cover
Contact Name
Ilil Maidatuz Zulfa
Contact Email
pharmasci@akfarsurabaya.ac.id
Phone
+6285731833263
Journal Mail Official
pharmasci@akfarsurabaya.ac.id
Editorial Address
Akademi Farmasi Surabaya Jl. Ketintang Madya No. 81 Surabaya, Jawa Timur, Indonesia.
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Journal Pharmasci (Journal of Pharmacy and Science)
ISSN : 25276328     EISSN : 25493558     DOI : https://doi.org/10.53342/pharmasci
Core Subject : Health, Science,
Journal of Pharmacy and Science (Pharmasci) publishes full-length original articles and reviews. The scope of the journal is pharmaceutical and basic science, including its research and application. The editors, therefore, welcome contributions on the following topics: 1. Clinical pharmacy 2. Pharmacology and Toxicology 3. Community pharmacy 4. Dosage forms formulation 5. Pharmaceutics 6. Pharmacognosy 7. Natural product 8. Biology and Microbiology 9. Pharmaceutical Chemistry 10. Applied physics
Articles 135 Documents
Prescribed Daily Dose (PDD) Antibiotik Untuk Penyakit Gigi di Salah Satu Apotek di Surabaya Zulfa, Ilil Maidatuz; Yunitasari, Fitria Dewi
Journal of Pharmacy and Science Vol. 2 No. 2 (2017): Journal of Pharmacy and Science
Publisher : Akademi Farmasi Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53342/pharmasci.v2i2.77

Abstract

ABSTRAKAntibiotik sistemik banyak diresepkan oleh dokter gigi baik sebagai profilaksis maupun penanganan infeksi. Tingginya peresepan antibiotik pada infeksi gigi dan periodontal akan berpotensi pada peningkatan resistensi bakteri karena penggunaan yang berlebihan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menginvestigasi pola peresepan, Prescribed Daily Dose (PDD) dan rasio PDD/DDD yang ditetapkan WHO setiap antibiotik yang diresepkan untuk penyakit gigi. Studi cross-sectional retrospektif dilakukan pada rekam resep tahun 2016 di salah satu Apotek di Surabaya. Sebanyak 136 resep untuk penyakit gigi telah dianalisis dalam penelitian ini. Rata-rata usia pasien adalah 38,92+12,96 tahun. Antibiotik yang paling banyak diresepkan adalah Golongan –Laktam yaitu Amoksisilin (50,72%) dan Amoksisilin+Asam Klavulanat (3,62%) diikuti oleh golongan Linkosamid yaitu Klindamisin (28,99%) dan Linkomisin (5,80%), serta golongan Nitroimidazol yaituMetronidazol (5,07%). PDD Antibiotik yang diresepkan lebih rendah dibanding DDD yang ditetapkan WHO kecuali Amoksisilin (1509,2 mg/pasien/hari; rasio PDD/DDD 1,59), Amoksisilin+Asam Klavulanat (1368,42 mg/pasien/hari; rasio PDD/DDD 1,37), Eritromisin (1500,00 mg/pasien/hari; rasio PDD/DDD 1,50), dan Levofloksasin (500,00 mg/pasien/hari; rasio PDD/DDD 1,00). Terdapat perbedaan antara nilai PDD beberapa antibiotik dengan nilai DDD yang ditetapkan WHO dimana dalam penelitian ini nilai PDD lebih merefleksikan densitas penggunaan antibiotik.Kata kunci: Prescribed Daily Dose (PDD), Antibiotik, Infeksi gigi.ABSTRACTSistemic Antibiotics are prescribed by dentists not only for treatment of infection but also for profilactics. Most of dental and periodontal diseases are best treated by operative intervention and oral hygiene measures, so that the use of sistemic antibiotics are very limited. High rates of sistemic antibiotics prescribing in densitry can lead to bacterial resistance due to overuse of antibiotics. The aim of the study was to investigate the antibiotics prescribing patterns in densitry, Prescribed Daily Dose (PDD), and PDD/WHO’s Defined Daily Dose (DDD) ratio. A retrospective cross-sectional study was conducted on 2016 prescription records at a private pharmacy in Surabaya, East Java, Indonesia. A total 136 prescription records were analyzed. The average age of patients was 38,92+12,96 years old. The most common antibiotics prescribed in densitry was –Lactam group which were Amoxycillin (50,72%) and Amoxycillin+Clavulanic Acid (3,62%) followed by Linkosamide group w Clindamycin (28,99%) and Lincomycin (5,80%), and Nitroimidazol group which was Metronidazole (5,07%). The PDD of Antibiotics prescribed was lower than each WHO’s DDD except Amoxycillin (1509,2mg/patient/day; PDD/DDD ratio 1,59), Amoxycillin+Clavulanic Acid (1368,42 mg/patient/day; PDD/DDD ratio 1,37), Eritromisin (1500,00 mg/patient/day; PDD/DDD ratio 1,50), dan Levofloksasin (500,00 mg/patient/day; PDD/DDD ratio 1,00). There was a difference between PDD and WHO’s DDD. PDD was more likely reflect the density of antibiotic usage. Key Words: Prescribed Daily Dose (PDD), Antibiotics, Dental Infections
Uji Kemampuan Tanaman Jarak Pagar (Jatropa curcas) Dalam Meremediasi Tanah Tercemar Logam Berat Kadmium (Cd) ., Surahmaida; Mangkoedihardjo, Sarwoko
Journal of Pharmacy and Science Vol. 2 No. 2 (2017): Journal of Pharmacy and Science
Publisher : Akademi Farmasi Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53342/pharmasci.v2i2.78

Abstract

ABSTRAKPerkembangan industri yang semakin pesat secara tidak langsung menimbulkan pencemaran lingkungan di sekitarnya. Salah satunya adalah pencemaran tanah oleh logam berat yang dihasilkan dari hasil industri tersebut. Metode yang dapat digunakan untuk meremediasi lahan tercemar yaitu dengan menggunakan tanaman (fitoremediasi). Jarak pagar (Jatropha curcas) merupakan tanaman tahunan dari famili Euphorbiaceae yang umumnya digunakan sebagai tanaman penghasil biodiesel, tanaman pembatas pagar dan tanaman hias. Tujuan dari penelitian ini untuk mengkaji kemampuan jarak pagar dalam meremediasi Cd: untuk mengetahui pengaruh Cd terhadap tinggi tanaman dan luas daun; dan nilai persentase reduksi tanah yang tercemar Cd; dan nilai persentase akumulasi logam Cd dalam jarak pagar. Penelitian eksperimental ini dilakukan dengan menggunakantanah taman; limbah Cd buatan dengan konsentrasi 5 ppm, 15 ppm, 25 ppm, 35 ppm dan 45 ppm; dan Spektrofotometer Serapan Atom (AAS) untuk pengujian logam berat Cd pada tanaman jarak pagar. Data yangdiperoleh dari penelitian ini menunjukkan bahwa Cd berpengaruh terhadap tinggi tanaman dan luas daun; nilai persentase reduksi tanah tercemar Cd yaitu sebesar 76-91%; jarak pagar mempunyai kemampuan dalam mengakumulasi Cd; dan nilai persentase akumulasi logam Cd dalam jarak pagar adalah 46-125%.Kata kunci: Logam Berat Cd, Jarak pagar (Jatropha curcas), FitoremediasiABSTRACTThe rapid development of the industry indirectly lead to pollution of the surrounding environment. One of them is the contamination of the soil by the heavy metals resulting from the industry. The method that can be used to remediate contaminated land is by using plants (called phytoremediation). Jatropha curcas plant is an annual plant of the Euphorbiaceae family that is commonly used as a biodiesel producing plant, fence limiting plants and as ornamental plants. The purpose of this research is to assessing the ability of Jatropha curcas in remediating Cd; to know the effect of Cd on plant height and leaf area; and the percentage value of Cd contaminated soil reduction; and the percentage value of Cd metal accumulation in Jatropha curcas. This experimental study was conducted using garden land; artificial Cd waste with concentration 5 ppm, 15 ppm, 25 ppm, 35 ppm and 45 ppm; and Atomic Absorption Spectrophotometer (AAS) for testing of heavy metal Cd onJatropha curcas. Data obtained from this research indicate that Cd effect on plant height and leaf area; the percentage value of contaminated soil reduction Cd is equal to 76-91%; Jatropha curcas has the ability toaccumulate Cd; and the percentage value of Cd metal accumulation in Jatropha curcas is 46-125 %.Key Words: : Heavy Metal Cd, Jatropha curcas Plant, Phytoremediation  
Identifikasi Kandungan Merkuri pada Beberapa Krim Pemutih yang Beredar di Pasaran (Studi dilakukan di Pasar DTC Wonokromo Surabaya) Trisnawati, Fatma Ariska; Yulianti, Cicik Herlina; Ebtavanny, Tamara Gusti
Journal of Pharmacy and Science Vol. 2 No. 2 (2017): Journal of Pharmacy and Science
Publisher : Akademi Farmasi Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53342/pharmasci.v2i2.79

Abstract

ABSTRAKRadiasi sinar ultraviolet matahari dapat menyebabkan berbagai permasalahan pada kulit. Untuk mengatasinya perlu adanya perawatan menggunakan kosmetik, salah satunya yaitu krim pemutih wajah (Whitening Cream). Merkuri merupakan salah satu bahan aktif yang sering direkomendasikan karena ion merkuri dianggap dapat menghambat sintesis melamin pigmen kulit di sel melanosit. Menurut Peraturan Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia nomor HK.03.01.23.07.11.6662 tahun 2011 persyaratan logam berat jenis merkuri (Hg) adalah tidak lebih dari 1 mg/kg atau 1 mg/L (1ppm).Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan kadar merkuri pada produk kosmetik krim pemutih yang tidak memiliki nomor registrasi BPOM dan yang memiliki nomor registrasi BPOM yang beredar di pasaran. Serta untuk mengetahui bahwa sediaan kosmetik krim pemutih wajah yang beredar di pasaran telah memenuhi syarat yang ditetapkan BPOM. Sampel dalam penelitian ini adalah sebanyak 18 sampel dengan kriteria 9 krim pemutih yang tidak memiliki nomor registrasi BPOM dan 9 krim pemutih yang memiliki nomor registrasi BPOM. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisa kualitatif menggunakan metode pereaksi warna dengan Kalium Iodida dan analisa kuantitatif dengan metode spektrofotometri serapan atom. Hasil penelitian menunjukkan 2 dari 18 sampel mengandung merkuri. Berdasarkan uji kuantitatif menunjukkan kadar merkuri pada produk krim pemutih yangmemiliki nomor registrasi BPOM dengan varian A1 sebesar 224,04 ± 0,35 mg/kg, dan untuk varian A2 adalah 188,20 ± 0,28 mg/kg. Sehingga tidak semua kosmetik krim pemutih wajah yang beredar dipasaran memenuhi syarat yang ditetapkan oleh BPOM.Kata Kunci: BPOM, Krim Pemutih, MerkuriABSTRACTRadiation of sun's ultraviolet can cause skin problems. To overcome this problem should has cosmetic treatments using one of these is whitening cream. Mercury is the one of active ingredient who has often add inthe whitening cream because mercury’s ion considered to inhibit the synthesis melanin pigment of the skin in the melanocyte cells. According to the Regulation Agency of Drug and Food of the Republic Indonesia with No. HK. 03.01.23.07.11.6662. 2011, requirements metal usage types of mercury (Hg) is not more than 1 mg/kg or 1 mg/L (1 ppm). The purpose of this study was to determine differences mercury levels in whitening creams cosmetic which products didn’t have a registration number and products which have a registration number BPOM among in the market. And to know that all whitening cream cosmetic among the market has fullfield requirements established by BPOM. Sample use in this study was 18 samples which 9 sample didn’t have a registration number from BPOM and 9 among them have a registration number from BPOM. Analysis method used in this study is qualitative analysis using reaction color with Potassium Iodide and quantitative analysis using atomic absorption spectrophotometry. The results showed that 2 of the 18 samples contained mercury more than what it should. Based of the quantitative analysis shows that there are has differences mercury levelsfrom whitening cream product which has the registration number of BPOM with sample A1 variant is 224.04 ± 0.35 mg / kg, and for the A2 variant is 188.20 ± 0.28 mg / kg. Not all whitening cream cosmetic among the market has fullfield requirements established by BPOM.Keywords: BPOM, mercury, whitening cream.
Uji Aktivitas Antimikroba Ekstrak Jamur Lingzhi (Ganoderma lucidum) Menggunakan Pelarut Etanol 96% Terhadap Staphylococcus aureus Handrianto, Prasetyo
Journal of Pharmacy and Science Vol. 2 No. 2 (2017): Journal of Pharmacy and Science
Publisher : Akademi Farmasi Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53342/pharmasci.v2i2.80

Abstract

ABSTRAKStaphylococcus aureus merupakan bakteri yang relatif sering dijumpai pada manusia. Beberapa infeksi yang disebabkan oleh Staphylococcus aureus antara lain, bisul, infeksi luka dan pneumonia. Salah satu obattradisional yang dapat digunakan untuk mengobati infeksi yang disebabkan oleh Staphylococcus aureus adalah jamur lingzhi (Ganoderma lucidum). Penelitian dilakukan dengan 5 konsentrasi ekstrak etanol jamur lingzhi, yaitu kontrol negatif (0 µg/ml), 20 µg/ml, 40 µg/ml, 60 µg/ml, 80 µg/ml dan 100 µg/ml dan dilakukan 6 kali pengulangan. Metode yang digunakan dalam uji aktivitas antimikroba yaitu metode difusi kertas cakram. Data zona hambat dianalisis dengan uji Anova One-Way. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol jamurlingzhi (Ganoderma lucidum) dengan konsentrasi 100 µg/ml memiliki rata-rata daya hambat tertinggi yaitu sebesar 18,0 mm (sangat aktif). Dapat disimpulkan bahwa semakin besar konsentrasi ekstrak jamur lingzhi (Ganoderma lucidum), maka akan berpengaruh besar pula terhadap zona hambat bakteri Staphylococcus aureus.Keyword : Antibakteri, Ganoderma lucidum, Staphylococcus aureus, Etanol.ABSTRACTStaphylococcus aureus is a bacteria that can cause infections , such as boils , wound infections and pneumonia. One of the traditional medicines that can be used to treat these infections are fungal lingzhi (Ganodermalucidum). The study was conducted with five concentrations of negative control (0 µg/ml), 20 µg/ml, 40 µg/ml, 60 µg/ml, 80 µg/ml, and 100 µg/ml with six repeats. The method used in the test of antimicrobial activity is paper disc diffusion method. Data of inhibition zone were analyzed by Anova-One Way test. The results showed that the ethanol extract of lingzhi mushroom (Ganoderma lucidum) at concentration 100 µg/ml has highest average of inhibitory regions as big as 18,0 mm. It can be concluded that the greater the concentration of extract of lingzhi mushroom (Ganoderma lucidum) , it will affect the greater the inhibition zone against Staphylococcus aureus.Keyword : Antibakteri, Ganoderma lucidum, Staphylococcus aureus, Etanol.
Analisis Efektivitas Kontrol Penurunan Tekanan Darah pada Pasien Hipertensi yang Mendapat Terapi Obat Antihipertensi Golongan Angiotensin Receptor Blocker’s (Candersartan, Valsartan, Kalium Losartan) Ulfa, Ninik Mas
Journal of Pharmacy and Science Vol. 2 No. 2 (2017): Journal of Pharmacy and Science
Publisher : Akademi Farmasi Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53342/pharmasci.v2i2.81

Abstract

ABSTRAKHipertensi adalah peningkatan tekanan darah sistolik lebih dari 140 mmHg dan tekanan darah diastolik lebih dari 90 mmHg pada dua kali pengukuran dengan selang waktu lima menit dalam keadaan cukup istirahat. Faktor penyebab hipertensi adalah faktor gaya hidup, faktor genetika dan faktor usia. Hipertensi termasuk dalam penyakit degeneratif dimana terjadi penurunan organ tubuh. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efektifitas kontrol penurunan teakanan darah dari terapi obat Candersartan, Valsartan dan Kalium Losartan. Pada penelitian ini dilakukan di RS X wilayah Surabaya Selatan dan RS Y wilayah Surabaya Timur. Penelitian ini bersifat retrospektif dengan pengamatan observasioanl. Penelitian ini terbagi dalam 3 kelompok terapi dengan jumlah total populasi adalah 57 pasien. Data tekanan darah sistolik-diastolik diamati selama 5 bulan terapi darimasing-masing kelompok terapi A (Candersartan n = 19), kelompok terapi B (Valsartan n= 19), dan kelompok terapi C (Kalium Losartan n= 19).Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi penurunan tekanan darah sistolik pada kelompok A sebesar 21,18%, kelompok B = 24,20%, dan kelompok C = 22,51%. Penurunan tekanan darah diastolic pada kelompok A sebesar 12,14%, kelompok B = 14,04% dan kelompok C = 10,98%. Berdasarkan hasil analisa statistik diperoleh hasil p = 0,967 > α = 0,05 yang berarti tidak ada perbedaan yang bermakna dari ketiga kelompok terapi tersebut dalam penurunan tekanan darah sistolik maupun diastolik pada pasien hipertensi. Hal ini berarti bahwa efektifitas ketiga obat tersebut dalam kontrol penurunan tekanan darah pada pasien Hipertensi mempunyai efektifitas yangKata Kunci: Candersartan, Valsartan, Kalium Losartan, HipertensiABSTRACTHypertension is an increase in systolic blood pressure of more than 140 mmHg and diastolic blood pressure of more than 90 mmHg in two measurements with an interval of five minutes in a resting state. Factors causing hypertension are lifestyle factors, genetic factors and age factors. Hypertension is included in degenerative diseases where there is a decrease in body organs. The purpose of this study was to determine the effectiveness of blood pressure control of Candersartan, Valsartan and Potassium Losartan. This research was conducted in RS X of South Surabaya and RS Y of East Surabaya. This study is retrospective with observational. The study was divided into 3 therapeutic groups with a total population of 57 patients. Data on systolic-diastolic blood pressurewere observed for 5 months of therapy from each of the therapy groups A (Candersartan n = 19), therapy group B (Valsartan n = 19), and therapy group C (Potassium Losartan n = 19). That there was a decrease in systolic blood pressure in group A of 21,18%, group B = 24,20%, and group C = 22,51%. Diastolic blood pressure decrease in group A was 12,14%, group B = 14,04% and group C = 10,98%. Based on the results of statistical analysis obtained results p = 0.967> α = 0.05 which means there is no significant difference of the three groups of therapy in the reduction of systolic blood pressure and diastolic in hypertensive patients. This means that the effectiveness of the three drugs in the control of blood pressure reduction in hypertensive patients has the same effectiveness.Key Words: Candersartan, Valsartan, Potasium Losartan, Hypertesion
Gambaran Status Gizi Balita Berdasarkan Tingkat Pendidikan dan Pengetahuan Ibu tentang Gizi di Posyandu 1 Dusun Kajeksan Desa Kajeksan Kecamatan Tulangan Fajrin, Fitriana Ikhtiarinawati
Journal of Pharmacy and Science Vol. 2 No. 1 (2017): Journal of Pharmacy and Science
Publisher : Akademi Farmasi Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53342/pharmasci.v2i1.83

Abstract

ABSTRAKKehamilan adalah masa dimulai dari hasil konsepsi sampai lahirnya janin dengan lama kehamilan 280 hari (40 minggu atau 9 bulan 7 hari) dihitung dari hari pertama haid terakhir. Hipertensi pada kehamilan adalah hipertensi yang timbul sebelum usia kehamilan 20 minggu tanpa disertai proteinuria. Hipertensi merupakan komplikasi yang disebabkan oleh kondisi lingkungan seperti faktor keturunan, emosi dan pola hidup yang tidak seimbang. Metode yang digunakan dalam penyusunan laporan penelitian ini adalah deskriptif yaitu metode yang dilakukandengan tujuan memberi gambaran tentang suatu keadaan secara obyektif dengan menggunakan studi kasus yaitu perbandingan antara teori dan kasus nyata. Berdasarkan data yang di peroleh dari Dinas Kesehatan Jawa Timur bulan Januari – Juni Tahun 2015 di dapatkan ibu hamil dengan hipertensi 11.056 orang, data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Lamongan sebanyak 143 orang. Data yang diperoleh dari register kunjungan pemeriksaan Antenatal Care (ANC) di PuskesmasSukodadi bulan Januari – Juli Tahun 2015 terdapat 389 orang ibu hamil, di dapatkan 6 orang (1,5%) dengan hipertensi. di BPS Luluk Pusparini, AMd. Keb, didapatkan 2 orang (7,7%) dengan kehamilan hipertensi.Berdasarkan dari hasil pengkajian maka dapat ditegakkan diagnosa yaitu Asuhan Kebidanan pada Ny. “S” Trimester II dengan hipertensi gestasional. Dan dari hasil penelitian ini tidak terdapat kesenjangan antara tinjauan teori dan tinjauan kasus. Diharapkan bagi petugas kesehatan hendaknya dapat mengenali tanda dan gejala hipertensi sehingga dapat melakukan penatalaksanaan dengan baik dan sesuai standart kompetensi.Kata Kunci : Kehamilan, Hipertensi, GestasionalABSTRACTPregnancy is a period started from the conception to the birth in 280 days (40 weeks or 9 months and 7 days) counted from the first day of the last women’s period. Hypertention is a complication caused by many factors like genetics, emotional condition, and unhealthy lifestyle. Hypertension in pregnancy usually occure before 20 weeks of gestational age without any proteinuria. The prevalence of gestational hypertension is quite high in East Java and Kabupaten Lamongan. According to Dinas Kesehatan Jawa Timur, there were 11.056 pregnant women in East Java with hypertension in January-June 2015 while according to Dinas Kesehatan Kabupaten Lamongan, there were 143 case of gestational hypertension in Lamongan. In addition, at a primary care Puskesmas Sukodadi Lamongan, there were 6 of 389 women (1,5%) observed with gestational hypertension and at a midwifery practise, 2 pregnant women (7,7%) were reported had a high blood pressure. The recent studywas a case study of a pregnant woman with high blood pressure using descriptive analysis method.The results showed that there was no discrepancy between theorethical and practical midwifery care for the patient. Health care providers should be able to recognize the symtomps of gestational hypertention so that it could be treatproperly.Keywords : Pregnancy, Hypertension, Gestational.
Pengaruh konsentrasi Bawang Merah (Allium Cepa) Dan Temu Kunci (Boesenbergia rotunda) Sebagai Pengawet Alami Terhadap Mutu Mutu Biologi Ikan Kembung (Rastrellinger sp.) dan Ikan Tuna (Thunnus sp.) Hanum, Galuh Ratmana; Ardiansyah, Syahrul; riroh, Zamha; Anglania, Sintya Rarah
Journal of Pharmacy and Science Vol. 3 No. 2 (2018): Journal of Pharmacy and Science
Publisher : Akademi Farmasi Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53342/pharmasci.v3i2.104

Abstract

ABSTRAKMakanan merupakan sumber energi yang berperan penting untuk kelangsungan hidup manusia, salah satunya ikan. Omega 3 dan 6 banyak terdapat pada ikan. Penelitian untuk mengetahui pengaruh konsentrasi bawang merah (Allium cepa) dan temu kunci (Boesenbergia rotunda) sebagai pengawet alami terhadap mutu mutu biologi ikan kembung (Rastrellinger sp.) dan ikan tuna (Thunnus sp.). Rancangan percobaan dari penelitian ini dengan menggunakan model faktorial yaitu konsentrasi bawang merah (Allium Cepa) dan temu kunci (Boesenbergia rotunda). Hasil dari penelitian ini bahwa Konsentrasi bawang merah (Allium cepa) dan temu kunci (Boesenbergia rotunda) sebagai pengawet alami berpengaruh terhadap mutu biologi ikan kembung (Rastrellinger sp.) dan ikan tuna (Thunnus sp.).Kata kunci: Jumlah koloni, Konsentrasi bawang merah, Konsentrasi temu kunci.ABSTRACTFood is an important energy for human life, one of them is fish. Omega 3 and 6 are widely available in fish. The purpose of this Research is to know the content of  spanish onion (Allium cepa) and fingerroot (Boesenbergia rotunda) as the preservative of fish and tuna fish (Thunnus sp.). The Design of this  research by using factorial mode that is concentration of spanish onion (Allium Cepa) and fingerroot (Boesenbergia rotunda). The results of this research are spanish onion concentration (Allium cepa) and fingerroot (Boesenbergia rotunda) as preservative of fish and  tuna fish(Thunnus sp.).Key Words: count of colony, concentration of spanish onion, concentration of fingerroot.
Aktivitas Antibakteri Daun Pepaya (Carica Papaya) Menggunakan Pelarut Etanol Terhadap Bakteri Bacillus subtilis Lestari Sudarwati, Tri Puji
Journal of Pharmacy and Science Vol. 3 No. 2 (2018): Journal of Pharmacy and Science
Publisher : Akademi Farmasi Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53342/pharmasci.v3i2.105

Abstract

ABSTRAKDaun pepaya banyak digunakan masyarakat sebagai obat tradisional. Daun pepaya mengandung senyawa antibakteri seperti tannin, alkaloid, flavonoid, terpenoid, saponin dan alkaloid karpain. Bakteri Bacillus subtilis merupakan  bakteri yang mengontaminasi makanan dan dapat menyebabkan infeksi gastroenteritis. Tujuan penelitian untuk mengetahui kemampuan ekstrak daun pepaya (Carica papaya L) dalam menghambat pertumbuhan bakteri Bacillus subtilis. Jenis penelitian ini adalah eksperimen laboratorium. Uji daya hambat menggunakan metode difusi kertas cakram. Variabel penelitian yaitu konsentrasi ekstrak daun pepaya 20 µg/mL, 40 µg/mL, 60 µg/mL, 80 µg/mL, 100 µg/mL dan zona hambat pertumbuhan bakteri Bacillus subtilis. Hasil penelitian ini didapatkan ekstrak daun papaya (Carica papaya L) dapat menghambat pertumbuhan bakteri Bacillus subtilis pada konsentrasi 20% sampai 100% dengan rata – rata diameter zona hambat 8,1 mm sampai dengan 8,6 mm dengan kategori sedang. Hal ini menunjukkan bahwa ekstrak daun pepaya (Carica papaya L) mempunyai pengaruh terhadap pertumbuhan bakteri Bacillus subtilis.Kata kunci: Daun Pepaya,Etanol, Bacillus subtilis.ABSTRACTPapaya leaves are common to use as a traditional medicine for society. Papaya leaves contain of anti-bacteria compound, such as tannins, alkaloids, flavonoids, terpenoids, saponins, and karpain alkaloids. Bacillus subtilis is a bacteria that contaminates food and can cause gastroenteritis infection. The purpose of this observation is to find out the ability of papaya leaves extract towards the obstruction of Bacillus subtilis bacteria. The observer conducts a laboratory experiment. To conduct obstruction power test, the observer uses disc paper diffusion method. The observation variable measures the papaya leaves extract concentration in 20 µg/mL, 40 µg/mL, 60 µg/mL, 80 µg/mL, 100 µg/mL and the obstruction zone growth of Bacillus subtilis bacteria. Hence, the result shows that papaya leaves (Carica papaya L) extract successfully obstruct the growth of Bacillus subtilis bacteria in a concentration range 20 % to 100 % with the diameter zone average 8,1 mm to 8,6 mm in a medium category. Thus, it shows that papaya leaves (Carica papaya L) extract significantly influence the growth of Bacillus subtilis bacteria.Key Words: Papaya leaves, Ethanol, Bacillus subtilis bacteria.
Penentuan Kadar Asam Lemak Bebas Dan Kadar Air Pada Minyak Goreng Yang Digunakan Oleh Pedagang Gorengan Di Jalan Manyar Sabrangan, Mulyorejo, Surabaya Ulfindrayani, Ika Fitri; A’yuni, Qurrota
Journal of Pharmacy and Science Vol. 3 No. 2 (2018): Journal of Pharmacy and Science
Publisher : Akademi Farmasi Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53342/pharmasci.v3i2.111

Abstract

ABSTRAK Kebutuhan minyak goreng sawit di Indonesia terus meningkat dari tahun ke tahun. Kebutuhan terbesar didominasi oleh penggunaan minyak goreng sawit sebagai media untuk menggoreng makanan yang salah satunya yaitu jajanan goreng (gorengan). Mayoritas pedagang gorengan tidak memperhatikan kualitas dari minyak goreng yang digunakan. Banyak pedagang gorengan membeli minyak goreng bekas (jelantah) demi mendapatkan keuntungan yang besar. Pada minyak jelantah mengandung asam lemak bebas akibat pemanasan berkala yang berbahaya bagi tubuh. Oleh karena itu, pada penelitian ini dilakukan pengujian kualitas minyak goreng melalui dua parameter yaitu kadar asam lemak bebas dan kadar air. Hal ini bertujuan untuk mengetahui kualitas minyak goreng yang digunakan oleh para pedagang gorengan. Sampel minyak goreng didapatkan dari pedagang gorengan di sepanjang Jalan Manyar Sabrangan, Mulyorejo, Surabaya. Terdapat 7 pedagang gorengan yang menjual gorengannya dengan harga sekitar Rp. 1.000 – Rp 2.000. Metode yang digunakan yaitu metode titrasi alkalimetri dan metode gravimeteri. Hasil analisa kadar asam lemak bebas dan kadar air menunjukkan bahwa dari 7 sampel terdapat 4 sampel minyak goreng yang tidak layak dikonsumsi karena tidak sesuai dengan syarat mutu minyak goreng SNI 01-3741-2002. Kata kunci: Asam Lemak Bebas, Kadar Air, Minyak Goreng, Pedagang Gorengan. ABSTRACT The requirement of palm cooking oil in Indonesia increase from year to year. It was dominated by the use of palm cooking oil as a medium to fry. Fried food on street seller was one of foods that need oil in frying process. Many street fried food seller did not pay attention to the quality of cooking oil that used to fry. Waste cooking oil was the good choice for street fried food seller in order to get big profits. Waste cooking oil contains of free fatty acids due to periodic warming that is harmful to the body. It was important for us to know the quality of cooking oil which we used. Therefore, in this research, we did test the quality of cooking oil which used street fried food seller. Free fatty acid and water content were two parameters that can describe the quality of cooking oil. The samples of cooking oil were obtained from street fried food seller along Jalan Manyar Sabrangan, Mulyorejo, Surabaya. There are 7 street seller that selling fried food with price of about Rp. 1.000 - Rp 2.000. Alkalimetry titration and gravimetery method were used to determine free fatty acid and water content of samples. The result showed there are 4 samples of cooking oil that was not worthy to be consumed because not in accordance with requirement of cooking oil quality of SNI 01-3741-2002. Key Words: Free Fatty Acid, Water Content, Cooking Oil, Street Fried Food Seller.
Analisis Kandungan Kimia Daun Dan Batang Sembukan (Paederia Foetida) Dengan Menggunakan 2 Pelarut Yang Berbeda ., Surahmaida; Handrianto, Prasetyo
Journal of Pharmacy and Science Vol. 3 No. 2 (2018): Journal of Pharmacy and Science
Publisher : Akademi Farmasi Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53342/pharmasci.v3i2.112

Abstract

ABSTRAKTanaman sembukan (Paederia foetida) atau yang lebih kita kenal dengan daun kentut merupakan tanaman yang biasanya digunakan oleh masyarakat sebagai obat diare atau obat kembung. Kandungan senyawa metabolit sekunder tanaman sembukan perlu dikaji lebih lanjut untuk penemuan bahan obat baru. Tujuan dari penelitian adalah untuk menganalisis kandungan senyawa metabolit sekunder yang terdapat pada daun dan batang sembukan dengan metode maserasi yang direndam ke dalam pelarut etanol 96% dan metanol selama 5 hari. Ekstrak etanol dan ekstrak metanol pada masing-masing daun dan batang kemudian dianalisis dengan menggunakan reagen kimia untuk mengidentifikasi senyawa alkaloid, saponin, tanin dan flavonoid. Hasil skrining fitokimia menunjukkan bahwa pada ekstrak etanol dan metanol batang sembukan mengandung alkaloid, saponin, tanin dan flavonoid. Sedangkan pada ekstrak etanol dan metanol daun sembukan mengandung alkaloid, tanin dan flavonoid. Selanjutnya senyawa metabolit sekunder tersebut dianalisis aktivitas biologisnya.Kata kunci: Analisis senyawa metabolit sekunder, ekstrak etanol dan metanol daun dan batang sembukan (Paederia foetida), maserasiABSTRACTPaederia foetida or more familiar with fart leaves is a plant that is usually used by the community as a drug or bloated diarrhea. The content of the secondary metabolite compound of the Paederia foetida plant needs to be studied further for the discovery of new drug ingredients. The purpose of this research is to analyze the content of secondary metabolite compounds found on leaves and stems with a maseration method soaked in 96% ethanol solvent and methanol for 5 days. The ethanol extract and methanol extract on each leaf and stem were then analyzed using chemical reagents to identify the alkaloid compounds, saponins, tanins and flavonoids. The results of phytochemical screening showed that in the ethanol extract and methanol the stem of the Paederia foetida contained alkaloids, saponins, tanins and flavonoids. While on ethanol extract and methanol leaves Paederia foetida contains alkaloids, tanins and flavonoids. Furthermore, the secondary metabolite compounds are analyzed biological activity.Keywords: Analysis of secondary metabolite compounds, ethanol extract and methanol leaves and stirring stem (Paederia foetida), maceration

Page 3 of 14 | Total Record : 135