cover
Contact Name
Ilil Maidatuz Zulfa
Contact Email
pharmasci@akfarsurabaya.ac.id
Phone
+6285731833263
Journal Mail Official
pharmasci@akfarsurabaya.ac.id
Editorial Address
Akademi Farmasi Surabaya Jl. Ketintang Madya No. 81 Surabaya, Jawa Timur, Indonesia.
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Journal Pharmasci (Journal of Pharmacy and Science)
ISSN : 25276328     EISSN : 25493558     DOI : https://doi.org/10.53342/pharmasci
Core Subject : Health, Science,
Journal of Pharmacy and Science (Pharmasci) publishes full-length original articles and reviews. The scope of the journal is pharmaceutical and basic science, including its research and application. The editors, therefore, welcome contributions on the following topics: 1. Clinical pharmacy 2. Pharmacology and Toxicology 3. Community pharmacy 4. Dosage forms formulation 5. Pharmaceutics 6. Pharmacognosy 7. Natural product 8. Biology and Microbiology 9. Pharmaceutical Chemistry 10. Applied physics
Articles 135 Documents
Rasionalitas Penggunaan Antibiotik Pada Pasien Infeksi Saluran Pernafasan Rawat Jalan di Puskesmas Sungai Abang Kabupaten Tebo Tahun 2018 Dewi, Rasmala; Sutrisno , Deny; Fernando, Febri
Journal of Pharmacy and Science Vol. 5 No. 2 (2020): Journal of Pharmacy and Science
Publisher : Akademi Farmasi Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53342/pharmasci.v5i2.188

Abstract

Infeksi saluran pernafasan adalah penyebab utama morbiditas dan mortalitas penyakit menular di dunia. Terapi pengobatan pada penyakit infeksi saluran pernafasan terdiri dari pemberian antibiotik dan pengobatan simtomatis. Keberhasilan terapi sangat tergantung pada penggunaan antibiotik secara rasional yang tepat dan bijak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ketepatan penggunaan antibiotik pada pasien infeksi saluran pernafasan rawat jalan di Puskesmas Sungai Abang Kabupaten Tebo dengan parameter yang meliputi tepat indikasi obat, tepat pasien, tepat dosis obat, dan interaksi obat. Penelitian ini merupakan penelitian observasional bersifat deskriptif dengan pengambilan data secara retrospektif dengan sampel meliputi seluruh pasien penderita infeksi saluran pernafasan rawat jalan di Puskesmas Sungai Abang Kabupaten Tebo tahun 2018 yang memenuhi kriteria inklusi. Pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling. Rasionalitas penggunaan antibiotik pada pasien infeksi saluran pernafasan rawat jalan tahun 2018 berdasarkan analisa kualitatif yang telah dilakukan di Puskesmas Sungai Abang Kabupaten Tebo, didapat tepat indikasi obat sebesar 81,73%, tepat pasien sebesar 100%, tepat dosis obat sebesar 92,31%, dan kejadian interaksi obat antibiotik sebanyak 13 kejadian. Berdasarkan 104 data rekam medik pasien di Puskesmas Sungai Abang Kabupaten Tebo tahun 2018 masih ditemukan ketidakrasionalan dalam penggunaan antibiotik.
Uji In Vitro Interaksi Cefadroxil dengan Pisang dan Susu terhadap Bakteri Staphylococcus aureus dengan Metode Difusi Cakram Handayani, Widya; Dwi Aristyawan , Andhika; Ega Safitri, Octavia
Journal of Pharmacy and Science Vol. 5 No. 2 (2020): Journal of Pharmacy and Science
Publisher : Akademi Farmasi Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53342/pharmasci.v5i2.191

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya interaksi Cefadroxil dengan makanan dan minuman terhadap pertumbuhan bakteri Escherichia coli dan Staphylococcus aureus secara in vitro. Penelitian ini dilakukan secara eksperimental kualitatif . Sebagai kontrol positif digunakan antibiotik Cefadroxil 0,01%, kontrol negatif aquadest steril, dan sampel yang digunakan pisang dan susu. Terdapat 4 perlakuan yaitu konsentrasi 10%, 20%, 40%, dan 80% dengan tiga kali pengulangan menggunakan metode difusi cakram. Uji One Way Anova dan LSD memperoleh nilai p < α (0,05) sehingga menunjukkan adanya perbedaan zona hambat pertumbuhan Escherichia coli dan Staphylococcus aureus pada berbagai konsentrasi.
Hasil Responden Pengetahuan Masyarakat Terhadap Cara Pengolahan Temulawak (Curcuma Xanthorrhiza) dan Kencur (Kaemferia galanga) Sebagai Peningkatan Imunitas Selama COVID-19 dengan Menggunakan Kedekatan Konsep Program Leximancer Izazi, Farizah; Kusuma P, Astrid
Journal of Pharmacy and Science Vol. 5 No. 2 (2020): Journal of Pharmacy and Science
Publisher : Akademi Farmasi Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53342/pharmasci.v5i2.192

Abstract

Covid-19 merupakan salah satu virus yang sedang melanda di seluruh dunia. Banyak pasien COVID-19 yang terinfeksi dikarenakan imunitas yang rendah. Faktor yang mempengaruhi sistem imun adalah genetik, fisiologis, stress, usia, hormon, olahraga, kurangnya istirahat, nutrisi yang tidak terpenuhi, dan terpaparnya dengan zat yang berbahaya misalnya radioaktif, rokok, pestisida, bahan kimia yang lainnya ataupun alcohol. Salah satu bentuk yang dapat dilakukan untuk menangani COVID-19 adalah dengan meningkatkan imunitas. Meningkatkan imunitas dengan mengkonsumsi obat yang berasal dari bahan alam atau dikenal sebagai OMAI (Obat Modern Asli Indonesia). Salah satu bentuk OMAI adalah (Curcuma Xanthorrhiza) dan kencur (Kaemferia galanga). Kedua bahan tersebut dapat digunakan apabila cara pengolahannya baik dan benar. Oleh karenanya dilakukan penelitian terkait pemahaman masyarakat cara pengolahan kedua OMAI tersebut. Hasil data leximancer 4.51 menunjukkan masyarakat belum memahami cara pengolahan yang baik dan benar untuk sediaan serbuk instan ataupun sediaan yang lainnya sedangkan untuk sediaan siap minum (larutan) masyarakat sebagian besar memahami dengan baik dan benar cara pengolahannya. Hal ini juga di sebabkan karena masyarakat masih banyak yang belum menjumpai sediaan selain larutan. Dari hasil ini dapat disimpulkan bahwa perlu adanya pendekatan kepada masyarakat terkait cara pengolahan bentuk sediaan yang lainnya seperti bentuk sediaan serbuk instan, lozenges, dan kapsul.
Penggunaan Antibiotik Restriksi Pada Pasien Apendiks Akut, Batu Ginjal dan Cedera Kepala Ringan (CKR) di Bangsal Bedah RSUD H. Abdul Manap Kota Jambi Periode 2017-2019 Andriani, Yuni; Rahmadevi; Fauziah, Wiwin
Journal of Pharmacy and Science Vol. 6 No. 1 (2021): Journal of Pharmacy and Science
Publisher : Akademi Farmasi Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53342/pharmasci.v6i1.194

Abstract

Tingginya prevalensi penyakit infeksi di Indonesia menyebabkan penggunaan antibiotik meningkat. Penggunaan antibiotik yang tidak tepat dapat menyebabkan terjadinya resiko terhadap resistensi antibotik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persentase penggunaan antibiotik restriksi pada pasien apendiks akut, batu ginjal dan cedera kepala ringan (CKR) di bangsal bedah Rumah Sakit Umum Daerah H. Abdul Manap Kota Jambi periode 2017 – 2019. Penelitian ini merupakan penelitian observasional yang di analisa secara deskriptif dengan pengambilan data secara retrospektif pada rekam medis pasien apendiks akut, batu ginjal dan CKR yang mendapat terapi antibiotik sesuai dengan kriteria inklusi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dari 117 pasien didapatkan sebanyak 36 sampel yang memenuhi kriteria inklusi. Persentase penggunaan antibiotik restriksi terbanyak adalah ciprofloxacin (21,3%) sedangkan levofloxacin (9,4 %). Persentase antibiotik restriksi pada diagnosa apendiks akut yaitu (29%) di tahun 2017, (28%) tahun 2018 dan (31%) tahun 2019 pasien, untuk diagnosa batu ginjal (42%) tahun 2017, (54%) tahun 2018 dan (50%) tahun 2019, sedangkan diagnosa CKR (22%) tahun 2017, (16%) tahun 2018 dan (18%) tahun 2020. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan penggunaan antibiotik terbanyak adalah ciprofloxacin 21,3%, persentase penggunaan antibiotik restriksi pada diagnosa apendiks akut, batu ginjal dan CKR terjadi peningkatan dan penurunan.
Profil Penggunaan Antibiotik pada Pasien Pediatri Rawat Inap di Bangsal Anak dengan Diagnosis Bronkopneumonia di RSUD Raden Mattaher Jambi Periode 2017-2018 Deti Florentina; Rasmala Dewi; Deny Sutrisno
Journal of Pharmacy and Science Vol. 6 No. 1 (2021): Journal of Pharmacy and Science
Publisher : Akademi Farmasi Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53342/pharmasci.v6i1.195

Abstract

Bronkopneumonia adalah radang paru-paru yang mengenai satu atau beberapa lobus paru-paru yang ditandai dengan adanya bercak-bercak infiltrat yang disebabkan oleh bakteri, virus dan jamur Penyakit ini pada negara berkembang hampir 30% pada anak-anak di bawah umur 5 tahun dengan resiko kematian yang tinggi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui penggunaan antibiotik pasien pediatri dengan diagnosis bronkopneumonia di RSUD Raden Mattaher Jambi terdiri dari aspek tepat dosis, tepat indikasi, tepat pasien, tepat interval waktu pemberian dan tepat durasi penggunaan antibiotik. Metode penelitian ini bersifat deskriptif dengan pengambilan data secara retrospektif terhadap data rekam medik pasien bronkpneumonia yang memenuhi kriteria inklusi. Hasil penelitian ini didapati sebanyak 34 pasien bronkopneumonia umumnya telah rasional dalam parameter tepat dosis (82,35%), tepat indikasi (100%), tepat pasien (100%), dan tepat interval waktu pemberian (100%).
Kaitan Pengetahuan dengan Respon Pengunjung Apotek terhadap Penolakan Pelayanan Pengobatan Mandiri dengan Antibiotik Lubada, Eziah Ika; Zulfa, Ilil Maidatuz; Putri, Octavia Eka
Journal of Pharmacy and Science Vol. 6 No. 1 (2021): Journal of Pharmacy and Science
Publisher : Akademi Farmasi Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53342/pharmasci.v6i1.196

Abstract

Pengobatan mandiri dengan antibiotik masih menjadi masalah di masyarakat Indonesia dimana sebagian besar sumber perolehan antibiotik adalah apotek. Beberapa apotek mungkin menolak memberikan antibiotik tanpa resep, namun angka pengobatan mandiri masih susah ditekan. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan pengetahuan dan respon pengunjung apotek terhadap penolakan pelayanan antibiotik tanpa resep. Studi cross sectional di lakukan di Apotek Daerah Kebonsari Surabaya pada Januari-Februari 2020 menggunakan kuisioner untuk mengukur pengetahuan pengunjung apotek tentang antibiotik dan mengobservasi respon mereka apabila apotek menolak memberikan antibiotik tanpa resep. Pengetahuan responden diklasifikasikan menjadi tiga tingkatan dan dianalisis kaitannya dengan bentuk respon yang dipilih menggunakan Fisher exact test. Sebanyak 82 responden dilibatkan dalam penelitian dimana 64,63% berpengetahuan baik tentang antibiotik dan sisanya berpengetahuan cukup dan sebanyak 75,60% pernah melakukan pengobatan mandiri dengan antibiotik. Tidak terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan dengan pengalaman pengobatan mandiri antibiotik (p-value 0,068) namun tingkat pengetahuan tentang antibiotik berkorelasi dengan respon ketika mengalami penolakan pelayanan antibiotik tanpa resep (p-value 0,049). Responden yang berpengetahuan baik terhadap antibiotik cenderung memilih periksa ke dokter sedangkan yang berpengetahuan cukup cenderung memilih pergi ke apotek lain yang masih memberikan antibiotik tanpa resep. Peningkatan edukasi serta penguatan penerapan regulasi antibiotik di komunitas masih sangat diperlukan guna menekan pengobatan mandiri dengan antibiotik
Uji Aktivitas Antibakteri Sargassum polycystum terhadap Bakteri Staphylococcus aureus Riwanti, Pramudita; Andayani, Rina; Trinanda, Lia
Journal of Pharmacy and Science Vol. 6 No. 1 (2021): Journal of Pharmacy and Science
Publisher : Akademi Farmasi Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53342/pharmasci.v6i1.199

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak etanol 96% Sargassum polycystumterhadap bakteri Staphylococcus aureus. S.polycystumdiperoleh dariDesa Cabbiya, Kecamatan Talango, Kabupaten Sumenep, Madurayang diekstraksi dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 96%. Penelitian ini dilakukan dengan 5 perlakuan dan 3 kali replikasi. Masing-masing perlakuan terdiri atas ekstrak etanol 96% rumput laut coklat S. polycystumdengan konsentrasi 10% b/v, 20% b/v, 40% b/v, 80% b/v dan 100% b/v, kontrol positif yang digunakan adalah kloramfenikol 0,1%, dan kontrol negatif yang digunakan adalah pelarut yaitu etanol 96% yang digunakan sebagai pelarut ekstrak. Uji antibakteri ekstrak etanol 96% S. polycystummengunakan metode sumuran dengan jumlah bakteri yang disesuaikan dengan standar kekeruhan Mc Farland. Data yang diperoleh dianalisis statistik SPSS dengan metode One-way ANOVA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol 96% rumput laut coklat S. polycystummempunyai aktivitas antibakteri terhadap S. aureus. Hasil pengukuran zona hambat yang diperoleh pada konsentrasi 10% sebesar 3,49 ± 3,55 mm; konsentrasi 20% sebesar 4,22 ± 3,91 mm; konsentrasi 40% sebesar 5,97 ± 5,09mm; konsentrasi 80% sebesar 8,41 ± 2,76 mm; dan konsentrasi 100% sebesar 11,07 ±0,07mm.
Skrining Fitokimia Senyawa Metabolit Sekunder Ekstrak Metanol Daun Jarak Pagar (Jatropha curcas) dengan GCMS Surahmaida; Umarudin; Rani, Agustin Widia; Dewi, Novicalia Citra
Journal of Pharmacy and Science Vol. 6 No. 1 (2021): Journal of Pharmacy and Science
Publisher : Akademi Farmasi Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53342/pharmasci.v6i1.202

Abstract

Jarak pagar (Jatropha curcas) merupakan tanaman dari suku Euphorbiaceae. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis senyawa kimia yang terkandung dalam daun jarak pagar (Jatropha curcas) menggunakan Gas Chromatography Mass Spectrometry (GCMS). Daun jarak pagar yang diperoleh dari daerah Sedati, Juanda Sidoarjo diekstrak menggunakan pelarut metanol. Lalu kedua ekstrak daun jarak pagar tersebut dianalisis menggunakan GCMS. Hasil penelitian menunjukkan ekstrak metanol daun jarak pagar mengandung 28 senyawa kimia dan kemudian dianalisis aktivitas biologisnya. Dapat disimpulkan bahwa daun jarak pagar banyak mengandung senyawa kimia yang memiliki aktivitas biologis untuk kesehatan
Polimorfisme COX-1 terhadap Agregasi Platelet pada Pasien Penyakit Jantung Koroner Wahab, Charliandri Saputra; Putranto, J. Nugroho Eko; Rochmawati, Ike Dhiah
Journal of Pharmacy and Science Vol. 6 No. 1 (2021): Journal of Pharmacy and Science
Publisher : Akademi Farmasi Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53342/pharmasci.v6i1.203

Abstract

Polimorfisme genetik COX-1 (Cyclooxygenase 1) menjadi salah satu faktor penyebab variasi respon terhadap agregasi platelet. Variasi tersebut dapat menimbulkan Coronary Arthery Disease (CAD) pada pasien penyakit jantung koroner (PJK). Penelitian ini dilakukan di RSUD Sidoarjo di Jawa Timur selama 1 bulan yaitu terhitung mulai bulan November hingga Desember 2017 dengan melibatkan 30 pasien. Metode penelitian yang digunakan yaitu Polymerase Chain Reaction (PCR) agar pemeriksaan polimorfisme COX-1 dan metode Light Transmittance Aggregometry (LTA) untuk pengukuran agregasi platelet. Dari 30 pasien yang terlibat dengan penelitian ini didapatkan jenis polimorfisme COX-1 homozygout (wild type) sebanyak 4 pasien dengan nilai bp pada kisaran rentang 233-243dan Heterozygot sebanyak 26 pasien dengan kisaran rentang 244-294. Analisis yang dilakukan agar mengetahui hubungan antara polimorfisme COX-1 terhadap agregasi platelet pada pasien PJK yaitu analisis inferensial, dimana diperoleh nilai p=0,423. Dari hasil uji analisis yang diperoleh, maka dapat diambil kesimpulan bahwa tidak hubungan antara polimorfisme COX-1 terhadap agrgasi platelet.
Perbandingan Uji Deteksi Formalin pada Makanan Menggunakan Pereaksi Antilin dan Rapid Tes Kit Formalin (Labstest) Yulianti, Cicik Herlina
Journal of Pharmacy and Science Vol. 6 No. 1 (2021): Journal of Pharmacy and Science
Publisher : Akademi Farmasi Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53342/pharmasci.v6i1.205

Abstract

Formalin sering disalahgunakan sebagai bahan pengawet makanan. Hal ini jelas merugikan masyarakat karena meskipun penggunaannya sedikit tapi dalam jangka panjang dapat berakibat buruk bagi kesehatan. Berbagai produk tes kit uji residu formalin ditawarkan di pasaran untuk memudahkan pihak yang berwenang, akademisi maupun masyarakat untuk mendeteksi kandungan formalin pada makanan dan minuman secara kualitatif. Untuk itu dibutuhkan suatu produk tes kit uji residu formalin yang dapat menguji keberadaan formalin pada makanan dengan cepat & akurat. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan batas deteksi residu formalin pada makanan menggunakan pereaksi Antilin dan Rapid Test Kit Formalin merk Labstest. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah menguji batas deteksi formalin pada larutan standar dengan variasi konsentrasi 0,01; 0,1; 1; 100 dan 1000 mg/L dan pada sampel makanan yang sebelumnya direndam dalam larutan standar formalin dengan konsentrasi tertentu menggunakan pereaksi Antilin dan Rapid Test Kit Formalin. Hasil pengujian dikatakan positif jika terjadi perubahan warna ungu baik pada larutan uji yang dideteksi dengan pereaksi Antilin maupun Rapid Test Kit Formalin. Berdasarkan intensitas warna yang ditunjukkan oleh larutan uji dapat disimpulkan bahwa pereaksi Antilin dapat mendeteksi larutan standar formalin dengan konsentrasi yang lebih rendah dari pada pereaksi Rapid Test Kit Formalin. Sedangkan pada pengujian formalin pada makanan, baik pereaksi Antilin maupun Rapid Test Kit Formalin memiliki batas deteksi yang sama

Page 8 of 14 | Total Record : 135