cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalp4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
jurnalp4i@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayani, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, NTB
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran
ISSN : 27770583     EISSN : 27770575     DOI : https://doi.org/10.51878/learning.v1i2.376
Core Subject : Education,
LEARNING : Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pembelajaran diterbitkan 4 kali setahun (Februari, Mei, Agustus, dan November) oleh Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I) yang berada dibawah naungan Yayasan Insan Cendekia Indonesia Raya dan berafiliasi dengan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Hamzanwadi, MKKS SMP Negeri Kab. Lombok Timur dan Ikatan Guru Indonesia Kab. Tulang Bawang. Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan pendidikan dan pembelajaran.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 513 Documents
PENGUATAN KONTROL DIRI SISWA MELALUI PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA KATOLIK Sembiring, Mimpin; Sitanggang, Hot Uli; Simbolon, Erikson
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v5i3.6640

Abstract

Self-control is an important ability that students must have in facing various challenges in the school environment and social life. This ability reflects maturity in thinking, acting, and making decisions responsibly. However, the reality in the field shows that there are still many students who experience difficulties in controlling emotions, behavior, and choice of actions. This study aims to explore the role of Catholic Religious Education learning in strengthening self-control of grade X students at RK Serdang Murni Lubuk Pakam High School. This research uses a descriptive qualitative approach with data collection techniques through observation, in-depth interviews, and documentation. The informants consisted of students, Catholic Religious Education teachers, and school principals. The results showed that students have developed self-control abilities, both in the aspects of controlling behavior, decisions, and cognitive, along with learning that integrates Christian values such as reason, taste, conscience, and conscience. The conclusion of this study shows that Catholic Religious Education not only plays a role in religious aspects, but also in strengthening students' character and self-control. These results open up opportunities for curriculum development and practice. ABSTRAKKontrol diri merupakan kemampuan penting yang harus dimiliki siswa dalam menghadapi berbagai tantangan di lingkungan sekolah maupun kehidupan sosial. Kemampuan ini mencerminkan kedewasaan dalam berpikir, bertindak, dan mengambil keputusan secara bertanggung jawab. Namun, kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa masih banyak siswa yang mengalami kesulitan dalam mengendalikan emosi, perilaku, dan pilihan tindakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi peran pembelajaran Pendidikan Agama Katolik dalam penguatan kontrol diri siswa kelas X di SMA RK Serdang Murni Lubuk Pakam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Informan terdiri dari siswa, guru Pendidikan Agama Katolik, dan kepala sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa telah mengembangkan kemampuan kontrol diri, baik dalam aspek mengontrol perilaku, keputusan, maupun kognitif, seiring dengan pembelajaran yang mengintegrasikan nilai-nilai Kristiani seperti akal budi, rasa, hati nurani, dan suara hati. Pembelajaran Pendidikan Agama Katolik terbukti menjadi media efektif dalam membentuk sikap tanggung jawab, empati, refleksi diri, serta kesadaran moral siswa. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa Pendidikan Agama Katolik tidak hanya berperan dalam aspek religius, tetapi juga dalam penguatan karakter dan pengendalian diri siswa. Hasil ini membuka peluang untuk pengembangan kurikulum dan praktik pembelajaran berbasis nilai di sekolah-sekolah Katolik yang lebih kontekstual dan aplikatif terhadap kehidupan nyata peserta didik.
IMPELEMENTASI PEMBELEJARAN NAHWU DENGAN MENGGUNAKAN METODE AL-JAMI’I (CARA CEPAT DAN MUDAH MMBACA KITAB GUNDUL DENGAN PENDEKATAN SINTAKSIS) DI MADRASAH ALIYAH NEGERI 1 MATARAM Mohdan, Mohdan; Hariyanti, Lisa
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v5i3.6642

Abstract

This research is motivated by the challenges in Nahwu learning which are often considered complex, where MAN 1 Mataram applies the al-jami'i method—a concise, syntax-based approach—as a solution in the 11th grade students of the Religion Department. The focus of this research is to analyze in depth the implementation of the method, including the planning, implementation, and evaluation processes carried out by the teacher. As a crucial step, this research uses a qualitative approach with data collection techniques through observation, interviews, and documentation, which are then analyzed systematically using the Miles & Huberman model. The main findings show that the implementation of the al-jami'i method is structured and comprehensive. Planning includes setting objectives, materials, methods, and learning media. The implementation is divided into three stages, namely preliminary activities, core activities involving exploration and elaboration techniques, and closing activities. Meanwhile, evaluation is carried out comprehensively through formative and summative assessments. In conclusion, the application of the al-jami'i method in Nahwu learning at MAN 1 Mataram is implemented systematically, covering all important stages in the learning cycle to facilitate students' understanding of Arabic language rules effectively. ABSTRAKPenelitian ini dilatarbelakangi oleh tantangan dalam pembelajaran Nahwu yang seringkali dianggap kompleks, di mana MAN 1 Mataram menerapkan metode al-jami’i—sebuah pendekatan ringkas berbasis sintaksis—sebagai solusi pada kelas XI jurusan Agama. Fokus penelitian ini adalah untuk menganalisis secara mendalam implementasi metode tersebut, mencakup proses perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi yang dilakukan oleh guru. Sebagai langkah penting, penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, yang kemudian dianalisis secara sistematis menggunakan model Miles & Huberman. Temuan utama menunjukkan bahwa implementasi metode al-jami’i berjalan secara terstruktur dan komprehensif. Perencanaan mencakup penetapan tujuan, materi, metode, dan media pembelajaran. Pelaksanaannya terbagi dalam tiga tahap, yaitu kegiatan pendahuluan, kegiatan inti yang melibatkan teknik eksplorasi dan elaborasi, serta kegiatan penutup. Sementara itu, evaluasi dilakukan secara menyeluruh melalui penilaian formatif dan sumatif. Kesimpulannya, penerapan metode al-jami’i dalam pembelajaran Nahwu di MAN 1 Mataram diimplementasikan secara sistematis, mencakup semua tahapan penting dalam siklus pembelajaran untuk memfasilitasi pemahaman siswa terhadap kaidah bahasa Arab secara efektif.
EVALUASI PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM BERBASIS NILAI PANCASILA: TINJAUAN KONSEPTUAL DAN NORMATIF Akbar, Muhammad; Samsudin, Samsudin; Saiful, Muhammad; Sahril, Sahril
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v5i3.6643

Abstract

This study aims to analyse the evaluation imbalance between cognitive and affective domains in Islamic Religious Education (PAI) learning and formulate evaluation strategies based on Pancasila values to support the formation of students' religious and nationalist characters. Using a qualitative approach based on literature study and critical analysis of educational evaluation theory and practice, this study evaluates the synergy between PAI and Pancasila values in the context of learning and assessment. The results showed that: (1) PAI evaluation so far is still dominated by the cognitive domain and tends to ignore affective aspects, thus risking to hinder the internalisation of Pancasila values in learners' characters; (2) there is a strong conceptual alignment between Islamic teachings and Pancasila values, which demands the integration of both in learning evaluation instruments; (3) affective assessment has proven to be important in shaping nationalist and religious characters, but its implementation is still limited due to lack of policy support and teacher competence; and (4) the development of evaluation instruments based on Pancasila values, such as portfolios and reflective assessments, is an innovative solution that requires strengthening teacher capacity and adequate technical guidelines so that it can be implemented effectively and sustainably. This study recommends a transformation of the PAI evaluation paradigm towards a more holistic, integrative, and character-orientated approach in accordance with the noble values of Pancasila. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis ketimpangan evaluasi antara ranah kognitif dan afektif dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) serta merumuskan strategi evaluasi berbasis nilai Pancasila guna mendukung pembentukan karakter religius dan nasionalis peserta didik. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif berbasis studi pustaka dan analisis kritis terhadap teori serta praktik evaluasi pendidikan, penelitian ini mengevaluasi sinergi antara PAI dan nilai-nilai Pancasila dalam konteks pembelajaran dan penilaian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) evaluasi PAI selama ini masih didominasi oleh ranah kognitif dan cenderung mengabaikan aspek afektif, sehingga berisiko menghambat internalisasi nilai-nilai Pancasila dalam karakter peserta didik; (2) terdapat keselarasan konseptual yang kuat antara ajaran Islam dan nilai-nilai Pancasila, yang menuntut integrasi keduanya dalam instrumen evaluasi pembelajaran; (3) penilaian afektif terbukti penting dalam membentuk karakter nasionalis dan religius, namun implementasinya masih terbatas karena kurangnya dukungan kebijakan dan kompetensi guru; dan (4) pengembangan instrumen evaluasi berbasis nilai Pancasila, seperti portofolio dan penilaian reflektif, menjadi solusi inovatif yang memerlukan penguatan kapasitas guru serta pedoman teknis yang memadai agar dapat dilaksanakan secara efektif dan berkelanjutan. Penelitian ini merekomendasikan transformasi paradigma evaluasi PAI menuju pendekatan yang lebih holistik, integratif, dan berorientasi pada pembentukan karakter sesuai dengan nilai-nilai luhur Pancasila.
PEMBENTUKAN KESADARAN BERAGAMA PESERTA DIDIK KELAS XII B DENGAN MENGGUNAKAN ALAT KONTROL (GOOGLE SITES DAN SCAN IT TO OFFICE) DI SMA NEGERI 87 JAKARTA Arifin, Muhammad Ridwan; Mukti, Abdul; Yulianti, Erba Rozalina
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v5i3.6644

Abstract

This study aims to evaluate the impact of implementing digital control tools—specifically Google Sites and the Scan It to Office application—on fostering religious awareness among 12th-grade students at SMA Negeri 87 Jakarta. The primary focus is on improving student discipline in attending congregational Dhuhr prayers. A descriptive qualitative approach with a case study design was employed. Data were collected through field observations, in-depth interviews with students, teachers, and the principal, as well as documentation of daily prayer attendance before and after the technology-based intervention. The findings indicate that the use of digital control tools has positively contributed to students' religious awareness. This is reflected in the increase in average daily attendance at congregational prayers—from only 5–14 students before the system was implemented to 25–35 students afterward. Student responses show that the presence of digital media motivated them and helped maintain consistency in worship. Meanwhile, teachers and the principal noted that technology facilitated the monitoring process and provided continuous educational benefits. These findings support the theories of Social Constructivism (Vygotsky), Humanism (Maslow), and the Theory of Planned Behavior (Ajzen), which suggest that spiritual awareness and behavior can be shaped through digital tools and a supportive social environment. The study also aligns with previous research on the effectiveness of digital media in religious education, offering a unique contribution through the integration of a QR code system as a tool for promoting discipline in worship. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dampak penerapan alat kontrol digital, yaitu Google Sites dan aplikasi Scan It to Office, terhadap pembentukan kesadaran beragama siswa kelas XII B di SMA Negeri 87 Jakarta. Fokus utama penelitian ini adalah peningkatan kedisiplinan siswa dalam mengikuti salat Dzuhur berjamaah. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung di lapangan, wawancara mendalam dengan siswa, guru, dan kepala sekolah, serta dokumentasi data kehadiran salat harian sebelum dan sesudah intervensi berbasis teknologi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan alat kontrol digital berkontribusi positif terhadap pembentukan kesadaran beragama siswa. Hal ini tercermin dari peningkatan rata-rata kehadiran dalam salat berjamaah dari hanya 5–14 siswa per hari sebelum sistem diterapkan, menjadi 25–34 siswa setelah implementasi sistem. Respon siswa menunjukkan bahwa kehadiran media digital memotivasi dan membantu mereka dalam menjaga keteraturan ibadah. Sementara itu, guru dan kepala sekolah menilai bahwa penggunaan teknologi mempermudah proses monitoring dan memberikan efek edukatif secara berkelanjutan. Temuan ini mendukung teori Konstruktivisme Sosial (Vygotsky), Humanistik (Maslow), dan Theory of Planned Behavior (Ajzen) yang menjelaskan bahwa kesadaran dan perilaku spiritual dapat dibentuk melalui alat bantu digital dan lingkungan sosial yang mendukung. Hasil penelitian ini juga selaras dengan beberapa studi sebelumnya yang menunjukkan efektivitas media digital dalam pendidikan agama, namun memberikan keunikan pada integrasi sistem QR code sebagai alat kontrol kedisiplinan ibadah moral
EFEKTIFITAS METODE LANGSUNG DALAM PEMBELAJARAN BAHASA ARAB : STUDI LITELATUR Perkasa, Muhammad Rozin
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v5i3.6645

Abstract

Learning Arabic as a foreign language requires the right approach so that communicative goals can be achieved optimally. One widely used approach is the direct method, which emphasizes the direct use of the target language without translation into the mother tongue. The background of this study is based on the need to evaluate the extent to which this method is effective in the context of Arabic language teaching at various levels of education. The main focus of this study is to examine the effectiveness of the direct method in improving Arabic language skills, especially in the aspects of speaking fluency and listening comprehension. This research uses a qualitative approach with a literature study method, in which various previous research results are systematically analyzed to identify relevant patterns, findings, and conclusions. The essential steps of the research include collecting literature sources, content analysis, classification of findings, and data synthesis. The results of the study show that the direct method has high effectiveness in improving students' oral skills, especially when applied in a supportive learning environment and with a teacher who is competent in the use of Arabic. The main conclusion of this study is that the direct method is a potential approach for Arabic language learning, but its effectiveness is highly dependent on the conditions of implementation and the readiness of both learners and educators. ABSTRAKPembelajaran bahasa Arab sebagai bahasa asing memerlukan pendekatan yang tepat agar tujuan komunikatif dapat tercapai secara optimal. Salah satu pendekatan yang banyak digunakan adalah metode langsung (direct method), yang menekankan penggunaan bahasa target secara langsung tanpa penerjemahan ke bahasa ibu. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada kebutuhan untuk mengevaluasi sejauh mana metode ini efektif dalam konteks pengajaran bahasa Arab di berbagai jenjang pendidikan. Fokus utama studi ini adalah menelaah efektivitas metode langsung dalam meningkatkan keterampilan berbahasa Arab, khususnya pada aspek kefasihan berbicara dan pemahaman mendengar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur, di mana berbagai hasil penelitian terdahulu dianalisis secara sistematis untuk mengidentifikasi pola, temuan, dan kesimpulan yang relevan. Langkah-langkah penting penelitian meliputi pengumpulan sumber pustaka, analisis isi, klasifikasi temuan, dan sintesis data. Hasil studi menunjukkan bahwa metode langsung memiliki efektivitas tinggi dalam meningkatkan keterampilan lisan siswa, terutama ketika diterapkan dalam lingkungan belajar yang mendukung dan dengan pengajar yang kompeten dalam penggunaan bahasa Arab. Simpulan utama dari studi ini adalah bahwa metode langsung merupakan pendekatan yang potensial untuk pembelajaran bahasa Arab, namun efektivitasnya sangat bergantung pada kondisi pelaksanaan dan kesiapan peserta didik maupun pendidik.
PETUALANGAN NUSANTARA: MODEL GAME-BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA DALAM BERLITERASI PADA MATERI SEJARAH DI KELAS 7 SMPN 24 MALANG Alisti, Nor Milsa; Wagistina, Satti; Hartatiek, Elly
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v5i3.6648

Abstract

History learning in Social Studies (IPS) is often perceived as less engaging by students, leading to low motivation and literacy skills in historical content. This study aims to enhance students' learning motivation and historical literacy skills in grade VII at SMP Negeri 24 Malang by implementing the Petualangan Nusantara game-based learning model. This model integrates game elements to create an enjoyable, interactive, and meaningful learning experience. The research employs a Classroom Action Research (CAR) method consisting of two cycles, with stages including planning, action implementation, observation, and reflection. Data were collected through motivation questionnaires, historical literacy tests, and observations. The results indicated a significant improvement in students' learning motivation across all dimensions of McClelland's motivation theory, with total motivation increasing from 38% in the pre-cycle to 92.1% in cycle II. The Petualangan Nusantara model was found to be effective in enhancing students' engagement in history learning and their historical literacy skills. The study concludes that game-based learning significantly improves students' motivation and historical literacy, supporting the need for innovation in 21st-century learning. ABSTRAKPembelajaran IPS, khususnya pada materi sejarah, sering kali dianggap kurang menarik oleh siswa, yang berdampak pada rendahnya motivasi dan keterampilan literasi sejarah mereka. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi belajar dan keterampilan literasi sejarah siswa kelas VII di SMP Negeri 24 Malang melalui penerapan model pembelajaran berbasis permainan Petualangan Nusantara. Model ini mengintegrasikan elemen permainan untuk menciptakan pengalaman belajar yang menyenangkan, interaktif, dan bermakna. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang terdiri dari dua siklus, dengan tahapan perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Data dikumpulkan melalui angket motivasi belajar, tes literasi sejarah, dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan pada motivasi belajar siswa pada setiap dimensi motivasi menurut teori McClelland, dengan peningkatan total motivasi dari 38% pada pra-siklus menjadi 92,1% pada siklus II. Model Petualangan Nusantara terbukti efektif dalam meningkatkan keterlibatan siswa dalam pembelajaran sejarah serta keterampilan literasi sejarah mereka. Simpulan dari penelitian ini adalah bahwa pembelajaran berbasis permainan dapat meningkatkan motivasi dan kemampuan literasi sejarah siswa secara signifikan, yang mendukung pentingnya inovasi dalam pembelajaran abad ke-21.
EKSPERIMEN MODEL OPEN ENDED TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS MATEMATIS SISWA SD BERDASARKAN GENDER An’nisa, Pisma; Kesumawati, Nila; Sari, Eka Fitri Puspa
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v5i3.6649

Abstract

This study was motivated by the low level of students' mathematical critical thinking skills, which is attributed to the use of conventional learning models. Therefore, this study implemented the open-ended learning model with the aim of improving students' mathematical critical thinking skills. This research employed an experimental method with a quantitative approach. The population consisted of all fifth-grade students at SDN 68 Palembang, totaling 63 students. A sample of two fifth-grade classes, consisting of 44 students, was selected using cluster random sampling to form the experimental and control groups. Data collection was conducted using a test designed to measure mathematical critical thinking skills. Data were analyzed using two-way ANOVA. The results of the study indicate that: (1) There is a significant effect of the open-ended learning model on the mathematical critical thinking skills of students; (2) There is no significant difference in students’ mathematical critical thinking skills based on gender; (3) There is no interaction between the open-ended learning model and gender on students’ mathematical critical thinking skills. ABSTRAKPenelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan berpikir kritis matematis siswa yang disebabkan oleh model pembelajaran yang konvensional sehingga pada penelitian ini diterapkan model pembelajaran open ended yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis matematis siswa. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan pendekatan kuantitatif. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas V SDN 68 Palembang berjumlah 63 siswa, dengan sampel dua kelas V yang dipilih secara cluster random sampling sebagai kelas eksperimen dan kelas kontrol yang berjumlah 44 siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan tes untuk mengukur kemampuan berpikir kritis matematis. Teknik analisis data menggunakan uji ANOVA dua jalur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Terdapat pengaruh model pembelajaran Open Ended terhadap kemampuan berpikir kritis matematis siswa. (2) Tidak terdapat perbedaan rata-rata kemampuan berpikir kritis matematis berdasarkan gender siswa. (3) Tidak terdapat interaksi antara model pembelajaran Open Ended dan gender terhadap kemampuan berpikir kritis matematis siswa.
PENGUATAN KARAKTER RELIGIUS MELALUI PENDIDIKAN BERBASIS FITRAH DI SEKOLAH ALAM Ramadhan, Raka Surya; Fakhruddin, Agus; Firmansyah, Mokh. Iman
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v5i3.6650

Abstract

This study aims to analyze the implementation of religious character education through a fitrah-based educational approach at Sekolah Alam Al-Hakim. Employing a qualitative descriptive method with a case study approach, the research emphasizes an in-depth understanding of the contextual strategies used in shaping students’ religious character. Data were collected through interviews with school leaders, teachers, students, and parents, as well as through observation and documentation of learning activities. The findings reveal five key elements adopted by Sekolah Alam Al-Hakim to strengthen students’ religious character. First, the school applies Al-Ghazali’s Tazkiyatun Nafs framework in the learning process, consisting of three stages: takhalli (cleansing oneself from reprehensible traits), tahalli (instilling virtuous character), and tajalli (emergence of spiritual awareness). Second, the school integrates all learning activities as acts of devotion to God through a holistic approach, including daily class routines, evening school programs, super camps, nature exploration, and parental involvement. Third, the school’s curriculum aims to develop a holistic religious character encompassing students’ spiritual, social, and emotional aspects. Fourth, teachers play a central role as spiritual role models and guides, reinforcing the internalization of religious values. Fifth, the evaluation process focuses on character assessment through observation, student reflection, and parental engagement. This study recommends the adoption of a fitrah-based educational model as an effective and comprehensive approach to cultivating students’ religious character in a contextual and transformative manner. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi pendidikan karakter religius melalui pendekatan pendidikan berbasis fitrah di sekolah Alam Al-Hakim. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus yang menekankan pemahaman mendalam terhadap strategi pembentukan karakter religius siswa secara kontekstual. Data dikumpulkan melalui wawancara dengan kepala sekolah, guru, siswa, dan orang tua, serta observasi dan dokumentasi kegiatan pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan lima poin utama yang diterapkan oleh sekolah Alam Al-Hakim dalam menguatkan karakter religius. Pertama, sekolah Alam Al-Hakim menerapkan pendekatan Tazkiyatun Nafs Al-Ghazali dalam pembelajarannya yaitu melalui tiga tahapan: takhalli (pengosongan diri dari sifat tercela), tahalli (pengisian dengan akhlak terpuji), dan tajalli (munculnya kesadaran spiritual). Kedua, mengintegrasikan semua kegiatan pembelajaran untuk mendekatkan diri kepada Allah, yaitu melalui pembelajaran yang holistik seperti kegiatan harian di kelas, sekolah malam, super camp, jelajah alam, dan sekolah orang tua. Ketiga, manfaat jangka panjang yang diterapkan kurikulum sekolah Al-Hakim bertujuan untuk  membentuk karakter religius yang utuh, mencakup aspek spiritual, sosial, dan emosional siswa. Keempat, memaksimalkan peran guru sebagai teladan dan pembimbing spiritual, sehingga turut memperkuat proses internalisasi nilai-nilai religius. Kelima, evaluasi yang dilakukan berfokus pada penilaian karakter yaitu melalui observasi sikap, refleksi siswa, dan keterlibatan orang tua. Penelitian ini merekomendasikan penerapan model pendidikan berbasis fitrah sebagai pendekatan yang efektif dalam membentuk karakter religius siswa secara menyeluruh dan kontekstual.
IMPLEMENTASI PROGRAM 3R DALAM PENGOLAHAN SAMPAH DI SDN SUKASARI 4 Iswandi, Siti Meiliana Syahra; Hakim, Zerri Rahman; Rakhman, Patra Aghtiar
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v5i3.6651

Abstract

This research is motivated by the problem of poorly managed waste and low environmental awareness at SDN Sukasari 4. The focus of this research is to analyze the implementation of the 3R program (Reduce, Reuse, Recycle) as an educational approach to waste management while instilling an environmentally conscious attitude in students. As a crucial step, this study uses a descriptive method with a qualitative approach, where data is collected through observation, interviews with the Adiwiyata team, teachers, and students, and documentation. The main findings show that the 3R program is implemented systematically through careful planning and active participation of the entire school community. This implementation, which is integrated into daily habits (bringing tumblers) and the curriculum (recycling projects), has succeeded in bringing real changes to student awareness and behavior. In conclusion, the 3R program has proven effective not only in reducing the volume of waste in schools, but also in shaping environmentally conscious mindsets and characters in students. The role of teachers as role models and the integration of the program into learning are key factors in its success, ultimately creating a healthier school environment. ABSTRAKPenelitian ini dilatarbelakangi oleh permasalahan sampah yang tidak terkelola dengan baik dan rendahnya kesadaran lingkungan di SDN Sukasari 4. Fokus penelitian ini adalah untuk menganalisis implementasi program 3R (Reduce, Reuse, Recycle) sebagai pendekatan edukatif untuk mengelola sampah sekaligus menanamkan sikap peduli lingkungan pada peserta didik. Sebagai langkah penting, penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif, di mana data dikumpulkan melalui observasi, wawancara dengan tim adiwiyata, guru, dan siswa, serta dokumentasi. Temuan utama menunjukkan bahwa program 3R diimplementasikan secara sistematis melalui perencanaan yang matang dan partisipasi aktif seluruh warga sekolah. Implementasi ini, yang diintegrasikan ke dalam kebiasaan sehari-hari (membawa tumbler) dan kurikulum (proyek daur ulang), berhasil memberikan perubahan nyata pada kesadaran dan perilaku siswa. Kesimpulannya, program 3R terbukti efektif tidak hanya dalam mengurangi volume sampah di sekolah, tetapi juga dalam membentuk pola pikir dan karakter peduli lingkungan pada peserta didik. Peran guru sebagai teladan dan integrasi program ke dalam pembelajaran menjadi faktor kunci keberhasilan, yang pada akhirnya menciptakan lingkungan sekolah yang lebih sehat.
PENERAPAN KURIKULUM MERDEKA PADA PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DAN BUDI PEKERTI DI SMK SAHID JAKARTA Tibr, Tuhfah Ummu; Fauzan, Fauzan; Nurmaliyah, Yayah
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v5i3.6652

Abstract

  This study aims to Describe the Implementation of the Kurikulum Merdeka in Learning Islamic Religious Education and Character (PAIBP) at SMK Sahid Jakarta, the focus of the study includes Planning, Process and Assesment of PAIBP Learning at SMK Sahid Jakarta, especially on critical Thinking material phase F class XI. This study uses a Qualitative Method with Descriptive Analyse and Data collection techniques are carried out by Observation at SMK Sahid Jakarta, in-depth interviews with research subjects including the Principal of SMK Sahid Jakarta, Head of Curiculum, PAI Teachers and class XI students of SMK Sahid Jakarta and proven by Documentation in the form of research attachments. The results of the study show that Teachers have prepared teaching modules (MA) based on learning outcomes (CP) and Learning objectives (ATP) that relevant to the characteristics of students at SMK Sahid Jakarta. Critical thinking material considered effective in ecouraging Students to associate Islamic values with daily life. The learning process is carried out with relatively participatory and contextual Approach, although learning differentiation has not been fully implemented. Assesments are carried out formatively and summatively, but individual feedback is still limited and the implementation of summative assesments has not implemented differentiation. In general, the Implementation of the Kurikulum Merdeka in PAIBP learning at SMK Sahid Jakarta is quite in accordance with the principles of the Kurikulum Merdeka, especially in terms of Student centered learning and Strengthening the Pancasila Student Profile (P5). However, Assesment is needed to increase the capacity of Teachers in implementing differentiated learning and more meaningful Assesment. This research is expected to be a material for evaluation and development of PAIBP based on the Kurikulum Merdeka in Vacational High Schools (SMK). ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk Mendeskripsikan Penerapan Kurikulum Merdeka pada Pembelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti (PAIBP) di SMK Sahid Jakarta, fokus kajian meliputi Perencanaan, Proses dan Asesmen Pembelajaran PAIBP di SMK Sahid Jakarta, khususnya pada materi Berpikir Kritis Fase F kelas XI. Penelitian ini menggunakan Metode Kualitatif dengan Analisis deskriptif dan Teknik pengambilan data dilakukan dengan cara Observasi di SMK Sahid Jakarta, wawancara mendalam dengan subjek penelitiaan meliputi Kepala SMK Sahid Jakarta, Kepala Bidang Kurikulum, Guru PAI dan Peserta didik kelas XI SMK Sahid Jakarta dan dibuktikan dengan Dokumentasi berupa lampiran penelitian. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa Guru telah menyusun Modul Ajar (MA) berdasarkan Capaian Pembelajaran (CP) dan Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) yang relevan dengan karakteristik Peserta didik di SMK Sahid Jakarta. Materi Berpikir Kritis dinilai efektif dalam mendorong Peserta didik mengaitkan nilai-nilai Islam dengan kehidupan sehari-hari. Proses Pembelajaran dilaksanakan dengan pendekatan yang relatif partisipatif dan kontekstual, meskipun diferensias pembelajaran belum sepenuhnya diterapkan. Asesmen dilakukan secara formatif dan sumatif, namun umpan balik individual masih terbatas dan pelaksanaan Asesmen sumatif belum menerapkan diferensiasi. Secara umum, Penerapan Kurikulum Merdeka dalam Pembelajaran PAIBP di SMK Sahid Jakarta sudah cukup sesuai dengan prinsip-prinsip Kurikulum Merdeka, terutama dalam hal pembelajaran yang berpusat pada Peserta didik dan Penguatan Profil Pelajar Pancasila. Namun Asesmen diperlukan peningkatan kapasitas Guru dalam menerapkan pembelajaran berdiferensiasi dan Asesmen yang lebih bermakna. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi.