cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalp4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
jurnalp4i@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayani, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, NTB
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran
ISSN : 27770583     EISSN : 27770575     DOI : https://doi.org/10.51878/learning.v1i2.376
Core Subject : Education,
LEARNING : Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pembelajaran diterbitkan 4 kali setahun (Februari, Mei, Agustus, dan November) oleh Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I) yang berada dibawah naungan Yayasan Insan Cendekia Indonesia Raya dan berafiliasi dengan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Hamzanwadi, MKKS SMP Negeri Kab. Lombok Timur dan Ikatan Guru Indonesia Kab. Tulang Bawang. Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan pendidikan dan pembelajaran.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 39 Documents
Search results for , issue "Vol. 6 No. 1 (2026)" : 39 Documents clear
TRANSFORMASI PEMBELAJARAN IPAS DI ERA DIGITAL MELALUI PENDEKATAAN DEEP LEARNING UNTUK MENINGKATKAN LITERASI SAINS DAN KEMANDIRIAN BELAJAR SISWA Asih, Tri Unggul Sari; Rohman, Akhmad Dalil; Prasetiya, Uki Adi; Mahmudah, Umi
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v6i1.8629

Abstract

The transformation of education in the digital era requires IPAS learning in elementary schools to move beyond conventional approaches and to foster students’ scientific literacy, critical thinking, and learning independence as essential 21st-century competencies. However, various reports and research findings indicate that the scientific literacy of Indonesian elementary school students remains relatively low, while classroom learning practices are still dominated by lecturing and rote memorization with limited and suboptimal use of technology. This condition highlights the need for more meaningful, contextual, and student-centered learning approaches. This study focuses on examining the application of the Deep Learning approach in IPAS learning as a strategy to enhance scientific literacy and learning independence among elementary school students. The study employed a library research method with a qualitative approach, involving the identification, selection, and analysis of various literature sources, including books, national and international journal articles, and relevant research reports published over the past ten years. Data analysis was conducted using content analysis techniques to identify patterns, concepts, and key findings related to Deep Learning, scientific literacy, and learning independence. The results indicate that the Deep Learning approach, implemented through problem-based learning, inquiry-based learning, project-based learning, and blended learning strategies supported by interactive digital media, has the potential to increase student engagement, understanding of scientific concepts, the ability to analyze scientific phenomena, and learning independence. The findings conclude that the Deep Learning approach is relevant and has strong potential for implementation in elementary school IPAS learning, provided that it is supported by teacher readiness, adequate facilities and infrastructure, and systematic instructional planning to ensure optimal impact on improving students’ scientific literacy and learning independence. ABSTRAK Transformasi pendidikan di era digital menuntut pembelajaran IPAS di sekolah dasar tidak lagi bersifat konvensional, tetapi mampu mengembangkan literasi sains, berpikir kritis, dan kemandirian belajar siswa sebagai kompetensi abad ke-21. Namun, berbagai laporan dan hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi sains siswa sekolah dasar di Indonesia masih relatif rendah, sementara praktik pembelajaran di kelas masih didominasi metode ceramah dan hafalan dengan pemanfaatan teknologi yang belum optimal. Kondisi ini menunjukkan perlunya pendekatan pembelajaran yang lebih bermakna, kontekstual, dan berpusat pada siswa. Penelitian ini berfokus pada kajian penerapan pendekatan Deep Learning dalam pembelajaran IPAS sebagai strategi untuk meningkatkan literasi sains dan kemandirian belajar siswa sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan metode library research dengan pendekatan kualitatif, melalui penelusuran, seleksi, dan analisis berbagai sumber pustaka berupa buku, artikel jurnal nasional dan internasional, serta laporan penelitian yang relevan dan dipublikasikan dalam sepuluh tahun terakhir. Analisis data dilakukan menggunakan teknik analisis isi untuk mengidentifikasi pola, konsep, dan temuan utama terkait Deep Learning, literasi sains, dan kemandirian belajar. Hasil kajian menunjukkan bahwa pendekatan Deep Learning, melalui strategi problem-based learning, inquiry-based learning, project-based learning, dan blended learning yang didukung media digital interaktif, berpotensi meningkatkan keterlibatan siswa, pemahaman konsep sains, kemampuan analisis fenomena ilmiah, serta kemandirian belajar. Simpulan penelitian ini menegaskan bahwa pendekatan Deep Learning relevan dan potensial diterapkan dalam pembelajaran IPAS di sekolah dasar, dengan catatan diperlukan kesiapan guru, dukungan sarana prasarana, serta perencanaan pembelajaran yang sistematis agar implementasinya memberikan dampak optimal terhadap peningkatan literasi sains dan kemandirian belajar siswa.  
KLIK, BELAJAR, BERIBADAH : TRANSFORMASI PEMBELAJARAN PAI DI ERA DIGITAL Isnaini, Ananda Fadhilatul; Astutik, Anita Puji
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v6i1.9044

Abstract

The world of education has undergone significant changes due to the digital era, including Islamic Religious Education (PAI) learning. The background of this research is to understand how changes in Islamic Religious Education (PAI) learning adapt to the increasingly rapid advancement of digital technology. This research focuses on the role of the digital era in Islamic Religious Education (PAI) learning and the transformations occurring at SMKN 3 Buduran. To collect data, this study used a descriptive qualitative approach through interviews, observations, and documentation with educators, students, and relevant school officials. This research covers the introduction of digital technology, the use of innovations in digital-based learning, new regulations supporting technology adoption, and an analysis of the impacts and benefits of this transformation. The results show that digital media such as PowerPoint, Canva, Islamic religious videos, and the Indonesian Quran application make Islamic Religious Education (PAI) learning more engaging, interactive, and accessible. At SMKN 3 Buduran, the digital transformation is supported by teacher training, modern facilities, and innovative digital learning projects. However, this study also found that spiritual values ​​and character building must be maintained through the use of technology. ABSTRAK Dunia pendidikan telah mengalami perubahan besar karena era digital, termasuk pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI). Latar belakang penelitian ini adalah untuk memahami bagaimana perubahan dalam pembelajaran PAI beradaptasi dengan kemajuan teknologi digital yang semakin pesat. Penelitian ini berfokus pada peran era digital dalam pembelajaran PAI dan transformasi yang terjadi di SMKN 3 Buduran. Untuk mengumpulkan data, penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan melakukan wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap pendidik, siswa, dan pihak sekolah yang terkait. Penelitian ini mencakup pengenalan digital, penggunaan inovasi dalam pembelajaran berbasis digital, peraturan baru yang mendukung adopsi teknologi, dan analisis dampak dan keuntungan dari transformasi ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media digital seperti PowerPoint, Canva, video dakwah, dan aplikasi Al-Qur'an Indonesia membuat pembelajaran PAI lebih menarik, interaktif, dan mudah diakses. Di SMKN 3 Buduran, transformasi digital didukung oleh pelatihan guru, fasilitas modern, dan proyek pembelajaran digital inovatif. Namun, penelitian ini juga menemukan bahwa nilai-nilai spiritual dan pembinaan karakter harus dijaga dengan penggunaan teknologi.
EFEKTIVITAS CHATGPT DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INGGRIS UNTUK MENDORONG SELF-REGULATED LEARNING DI SMK Genma, Nakamesa; Zulfikasari, Sony
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v6i1.9348

Abstract

The rapid advancement of Artificial Intelligence (AI) has created significant opportunities for fostering autonomous learning in educational settings, with ChatGPT emerging as a prominent tool for interactive language-based instruction. This study examines the impact of ChatGPT on enhancing Self-Regulated Learning (SRL) among vocational high school students, guided by Zimmerman’s model encompassing forethought, performance, and self-reflection phases. Employing a quantitative approach with a one-group pretest–posttest design, the research involved 42 tenth-grade students of the Office Management and Business Services program at SMKN 2 Kuningan. The study utilized a 30-item SRL questionnaire and an English proficiency test, both validated by subject experts and demonstrating strong reliability (Cronbach’s Alpha = 0.934). Findings revealed a substantial improvement from the pretest mean score of 66.00 to the posttest mean score of 89.29 (t = -11.589; p < 0.05), with a large effect size (Cohen’s d = 1.788). The findings demonstrate the effectiveness of ChatGPT in fostering SRL, particularly by enhancing all dimensions, goal setting, independent learning strategies, progress monitoring, and reflective evaluation.These results highlight the pedagogical potential of ChatGPT as an AI-based learning companion, particularly for English language instruction that demands sustained practice and readily accessible learning resources. ABSTRAK Perkembangan teknologi Artificial Intelligence (AI) telah membuka peluang luas untuk mendukung pembelajaran mandiri di lingkungan pendidikan, termasuk pemanfaatan ChatGPT sebagai media belajar berbasis percakapan interaktif. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas ChatGPT dalam meningkatkan Self-Regulated Learning (SRL) siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dengan mengacu pada Model Zimmerman yang menekankan tahapan perencanaan, pelaksanaan, dan refleksi diri. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain one-group pretest-posttest, melibatkan 42 siswa kelas X MPLB-1 SMKN 2 Kuningan. Instrumen penelitian mencakup angket SRL sebanyak 30 butir serta tes kemampuan Bahasa Inggris, dengan validasi isi oleh ahli (dosen pembimbing dan guru Bahasa Inggris) dan reliabilitas tinggi (Cronbach’s Alpha = 0,934). Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada skor rata-rata pretest (66,00) menjadi posttest (89,29) dengan t = -11,589; p < 0,05 dan effect size Cohen’s d = 1,788 (kategori sangat besar). Penelitian ini menunjukkan efektivitas penggunaan ChatGPT, yaitu mampu meningkatkan seluruh dimensi SRL, termasuk penetapan tujuan belajar, pemilihan strategi belajar mandiri, pemantauan proses, dan refleksi hasil belajar.Temuan ini mengindikasikan bahwa integrasi ChatGPT yang dirancang dengan prinsip pedagogis mampu memperkuat kemandirian belajar siswa SMK, khususnya pada pembelajaran Bahasa Inggris yang membutuhkan latihan berkelanjutan dan akses sumber belajar yang fleksibel.
INTEGRASI LEARNING MANAGEMENT SYSTEM (GOOGLE CLASSROOM) UNTUK OPTIMALISASI PENGAJARAN MANAJEMEN TATA RIAS BERBASIS PROYEK Sarah, Ririn Amaliah Putri; Fahmi, Merdila Nuril; Ilham, Fadli; Febrianty, Syielvi Dwi; Basra, Sri Meiweni; Sari, Dian Fitriarni
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v6i1.9349

Abstract

This study aims to examine the effectiveness of integrating the Learning Management System (LMS) Google Classroom into Project-Based Learning (PjBL) in the Beauty Services Management course, with the goal of enhancing students’ learning outcomes and self-regulated learning. The study employed a quantitative approach with a pre-experimental, one-group pretest–posttest design. The sample consisted of 50 Vocational Education students specializing in Beauty Services, selected through purposive sampling. The research instruments included a project-based learning assessment and a learning independence questionnaire adapted from the Self-Regulated Learning Questionnaire (SRLQ). Data were analyzed using a paired-sample t-test. The results indicated an average increase of 21.9% in learning outcomes and 16.6% in learning independence following the implementation of Google Classroom, with a significance level of p < 0.05, demonstrating a statistically significant improvement. These findings suggest that LMS integration can enhance the effectiveness of project-based learning, strengthen students’ learning autonomy, and promote more active and reflective engagement in the learning process. The study emphasizes that utilizing LMS platforms such as Google Classroom represents a relevant digital learning strategy for vocational education, particularly in supporting the transformation of teaching and learning in the Industry 4.0 era. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas integrasi Learning Management System (LMS) Google Classroom dalam pembelajaran berbasis proyek (Project-Based Learning/PjBL) pada mata kuliah Manajemen Tata Rias, dengan tujuan meningkatkan hasil belajar dan kemandirian belajar mahasiswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pra-eksperimen tipe one-group pretest–posttest. Sampel penelitian terdiri dari 50 mahasiswa Pendidikan Vokasional Tata Rias yang dipilih melalui purposive sampling. Instrumen yang digunakan meliputi tes hasil belajar berbasis proyek dan angket kemandirian belajar yang diadaptasi dari Self-Regulated Learning Questionnaire (SRLQ). Data dianalisis menggunakan uji t berpasangan (paired-sample t-test). Hasil penelitian menunjukkan peningkatan rata-rata hasil belajar sebesar 21,9% dan kemandirian belajar sebesar 16,6% setelah penerapan Google Classroom, dengan nilai signifikansi p < 0,05, yang menandakan adanya peningkatan yang signifikan secara statistik. Temuan ini menunjukkan bahwa integrasi LMS dapat meningkatkan efektivitas pembelajaran berbasis proyek, memperkuat kemandirian belajar mahasiswa, serta mendorong mereka menjadi lebih aktif dan reflektif dalam proses pembelajaran. Penelitian ini menekankan bahwa pemanfaatan LMS seperti Google Classroom merupakan strategi pembelajaran digital yang relevan bagi pendidikan vokasional, terutama dalam mendukung transformasi pembelajaran di era Industri 4.0.    
MAKNA TRADISI RUWAH DESA BAGI PENGEMBANGAN KONSELING MULTIBUDAYA Isdwiyanti, Dian; Naqiyah, Najlatun; Khusumadewi, Ari
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v6i1.9350

Abstract

The Ruwah Desa tradition represents a form of local wisdom within Javanese society that embodies social, spiritual, and psychological values and continues to be preserved in rural communities, including Rangkah Kidul Village, Sidoarjo Regency. This study aims to examine the meaning of the Ruwah Desa tradition and its relevance to the development of multicultural counseling grounded in local wisdom. A qualitative approach with a case study design was employed. Participants were selected purposively and included traditional leaders, religious figures, village officials, and community members actively involved in the implementation of the tradition. Data were collected through semi-structured interviews, observations, and document analysis, and analyzed interactively through data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings indicate that the Ruwah Desa tradition embodies values of communal spirituality, mutual cooperation, social solidarity, intergenerational value transmission, and environmental awareness, which contribute to strengthening social cohesion and collective emotional regulation within the community. These values are strongly aligned with the principles of multicultural counseling, particularly in promoting contextual, inclusive, and community-based counseling services. This study contributes to the enrichment of multicultural counseling discourse by integrating local cultural practices as psychosocial resources in counseling and guidance services. ABSTRAK Tradisi Ruwah Desa merupakan bentuk kearifan lokal masyarakat Jawa yang mengandung nilai-nilai sosial, spiritual, dan psikologis yang masih terpelihara dalam kehidupan masyarakat pedesaan, termasuk di Desa Rangkah Kidul, Kabupaten Sidoarjo. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji makna tradisi Ruwah Desa serta relevansinya bagi pengembangan konseling multibudaya berbasis kearifan lokal. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Subjek penelitian ditentukan secara purposive, melibatkan tokoh adat, tokoh agama, aparat desa, dan masyarakat yang terlibat aktif dalam pelaksanaan tradisi. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur, observasi, dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis secara interaktif melalui proses reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi Ruwah Desa mengandung nilai spiritualitas komunal, gotong royong, solidaritas sosial, pewarisan nilai lintas generasi, serta kepedulian terhadap lingkungan yang berperan dalam memperkuat kohesi sosial dan regulasi emosi kolektif masyarakat. Nilai-nilai tersebut memiliki kesesuaian yang kuat dengan prinsip konseling multibudaya, khususnya dalam menghadirkan layanan konseling yang kontekstual, inklusif, dan berbasis komunitas. Penelitian ini berkontribusi pada pengayaan kajian konseling multibudaya melalui integrasi praktik budaya lokal sebagai sumber daya psikososial dalam layanan bimbingan dan konseling.
PENDEKATAN KONSELING MULTIKULTURAL UNTUK MENUMBUHKAN KESETARAAN DAN SENSITIVITAS GENDER DI KALANGAN SISWA Wilujeng, Wiwik; Naqiyah, Najlatun; Khusumadewi, Ari
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v6i1.9351

Abstract

Gender inequality in education, manifested through unequal role distribution, negative labeling, and bullying, can hinder students' psychological and academic development. This study focuses on analyzing the role of a multicultural counseling approach as an intervention strategy to foster gender equality and sensitivity in schools. The method used is a literature study by reviewing various theoretical references and relevant research results on multicultural counseling and gender issues. The research findings indicate that the implementation of multicultural counseling, both through individual and group services, is effective in helping students identify biased social constructs, reduce stereotypes, and develop empathy and mutual respect amidst diversity. This approach is not only preventive against discrimination but also transformative in creating an inclusive and safe school climate. The main conclusion emphasizes that multicultural counseling is a crucial instrument that requires counselor competence in recognizing cultural and gender biases, in order to create a just educational environment and support the sustainable self-actualization of all students. ABSTRAK Ketimpangan gender dalam pendidikan, yang termanifestasi melalui pembagian peran tidak seimbang, pelabelan negatif, hingga perundungan, dapat menghambat perkembangan psikologis dan akademik siswa. Penelitian ini berfokus pada analisis peran pendekatan konseling multikultural sebagai strategi intervensi untuk menumbuhkan kesetaraan dan sensitivitas gender di sekolah. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan mengkaji berbagai referensi teoritis dan hasil penelitian relevan mengenai konseling multikultural dan isu gender. Temuan penelitian menunjukkan bahwa implementasi konseling multikultural, baik melalui layanan individu maupun kelompok, efektif membantu siswa mengidentifikasi konstruksi sosial yang bias, mereduksi stereotip, serta mengembangkan empati dan sikap saling menghargai di tengah keberagaman. Pendekatan ini tidak hanya bersifat preventif terhadap diskriminasi, tetapi juga transformatif dalam menciptakan iklim sekolah yang inklusif dan aman. Simpulan utama menegaskan bahwa konseling multikultural merupakan instrumen krusial yang menuntut kompetensi konselor dalam mengenali bias budaya dan gender, guna mewujudkan lingkungan pendidikan yang adil dan mendukung aktualisasi diri seluruh siswa secara berkelanjutan.  
PELESTARIAN BUDAYA SALIM DAN UCAP SALAM SAAT BERTEMU GURU DALAM MEMBENTUK KARAKTER SISWA Safitri, Ida; Naqiyah, Najlatun; Khusumadewi, Ari
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v6i1.9352

Abstract

Culture is a vital entity passed down through generations. In the context of Indonesian education, the tradition of shaking hands and greetings holds a high urgency as a manifestation of noble character. This research is motivated by the need to strengthen character education in schools to address the decline in ethics and students' respect for educators. The main focus of this study is to analyze the implications of preserving the culture of shaking hands and greetings when meeting teachers on the formation of students' polite character. The research method applies a systematic literature study by reviewing various relevant journals over the past five years. The findings show that greetings are not merely verbal greetings, but contain a prayer for safety and a deep value of tolerance. The habit of shaking hands and greetings has consistently been proven to be able to shape polite behavior, improve the ethics of verbal and non-verbal communication, and strengthen emotional bonds and Islamic brotherhood between teachers and students. The main conclusion emphasizes that this cultural integration is very effective as an instrument for forming polite character, so it is worth preserving not only in the academic environment, but also implemented widely in students' social interactions in society. ABSTRAK Budaya merupakan entitas vital yang diwariskan secara turun-temurun, di mana dalam konteks pendidikan di Indonesia, tradisi salim dan mengucapkan salam memiliki urgensi tinggi sebagai manifestasi karakter luhur. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh perlunya penguatan pendidikan karakter di sekolah guna menanggulangi penurunan etika dan rasa hormat siswa terhadap pendidik. Fokus utama kajian ini adalah menganalisis implikasi pelestarian budaya salim dan salam saat bertemu guru terhadap pembentukan karakter kesantunan siswa. Metode penelitian menerapkan studi literatur sistematik dengan menelaah berbagai jurnal relevan dalam rentang waktu lima tahun terakhir. Temuan menunjukkan bahwa salam tidak sekadar sapaan verbal, melainkan mengandung muatan doa keselamatan dan nilai toleransi yang mendalam. Pembiasaan salim dan salam secara konsisten terbukti mampu membentuk perilaku sopan santun, meningkatkan etika komunikasi verbal maupun non-verbal, serta mempererat hubungan emosional dan ukhuwah Islamiyah antara guru dan peserta didik. Simpulan utama menegaskan bahwa integrasi budaya ini sangat efektif sebagai instrumen pembentukan karakter yang santun, sehingga patut dilestarikan tidak hanya dalam lingkungan akademik, tetapi juga diimplementasikan secara luas dalam interaksi sosial siswa di masyarakat.    
EFEKTIVITAS KONSELING MULTIBUDAYA BERBASIS ART THERAPY DALAM REGULASI EMOSI SISWA SMP Saputra, Reri; Naqiyah, Najlatun; Khusumadewi, Ari
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v6i1.9353

Abstract

Multicultural school environments require guidance and counseling services that are responsive to cultural diversity and students’ emotional dynamics. Sekolah Indonesia Jeddah (SIJ), as an Indonesian school abroad, accommodates junior high school students from diverse cultural backgrounds, which may contribute to emotional regulation challenges. This study aims to explore the role of multicultural counseling based on art therapy in supporting changes in students’ emotional regulation at Sekolah Indonesia Jeddah. The study employed a qualitative approach using a case study design. Data were collected through in-depth interviews with students, observations of counseling sessions, documentation of art therapy artifacts, and supporting interviews with guidance counselors and homeroom teachers. The research was conducted through three stages: pre-intervention (needs assessment), intervention in the form of multicultural counseling using art therapy, and post-intervention. Data were analyzed thematically to identify patterns of change in emotional regulation. The findings indicate improvements in emotional awareness, a shift from reactive to reflective emotional responses, the development of more adaptive emotional regulation strategies, more constructive management of social conflicts, and more positive interpretations of multicultural experiences. These findings suggest that integrating art therapy into multicultural counseling serves as an effective expressive and reflective medium for enhancing students’ emotional regulation. This study provides practical implications for the development of inclusive and culturally sensitive guidance and counseling services in multicultural school settings. ABSTRAK Lingkungan sekolah multibudaya menuntut layanan bimbingan dan konseling yang mampu merespons keberagaman latar budaya dan dinamika emosi siswa secara adaptif. Sekolah Indonesia Jeddah (SIJ) sebagai sekolah Indonesia di luar negeri memiliki karakteristik siswa SMP yang heterogen, sehingga berpotensi memunculkan permasalahan regulasi emosi. Penelitian ini bertujuan untuk memaknai peran konseling multibudaya berbasis art therapy dalam mendukung perubahan regulasi emosi siswa SMP di Sekolah Indonesia Jeddah. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan siswa, observasi proses konseling, dokumentasi artefak art therapy, serta wawancara pendukung dengan guru bimbingan dan konseling dan wali kelas. Penelitian dilaksanakan melalui tahapan pra-intervensi (asesmen kebutuhan), intervensi berupa konseling multibudaya berbasis art therapy, dan pasca-intervensi. Analisis data dilakukan secara tematik untuk mengidentifikasi pola perubahan regulasi emosi siswa. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kesadaran emosi, pergeseran respons emosi dari reaktif ke reflektif, berkembangnya strategi regulasi emosi yang lebih adaptif, pengelolaan konflik sosial yang lebih konstruktif, serta pemaknaan yang lebih positif terhadap pengalaman multibudaya. Temuan ini menegaskan bahwa integrasi art therapy dalam konseling multibudaya berfungsi sebagai media ekspresif dan reflektif yang efektif dalam mendukung regulasi emosi siswa. Penelitian ini memberikan implikasi praktis bagi pengembangan layanan bimbingan dan konseling yang inklusif dan sensitif budaya di lingkungan sekolah multikultural.  
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN ROLE PLAYING TERHADAP MOTIVASI DAN PEMAHAMAN SISWA SD Sarwono, Anita Julia; Arifin, Zainal
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v6i1.9356

Abstract

This study specifically aims to determine the effect of Role Playing models on the motivation and understanding of students of UPTD SDN Tengket 2. This study uses a quantitative research type and uses an experimental method, namely the type of one group pretest posttest design. The sample in this study used 32 students of class 2A at UPTD SDN Tengket 2 with research instruments in the form of questionnarires and questions to determine student motivation and understanding of learning. Data análisis uses the IBM SPSS 21.0 application to determine validity, reability  test, normality test and paired sample t-test of student motivation that has been teted obtained average data mean on student motivation pretest of 34,50 and posttest value of student motivation of 35,09 and significant value data of 0,000 < 0,05. While the results of the paired sample t-test of learning understanding were 51,25 with an average posttest value of learning understanding of 67,19 and a signifikcant valae of 0,000 < 0,05. So it can be concluded that the influence of the Role Playing learning model had an effect on students’ motivation and understanding. ABSTRAK Penelitian ini secara khusus bertujuan untuk mengetahui Pengaruh model Role Playing Terhadap Motivasi dan Pemahaman siswa UPTD SDN Tengket 2. Peneliti ini menggunakan jenis Peneliti kuantitatif dan menggunakan metode eskperimen yaitu jenis one grup pretest-postest Design. Sampel Dalam penelitian ini menggunakan 32 siswa kelas 2A di UPTD SDN Tengket 2, dengan istrumen penelitian berupa angket dan soal untuk mengetahui Motivasi dan Pemahaman belajar siswa. Analisis data menggunakan aplikasi IBM SPSS 21.0 untuk mengetahui uji validitas, uji rehabilitas, uji normalitias, dan uji paired sample t-test motivasi siswa yang telah diuji diperoleh data rata-rata mean pada pretest motivasi siswa sebesar 34,50 dan nilai postteset Motivasi siswa sebesar 35,09 serta data nilai signifikan sebesar 0,000 < 0,05. Sedangkan hasil uji paired sampel t-test pemahaman belajar sebesar 51,25 dengan nilai rata-rata posttest pemahaman belajar sebesar 67,19 serta nilai signifikan 0,000 < 0,05. Sehingga dapat disimpulkan bahwa penggunaa  

Page 4 of 4 | Total Record : 39