Haikal Avilla Qalbi; Ahmad Agha Iqshan; Saptono Waspodo; Sadikin Amir; Rhojim Wahyudi
Indonesian Journal of Fisheries Community Empowerment Vol 6 No 2 (2026): Jurnal Pengabdian Perikanan Indonesia
Publisher : Program Studi Budidaya Perairan Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppi.v6i2.10619

Abstract

Desa Pare Mas, Kecamatan Jerowaru, Kabupaten Lombok Timur merupakan kawasan pesisir yang memiliki potensi sumber daya perikanan yang cukup besar. Tingginya aktivitas perikanan di wilayah tersebut menghasilkan limbah cangkang kepiting yang belum dimanfaatkan secara optimal dan berpotensi menimbulkan pencemaran lingkungan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam memanfaatkan limbah cangkang kepiting menjadi produk pangan bernilai ekonomi berupa kerupuk. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 18 April 2026 melalui metode pelatihan dan praktik langsung yang meliputi tahapan pengadonan, pengukusan, pemotongan, penjemuran, penggorengan, dan pengemasan produk. Sasaran kegiatan adalah masyarakat Desa Pare Mas, khususnya kelompok ibu rumah tangga dan pelaku usaha kecil. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman masyarakat mengenai pemanfaatan limbah hasil perikanan sebagai produk bernilai tambah. Masyarakat mampu mengikuti seluruh tahapan pembuatan kerupuk cangkang kepiting dan memahami peluang pengembangannya sebagai usaha rumah tangga berbasis potensi lokal. Selain memberikan keterampilan baru, kegiatan ini juga meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan limbah perikanan yang ramah lingkungan. Produk kerupuk yang
PENANAMAN MANGROVE BERBASIS PARTISIPASI MASYARAKAT SEBAGAI UPAYA KONSERVASI EKOSISTEM PESISIR DI DESA PARE MAS, LOMBOK TIMUR Nova Febrianti; Rangga Febrian; Wahyu Fitri Maharani; Alifia Najwa Iksal Rizqita; Rion Farmaditya; Muhammad Haikal Avilla Qalbi; Ahmad Agha Iqshan; Saptono Waspodo; Sadikin Amir
Indonesian Journal of Fisheries Community Empowerment Vol 6 No 2 (2026): Jurnal Pengabdian Perikanan Indonesia
Publisher : Program Studi Budidaya Perairan Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppi.v6i2.10621

Abstract

Ekosistem mangrove merupakan salah satu sumber daya pesisir yang memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan lingkungan, melindungi wilayah pantai dari abrasi, serta mendukung keberlangsungan berbagai biota perairan. Desa Pare Mas, Kecamatan Jerowaru, Kabupaten Lombok Timur merupakan kawasan pesisir yang memiliki potensi mangrove cukup besar dan dikembangkan sebagai kawasan ekowisata berbasis konservasi. Namun, keberlanjutan ekosistem mangrove memerlukan keterlibatan aktif masyarakat dalam upaya pelestarian dan rehabilitasi kawasan pesisir. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pelestarian mangrove sekaligus mendukung rehabilitasi ekosistem pesisir melalui kegiatan penanaman mangrove. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 6 Juni 2026 di Desa Pare Mas dengan metode sosialisasi, demonstrasi, praktik penanaman, dan evaluasi partisipatif. Bahan yang digunakan berupa bibit mangrove Rhizophora mucronata, bambu, dan tali rafia. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa masyarakat memiliki antusiasme dan partisipasi yang tinggi selama proses sosialisasi maupun penanaman. Kegiatan ini juga meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai fungsi ekologis mangrove sebagai pelindung pantai, habitat biota perairan, serta pendukung keberlanjutan sumber daya pesisir. Selain itu, penanaman mangrove memberikan kontribusi terhadap upaya rehabilitasi kawasan pesisir dan mendukung pengembangan ekowisata berbasis konservasi di Desa Pare Mas. Dengan demikian, kegiatan penanaman mangrove berbasis partisipasi masyarakat dapat menjadi salah satu pendekatan yang efektif dalam meningkatkan kesadaran lingkungan sekaligus mendukung konservasi dan pengelolaan sumber daya pesisir secara berkelanjutan.