cover
Contact Name
Akhmad Yanuar
Contact Email
yanuarfahmi20@gmail.com
Phone
+6282143172001
Journal Mail Official
yanuarfahmi20@gmail.com
Editorial Address
JL Letkol Istiqlah 109 penataban Banyuwangi
Location
Kab. banyuwangi,
Jawa timur
INDONESIA
PROFESSIONAL HEALTH JOURNAL
ISSN : -     EISSN : 27156249     DOI : -
Core Subject : Health,
Professional health journal is an open access journal with a wide range (Scope) of fields of nursing including basic research in nursing, management nursing, emergencies, and critical nursing, medical-surgical nursing, mental health nursing, maternity nursing, maternity nursing, child nursing, nursing care , community nursing, family nursing education nursing, complementary, alternative medicine (CAM) in nursing, midwifery, medicine, and pharmacist
Articles 915 Documents
Efek Biblioterapi Dalam Menurunkan Kecemasan Pada Anak Usia Sekolah (7 – 12 tahun) Saat Perawatan Di Rumah Sakit Badrul Munif; Akhmad Yanuar Fahmi Pamungkas; Atik Pramesti Wilujeng; Rudiyanto; Yusuf Waliyyun Arifuddin
PROFESSIONAL HEALTH JOURNAL Vol. 4 No. 2 (2023): Juni
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (PPPM) STIKES Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54832/phj.v4i2.512

Abstract

Background: The child has difficulty in understanding why they are sick, hospitalization can cause separation anxiety in children, which includes protest, despair, discharge, loss of control so it needs bibliotherapy. Bibliotherapy is the use of the book as a medium of therapy to minimize stressors, prevent the loss, reduce anxiety, and support children coping. Aims: The purpose of this study was to determine the effect Biblio therapy against anxiety levels in school-age children (7-12 years) in the Children's Room of Blambangan Banyuwangi Hospital. Methods: Pre-experimental research design using the technique of one group pre-post test design. A sample of 20 children with accidental sampling technique. Data obtained from observations before and after giving bibliotherapy, and then do the scoring, tabulating, and statistical tests using Wilcoxon match pair test. Results: Manually obtained calculation number 199> 52 = Ho is rejected and Ha is accepted, meaning that there are differences in anxiety levels before and after biblio therapy which means there is a significant effect of bibliotherapy on anxiety levels in school-aged children (7–12 years) in the Children's Room of Blambangan Hospital Banyuwangi. Conclusions: Billion therapy can be applied as one of the nursing interventions in the hospital to decrease the problem of children to keep children happy and cooperative during hospitalization.
Pengaruh Aktifitas Fisik terhadap Kejadian Penyakit Tidak Menular pada Lansia Ulfatul Latifah; Iroma Maulidah; Ardhi Henda Karmandika
PROFESSIONAL HEALTH JOURNAL Vol. 5 No. 2 (2024): Juni
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (PPPM) STIKES Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54832/phj.v5i2.514

Abstract

The morbidity rate for the elderly is the proportion of the elderly population who experience health problems that interfere with their daily activities during the past month. According to the 2014 Susenas, the morbidity rate for the elderly population was 25.05%, meaning that out of every 100 elderly people, 25 of them were sick. In Tegal City, the prevalence of non-communicable diseases has a tendency to increase from year to year, this is due to the epidemiological transition, demographic transition and lifestyle transition. This study aims to determine the relationship between physical activity and the incidence of non-communicable diseases in the elderly in Tegal City. This type of analytic observational research uses a cross-sectional design, with a quantitative approach. The population in this study were elderly aged over ≥ 46 years who were in the Tegal City Region. The analytical test used is the chis square test which aims to determine the relationship between physical activity and the occurrence of non-communicable diseases. Data collection was carried out through interviews and filling out questionnaires on the elderly with a sample of 50 people. The results showed that there was a relationship between physical activity and the incidence of non-communicable diseases. The incidence of non-communicable diseases in the elderly can be caused by the high prevalence of risk factors such as lack of physical activity. It is hoped that health workers
Gambaran Pengetahuan Tentang Rokok Elektrik Pada Siswa SMP Negeri 1 Kembaran Banyumas Maya Sulistiawati Sri Mulyani; Ita Apriliyani; Arni Nur Rahmawati
PROFESSIONAL HEALTH JOURNAL Vol. 3 No. 2 (2022)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (PPPM) STIKES Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54832/phj.v3i2.528

Abstract

Rokok elektrik adalah alat yang berfungsi mengubah zat kimia menjadi uap dialirkan keparu-paru menggunakan tenaga listrik. Rokok elektrik menjadi pilihan alternatif untuk beralih dari rokok konvensional. Rokok elektrik memberikan efek merugikan bagi kesehatan seperti dampak yang ditimbulkan karena cairan vapor, adanya nikotin dapat menimbulkan rasa adiksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengetahuan tentang rokok elektrik pada siswa SMP Negeri 1 Kembaran Banyumas. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain analisis deskriptif menggunakan pendekatan waktu cross sectional. Teknik pengambilan sampel penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling dan rumus slovin dengan jumlah sampel 217 responden, pengambilan sampel penelitian dengan rumus proportionate stratifed random sampling. Hasil penelitian menunjukan responden dengan kategori tingkat pengetahuan cukup/baik sebanyak 130 responden (59.9%), sedangkan kategori tingkat pengetahuan kurang sebanyak 87 responden (40.1%). Analisis univariat menunjukkan responden memiliki pengetahuan cukup/baik terhadap pengetahuan rokok elektrik. Saran penelitian ini diperlukan adanya penelitian selanjutnya dan edukasi penyuluhan kesehatan terhadap pengguna rokok elektrik.
Faktor Yang Mempengaruhi Resiko Terjadinya Gizi Lebih Pada Kelompok Usia Remaja Area Urban: Faktor Yang Mempengaruhi Resiko Terjadinya Gizi Lebih Pada Kelompok Usia Remaja Area Urban Wike Rosalini; Robby Aji Permana; Ni Komang Wulantika; Siti Fatimatus Zahro
PROFESSIONAL HEALTH JOURNAL Vol. 5 No. 2 (2024): Juni
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (PPPM) STIKES Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54832/phj.v5i2.532

Abstract

Indonesia menghadapi krisis terkait dengan gizi pada beberapa kelompok umur salah satunya status gizi remaja. Masalah yang berhubungan dengan remaja yakni masalah pangan, gizi dan kesehatan. Tekhnologi yang berkembang berbanding lurus dengan perubahan gaya hidup remaja mulai dari pemilihan makanan junk food, aktivitas fisik, dan kurang konsumsi buah dan sayur. Gizi lebih yang tidak terkontrol akan mengakibatkan seseorang menjadi obesitas, diabetes melitus, hipertensi dan gangguan kardiovakuler. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross sectional. Penelitian dilaksanakan di Sekolah Menengah Atas di Kabupaten Jember pada bulan April 2023. Hasil analitik menunujukkan adanya hubungan antara antara jenis kelamin dengan kejadian gizi lebih (p value 0,002), ada hubungan yang signifikan antara kebiasaan konsumsi junk food dengan kejadian gizi lebih. Sejalan dnegan penelitian Irna dengan konsumsi junkfood dengan kejadian obesitas Hasil analisis diketahui p=0,001. Untuk itu berdasarkan hasil penelitian Sekolah dapat mengadakan program sosialisasidan edukasi mengenai pola makan yang baik kepada siswa dan siswa dapat menerapkan pola hidup yang berih dan sehat.
Analisis Potensi Bahaya dan Risiko di Gudang Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) RSUD Blambangan Dita Amanda Deviani; Anung Kustriyani; Budi Tantri Anisa Lestari
PROFESSIONAL HEALTH JOURNAL Vol. 5 No. 2 (2024): Juni
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (PPPM) STIKES Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54832/phj.v5i2.595

Abstract

Potential hazards are things that have the potential to cause incidents resulting in losses. Besides the risk of disease infection, hospitals have other hazards, such as Hazardous and Toxic Materials. Hazardous and Toxic Materials refer to chemical and biological substances, either individually or mixed, which contaminate and disrupt the environment due to their properties, concentration, or quantity and endanger the health of all contaminated organisms. Blambangan Regional Public Hospital is a workplace with potential hazards and risks that can lead to work accidents. This study aimed to identify potential hazards and risks in the Hazardous and Toxic Materials Warehouse at Blambangan Regional Public Hospital. This research was a qualitative descriptive study with an observational approach using the Job Safety Analysis (JSA) method. The research was conducted at the Hazardous and Toxic Materials Warehouse at Blambangan Regional Public Hospital in June-July 2023. The results identified medium-risk potential hazards and risks in the Hazardous and Toxic Materials Warehouse at Blambangan Regional Public Hospital: moving and arranging goods from trolleys to storage pallets, delivering B3 materials to Hemodialysis Units, an unclean environment in the Hazardous and Toxic Materials warehouse, scattered cardboard boxes piles. If muscles are subjected to repeated loads over a long period, there is a risk of joint damage (musculoskeletal disorders). This research concludes that potential hazards exist in Blambangan Regional Public Hospital's Hazardous and Toxic Materials warehouse located in Banyuwangi, including ergonomic, chemical, and mechanical dangers, each with a medium risk ranking.
PERBANDINGAN PEMBERIAN METODE TEPID WATER SPONGE DENGAN PLESTER KOMPRES DEMAM TERHADAP PENURUNAN SUHU TUBUH PASIEN ANAK Anita Dwi Ariyani; Nurary Alief Theria; Anang Satrianto; Fany Anitarini
PROFESSIONAL HEALTH JOURNAL Vol. 5 No. 2 (2024): Juni
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (PPPM) STIKES Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54832/phj.v5i2.599

Abstract

Most fevers in children are the result of changes in the heat center (thermoregulation) in the hypothalamus. Fever can be treated pharmacologicially and non-pharmacologically. There are various non-pharmacological therapies, one of which is using tepid water sponge therapy and fever compress plaster fever. The purpose of this study was to compare the effectiveness of the tepid water sponge on decreasing body temperature, the effectinevess of the fever compress plaster on reducing body temperature and the effectiveness of the tepid water sponge with fever compress plaster on reducing body temperature. The design of this study used a two-group pretest-posttest design aproach, the number of samples was 20 respondents which were divided into10 respondents in the tepid water sponge group and 10 respondents in the fever compress plaster group using the accidental sampling method. Data analysis in this study used paired sample t-test with observation sheet measuring instrument. The result showed a decrease in the average temperature of 0,7°C in the tepid water sponge group and 0,1°C in the fever compress plester group. For the result of analysis in the tepid water sponge group the ƿ value was 0,000 and the t count was 12,124. The fever compress plaster group got ƿ value 0,037 and t count 2, 449. Which means that there was a difference in the decrease in body temperature after the tepid water sponge and compress plaster with a p-value <0.05. Tepid water sponge is more effective in lowering body temperature compared to compress plaster.
IMPLEMENTASI AKTIFITAS FISIK UNTUK MENURUNKAN KADAR GULA DARAH PASIEN DIABETES MELLITUS DI PURBOWARDAYAN SURAKARTA: IMPLEMENTASI AKTIFITAS FISIK UNTUK MENURUNKAN KADAR GULA DARAH PASIEN DIABETES MELLITUS DI PURBOWARDAYAN SURAKARTA Ganik Sakitri; Nikmah Ayu
PROFESSIONAL HEALTH JOURNAL Vol. 5 No. 1 (2023): Desember
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (PPPM) STIKES Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54832/phj.v5i1.612

Abstract

Jalan kaki adalah salah satu bentuk olahraga yang melibatkan penggunaan kaki dan otot untuk berpindah dari satu lokasi ke lokasi lain. Penderita DM dapat dikelola melalui aktivitas sehari-hari dan olahraga teratur lima hari seminggu selama 30 hingga 45 menit. Desain penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah quasy eksperimen dengan pendekatan one group pretest postest design. Responden penelitian adalah pasien dengan diabetes mellitus di desa Purbowardayan dengan populasi sebanyak 23 responden. Tehnik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling. Pelaksanaan aktivitas fisik jalan kaki terjadwal selama 8 kali pertemuan. Hasil analisis bivariat antara implementasi aktivitas fisik dengan penurunan kadar gulan darah menggunakan Paired Test dengan hasil nilai t 0,812 dengan nilai Sign 0,032, maka ada Pengaruh implementasi aktivitas fisik terhadap penurunan kadar gula darah di Purbowardayan Surakarta. Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa aktivitas fisik bagi penderita diabetes mellitus dapat menurunkan kadar glukosa darah atau olah raga dapat mengatur kadar glukosa darah pada penderita diabetes tipe 2
Hubungan Dukungan Keluarga Terhadap Kepatuhan Minum Obat Pada Pasien Stroke Berulang Wyssie Ika Sari; Fetreo Negeo Putra; Ira Puspitasari
PROFESSIONAL HEALTH JOURNAL Vol. 5 No. 1 (2023): Desember
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (PPPM) STIKES Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54832/phj.v5i1.642

Abstract

Abstract Recurrent stroke is one of the complications that often occurs after a stroke and can be more fatal than the first stroke, due to the increasing extent of brain damage that occurs. The efforts that can be done include medication adherence and family support, family support is needed, especially for stroke patients who are also chronic diseases and require taking drugs for a long time. This study aims to identify family support, medication adherence, and analyze the relationship of family support to medication adherence in recurrent stroke patients at Wava Husada Hospital. The design of this research is correlational descriptive with a cross sectional approach. The sample size was 65 respondents using purposive sampling that met the inclusion criteria. The independent variable is family support while the dependent variable is medication adherence. Data were collected using a questionnaire and analyzed using Pearson with a significance level of =0.05. The results showed that the relationship between family support and adherence was p=0.014 with a correlation coefficient of 0.304. It can be concluded that there is a relationship between family support for medication adherence, where the better the support provided, the higher the level of medication adherence. The role of nurses is important in providing education to families regarding medication adherence because it will determine the success of the therapeutic regimen in preventing recurrent stroke. Keywords: family support, medication adherence, recurrent stroke Abstrak Stroke berulang merupakan salah satu komplikasi yang sering timbul setelah post stroke dan bisa lebih fatal dari stroke pertama, karena bertambah luasnya kerusakan otak yang terjadi. Adapun upaya yang dapat dilakukan diantaranya adalah kepatuhan minum obat dan dukungan keluarga, dukungan keluarga sangat diperlukan terutama pada penderita stroke yang juga merupakan penyakit kronik dan mengharuskan mengkonsumsi obat dalam jangka waktu yang lama. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dukungan keluarga, kepatuhan berobat, dan menganalisa hubungan dukungan keluarga terhadap kepatuhan minum obat pada pasien stroke berulang di RS Wava Husada. Desain penelitian ini adalah deskriptif korelasional dengan pendekatan cross sectional. Besar sample sebanyak 65 responden dengan menggunakan purposive sampling yang memenuhi kriteria inklusi. Variabel independen adalah dukungan keluarga sedangkan variabel dependen adalah kepatuhan minum obat. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis menggunakan pearson dengan tingkat signifikansi ɑ=0,05. Hasil penelitian menunjukkan hubungan dukungan keluarga terhadap kepatuhan p=0,014 dengan nilai koefisien korelasi 0,304. Dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan dukungan keluarga terhadap kepatuhan minum obat, dimana semakin baik dukungan yang diberikan maka tingkat kepatuhan minum obat akan meningkat. Peran perawat penting dalam pemberian edukasi kepada keluarga terkait kepatuhan minum obat karena akan mementukan keberhasilan regimen terapeutik terhadap pencegahan stroke berulang. Kata kunci : dukungan keluarga, kepatuhan minum obat, stroke berulang
Kepatuhan Diet DM, Kadar Gula Da HUBUNGANANTARAKEPATUHANDIETDENGANKADARGULADARAH ACAK PENDERITA DIABETES MELLITUS TIPE 2 PADA LANSIA DI POSYANDU KOKROSONO KELURAHAN POLOWIJENKOTAMALANG Sri Wulandari; Achmad Dafir Firdaus; Nanik Susanti
PROFESSIONAL HEALTH JOURNAL Vol. 3 No. 2 (2022)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (PPPM) STIKES Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54832/phj.v3i2.661

Abstract

Kepatuhan diet adalah ketaatan terhadap pola konsumsi makanan ataupun minuman pada pasien diabetes mellitus yang sudah ditentukan dalam program diet yang bertujuan untuk memperthankan kadar gula darah normal atau mendekati normal dengan cara memberikan 3 jenis yakni, tepat jumlah, tepat jadwal makan dan tepat jenis makan. Peneliti ini bertujuan untuk mengetahui adakah hubungan antara kepatuhan diet dengan kadar gula darah diabetes mellitus pada lansia di posyandu kokrosono kelurahan polowijen Kota Malang, desain penelitian kuantitatif korelasional dengan pendekatan cross sectional. Sampel pada penelitian ini 50 lansia dengan Teknik sampling menggunakan total sampling. Instrument yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner kepatuhan diet dan alat pemeriksaan gula darah (Easy Touch GCU). Analisa data menggunakan Uji Spearman Ran, dari hasil Analisa data menunjukan bahwa ada hubungan antara kepatuhan diet dengan kadar gula darah diabetes mellitus pada lansia di posyandu kokrosono polowijen kota malang dengan nilai signifikan (P = 0,000) dimana lebih kecil dari a (<0,05), dan nilai koefisien korelasi (r = 0,597). Dengan kepatuhan diet yang baik maka akan menjadikan kadar gula darah baik.
Pengaruh Endorphin Massage Terhadap Kelancaran ASI Pada Ibu Menyusui Ana Rofika
PROFESSIONAL HEALTH JOURNAL Vol. 3 No. 2 (2022)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (PPPM) STIKES Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54832/phj.v5i1sp.676

Abstract

Pendahuluan: World Health Organization (WHO) dan United Nations Children’s Fund (UNICEF) merekomendasikan pemberian nutrisi yang optimal bagi bayi baru lahir melalui strategi global pemberian ASI eksklusif selama enam bulan. Tidak semua ibu post partum langsung mengeluarkan ASI karena pengeluaran ASI merupakan suatu interaksi yang sangat komplek antara rangsangan mekanik, saraf dan bermacam-macam hormon yang berpengaruh terhadap pengeluaran oksitosin. Penurunan produksi ASI pada hari – hari pertama setelah melahirkan dapat disebabkan oleh kurangnya rangsangan hormon oksitosin dan prolaktin yang sangat berperan dalam kelancaran ASI, sehingga menyebabkan ASI tidak segera keluar setelah melahirkan. Metode: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adakah pengaruh pijat endorphin terhadap kelancaran ASI pada ibu menyusui di desa sinomwidodo. Jenis penelitian ini menggunakan metode pre-experimental, dengan desain yang digunakan adalah one-group pretest-posttest design. Penelitian ini terdiri dari 1 kelompok perlakuan yaitu kelompok pijat endorphin. Populasi dalam penelitian ini adalah 20 ibu nifas di Desa Sinomwidodo. Adapun untuk teknik sampling menggunakan purposive sampling. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 20 responden. Hasil: Dapat disimpulkan berdasarkan hasil uji hipotesis menunjukkan nilai sig = 0,001 <0,05 sehingga terdapat pengaruh yang signifikan endorphin massage terhadap kelancaran ASI pada ibu menyusui. Saran: Hasil penelitian ini diharapkan menjadi masukan bagi profesi bidan dalam upaya meningkatkan pelayanan tambahan pada masa nifas serta sebagai treatment untuk mengatasi masalah kelancaran ASI pada masa nifas. Kata Kunci: Ibu menyusui, Pijat endorphin, Kelancaran ASI.