cover
Contact Name
Ilil Maidatuz Zulfa
Contact Email
pharmasci@akfarsurabaya.ac.id
Phone
+6285731833263
Journal Mail Official
pharmasci@akfarsurabaya.ac.id
Editorial Address
Akademi Farmasi Surabaya Jl. Ketintang Madya No. 81 Surabaya, Jawa Timur, Indonesia.
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Journal Pharmasci (Journal of Pharmacy and Science)
ISSN : 25276328     EISSN : 25493558     DOI : https://doi.org/10.53342/pharmasci
Core Subject : Health, Science,
Journal of Pharmacy and Science (Pharmasci) publishes full-length original articles and reviews. The scope of the journal is pharmaceutical and basic science, including its research and application. The editors, therefore, welcome contributions on the following topics: 1. Clinical pharmacy 2. Pharmacology and Toxicology 3. Community pharmacy 4. Dosage forms formulation 5. Pharmaceutics 6. Pharmacognosy 7. Natural product 8. Biology and Microbiology 9. Pharmaceutical Chemistry 10. Applied physics
Articles 135 Documents
Pemberian POC (Pupuk Organik Cair) Air Limbah Tempe dan Limbah Buah Pepaya (Carica papaya L.) terhadap Pertumbuhan dan Produktivitas Tanaman Pakcoy (Brassica rapa L.) Pramushinta, Intan Ayu Kusuma; Yulian, Rosalia
Journal of Pharmacy and Science Vol. 5 No. 1 (2020): Journal of Pharmacy and Science
Publisher : Akademi Farmasi Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53342/pharmasci.v5i1.162

Abstract

Dalam bidang pertanian terjadi kerusakan lingkungan termasuk kerusakan tanah karena penggunaan pupuk kimia secara berlebihan. Limbah merupakan kasus pencemaran lingkungan yang dapat menimbulkan permasalahan lingkungan dan memburuknya kesehatan bagi masyarakat, hal ini diakibatkan oleh limbah cair yang didapat dari berbagai kegiatan industri, terutama pada industri pangan karena menyisakan unsur-unsur yang langsung terbuang. Pemanfaatan berbagai limbah menjadi pupuk organik merupakan salah satu upaya untuk mengatasi masalah pencemaran lingkungan. Air limbah tempe dan buah pepaya merupakan salah satu limbah produksi yang memiliki kandungan organik tinggi juga mengandung unsur hara makro dan mikro yang berpotensi memperbaiki struktur tanah dan membantu proses pertumbuhan tanaman. Sehingga dibuatlah pemanfaatan limbah tersebut dalam bentuk Pupuk Organik Cair yang diaplikasikan pada tanaman Pakcoy (Brassica rapa L.). Peneliti mengangkat judul ini dengan tujuan untuk menguji pengaruh kedua limbah pada konsentrasi PO (0%), P1(10%), P2 (20%), dan P3 (30%) terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman pakcoy. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) kemudian dilanjutkan uji ANOVA, uji LSD/BNT, dan uji Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa POC air limbah tempe dan limbah buah pepaya berpengaruh terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman pakcoy. Konsentrasi yang memberikan hasil optimal adalah 30%. Kata kunci: Pupuk Organik Cair, limbah, air limbah tempe, buah pepaya, pakcoy
Pengaruh Pemberian Edukasi terhadap Pengetahuan Complementary Alternative Medicine (CAM) Pada Penderita HIV Yayasan Kanti Sehati Sejati Kota Jambi Permatasari , Jelly; Meirista, Indri; Mawaddah, Nadiatul
Journal of Pharmacy and Science Vol. 5 No. 1 (2020): Journal of Pharmacy and Science
Publisher : Akademi Farmasi Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53342/pharmasci.v5i1.163

Abstract

HIV/AIDS adalah masalah kesehatan masyarakat yang memerlukan perhatian yang serius dari pemerintah. Selain pengobatan terapi konvensional, orang dengan HIV/AIDS sering menggunakan pengobatan alternatif dan komplementer (CAM) untuk meningkatkan kualitas kesehatan. Pengobatan alternative dan komplementer (CAM) menggunakan bahan-bahan alami, tidak hanya terbatas pada tumbuhan herbal, tetapi juga mencakup penggunaan vitamin dan mineral alam lainnya. Dibandingkan pengobatan konvensional pengobatan terapi CAM lebih aman untuk digunakan karena tidak menimbulkan efek samping yang serius. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh pemberian edukasi CAM pada ODHA di Yayasan Kanti Sehati Sejati Kota Jambi. Penelitian ini merupakan penelitian quasi eksperimental jenis one group pretest-posttest dan merupakan jenis penelitian deskriptif kuantitatif dengan pengambilan data secara prospektif. Didapat 35 ODHA yang menjadi responden pada penelitian ini dan terdaftar sebagai anggota di Yayasan Kanti Sehati Sejati Kota Jambi. Data Hasil penelitian mengenai karakteristik demografi dan pengetahuan CAM diperoleh dari kuisioner yang diberikan sebelum dan sesudah diberikan edukasi dan dibuktikan dengan uji paired T test sehingga diperoleh nilai signifikansi ≤ 0,05. Hal ini menunjukkan adanya pengaruh edukasi terhadap pengetahuan CAM pada penderita HIV. Kata kunci : Pengobatan Alternatif dan Komplementer, CAM, HIV/AIDS.
Efektivitas Ekstrak Rimpang Pacing (Costus speciosus), Daun Srikaya (Annona squamosa L.) dan Ekstrak Kombinasinya Terhadap Penurunan Jumlah Folikel Tersier dan Folikel De Graff Pada Mencit Betina (Mus musculus) Ajiningrum, Purity Sabila; Amilah, Susie; Widyaningtyas, Prafikka Galuh
Journal of Pharmacy and Science Vol. 5 No. 1 (2020): Journal of Pharmacy and Science
Publisher : Akademi Farmasi Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53342/pharmasci.v5i1.164

Abstract

Salah satu cara menanggulangi pertumbuhan penduduk yang tidak terkendali adalah dengan penggunaan kontrasepsi melalui program Keluarga Berencana (KB). Kontrasepsi yang beredar kebanyakan merupakan kontrasepsi sintetis yang memiliki risiko terhadap kesehatan pemakainya. Alternatif lain yang dapat digunakan sebagai kontrasepsi dengan efek samping tidak berbahaya yaitu memanfaatkan tanaman obat yang mengandung senyawa antifertilitas. Beberapa tanaman yang mengandung senyawa antifertilitas yaitu srikaya (Annona squamosa L.) dan pacing (Costus speciosus (Koen.). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ekstrak rimpang pacing dan daun srikaya terhadap jumlah folikel tersier dan folikel de graff pada mencit betina. Penelitian ini adalah penelitian eksperimental menggunakan Metode analisis uji F (anova) satu arah dengan percobaan rancangan acak lengkap (RAL). Penurunan jumlah folikel tersier terbaik adalah pada pemberian ekstrak daun srikaya pada dosis 250 mg/kg BB. Pada folikel de graff, perlakuan terbaik adalah pada pemberian ekstrak daun srikaya dosis 250 mg/kg BB dan pemberian ekstrak kombinasi ekstrak rimpang pacing dan daun srikaya yaitu pada pemberian dosis 125:125 mg/kg BB. Penurunan jumlah folikel tersier dan folikel de graff juga dapat disebabkan karena adanya kandungan bahan aktif yang ada didalam rimpang pacing dan daun srikaya. Penurunan jumlah folikel pada tiap-tiap perlakuan juga dipengaruhi banyaknya dosis yang diberikan sehingga semakin banyak jumlah dosis yang diberikan, maka semakin sedikit jumlah folikel yang terbentuk.
Potensi Ekstrak Daun Sawo Manila (Manilkara zapota) Dan Daun Sawo Kecik (Manilkara kauki) Terhadap Zona Hambat Pertumbuhan Candida albicans Susie Amilah; Ajiningrum, Purity Sabila; Airin Aisyah
Journal of Pharmacy and Science Vol. 5 No. 2 (2020): Journal of Pharmacy and Science
Publisher : Akademi Farmasi Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53342/pharmasci.v5i2.166

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui potensi dan konsentrasi terbaik dari ekstrak daun sawo manila (Manilkara zapota) dan daun sawo kecik (Manilkara kauki) terhadap zona hambat pertumbuhan Candida albicans. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan metode difusi cakram dan dilakukan di Laboratorium Mikrobiologi Fakultas MIPA Universitas PGRI Adi Buana Surabaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak daun sawo manila (Manilkara zapota) dan daun sawo kecik (Manilkara kauki) berpotensi dalam menghambat pertumbuhan Candida albicans. Ekstrak daun sawo manila (Manilkara zapota) yang terbaik dalam menghambat pertumbuhan Candida albicans yaitu pada konsentrasi 80% dengan diameter zona hambat 1,62 mm. Ekstrak daun sawo kecik (Manilkara kauki) yang terbaik dalam menghambat pertumbuhan Candida albicans yaitu pada konsentrasi 80% dengan besar zona hambat 3,96 mm.
Kandungan Senyawa Kimia Daun Waru (Hibiscus tiliaceus) di Kawasan Lingkar Timur Sidoarjo Surahmaida; Rachmawati, Amelinda; Handayani, Elia
Journal of Pharmacy and Science Vol. 5 No. 2 (2020): Journal of Pharmacy and Science
Publisher : Akademi Farmasi Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53342/pharmasci.v5i2.167

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kandungan senyawa kimia yang terkandung dalam daun waru (Hibiscus tiliaceus) yang diekstrak menggunakan dua pelarut yang berbeda (metanol dan etanol 96%). Metode penelitian ini meliputi ekstraksi secara maserasi dan uji skrining senyawa kimia menggunakan reagen kimia. Didapatkan hasil bahwa daun jarak pagar yang diekstrak menggunakan pelarut metanol dan etanol 96% mengandung senyawa alkaloid, tannin, saponin, dan flavonoid. Dapat disimpulkan bahwa senyawa kimia yang terkandung dalam daun waru relevan bagi kesehatan manusia.
Pengaruh Rasio Karbomer dan HPMC Terhadap Karakteristik dan Stabilitas Fisik Emulgel Minyak Ikan Salmon Rakhma, Dita Nurlita; Najih, Yuli Ainun; Eka Pratiwi, Fadhilah
Journal of Pharmacy and Science Vol. 5 No. 2 (2020): Journal of Pharmacy and Science
Publisher : Akademi Farmasi Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53342/pharmasci.v5i2.171

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh rasio gelling agent Karbomer dan HPMC terhadap karakteristik dan stabilitas fisik emulgel minyak ikan salmon. Pada penelitian ini digunakan minyak ikan salmon sebagai bahan aktif karena mengandung Omega-3 yaitu EPA dan DHA yang berkhasiat sebagai antiiflamasi secara topikal. Rasio karbomer:HPMC yang digunakan yaitu 2:0 (FI), 0:2 (FII), 0,5 :1,5 (FIII) dan 1:1 (FIV). Pengujian yang dilakukan meliputi pH, viskositas, dan daya sebar. Pengujian stabilitas fisik yang dilakukan meliputi uji sentrifugasi dan cycling test. Pada uji pH diperoleh hasil semua formula memenuhi rentang pH kulit. Pada pengukuran viskositas dan daya sebar terdapat perbedaan bermakna pada masing-masing formula (p<0,05) dimana FI memiliki viskositas yang paling tinggi dan untuk uji daya sebar menunjukkan bahwa FII mempunyai nilai daya sebar paling tinggi. Pada uji stabilitas fisik baik uji cycling test maupun sentrifugasi menunjukkan bahwa perbedaan rasio gelling agent tidak memberikan pengaruh terhadap stabilitas fisik emulgel minyak ikan salmon pada FI, FIII, dan FIV. Namun memberikan pengaruh pada FII dengan rasio gelling agent Karbomer:HPMC (0:2) yang ditunjukkan dengan pemisahan fase pada uji sentrifugasi. Dari hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa perbedaan rasio gelling agent karbomer:HPMC memberikan pengaruh terhadap karakter dan stabilitas fisik emulgel minyak ikan salmon.
Analisis Pengaruh Suhu Simulan Pangan Terhadap Migrasi Formalin Dari Piring Melamin Yulianti, Cicik Herlina
Journal of Pharmacy and Science Vol. 5 No. 2 (2020): Journal of Pharmacy and Science
Publisher : Akademi Farmasi Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53342/pharmasci.v5i2.173

Abstract

Produk piring melamin merupakan salah satu jenis produk kemasan pangan yang banyak digunakan saat ini. Produk piring melamin banyak diminati karena memiliki kelebihan antara lain ringan, tidak mudah pecah, berwarna-warni, desain menarik, dan harganya terjangkau. Akan tetapi semakin meningkatnya penggunaan produk piring melamin, masyarakat harus mewaspadai beredarnya produk piring melamin yang mutunya kurang baik. Piring melamin dapat membahayakan kesehatan jika digunakan untuk makanan bersuhu tinggi, karena dapat memicu terlepasnya formalin dari peralatan makan melamin ke dalam tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh suhu simulan pangan terhadap migrasi formalin dari piring melamin dan untuk mengetahui suhu makanan yang aman bagi peralatan makan melamin. Metode yang digunakan untuk mengetahui kadar formalin terekstrak dari piring melamin menggunakan SNI 7322:2008, dengan pereaksi Nash sebagai pereaksi ujinya. Hasil dari penelitian ini adalah suhu simulan pangan berpengaruh terhadap kadar formalin terekstrak dari piring melamin. Makin tinggi suhu simulan semakin besar kadar formalin yang terekstrak. Pada suhu simulan pangan 25°C, menghasilkan kadar formalin terekstrak dengan range sebesar 0,0732 - 0,609 ppm. Pada suhu simulan pangan 60°C, menghasilkan kadar formalin terekstrak dengan range sebesar 0,756 - 6,903 ppm. Pada suhu simulan pangan 80°C, menghasilkan kadar formalin terekstrak dengan range sebesar 2,707 - 206,58 ppm. Pada suhu simulan pangan 100°C, menghasilkan kadar formalin terekstrak dengan range sebesar 6,536 - 855,6 ppm. Suhu makanan yang aman untuk semuan jenis piring melamin baik yang foodgrade amaupun non foodgrade adalah suhu 25°C karena kadar formalin terekstrak yang dihasilkan kurang dari 3 ppm.
Formulation Sunscreen Emulgel of Sweet Potatoes Leaves Extract (Ipomoea batatas (L.)) Antin-3 Variety Dipahayu, Damaranie
Journal of Pharmacy and Science Vol. 5 No. 2 (2020): Journal of Pharmacy and Science
Publisher : Akademi Farmasi Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53342/pharmasci.v5i2.174

Abstract

Ultraviolet radiation intensively causes oxidation and premature skin aging. UV B radiation causes sunburn and pigmentation. Sunscreen is used to protect the skin due to excessive sun UV exposure. The purpose of this study was to determine the physical characteristics and SPF value of emulgel containing purple sweet potatoes leaves extract (Ipomoea batatas (L.)) Antin-3 variety. Determination of the SPF value using the UV-VIS spectrophotometer method. Both of Antin-3 emulgel and base emulgel were not show phase separation after mechanically tested. Their not only had a homogeneous and soft consistency but also fresh on the skin. Antin-3 emulgel had a light brown colour and leaves extract scent while base emulgel had a white colour and base scent. Spread capacity and pH value of Antin-3 emulgel and base emulgel in a row were 3.6 cm; 6.28 and 3.2 cm; 6.41. SPF value of Antin-3 emulgel was 6.50 and base emulgel was 1.17. Antin-3 emulgel have extra potency to protect against UV B radiation.
Pelaksanaan Standar Pelayanan Kefarmasian di Apotek Kabupaten Pamekasan Tahun 2020 Ach Faruk Alrosyidi; Kurniasari, Septiana
Journal of Pharmacy and Science Vol. 5 No. 2 (2020): Journal of Pharmacy and Science
Publisher : Akademi Farmasi Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53342/pharmasci.v5i2.180

Abstract

Paradigma pelayanan kefarmasian telah berubah orientasinya dari pengelolaan obat menjadi pelayanan yang komprehensif ke pasien. Standar pelayanan farmasi di apotek disusun dalam Permenkes nomor 73 Tahun 2016 sebagai pedoman bagi tenaga kefarmasian dalam menyelenggarakan pelayanan kefarmasian di apotek. Penelitian ini dilakukan di Kabupaten Pamekasan dengan tujuan untuk mengetahui gambaran pelaksanaan standar pelayanan kefarmasian di apotek di daerah Kabupaten Pamekasan. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan teknik survei menggunakan kuisioner. Survei menggunakan kuisioner dengan teknik convenience sampling. Instrumen dikembangkan berdasarkan Permenkes nomor 73 tahun 2016. Metode analisis data dilakukan secara deskriptif untuk melihat distribusi pelaksanaan standar pelayanan kefamasian di Kabupaten Pamekasan. Hasil menunjukkan bahwa pengelolaan sediaan farmasi, alkes dan BMHP di Apotek Pamekasan dilakukan oleh apoteker dan dibantu oleh TTK, beberapa kegiatan dilakukan oleh TTK dibawah tanggung jawab apoteker. Dalam pelaksanaan standar pelayanan farmasi klinis, ada beberapa kegiatan yang mayoritas belum dilaksanakan di spotek Pamekasan yaitu dokumentasi pelayanan informasi obat, dokumentasi konseling, Pelayanan Kefarmasian di rumah, dokumentasi pelayanan kefarmasian di rumah, pemantauan Terapi Obat (PTO), dokumentasi pemantauan terapi obat, dan monitoring efek samping obat.
Formulasi  Krim Epigallocatechin gallate Sebagai Anti Aging Nailufa, Yuyun; Ainun Najih, Yuli
Journal of Pharmacy and Science Vol. 5 No. 2 (2020): Journal of Pharmacy and Science
Publisher : Akademi Farmasi Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53342/pharmasci.v5i2.186

Abstract

Penuaan dini merupakan masalah besar bagi seorang wanita. Penuaan dini dapat menimbulkan rasa kurang percaya diri. Tanda – tanda penuaan dini diantaranya adalah munculnya bintik-bintik hitam, muncul garis halus, pori-pori terlihat mulai membesar, kusam, wajah terasa kasar, mata berubah bentuk, kulit wajah mengendur bahakan bisa terjadi perubahan warna kulit. Banyak faktor yang dapat memicu terjadinya penuaan dini yaitu paparan sinar matahari yang berlebih, posisi tidur, konsumsi makanan dan minuman yang tidak sehat, kulit kurang istirahat karena selalu memakai make up, stres, kurang tidur dan genetik. Penuaan dini dapat dicegah dengan menggunakan kosmetik anti aging. Salah satu zat yang dapat digunakan sebagai anti aging adalah epigallocatechin gallate. Epigallocatechin gallate merupakan senyawa dari bahan alam yang memiliki aktivitas sebagai antioksidan. Aktivitas antioksidan epigallocatechin gallate lebih tinggi daripada vitamin C dan vitamin E. Epigallocatechin gallate merupakan antioksidan yang tinggi (100 kali vitamin C atau 25 kali vitamin E). Penelitian ini bertujuan untuk memformulasi krim anti aging dengan bahan aktif epigallocatechin gallate dengan konsentrasi basis krim yang berbeda sehingga didapatkan krim anti aging dengan karakteristik fisik yang optimal. Basis krim merupakan bahan eksipien utama dalam membentuk konsistensi sediaan krim. Pada penelitian ini basis krim yang digunakan adalah lexemul CS-20 dimana basis krim ini mengandung kombinasi 2 basis krim yaitu cetearyl alcohol dan ceteareth-20). Peneliti berharap dengan hanya menggunakan satu bahan saja mampu memberikan hasil yang optimal. Pada penelitian ini ingin mengetahui pengaruh konsentrasi basis krim terhadap karakteristik fisik krim epigallocatechin gallate. Konsentrasi basis krim yang digunakan adalah 10%, 15% dan 20%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa formula F1, F2 dan F3 secara organoleptis sama yatu berwarna putih dan homogen, hanya pada formula F1 sedikit encer . Berdasarkan hasil uji pH pada formula F1, F2 dan F3 memberikan hasil yang tidak berbeda bermakna. Semua formula adalah krim dengan tipe emulsi minyak dalam air. Semakin tinggi konsentrasi basis krim memberikan nilai viskositas yang lebih tinggi, sebaliknya semakin tinggi konsentrasi basis krim daya sebar krim semakin kecil. Berdasarkan uji stabilitas dengan metode sentrifugasi terlihat formula F1 tidak stabil karena sediaan memisah menjadi 2 fase, sedangkan pada formula F2 dan F3 sediaan tidak memisah (stabil).

Page 7 of 14 | Total Record : 135