cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalp4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
jurnalp4i@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayani, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, NTB
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran
ISSN : 27770583     EISSN : 27770575     DOI : https://doi.org/10.51878/learning.v1i2.376
Core Subject : Education,
LEARNING : Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pembelajaran diterbitkan 4 kali setahun (Februari, Mei, Agustus, dan November) oleh Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I) yang berada dibawah naungan Yayasan Insan Cendekia Indonesia Raya dan berafiliasi dengan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Hamzanwadi, MKKS SMP Negeri Kab. Lombok Timur dan Ikatan Guru Indonesia Kab. Tulang Bawang. Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan pendidikan dan pembelajaran.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 513 Documents
ANALISIS INSTRUMEN ASSESMENT PEMBELAJARAN PAI BERBASIS MULTIKULTURAL Chasanah, Uswatun; Yatmi, Yatmi; Hidayah, Ian Fii Barril; Purwoko, Purwoko
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v5i3.6653

Abstract

This study aims to analyze the Islamic Religious Education (PAI) learning assessment instrument based on multiculturalism in the educational environment in Indonesia. The diversity of cultures, ethnicities, and religions in Indonesia requires an inclusive learning approach that respects diversity, including in the PAI learning assessment process. This study uses a qualitative approach with literature study methods and document analysis. The results of the study indicate that the development of multicultural-based PAI assessment instruments needs to consider the principles of justice, inclusiveness, authenticity, comprehensiveness, and sustainability. Multicultural-based PAI learning assessment instruments need to cover various aspects of learning outcomes, namely cognitive, affective, and psychomotor aspects. The development of multicultural-based PAI assessment instruments involves a series of systematic stages, starting from needs and context analysis, formulation of assessment objectives, development of grids, instrument construction, review and validation, trials, to revision and finalization. The implementation of multicultural-based PAI assessment instruments in schools is influenced by various factors, including teacher competence, policy support, availability of resources and practical examples, as well as teacher perspectives and attitudes towards multicultural education. Evaluation of the impact of implementing multicultural-based PAI assessment instruments needs to be carried out systematically to determine their effectiveness and relevance in achieving inclusive and responsive PAI learning objectives towards diversity. The results of this study are expected to contribute to the development of PAI assessment instruments that are more inclusive and responsive to cultural diversity in Indonesia. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis instrumen assessment pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) berbasis multikultural pada lingkungan pendidikan di Indonesia. Keberagaman budaya, etnis, dan agama di Indonesia membutuhkan pendekatan pembelajaran yang inklusif dan menghargai keberagaman, termasuk dalam proses assessment pembelajaran PAI. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan instrumen assessment PAI berbasis multikultural perlu memperhatikan prinsip keadilan, inklusivitas, autentisitas, komprehensivitas, dan berkesinambungan. Instrumen assessment pembelajaran PAI berbasis multikultural perlu mencakup berbagai aspek hasil belajar, yaitu aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik. Pengembangan instrumen assessment PAI berbasis multikultural melibatkan serangkaian tahapan yang sistematis, mulai dari analisis kebutuhan dan konteks, perumusan tujuan assessment, pengembangan kisi-kisi, konstruksi instrumen, telaah dan validasi, uji coba, hingga revisi dan finalisasi. Implementasi instrumen assessment PAI berbasis multikultural di sekolah dipengaruhi oleh berbagai faktor, antara lain kompetensi guru, dukungan kebijakan, ketersediaan sumber daya dan contoh praktis, serta perspektif dan sikap guru terhadap pendidikan multikultural. Evaluasi dampak penerapan instrumen assessment PAI berbasis multikultural perlu dilakukan secara sistematis untuk mengetahui efektivitas dan relevansinya dalam mencapai tujuan pembelajaran PAI yang inklusif dan responsif terhadap keberagaman. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap pengembangan instrumen assessment PAI yang lebih inklusif dan responsif terhadap keberagaman budaya di Indonesia.
STRATEGI GURU DALAM MEMANFAATKAN MEDIA VIDEO PEMBELAJARAN BERBASIS POWERPOINT PADA PEMBELAJARAN AGAMA KATOLIK Simbolon, Erikson; Samosir, Margaret
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v5i3.6703

Abstract

This study aims to explore teachers’ strategies in utilizing PowerPoint-based instructional videos in the subject of Catholic Religious Education at SD Budi Murni 2 Medan. The research was motivated by a gap between the ideal approach to religious education which should be engaging, interactive, and meaningful and the reality in the field, where conventional methods such as lectures and passive assignments still dominate. This descriptive qualitative study employed observation, interviews, and documentation for data collection. The findings reveal that teachers implement systematic strategies including structured learning objectives, contextually relevant and visually engaging material development, communicative media implementation through classical discussion, and evaluation via interactive quizzes and student reflection. PowerPoint media served not only as a visual aid but also as an interactive platform that encouraged active student participation, improved comprehension of faith content, and supported independent learning. The study concludes that digital literacy and contextual pedagogy are essential for effective use of instructional videos and recommends further development through teacher training and the integration of interactive digital technologies in religious education. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengungkap strategi guru dalam memanfaatkan media video pembelajaran berbasis PowerPoint pada mata pelajaran Pendidikan Agama Katolik di SD Budi Murni 2 Medan. Latar belakang penelitian ini berangkat dari kesenjangan antara pendekatan pembelajaran agama yang diidealkan yakni yang menarik, interaktif, dan bermakna dengan kenyataan di lapangan yang masih dominan menggunakan metode konvensional. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi guru meliputi perencanaan tujuan pembelajaran yang terstruktur, pengembangan materi yang kontekstual dan visual, implementasi media yang komunikatif melalui pendekatan klasikal, serta evaluasi melalui kuis interaktif dan refleksi siswa. Media PowerPoint yang digunakan tidak hanya berfungsi sebagai alat bantu visual, tetapi juga sebagai sarana interaktif yang mendukung keterlibatan aktif, pemahaman ajaran iman, dan pembelajaran mandiri. Strategi ini terbukti mampu meningkatkan kualitas pembelajaran Pendidikan Agama Katolik baik dari aspek kognitif, afektif, maupun spiritual. Penelitian ini menyimpulkan bahwa literasi digital dan pedagogi kontekstual menjadi kunci dalam pemanfaatan media video PowerPoint yang efektif, serta merekomendasikan pengembangan lebih lanjut melalui pelatihan guru dan integrasi teknologi digital interaktif dalam pembelajaran agama.
PENGEMBANGAN MEDIA KEBUN BERHITUNG UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERHITUNG PERMULAAN PADA KELOMPOK A TK THEOBROMA 1 Aprilia, Rikza Veronika; Murtikusuma, Randi Pratama; Aisyiah, Laily Nur; Yuliati, Nanik; Atika, Aisyah Nur; Fitria, Luluk
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v5i3.6826

Abstract

This research was motivated by the low initial numeracy skills of group A children at Theobroma 1 Kindergarten, which was caused by monotonous learning and the lack of interactive media. The focus of this research was to develop and test the feasibility of the "Kebun Berhitung" learning media as an innovative solution to improve children's early numeracy skills. As a crucial step, this development research used the ADDIE model, which includes the stages of needs analysis, design, product development, implementation through group trials, and evaluation. Data on validity, effectiveness, and practicality were collected through expert questionnaires, observation sheets of children's activities, and teacher responses. The main findings showed that the "Kebun Berhitung" media was declared highly feasible with an expert validation score of 3.9. This media was also proven to be effective in increasing children's learning activities (score 4.9) and very practical for use by teachers (score 96.4%). In conclusion, the "Kebun Berhitung" media was proven to be valid, effective, and practical for improving early numeracy skills. By presenting a concrete and enjoyable learning experience, this media has succeeded in becoming a recommended solution to overcome the challenges of mathematics learning at the early childhood education level. ABSTRAKPenelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan berhitung permulaan pada anak kelompok A di TK Theobroma 1, yang disebabkan oleh pembelajaran monoton dan kurangnya media interaktif. Fokus penelitian ini adalah mengembangkan dan menguji kelayakan media pembelajaran "Kebun Berhitung" sebagai solusi inovatif untuk meningkatkan keterampilan numerasi awal anak. Sebagai langkah penting, penelitian pengembangan ini menggunakan model ADDIE, yang mencakup tahapan analisis kebutuhan, desain, pengembangan produk, implementasi melalui uji coba kelompok, hingga evaluasi. Data validitas, efektivitas, dan kepraktisan dikumpulkan melalui angket ahli, lembar observasi aktivitas anak, serta respons guru. Temuan utama menunjukkan bahwa media "Kebun Berhitung" dinyatakan sangat layak dengan skor validasi ahli 3,9. Media ini juga terbukti efektif meningkatkan aktivitas belajar anak (skor 4,9) dan sangat praktis digunakan oleh guru (skor 96,4%). Kesimpulannya, media "Kebun Berhitung" terbukti valid, efektif, dan praktis untuk meningkatkan kemampuan berhitung permulaan. Dengan menyajikan pengalaman belajar yang konkret dan menyenangkan, media ini berhasil menjadi solusi yang direkomendasikan untuk mengatasi tantangan pembelajaran matematika di tingkat PAUD.
HUBUNGAN VISI DAN MISI SEKOLAH DENGAN PENINGKATAN MUTU KINERJA SEKOLAH Sumantri, Agus; Gadriaman, Gadriaman; Jayusman, Iyus; Wibowo, Priyo
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v5i4.6942

Abstract

This study was conducted in public junior high schools spread across West Java which are quality schools in the district/city, which amounted to 21 schools In this study the author used "Effective Schools, School-Based Quality Improvement Management," as the grand theory. This study is intended to explain the effectiveness of the relationship between the vision, mission and quality of school performance. This study uses quantitative methods with descriptive statistical research models because the sample used is a saturated sample model because the population is less than 30. Data were obtained by distributing valid and reliable instruments to each school, with 8 (eight) respondents per school consisting of: principals and vice principals, Mathematics, Science and English teachers and school committees.  In this study, the independent variable is the vision and mission of the school while the quality of school performance is the dependent variable. In this study the authors found that:  Correlation of vision, school mission based on the results of the analysis showed a moderate/sufficient relationship to the quality of school performance, but did not affect the quality of school performance, this means that the vision and mission of the school did not make an important contribution to the school in improving the quality of its performance. ABSTRAKPenelitian ini dilakukan di SMP Negeri yang tersebar di wilayah Jawa Barat yang merupakan sekolah bermutu di kabupaten/ kota, yang jumlahnya 21 sekolah  Dalam penelitian ini penulis menggunakan ”Sekolah Efektif, Manajemen Peningkatan Mutu Berbasis Sekolah,” sebagai grand theory. Studi ini dimaksudkan untuk menjelaskan efektifitas hubungan antara  visi, misi sekolah  terhadap mutu kinerja sekolah. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan model penelitian statistik deskriptif  karena sampel yang digunakan adalah model sampel jenuh karena jumlah populasinya kurang dari 30. Data diperoleh dengan cara menyebarkan instrument yang valid dan reliabel kepada tiap sekolah, dengan responden tiap sekolahnya 8 (delapan) orang yang terdiri dari : kepala sekolah dan wakil kepala sekolah, Guru Matematika, IPA dan Guru Bahasa Inggris serta Komite sekolah.  Dalam penelitian ini yang menjadi variabel bebas adalah visi, misi sekolah sedangkan mutu kinerja sekolah sebagai variabel terikat. Dalam penelitian ini penulis menemukan hasil  bahwa:  Korelasi visi, misi sekolah  berdasarkan hasil analisis menunjukkan adanya hubungan sedang/cukup terhadap mutu kinerja sekolah, tetapi tidak mempengeruhi mutu kinerja sekolah, hal ini berarti visi dan misi sekolah sekolah tidak memberikan kontribusi penting kepada sekolah dalam meningkatkan mutu kinerjanya.
ANALISIS KESULITAN BELAJAR BAHASA ARAB PADA SISWA KELAS VII DI SMP MUHAMMADIYAH 1 PALEMBANG Ramadhan, Haikhal; Syarifudin, Achmad; Nazarmanto, Nazarmanto
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v5i2.5258

Abstract

This research is motivated by the low basic Arabic language skills of seventh-grade students at SMP Muhammadiyah 1 Palembang, which encompass reading, writing, speaking, and listening. The main focus of this study is to analyze in depth the factors causing these learning difficulties, the efforts made by teachers to overcome them, and the learning approaches and methods applied in the classroom. Using a qualitative approach with research steps such as observation, interviews, and documentation, data were analyzed to gain a comprehensive understanding of the phenomenon. Key findings indicate that students' difficulties are rooted in several fundamental aspects: pronunciation of unfamiliar pronunciations, letter recognition and connection, simple sentence construction, and minimal vocabulary mastery due to a lack of regular practice. Although teachers have implemented a humanistic approach with lecture and practice methods, the lack of varied teaching strategies remains a barrier, even though learning facilities are considered adequate. In conclusion, these difficulties in learning Arabic are not insurmountable. The main solutions lie in increasing the frequency of practice, adapting learning methods to be more interactive and appropriate to student characteristics, and systematically strengthening the habit of reading and writing Arabic to build vocabulary and sentence structure mastery gradually. ABSTRAKPenelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan dasar bahasa Arab siswa kelas VII di SMP Muhammadiyah 1 Palembang, yang mencakup aspek membaca, menulis, berbicara, dan menyimak. Fokus utama penelitian ini adalah untuk menganalisis secara mendalam faktor-faktor penyebab kesulitan belajar tersebut, upaya yang dilakukan guru untuk mengatasinya, serta pendekatan dan metode pembelajaran yang diterapkan di kelas. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan langkah-langkah penelitian berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi, data dianalisis untuk mendapatkan pemahaman yang komprehensif mengenai fenomena tersebut. Temuan utama menunjukkan bahwa kesulitan siswa berakar pada beberapa aspek fundamental: pengucapan lafal yang asing, pengenalan dan penyambungan huruf, penyusunan kalimat sederhana, serta minimnya penguasaan kosakata akibat kurangnya latihan rutin. Meskipun guru telah menerapkan pendekatan humanis dengan metode ceramah dan praktik, strategi pengajaran yang kurang variatif masih menjadi kendala, sekalipun fasilitas belajar dinilai memadai. Kesimpulannya, kesulitan belajar bahasa Arab ini bukanlah hal yang tidak teratasi. Solusi utamanya terletak pada peningkatan frekuensi latihan, penyesuaian metode pembelajaran yang lebih interaktif dan sesuai dengan karakteristik siswa, serta penguatan pembiasaan membaca dan menulis bahasa Arab secara sistematis untuk membangun penguasaan kosakata dan struktur kalimat secara bertahap.
UTILIZING RAMADAN TRADITIONS TO ENHANCE ENGLISH SPEAKING SKILLS IN AN ENGLISH COURSE Nadia, Hikmatun; Amalia, Taranindya Zulhi
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v5i2.5564

Abstract

Speaking skills are one of the important competencies in mastering English, but many students still have difficulty expressing ideas orally, especially in the context of relevant daily life, such as Ramadan traditions. Lack of motivation and student involvement in the learning process also worsens their speaking skills. This study aims to determine how Ramadan traditions can be used as a contextual approach to improve English speaking skills at Rumah Kita English Course. The focus of the study was directed at integrating activities related to Ramadan traditions into the language learning process. This study used a qualitative approach with data collection techniques in the form of observation, interviews, and documentation of Ramadan activities such as discussions on sahur and breaking fast menus, as well as sharing fasting experiences in English. The results showed that the implementation of Ramadan tradition-based activities was able to increase students' self-confidence, enrich vocabulary, and encourage more active verbal interaction in English. In addition, students showed higher interest and involvement during the learning process. The conclusion of this study is that the integration of local cultural values, especially Ramadan traditions, in foreign language learning can create a more relevant, enjoyable, and meaningful learning atmosphere. This approach not only strengthens students' speaking skills but also fosters an appreciation of culture in the language learning process. ABSTRAKKeterampilan berbicara merupakan salah satu kompetensi penting dalam penguasaan bahasa Inggris, namun masih banyak siswa yang mengalami kesulitan dalam mengungkapkan ide secara lisan, terutama dalam konteks kehidupan sehari-hari yang relevan, seperti tradisi Ramadan. Kurangnya motivasi dan keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran turut memperburuk kemampuan berbicara mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana tradisi Ramadan dapat digunakan sebagai pendekatan kontekstual untuk meningkatkan keterampilan berbicara bahasa Inggris di Rumah Kita English Course. Fokus penelitian diarahkan pada integrasi kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan tradisi Ramadan ke dalam proses pembelajaran bahasa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi kegiatan Ramadan seperti diskusi menu sahur dan buka puasa, serta berbagi pengalaman puasa dalam bahasa Inggris. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan kegiatan berbasis tradisi Ramadan mampu meningkatkan kepercayaan diri siswa, memperkaya kosakata, serta mendorong interaksi verbal yang lebih aktif dalam bahasa Inggris. Selain itu, siswa menunjukkan minat dan keterlibatan yang lebih tinggi selama proses pembelajaran berlangsung. Simpulan dari penelitian ini adalah bahwa integrasi nilai-nilai budaya lokal, khususnya tradisi Ramadan, dalam pembelajaran bahasa asing dapat menciptakan suasana belajar yang lebih relevan, menyenangkan, dan bermakna. Pendekatan ini tidak hanya memperkuat keterampilan berbicara siswa, tetapi juga menumbuhkan apresiasi terhadap budaya dalam proses pembelajaran bahasa.
KURIKULUM MERDEKA VS PENDEKATAN DEEP LEARNING : KESEIMBANGAN TEKNOLOGI DIGITAL DENGAN PENDEKATAN PENDAGOGIS Praditya, Giceila Dias; Triana, Dinny Devi; Safrina, Rien
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v5i3.5644

Abstract

The advancement of digital technology has driven a paradigm shift in the field of education, including in the implementation of the Merdeka Curriculum, which grants teachers the flexibility to design learning experiences independently and creatively. However, in practice, music education at the junior high school level still faces challenges, such as the limited availability of digital teaching materials that align with transformative pedagogical principles. This study aims to explore and compare the integration of digital technology and pedagogical approaches within the Merdeka Curriculum and the Deep Learning Approach, particularly in the context of developing digital music learning materials. A descriptive qualitative method was employed, using data collection techniques such as semi-structured interviews, classroom observations, and document analysis. The research subjects consisted of junior high school music teachers from two schools implementing different curricula. The findings indicate that teachers who adopted the Deep Learning Approach felt more supported in developing constructive, reflective, and contextual learning due to the presence of explicit guidance in the teaching materials. In contrast, teachers using the Merdeka Curriculum enjoyed greater flexibility but still struggled to design project-based learning and integrate technology due to the lack of systematic guidance. The study concludes that the Deep Learning Approach is more effective in addressing the challenges of integrating digital technology with deep pedagogical approaches. It can serve as a meaningful and applicable alternative for developing digital music teaching materials at the junior high school level. ABSTRAKPerkembangan teknologi digital telah mendorong perubahan paradigma dalam dunia pendidikan, termasuk dalam implementasi Kurikulum Merdeka yang memberi keleluasaan bagi guru untuk mendesain pembelajaran secara mandiri dan kreatif. Namun, dalam praktiknya, pembelajaran seni musik di tingkat SMP masih menghadapi tantangan seperti keterbatasan bahan ajar digital yang sesuai dengan prinsip pedagogis transformatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan membandingkan integrasi teknologi digital dan pendekatan pedagogis dalam Kurikulum Merdeka dan Pendekatan Deep Learning, khususnya dalam konteks pengembangan bahan ajar digital seni musik. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara semi-terstruktur, observasi kelas, dan studi dokumentasi. Subjek penelitian terdiri dari guru-guru seni musik SMP di dua sekolah yang menerapkan kurikulum berbeda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru yang menggunakan Pendekatan Deep Learning merasa lebih terbantu dalam mengembangkan pembelajaran yang konstruktif, reflektif, dan kontekstual, karena adanya panduan eksplisit dalam bahan ajar. Sementara itu, guru pengguna Kurikulum Merdeka memiliki fleksibilitas tinggi, namun masih kesulitan dalam merancang pembelajaran berbasis proyek dan integrasi teknologi karena kurangnya arahan yang sistematis. Simpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa Pendekatan Deep Learning lebih mampu menjawab tantangan integrasi antara teknologi digital dan pendekatan pedagogis yang mendalam, serta dapat dijadikan alternatif dalam pengembangan bahan ajar digital seni musik yang lebih bermakna dan aplikatif pada jenjang SMP.
IMPLEMENTASI METODE NAZAM ACEH DALAM PEMBELAJARAN PAI UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA DI MIN 1 ACEH UTARA Marzuki, Said; Nurhayati, Nurhayati; Zurriyati, Zurriyati
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v5i2.6098

Abstract

Efforts to improve the quality of Islamic Religious Education (PAI) learning require innovative methods that are able to explore students' potential to the maximum. One approach based on local wisdom is the Nazam Aceh method, which is applied at MIN 1 North Aceh to develop students' abilities. This background is what drives the research to answer the main question: how is the implementation of the Nazam Aceh method in PAI learning to improve student learning outcomes at MIN 1 North Aceh? This study uses a qualitative approach, with a data collection and analysis process that is validated through triangulation techniques to obtain comprehensive findings. The results of the study show that the implementation of the Nazam Aceh method has been effectively integrated into various school activities, ranging from daily activities, classroom learning processes, to ceremonial celebrations. This consistent application has proven to be successful in significantly improving student learning outcomes in three competency domains, namely affective, cognitive, and psychomotor. This success is reinforced by quantitative data that records student learning completion rates reaching 84.21%. Thus, it can be concluded that the Nazam Aceh method is an effective and successful learning strategy in improving the quality and learning outcomes of PAI at MIN 1 North Aceh. ABSTRAKUpaya peningkatan mutu pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) menuntut adanya metode yang inovatif dan mampu menggali potensi siswa secara maksimal. Salah satu pendekatan berbasis kearifan lokal adalah metode Nazam Aceh, yang diterapkan di MIN 1 Aceh Utara untuk mengembangkan kemampuan siswa. Latar belakang inilah yang mendorong penelitian untuk menjawab pertanyaan utama: bagaimana implementasi metode Nazam Aceh dalam pembelajaran PAI untuk meningkatkan hasil belajar siswa di MIN 1 Aceh Utara? Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, dengan proses pengumpulan dan analisis data yang divalidasi melalui teknik triangulasi untuk mendapatkan temuan yang komprehensif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi metode Nazam Aceh telah terintegrasi secara efektif dalam berbagai aktivitas sekolah, mulai dari kegiatan harian, proses pembelajaran di kelas, hingga perayaan seremonial. Penerapan yang konsisten ini terbukti berhasil meningkatkan hasil belajar siswa secara signifikan di tiga ranah kompetensi, yakni afektif, kognitif, dan psikomotorik. Keberhasilan tersebut diperkuat oleh data kuantitatif yang mencatat angka ketuntasan belajar siswa mencapai 84,21%. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa metode Nazam Aceh merupakan strategi pembelajaran yang efektif dan berhasil dalam meningkatkan kualitas serta hasil belajar PAI di MIN 1 Aceh Utara.
IMPLEMENTASI TEKNIK SCAFFOLDING DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA DI SMA NEGERI 1 BALEN Sholichah, Muqoddimatus; Rahayuningsih, Sri
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v5i3.6115

Abstract

This research is motivated by the gap between the demands for a deep understanding of mathematical concepts and the conventional learning practices that are still dominant in SMA Negeri 1 Balen, which causes students to have difficulty solving non-routine problems. The teacher-centered method has proven to be less effective in bridging individual student learning difficulties. Therefore, this study focuses on analyzing the effect of implementing the scaffolding technique—as a structured learning intervention on improving students' understanding of mathematical concepts. This study used a quasi-experimental method with a pre-test and post-test design in the experimental group (34 students) and the control group (34 students). Data were analyzed using the Independent Sample T-Test and N-Gain. The results showed that the experimental group receiving the scaffolding treatment experienced a much superior increase in conceptual understanding. The average post-test of the experimental group (82.15) was significantly higher than the control group (71.94), with a significance value of p < 0.05. The N-Gain analysis also supported these findings, with the experimental group achieving a moderate-high improvement (0.68). It was concluded that the scaffolding technique proved highly effective in facilitating a deeper understanding of mathematical concepts compared to conventional methods. ABSTRAKPenelitian ini dilatarbelakangi oleh kesenjangan antara tuntutan pemahaman konsep matematika yang mendalam dengan praktik pembelajaran konvensional yang masih dominan di SMA Negeri 1 Balen, yang menyebabkan siswa kesulitan dalam memecahkan masalah non-rutin. Metode teacher-centered terbukti kurang efektif dalam menjembatani kesulitan belajar siswa secara individual. Oleh karena itu, penelitian ini berfokus untuk menganalisis pengaruh penerapan teknik scaffolding sebagai intervensi pembelajaran terstruktur terhadap peningkatan pemahaman konsep matematika siswa. Penelitian ini menggunakan metode kuasi-eksperimen dengan desain pre-test dan post-test pada kelompok eksperimen (34 siswa) dan kelompok kontrol (34 siswa). Data dianalisis menggunakan Independent Sample T-Test dan N-Gain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok eksperimen yang menerima perlakuan scaffolding mengalami peningkatan pemahaman konsep yang jauh lebih unggul. Rata-rata post-test kelompok eksperimen (82,15) secara signifikan lebih tinggi daripada kelompok kontrol (71,94), dengan nilai signifikansi p < 0,05. Analisis N-Gain juga memperkuat temuan ini, di mana kelompok eksperimen mencapai kategori peningkatan sedang-tinggi (0,68). Disimpulkan bahwa teknik scaffolding terbukti sangat efektif dalam memfasilitasi pemahaman konsep matematika secara lebih mendalam dibandingkan metode konvensional.
STUDI LITERATUR PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN CIRC DENGAN TEKNIK CLOSE READING UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN MEMBACA KRITIS DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA Mariyati, I Gusti Ayu; Sutama, I Made; Dewantara, I Putu Mas; Wirahyuni, Kadek
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v5i2.6183

Abstract

Critical reading skills, namely the ability to understand, analyze, and evaluate information in depth, are fundamental competencies in learning Indonesian. The low mastery of these skills is the background to the need for the implementation of effective learning models. This study focuses on the study of the Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC) learning model integrated with the Close Reading Technique as an alternative to improve students' critical reading skills. An important stage in this approach is combining the teamwork structure of the CIRC model, which hones reading and writing skills in an integrated manner, with the in-depth analysis process of the Close Reading Technique. This technique encourages students to examine the text repeatedly to reveal the structure, choice of diction, and ideas contained therein. The results of the study show that the synergy between these two approaches creates a systematic and in-depth learning process. It is concluded that the application of the CIRC model with the Close Reading Technique is a strategic alternative that has been proven to be implemented effectively to significantly improve students' critical reading skills in learning Indonesian. ABSTRAKKeterampilan membaca kritis, yaitu kemampuan untuk memahami, menganalisis, dan mengevaluasi informasi secara mendalam, merupakan kompetensi fundamental dalam pembelajaran Bahasa Indonesia. Rendahnya penguasaan keterampilan ini menjadi latar belakang perlunya penerapan model pembelajaran yang efektif. Penelitian ini berfokus pada pengkajian model pembelajaran Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC) yang diintegrasikan dengan Teknik Close Reading sebagai alternatif untuk meningkatkan keterampilan membaca kritis siswa. Tahapan penting dalam pendekatan ini adalah menggabungkan struktur kerja sama tim dari model CIRC, yang mengasah kemampuan membaca dan menulis secara terpadu, dengan proses analisis mendalam dari Teknik Close Reading. Teknik ini mendorong siswa untuk memeriksa teks secara berulang guna mengungkap struktur, pilihan diksi, dan gagasan yang terkandung di dalamnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sinergi antara kedua pendekatan ini menciptakan proses pembelajaran yang sistematis dan mendalam. Disimpulkan bahwa penerapan model CIRC dengan Teknik Close Reading merupakan sebuah alternatif strategis yang terbukti dapat diimplementasikan secara efektif untuk meningkatkan keterampilan membaca kritis siswa dalam pembelajaran Bahasa Indonesia secara signifikan.