cover
Contact Name
Ilil Maidatuz Zulfa
Contact Email
pharmasci@akfarsurabaya.ac.id
Phone
+6285731833263
Journal Mail Official
pharmasci@akfarsurabaya.ac.id
Editorial Address
Akademi Farmasi Surabaya Jl. Ketintang Madya No. 81 Surabaya, Jawa Timur, Indonesia.
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Journal Pharmasci (Journal of Pharmacy and Science)
ISSN : 25276328     EISSN : 25493558     DOI : https://doi.org/10.53342/pharmasci
Core Subject : Health, Science,
Journal of Pharmacy and Science (Pharmasci) publishes full-length original articles and reviews. The scope of the journal is pharmaceutical and basic science, including its research and application. The editors, therefore, welcome contributions on the following topics: 1. Clinical pharmacy 2. Pharmacology and Toxicology 3. Community pharmacy 4. Dosage forms formulation 5. Pharmaceutics 6. Pharmacognosy 7. Natural product 8. Biology and Microbiology 9. Pharmaceutical Chemistry 10. Applied physics
Articles 135 Documents
Pengaruh Hormon Indole Butyric Acid (IBA) dan 6-Benzyl Amino Purin (BAP) terhadap Induksi Kalus Piper betle L. var Nigra ., Junairiah; Rachmah, Artifa; Manuhara, Yosephine Sri Wulan; ., Ni’matuzahroh; Sulistyorini, Lilis; ., Surahmaida
Journal of Pharmacy and Science Vol. 4 No. 2 (2019): Journal of Pharmacy and Science
Publisher : Akademi Farmasi Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53342/pharmasci.v4i2.141

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kombinasi konsentrasi zat pengatur tumbuh IBA (Indole Butyric Acid) dan BAP (6-Benzyl Amino Purine) yang paling baik untuk induksi kalus sirih hitam (Piper betle L.). Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap dengan 25 perlakuan dan setiap perlakuan memiliki 6 ulangan sehingga terdapat 150 unit ekperimen. Pada tahap kultur kalus dilakukan dengan menambahkan zat pengatur tumbuh IBA dan BAP ke dalam medium Murashige and Skoog (MS). Hasil uji tersebut menunjukkan bahwa zat pengatur tumbuh IBA dan BAP dengan kombinasi konsentrasi berbeda berpengaruh terhadap waktu induksi kalus, berat segar dan berat kering kalus sirih hitam. Hasil penelitian menunjukkan waktu tercepat pembentukan kalus pada IBA 2,0 mg/L dan BAP 2,0 mg/L yaitu 10 hari. Berat segar dan berat kering tertinggi pada IBA 2,0 mg/L dan 2,0 mg/L yaitu 0,8507 gram untuk berat segar dan 0,0769 untuk berat kering. Warna kalus adalah putih kehijauan dengan tekstur kompak dan remah.Kata kunci: Induksi kalus, Piper betle L., Indole Butyric Acid, 6-Benzyl Amino Purine.ABSTRACTThe purpose of this research to determine the effect of the combination concentration of growth regulators IBA (Indole Butyric Acid) and BAP (6-Benzyl Amino Purine) was best for callus induction black betel (Piper betle L.). This research used completely randomized design with 25 treatments and 6 replicates of each treatment, hence there were 150 experimental units. At this stage of callus culture was done by adding the growth regulators IBA and BAP into Murashige and Skoog (MS). The test results showed that plant growth regulators IBA and BAP in combination with different concentrations of influence on callus induction time, fresh weight and dry weight callus Piper betle L. The results showed the fastest time of callus formation at IBA 2,0 mg/L and BAP 2,0 mg/L at 10 days. Fresh weight and dry weight of the highest in the IBA 2,0 mg/L and BAP 2,0 mg/L were 0,8507 grams and 0,0769 grams fresh weight to dry weight. The color of callus was white greenish with compact and friable texture.Keywords: Callus induction, Piper betle L., Indole Butyric Acid, 6-Benzyl Amino Purine.
Efektivitas Pandan (Pandanus Amarilifolius Roxb) Sebagai Pereduksi Alami Kadar Formalin pada Cincau Hitam Hanum, Galuh Ratmana; Ardiansyah, Syahrul; Handayani, Puspita
Journal of Pharmacy and Science Vol. 4 No. 2 (2019): Journal of Pharmacy and Science
Publisher : Akademi Farmasi Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53342/pharmasci.v4i2.142

Abstract

ABSTRAKCincau Hitam merupakan salah satu makanan yang memiliki daya simpan yang pendek, maka penambahan formalin sering digunakan supaya daya simpan cincau hitam semakin lama. Formalin dapat menimbulkan efek berbahaya bagi kesehatan. Salah satu cara untuk menurunkan kadar formalin pada makanan yaitu menggunakan daun pandan (Pandanus amarillifolius Roxb.) yang memiliki kandungan saponin. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui konsentrasi dan lama perendaman terbaik sari daun pandan dalam menurunkan kadar formalin. Sampel yang digunakan yaitu sampel cincau hitam yang selanjutnya direndam dengan variasi konsentrasi sari daun pandan 15%, 20% dan 25% selama 15, 30, 45 dan 60 menit. Parameter yang digunakan yaitu uji formalin secara kualitatif, uji formalin secara kuantitatif, kadar air dengan metode gravimetri, kadar karbohidrat dan uji kalsium, data diuji statistika menggunakan Two Way Anova. Hasil penelitian ini konsentrasi dan lama perendaman terbaik sari daun pandan (Pandanus amaryllifolius Roxb.) pada cincau hitam terhadap penurunan kadar formalin yaitu 25% dengan perendaman 60 menit.Kata kunci: Cincau hitam, Sari daun pandan (Pandanus amarillifolius Roxb.), Formalin, Kadar Formalin.ABSTRACTBlack grass jelly is one of the foods that has a short shelf life, so formaldehyde is often used to save black grass jelly power for longer time. Formalin can have harmful effects on health. One way to reduce formalin levels in foods is to use pandan leaves (Pandanus amarillifolius Roxb.) Which has saponin content. The purpose of this study was to study the concentration and soaking time of the best pandan leaf extract to reduce formalin levels. The samples used were samples of black grass jelly which were then soaked with variations in pandan leaf extract concentration of 15%, 20% and 25% for 15, 30, 45 and 60 minutes. The parameters used were qualitative formalin test, quantitative formalin test, air content, calcium level and calcium test, statistical data collected using Two Way Anova. The results of this study were the best concentration and soaking time of pandan leaf extract (Pandanus amaryllifolius Roxb.) In black grass against a decrease in formalin levels of 25% with 60 minutes soaking.Keywords: Black grass jelly, pandan leaf extract (Pandanus amarillifolius Roxb.), Formalin, formalin levels.
Pengaruh Pemberian Pupuk Organik Cair Dari Limbah Cair Tahu dan Serbuk Tulang Ikan Bandeng Terhadap Kandungan Flavonoid Daun Bayam Merah (Althernantera amoena Voss) Pramushinta, IAK
Journal of Pharmacy and Science Vol. 4 No. 2 (2019): Journal of Pharmacy and Science
Publisher : Akademi Farmasi Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53342/pharmasci.v4i2.143

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kandungan flavonoid pada tanaman bayam merah dengan pemberian POC dari limbah cair tahu dan serbuk tulang ikan bandeng. Rancangan penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan empat perlakuan enam ulangan. Perlakuan POC yang digunakan terdiri dari konsentrasi 0%, 10%, 20% dan 40%. Peningkatan pertumbuhan tinggi tanaman, berat massa basah dan kandungan senyawa flavonoid pada konsentrasi optimum 20% pada bayam merah. Pemberian POC pada konsentrasi 40% mengalami penurunan disebabkan karena tingginya kandungan pupuk organik cair.Kata kunci: Pupuk Organik cair, limbah cair tahu, flavonoid.ABSTRACTThis study aims to identify the flavonoid content of red spinach plants by giving POC from tofu liquid waste and milkfish bone powder. The study design used a Completely Randomized Design (CRD) with four treatments of six replications. The POC treatment used consisted of concentrations of 0%, 10%, 20% and 40%. Increased growth in plant height, weight of wet mass and content of flavonoids at optimum concentration of 20% in red spinach. Giving POC at a concentration of 40% has decreased due to the high content of liquid organic fertilizer.Keywords: Liquid organic fertilizer, tofu liquid waste, flavonoids.
Uji Banding Ekstrak Bawang Hitam dan Ekstrak Bawang Putih (Allium sativum) Sebagai Antifungi Terhadap Pertumbuhan Candida albicans A, Purity Sabila; ., Ngadiani; Budiarti, Fradina Fitri
Journal of Pharmacy and Science Vol. 4 No. 2 (2019): Journal of Pharmacy and Science
Publisher : Akademi Farmasi Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53342/pharmasci.v4i2.147

Abstract

ABSTRAKPenyakit infeksi telah menjadi salah satu masalah kesehatan terbesar. Pemberian antibiotik dalam jangka waktu yang lama dan dilakukan secara tidak rasional dapat menimbulkan masalah baru, yaitu munculnya patogen yang bersifat resisten. Oleh karena itu, pengobatan alternatif dengan menggunakan bahan dan tanaman herbal saat ini banyak digunakan. Bawang putih termasuk dalam familia Liliaceae merupakan tanaman herba parenial yang membentuk umbi lapis. Bawang putih sudah dikenal memiliki potensi medis dan dipercaya dapat berperan sebagai antifungi karena mengandung allicin didalamnya. Sedangkan bawang hitam merupakan bawang putih yang telah dipanaskan pada suhu 65-80ºC dengan kelembaban relatif 70-80% selama 30-40 hari tanpa perlakuan tambahan apapun. Bawang hitam memiliki sifat antibakteri lebih kuat, serta antioksidan dua kali lebih tinggi dibandingkan dengan bawang putih biasa karena mengandung S-allycysteine. Peneliti tertarik mengangkat judul penelitian ini dengan tujuan untuk menguji kemampuan ekstrak bawang putih dan bawang hitam pada konsentrasi 25%, 50%, 75%, dan 100% terhadap pertumbuhan Candida albicans. Penelitian ini mengunakan Rancangan Acak Lengkap dan menggunakan uji lanjut BNT dan didapatkan hasil bahwa bawang hitam terbukti lebih baik menghambat pertumbuhan Candida albicans.Kata kunci : antifungi, ekstrak bawang hitam, ekstrak bawang putih, Candida albicansABSTRACTInfectious diseases have become one of the biggest health problems. Giving antibiotics in the long term and done irrationally can cause new problems, namely the emergence of resistant pathogens. Therefore, alternative treatments using herbal materials and plants are now widely used. Garlic included in the familia Liliaceae is a parenial herbaceous plant that forms tuber bulbs. Garlic is already known to have medical potential and is believed to act as antifungal due to its allicin content. While the black onion is garlic that has been heated at a temperature of 65-80 º C with a relative humidity of 70-80% for 30-40 days without any additional treatment. Black onions have stronger antibacterial properties, as well as antioxidants two times higher than regular garlic as they contain S-allycysteine. Researchers are interested in raising the title of this study with the aim to test the ability of both extracts at concentrations of 25%, 50%, 75%, and 100% on the growth of Candida albicans. This study used Completely Randomized Design and using BNT advanced test showed that black onions proved to be better inhibiting the growth of Candida albicans.Key words ; antifungi, black garlic extract, garlic extract, Candida albicans
Pengaruh Perendaman Umbi dan Tepung Porang Dalam Sari Buah Belimbing Wuluh Terhadap Sifat Fisik dan Kadar Kalsium Oksalat Wardani, Ratih Kusuma; Handrianto, Prasetyo
Journal of Pharmacy and Science Vol. 4 No. 2 (2019): Journal of Pharmacy and Science
Publisher : Akademi Farmasi Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53342/pharmasci.v4i2.148

Abstract

ABSTRAKUmbi porang merupakan tanaman umbi-umbian yang banyak tumbuh di Indonesia khususnya di daerah Saradan Madiun Jawa Timur. Dalam pengolahan pascapanen, umbi porang diolah menjadi keripik dan tepung untuk memperpanjang waktu simpannya. Baik umbi maupun tepung porang masih mengandung kalsium oksalat dengan kadar yang cukup tinngi. Kalsium oksalat dapat menyebabkan rasa gatal pada lidah saat dikonsumsi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perendaman umbi dan tepung porang dalam larutan sari buah belimbing wuluh. Tepung porang yang direndam dalam larutan sari buah belimbing wuluh mengalami gelatinasi. Konsentrasi larutan sari buah belimbing wuluh mempengaruhi kadar kalsium oksalat pada umbi dan tepung porang. Penurunan kadar kalsium oksalat paling besar pada umbi dan tepung porang terjadi setelah sampel direndam larutan sari buah belimbing wuluh 7% v/v.Kata kunci: porang, kalsium oksalat, belimbing wuluh.ABSTRACTPorang tubers are a plant that widely grown in Indonesia, especially in the Saradan Madiun East Java. After harvesting process, porang tubers are processed into chips and flour to increase storage time. Both tubers and porang flour still contain high levels of calcium oxalate. Calcium oxalate can cause itching on the tongue when consumed. This study aims to determine the effect of soaking tubers and porang flour in Averrhoa bilimbi juice solution. Porang flour soaked in the Averrhoa bilimbi juice solution undergo gelatination. The concentration of Averrhoa bilimbi juice solution affected the calcium oxalate level in porang tuber and flour. The biggest decrease in calcium oxalate levels in porang tubers and porang flour occurred after the samples were soaked in 7% v/vAverrhoa bilimbijuice solution.Keywords: porang, calcium oxalate, averrhoa bilimbi.
Analisis Kandungan Logam Timbal pada Sediaan Kosmetik Bedak yang Beredar di Pasar Pengampon Surabaya Arifiyana, Djamilah; ., Ermayulis
Journal of Pharmacy and Science Vol. 4 No. 2 (2019): Journal of Pharmacy and Science
Publisher : Akademi Farmasi Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53342/pharmasci.v4i2.149

Abstract

ABSTRAKBedak merupakan salah satu sediaan kosmetik yang banyak dimiliki masyarakat dan merupakan kosmetik dasaratau lumrah dimiliki oleh wanita. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kandungan logam berat timbal dalam produk kosmetik bedak yang beredar di pasar Pengampon Surabaya. Sampel yang digunakan dipreparasi dengan destruksi basah menggunakan aqua regia. Dari kelima sampel bedak, secara keseluruhan sampel mengandung logam timbal, dan tiga diantara melebihi batas yang telah ditetapkan oleh BPOM RI (20 mg/kg). Sampel dengan kode BD1, BD2 dan BD5 dengan nilai cemaran timbal masing-masing sebesar 27,2746 mg/kg; 21,0297 mg/kg; dan 24,2015 mg/kg.Kata kunci: Logam berat, Timbal, Bedak, Aqua Regia, Spektrofotometer Serapan Atom (SSA)ABSTRACTPowder is one of the many cosmetic preparations and cosmetic standard or commonly owned by women. This study aims to analyze the content of lead heavy metals in powder cosmetic products circulating in Pengampon market Surabaya. The sample used was prepared by wet destruction using aqua regia. From five powder samples, the overall sample contained lead metal, of which three outweighed the limits set by the BPOM RI (20 mg/kg). Samples coded BD1, BD2 and BD5 had lead contamination values of 27,2746 mg/kg; 21,0297 mg/kg; and 24,2015 mg/kg, respectively.Key Words: Trace metal, Lead, Powder, Aqua Regia, Atomic Absorption Spectrophotometer (AAS)
Efektivitas Penggunaan Oral Antidiabetes Kombinasi Glimepiride Dengan Pioglitazone Pada Pasien Dibetes Mellitus Tipe 2 Mas Ulfa, Ninik; Arfiana, Nabila
Journal of Pharmacy and Science Vol. 5 No. 1 (2020): Journal of Pharmacy and Science
Publisher : Akademi Farmasi Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53342/pharmasci.v5i1.154

Abstract

Diabetes mellitus is a disorder of chronic metabolic syndrome from carbohydrates, lipids and fats resulting from the deficiency of insulin in the body so that it can cause hyperglycemia. Oral Antidiabetic and Insulin is pharmacological therapy that can control blood sugar levels. This study aims to observe the effectiveness of Glimepiride combination therapy with Pioglitazone in type 2 DM patients with fasting blood Glucose and blood Glucose 2 hour post prandial parameters compared to pre and post values. This research method is observational with retrospective data collection and data analyzed descriptively. The sample size was 30 type 2 DM patients who received therapy after 6 months. The results showed that there were significant differences between the value of fasting blood Glucose pre and fasting blood Glucose post and blood Glucose 2 hour post prandial pre and blood Glucose 2 hour post from statistical analysis using paired t-test, with a value of α = 0.00 smaller than α = 0.05. This shows that the combination of Glimepiride with Pioglitazone is effective in blood glucose control in type 2 DM patients. Keywords: Dibetes Mellitus, Oral Antidiabetic, Glimepiride, Piogliatzone
Analisis Kandungan Formalin pada Mie Basah Menggunakan Nash dengan Metode Spektrofotometri UV-Vis Yulianti, Cicik Herlina; Safira , Aldila Nur
Journal of Pharmacy and Science Vol. 5 No. 1 (2020): Journal of Pharmacy and Science
Publisher : Akademi Farmasi Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53342/pharmasci.v5i1.156

Abstract

Mie merupakan produk makanan yang banyak digemari masyarakat Indonesia. Salah satu jenis mie yang banyak diolah menjadi makanan adalah mie basah. Mie basah yaitu mie yang memiliki kandungan air cukup tinggi karena dalam pembuatannya mengalami proses perebusan sebelum dijual. Oleh sebab itu mie basah tidak dapat disimpan terlalu lama. Untuk mencegah mie berlendir dan tumbuhnya jamur maka produsen mie basah biasanya menambahkan pengawet kedalam adonan makanan. Akan tetapi adakalanya produsen menambahkan pengawet berbahaya, salah satunya adalah formalin. Pada penelitian sebelumnya telah ditemukan pemakaian formalin sebagai pengawet pada mie basah. Formalin adalah bahan kimia yang berbahaya bagi kesehatan dan juga dilarang penggunaannya sebagai bahan tambahan makanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan formalin pada mie basah di pasar Wonokusumo dengan menggunakan metode analisis kualitatif dan kuantitatif menggunakan spektrofotometri dengan reagen nash. Hasil penelitian menunjukkan sampel mie basah dari Pasar Wonokusumo Kota Surabaya yang tidak mengandung formalin dijual oleh tiga pedagang (A, D, dan E) dan dua pedagang (B dan C) diketahui menjual mie basah mengandung formalin. Rata – rata kandungan formalin pada sampel mie basah yang diperoleh dari pedagang B sebesar 257,596 mg/kg dan pedagang C sebesar 320,884 mg/kg. Kata kunci: mie basah, formalin, nash, spektrofotometri UV-Vis
Karakteristik Kimia dan Fisik Teh Hijau Kombucha pada Waktu Pemanasan yang Berbeda Lestari, Kinanti Ayu Puji; Sa’diyah, Lailatus
Journal of Pharmacy and Science Vol. 5 No. 1 (2020): Journal of Pharmacy and Science
Publisher : Akademi Farmasi Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53342/pharmasci.v5i1.158

Abstract

Waktu fermentasi berpengaruh terhadap derajat keasaman dan sifat fisik minuman kombucha. Semakin lama proses fermentasi maka diasumsikan pH dari minuman kombucha akan semakin rendah Tujuan utama dari proses pemanasan dalam industri makanan adalah untuk pengawetan. Selama proses pemanasan, aktivitas mikroba akan berkurang, mencegah adanya pertumbuhan dari mikroba serta mencegah terjadinya reaksi kimia yang tidak diinginkan. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh lama pemanasan terhadap karakteristik fisik minuman kombucha teh hijau. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap bertujuan untuk mengetahui karakteristik fisik yang meliputi nilai pH, warna, aroma dan rasa dari minuman kombucha setelah pemanasan pada waktu pemanasan yang berbeda
Pengaruh Lama Pemanasan Terhadap Nilai ALT Bakteri Teh Kombucha Sadiyah, Lailatus; Puji Lestari, Kinanti Ayu
Journal of Pharmacy and Science Vol. 5 No. 1 (2020): Journal of Pharmacy and Science
Publisher : Akademi Farmasi Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53342/pharmasci.v5i1.159

Abstract

ABSTRAK Kombucha adalah minuman teh yang difermentasi oleh simbiosis koloni bakteri dan yeast. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efek lama pemanasan dalam menghambat jumlah bakteri teh kombucha paska pemanasan. Lama pemanasan digunakan untuk menghasilkan minuman kombucha yang bebas fermentasi berkelanjutan. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan faktor yaitu lama pemanasan 3 menit dan 5 menit kombucha pasca fermentasi. Analisis yang dilakukan meliputi nilai Angka Lempeng Total bakteri. Berdasarkan data yang didapatkan menyatakan bahwa lama pemanasan berpengaruh terhadap perubahan nilai Angka Lempeng Total bakteri kombucha. Kata kunci: kombucha, lama pemanasan

Page 6 of 14 | Total Record : 135