cover
Contact Name
Purniadi Putra
Contact Email
putrapurniadi@gmail.com
Phone
+6285252101729
Journal Mail Official
putrapurniadi@gmail.com
Editorial Address
Institut Agama Islam Sultan Muhammad Syafiuddin Sambas Kalimantan Barat
Location
Kab. sambas,
Kalimantan barat
INDONESIA
Jurnal Studi Islam Lintas Negara (Journal of Cross-Border Islamic Studies)
ISSN : 26864460     EISSN : 26865580     DOI : 10.27567
Core Subject : Economy, Education,
Jurnal Studi Islam Lintas Negara, merupakan jurnal yang mengangkat tema-tema tentang berbagai isu yang menyangkut umat Islam di dunia internasional. Baik secara sosial, budaya, pendidikan, ekonomi, maupun politik. Jurnal yang terbit enam bulan sekali ini di kelola oleh Pascasarjana Institut Agama Islam Sultan Muhammad Syafiuddin Sambas Kalimantan Barat. FOKUS DAN RUANG LINGKUP Journal of Cross Border Islamic Studies adalah jurnal peer-review dan open-access terkemuka, yang menerbitkan karya ilmiah, dan mengkhususkan diri dalam Pendidikan Islam dan Ekonomi Islam, mengkonsolidasikan kegiatan penelitian fundamental dan terapan dengan cakupan yang sangat luas. dan memiliki dampak yang signifikan dan kontribusi nyata bagi masyarakat luas, dunia praktis dan akademisi. Ini termasuk studi dan tinjauan yang dilakukan oleh tim multidisiplin dan penelitian yang mengevaluasi atau melaporkan hasil atau implementasi tim atau proses ilmiah secara umum. Jurnal ini berusaha untuk menarik audiens interdisipliner dan penulis yang berfokus pada penelitian dunia nyata. Materi Pendidikan Agama Islam Pendidik dan Siswa Pendidikan Agama Islam Metode Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Kurikulum Politik Pendidikan Agama Islam Filsafat Pendidikan Agama Islam Sejarah Pendidikan Agama Islam Budaya Lokal dalam Pendidikan Islam Materi Ekonomi Syariah Ekonomi Syariah Transnasional Pengembangan Ekonomi Syariah di daerah perbatasan negara Ekonomi syariah dalam dan luar negeri Tujuan utama Journal of Cross Border Islamic Studies adalah untuk mempublikasikan karya ilmiah di bidang pendidikan agama Islam. Penelitian yang dipublikasikan dapat mengambil model teoretis atau spekulatif serta statistik dan matematika untuk mempromosikan pemikiran interdisipliner dan untuk menyediakan platform bagi para sarjana untuk bertukar pengetahuan dari berbagai perspektif dan lokasi. Kontribusi diterima dari semua bidang dengan komentar yang relevan dan berwawasan tentang pendidikan Islam dan ekonomi Islam.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 35 Documents
Search results for , issue "Vol. 7 No. 2 (2025): Desember" : 35 Documents clear
Regulasi dan Perundang-Undangan Pendidikan Agama Islam di Sekolah Zulkiflih, Mohammad; Effendy, Hafid
CBJIS: Cross-Border Journal of Islamic Studies Vol. 7 No. 2 (2025): Desember
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, IAI Sultan Muhammad Syafiuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37567/cbjis.v7i2.4659

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya kesenjangan antara landasan regulasi dengan implementasi yang belum optimal dalam penyelenggaraan Pendidikan Agama Islam (PAI) di Indonesia. Masalah penelitian ini berfokus pada bagaimana regulasi PAI diimplementasikan di satuan pendidikan dan faktor-faktor penghambat pencapaian tujuannya dalam meningkatkan kualitas siswa secara holistik. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan jenis penelitian Studi Pustaka. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi dokumen terhadap peraturan perundang-undangan. Teknik analisis data menggunakan analisis kebijakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, pertama, secara yuridis-formal kerangka regulasi PAI sudah komprehensif dan hierarkis. Kedua, dalam implementasinya ditemukan kesenjangan signifikan antara regulasi dan praktik lapangan. Implementasi terhambat oleh variasi kualitas guru, keterbatasan jam pelajaran efektif, pendekatan pembelajaran yang masih didominasi aspek kognitif-tekstual, serta kurangnya integrasi nilai PAI dalam kehidupan dan mata pelajaran lain. Akibatnya, peningkatan kualitas siswa cenderung parsial dan internalisasi nilai, sikap moderat (wasathiyah), serta kemampuan menjawab tantangan kontemporer belum optimal. Ketiga, penelitian ini merekomendasikan kebijakan strategis yang berorientasi pada penyempurnaan regulasi dengan memperkuat aspek afektif dan psikomotor dalam kurikulum, serta standardisasi kualifikasi guru. Di sisi implementasi, diperlukan penguatan kapasitas guru melalui pelatihan metodologi interaktif, pengembangan bahan ajar kontekstual, dan optimalisasi madrasah sebagai role model. Rekomendasi ini diharapkan dapat mengoptimalkan PAI sebagai instrumen strategis pembentukan karakter generasi muslim Indonesia yang kompetitif dan berakhlak mulia di era global.
Pengamalan dan Keyakinan Masyarakat Desa Sana Tengah Terhadap Fadlilah Al-Mu'awwidzatain Sebagai Penangkal Sihir Sholihin; Moh zahid, Moh zahid
CBJIS: Cross-Border Journal of Islamic Studies Vol. 7 No. 2 (2025): Desember
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, IAI Sultan Muhammad Syafiuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37567/cbjis.v7i2.4748

Abstract

Surah Al-Falaq dan An-Nas yang dikenal sebagai Al-Mu’awwidzatain memiliki kedudukan khusus sebagai media perlindungan dari berbagai bentuk kejahatan, termasuk sihir. Meskipun teknologi modern berkembang pesat, keyakinan masyarakat Desa Sana Tengah terhadap eksistensi sihir dan santet tetap mengakar kuat. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Proses pengumpulan data dalam penelitian ini melibatkan observasi partisipatif, wawancara mendalam, serta telaah dokumen. Analisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman, yang meliputi tahapan reduksi data, penyajian, dan penarikan kesimpulan secara berkesinambungan. "Penelitian ini memberikan kontribusi teoretis baru dengan menggeser fokus kajian dari sekadar pemaknaan tekstual ke arah analisis fenomenologi praktis, yang mengungkap bagaimana masyarakat Desa Sana Tengah mengintegrasikan Al-Mu'awwidzatain sebagai sistem pertahanan psikis dan sosial-religius yang unik dalam menghadapi ancaman metafisika di era modern." Penelitian di Desa Sana Tengah ini menunjukkan bahwa masyarakat menangkal keyakinan sihir dengan mengamalkan Surah Al-Falaq dan An-Nas sebagai rutinitas maupun ruqyah syar’iyyah. Praktik ini dipicu oleh faktor teologis, pengalaman pribadi, dan pengaruh tokoh agama. Dalam perspektif Living Qur’an, fenomena ini mencerminkan interaksi dinamis antara teks suci dengan realitas sosial yang berfungsi memberikan ketenangan psikologis serta memperkuat solidaritas masyarakat.
Implikasi Kurikulum Merdeka Belajar dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam di SMPI Mambaul Ulum Kajian Terhadap Desain, Implementasi dan Evaluasi Zidni; Wahab
CBJIS: Cross-Border Journal of Islamic Studies Vol. 7 No. 2 (2025): Desember
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, IAI Sultan Muhammad Syafiuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37567/cbjis.v7i2.4771

Abstract

Implementasi Kurikulum Merdeka merupakan upaya strategis pemerintah dalam meningkatkan kualitas pembelajaran yang berorientasi pada pengembangan kompetensi dan karakter peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implikasi Kurikulum Merdeka dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di SMP Islam Mambaul Ulum, ditinjau dari aspek desain pembelajaran, implementasi, dan evaluasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi deskriptif-analitis. Data diperoleh melalui studi dokumen, observasi pembelajaran, dan wawancara dengan guru PAI serta pihak sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kurikulum Merdeka memberikan fleksibilitas bagi guru PAI dalam merancang pembelajaran yang berorientasi pada peserta didik, menerapkan diferensiasi, serta mengintegrasikan pembelajaran berbasis proyek dan nilai-nilai Profil Pelajar Pancasila. Namun, dalam praktiknya, implementasi kurikulum masih menghadapi berbagai kendala, antara lain keterbatasan literasi digital guru, belum optimalnya pemanfaatan teknologi pembelajaran, serta lemahnya penerapan asesmen formatif secara berkelanjutan. Evaluasi pembelajaran PAI masih didominasi oleh penilaian kognitif, sementara penilaian sikap spiritual dan karakter religius belum terintegrasi secara sistematis. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keberhasilan Kurikulum Merdeka dalam pembelajaran PAI memerlukan sinergi antara kesiapan guru, dukungan manajemen sekolah, pemanfaatan teknologi pembelajaran, serta kolaborasi dengan lingkungan keluarga dan masyarakat. Temuan penelitian ini diharapkan dapat menjadi rujukan dalam pengembangan model pembelajaran PAI yang adaptif, kontekstual, dan berkelanjutan di sekolah berbasis Islam.
POLA INTERAKSI PEDAGOGIS GURU-ANAK DALAM PEMBELAJARAN SENTRA DI TK ALAM ISTIQOMAH KARAWANG Febrianthy, Cindy; Atin Sahtini, Paulina; Dega, Sayun; Maryamah, Titin; Aryuni, Linda; Armilah , Ai
CBJIS: Cross-Border Journal of Islamic Studies Vol. 7 No. 2 (2025): Desember
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, IAI Sultan Muhammad Syafiuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37567/cbjis.v7i2.4895

Abstract

This study aims to describe the pattern of pedagogical interaction between teachers and children in center-based learning at TK Alam Istiqomah Karawang. The research employed a qualitative approach using a descriptive method. Data were collected through documentation of learning activities derived from reports and field notes of university students during their Teaching Practicum (PPL). The analysis focused on teachers’ use of interactional language, particularly prompting questions, across various learning activities and daily habituation practices. Data analysis was conducted through data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings indicate that teacher–child pedagogical interactions in center-based learning are dialogic, reflective, and educative. Teachers consistently use open-ended questions to guide children in understanding rules, managing emotions, and developing social and language skills in a contextual manner. This interaction pattern does not emphasize one-way instruction but encourages children to think, reflect on their behavior, and make independent decisions. Therefore, pedagogical interaction through reflective language plays an essential role in supporting children’s holistic development and aligns with child-centered learning principles in early childhood education.
Analisis dan Refleksi Mahasiswa Calon Guru Terhadap Implementasi PPL Sebagai Sarana Pembentukan Profesionalisme Guru di SMA Negeri 3 Pematangsiantar Daniel Lumban Gaol; Vita Saragih; Via Lubis; Santa Sebayang; Preiti Sitompul; Andriana Situmorang; Sopanro Gultom
CBJIS: Cross-Border Journal of Islamic Studies Vol. 7 No. 2 (2025): Desember
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, IAI Sultan Muhammad Syafiuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37567/cbjis.v7i2.4915

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan merefleksikan pengalaman mahasiswa calon guru terhadap pelaksanaan Program Pengalaman Lapangan (PPL) di SMA Negeri 3 Pematang Siantar sebagai sarana pembentukan profesionalisme guru. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan reflektif. Subjek penelitian terdiri atas 6 mahasiswa calon guru dari berbagai program studi kependidikan yang melaksanakan PPL pada tahun akademik 2025/2026. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi pembelajaran, dan analisis jurnal refleksi mahasiswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan PPL memberikan kontribusi yang signifikan terhadap pengembangan kompetensi profesional calon guru, khususnya dalam aspek pedagogik, kepribadian, sosial, dan profesional. Melalui proses refleksi, mahasiswa menyadari pentingnya penguasaan materi, kemampuan komunikasi yang baik, serta pengelolaan kelas yang efektif. Faktor pendukung implementasi PPL antara lain dukungan guru pamong dan dosen pembimbing, lingkungan sekolah yang kondusif, serta keterbukaan pihak sekolah terhadap inovasi pembelajaran. Kendala utama yang dihadapi mahasiswa adalah keterbatasan waktu bimbingan, fasilitas teknologi yang belum maksimal, dan kesenjangan antara teori kampus dan praktik di lapangan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kegiatan refleksi sistematis selama dan setelah PPL memperkuat profesionalisme calon guru dengan menumbuhkan kesadaran diri, tanggung jawab, dan komitmen terhadap profesi pendidik
Implementasi Prinsip Pembelajaran Humanistik Untuk Penguatan Pendidikan Ramah Anak SMPN2 Palengaan Pamekasan: Introduction , Methods, Result and Discussion, Conclusion, and References . Hairit, Artamin
CBJIS: Cross-Border Journal of Islamic Studies Vol. 7 No. 2 (2025): Desember
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, IAI Sultan Muhammad Syafiuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37567/cbjis.v7i2.4984

Abstract

Dominasi paradigma pembelajaran mekanistik yang berfokus pada aspek kognitif telah mengabaikan kesejahteraan psikososial siswa, sehingga bertentangan dengan prinsip Sekolah Ramah Anak (SRA) yang menekankan lingkungan pendidikan yang holistik dan protektif. Penelitian ini menganalisis implementasi prinsip pembelajaran humanistik sebagai kerangka operasional untuk memperkuat dimensi substantif SRA di SMPN 2 Palengaan Pamekasan. Dengan pendekatan kualitatif studi kasus, data dikumpulkan melalui observasi non-partisipan, wawancara mendalam terhadap sepuluh informan kunci, dan analisis dokumen. Analisis data dilakukan secara tematik dengan model interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktualisasi prinsip humanistik melalui praktik pedagogis fasilitatif, komunikasi empatik, dan penguatan otonomi siswa berfungsi sebagai katalis yang mengubah indikator normatif SRA menjadi praktik edukatif yang kontekstual. Implementasi ini secara signifikan membangun psychological safety, memperkuat relasi pedagogis positif, dan memperluas partisipasi genuin siswa. Namun, keberlangsungannya menghadapi tantangan struktural, terutama ketergantungan pada agensi individu guru dan kurangnya infrastruktur pengembangan profesional yang kolaboratif dan berkelanjutan. Penelitian ini berkontribusi pada diskursus pendidikan transformatif dengan menawarkan model integratif antara filosofi humanistik dan kebijakan SRA, serta menyoroti urgensi transisi dari praktik insidental menuju institusionalisasi budaya sekolah yang kolektif untuk mewujudkan ekologi pendidikan yang substantif dan responsif terhadap kebutuhan anak.
Pengembangan Model Eco-Pesantren Sebagai Strategi Mewujudkan Kemandirian Ekonomi Berkelanjutan di Pondok Pesantren Al- Qomar Mempawah Menggunakan Pendekatan Studi Al- Qura'an Ahmad Tasur; Lugman Abdul Jabbar; Saifuddin Herlambang; Ahmad Rafiq
CBJIS: Cross-Border Journal of Islamic Studies Vol. 7 No. 2 (2025): Desember
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, IAI Sultan Muhammad Syafiuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37567/cbjis.v7i2.4990

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengembangkan model eco-pesantren sebagai strategi mewujudkan kemandirian ekonomi berkelanjutan di Pondok Pesantren Al-Qomar Mempawah dengan pendekatan studi Al-Qur’an. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih kuatnya ketergantungan ekonomi pesantren, sementara pesantren memiliki potensi besar dalam pengelolaan sumber daya lingkungan dan internalisasi nilai-nilai keislaman. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam dengan pengasuh, pengelola, dan santri, serta studi dokumentasi dan kajian ayat-ayat Al-Qur’an yang relevan dengan tema lingkungan dan ekonomi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik eco-pesantren di Pondok Pesantren Al-Qomar telah berlangsung secara alami melalui aktivitas ekonomi berbasis lingkungan dan pembiasaan nilai religius, namun belum terumuskan dalam model yang sistematis. Integrasi nilai Al-Qur’an seperti amanah, keseimbangan (mīzān), dan larangan kerusakan (fasād) menjadi fondasi penting bagi keberlanjutan ekonomi pesantren. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengembangan model eco-pesantren berbasis Al-Qur’an efektif dalam memperkuat kemandirian ekonomi pesantren sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.
WAKTU MEMBACA ĀMĪN BAGI MAKMUM DALAM SHALAT ‎JAHRIYAH: ‎STUDI TEMATIK HADIS-HADIS SHAHIH Abbad, Abdurrahman; Muhammad Ilyas
CBJIS: Cross-Border Journal of Islamic Studies Vol. 7 No. 2 (2025): Desember
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, IAI Sultan Muhammad Syafiuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37567/cbjis.v7i2.4217

Abstract

This research investigates the proper timing for the congregation to recite Āmīn in ‎audible ‎‎(jahrīyah) prayers, addressing variations in practice among Muslim ‎communities. Employing ‎a qualitative descriptive method with a thematic (mawḍūʿī) ‎ḥadīth approach, it examines ‎narrations from Ṣaḥīḥ al-Bukhārī, Ṣaḥīḥ Muslim, and ‎other canonical sources, supported by ‎classical and contemporary juristic discussions. ‎The findings highlight that authentic ḥadīths, ‎particularly the well-agreed narration of ‎Abū Hurayrah, indicate that the congregation should ‎recite Āmīn simultaneously with ‎the imam. Juristic opinions diverge: the Shāfiʿī and Ḥanbalī ‎schools emphasize ‎simultaneity, while the Mālikī and Ḥanafī schools favor recitation after ‎the imam. ‎Through tarjīḥ analysis, the Shāfiʿī and Ḥanbalī view is deemed stronger as it aligns ‎‎with the textual evidence and promotes collective harmony. The study concludes that ‎‎reciting Āmīn embodies both spiritual value—as a supplication for divine mercy—and ‎social ‎value as a symbol of unity in congregational worship.‎
Tanggung Jawab Pemerintah Daerah Terhadap Kerusakan Ekosistem Mangrove U.Nurzia
CBJIS: Cross-Border Journal of Islamic Studies Vol. 7 No. 2 (2025): Desember
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, IAI Sultan Muhammad Syafiuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37567/cbjis.v7i2.4962

Abstract

Rusaknya ekosistem mangrove akan berdampak pada habitat beberapa fauna laut yang bernilai ekonomis, bagi nelayan ini dapat berakibat menurunnya hasil tangkapan karena menurunnya populasi ikan. Tidak ada lagi tempat ikan untuk berkembang biak dan mencari makan. Luas kawasan hutan mangrove yang semakin berkurang dengan kondisi yang juga cukup memprihatinkan, disebabkan terjadinya konversi lahan dan perluasan lahan perkebunan. Hal ini menjadikan kualitas lingkungan menurun,terjadi abrasi dan intrusi air laut,hal ini tentunya mengancam kehidupan organisme yang hidup di wilayah kawasan pantai. Kerusakan ekosistem mangrove disebabkan oleh faktor manusia dan faktor alam, namun faktor manusialah yang lebih dominan. Manusia dengan segala kelebihan yang diberikan ALLAH SWT berupa akal dan fikiran dapat mengambil apa saja manfaat dari alam dan lingkungan yang dikehendakinya. Sebaliknya manusia dapat bertindak dan bersikap sebagai pengabdi terhadap alam dan lingkungannya apabila dia sadar bahwa kerusakan yang terjadi nantinya akan mendatangkan kerugian besar pula pada dirinya. Sebab dalam hal ini manusia adalah bagian dari ekosistem. Peran masyarakat sangat diharapkan, karena apapun yang akan dilakukan masyarakat terhadap ekosistem dan lingkungannya akan kembali kepada dirinya. Oleh karena itu meningkatkan kepedulian masyakat sangat penting dan respon masyarakat yang cepat akan dapat mencegah kerusakan yang lebih parah. Selain itu tanggung jawab dan upaya nyata dari Pemerintah Daerah harus dapat diwujudkan sesuai dengan tugas dan wewenang yang telah diatur dalam Undang-undang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (UUPPLH).
Application of Material Law in Islamic Banking Disputes Following Constitutional Court Decision No. 93/PUU-X/2012: A Review of Normative-Jurisprudential Literature: Penerapan Hukum Materiil Sengketa Perbankan Syariah Pasca Putusan MK No. 93/PUU-X/2012: Tinjauan Literatur Normatif-Yurisprudensial Fatimah, Sitti; Ludfi, Ludfi
CBJIS: Cross-Border Journal of Islamic Studies Vol. 7 No. 2 (2025): Desember
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, IAI Sultan Muhammad Syafiuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37567/cbjis.v6i2.4965

Abstract

This study examines the application of material law in resolving Islamic banking disputes following the Constitutional Court Decision No. 93/PUU-X/2012 through a review of normative-jurisprudential literature. The Constitutional Court's decision affirmed the absolute authority of religious courts in Islamic banking disputes, but the practice of applying material law by judges shows problematic dynamics. The objectives of this study focus on three things: the consistency of judges' normative references, the dominant sources of material law used, and the suitability of their application to the principles of maqashid al-shariah. The method used is normative juridical with a literature approach, which involves a review of laws and regulations, court decisions, DSN-MUI fatwas, the Compilation of Islamic Economic Law (KHES), and relevant academic documents. The results of this study indicate that although the authority for dispute resolution has formally shifted to religious courts, the application of substantive law in practice remains inconsistent with the ideals of Islamic economic law. Judges tend to rely more on the Civil Code as the primary reference, while the KHES and DSN fatwas are used to a limited extent and are more complementary. Furthermore, the substance of decisions still relies heavily on a formalistic approach, so that the values of maqashid al-shariah, such as justice, benefit, and protection of rights, have not been optimally internalized. Theoretically, this study enriches the discourse on the importance of integrating maqashid al-shariah into the practice of Islamic economic jurisprudence. Practically, these findings imply the need to strengthen the capacity of judges through training, the development of more applicable technical guidelines, and the strengthening of the position of KHES and DSN fatwas as primary sources of law, in order to realize a more substantive, just, and beneficial sharia justice system

Page 3 of 4 | Total Record : 35