cover
Contact Name
Akhmad Yanuar
Contact Email
yanuarfahmi20@gmail.com
Phone
+6282143172001
Journal Mail Official
yanuarfahmi20@gmail.com
Editorial Address
JL Letkol Istiqlah 109 penataban Banyuwangi
Location
Kab. banyuwangi,
Jawa timur
INDONESIA
PROFESSIONAL HEALTH JOURNAL
ISSN : -     EISSN : 27156249     DOI : -
Core Subject : Health,
Professional health journal is an open access journal with a wide range (Scope) of fields of nursing including basic research in nursing, management nursing, emergencies, and critical nursing, medical-surgical nursing, mental health nursing, maternity nursing, maternity nursing, child nursing, nursing care , community nursing, family nursing education nursing, complementary, alternative medicine (CAM) in nursing, midwifery, medicine, and pharmacist
Articles 915 Documents
HUBUNGAN PERAN KADER DAN PERAN SUAMI DENGAN PERILAKU PEMANFAATAN KELAS IBU HAMIL : PERAN KADER DAN PERAN SUAMI DENGAN PERILAKU PEMANFAATAN KELAS IBU HAMIL Sri Dinengsih; Nia Dewi Kania
PROFESSIONAL HEALTH JOURNAL Vol. 5 No. 2 (2024): Juni
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (PPPM) STIKES Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54832/phj.v5i2.669

Abstract

Latar Beakang: Kabupaten Garut tahun 2018 jumlah kelas ibu hamil 1939 dari 67 puskesmas, jumlah peserta sebanyak 49.677 (79,5%) orang dari sasaran 62.514 dan jumlah fasilitator sebanyak 825 orang. Puskesmas Malangbong tahun 2017 jumlah kelas ibu hamil sebanyak 51 kelas, jumlah peserta sebanyak 234 dari sasaran 1447 orang dengan jumlah fasilitator sebanyak 11 orang. Sedangkan pada tahun 2018 mengalami peningkatan menjadi 56 kelas, jumlah peserta sebanyak 451 dari sasaran 1624 orang dengan jumlah fasilitator sebanyak 11, namun hal ini baru mencapai 27,8% dan masih dibawah target yaitu sebanyak 100%.Tujuan; untuk mengetahui hubungan peran kader dan peran suami dengan perilaku pemanfaatan kelas ibu hamil di Desa Cisitu Wilayah Kerja Puskesmas Malangbong Kabupaten Garut tahun 2019. Metodologi: penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu yang hamil sebanyak 46 orang pengambilan sampel menggunakan total sampling. Instrument yang digunakan berupa kuesioner dengan model pertanyaan tertutup dan telah di uji validitas dan reliabilitas. Analisis data bersifat univariat dan bivariat. Analisis data menggunakan uji chi-square. Hasil Penelitian: bahwa terdapat hubungan antara peran kader dengan niali p-value sebesar 0,013 dengan perilaku pemanfaatan kelas ibu hamil sedangkan peran suami tidak berhubungan dengan nilai p-value sebesar 0,503.Simpulan dan saran: bahwa peran kader memiliki hubungan dengan perilaku pemanfaatan kelas ibu hamil. Diharapkan petugas kesehatan memberikan penyuluhan kepada ibu hamil dalam pemanfaatan kelas ibu hamil supaya ibu lebih mengetahui manfaatnya sehingga ibu lebih termotivasi
ANALISIS FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERILAKU PEMBERIAN MAKANAN TAMBAHAN PADA BAYI: ANALISIS FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERILAKU PEMBERIAN MAKANAN TAMBAHAN PADA BAYI Dila Gunarti; Sri Dinengsih
PROFESSIONAL HEALTH JOURNAL Vol. 5 No. 2 (2024): Juni
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (PPPM) STIKES Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54832/phj.v5i2.670

Abstract

Latar Beakang: Pemberian Makanan Tambahan (PMT) pada bayi merupakan salah satu upaya pemenuhan kebutuhan gizi bayi sehingga dapat mencapai tumbuh kembang yang optimal. PMT pada bayi di Kabupaten Garut tahun 2016 dengan sasaran 69.662 orang yang diberikan PMT dini sebanyak 66,72%, PMT pada bayi adalah pemberian makanan atau minuman yang mengandung zat gizi pada bayi uisa 6-12 bulan untuk memenuhi kebutuhan gizi setelah pemberian Air Susu Ibu (ASI) eksklusif. Tujuan; untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku pemberian makanan tambahan pada bayi di Desa Mulyajaya Kabupaten Garut tahun 2019. Metodologi: dalam penelitian ini menggunakan kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi pada penelitian ini seluruh ibu yang memiliki bayi usia lebih dari 6 bulan sampai 11 bulan sebanyak 124 orang, teknik sampel menggunakan total sampling. Instrument yang digunakan berupa kuesioner yang telah di uji validitas dan reliabilitas. Analisis data bersifat univariat yaitu mendeskripsikan karakteristik setiap variable dan bivariat untuk mengetahui hubungan antara independent dengan variabel dependen. Analisis data menggunakan uji chi-square. Hasil Penelitian: menunjukkan bahwa terdapat hubungan anatara pengetahuan dengan niali p-value 0,000, peran bidan dengan nilai p-value 0,023, motivasi dengan nilai p-value 0,000 dan dukungan keluarga dengan nilai p-value 0,024 terhadap PMT pada bayi. Kesimpulan dan saran: bahwa ada hubungan antara pengetahuan, peran bidan, dukungan keluarga dan motivasi dengan PMT pada bayi. Diharapkan puskesmas lebih giat lagi memberikan PMT penyuluhan dalam kegiatan pelaksanaan posyandu dengan melibatkan ibu bayi sehingga pengalaman tersebut dapat meningkatkan motivasi ibu untuk mempraktekkan dan memberikan PMT
Hubungan Ketepatan Triase Dengan Keberharhasilan Penatalaksanaan Tindakan Keperawatan Kegawatdaruratan Ruang IGD Di Rumah Sakit Daerah Tulungagung Manggar Purwacaraka; Rio Ady Erwansyah; Shulhan Arief Hidayat; Farida
PROFESSIONAL HEALTH JOURNAL Vol. 5 No. 2 (2024): Juni
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (PPPM) STIKES Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54832/phj.v5i2.681

Abstract

Emergency is a critical situation that requires prompt action to save lives. Triage in the Emergency Department (ED) is a crucial step in managing patients with emergency conditions. Emergency nurses must possess triage skills both in the pre-hospital phase and within the hospital setting. The success of patient management in the hospital significantly depends on the accuracy of triage implementation. This research aims to determine the relationship between triage accuracy and the success of emergency nursing care management in the ED of Tulungagung Regional Hospital. The study employs a correlational analytic quantitative approach with a cross-sectional design, involving a sample of 52 nurses from both Type B and Type C Hospitals in Tulungagung. Data are analyzed through univariate and bivariate analyses using the Chi-Square Test. The results indicate that out of the total respondents (52 individuals), 38 (73.1%) successfully conducted accurate triage, and 42 (80.8%) succeeded in emergency care management. The statistical test results yield a p-value of 0.000 (Pvalue> 0.05), concluding that there is a significant relationship between triage accuracy and the success of emergency nursing care management in the ED of Tulungagung Regional Hospital. The precision of triage by nurses directly impacts the effectiveness of emergency care management
Analisis Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian HIV/AIDS Pada Laki-Laki Di Wilayah Kerja Puskesmas Simpur Bandar Lampung Tahun 2023 Fidel Rama Nugraha; Wayan Aryawati; Christin Angelina Febriani
PROFESSIONAL HEALTH JOURNAL Vol. 5 No. 2 (2024): Juni
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (PPPM) STIKES Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54832/phj.v5i2.686

Abstract

Abstract HIV/AIDS is one of the top-ranking infectious diseases that can lead to death. One of the five nations with a sizable number of cases is Indonesia. Out of Indonesia's 250 million people, the LGBT community numbers about 7.5 million. With 248 instances recorded, data from the Bandar Lampung City Health Office on HIV/AIDS cases at the Simpur Community Health Center, broken down by gender, reveals that men are more likely to contract the disease than women. The goal of this study is to examine the risk variables connected to the development of HIV/AIDS in men within the Simpur Community Health Center's service area in Bandar Lampung in 2023. A case-control strategy is used in the quantitative research methodology. There are 180 men in the study population, making 153 guys in the sample. Purposive sampling is the method of choice for sampling, while univariate, bivariate (chi-square), and multivariate (logistic regression) studies are employed for data analysis. According to the findings of the univariate analysis, 66.7% of people do not have HIV/AIDS while 33.3% have. HIV/AIDS and occupation (p-value=0.003), knowledge (p-value=0.005), marital status (p-value=0.0001), and sexual history (p-value=0.017) all show positive correlations in the bivariate analysis. Traumatic experiences have the highest impact on the likelihood of developing HIV/AIDS (p-value < 0.0001) and an odds ratio (OR) of 38613. Families, close friends, and healthcare professionals are urged to offer ongoing support, care, education, and counseling to HIV/AIDS patients in order to keep them motivated and stop the spread of the disease Keywords: HIV, AIDS, Knowledge
Adolescent Life Skills Patterns Regarding Reproductive Health Luluk Khusnul Dwihestie; Sholaikhah Sulistyoningtyas
PROFESSIONAL HEALTH JOURNAL Vol. 5 No. 2 (2024): Juni
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (PPPM) STIKES Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54832/phj.v5i2.688

Abstract

Introduction: Adolescence is a stage of change that develops rapidly both in terms of physical, psychological, and intellectual changes that affect the attitudes and behaviors of adolescents in everyday life. Adolescence is prone to various reproductive health problems. The sophistication of technology and information that is easily accessible to adolescents is an influential factor in adolescent behavior patterns. However, this must be balanced with good knowledge, in order to direct adolescents in a positive direction. Knowledge of reproductive health is important for adolescents in adapting to changes during the transition. Adolescent independence determines attitudes in decision making that have an impact on their health status. The purpose of this study was to determine the pattern of adolescent life skills about reproductive health at SMAN 1 Godean Sleman Yogyakarta. Method: This research is a quantitative, descriptive research. The population of this study was class X students at SMAN 1 Godean Yogyakarta totaling 112 with total sampling techniques. The research instrument is an adolescent life skills questionnaire on reproductive health with 10 question indicators. Data analysis using frequency distribution. Result: The results showed that adolescents who were classified in the capable category amounted to 65 respondents (58%) and adolescents who were not capable amounted to 47 respondents (42%). Conclusions Discussion/ Suggestion: It can be concluded that most adolescents have good life skills related to reproductive health. Recommended for adolescent to actively seek health information, both physical health and mental health, so that adolescent have good life skill and are skilled decisions making.
Hubungan Pengetahuan Tentang Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat Ibu Balita Dengan Kejadian Penyakit Diare Di Posyandu Melati 3 Desa Gilang Kecamatan Ngunut Kabupaten Tulungagung Shulhan Arief Hidayat; Manggar Purwacaraka; Rio Ady Erwansyah; Ossi Dwi Prasetio; Amita Audilla; Wiwid Yuliastuti; Intan Munawaroh
PROFESSIONAL HEALTH JOURNAL Vol. 5 No. 2 (2024): Juni
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (PPPM) STIKES Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54832/phj.v5i2.691

Abstract

Kejadian diare pada balita merupakan penyakit yang masih banyak terjadi di indonesia, dengan meningkatkan pengetahuan ibu tentang perilaku hidup bersih dan sehat diharapkan balita menjadi terhindar dari kuman dak bakteri sehingga kejadian diare pada balita dapat dihindari. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Hubungan pengetahuan tentang perilaku hidup bersih dan sehat ibu balita dengan kejadian penyakit diare di Posyandu Melati 3 Desa Gilang Kecamatan Ngunut Kabupaten Tulungagung. Penelitian ini dilakukan pada bulan Juli hingga Agustus 2021. Jenis penelitian observasional dengan rancangan studi kasus kontrol. Populasi adalah seluruh ibu yang memiliki balita dari bulan Juli hingga Agustus 2021 di Posyandu Melati 3 Desa Gilang Kecamatan Ngunut Kabupaten Tulungagung, dengan insidental sampling didapatkan 32 sampel dan data dianalisis menggunakan uji Chi-Square Test. Hasil penelitian ini didapatkan bahwa responden yang memiliki pengetahuan tentang perilaku hidup bersih dan sehat kurang baik yaitu sebanyak 24 responden (75%), sebanyak 22 anak (68,8%) tidak mengalami kejadian penyakit diare. Uji statistik Chi-Square Test pada tabel Fisher Exact Test didapatkan nilai Pvalue (Sig. 2 tailed) sebesar 0,005, karena Pvalue < α (α = 0,05) maka H1 diterima dan H0 ditolak yang artinya ada hubungan pengetahuan tentang perilaku hidup bersih dan sehat ibu balita dengan kejadian penyakit diare di Posyandu Melati 3 Desa Gilang Kecamatan Ngunut Kabupaten Tulungagung. Pengetahuan ibu tentang perilau hidup bersih dan sehat merupakan variabel yang memiliki peranan penting dalam menurunkan kejadian diare pada balita. Dengan menjaga perilaku hidup bersih dan sehat seperti cuci tangan sebelum melakukan sesuatu, menggunakan air bersih, persalinan dibantu oleh tenaga kesehatan, memberi ASI Eksklusif dan lain sebagainya maka balita akan memutus rantai masuknya kuman ketubuh balita sehingga kejadian diare dapat ditanggulangi.
Self Efficacy dalam Komunikasi Terapeutik Perawat dengan Kepatuhan Kemoterapi pada Pasien Kanker di RS Hermina Kota Bekasi Lina Indrawati; Kiki Deniati; Dinda Nur Fajri HB; Erni Kurniasih
PROFESSIONAL HEALTH JOURNAL Vol. 5 No. 2 (2024): Juni
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (PPPM) STIKES Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54832/phj.v5i2.692

Abstract

Pendahuluan: Kejadian kanker meningkat dari tahun ke tahun dan terjadi hampir di seluruh dunia. Kanker menduduki urutan ke dua penyakit terbesar di dunia. Data jumlah penderita kanker di seluruh dunia mencapai 14 juta kasus dengan angka kematian 8,2 juta setiap tahunnya (WHO, 2018). Hasil penelitian Anggarwati (2018) terkait kepatuhan pasien kanker terhadap kemoterapi di RS Lavalette Kota Malang didapatkan bahwa dari 78 responden sebanyak 25 responden dalam kategori kepatuhan sedang dan rendah. Dibutuhkan self-efficacy yang baik dalam berkomunikasi antara perawat dan pasien. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan self-efficacy dalam komunikasi terapeutik dengan kepatuhan pasien kanker menjalani kemoterapi di RS Hermina kota Bekasi. Metode: jenis deskriptif korelasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ini adalah jumlah pasien kanker yang menjalani kemoterapi dalam waktu 3 bulan terahir dan sesuai dengan kriteri inklusi peneliti sebanyak 103 pasien. Peneliti melakukan pengambilan data pada responden sebanyak 103 responden dengan mengunakan kuesioner self-efficacy dan kepatuhan menjalani kemoterapi. Uji statistic yang digunakan yaitu menggunakan uji Korelasi Chi Square. Hasil: Berdasarkan analisa statistic dengan tingkat signifikasi 95% atau nilai ɑ 5% (0,05) hasil Uji Chi Square diperoleh p – value (0,571) > nilai ɑ (0,05) sehingga dapat di simpulkan dari hasil tersebut H0 diterima tidak ada hubungan Self-efficacy dalam Komunikasi Terapeutik Perawat dengan Kepatuhan Kemoterapi pada Pasien Kanker di RS Hermina Kota Bekasi. Kesimpulan: hasil penelitian disimpulkan tidak terdapat hubungan Self-efficacy dalam komunikasi terapeutik dengan dengan Kepatuhan Kemoterapi pada Pasien Kanker di RS Hermina Kota Bekasi dengan p – value (0,571) > nilai ɑ (0,05).
Hubungan Status Gizi, Keterpaparan Rokok Dan Riwayat Kontak Serumah Dengan Kejadian Tuberkulosis Paru Di Wilayah Kerja Puskesmas Kedaton Bandar Lampung Alwa Ayu Azzahra; Achmad Farich; Khoidar Amirus; Nurhalina Sari; Agung Aji Perdana
PROFESSIONAL HEALTH JOURNAL Vol. 5 No. 2 (2024): Juni
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (PPPM) STIKES Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54832/phj.v5i2.719

Abstract

Abstrak TB adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis. Status gizi, keterpaparan asap rokok, dan riwayat kontak serumah merupakan faktor-faktor yang dapat meningkatkan risiko terkena TB. Oleh karena itu, upaya untuk meningkatkan status gizi, mencegah keterpaparan asap rokok, dan mengurangi riwayat kontak serumah dengan penderita TB dapat membantu menurunkan angka kejadian TB. Puskesmas kedaton menduduki urutan pertama dengan kasus tuberkulosis paru se Kota Bandar Lampung pada tahun 2020-2022. Pada tahun 2022 puskesmas kedaton memiliki jumlah kasus terbanyak dengan jumlah 90 (77%) kasus. Pada tahun 2023 dari bulan januari sampai juni kasus tuberkulosis paru sebanyak 112 kasus. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh status gizi, keterpaparan rokok dan riwayat kontak serumah dengan kejadian tuberkulosis paru pada pasien tuberkuloasis paru di wilayah kerja Puskesmas Kedaton Bandar Lampung. Jenis penelitian ini adalah penelitian analitik kuantitatif dengan rancangan case control. Teknik untuk pengambilan jumlah sampel yaitu Purposive sampling, dan yang memenuhi kriteria inklusi sebanyak 132 orang. Analisa data menggunakan uji chi square dan analisa multivariat menggunakan regresi logistik ganda. Didapatkan sebagian besar responden memiliki status gizi cukup sebanyak 93 orang (70.5%), keterpaparan rokok sebanyak 81 orang (61.4%), riwayat kontak sebanyak 78 orang (59.1%). Ada hubungan yang signifikan antara tingkat pendidikan dengan kejadian (p–value = 0,000), keterpaparan (p–value = 0,001), riwayat kontak (p–value = 0,000) dengan kejadian tuberkulosis paru. Riwayat kontak merupakan faktor dominan (p-value= 0,002) yang dapat mempengaruhi kejadian tuberkulosis paru sehingga masyarakat di himbau agar dapat menghindari kontak secara langsung dengan pasien tuberkulosis paru tanpa menggunakan pelindung diri seperti masker dikarnakan tuberkulosis paru menyebar melalui percikan dahak yang dikeluarkan pasien ketika batuk ataupun bersin. Kata kunci: Status gizi, keterpaparan rokok, riwayat kontak serumah, kejadian tuberkulosis paru
GAMBARAN PENGETAHUAN & SIKAP PERAWAT TENTANG PENGGUNAAN TRIAGE DI IGD RS TIPE B KOTA MALANG Indri Wahyuningsih; Angelita Putri Wafa Pradita
PROFESSIONAL HEALTH JOURNAL Vol. 5 No. 2 (2024): Juni
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (PPPM) STIKES Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54832/phj.v5i2.728

Abstract

Introduction: Instalasi Gawat Darurat (IGD) adalah tempat stasioner pertama yang dapat digunakan pasien atau keluarganya untuk mendapatkan pertolongan pertama yang cepat, akurat, dan menyeluruh untuk semua hal. Proses pengambilan keputusan dimana pasien berisiko kematian, kecacatan, kemunduran klinis dan pasien aman untuk menunggu disebut dengan triage. Objectives: Mengidentifikasi pengetahuan dan sikap perawat tentang penggunaan triase di IGD. Methods: Menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif. instrument yang digunakan berupa kuesioner dengan bantuan analisa dari SPSS 25 dengan responden berjumlah 30. Prosedur penelitian menggunakan pembagian kuesioner kepada perawat di IGD untuk menganalisa Gambaran Pengetahuan dan Sikap Perawat tentang Penggunaan Triage di IGD. Results: Proporsi perawat berjenis kelamin laki-laki sebanyak 19 orang (63,3%) lebih banyak dari pada perempuan. Proporsi perawat paling banyak usia 26-35 tahun sebanyak 26 orang (86,7%) dengan pendidikan terakhir paling banyak s1 sebanyak 26 orang (86,7%) dengan lama kerja paling banyak 5-10 tahun sebanyak 13 orang (43,3%). Proporsi pengetahuan tinggi sebanyak 22 orang (73,3%) dan pravelensi sikap perawat positif sebanyak 27 orang (90%). Conclusions: Penelitian ini menunjukkan bahwa perawat di IGD memiliki tingkat pengetahuan dan sikap perawat yang tinggi. Dibuktikan dengan lama kerja dan pendidikan terakhir yang mempengaruhi hasil dari tingkat pengetahuan dan sikap perawat tersebut.
THE CORELATION BETWEEN COMPLIANCE WITH DRINKING OAT "TUBERCOLOSIS DRUG" AND THE HEALING STATUS OF PULMONARY TB PATIENTS IN THE LUNG CLINIC Sri Utami; Achmad Dafir; Sismala Harningtyas
PROFESSIONAL HEALTH JOURNAL Vol. 5 No. 2 (2024): Juni
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (PPPM) STIKES Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54832/phj.v5i2.744

Abstract

Tuberculosis (TB) is an infectious chronic disease caused by Mycobacterium tuberculosis bacteria that can attack the lungs but can also affect various other organs such as the pleura, lymph nodes, bones, and other extra-pulmonary organs. Adherence to medication is the patient's attitude toward taking medication as recommended. This study used the purposive sampling technique with a retrospective approach; the sample consisted of 40 respondents. Data were collected by looking at medical record data and analyzed using the Chi-Square test. The results showed that of the 40 patients studied, there were 13 who were compliant and 10 who were declared cured. The results of the statistical test analysis obtained a pvalue so is rejected and is accepted. So there is a relationship between adherence to medication and recovery status. There are still many pulmonary TB patients who are not cured because they are not compliant with treatment. Adherence to taking medication is an important indicator of the patient's recovery status, but compliance is influenced by a lack of awareness of the importance of treatment, such as preferring herbal remedies, not wanting to take medicine again because they feel their body is healthy, and not controlling because of long-term out-of-town work. So that strong support is needed both from the family, health workers, and also from pulmonary TB survivors.