cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalp4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
jurnalp4i@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, NTB Email: jurnalp4i@gmail.com
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan
ISSN : 2775717X     EISSN : 27757188     DOI : 10.51878
Core Subject : Education,
Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan keguruan dan ilmu pendidikan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 52 Documents
Search results for , issue "Vol. 6 No. 2 (2026)" : 52 Documents clear
SINERGI KEARIFAN LOKAL DAN PETA DIGITAL DALAM KONSERVASI KEANEKARAGAMAN HAYATI: STUDI KASUS BIOHERITAGE SCHOOL MAPPING DI SEKOLAH ADIWIYATA Septiani, Rika; Rachmawati , Fadhilah; Supriyadi , Yusuf
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v6i2.10314

Abstract

This study aims to examine the effectiveness of the Bioheritage School Mapping project in enhancing students’ environmental literacy and conservation awareness at SMA Negeri 1 Kebun Tebu as an Adiwiyata School. This research employed a qualitative approach with a case study design. Data were collected through observation, interviews, and documentation, focusing on the stages of project implementation, including planning, data collection, digital mapping using Google My Maps, and collaboration among students. The project also integrates local wisdom values with environmental education practices. The findings reveal that the implementation of Bioheritage School Mapping significantly improves students’ understanding of plant diversity within the school environment and strengthens their awareness of conservation practices. Students demonstrate increased engagement, responsibility, and collaboration during the learning process. In addition, the use of digital tools supports interactive and contextual learning experiences, making the learning process more meaningful and relevant. These findings imply that project-based environmental learning supported by digital mapping technology can serve as an effective strategy to foster environmental literacy, promote conservation awareness, and develop students’ active participation in sustainable practices within the Adiwiyata framework. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas proyek Bioheritage School Mapping dalam meningkatkan literasi lingkungan dan kesadaran konservasi siswa di SMA Negeri 1 Kebun Tebu sebagai Sekolah Adiwiyata. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan fokus pada tahapan implementasi proyek, meliputi perencanaan, pengumpulan data, pemetaan digital menggunakan Google My Maps, serta kolaborasi antar siswa. Proyek ini juga mengintegrasikan nilai kearifan lokal dengan praktik pendidikan lingkungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Bioheritage School Mapping mampu meningkatkan pemahaman siswa terhadap keanekaragaman tumbuhan di lingkungan sekolah serta memperkuat kesadaran terhadap pentingnya konservasi. Siswa menunjukkan peningkatan keterlibatan, tanggung jawab, dan kerja sama selama proses pembelajaran. Selain itu, pemanfaatan teknologi digital mendukung terciptanya pembelajaran yang interaktif, kontekstual, dan bermakna. Temuan ini mengimplikasikan bahwa pembelajaran berbasis proyek yang didukung teknologi pemetaan digital efektif dalam mengembangkan literasi lingkungan, menumbuhkan kesadaran konservasi, serta mendorong partisipasi aktif siswa dalam praktik berkelanjutan dalam kerangka Sekolah Adiwiyata.
IMPLEMENTASI METODE SOROGAN DALAM MENINGKATKAN PEMAHAMAN SANTRI TERHADAP KITAB KUNING: PERSPEKTIF TEORI SOSIOKULTURAL VYGOTSKY Nikmah, Anisa Khoirun; Jaenullah, Jaenullah; Hayati, Rina Mida
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v6i2.10323

Abstract

Learning classical Islamic texts at Tri Bhakti Attaqwa Islamic Boarding School still faces various challenges, particularly in students’ ability to read unvowelled Arabic texts and understand the content independently. Differences in students’ basic abilities also become obstacles in the learning process. This study aims to analyze the implementation of the sorogan method in improving students’ understanding of classical Islamic texts from the perspective of Lev S. Vygotsky’s sociocultural theory. This research employed a qualitative approach with a case study design. The research subjects consisted of female teachers and students participating in sorogan learning activities. Data were collected through observation, in-depth interviews, and documentation, then analyzed through data reduction, data display, and conclusion drawing using triangulation techniques to ensure data validity. The findings indicate that the sorogan method effectively improves students’ ability to read, translate, and understand classical Islamic texts gradually. The learning process reflects the concepts of zone of proximal development (ZPD) and scaffolding, where students develop through direct and gradual guidance from teachers. In addition to improving cognitive abilities, the sorogan method also fosters students’ independence, discipline, and responsibility in learning. Therefore, the sorogan method remains relevant as an effective learning approach for classical Islamic texts in line with modern developmental learning theory. ABSTRAK Pembelajaran kitab kuning di Pondok Pesantren Tri Bhakti Attaqwa masih menghadapi berbagai tantangan, terutama dalam kemampuan santri membaca teks Arab tanpa harakat dan memahami isi kitab secara mandiri. Perbedaan kemampuan dasar antar santri juga menjadi kendala dalam proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi metode sorogan dalam meningkatkan pemahaman santri terhadap kitab kuning berdasarkan perspektif teori sosiokultural Lev S. Vygotsky. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Subjek penelitian terdiri atas ustadzah dan santri yang mengikuti kegiatan sorogan. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan teknik triangulasi untuk menjamin keabsahan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode sorogan efektif dalam meningkatkan kemampuan santri membaca, menerjemahkan, dan memahami isi kitab kuning secara bertahap. Proses pembelajaran mencerminkan konsep zone of proximal development (ZPD) dan scaffolding, di mana santri berkembang melalui bimbingan langsung dan bertahap dari ustadzah. Selain meningkatkan kemampuan kognitif, metode sorogan juga membentuk kemandirian, disiplin, dan tanggung jawab santri dalam belajar. Dengan demikian, metode sorogan tetap relevan sebagai metode pembelajaran kitab kuning yang sesuai dengan perspektif teori perkembangan modern.
PENGGUNAAN MEDIA KARTU DOMINO UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS III SD PADA PELAJARAN MATEMATIKA Fauziah, Aisyah Yuliana; Amrulloh, Hanif; Aisyah, Nurul
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v6i2.10327

Abstract

This study was motivated by the low mathematics learning outcomes of third-grade students at MI Ma’arif 18 Trimurjo, where only 50% of students achieved the Minimum Mastery Criteria (KKTP) ≥70. This issue was caused by conventional teaching practices and the limited use of innovative instructional media. The purpose of this study was to examine the use of domino card media in mathematics instruction and to analyze the improvement in students’ learning outcomes after its implementation. This study employed a Classroom Action Research (CAR) approach using the Kemmis and McTaggart model, conducted in two cycles consisting of planning, action, observation, and reflection stages. The research subjects were 20 students. Data were collected through observation, tests, interviews, and documentation, and analyzed using both quantitative and qualitative techniques. The results indicated a significant improvement in students’ learning outcomes, increasing from 40% in the pre-cycle to 60% in Cycle I, and reaching 85% in Cycle II, thereby meeting the success criteria. It can be concluded that domino card media is effective in improving students’ mathematics learning outcomes, particularly in multiplication material. ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya hasil belajar matematika peserta didik kelas III MI Ma’arif 18 Trimurjo, di mana hanya 40% siswa yang mencapai Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP) ≥70. Permasalahan tersebut disebabkan oleh pembelajaran yang masih bersifat konvensional dan kurangnya penggunaan media pembelajaran yang inovatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan media kartu domino dalam pembelajaran matematika serta menganalisis peningkatan hasil belajar peserta didik setelah penerapannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus, yang masing-masing terdiri dari tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah 20 siswa. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, tes, wawancara, dan dokumentasi. Data dianalisis secara kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar siswa, yaitu dari 40% pada pra-siklus, meningkat menjadi 60% pada Siklus I, dan mencapai 85% pada Siklus II sehingga telah memenuhi indikator keberhasilan. . Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa media kartu domino efektif digunakan untuk meningkatkan hasil belajar matematika siswa pada materi perkalian.
PENGEMBANGAN MEDIA JAM MANIPULATIF BERBASIS FUN LEARNING UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN MATEMATIKA SISWA KELAS II SEKOLAH DASAR Fernanda, Veronicha; Mahmudah, Masrurotul; Laili, Nur
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v6i2.10329

Abstract

This study was motivated by the low level of understanding among second-grade students at SD Negeri 1 Banarjoyo regarding time measurement material due to the use of conventional teaching methods and the lack of engaging and concrete learning media. This study aimed to develop a manipulative clock media based on fun learning and to determine its feasibility and effectiveness in improving students’ mathematical understanding. The research method used was Research and Development (R&D) with the ADDIE model, which consists of the stages of analysis, design, development, implementation, and evaluation. The subjects of this study were second-grade students of SD Negeri 1 Banarjoyo. Data collection techniques included observation, interviews, validation questionnaires, and learning outcome tests. The results showed that the developed media obtained a validation score of 3.80 from media experts and 3.72 from material experts, both categorized as highly valid. In addition, the media was declared effective based on the improvement in students’ learning outcomes, where the average pretest score of 65.20 increased to 84.01 in the posttest, with a learning mastery level reaching 80%. These results indicate that the manipulative clock media based on fun learning can help students understand time measurement concepts in a more concrete, interactive, and enjoyable way. Therefore, the developed media is feasible to be used as an innovative alternative in mathematics learning at the elementary school level. ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya pemahaman siswa kelas II SD Negeri 1 Banarjoyo terhadap materi pengukuran waktu akibat penggunaan metode pembelajaran yang masih konvensional serta kurangnya media pembelajaran yang menarik dan konkret. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media jam manipulatif berbasis fun learning serta mengetahui kelayakan dan efektivitasnya dalam meningkatkan pemahaman matematika siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan model ADDIE yang meliputi tahap analysis, design, development, implementation, dan evaluation. Subjek penelitian adalah siswa kelas II SD Negeri 1 Banarjoyo. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, angket validasi, dan tes hasil belajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media yang dikembangkan memperoleh skor validasi ahli media sebesar 3,80 dan validasi ahli materi sebesar 3,72 dengan kategori sangat valid. Selain itu, media dinyatakan efektif berdasarkan peningkatan hasil belajar siswa, yaitu nilai rata-rata pretest sebesar 65,20 meningkat menjadi 84,01 pada posttest dengan tingkat ketuntasan belajar mencapai 80%. Hasil tersebut menunjukkan bahwa media jam manipulatif berbasis fun learning mampu membantu siswa memahami konsep pengukuran waktu secara lebih konkret, interaktif, dan menyenangkan. Dengan demikian, media yang dikembangkan layak digunakan sebagai alternatif inovatif dalam pembelajaran matematika di sekolah dasar.
IMPLEMENTING READING FOR PLEASURE AS A PEDAGOGICAL STRATEGY FOR EFL STUDENTS AT DATOKARAMA STATE ISLAMIC UNIVERSITY PALU Afifah, Afifah
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v6i2.10331

Abstract

This study aims to analyze students’ pleasure in reading English and to identify reading materials, access, and habits contributing to language development. This research addresses the limited studies integrating reading pleasure, reading habits, and their impact on EFL students’ language skills. A qualitative case study design was employed involving 42 second-semester English major students at Datokarama State Islamic University Palu. Data were collected through observation and interviews and analyzed thematically. The findings reveal that digital fiction, such as online short stories, serves as the primary source of reading enjoyment, while non-fiction materials, including articles and biographies, support knowledge development. Reading access is predominantly facilitated through digital platforms such as e-books, social media, and websites. Students tend to read during leisure time, particularly in the evening. Reading pleasure contributes to vocabulary enrichment, improved pronunciation, and increased confidence in English communication. These findings highlight the importance of integrating interest-based reading strategies in enhancing students’ language competence. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesenangan membaca bahasa Inggris pada mahasiswa serta mengidentifikasi jenis bacaan, akses, dan kebiasaan membaca yang berkontribusi terhadap peningkatan kemampuan bahasa. Studi ini dilatarbelakangi oleh terbatasnya kajian yang mengintegrasikan aspek kesenangan membaca dengan kebiasaan membaca dan dampaknya terhadap keterampilan bahasa pada mahasiswa EFL. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus terhadap 42 mahasiswa semester dua Program Studi Bahasa Inggris di Universitas Islam Negeri Datokarama Palu. Data dikumpulkan melalui observasi dan wawancara, kemudian dianalisis secara tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bacaan fiksi digital seperti cerita pendek daring menjadi sumber utama kesenangan membaca, sementara bacaan nonfiksi seperti artikel dan biografi mendukung pengembangan pengetahuan. Akses membaca didominasi oleh platform digital seperti e-book, media sosial, dan situs web. Kebiasaan membaca cenderung dilakukan pada waktu senggang, terutama malam hari. Kesenangan membaca terbukti berkontribusi terhadap peningkatan kosakata, pelafalan, dan kepercayaan diri dalam berbahasa Inggris. Temuan ini menegaskan pentingnya integrasi strategi pembelajaran berbasis minat membaca dalam meningkatkan kompetensi bahasa mahasiswa.
ANALISIS FAKTOR INTERNAL YANG MEMPENGARUHI SIKAP DAN PERILAKU PESERTA DIDIK KELAS V DALAM MENGAMALKAN NILAI PANCASILA DI SEKOLAH DASAR Diniyah, Thoyyibatu; Hariandi, Ahmad; Sholeh, Muhammad
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v6i2.10418

Abstract

This study was motivated by the gap between students’ understanding of Pancasila values and their actual behavior in daily school life. Students are generally able to memorize the principles of Pancasila, but have not fully implemented them in attitudes and behavior. This study aims to analyze internal factors influencing the attitudes and behavior of fifth-grade students in practicing Pancasila values in elementary school and to describe the forms of implementation. This study used a qualitative descriptive approach. The research was conducted at SDN 133/I Pasar Terusan. Data were collected through observation, interviews, and documentation. Data analysis techniques included data reduction, data display, and conclusion drawing. The results showed that internal factors influencing the practice of Pancasila values include self-awareness, intrinsic motivation, understanding of values, and self-control. The forms of practicing Pancasila values were reflected in cooperation, social care, discipline, responsibility, and respect for others’ opinions. However, these practices were not consistently carried out by all students. Therefore, internal factors play an important role in shaping students’ attitudes and behavior in practicing Pancasila values.
IMPLEMENTASI MODEL PROJECT BASED LEARNING (PjBL) DALAM MENINGKATKAN LITERASI SAINS SISWA Rosda, Rosda; Khairani, Khairani; Safitri, Maya
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v6i2.10434

Abstract

ABSTRAKThis study was motivated by the low level of students’ scientific literacy in learning Natural and Social Sciences (IPAS) at elementary schools. Scientific literacy is an important competency that enables students to understand scientific phenomena, solve problems, and  make decisions based on scientific evidence. One of the learning models that can improve this ability is Project Based Learning (PjBL). This study aims to describe the implementation of the Project Based Learning model in improving students' scientific literacy at SDN 6 Muara Dua. This research used a qualitative descriptive approach. The research subjects consisted of 27 fifth-grade students and one IPAS teacher. Data were collected through observation, interviews, scientific literacy tests, and documentation. Data analysis was conducted through data reduction, data display, and conclusion drawing. The results showed that the implementation of the Project Based Learning model was able to increase students’ learning interest, activeness, and critical thinking skills in understanding food chain material. Students became more active in observation activities, group discussions, and project presentations. Most students demonstrated good and moderate levels of scientific literacy, particularly in identifying scientific issues and explaining simple phenomena.   However, some students still experienced difficulties in using scientific evidence to draw conclusions. Therefore, Project Based Learning can be considered an effective learning alternative to improve elementary school students' scientific literacy. ABSTRACTPenelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan literasi sains peserta didik dalam proses pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) di sekolah dasar. Literasi sains merupakan kemampuan penting yang harus dimiliki peserta didik untuk memahami fenomena ilmiah, memecahkan masalah, serta mengambil keputusan berdasarkan bukti ilmiah. Salah satu model pembelajaran yang dapat meningkatkan kemampuan tersebut adalah Project Based Learning (PjBL). Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi model Project Based Learning (PjBL) dalam meningkatkan literasi sains siswa di SDN 6 Muara Dua. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek penelitian terdiri dari 27 siswa kelas V dan satu orang guru mata pelajaran IPAS. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, tes literasi sains, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model Project Based Learning mampu meningkatkan keaktifan, minat belajar, serta kemampuan berpikir kritis siswa dalam memahami materi rantai makanan. Siswa lebih aktif dalam melakukan pengamatan, diskusi kelompok, serta presentasi hasil proyek. Selain itu, sebagian besar siswa menunjukkan kemampuan literasi sains pada kategori baik dan cukup, terutama dalam mengidentifikasi isu ilmiah dan menjelaskan fenomena sederhana. Namun demikian, masih terdapat beberapa siswa yang mengalami kesulitan dalam menggunakan bukti ilmiah untuk menarik kesimpulan. Dengan demikian, implementasi model Project Based Learning dapat menjadi alternatif pembelajaran yang efektif dalam meningkatkan literasi sains siswa sekolah dasar.
MINDSET GROWTH SEBAGAI SOLUSI TEACHING PHOBIA DALAM PERSIAPAN MICROTEACHING MAHASISWA Larasati, Dini Mutia; Saputri, Nadila Dwi; Anjani, Iva; Nia, Nia; Netriwati, Netriwati
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v6i2.10482

Abstract

This study was motivated by the presence of anxiety or teaching phobia among students in facing microteaching activities, despite having adequate academic understanding. One of the factors assumed to influence this condition is growth mindset, which refers to the belief that abilities can be developed through effort and learning experiences. This study aims to examine the relationship between growth mindset and teaching phobia among students in preparation for microteaching. This research employed a quantitative approach with a correlational design. The participants consisted of 39 students, and data were collected using questionnaires that had been tested for validity and reliability. The data were analyzed using Pearson correlation with the assistance of SPSS. The results showed a significant relationship between growth mindset and teaching phobia, with a correlation coefficient of 0.515 and a significance value of 0.001. These findings indicate that growth mindset plays a role in shaping students’ emotional responses in teaching activities. Although theoretically expected to have a negative relationship, the results revealed a positive tendency, which can be interpreted as increased reflective awareness among students toward the learning and self-evaluation process, leading to higher sensitivity to mistakes and evaluation in the early stages of microteaching. Therefore, growth mindset has the potential to be developed as an approach to reduce teaching phobia, supported by appropriate learning strategies. ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih ditemukannya kecemasan atau teaching phobia pada mahasiswa dalam menghadapi kegiatan microteaching, meskipun mereka telah memiliki pemahaman akademik yang memadai. Salah satu faktor yang diduga berperan adalah growth mindset, yaitu pola pikir yang memandang kemampuan sebagai sesuatu yang dapat dikembangkan melalui usaha dan pengalaman belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara growth mindset dengan teaching phobia pada mahasiswa dalam persiapan microteaching. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian korelasional. Subjek penelitian berjumlah 39 mahasiswa, dengan teknik pengumpulan data menggunakan angket yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya, serta dianalisis menggunakan uji korelasi Pearson dengan bantuan program SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara growth mindset dengan teaching phobia dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,515 dan nilai signifikansi sebesar 0,001. Temuan ini mengindikasikan bahwa growth mindset berperan dalam membentuk respons emosional mahasiswa dalam kegiatan mengajar. Meskipun secara teoritis diharapkan berkorelasi negatif, hasil penelitian menunjukkan kecenderungan hubungan positif yang dapat diinterpretasikan sebagai meningkatnya kesadaran reflektif mahasiswa terhadap proses belajar dan evaluasi diri, sehingga pada tahap awal pembelajaran dapat memunculkan kecemasan. Dengan demikian, growth mindset tetap berpotensi dikembangkan sebagai pendekatan dalam mengurangi teaching phobia dengan dukungan strategi pembelajaran yang tepat.  
STRATEGI GURU MENINGKATKAN KETERAMPILAN SHALAT ANAK USIA DINI MELALUI PEMBIASAAN SHALAT DHUHA Hikmah, Okta Khairul; Intizam, Ikhsan
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v6i2.10483

Abstract

One strategic approach to instilling religious values ​​in early childhood is performing the Dhuha prayer. However, when implemented in the field, there are often many problems related to methods and children's responses. The purpose of this study is to describe the methods used by teachers to instill the habit of Dhuha prayer in early childhood at the Pra-Kuttab Darul Ulum Islamic School. This research was conducted using a qualitative approach and a case study design. Data collection included participant observation, in-depth interviews with teachers and parents, and documentation review. The Miles and Huberman interactive model was used for data analysis. This study identified four main approaches used by teachers: structured and phased program planning; implementation through examples, reward systems, and fun practice methods; and ongoing evaluation of children's development, as well as providing adaptive solutions to problems such as lack of focus and parental involvement. Consistent and adaptive teacher strategies are crucial to the success of the Dhuha prayer habit program. To maintain this habit, schools and families must work together better. ABSTRAK Salah satu pendekatan strategis untuk menanamkan nilai-nilai agama pada anak usia dini adalah dengan melaksanakan shalat Dhuha. Namun, ketika diimplementasikan di lapangan, seringkali terdapat banyak masalah terkait metode dan respons anak. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan metode yang digunakan oleh guru untuk menanamkan kebiasaan shalat Dhuha pada anak usia dini di Ulama Pra-Kttab. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan desain studi kasus. Pengumpulan data meliputi observasi partisipan, wawancara mendalam dengan guru dan orang tua, serta peninjauan dokumentasi. Model interaktif Miles dan Huberman digunakan untuk analisis data. Penelitian ini mengidentifikasi empat pendekatan utama yang digunakan oleh guru: perencanaan program yang terstruktur dan bertahap; implementasi melalui contoh, sistem penghargaan, dan metode praktik yang menyenangkan; dan evaluasi berkelanjutan terhadap perkembangan anak, serta memberikan solusi adaptif terhadap masalah seperti kurangnya fokus dan keterlibatan orang tua. Strategi guru yang konsisten dan adaptif sangat penting untuk keberhasilan program kebiasaan shalat Dhuha. Untuk mempertahankan kebiasaan ini, sekolah dan keluarga harus bekerja sama dengan lebih baik.  
PENINGKATAN KEMAMPUAN LITERASI BAHASA SISWA MELALUI PROGRAM 10 MENIT MEMBACA DI AWAL PEMBELAJARAN PADA KELAS II SD Rismawati, Risa; Ansar, Ansar; Nurhayati, Lia
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v6i2.10484

Abstract

The low language literacy skills of second-grade students at Muhammadiyah 1 Limboto Elementary School, characterized by a lack of reading fluency and comprehension of reading content, became the background of this study. The focus of the problem was directed at efforts to improve literacy through the implementation of a ten-minute reading program at the beginning of the lesson. This study used the Classroom Action Research model of Kemmis and McTaggart which was implemented in two cycles, including the planning, implementation, observation, and reflection stages of 28 research subjects. Data collection was carried out through activity observations, reading ability tests, and documentation studies. The research findings showed a significant increase in students' literacy competencies gradually. Quantitatively, in the first cycle, 21 students or 75% had achieved the success criteria, then this number increased drastically in the second cycle to 26 students or 93%. In addition to the numerical aspect, students also showed positive developments in pronunciation accuracy, intonation, and enthusiasm for independent reading that were more consistent compared to the initial conditions. The main conclusion confirms that the ten-minute reading program at the beginning of the lesson has proven to be very effective in boosting elementary school students' language literacy skills. This habituation strategy is able to build a culture of enjoyable literacy while strengthening the cognitive foundation of students in understanding text information critically and accurately for their academic success through an inclusive and well-planned education system. ABSTRAKRendahnya kemampuan literasi bahasa pada siswa kelas II SD Muhammadiyah 1 Limboto, yang ditandai dengan kurangnya kelancaran membaca dan pemahaman isi bacaan, menjadi latar belakang penelitian ini. Fokus masalah diarahkan pada upaya peningkatan literasi melalui penerapan program sepuluh menit membaca di awal pembelajaran. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus, mencakup tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, serta refleksi terhadap 28 subjek penelitian. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi aktivitas, tes kemampuan membaca, dan studi dokumentasi. Temuan penelitian menunjukkan peningkatan signifikan pada kompetensi literasi siswa secara bertahap. Secara kuantitatif, pada siklus I tercatat sebanyak 21 siswa atau 75% telah mencapai kriteria keberhasilan, kemudian angka tersebut meningkat drastis pada siklus II menjadi 26 siswa atau 93%. Selain aspek angka, siswa juga menunjukkan perkembangan positif dalam ketepatan lafal, intonasi, serta antusiasme membaca mandiri yang lebih konsisten dibandingkan kondisi awal. Simpulan utama menegaskan bahwa program sepuluh menit membaca di awal pembelajaran terbukti sangat efektif dalam mendongkrak kemampuan literasi bahasa siswa sekolah dasar. Strategi pembiasaan ini mampu membangun budaya literasi yang menyenangkan sekaligus memperkuat fondasi kognitif peserta didik dalam memahami informasi teks secara kritis dan akurat untuk keberhasilan akademik mereka melalui sistem pendidikan yang inklusif dan terencana baik.