cover
Contact Name
Hasrul Rahman
Contact Email
hasrul.rahman@pbsi.uad.ac.id
Phone
+6285725773388
Journal Mail Official
jurnal.genre@pbsi.uad.ac.id
Editorial Address
Jalan Kolektor Ring Road Selatan, Tamanan Banguntapan Bantul Yogyakarta
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Genre (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya)
ISSN : -     EISSN : 27162613     DOI : https://doi.org/10.26555/jg.v2i2.3918
Core Subject : Education, Social,
Jurnal Genre (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya) merupakan jurnal ilmiah mahasiswa pada Program Studi Pendidikan Bahasa dan Satra Indonesia, Universitas Ahmad Dahlan. Jurnal ini menerbitkan hasil penelitian mahasiswa yang berhubungan dengan pengajaran bahasa dan sastra Indonesia, kajian linguistik dan pengajarannya, serta kajian sastra dan pengajarannya. Jurnal ini terbit 2 kali setahun, Agustus, dan Februari. E-ISSN = 2716-2613. Jurnal ini bertujuan untuk menampung hasil penelitian mahasiswa Prodi PBSI, UAD dan di luar UAD yang memiliki jalinan kerja sama. Ruang lingkup jurnal ini adalah mahasiswa perguruan tinggi pada prodi PBSI yang berkerja sama dengan UAD. Fokus jurnal ini adalah pengajaran bahasa dan sastra Indonesia, kajian linguistik dan pengajarannya, serta kajian sastra dan pengajarannya.
Articles 176 Documents
Evaluasi kelayakan gamifikasi dalam membangun minat siswa pada teks cerita rakyat Aprilasari, Risa; Zisca Diana, Purwati
Jurnal Genre (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya) Vol. 6 No. 1 (2024): JURNAL GENRE: (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26555/jg.v6i1.9895

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan pembaharuan media pembelajaran yang memanfaatkan teknologi gamifikasi berbasis website pada pembelajaran bahasa Indonesia khususnya pada materi teks cerita rakyat (hikayat) kelas X SMA. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mendeskripsikan hasil kelayakan perkembangan media pembelajaran gamifikasi dengan basis website materi teks cerita rakyat (hikayat) untuk peserta didik kelas X SMA. Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian Research and Development (R&D) dengan model penelitian Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation (ADDIE). Subjek dalam penelitian ini adalah peserta didik SMA Muhammadiyah 1 Bantul kelas X. Teknik dan instrumen yang dipergunakan dalam pengumpulan data penelitian yakni melalui wawancara, angket, observasi, dan analisis dokumen. Hasil penelitian memperlihatkan bahwasanya produk media pengajaran gamifikasi berbasis website yang dikembangkan termasuk pada kriteria “Sangat Layak” apabila diterapkan dalam pengajaran dengan nilai rata-rata kelayakan sebesar 88,42. Penilaian validasi dari ahli materi diperoleh jumlah sebesar 95 yang masuk ke dalam kategori “sangat layak” (81- 100%). Penilaian validasi dari ahli media diperoleh jumlah sebesar 80 dengan kriteria “layak” (61-80%). Validasi dari ahli pengajaran diperoleh jumlah penilaian skor total sebesar 81 dengan kriteria “sangat layak” (81-100%).
Tindak tutur direktif pada kolom komentar TikTok Ganjar Pranowo tentang pungli Anjarini, Septri; Ningsih, Rika
Jurnal Genre (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya) Vol. 6 No. 1 (2024): JURNAL GENRE: (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26555/jg.v6i1.9954

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh banyaknya tindak tutur direktif pada kolom komentar TikTok Ganjar Pranowo.  Masalah pada penelitian ini adalah menjelaskan tentang jenis-jenis tindak tutur direktif. Penelitian ini bertujuan untuk memaparkan beberapa jenis tindak tutur direktif yang terdapat di dalam kolom komentar TikTok Ganjar Pranowo. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif.  Metode yang digunakan yaitu metode analisis isi (content analysis). Data yang temukan ada 50 data. Teknik pengumpulan data adalah teknik dokumentasi. Data diambil dengan menangkap layar komentar-komentar yang ada pada kolom komentar TikTok Ganjar Pranowo. Hasil penelitian ditemukan tujuh jenis tindak tutur direktif, (1) tindak tutur direktif memohon, (2) tindak tutur direktif merekomendasikan, (3) tindak tutur direktif memerintah, (4) tindak tutur direktif meminta, (5) tindak tutur direktif melarang, (6) tindak tutur direktif menasihati, dan (7) tindak tutur direktif mengizinkan. Simpulan dari penelitian ini ialah tuturan yang paling banyak disampaikan yaitu tuturan memohon dan tuturan bertanya dengan harapan tidak ada lagi pungli di sekolah negeri maupun swasta serta masyarakat yang tidak setuju dengan pungli menanyakan tempat melapor perbuatan pungli tersebut.
Asesmen Kompetensi Minimum Literasi Membaca SDN 001 Japura Kecamatan Lirik Maleta Zahra, Ahda; Mukhlis , Muhammad
Jurnal Genre (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya) Vol. 6 No. 1 (2024): JURNAL GENRE: (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26555/jg.v6i1.9984

Abstract

Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) merupakan instrumen yang digunakan untuk menilai tingkat kemampuan membaca siswa di Indonesia dan membandingkannya dengan standar nasional. AKM memiliki peran penting dalam membantu siswa mengembangkan keterampilan mereka dalam merancang kerangka pembelajaran, dengan fokus pada peningkatan kemampuan berpikir kritis dan literasi membaca. Partisipasi dalam AKM diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan pada peningkatan mutu pendidikan di Indonesia. Metode yang diterapkan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Pemilihan studi kasus dilakukan dengan tujuan untuk memahami kemampuan literasi membaca siswa di Sekolah Dasar Negri (SDN) 001 Japura, Kecamatan Lirik. Hasil penelitian mencakup tiga tingkatan kognitif, yaitu kemampuan menemukan informasi, pemahaman, dan evaluasi soal AKM literasi membaca. Hal ini terbukti melalui hasil pengerjaan soal AKM literasi membaca oleh siswa. Penelitian ini memberikan gambaran yang komprehensif tentang kemampuan literasi membaca peserta didik di tingkat Sekolah Dasar, yang dapat digunakan sebagai bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas proses belajar-mengajar.
Ketidaklangsungan ekspresi pada puisi “symbiosis mutualisme” karya IfaraRP dalam wattpad Budiono, Safilla Azhari; Merawati, Fitri; Hidayati, Ratri Nur; Rahmat, Wahyudi
Jurnal Genre (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya) Vol. 6 No. 1 (2024): JURNAL GENRE: (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26555/jg.v6i1.10036

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan ketidaklangsungan ekspresi pada puisi “simbiosis mutualisme” karya IfaraRP dalam Wattpad. Penelitian ini menggunakan metode deskripsi kualitatif. Data ketidaklangsungan ekspresi yang diambil terdiri atas penggantian arti, penyimpangan arti, dan penciptaan arti. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 1) bentuk penggantian arti dengan simile, metafora, personafikasi, sinekdoke, dan perumpamaan epos. Penggantian arti yang paling dominan adalah perumpamaan epos. Ini menunjukkan bahwa penulis ingin menyampaikan bahwa puisi dengan tema cinta dan memanfaatkan diksi-diksi sains harus memiliki keterkaitan sehingga konsep sistematis sains hadir dalam puisi. 2) Bentuk penyimpangan arti berupa ambiguitas. Ambiguitas dimunculkan oleh penulis untuk memberikan ruang kebebasan bagi pembaca dalam mengimajinasikan atau menafsirkan puisi. 3) Bentuk penciptaan arti berupa enjambement dan tipografi menunjukkan bahwa dalam puisi antar barisnya memilki ikatan yang kuat dan bentuk align center memiliki arti keseimbangan, yaitu simbiosis mutualisme seharusnya berjalan dengan seimbang dan saling menguntungkan.
Analisis nilai pendidikan moral pada cerita rakyat Silancang Alwiya, Alwiya; Erni, Erni
Jurnal Genre (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya) Vol. 6 No. 1 (2024): JURNAL GENRE: (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26555/jg.v6i1.10071

Abstract

Nilai pendidikan moral adalah nilai yang membedakan antara yang baik dan buruk, salah satu karya sastra yang memuat nilai pendidikan moral adalah cerita rakyat. Cerita rakyat ialah cerita lampau yang diwarisi turun temurun secara lisan yang berasal dari masyarakat Indonesia. Nilai-nilai yang terdapat pada cerita rakyat tentunya berkaitan erat dengan kehidupan masyarakat Indonesia. Tujuan penelitian ini ialah untuk mendeskripsikan nilai-nilai pendidikan moral yang terdapat pada cerita rakyat Silancang. Metode dalam penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan model analisis konten. Sumber data penelitian adalah cerita rakyat berjudul Silancang yang berasal dari daaerah Kampar, Riau. Hasil penelitian menunjukkan Pertama, indikator manusia dengan dirinya sendiri, nilai moralnya terdiri dari mandiri dan kerja keras. Indikator kedua yaitu manusia dengan manusia lainnya atau alam, nilai moralnya terdiri dari ketulusan, simpati, dan penyanyang. Indikator ketiga yaitu manusia dengan Tuhannya, nilai moralnya terdiri dari percaya kepada Tuhan Yang Maha Esa dan ketaatan. Dapat disimpulkan bahwa cerita rakyat tumbuh dengan berpegang kuat pada nilai-nilai kebudayaan dan moral, cerita rakyar bisa digunakan sebagai media untuk mengajarkan kebajikan dan ajaran yang berhuungan dengan pembentukan karakter dan sikap moral. Relevansi penelitian ini adalah hasil analisis digunakan dalam pembelajaran untuk menjadi penguat karakter bagi generasi muda melalui budi pekerti, moral, nilai-nilai budaya serta kearifan lokal.
Tindak tutur ekspresif dalam komentar di laman Youtube Najwa Shihab “Susahnya Jadi Perempuan” Nabilla Anugrah, Ajeng; Asnawi, Asnawi
Jurnal Genre (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya) Vol. 6 No. 1 (2024): JURNAL GENRE: (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26555/jg.v6i1.10075

Abstract

Ternyata gambaran psikologis seseorang itu bisa berbanding terbalik dengan bagaimana sifat seseorang tersebut. Jadi dalam tindak tutur ekspresif sering terjadi dalam kehidupan sehari-hari juga terdapat dalam sebuah teks, juga dapat kita jumpai dalam acara atau postingan di laman youtube Najwa Shihab dengan judul “susahnya jadi perempuan”, yang diteliti dalam postingan youtube Najwa Shihab itu ialah komentar masyarakat atau penonton yang telah menyaksikan video tersebut, dari situlah akan diambil data untuk dianalisis berdasarkan dengan tindak tutur ekspresif. Tujuan dari penelitian ini adalah mengenai tindak tutur ekspresif, yang menganalisis bagaimana fungsi tindak tutur ekspresif yang terdapat pada postingan Youtube Najwa Shihab yang berjudul “Susahnya Menjadi Perempuan”, dan menganalisis bagaimana bentuk-bentuk tindak tutur ekspresif pada postingan Youtube Najwa Shihab tersebut Peneliti menggunakan rancangan penelitian deskriptif kualitatif. Alasan mengapa metode ini digunakan karena pada saat menganalisis tindak tutur ekspresif memiliki keterkaitan dengan konteks dan tuturan bahasa dari penutur maupun mitra tutur. Teknik pengumpulan data yang dipakai peneliti yaitu menggunakan teknik baca, teknik catat dan teknik dokumentasi. Sumber data dalam penelitian ini merupakan penelitian temuan hasil dari komentar-komentar yang di dapat dalam postingan akun youtube Najwa Shihab. Postingan Youtube Najwa Shihab yang berjudul “Susahnya Menjadi Perempuan” teridentifikasi 14 data yang berhubungan dengan tindak tutur ekspresif, hal ini dijadikan sebagai dasar untuk dilakukan penganalisisan data terkait hasil penelitian ini. Ditemukan 14 data tindak tutur ekspresif, dari 14 data tersebut ditemukan sebanyak 7 fungsi tindak tutur ekspresif memuji dan 7 fungsi tindak tutur mengucapkan terimakasih
Pengaruh model pembelajaran Project Based Learning (PjBL) terhadap kemampuan menulis pengalaman pribadi di SMP kelas VII Ropiah, Opah; Ningrum, Sinta
Jurnal Genre (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya) Vol. 6 No. 2 (2024): JURNAL GENRE: (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26555/jg.v6i2.8532

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Project Based Learning terhadap kemampuan menulis pengalaman pribadi di SMP Kelas VII. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen dengan pendekatan kuantitatif dan pre-test-post-control group design. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah soal esay pretest dan posttest.  Populasi pada penelitian ini yaitu kelas VII SMPN 4 Kuningan. Sampel pada penelitian ini yaitu kelas VII B sebagai kelas eksperimen dan Kelas VII J sebagai kelas kontrol. Teknik analisis data menggunakan uji validasi ahli, uji normalitas, uji homogenitas, dan uji t-independen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil pretest kemampuan menulis pengalaman pribadi sebelum menggunakan  model  Project Based Learning masih jauh dari nilai kriteria ketuntasan minimal 75 yaitu di kelas eksperimen terdapat 1 orang siswa (3,33 %) yang tuntas serta yang belum tuntas 29 siswa (96,67%) sedangkan di kelas kontrol 30 siswa (100 %) tidak tuntas.  Hasil post test mengalami kenaikan yaitu di kelas eksperimen terdapat 24 siswa (80%) tuntas dan 6 siswa (20%) tidak tuntas serta di kelas kontrol 2 siswa (6,68%) tuntas serta 28 siswa (93,33%) belum tuntas. Nilai rata-rata kelas eksperimen dari 55,67 menjadi 81,67 sedangkan di kelas kontrol nilai rata-ratanya 41,67 menjadi 47,67. Berdasarkan uji hipotesis, Sig. (2-tailed) 0,000˂0,05, Ha diterima dan H0 ditolak yang artinya terdapat pengaruh yang signifikan  sebelum dan sesudah menggunakan  model  Project Based Learning terhadap kemampuan menulis pengalaman pribadi di SMP kelas VII.
Register dakwah K.H. Said Aqil Siradj; Kajian Sosiolinguistik Hidayat, Rahmat; Jati Kesuma, Tri Mastoyo; Pangesti, Hestyana Widya
Jurnal Genre (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya) Vol. 6 No. 2 (2024): JURNAL GENRE: (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26555/jg.v6i2.10125

Abstract

Register merupakan variasi bahasa individu dan kelompok yang dipilih untuk digunakan dalam tindak tutur. Ragam bahasa tersebut mempunyai ciri-ciri kebahasaan yang unik dan dapat dipahami oleh penuturnya. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Data penelitian berupa tuturan K.H Said Aqil Siradj, yang berasal dari empat video ceramah pada kanal YouTube berbeda. Teknik pengumpulan data penelitian dilakukan dengan teknik simak dan catat. Video pidato Said Aqil Siradj tersebut disimak, ditranskrip, kemudian dipilih kosa kata yang mempunyai ciri khusus. Data yang sudah diidentifikasi, menjadi data primer penelitian. Data Primer tersebut dianalisis dengan menggunakan pendekatan sosiolingistik, yaitu register. Analisis register menggunakan metode kontrastif yaitu menghubung-bandingkan tuturan asli, dengan tuturan bahasa Indonesia formal. Lebih lanjut analisis register digabungkan dengan pendekatan morfologi dan sintaksis untuk memperdalam hasil analisis register K.H. Said Aqil Siradj. Hasil penelitian menunjukkan: (5) Lima macam register dakwah K.H. Said Aqil Siradj yaitu register profesi, verba, alih kode, upacara keagamaan, dan reduplikasi, lima (5) bentuk morfologi tidak formal, tiga (3) bentuk sintaksis tidak formal, dan empat (4) fungsi register dakwah K.H.  Said Aqil Siradj.
Kategorisasi semantik interjeksi dalam bahasa Batak Angkola Hasibuan, Alika Sandra; Mulyadi, Mulyadi; Widayati, Dwi
Jurnal Genre (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya) Vol. 6 No. 2 (2024): JURNAL GENRE: (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26555/jg.v6i2.10452

Abstract

The aim of this study was to describe the categorization of interjections in the Angkola Batak language. The Metalanguage Penelitian ini bertujuan untuk mengkategorisasikan interjeksi dalam bahasa Batak Angkola. Teori yang digunakan dalam penelitian ini yaitu teori Metabahasa Semantik Alami (MSA). Metode pengumpulan data  yang digunakan adalah metode cakap dan metode simak. Metode analisis data yang digunakan adalah metode padan dan agih. Hasil penelitian disajikan dengan metode formal dan informal. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat tiga jenis interjeksi dalam bahasa Batak Angkola yaitu kognitif, volitif dan emotif yang direalisasikan atas (14 jenis) komponen semantis interjeksi dalam bahasa Batak Angkola. Kategori kognitif membagi interjeksi menjadi(5 kategori), kategori volitif membagi interjeksi menjadi (5 kategori) dan kategori emotif membagi interjeksi menjadi (4 kategori). Interjeksi dalam bahasa Batak Angkola dapat menduduki dua kategori sekaligus, tetapi dengan konteks dan makna yang berbeda.
Semantik Warna dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa Jepang Rika, Atta; Mulyadi, Mulyadi; Malayu, Siti Muharami
Jurnal Genre (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya) Vol. 6 No. 2 (2024): JURNAL GENRE: (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26555/jg.v6i2.10457

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan warna dasar (primer) dan turunan (sekunder) dalam bahasa Indonesia dan bahasa Jepang serta maknanya dengan menggunakan teori Metabahasa Semantik Alami. Metode kualitatif diterapkan dalam penelitian ini. Paradigma penelitian kualitatif berpusat pada pengamatan dari lingkungan sekitar. Data dikumpulkan dari berbagai sumber seperti informan yang merupakan penutur jati bahasa Indonesia dan bahasa Jepang, kamus bahasa Indonesia, corpus bahasa Indonesia dan korpus bahasa Jepang. Penelitian ini menemukan bahwa warna dasar atau primer dalam bahasa Indonesia dan bahasa Jepang ada 5 warna yaitu hitam atau 黒kuro, putih atau 白 shiro, merah atau 赤 aka, biru atau青 ao dan kuning atau黄色kiiro. Penelitian ini juga menemukan bahwa dalam bahasa Indonesia terdapat 61 warna turunan (sekunder) sedangkan dalam bahasa Jepang ditemukan ada 86 warna turunan (sekunder). Penelitian ini juga menunjukkan perbedaan dan kesamaan kategorisasi dan makna warna dalam bahasa Indonesia dan bahasa Jepang. Perbedaan dan kesamaan makna warna dalam bahasa Indonesia dan bahasa Jepang juga dipengaruhi faktor budaya dan alam sekitarnya. Pada dalam bahasa Indonesia, warna putih juga sering diasosiasikan dengan kapas, sedangkan dalam bahasa jepang 白 shiro ‘putih’ juga sering diasosiasikan dengan salju.