cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalp4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
jurnalp4i@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayani, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, NTB
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran
ISSN : 27770583     EISSN : 27770575     DOI : https://doi.org/10.51878/learning.v1i2.376
Core Subject : Education,
LEARNING : Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pembelajaran diterbitkan 4 kali setahun (Februari, Mei, Agustus, dan November) oleh Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I) yang berada dibawah naungan Yayasan Insan Cendekia Indonesia Raya dan berafiliasi dengan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Hamzanwadi, MKKS SMP Negeri Kab. Lombok Timur dan Ikatan Guru Indonesia Kab. Tulang Bawang. Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan pendidikan dan pembelajaran.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 55 Documents
Search results for , issue "Vol. 5 No. 2 (2025)" : 55 Documents clear
EVALUASI MODEL CIPP PADA PROGRAM LITERASI SEKOLAH DI SMP Ponto, Herlin Pebrianti Yuanita; Rasyid, Muhammad Nur Akbar; Mania, Sitti
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v5i2.4868

Abstract

This study aims to evaluate the implementation of the literacy program at SMP Negeri 2 Parigi using the CIPP Model (Context, Input, Process, Product). This model was chosen for its ability to comprehensively evaluate programs, from the context of program needs, the resources used, the implementation process, to the outcomes achieved. Data were collected through interviews, observations, and documentation involving the school principal, teachers, students, and librarian. Data analysis was conducted qualitatively with triangulation techniques to ensure data validity. The results show that the literacy program at SMP Negeri 2 Parigi is a strategic initiative to enhance students' literacy culture. Context evaluation revealed that the program was designed to address students' low reading interest and improve literacy skills, although integration of literacy into all subjects is still needed. In terms of input, human resources and facilities are available but remain limited, particularly in the collection of books and budget allocation. Process evaluation indicated that the program runs regularly every week with an average participation rate of 75%. However, consistency in implementation and the engagement of students with low literacy skills need improvement. Product evaluation showed significant improvements in reading interest and literacy skills, with 50% of students reaching the "good" category after one semester, although the results are not yet evenly distributed across all student groups. Strategic recommendations include increasing book collections, providing teacher training, supporting students with low literacy skills, and strengthening the monitoring and evaluation system. With appropriate modifications, the program is deemed feasible to continue, offering a more significant impact on the school's literacy culture. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pelaksanaan program literasi di SMP Negeri 2 Parigi menggunakan Model CIPP (Context, Input, Process, Product). Model ini digunakan karena kemampuannya mengevaluasi program secara menyeluruh, mulai dari konteks kebutuhan program, masukan yang digunakan, proses pelaksanaan, hingga hasil yang dicapai. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi dari kepala sekolah, guru, siswa, dan pustakawan. Analisis data dilakukan secara kualitatif dengan teknik triangulasi untuk memastikan keabsahan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program literasi di SMP Negeri 2 Parigi merupakan inisiatif strategis untuk meningkatkan budaya literasi siswa. Evaluasi konteks mengungkapkan bahwa program dirancang untuk mengatasi rendahnya minat baca siswa dan meningkatkan kemampuan literasi, meskipun diperlukan integrasi literasi ke seluruh mata pelajaran. Pada aspek input, sumber daya manusia dan fasilitas tersedia tetapi masih terbatas, terutama dalam koleksi buku dan alokasi anggaran. Evaluasi proses menunjukkan bahwa program berjalan secara rutin setiap pekan dengan partisipasi rata-rata 75%, namun konsistensi pelaksanaan dan keterlibatan siswa dengan kemampuan literasi rendah masih perlu ditingkatkan. Evaluasi produk menunjukkan peningkatan signifikan pada minat baca dan kemampuan membaca siswa, dengan 50% siswa mencapai kategori "baik" setelah program berjalan selama satu semester, meskipun hasil ini belum merata di semua kelompok siswa. Rekomendasi strategis meliputi peningkatan koleksi buku, pelatihan guru, dukungan bagi siswa dengan kemampuan rendah, serta penguatan sistem monitoring dan evaluasi. Dengan modifikasi yang sesuai, program ini dinilai layak untuk dilanjutkan guna memberikan dampak yang lebih signifikan terhadap budaya literasi di sekolah.
EVALUASI MODEL CIPP PADA PROGRAM PENDIDIKAN INKLUSIF DI SD Ernawati, Ernawati; Rasyid, Muhammad Nur Akbar; Mania, Sitti
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v5i2.4869

Abstract

This study aims to evaluate the inclusive education program at SD Negeri 2 Malino using the CIPP (Context, Input, Process, Product) model for comprehensive analysis. Data collection involved observation, interviews with the principal, teachers, students, and documentation studies, which were analyzed qualitatively with data triangulation. The results of the context evaluation showed that this program is strategic for expanding access to education and increasing public awareness and acceptance of diversity, despite being constrained by facilities and training. The input evaluation identified various supporting factors for program implementation. The process evaluation found that program implementation still requires increased consistency and effectiveness. Meanwhile, the product evaluation showed an increase in students, but the assessment and reporting system for students with special needs needs to be improved. Recommendations proposed include improving government policies and commitments, training human resources for the preparation of accommodative curricula and Individual Learning Plans (RPI), improving supporting facilities, developing a more flexible curriculum, improving the assessment and reporting system, and strengthening periodic program monitoring and evaluation by trained supervisors. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan mengevaluasi program pendidikan inklusi di SD Negeri 2 Malino menggunakan model CIPP (Context, Input, Process, Product) untuk analisis komprehensif. Pengumpulan data melibatkan observasi, wawancara dengan kepala sekolah, guru, siswa, serta studi dokumentasi, yang dianalisis kualitatif dengan triangulasi data. Hasil evaluasi konteks menunjukkan program ini strategis untuk memperluas akses pendidikan dan meningkatkan kesadaran serta penerimaan masyarakat terhadap keberagaman, meskipun terkendala fasilitas dan pelatihan. Evaluasi input mengidentifikasi berbagai faktor pendukung pelaksanaan program. Evaluasi proses menemukan bahwa pelaksanaan program masih memerlukan peningkatan konsistensi dan efektivitas. Sementara itu, evaluasi produk menunjukkan adanya peningkatan pada peserta didik, namun sistem penilaian dan pelaporan bagi siswa berkebutuhan khusus perlu disempurnakan. Rekomendasi yang diajukan meliputi peningkatan kebijakan dan komitmen pemerintah, pelatihan sumber daya manusia untuk penyusunan kurikulum akomodatif dan Rencana Pembelajaran Individual (RPI), peningkatan fasilitas pendukung, pengembangan kurikulum yang lebih fleksibel, perbaikan sistem penilaian dan pelaporan, serta penguatan monitoring dan evaluasi program secara berkala oleh pengawas terlatih.
ANALISIS KREATIVITAS PESERTA DIDIK DALAM MENGGUNAKAN ALAT PERMAINAN EDUKATIF (APE) BALOK SUSUN BERWARNA DI TK Musdalifa, Umi; Halimah, Andi; Alwi, Besse Marjani
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v5i2.4871

Abstract

This study examines in depth the role of the implementation of the Ministry of Finance's Sakti Web in optimizing the productivity of making Payment Orders (SPM) at the Office of the Ministry of Religious Affairs (Kankemenag) of Hulu Sungai Utara Regency. Using a qualitative approach with a case study design, data collection was carried out through in-depth interviews with related employees, participatory observation of the work process, and analysis of SPM documents and financial reports. The results of the study significantly indicate that the Ministry of Finance's Sakti Web has succeeded in increasing the efficiency of the SPM making process. This integrated system cuts down on manual workflows, substantially reducing the time required to complete each SPM document, thus allowing for a faster response in budget realization. Furthermore, the implementation of the Ministry of Finance's Sakti Web has contributed positively to increasing transparency and accountability in financial management at the Hulu Sungai Utara Kankemenag. Each stage of the transaction is recorded digitally, facilitating tracking and auditing, and minimizing the potential for human error. However, this study also identified several challenges, mainly related to the difficulty of some employees in adapting to new technologies and complex systems. This underscores the urgent need for a more comprehensive and sustainable training program. Overall, the Ministry of Finance's Sakti Web has had a significant positive impact on employee productivity, freeing up their time to concentrate more on other strategic tasks such as program planning and improving religious services. The main recommendation of this study is the importance of institutional commitment to provide ongoing technical support and training to maximize the potential of system utilization and ensure smooth digital transformation. These findings are expected to be a valuable reference for other government agencies in their efforts to adopt information technology to improve public administration performance and service quality. ABSTRAKPenelitian kualitatif deskriptif ini menginvestigasi kreativitas anak usia dini dalam memanfaatkan Alat Permainan Edukatif (APE) berupa balok susun berwarna di TK Dunia Anak Islam Kota Kendari. Dengan sumber data berasal dari kepala sekolah dan guru, penelitian ini menggunakan metode observasi, wawancara, serta dokumentasi untuk pengumpulan data, yang kemudian dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil studi mengungkapkan bahwa penggunaan APE balok susun berwarna secara signifikan mendukung perkembangan kognitif anak, yang tercermin dalam peningkatan kemampuan berpikir, pemecahan masalah, dan elaborasi ide. Selain itu, aspek fisik-motorik juga terasah melalui peningkatan koordinasi mata-tangan, kecepatan, dan ketepatan dalam mengikuti instruksi. Dari sisi sosial-emosional, APE ini mendorong interaksi positif antar peserta didik melalui kerjasama, berbagi gagasan, dan pengelolaan emosi. Faktor-faktor yang mendukung kreativitas meliputi stimulus visual yang menarik dari balok, pendekatan pembelajaran melalui bermain, kolaborasi dalam kelompok, serta fleksibilitas balok itu sendiri. Namun, terdapat pula faktor penghambat seperti keterbatasan jumlah dan variasi balok, tingkat imajinasi anak yang beragam, aspek sosial-emosional individu, dan kompleksitas tugas yang diberikan. Upaya guru dalam mengatasi kendala ini mencakup penyediaan variasi bahan yang lebih banyak, pemberian waktu eksplorasi yang cukup, penciptaan lingkungan yang kondusif untuk eksperimen, fasilitasi interaksi positif, serta dorongan untuk berbagi dan belajar bersama.
MANAJEMEN KONFLIK DALAM PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN DI SEKOLAH ALAM INDONESIA CIPEDAK Hindarsih, Tri Puji; Asy’ari, Hasyim
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v5i2.4877

Abstract

Conflict management is a crucial aspect of improving educational quality, particularly in community-based schools like (SAI) Cipedak. Despite fostering a strong sense of belonging, conflicts frequently arise between parents and school management. This study aims to analyze the collaborative strategies implemented by the principal of SAI Cipedak to effectively resolve conflicts. A qualitative approach, employing document analysis and interviews, was used to identify conflict causes, evaluate their impact, and assess the effectiveness of applied strategies. The findings reveal that the collaborative approach successfully addressed conflicts over budget allocation and differing parental expectations. This strategy enhanced transparency, trust, and collaboration among stakeholders, as evidenced by parent satisfaction surveys showing improvements in the learning environment and educational quality. However, the approach requires significant time and advanced mediation skills. The study recommends mediation training, the use of digital platforms, and the adoption of Total Quality Management (TQM) to support conflict resolution and holistic educational quality improvement. By leveraging conflicts as opportunities for innovation, SAI Cipedak can strengthen its community and achieve sustainable educational excellence. ABSTRAKManajemen konflik merupakan aspek penting dalam peningkatan mutu pendidikan, terutama di sekolah berbasis komunitas seperti  (SAI) Cipedak. Konflik antara orang tua dan manajemen sekolah sering terjadi, meskipun model ini menciptakan rasa memiliki yang kuat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi kolaboratif yang diterapkan kepala sekolah SAI Cipedak dalam menyelesaikan konflik secara efektif. Pendekatan kualitatif digunakan dengan analisis dokumen dan wawancara untuk mengidentifikasi penyebab konflik, mengevaluasi dampaknya, serta menilai efektivitas strategi yang diterapkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan kolaboratif berhasil menyelesaikan konflik terkait alokasi anggaran dan perbedaan ekspektasi orang tua. Strategi ini meningkatkan transparansi, kepercayaan, dan kolaborasi antara pihak-pihak yang terlibat, terbukti dari survei kepuasan orang tua terhadap lingkungan belajar yang menunjukkan peningkatan mutu pendidikan. Namun, pendekatan ini membutuhkan waktu lebih lama dan keterampilan mediasi yang tinggi. Penelitian ini merekomendasikan pelatihan mediasi, pemanfaatan platform digital, dan penerapan Total Quality Management (TQM) untuk mendukung penyelesaian konflik dan peningkatan mutu pendidikan secara berkelanjutan. Dengan memanfaatkan konflik sebagai peluang inovasi, SAI Cipedak dapat memperkuat komunitasnya dan mencapai keunggulan pendidikan yang berkelanjutan.
KEPEMIMPINAN SITUASIONAL DALAM MENINGKATKAN KOMPETENSI PEMBELAJARAN GURU DI ERA REVOLUSI INDUSTRI 4.0 Labib, Muhammad; Asy’ari, Hasyim
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v5i2.4882

Abstract

This study aims to thoroughly examine the impact of school principals' situational leadership on improving teachers' learning competencies in the era of Industrial Revolution 4.0. The research employs a literature review method, analyzing various journal articles, books, and relevant academic literature. The criteria for selecting literature include alignment with the research topic, recentness of data (within the last five years), source credibility, and relevance to the context of education in the Industrial Revolution 4.0 era. The findings reveal that situational leadership practices significantly enhance teachers' professionalism and adaptability. Leadership styles such as telling, selling, participating, and delegating effectively address the individual needs of teachers, encouraging them to develop pedagogical, technological, and digital literacy competencies. Furthermore, school principals play a crucial role in facilitating teacher development through key strategies, including technology-based training programs, strengthening the use of virtual reality in learning, developing electronic learning modules (E-Modules), and enhancing teachers' digital literacy. These strategies not only equip teachers to face challenges in the digital era but also contribute to sustaining high-quality education. ABSTRAKArtikel ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam pengaruh kepemimpinan situasional kepala sekolah terhadap peningkatan kompetensi pembelajaran guru di era Revolusi Industri 4.0. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur yang melibatkan analisis berbagai artikel jurnal, buku, dan literatur ilmiah relevan. Kriteria pemilihan literatur mencakup kesesuaian dengan topik penelitian, keterkinian data (5 tahun terakhir), kredibilitas sumber, serta relevansi konteks pendidikan di era Revolusi Industri 4.0. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa penerapan kepemimpinan situasional memiliki dampak signifikan dalam meningkatkan profesionalisme dan adaptabilitas guru. Gaya kepemimpinan seperti telling, selling, participating, dan delegating terbukti mampu mengakomodasi kebutuhan individual guru, sehingga mendorong mereka untuk mengembangkan kompetensi pedagogik, teknologi, dan literasi digital. Selain itu, kepala sekolah memainkan peran penting dalam memfasilitasi pengembangan guru melalui strategi utama, seperti pelatihan berbasis teknologi, penguatan penggunaan media pembelajaran virtual reality, pengembangan modul pembelajaran elektronik (E-Modul), serta pengasahan literasi digital. Strategi ini tidak hanya meningkatkan kemampuan guru dalam menghadapi tantangan era digital, tetapi juga memperkuat kualitas pembelajaran secara berkelanjutan.
PROFIL LITERASI BIODIVERSITAS PESERTA DIDIK KELAS VII SMP NEGERI Hastuti, Aris; Suprapto, Purwati Kuswarini; Badriah, Liah; Hernawati, Diana
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v5i2.4885

Abstract

Biodiversity, as a vital component of ecosystem sustainability, is under significant pressure due to pollution, rapid urbanization, and climate change. This global issue also impacts local awareness, including among students at SMP Negeri Satu Atap 1 Kalipucang. This study aims to analyze the biodiversity literacy profile of seventh-grade students at the school. A descriptive quantitative method was used, with a multiple-choice test consisting of 20 items measuring 10 indicators of biodiversity literacy, including conservation and species importance, biodiversity benefits, biodiversity protection, sustainable biodiversity, biodiversity ethics, conservation awareness, environmental behavior, environmental concern, environmental knowledge, and biodiversity knowledge. The research was conducted in October 2024 with a sample of 36 students. The results showed that the average biodiversity literacy score of students was in the "moderate" category at 59.72, with the moderate category range between 51 and 70. More specifically, the highest scoring indicator was biodiversity knowledge at 67.89, while the lowest was sustainable biodiversity at 51.67. The moderate category indicates that understanding across several indicators is limited, which may be attributed to a lack of field-based learning and limited learning resources. This study recommends integrating biodiversity into the science curriculum and implementing environment-based learning to enhance biodiversity literacy. Such efforts are expected to equip students with greater environmental knowledge and awareness, support biodiversity conservation, and foster a generation that cares about ecosystem sustainability. ABSTRAKBiodiversitas, sebagai komponen penting keberlanjutan ekosistem, menghadapi tekanan berat akibat pencemaran, urbanisasi yang cepat, dan perubahan iklim. Isu global ini juga berdampak pada kesadaran lokal, termasuk di kalangan peserta didik SMP Negeri Satu Atap 1 Kalipucang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis profil literasi biodiversitas peserta didik kelas VII di SMP Negeri Satu Atap 1 Kalipucang. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan instrumen berupa tes pilihan ganda sebanyak 20 butir soal yang mengukur 10 indikator literasi biodiversitas, seperti konservasi dan pentingnya spesies, kegunaan biodiversitas, perlindungan biodiversitas, biodiversitas berkelanjutan, etika biodiversitas, konservasi dan pentingnya biodiversitas, behavior, sikap peduli lingkungan, pengetahuan lingkungan, pengetahuan biodiversitas. Penelitian dilaksanakan pada Oktober 2024 dengan sampel sebanyak 36 peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata skor literasi biodiversitas peserta didik berada pada kategori cukup sebesar 59,72, dengan rentang nilai kategori cukup berada pada skor 51–70. Secara lebih rinci, indikator dengan skor tertinggi adalah pengetahuan biodiversitas sebesar 67,89, sedangkan indikator dengan skor terendah adalah biodiversitas berkelanjutan sebesar 51,67. Kategori cukup membuktikan bahwa pemahaman pada beberapa indikator dihubungkan dengan minimnya pembelajaran berbasis lapangan dan kurangnya sumber belajar. Hasil penelitian merekomendasikan pengintegrasian biodiversitas dalam kurikulum IPA serta penerapan pembelajaran berbasis lingkungan untuk meningkatkan literasi biodiversitas. Langkah ini diharapkan dapat membekali peserta didik dengan pengetahuan dan kesadaran lingkungan yang lebih baik, mendukung upaya pelestarian biodiversitas, dan menciptakan generasi yang peduli terhadap keberlanjutan ekosistem.
LITERATURE REVIEW : PENGGUNAAN TEKNOLOGI MEDIA ARTIFICIAL INTELLINGENCE CHATGPT UNTUK PEMBELAJARAN BAHASA ARAB DI MADRASAH ALIYAH Sari, Maya Fadilla; Koderi, Koderi; Sagala, Rumadani; Mizan, Ahmad Nur
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v5i2.4911

Abstract

The rapid advancement of technology, especially in the realm of Artificial Intelligence (AI), has had a significant transformative impact on various aspects of the world of education, including innovation in Arabic language learning. One manifestation of AI-based technology that is now being increasingly utilized is ChatGPT, which offers great potential as an interactive and adaptive learning medium. This in-depth study aims to critically analyze the effectiveness and implications of using ChatGPT in the context of Arabic language learning at the Madrasah Aliyah level, with a primary focus on improving two fundamental skills, namely speaking skills (maharah al-kalam) through conversation simulations and writing skills (maharah al-kitabah) through structured exercises. The research method implemented is a comprehensive literature review, which involves a systematic analysis of various studies, scientific articles, and relevant publications published in the last five years (2020-2025). The accumulated results of the study indicate that the integration of ChatGPT in Arabic language learning offers various distinctive advantages, such as its ability to provide constructive real-time feedback, accelerate the improvement of students' writing proficiency in a relatively short period, and facilitate a learning model rich in digital interaction and personalization. However, its optimal implementation still faces several substantial challenges, primarily the limited understanding of AI regarding the complexity of linguistic structures and the unique semantic nuances of Arabic, as well as the uneven disparity of technological infrastructure across madrasahs. Therefore, continuous development efforts and further research are absolutely necessary to optimize the potential of AI, especially ChatGPT, so that it can be utilized more effectively and evenly in advancing the quality of Arabic language learning. ABSTRAKPesatnya kemajuan teknologi, khususnya dalam ranah Kecerdasan Buatan (AI), telah memberikan dampak transformatif yang signifikan dalam berbagai aspek dunia pendidikan, termasuk inovasi dalam pembelajaran bahasa Arab. Salah satu manifestasi teknologi berbasis AI yang kini semakin intensif dimanfaatkan adalah ChatGPT, yang menawarkan potensi besar sebagai media pembelajaran interaktif dan adaptif. Kajian mendalam ini bertujuan untuk menganalisis secara kritis efektivitas dan implikasi penggunaan ChatGPT dalam konteks pembelajaran bahasa Arab di tingkat Madrasah Aliyah, dengan fokus utama pada peningkatan dua keterampilan fundamental, yaitu keterampilan berbicara (maharah al-kalam) melalui simulasi percakapan dan keterampilan menulis (maharah al-kitabah) melalui latihan terstruktur. Metode penelitian yang diimplementasikan adalah literature review komprehensif, yang melibatkan analisis sistematis terhadap berbagai studi, artikel ilmiah, dan publikasi relevan yang diterbitkan dalam kurun waktu lima tahun terakhir (2020-2025). Hasil kajian yang terakumulasi menunjukkan bahwa integrasi ChatGPT dalam pembelajaran bahasa Arab menawarkan berbagai keunggulan distingtif, seperti kemampuannya menyediakan umpan balik secara real-time yang konstruktif, mempercepat peningkatan profisiensi menulis siswa dalam periode yang relatif singkat, serta memfasilitasi model pembelajaran yang kaya akan interaksi digital dan personalisasi. Meskipun demikian, implementasi optimalnya masih dihadapkan pada beberapa tantangan substansial, utamanya keterbatasan pemahaman AI terhadap kompleksitas struktur linguistik dan nuansa semantik bahasa Arab yang unik, serta disparitas infrastruktur teknologi yang belum merata di berbagai madrasah. Oleh karena itu, upaya pengembangan berkelanjutan dan penelitian lebih lanjut mutlak diperlukan guna mengoptimalkan potensi AI, khususnya ChatGPT, agar dapat dimanfaatkan secara lebih efektif dan merata dalam memajukan kualitas pembelajaran bahasa Arab.
EVALUASI PENDIDIKAN ISLAM DALAM PERSPEKTIF HADITS NABI (TEKS SANAD, MATAN HADITS, TERJEMAH HADITS, BIOGRAFI RAWI, KRITIK SANAD) Chasanah, Uswatun; Ventura, Raghusfi Bhuena; Abidin, Zaenal
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v5i2.4923

Abstract

ABSTRACT Education is a conscious and responsible effort to guide and direct the development of students so that they have true meaning and purpose in life. To find out the achievement of educational goals, an evaluation is needed that is carried out systematically and planned. In the context of Islamic education, evaluation is an important component to measure the success and achievement of educational targets. The aim of this research is to describe in detail and in depth the evaluation of Islamic education from a hadith perspective. The paper that the presenter used in preparing the paper was a qualitative method with the type of library research.  The data used is by collecting books, journals and others related to the evaluation of Islamic education from a hadith perspective. The collected data was analyzed using descriptive methods. The results of this research evaluating hadiths can be examined through the hadiths of the Prophet narrated from Abu Hurairah, quality Shohih Li Ghoirihi, Imam Bukhori's Mukhorij. The purpose of evaluating Islamic education is to determine the level of understanding of students, collect information that can be used as a basis for carrying out systematic checks on the educational results that have been achieved. ABSTRAK Pendidikan merupakan upaya sadar dan bertanggung jawab untuk membimbing dan mengarahkan perkembangan peserta didik agar memiliki makna serta tujuan hidup yang hakiki. Untuk mengetahui ketercapaian tujuan pendidikan, diperlukan evaluasi yang dilakukan secara sistematis dan terencana. Dalam konteks pendidikan Islam, evaluasi menjadi komponen penting untuk mengukur keberhasilan dan pencapaian target pendidikan. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan secara rinci dan mendalam mengenai Pengertian evaluasi pendidikan Islam, dan Evaluasi pendidikan islam menurut perspektif hadits nabi (teks sanad, matan hadits, terjemah hadits, biografi rawi, kritik sanad). Penyusunan makalah yang pemakalah gunakan adalah metode kualitatif dengan jenis studi literatur  (library  research).  Data  yang  digunakan  adalah  dengan  mengumpulkan  buku, jurnal dan lainnya yang terkait dengan evaluasi pendidikan Islam menurut perspektif hadits. Data yang telah terkumpul dianalisis dengan menggunakan  metode deskriptif. Hasil penelitian ini evaluasi hadist dapat di telaah melalui hadist Nabi yang diriwayatkan dari Abu Hurairah, berkualitas Shohih Li Ghoirihi, Mukhorij nya Imam Bukhori. Adapun tujuan evaluasi pendidikan Islam adalah untuk mengetahui kadar pemahaman peserta didik, mengumpulkan informasi yang dapat dipergunakan sebagai dasar untuk mengadakan pengecekan yang sistematis terhadap hasil pendidikan yang telah dicapai.
MODEL KURIKULUM PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SD ISLAM AL-AZHAR (SINERGI ANTARA KURIKULUM NASIONAL DAN NILAI-NILAI ISLAM) Maulida, Nabila Putri
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v5i2.4924

Abstract

ABSTRACT Islamic Religious Education (PAI) in Indonesia plays an important role in shaping the character and morals of students from an early age. In the context of basic education, integration between the national curriculum and Islamic values ??is a challenge in itself especially in facing developments in science, technology, and demands for global competence. Al-Azhar 9 Islamic Elementary School Kemang Pratama is an educational institution that has developed a curriculum model that combines the National Curriculum, Islamic values, ??and the Cambridge International Curriculum. This research aims to analyze the Islamic Religious Education (PAI) curriculum model at Al-Azhar 9 Islamic Elementary School Kemang Pratama. This research also explores the synergy between the national curriculum and the Islamic-based curriculum in the planning, implementation, and evaluation aspects. The research method uses a qualitative approach with a case study method. Data was collected through observation, interviews, and documentation and then analyzed using data reduction techniques, data presentation, and drawing conclusions. The research results show that the curriculum at at Al-Azhar 9 Islamic Elementary School Kemang Pratama has succeeded in integrating Islamic values ??into the national curriculum through holistic learning programs, the use of technology, and strengthening character education. Intracurricular activities such as morning tadarus and memorizing the Qur'an, as well as extracurricular activities such as the art of reading the Qur'an and little preachers, support students' spiritual and academic development. However, there are challenges in the form of lagging behind in memorization for some students, a lack of role for some parents, and the limited ability of some teachers to utilize technology. This research contributes to the development of a curriculum model based on Islamic values ??in elementary schools. The results of this research are limited to the context of the Al-Azhar 9 Islamic Elementary School Kemang Pratama, so further studies are needed in other schools to expand the generalization. ABSTRAK Pendidikan Agama Islam (PAI) di Indonesia memegang peranan penting dalam membentuk karakter dan moral peserta didik sejak usia dini. Dalam konteks pendidikan dasar, integrasi antara kurikulum nasional dan nilai-nilai Islam menjadi tantangan tersendiri, terutama dalam menghadapi perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, serta tuntutan kompetensi global. SD Islam Al-Azhar 9 Kemang Pratama merupakan salah satu lembaga pendidikan yang telah mengembangkan model kurikulum yang memadukan Kurikulum Nasional, nilai-nilai Islam, dan Kurikulum Internasional Cambridge. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis model kurikulum Pendidikan Agama Islam (PAI) di SD Islam Al-Azhar 9 Kemang Pratama. Penelitian ini juga mengeksplorasi sinergi antara kurikulum nasional dan kurikulum berbasis Islam dalam aspek perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kurikulum di SD Islam Al-Azhar 9 Kemang Pratama berhasil mengintegrasikan nilai-nilai Islam dalam kurikulum nasional melalui program pembelajaran holistik, penggunaan teknologi, dan penguatan pendidikan karakter. Kegiatan intrakurikuler seperti tadarus pagi dan hafalan Al-Qur'an, serta kegiatan ekstrakurikuler seperti seni baca Al-Qur'an dan da'i cilik, mendukung pengembangan spiritual dan akademik siswa. Namun, terdapat tantangan berupa ketertinggalan hafalan beberapa siswa, kurangnya peran sebagian orang tua, dan keterbatasan kemampuan beberapa guru dalam memanfaatkan teknologi. Penelitian ini memberikan kontribusi bagi pengembangan model kurikulum berbasis nilai-nilai Islam di sekolah dasar. Hasil penelitian ini terbatas pada konteks SD Islam Al-Azhar 9 Kemang Pratama, sehingga perlu studi lebih lanjut di sekolah lain untuk memperluas generalisasi.
EFEKTIVITAS MODEL COOPERATIVE LEARNING TIPE TEAM GAME TOURNAMENT TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA DENGAN BANTUAN MEDIA EDUCAPLAY Dewi, Ellya Kusna Aura; Azizah, Devi Nur; Ratnasari, Diah Ayu; Khasanah, Elok Rosyidatul; Faqih, Fauziah Nur; Khumairoh, Fidyah Nur; Hanafi, Yusuf; Kustia, Cahyaning Pininta
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v5i2.4946

Abstract

The objective of this study is to determine the effectiveness of the cooperative learning model of the TGT (Teams Games Tournament) type assisted by Educaplay media in improving the learning outcomes of Class IX.8 students at SMPN 3 Malang. This research is based on the need to select a more suitable learning model for theoretical materials, such as the topic "Impacts of Social Media," which is often delivered through conventional methods that do not actively engage students. This lack of engagement can lead to decreased motivation and lower academic achievement. This study employed a pre-experimental method with a one-group pretest-posttest design. The research sample consists of 30 students from Class IX.8 at SMPN 3 Malang. The collected data were analyzed using the Shapiro-Wilk normality test, paired sample t-test, and N-Gain test. The normality test results showed that both the pretest (0.125) and posttest (0.086) scores were normally distributed. The t-test result was 0.000 (< 0.05), indicating that the TGT cooperative learning model assisted by Educaplay media is effective in improving student learning outcomes. The average N-Gain score was 0.72, which falls into the "high" category, confirming its effectiveness in enhancing learning outcomes. These findings demonstrate that the cooperative learning model of the TGT type when supported by Educaplay media, is effective in improving student academic performance. ABSTRAKAdapun tujuan penilitian berikut untuk mengetahui efektivitas model pembelajaran cooperative learning tipe TGT dengan bantuan media Educaplay untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas IX.8 di SMPN 3 Malang. Hal yang mendasari penelitian ini adalah pemilihan model pembelajaran yang terapkan pada materi yang bersifat teori seperti dalam materi Dampak Media Sosial menggunakan model pembelajaran konvensional yang kurang melibatkan keaktifan siswa sehingga dapat menyebabkan penurunan motivasi dan hasil belajar siswa. Penelitian ini menggunakan metode pre-eksperimental dengan rancangan satu kelompok yang diberikan pretest dan posttest. Sampel penelitian sejumlah 30 siswa kelas IX.8 di SMPN 3 Malang. Data yang didapatkan diujikan dengan menggunakan uji normalitas Shapiro-Wilk, uji-t paired sample test, dan uji N-Gain. Hasil uji normalitas pretest 0,125 dan posttest 0,086 berdistribusi normal. Hasil uji-t sebesar 0,000<0,05 mengindikasikan bahwa model pembelajaran kooperatif tipe TGT dengan bantuan media Educaplay efektif digunakan untuk meningkatkan hasil belajar siswa. Nilai rata-rata dari uji N-Gain sejumlah 0,72 yang berada dalam kategori tinggi berarti efektif dalam peningkatan hasil belajar siswa. Hal ini membuktikan bahwa model pembelajaran cooperative learning tipe TGT menggunakan media Educaplay efektif dalam meningkatkan hasil belajar.