cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalp4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
jurnalp4i@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, NTB Email: jurnalp4i@gmail.com
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan
ISSN : 2775717X     EISSN : 27757188     DOI : 10.51878
Core Subject : Education,
Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan keguruan dan ilmu pendidikan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 540 Documents
PENGARUH EMPLOYABILITY SKILLS DAN PENGALAMAN PRAKTIK KERJA LAPANGAN TERHADAP KESIAPAN KERJA SISWA KELAS XII AKL SMK NEGERI 7 MEDAN Hasna Cecilia Purba; Sondang Aida Silalahi; Dede Ruslan; Tuti Sriwedari; Choms Gary Ganda Tua Sibarani
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v6i3.11511

Abstract

This study aims to analyze the influence of Employability Skills and Work Internship Experience on the work readiness of Grade XII Accounting and Financial Services (AKL) students at SMK Negeri 7 Medan. The study was motivated by the low level of work readiness among vocational high school graduates, as reflected in the mismatch between graduates’ competencies and labor market demands, as well as the inadequate mastery of employability skills and internship experience as essential preparation for entering the workforce. This research employed a quantitative approach using a correlational ex post facto design. The population and sample consisted of 148 students selected through the total sampling technique. Data were collected using a Likert-scale questionnaire and analyzed using multiple linear regression with the assistance of SPSS version 31. The findings revealed that Employability Skills had a positive and significant effect on work readiness, with a t-value of 33.046 exceeding the t-table value of 1.976 and a significance level of 0.001, which was lower than 0.05. Work Internship Experience also had a positive and significant effect on work readiness, with a t-value of 24.454 exceeding 1.976 and a significance level of 0.001. Furthermore, Employability Skills and Work Internship Experience simultaneously had a positive and significant effect on work readiness, with an F-value of 863.417 exceeding the F-table value of 3.06 and a significance level of 0.001. The Adjusted R Square value of 0.921 indicates that both independent variables explained 92.1 % of the variance in students’ work readiness, while the remaining 7.9 % was influenced by other factors beyond the scope of this study. These findings indicate that higher levels of Employability Skills and Work Internship Experience are associated with better work readiness among vocational high school students. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Employability Skills dan pengalaman Praktik Kerja Lapangan (PKL) terhadap kesiapan kerja siswa kelas XII Akuntansi dan Keuangan Lembaga (AKL) SMK Negeri 7 Medan. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih rendahnya kesiapan kerja lulusan SMK yang ditunjukkan oleh ketidaksesuaian kompetensi dengan kebutuhan dunia kerja, serta belum optimalnya penguasaan Employability Skills dan pengalaman PKL sebagai bekal memasuki dunia kerja. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode ex post facto korelasional. Populasi sekaligus sampel penelitian berjumlah 148 siswa yang ditentukan menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui penyebaran angket menggunakan skala Likert dan dianalisis dengan teknik regresi linear berganda menggunakan bantuan SPSS versi 31. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Employability Skills berpengaruh positif dan signifikan terhadap kesiapan kerja dengan nilai thitung sebesar 33,046 lebih besar dari ttabel sebesar 1,976 dan nilai signifikansi 0,001 lebih kecil dari 0,05. Pengalaman Praktik Kerja Lapangan juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap kesiapan kerja dengan nilai thitung sebesar 24,454 lebih besar dari ttabel sebesar 1,976 dan nilai signifikansi 0,001 lebih kecil dari 0,05. Secara simultan, Employability Skills dan pengalaman Praktik Kerja Lapangan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kesiapan kerja dengan nilai Fhitung sebesar 863,417 lebih besar dari Ftabel sebesar 3,06 dan nilai signifikansi 0,001 lebih kecil dari 0,05. Nilai Adjusted R Square sebesar 0,921 menunjukkan bahwa kedua variabel memberikan kontribusi sebesar 92,1% terhadap kesiapan kerja siswa, sedangkan sisanya sebesar 7,9 % dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa semakin baik Employability Skills dan pengalaman Praktik Kerja Lapangan yang dimiliki siswa, maka semakin tinggi pula tingkat kesiapan kerja mereka.    
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA DENGAN MENGGUNAKAN PENDEKATAN KONKRET DI KELAS II SD NEGERI SYOTA PADA MATERI PERKALIAN SEBAGAI PENJUMLAHAN BERULANG Marlisye Laitera; La Suha Ishabu; Nessy Pattimukay
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v6i3.11588

Abstract

The learning outcomes of second-grade students at SD Negeri Syota were critically low, with only 11% achieving the Minimum Mastery Criterion, due to lecture-based methods with minimal concrete media use. This condition is inconsistent with cognitive characteristics of students aged 7–8 years, who are in the concrete operational stage and require direct learning through real object manipulation. This study aimed to describe concrete approach implementation and analyze its impact on student outcomes at SD Negeri Syota. A Classroom Action Research design based on the Kemmis and McTaggart model was employed in two cycles with 19 second-grade students in the 2025/2026 academic year. Each cycle consisted of planning, action, observation, and reflection. Data were collected through achievement tests and observation sheets, analyzed using descriptive statistics. Results showed significant progressive improvements. The class average increased from 65 in pre-action to 70 in Cycle I and 78 in Cycle II. Classical mastery rose from 11% to 53% in Cycle I and reached 100% in Cycle II, with consistent gains across cognitive, psychomotor, and affective domains. It is concluded that systematic implementation of the concrete approach with reflective inter-cycle improvements is effective and inclusive in enhancing learning outcomes of all early elementary school students. ABSTRAK Hasil belajar siswa kelas II SD Negeri Syota sangat rendah, hanya 11% mencapai Kriteria Ketuntasan Minimum (KKM), akibat dominasi metode ceramah tanpa pemanfaatan media konkret yang memadai. Kondisi ini tidak sesuai dengan karakteristik kognitif siswa usia 7–8 tahun yang berada pada tahap operasional konkret dan membutuhkan pengalaman belajar langsung melalui manipulasi objek nyata. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan penerapan pendekatan konkret dan menganalisis peningkatan hasil belajar siswa kelas II SD Negeri Syota. Penelitian menggunakan desain Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dua siklus, dengan subjek 19 siswa kelas II tahun ajaran 2025/2026. Setiap siklus terdiri dari empat tahap, yaitu perencanaan, pelaksanaan tindakan, pengamatan, dan refleksi. Pengumpulan data dilakukan melalui tes hasil belajar dan lembar observasi, lalu dianalisis menggunakan statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan yang signifikan dan progresif. Nilai rata-rata kelas meningkat dari 65 pada pra-tindakan menjadi 70 pada Siklus I dan 78 pada Siklus II. Persentase ketuntasan klasikal melonjak dari 11% menjadi 53% pada Siklus I, dan mencapai 100% pada Siklus II, dengan peningkatan merata pada ranah kognitif, psikomotor, dan afektif. Disimpulkan bahwa penerapan pendekatan konkret secara sistematis disertai perbaikan reflektif antarsiklus terbukti efektif dan inklusif dalam meningkatkan hasil belajar seluruh siswa kelas awal sekolah dasar.    
PENGARUH METODE BERMAIN PERAN TERHADAP KECERDASAN EMOSIONAL DAN KEMAMPUAN VERBAL SISWA SD/MI: SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW Ifa Fatatul Mukarromah; Uswatun Hasanah
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v6i3.11636

Abstract

This study aims to evaluate the impact of using role-playing methods on the level of emotional intelligence and verbal skills among elementary school/Madrasah Ibtidaiyah students. The background of the study notes the dominance of an educational orientation that places greater emphasis on cognitive aspects, thereby often neglecting the emotional dimensions and communication skills of children. The adopted approach is qualitative, employing a systematic literature review that examines ten leading scientific sources. The research process includes the stages of identification, screening, eligibility assessment, and synthesis of findings. The analysis indicates that the consistent application of role-playing makes a significant contribution to enhancing emotional intelligence and verbal skills. Key findings show an increase of up to 88.88% in speaking proficiency indicators, as well as strengthened self-control and empathy in students through realistic situational simulations. The conclusion affirms that role-playing is an effective strategy for balancing students’ affective and cognitive development, thereby fostering adaptive and empathetic communication. ABSTRAK Penelitian ini berupaya mengevaluasi pengaruh penggunaan metode bermain peran terhadap tingkat kecerdasan emosional serta kemampuan verbal pada siswa Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah. Latar belakang studi mencermati dominasi orientasi pendidikan yang lebih menekankan aspek kognitif, sehingga sering mengabaikan dimensi emosional dan keterampilan komunikasi anak. Pendekatan yang diadopsi bersifat kualitatif dengan tipe studi literatur (systematic literature review) yang menelaah sepuluh sumber ilmiah terkemuka dengan rentang waktu selama 10 terakhir. Proses penelitian meliputi tahapan identifikasi, penyaringan, penilaian kelayakan, dan sintesis temuan. Analisis mengindikasikan bahwa penerapan bermain peran secara konsisten memberikan kontribusi signifikan dalam meningkatkan kecerdasan emosional dan kemampuan verbal. Temuan utama menunjukkan peningkatan hingga 87,87 % pada indikator keberhasilan berbicara serta penguatan kontrol diri dan empati siswa melalui simulasi situasi yang realistis. Kesimpulan menegaskan bahwa bermain peran merupakan strategi efektif untuk menyeimbangkan perkembangan afektif dan kognitif siswa, sehingga menghasilkan komunikasi yang adaptif dan berempati.    
IDENTIFIKASI GAYA BELAJAR MURID PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN PANCASILA DI KELAS TINGGI SDN 15 KOTO BARU : PENDEKATAN DESKRIPTIF KUANTITATIF MODEL VAK Resha Albadri; Wiwik Okta Sulisawati; Martiya Nurni Khairita
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v6i3.11809

Abstract

The suboptimal teaching and learning process due to the lack of specific identification of students' learning preferences in internalizing civics material is the background of this research. These operational problems trigger a mismatch between teachers' instructional strategies and children's cognitive characteristics, which risks reducing the motivation and academic resilience of upper-grade students. The main focus of this scientific study is to analyze the learning profile tendencies using the visual, auditory, kinesthetic (VAK) model in the Pancasila Education subject. The steps of this descriptive quantitative approach are operated through the distribution of a 14-statement questionnaire filled out by a total sample of 41 fourth, fifth, and sixth-grade students at SDN 15 Koto Baru using a total sampling technique. The actual data processing procedure is executed in a structured manner using descriptive percentage statistics techniques. Quantitative data empirically reveals the dominance of the visual style with an average of 61.67 percent, spread over scores of 55 percent in fourth grade, 70 percent in fifth grade, and 60 percent in sixth grade. Auditory preferences recorded an average of 44.67 percent, while the kinesthetic type decreased with increasing grade levels with an average of 35.00 percent. The main conclusion confirms a shift in learning modalities influenced by students' levels of cognitive maturity and verbal literacy. Educators are recommended to consistently design differentiated module drafts. ABSTRAK Ketidakoptimalan proses belajar-mengajar akibat belum teridentifikasinya preferensi belajar siswa secara spesifik dalam internalisasi materi kewarganegaraan melatarbelakangi penelitian ini. Masalah operasional tersebut memicu ketidaksesuaian strategi instruksional guru dengan karakteristik kognitif anak yang berisiko menurunkan motivasi serta ketahanan akademik siswa kelas tinggi. Fokus utama kajian ilmiah ini adalah menganalisis kecenderungan profil belajar menggunakan model visual, auditory, kinesthetic (VAK) pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila. Langkah-langkah pendekatan kuantitatif deskriptif ini dioperasikan melalui penyebaran kuesioner angket 14 pernyataan yang diisi oleh sampel total sejumlah 41 murid kelas empat, lima, dan enam di SDN 15 Koto Baru melalui teknik total sampling. Prosedur pengolahan data aktual dieksekusi secara terstruktur memakai teknik statistik deskriptif persentase. Data kuantitatif secara empiris menyingkap dominasi gaya visual dengan rata-rata 61,67 persen, yang tersebar atas skor 55 persen di kelas empat, 70 persen di kelas lima, dan 60 persen di kelas enam. Preferensi auditori mencatat rata-rata 44,67 persen, sedangkan tipe kinestetik mengalami penurunan seiring kenaikan jenjang kelas dengan rata-rata 35,00 persen. Simpulan utama menegaskan adanya pergeseran modalitas belajar yang dipengaruhi oleh tingkat kematangan kognitif serta literasi verbal siswa. Pendidik direkomendasikan merancang draf modul berdiferensiasi secara konsisten.    
KONSTRUKSI SKALA SOSIAL-EMOSIONAL UNTUK SISWA SMP Ferisa Prasetyaning Utami; Ipung Hananto; Ni'matu Sholikhah
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v6i3.12090

Abstract

his study aims to develop an instrument for adolescent social emotional skills in junior high schools. The urgency of this research is the need for a non-cognitive diagnostic assessment required by teachers to map the social emotional ability profile of junior high school students. The existence of appropriate assessment results will be the basis for providing learning strategies and school programs that are appropriate to the conditions of students. This research method uses a development method with a 3D model, namely define, design and develop. The validity of the instrument content is carried out by testing the instrument to experts / expert judgment and limited field testing to students in junior high schools in Magelang City. The population of this study is junior high schools in Magelang City with a sample of this study being 3 junior high schools in Magelang City with 2 classes each randomly determined by the Multistage Cluster Sampling sampling technique. The data analysis technique uses Aiken expert validity and uses Pearson Correlation for construct validity testing and Cronbach Alpha for instrument reliability. The results of the study showed that the Social Emotional scale for junior high school students had adequate validity and reliability, namely 28 items were declared valid and reliable with a Cronbach's Alpha coefficient of 0.796 > 0.6. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan instrumen keterampilan sosial emosional remaja di sekolah menengah pertama. Urgensi penelitian ini adalah kebutuhan akan asesmen diagnostik non cognitif yang diperlukan oleh guru untuk memetakan profil kemampuan sosial emosional siswa SMP. Adanya hasil asesmen yang tepat akan menjadi dasar dalam memberikan strategi pembelajaran maupun program sekolah yang sesuai dengan kondisi siswa. Metode penelitian ini menggunakan metode pengembangan dengan model 3 D yaitu define, desain dan develop. Validitas isi instrumen dilakukan dengan mengujikan instrumen kepada ahli / expert judgement dan uji lapangan terbatas kepada siswa-siswa di SMP Kota Magelang. Populasi Penelitian ini adalah SMP Se Kota Magelang dengan sampel penelitian ini adalah 3 sekolah SMP di Kota Magelang dengan masing-masing 2 kelas secara acak yang ditentukan dengan teknik sampling Multistage Cluster Sampling. Teknik analisis data menggunakan Aiken validitas ahli dan menggunakan Pearson Correlation untuk uji validitas konstruk dan Alpha Cronbach untuk reliabilitas instrumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa skala Sosial Emosional bagi siswa SMP memiliki validitas dan reliabilitas yang memadai yaitu sebanyak 28 item dinyatakan valid dan reliabel dengan koefisien Alpha Cronbach sebesar 0, 796 > 0,6.    
IDENTIFIKASI MEMBACA PERMULAAN DI KELAS 1 SDN PANDEANLAMPER 05 SEMARANG Muhamad Habib Syukron Hidayat; Diana Endah Handayani; Asep Ardiyanto
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v6i3.12249

Abstract

The uneven distribution of basic literacy skills and limitations in visual cognitive processing in early childhood in interpreting textual symbols are the background of this research activity. These operational problems trigger obstacles in information absorption, lethargy of instructional focus, and ongoing academic vulnerability for students in early grades. The main focus of this scientific study is to identify early reading skills and dissect the multidimensional factors that influence these obstacles. The steps of a descriptive qualitative approach with an interactive analysis design are carried out through direct observation techniques, semi-structured interviews, and documentation of draft learning records. Primary data collection is carried out periodically with subjects of first grade A students, class teachers, and the principal at SDN Pandeanlamper 05 Semarang. Data validity is tested through triangulation of techniques and sources. Empirical research findings reveal that of a total of 27 students, 15 children are in the high category, while 12 students are identified as having mechanical obstacles divided into 5 students in the low category and 7 students in the moderate category. The subjects' operational difficulties are dominated by errors in distinguishing similar letter shapes experienced by 9 children. Inhibiting factors include physiological, intellectual, cyber environmental, and psychosocial variables. The main conclusion emphasizes the importance of synergistic collaboration in designing a diverse literacy conditioning strategy. ABSTRAK Ketidakmerataan kecakapan literasi dasar serta keterbatasan pemrosesan kognitif visual pada anak usia dini dalam mencerna simbol tekstual melatarbelakangi kegiatan penelitian ini. Masalah operasional tersebut memicu terhambatnya penyerapan informasi, kelesuan fokus instruksional, serta kerentanan akademis berkelanjutan bagi para siswa di jenjang kelas awal. Fokus utama kajian ilmiah ini adalah mengidentifikasi kemampuan membaca permulaan serta membedah faktor-faktor multidimensional yang memengaruhi hambatan tersebut. Langkah-langkah pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain analisis interaktif ini dijalankan melalui teknik observasi langsung, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi draf rekam belajar. Pengumpulan data primer dilaksanakan berkala terhadap subjek siswa kelas satu A, guru kelas, dan kepala sekolah di SDN Pandeanlamper 05 Semarang. Validitas data diuji via triangulasi teknik dan sumber. Temuan penelitian secara empiris menyingkap bahwa dari total 27 siswa, sebanyak 15 anak menempati kategori tinggi, sedangkan 12 siswa teridentifikasi mengalami hambatan mekanis yang terbagi atas 5 siswa berkategori rendah dan 7 siswa berkategori sedang. Kesulitan operasional subjek didominasi oleh kekeliruan membedakan bentuk huruf mirip yang dialami oleh 9 anak. Faktor penghambat mencakup aspek fisiologis, intelektual, lingkungan siber, dan variabel psikososial. Simpulan utama menegaskan pentingnya kolaborasi sinergis guna merancang draf strategi pengondisian literasi bervariasi.    
STRATEGI MENINGKATKAN PENGAMALAN AJARAN ISLAM SISWA MELALUI BUDAYA RELIGIUS DI SEKOLAH BERBASIS PESANTREN Muzammil Muzammil; Zamzamiyatus Zahro
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v6i3.12256

Abstract

ABSTRACT Religious culture has become a strategic approach in Islamic education to strengthen students' character amid the challenges of globalization, rapid digital technological advancement, and changing youth behavior. This study aims to analyze the implementation of religious culture, the strategies employed, and their impact on improving students' practice of Islamic teachings at MA Misbahul Hidayah. The study employed a qualitative approach using a case study design. Data were collected through observations, in-depth interviews with the principal, Islamic Religious Education teachers, Islamic boarding school caregivers, and students, as well as documentation of religious activities and other supporting records. The data were analyzed interactively through the stages of data reduction, data display, and conclusion drawing, while data trustworthiness was ensured through source triangulation, technique triangulation, and member checking. The findings indicate that religious culture is implemented in an integrated manner through the habituation of worship, teachers' role modeling, and a supervision system integrated with the daily life of the Islamic boarding school. These strategies contributed to an increase in students' participation in congregational prayers from 72% in 2023 to 96% in 2025, accompanied by a significant decrease in disciplinary violations. The findings demonstrate that the integration of habituation, role modeling, and supervision effectively facilitates the internalization of Islamic values, transforming religious practice from a formal obligation into a genuine spiritual need. This model of religious culture offers an alternative framework for strengthening character education in Islamic boarding school-based educational institutions as well as other Islamic schools. ABSTRAK Budaya religius menjadi salah satu pendekatan strategis dalam pendidikan Islam untuk memperkuat karakter peserta didik di tengah tantangan globalisasi, perkembangan teknologi digital, dan perubahan perilaku generasi muda. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi budaya religius, strategi yang diterapkan, serta dampaknya terhadap peningkatan pengamalan ajaran Islam siswa di MA Misbahul Hidayah. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis case study. Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam dengan kepala madrasah, guru Pendidikan Agama Islam, pengasuh pesantren, dan siswa, serta dokumentasi kegiatan keagamaan dan data pendukung lainnya. Analisis data dilakukan secara interaktif melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, sedangkan keabsahan data diuji menggunakan triangulasi sumber, triangulasi teknik, dan member checking. Hasil penelitian menunjukkan bahwa budaya religius diimplementasikan secara terpadu melalui pembiasaan ibadah, keteladanan pendidik, serta sistem pengawasan yang terintegrasi dengan kehidupan pesantren. Strategi tersebut berkontribusi terhadap peningkatan partisipasi salat berjamaah dari 72% pada tahun 2023 menjadi 96% pada tahun 2025, disertai penurunan pelanggaran kedisiplinan siswa. Temuan ini menunjukkan bahwa integrasi pembiasaan, keteladanan, dan pengawasan mampu mendorong proses internalisasi nilai-nilai Islam sehingga pengamalan ajaran agama berkembang menjadi kebutuhan spiritual, bukan sekadar pemenuhan kewajiban formal. Model budaya religius yang diterapkan berpotensi menjadi alternatif penguatan pendidikan karakter bagi lembaga pendidikan berbasis pesantren maupun sekolah Islam lainnya.
IMPLEMENTASI MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS AUGMENTED REALITY TERHADAP PEMAHAMAN SISWA DALAM MATERI FIQIH Fadilah Lutfi; A. Faizul Mubarak
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v6i3.12289

Abstract

ABSTRACT Digital transformation has encouraged Islamic educational institutions to develop learning approaches that accommodate students' characteristics while preserving the pedagogical values of Islamic boarding schools (pesantren). Procedural Fiqh learning often encounters challenges because instructional practices remain predominantly conventional, limiting students' ability to visualize complex worship procedures effectively. This study aimed to analyze the implementation of Augmented Reality (AR) in Fiqh instruction and examine its influence on students' procedural understanding at Riyadul Ulum Islamic Boarding School. A qualitative approach with a phenomenological design was employed. Data were collected through classroom observations, in-depth interviews, and documentation involving teachers and students. The data were analyzed using the interactive model of Miles, Huberman, and Saldaña, including data condensation, data display, and conclusion drawing and verification. Data trustworthiness was ensured through source and technique triangulation. The findings indicate that AR-based learning provides more concrete visualization of worship procedures, enhances student engagement, strengthens procedural understanding, and supports more accurate independent worship practices. The study also reveals that the effectiveness of AR implementation depends on the availability of digital infrastructure and teachers' technological competencies. Furthermore, this study proposes the concept of Immersive Fiqh Instruction as an innovative pedagogical approach that integrates Augmented Reality with the distinctive educational traditions of pesantren. These findings contribute to the advancement of technology-enhanced Islamic education while maintaining the authenticity of Islamic pedagogical values. ABSTRAK Transformasi digital mendorong lembaga pendidikan Islam untuk mengembangkan pembelajaran yang mampu mengakomodasi karakteristik peserta didik sekaligus mempertahankan nilai-nilai kepesantrenan. Materi Fiqih yang bersifat prosedural sering kali menghadapi kendala karena penyajiannya masih didominasi metode konvensional sehingga proses visualisasi gerakan ibadah belum optimal. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi media Augmented Reality (AR) dalam pembelajaran Fiqih serta mengidentifikasi pengaruhnya terhadap pemahaman prosedural siswa di Pondok Pesantren Riyadul Ulum. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain fenomenologi. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap guru serta siswa, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña melalui tahapan kondensasi data, penyajian data, serta penarikan dan verifikasi kesimpulan. Keabsahan data diperkuat melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media AR mampu menghadirkan visualisasi prosedur ibadah secara lebih konkret, meningkatkan keterlibatan belajar siswa, mempermudah pemahaman tahapan ibadah, serta mendukung praktik ibadah yang lebih tepat. Implementasi media ini juga dipengaruhi oleh kesiapan infrastruktur digital dan kompetensi guru dalam mengelola pembelajaran berbasis teknologi. Penelitian ini menegaskan bahwa integrasi Augmented Reality dapat menjadi alternatif inovatif untuk memperkuat pembelajaran Fiqih di lingkungan pesantren tanpa menghilangkan karakteristik pedagogis dan nilai-nilai pendidikan Islam.
A EVALUASI KINERJA MANAJERIAL BIMBEL BERBASIS APLIKASI ADMINISTRASI: PENDEKATAN BALANCED SCORECARD PADA PENGGUNA BimbelKu Pro Didi Kurniadi; Dwi Haryanto; Rilly Fatmawati; Ahmad Subagyo; Rabiyatul Adawiyah
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v6i3.12312

Abstract

ABSTRACT This study was motivated by the increasing need for the digitalization of tutoring center (bimbingan belajar) management as a form of non-formal educational institution facing challenges in financial administration, human resource management, and customer services. The study aimed to analyze the impact of implementing the BimbelKu Pro application on the organizational performance of tutoring centers based on the four perspectives of the Balanced Scorecard: financial, customer, internal business process, and learning and growth. A mixed-methods approach with a qualitative-dominant case study design was employed involving five tutoring centers in Karawang Regency, Indonesia, that had used the BimbelKu Pro application for at least six months. Data were collected through in-depth interviews, Likert-scale questionnaires administered to owners/managers and parents/guardians, and analyses of financial and operational documents. Qualitative data were analyzed using the Miles, Huberman, and Saldaña model, while quantitative data were examined using descriptive statistics. The findings indicate that the implementation of BimbelKu Pro positively influenced the performance of tutoring centers, with overall performance classified as good. The highest achievement was observed in the internal business process perspective, followed by the financial, learning and growth, and customer perspectives. The results further reveal that implementation success was influenced by managerial readiness, the intensity of application feature utilization, and the operational characteristics of each institution. This study demonstrates that the Balanced Scorecard provides a comprehensive framework for evaluating the implementation of management information systems in non-formal education while offering practical recommendations for application developers and tutoring center managers to support digital transformation. ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya kebutuhan digitalisasi pengelolaan bimbingan belajar (bimbingan belajar) sebagai lembaga pendidikan nonformal yang menghadapi tantangan dalam administrasi keuangan, pengelolaan sumber daya manusia, dan pelayanan kepada pelanggan. Penelitian ini bertujuan menganalisis dampak implementasi aplikasi BimbelKu Pro terhadap kinerja bimbingan belajar berdasarkan empat perspektif Balanced Scorecard, yaitu keuangan, pelanggan, proses internal, serta pembelajaran dan pertumbuhan. Penelitian menggunakan pendekatan mixed methods dengan dominasi kualitatif melalui desain case study pada lima bimbingan belajar di Kabupaten Karawang yang telah menggunakan aplikasi BimbelKu Pro minimal enam bulan. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, kuesioner skala Likert kepada pemilik atau manajer dan orang tua/wali siswa, serta analisis dokumen keuangan dan operasional, kemudian dianalisis menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldaña yang dipadukan dengan statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi aplikasi memberikan dampak positif terhadap kinerja bimbingan belajar dengan capaian kinerja berada pada kategori baik. Perspektif proses internal memperoleh nilai tertinggi, diikuti perspektif keuangan, pembelajaran dan pertumbuhan, serta pelanggan. Temuan penelitian juga menunjukkan bahwa keberhasilan implementasi dipengaruhi oleh kesiapan pengelola, intensitas pemanfaatan fitur, dan kondisi operasional masing-masing lembaga. Penelitian ini menegaskan bahwa pendekatan Balanced Scorecard mampu memberikan evaluasi yang komprehensif terhadap implementasi sistem informasi manajemen pada lembaga bimbingan belajar sekaligus menghasilkan rekomendasi bagi pengembang aplikasi dan pengelola dalam mendukung transformasi digital pendidikan nonformal.
SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW: PEMANFAATAN MEDIA VISUAL INTERAKTIF (ANIMASI, INFOGRAFIS, DAN VIDEO PEMBELAJARAN) UNTUK MENINGKATKAN PARTISIPASI AKTIF SISWA DI SEKOLAH DASAR Luthfi Zahra; Nadhifa Syahda; Laura Amanda; Muhammad Irham; Yanti Fitria; M. Habibi
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v6i3.12339

Abstract

ABSTRACT The transformation of elementary education has encouraged the integration of interactive visual media as part of instructional strategies that are more responsive to students' learning needs. Although numerous studies have reported the effectiveness of such media, the available empirical evidence remains fragmented across different types of media and educational contexts, providing only a limited understanding of their overall contribution to learning quality. This study synthesizes existing empirical evidence to explain how interactive visual media influence elementary school learning while identifying the factors that determine their effective implementation. The study employed a Systematic Literature Review approach by adapting the Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses (PRISMA) guidelines. The literature selection process resulted in 30 articles that met the inclusion criteria and were subsequently analyzed using thematic synthesis. The findings indicate that interactive visual media consistently contribute to improving learning quality by enhancing learning motivation, student engagement, active participation, conceptual understanding, learning outcomes, and critical thinking skills. The synthesis also reveals that the effectiveness of interactive visual media is influenced by the integration of instructional media design, teachers' competencies, the availability of learning facilities, and the readiness of the educational environment. This study offers a conceptual synthesis demonstrating that the effectiveness of interactive visual media depends more on their meaningful integration into pedagogical strategies than on the technology itself, thereby providing a foundation for developing more innovative, contextual, and sustainable learning practices in elementary education. ABSTRAK Transformasi pembelajaran di sekolah dasar mendorong pemanfaatan media visual interaktif sebagai bagian dari strategi pembelajaran yang lebih adaptif terhadap kebutuhan peserta didik. Meskipun berbagai penelitian telah melaporkan efektivitas media tersebut, bukti empiris yang tersedia masih tersebar pada beragam jenis media dan konteks pembelajaran sehingga belum memberikan gambaran yang utuh mengenai kontribusinya terhadap kualitas pembelajaran. Kajian ini menyusun sintesis bukti ilmiah untuk menjelaskan bagaimana media visual interaktif memengaruhi pembelajaran di sekolah dasar sekaligus mengidentifikasi faktor-faktor yang menentukan keberhasilan implementasinya. Penelitian dilakukan menggunakan pendekatan Systematic Literature Review dengan mengadaptasi pedoman Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses (PRISMA). Proses seleksi literatur menghasilkan 30 artikel yang memenuhi kriteria inklusi untuk dianalisis melalui sintesis tematik. Hasil kajian memperlihatkan bahwa media visual interaktif secara konsisten berkontribusi terhadap peningkatan kualitas pembelajaran melalui penguatan motivasi belajar, student engagement, partisipasi aktif, pemahaman konsep, hasil belajar, dan kemampuan berpikir kritis. Sintesis juga menunjukkan bahwa efektivitas implementasi media dipengaruhi oleh keterpaduan desain media, kompetensi guru, dukungan sarana pembelajaran, dan kesiapan lingkungan pendidikan. Penelitian ini menghasilkan sintesis konseptual yang menegaskan bahwa keberhasilan media visual interaktif lebih ditentukan oleh kualitas integrasinya ke dalam strategi pedagogis daripada oleh jenis teknologi yang digunakan, sehingga dapat menjadi landasan bagi pengembangan pembelajaran sekolah dasar yang lebih inovatif, kontekstual, dan berkelanjutan.