cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalp4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
jurnalp4i@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, NTB Email: jurnalp4i@gmail.com
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan
ISSN : 2775717X     EISSN : 27757188     DOI : 10.51878
Core Subject : Education,
Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan keguruan dan ilmu pendidikan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 540 Documents
PEMBELAJARAN BERBASIS PERMAINAN UNTUK PENGEMBANGAN LITERASI NUMERIK AWAL PADA ANAK PRASEKOLAH DENGAN GEJALA ADHD: STUDI KUASI-EKSPERIMEN DI TAMAN KANAK-KANAK Santi Yudhawati Darmo; Taurinda Mahardiyanti
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v6i2.12459

Abstract

Preschool children exhibiting symptoms of Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) face considerable challenges in developing early numerical literacy due to deficits in executive function, sustained attention, and response inhibition. This study aims to examine the effectiveness of a game-based learning (GBL) approach in enhancing early numerical literacy competencies among children aged 4-6 years displaying ADHD symptoms in a preschool setting. A quasi-experimental design with pre-test and post-test measurements was employed with a single treatment group (N = 18), selected through the Conners' Early Childhood Rating Scale (Conners EC). The intervention comprised 10 structured game sessions over five weeks, targeting five dimensions of early numerical literacy: number recognition, one-to-one correspondence, comparison and ordering, number decomposition, and informal arithmetic. Results indicate a mean gain score of 4.18 points (from 3.36 to 7.54 on a 10-point scale) with statistical significance of p < 0.01 across all measured dimensions. Behavioral observations further revealed a 55.6% increase in active engagement duration and a 50.0% improvement in task completion without distraction. These findings suggest that GBL, when designed with structured responsiveness to ADHD characteristics, constitutes an effective pedagogical approach for supporting early numerical development. ABSTRAK Anak prasekolah dengan gejala Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) menghadapi tantangan signifikan dalam mengembangkan literasi numerik awal akibat defisit fungsi eksekutif, perhatian, dan inhibisi respons. Penelitian ini bertujuan menguji efektivitas pendekatan pembelajaran berbasis permainan (game-based learning/GBL) dalam meningkatkan kemampuan literasi numerik awal pada anak usia 4-6 tahun yang menunjukkan gejala ADHD di lingkungan prasekolah. Penelitian menggunakan desain kuasi-eksperimen dengan rancangan pre-test dan post-test pada satu kelompok perlakuan (N = 18) yang diseleksi melalui Conners' Early Childhood Rating Scale (Conners EC). Intervensi dilaksanakan dalam 10 sesi permainan terstruktur selama lima minggu yang mencakup lima dimensi literasi numerik: pengenalan angka, korespondensi satu-satu, komparasi dan urutan, dekomposisi angka, serta aritmatika informal. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan rata-rata gain score sebesar 4,18 poin (dari 3,36 menjadi 7,54 pada skala 10) dengan nilai signifikansi p < 0,01 pada seluruh dimensi yang diukur. Selain itu, observasi perilaku menunjukkan peningkatan durasi keterlibatan aktif sebesar 55,6% dan kemampuan penyelesaian tugas tanpa distraksi sebesar 50,0%. Temuan ini mengindikasikan bahwa GBL yang dirancang secara terstruktur dan responsif terhadap karakteristik ADHD merupakan pendekatan efektif untuk mendukung perkembangan numerasi awal.
PENERAPAN MODEL PROJECT BASED LEARNING MELALUI PENDEKATAN STUDENT-CENTERED LEARNING DALAM PEMBELAJARAN TEKS PROSEDUR PADA SISWA KELAS VII Yusnidar Giawa; Christin Agustina Purba; Johannes Simamora
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v6i2.12460

Abstract

This study aimed to describe the implementation of the Project Based Learning (PjBL) model within the Student Centered Learning (SCL) approach in procedural text learning for seventh-grade students at SMP Kemala Bhayangkari 1 Medan, to describe students’ activeness during the learning process, and to analyze students’ ability in writing procedural texts after the implementation of the model. This research was motivated by the low level of student participation and the less optimal ability of students in composing procedural texts systematically and according to appropriate linguistic rules. This study employed a descriptive method with a qualitative approach. The research data were obtained through observation, interviews, and documentation. The results of the study showed that the implementation of the Project Based Learning model within the Student Centered Learning approach was carried out effectively and was able to create an active, collaborative, and meaningful learning environment. Students’ activeness increased, as indicated by their participation in discussions, group collaboration, confidence in expressing opinions, and involvement in project activities. In addition, students’ ability in writing procedural texts also improved, particularly in terms of text structure, linguistic features, sequence of steps, and clarity of the text content. This improvement occurred because students gained direct learning experiences through project-based activities, making it easier for them to understand the learning material. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan model Project Based Learning (PjBL) dalam pendekatan Student Centered Learning (SCL) pada pembelajaran teks prosedur siswa kelas VII SMP Kemala Bhayangkari 1 Medan, mendeskripsikan keaktifan siswa selama proses pembelajaran, serta menganalisis kemampuan siswa dalam menyusun teks prosedur setelah penerapan model tersebut. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya keaktifan siswa dan kurang optimalnya kemampuan siswa dalam menyusun teks prosedur secara sistematis dan sesuai kaidah kebahasaan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Data penelitian diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model Project Based Learning dalam pendekatan Student Centered Learning terlaksana dengan baik dan mampu menciptakan pembelajaran yang aktif, kolaboratif, dan bermakna. Keaktifan siswa mengalami peningkatan yang terlihat dari partisipasi siswa dalam diskusi, kerja sama kelompok, keberanian menyampaikan pendapat, serta keterlibatan dalam pelaksanaan proyek. Selain itu, kemampuan siswa dalam menyusun teks prosedur juga mengalami peningkatan, terutama pada aspek struktur teks, kaidah kebahasaan, urutan langkah-langkah, dan kejelasan isi teks. Peningkatan tersebut terjadi karena siswa memperoleh pengalaman belajar secara langsung melalui kegiatan proyek sehingga lebih mudah memahami materi pembelajaran.
PENGARUH PENDEKATAN DEEP LEARNING DENGAN MEDIA MAPPING DIGITAL TERHADAP PEMAHAMAN TEKS EKSPOSISI PADA SISWA KELAS XI SMA Oktavia Dewita Marbun; Juni Agus Simaremare; Martua Raynhat Sitanggang Gusar
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v6i2.12461

Abstract

This study aimed to determine the effect of the Deep Learning approach assisted by Digital Mapping media on the exposition text comprehension skills of eleventh-grade students at Santo Paulus Senior High School Medan. This study employed a quantitative method with an experimental approach. The research design used was the One-Group Pretest–Posttest Design, in which a single group of participants was given a pretest before the treatment and a posttest after the treatment without a comparison group. The sample consisted of 26 eleventh-grade students from Santo Paulus Senior High School Medan. Data were collected through a pretest to measure students' initial comprehension before the treatment and a posttest administered after the implementation of the Deep Learning approach supported by Digital Mapping media. The findings indicated that the use of the Deep Learning approach with Digital Mapping media improved students' exposition text comprehension skills. This improvement was reflected in the students' posttest results following learning activities that emphasized deep understanding through analysis, discussion, and concept mapping using digital mind maps. The Digital Mapping media enabled students to visualize relationships among ideas within the text, thereby facilitating a more systematic understanding of the content and structure of exposition texts. Based on the data analysis, it can be concluded that the Deep Learning approach assisted by Digital Mapping media had a statistically significant effect on the exposition text comprehension skills of eleventh-grade students at Santo Paulus Senior High School Medan. Therefore, this instructional approach can serve as an effective alternative learning strategy for enhancing students' comprehension of exposition texts. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan pendekatan Deep Learning dengan media Mapping Digital terhadap kemampuan pemahaman teks eksposisi siswa kelas XI SMAS Santo Paulus Medan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan eksperimen. Desain penelitian yang digunakan adalah One Group Pretest–Posttest Design, yaitu desain penelitian yang hanya menggunakan satu kelompok tanpa kelompok pembanding dengan memberikan tes sebelum dan sesudah perlakuan. Sampel penelitian ini adalah 26 siswa kelas XI SMAS Santo Paulus Medan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui pretest untuk mengetahui kemampuan awal siswa sebelum diberikan perlakuan dan posttest setelah penerapan pendekatan Deep Learning dengan media Mapping Digital dalam pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan pendekatan Deep Learning dengan media Mapping Digital dapat meningkatkan kemampuan pemahaman teks eksposisi siswa. Peningkatan tersebut terlihat dari hasil belajar siswa setelah diberikan perlakuan pembelajaran yang menekankan pemahaman mendalam melalui kegiatan analisis, diskusi, serta pemetaan gagasan menggunakan peta konsep digital. Media Mapping Digital membantu siswa memvisualisasikan hubungan antar gagasan dalam teks sehingga mempermudah mereka memahami isi dan struktur teks eksposisi secara sistematis.Berdasarkan hasil analisis data, dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan dari penggunaan pendekatan Deep Learning dengan media Mapping Digital terhadap kemampuan pemahaman teks eksposisi siswa kelas XI SMAS Santo Paulus Medan. Dengan demikian, pendekatan pembelajaran ini dapat dijadikan sebagai salah satu alternatif strategi pembelajaran untuk meningkatkan pemahaman siswa terhadap teks eksposisi.
EFEKTIVITAS PENGGUNAAN VIDEO ANIMASI DALAM MENINGKATKAN MINAT BELAJAR BAHASA ARAB PADA SISWA KELAS V SD Mirna Kumala Putri; Siti Nurdinah
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v6i2.12462

Abstract

Learning interest is one of the key factors influencing the success of Arabic language learning at the elementary school level. However, conventional teaching practices often fail to attract students' attention, highlighting the need for more interactive instructional media that align with learners' developmental characteristics. This study aimed to analyze the effectiveness of animated video media in improving Arabic learning interest among fifth-grade students at SDS 026 Nurmadani. The research employed a quantitative approach using a pre-experimental method with a one-group pretest–posttest design. The sample consisted of 26 students selected through purposive sampling. Data were collected through questionnaires, observations, and documentation, and analyzed using descriptive statistics, the Wilcoxon Signed-Rank Test, and the N-Gain test. The findings revealed that the use of animated videos had a significant positive effect on students' interest in learning Arabic and was categorized as moderately effective. These findings indicate that animated videos create a more engaging, interactive, and learner-centered learning environment that encourages greater student participation during Arabic language learning. Therefore, animated video media can serve as an effective alternative instructional medium for improving students' interest in learning Arabic at the elementary school level. ABSTRAK Minat belajar merupakan salah satu faktor yang menentukan keberhasilan pembelajaran Bahasa Arab di sekolah dasar. Namun, proses pembelajaran yang masih didominasi metode konvensional menyebabkan siswa kurang tertarik mengikuti pembelajaran sehingga diperlukan media pembelajaran yang lebih interaktif dan sesuai dengan karakteristik peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas penggunaan media video animasi dalam meningkatkan minat belajar Bahasa Arab pada siswa kelas V SDS 026 Nurmadani. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode pre-eksperimental dan desain one group pretest–posttest. Sampel penelitian berjumlah 26 siswa yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui angket, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan statistik deskriptif, uji Wilcoxon Signed-Rank Test, dan uji N-Gain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan video animasi memberikan pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan minat belajar Bahasa Arab siswa dan berada pada kategori cukup efektif. Temuan tersebut menunjukkan bahwa video animasi mampu menciptakan pembelajaran yang lebih menarik, interaktif, dan sesuai dengan karakteristik siswa sekolah dasar sehingga dapat meningkatkan keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran Bahasa Arab. Dengan demikian, video animasi dapat menjadi salah satu alternatif media pembelajaran untuk meningkatkan minat belajar Bahasa Arab di sekolah dasar.
PENGEMBANGAN LKPD BERDIFERENSIASI SEBAGAI PENDUKUNG PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA HINDU PADA KELAS VII SMP Ni Kadek Ayu Desi Kernia; Putu Wulandari Tristananda; I Wayan Wira Darma
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v6i2.12463

Abstract

This development research aims to describe the design and construction, analyze the validity, and analyze the practicality of differentiated LKPD in the Hindu Religious Education subject for seventh-grade students at SMP Negeri 2 Singaraja. This research uses the Design and Development Research (DDR) method, which includes the stages of analysis, design, development, and evaluation. The research subjects involved material experts, media experts, language experts, teachers, and seventh-grade students from SMP Negeri 2 Singaraja. The analysis results show that students have diverse learning style characteristics, so a differentiated LKPD (Student Worksheet) was developed on the material of the form and function of offerings, which includes three types of learning activities: visual activities thru observation and image analysis, auditory activities through listening to audio and analyzing case studies, and kinesthetic activities thru simple practices. The results of the validity test show that the developed LKPD falls into the very valid categories with percentages of 95.83% in the material aspect, 82.5% in the media aspect, and 95% in the language aspect. Meanwhile, the practicality test results obtained percentages of 98.5% from teachers, 82% at the one-to-one stage, and 83.47% at the small group stage by students, all of which fall into the very practical category. Based on these results, the developed differentiated LKPD is deemed suitable for use as a meaningful and student-centered learning support. ABSTRAK Penelitian pengembangan ini bertujuan untuk mendeskripsikan rancang bangun, menganalisis validitas dan menganalisis kepraktisan LKPD berdiferensiasi pada mata pelajaran pendidikan Agama Hindu kelas VII SMP Negeri 2 Singaraja. Penelitian ini menggunakan metode Design and Development Research (DDR) yang mencakup tahapan analisis, perancangan, pengembangan, dan evaluasi. Subjek penelitian melibatkan ahli materi, ahli media, ahli bahasa, guru serta peserta didik kelas VII DMP Negeri 2 Singaraja. Hasil analisis menunjukkan bahwa peserta didik memiliki karakteristik gaya belajar yang beragam, sehingga dikembangkan LKPD berdiferensiasi pada materi bentuk dan fungsi upakara yang memuat tiga jenis aktivitas pembelajaran, yaitu aktivitas visual melalui pengamatan dan analisis gambar, aktivitas auditori melalui kegiatan menyimak audio dan menganalisis studi kasus, serta aktivitas kinestetik melalui praktik-praktik sederhana. Hasil uji validitas menunjukkan bahwa LKPD yang dikembangkan berada pada kategori sangat valid dengan persentase sebesar 95.83% pada aspek materi, 82.5% pada aspek media, dan 95% pada aspek bahasa. Sementara itu, hasil uji kepraktisan memperoleh persentase sebesar 98.5% dari guru, 82% pada tahap one to one, dan 83.47% pada tahap small group oleh peserta didik, yang seluruhnya termasuk kategori sangat praktis. Berdasarkan hasil tersebut, LKPD berdiferensiasi yang dikembangkan dinyatakan layak digunakan sebagai pendukung pembelajaran yang bermakna dan berpusat pada peserta didik.
PENGARUH MEDIA TRAINER SISTEM PENDINGIN TERHADAP HASIL PRAKTIK SISWA SMK Juz’am Alifyan; Yunika Lestaria Ningsih; Bz Septeiyawan Abdullah
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v6i3.12492

Abstract

ABSTRACT Practical learning in the automotive field requires students not only to understand the operating principles of vehicle components but also to apply them accurately in workshop activities. In the cooling system topic, limited practical learning media often hinder the learning process, resulting in learning experiences that do not fully reflect real workplace conditions. This situation encourages the use of a cooling system trainer as a learning medium designed to strengthen the connection between conceptual understanding and practical skills. This study involved 30 students of Class XI TKR 2 at SMK Negeri 8 Palembang, selected through a purposive sampling technique. Changes in students’ practical abilities were observed through pre- and post-learning practical tests and analyzed using normality testing, the Wilcoxon Signed Rank Test, and N-Gain analysis. The results revealed an increase in the average practical score from 49.53 to 84.80 after the implementation of the trainer-based learning activities. A significance value of 0.000 (<0.05) indicated a statistically significant improvement in students’ practical performance. Furthermore, the average N-Gain score of 0.68 was categorized as moderate, with an effectiveness level of 68.04%. These findings suggest that the cooling system trainer can provide a more engaging learning experience, enhance procedural understanding, and support the development of vocational competencies aligned with industry demands. Therefore, the media has considerable potential as an innovative alternative for practical learning in automotive vocational education. ABSTRAK Pembelajaran praktik pada bidang otomotif menuntut peserta didik tidak hanya memahami konsep kerja komponen kendaraan, tetapi juga mampu menerapkannya secara tepat dalam kegiatan bengkel. Pada materi sistem pendingin, keterbatasan media praktik sering kali menyebabkan proses pembelajaran kurang optimal sehingga pengalaman belajar yang diperoleh siswa belum sepenuhnya mencerminkan kondisi kerja nyata. Kondisi tersebut mendorong pemanfaatan media trainer sistem pendingin sebagai sarana pembelajaran yang dirancang untuk memperkuat keterkaitan antara pemahaman konseptual dan keterampilan praktik. Kajian ini melibatkan 30 siswa kelas XI TKR 2 SMK Negeri 8 Palembang yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Perubahan kemampuan praktik diamati melalui pemberian tes sebelum dan sesudah penggunaan media, kemudian dianalisis menggunakan uji normalitas, Wilcoxon Signed Rank Test, dan perhitungan N-Gain. Hasil pengolahan data memperlihatkan peningkatan rata-rata skor dari 49,53 menjadi 84,80 setelah siswa mengikuti pembelajaran dengan media trainer. Nilai signifikansi sebesar 0,000 (<0,05) menunjukkan adanya perubahan yang bermakna pada capaian praktik siswa. Selain itu, rata-rata N-Gain sebesar 0,68 berada pada kategori sedang dengan tingkat efektivitas mencapai 68,04%. Temuan ini memperlihatkan bahwa penggunaan media trainer sistem pendingin mampu menciptakan pengalaman belajar yang lebih aktif, memperkuat penguasaan prosedur kerja, dan mendukung pembentukan kompetensi vokasional yang selaras dengan kebutuhan dunia kerja. Dengan demikian, media tersebut berpotensi menjadi alternatif inovasi pembelajaran praktik pada pendidikan kejuruan otomotif.
PERAN ORANG TUA DALAM MENINGKATKAN HAFALAN AL-QUR’AN ANAK KELAS 3 DI SDIT INSAN QUR’ANI MULIA Baiq Arnika Saadati; Samsul Hadi Rahman; Yuliana Sari
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v6i2.12568

Abstract

This study aims to describe the roles, efforts, supporting factors, and inhibiting factors of parents in improving the Qur’an memorization of third-grade students at SDIT Insan Qur’ani Mulia. This research employed a descriptive qualitative approach and was conducted at SDIT Insan Qur’ani Mulia. The informants included the principal, the third-grade homeroom teacher, students’ parents, and 12 third-grade students. Data were collected through interviews, observation, and documentation, and were analyzed through data reduction, data display, and conclusion drawing. Data validity was strengthened through source triangulation and technique triangulation. The findings show that parents play an important role in improving children’s Qur’an memorization through five main roles: role models, motivators, guides, facilitators, and managers. As role models, parents encourage children to become familiar with the Qur’an by demonstrating reading and memorization habits. As motivators and guides, parents provide encouragement, advice, murajaah assistance, and support in improving recitation. As facilitators and managers, parents provide mushafs, murottal media, memorization schedules, and supervision of children’s daily activities. Parents’ efforts include enrolling children in tahfidz-based education, assisting memorization at home, giving rewards, and limiting mobile phone use. Supporting factors include children’s motivation, parental expectations, family involvement, and the school environment. Inhibiting factors include parents’ limited time, children’s lack of focus, laziness, and uncontrolled mobile phone use. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan peran, upaya, serta faktor pendukung dan penghambat orang tua dalam meningkatkan hafalan Al-Qur’an anak kelas III di SDIT Insan Qur’ani Mulia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan lokasi penelitian di SDIT Insan Qur’ani Mulia. Informan penelitian meliputi kepala sekolah, wali kelas III, orang tua siswa, dan 12 siswa kelas III. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data diperkuat melalui triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa orang tua berperan penting dalam meningkatkan hafalan Al-Qur’an anak melalui lima peran utama, yaitu sebagai teladan, motivator, pembimbing, fasilitator, dan manajer. Sebagai teladan, orang tua membiasakan anak dekat dengan Al-Qur’an melalui contoh membaca dan menghafal. Sebagai motivator dan pembimbing, orang tua memberi dorongan, nasihat, pendampingan murajaah, serta bantuan dalam memperbaiki bacaan. Sebagai fasilitator dan manajer, orang tua menyediakan mushaf, media murottal, jadwal hafalan, dan pengawasan penggunaan waktu. Upaya orang tua dilakukan dengan memasukkan anak ke lembaga pendidikan berbasis tahfidz, mendampingi hafalan di rumah, memberi penghargaan, dan membatasi penggunaan HP. Faktor pendukung meliputi motivasi anak, harapan orang tua, keterlibatan keluarga, dan lingkungan sekolah. Faktor penghambat meliputi keterbatasan waktu orang tua, kurangnya fokus anak, rasa malas, dan penggunaan HP yang tidak terkontrol.
PENGEMBANGAN LITERASI PERTANIAN ANAK USIA DINI MELALUI KEBUN EDUKASI Harini Suci; Ade Yoga Rohmadani
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v6i2.12603

Abstract

Introducing agricultural literacy during early childhood is important for helping children understand food sources, plant growth processes, and the relationship between humans and the environment. However, learning activities that directly introduce agricultural concepts are still limited in early childhood education settings. This study aimed to describe the development of agricultural literacy among young children through the use of an educational garden as a learning medium. The research was conducted at TK Angkasa Lanud Iswahjudi Maospati, Magetan Regency, using a descriptive qualitative approach. Research participants included the principal, Group B teacher, and Group B children. Data were collected through observation, interviews, and documentation, and were analyzed through data reduction, data display, and conclusion drawing procedures. The findings indicated that gardening activities provided opportunities for children to recognize various plant species, understand factors influencing plant growth, and observe changes occurring throughout the growth process. Children's involvement in planting, watering, maintaining, and harvesting activities encouraged active participation in learning. In addition to improving agricultural knowledge, these activities supported the development of motor skills, social interaction, cooperation, and environmental awareness. The study concludes that educational gardens can serve as meaningful contextual learning media to support the development of agricultural literacy in early childhood education. ABSTRAK Pengenalan literasi pertanian sejak usia dini menjadi penting sebagai upaya membangun pemahaman anak mengenai sumber pangan, proses pertumbuhan tanaman, dan hubungan manusia dengan lingkungan. Meskipun demikian, kegiatan pembelajaran yang mengenalkan konsep pertanian secara langsung masih belum banyak diterapkan pada lembaga pendidikan anak usia dini. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan pengembangan literasi pertanian pada anak usia dini melalui pemanfaatan kebun edukasi sebagai media pembelajaran. Penelitian dilaksanakan di TK Angkasa Lanud Iswahjudi Maospati, Kabupaten Magetan, dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Informan penelitian meliputi kepala sekolah, guru kelompok B, dan anak kelompok B. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan berkebun memberikan kesempatan kepada anak untuk mengenal berbagai jenis tanaman, memahami faktor-faktor yang mendukung pertumbuhan tanaman, serta mengamati perubahan yang terjadi selama proses pertumbuhan. Keterlibatan anak dalam kegiatan menanam, menyiram, merawat, dan memanen tanaman mendorong partisipasi aktif dalam pembelajaran. Selain menambah pengetahuan tentang pertanian, kegiatan tersebut juga mendukung perkembangan keterampilan motorik, kemampuan berinteraksi, kerja sama, dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar. Berdasarkan temuan penelitian, kebun edukasi dapat dimanfaatkan sebagai sarana pembelajaran kontekstual yang mendukung pengembangan literasi pertanian pada anak usia dini secara lebih bermakna.
MODEL PEMBELAJARAN OUTDOOR LEARNING BERBASIS LINGKUNGAN ALAM UNTUK MENGEMBANGKAN LITERASI SAINS ANAK USIA DINI Dharma Gyta Sari Harahap; Ferry Irawan; Muh. Rafi'y; Cristiana Normalita de Lima; Minuk Riyana; Salman Alparis Sormin
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v6i3.12627

Abstract

This study is based on the importance of developing scientific literacy in early childhood through concrete, active, and meaningful learning experiences. Young children need direct interaction with real objects and natural phenomena to understand basic science concepts, rather than relying only on verbal explanations in the classroom. This study aims to describe the implementation of a nature-based outdoor learning model to develop scientific literacy in early childhood. The research used a descriptive qualitative approach with a case study design at TK ABA WASUR II, involving group B children aged 5 to 6 years. The research subjects included children, classroom teachers, the school principal, and parents as supporting informants. Data were collected through observation, interviews, and documentation, then analyzed through data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings show that nature-based outdoor learning encourages children to observe, ask questions, classify, experiment, and communicate simple findings from their observations. The children also developed environmental awareness through activities such as caring for plants, keeping the learning area clean, and avoiding damage to natural objects. Supporting factors included the availability of the school environment, children’s enthusiasm, and teacher readiness in planning exploratory activities. The obstacles included weather changes, safety supervision, limited supporting media, and differences in children’s language abilities. Therefore, nature-based outdoor learning can serve as an effective, contextual, and enjoyable learning model for developing scientific literacy in early childhood. ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pengembangan literasi sains sejak usia dini melalui pembelajaran yang konkret, aktif, dan dekat dengan kehidupan anak. Anak usia dini membutuhkan pengalaman belajar langsung agar mampu memahami fenomena alam secara sederhana, bukan hanya melalui penjelasan verbal di dalam kelas. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan model pembelajaran outdoor learning berbasis lingkungan alam dalam mengembangkan literasi sains anak usia dini. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan jenis studi kasus di TK ABA WASUR II pada anak kelompok B usia 5 sampai 6 tahun. Subjek penelitian meliputi anak, guru kelas, kepala sekolah, dan orang tua sebagai informan pendukung. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa outdoor learning berbasis lingkungan alam mampu mendorong anak untuk mengamati, bertanya, mengklasifikasi, mencoba, dan mengomunikasikan hasil pengamatan secara sederhana. Anak juga menunjukkan sikap peduli terhadap lingkungan melalui kegiatan merawat tanaman, menjaga kebersihan, dan tidak merusak objek alam. Faktor pendukung pembelajaran meliputi ketersediaan lingkungan sekolah, antusiasme anak, dan kesiapan guru. Faktor penghambat meliputi cuaca, keamanan, keterbatasan media, dan variasi kemampuan bahasa anak. Dengan demikian, outdoor learning berbasis lingkungan alam dapat menjadi model pembelajaran yang efektif, kontekstual, dan menyenangkan untuk mengembangkan literasi sains anak usia dini.
EFEKTIVITAS MODEL GQGA TERHADAP KREATIVITAS BELAJAR PESERTA DIDIK PADA MATA PELAJARAN PAI Fauziah Ahmad; Uswatun Khasanah; Fitriani Fitriani
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v6i2.12740

Abstract

ABSTRACT This study aims to analyze the effectiveness of the Giving Question and Getting Answer (GQGA) learning model on students’ learning creativity in Islamic Religious Education (PAI) at SMK Bina Latih Karya Bandar Lampung. This research was motivated by the low level of students’ creative thinking abilities, particularly in the originality aspect, as well as the need to implement active learning strategies that align with the principles of the Merdeka Curriculum. This study employed a quantitative approach using a quasi-experimental method with a Posttest-Only Control Group Design. The research sample consisted of two classes, namely an experimental class and a control class, selected through simple random sampling. Data were collected using a learning creativity questionnaire that had been tested for validity and reliability, and the data were analyzed statistically to determine differences between groups. The results showed that the implementation of the GQGA learning model had a significant effect on students’ learning creativity compared to conventional learning. Students in the experimental class demonstrated better abilities in fluency, flexibility, elaboration, and originality in expressing ideas. These findings indicate that the GQGA model can serve as an effective alternative active learning strategy to enhance students’ participation and creativity in Islamic Religious Education at the vocational high school level. This study contributes to the development of creative learning practices within the implementation of the Merdeka Curriculum. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas model pembelajaran Giving Question and Getting Answer (GQGA) terhadap kreativitas belajar peserta didik pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di SMK Bina Latih Karya Bandar Lampung. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan berpikir kreatif peserta didik, khususnya pada aspek originality (keaslian), serta kebutuhan penerapan strategi pembelajaran aktif yang selaras dengan prinsip Kurikulum Merdeka. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode quasi experiment melalui desain Posttest-Only Control Group Design. Sampel penelitian terdiri atas dua kelas, yaitu kelas eksperimen dan kelas kontrol yang ditentukan menggunakan teknik simple random sampling. Data dikumpulkan melalui instrumen angket kreativitas belajar yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya, kemudian dianalisis menggunakan uji statistik untuk mengetahui perbedaan hasil antar kelompok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran GQGA berpengaruh secara signifikan terhadap kreativitas belajar peserta didik dibandingkan dengan pembelajaran konvensional. Peserta didik pada kelas eksperimen menunjukkan kemampuan yang lebih baik dalam aspek kelancaran, keluwesan, elaborasi, dan keaslian dalam menghasilkan ide. Temuan ini menunjukkan bahwa model GQGA dapat menjadi alternatif pembelajaran aktif dalam meningkatkan keterlibatan dan kreativitas peserta didik pada pembelajaran PAI di tingkat SMK. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap