cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalp4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
jurnalp4i@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayani, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, NTB
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran
ISSN : 27770583     EISSN : 27770575     DOI : https://doi.org/10.51878/learning.v1i2.376
Core Subject : Education,
LEARNING : Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pembelajaran diterbitkan 4 kali setahun (Februari, Mei, Agustus, dan November) oleh Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I) yang berada dibawah naungan Yayasan Insan Cendekia Indonesia Raya dan berafiliasi dengan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Hamzanwadi, MKKS SMP Negeri Kab. Lombok Timur dan Ikatan Guru Indonesia Kab. Tulang Bawang. Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan pendidikan dan pembelajaran.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 551 Documents
ANALISIS KEMAMPUAN KONEKSI MATEMATIS SISWA PADA MATERI SUDUT Badiyah, Hasna’ul; Amanda Fairuz, Lale; Solihan, Firda; Sukma, Bunga; Hidayati, Djuita
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v6i2.11066

Abstract

  ABSTRACT This study was motivated by the importance of mathematical connection skills in helping students understand the relationships among mathematical concepts and their application in daily life, particularly in angle material at the elementary school level. The study aimed to analyze students’ mathematical connection abilities and identify the difficulties experienced by students in relating angle concepts to other mathematical concepts and real-life contexts. This research employed a qualitative approach with an exploratory case study design involving fifth-grade students of SDN 4 Batu Layar Barat and teachers as additional informants. Data were collected through semi-structured interviews, direct observation, and documentation of students’ worksheets. Data analysis was conducted through the stages of data collection, organization, classification, interpretation, and conclusion drawing. The results showed that students’ mathematical connection abilities were still relatively low. The difficulties experienced by students included relating angle concepts to other mathematical concepts, applying angle concepts in everyday life, and transforming angle representations into symbols, images, and verbal descriptions. These difficulties were influenced by inadequate mastery of basic concepts, limited understanding of problem instructions, and lack of contextual learning experiences. Therefore, contextual, integrated, and concrete experience-based learning strategies are needed to improve students’ mathematical connection abilities. ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya kemampuan koneksi matematis dalam membantu siswa memahami hubungan antar konsep matematika dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari, khususnya pada materi sudut di sekolah dasar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan koneksi matematis siswa serta mengidentifikasi kesulitan yang dialami siswa dalam menghubungkan konsep sudut dengan konsep matematika lainnya maupun konteks nyata. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus eksploratoris yang melibatkan siswa kelas V SDN 4 Batu Layar Barat dan guru sebagai informan tambahan. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur, observasi langsung, dan dokumentasi lembar kerja siswa. Analisis data dilakukan melalui tahapan pengumpulan, penyusunan, pengelompokan, penafsiran, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan koneksi matematis siswa masih tergolong rendah. Kesulitan yang dialami siswa meliputi kemampuan mengaitkan konsep sudut dengan konsep matematika lain, mengaplikasikan konsep sudut dalam kehidupan sehari-hari, serta mentransformasikan representasi sudut dalam bentuk simbol, gambar, dan deskripsi verbal. Kesulitan tersebut dipengaruhi oleh penguasaan konsep dasar yang belum memadai, keterbatasan dalam memahami soal, dan minimnya pengalaman belajar kontekstual. Oleh karena itu, diperlukan strategi pembelajaran yang kontekstual, terintegrasi, dan berbasis pengalaman konkret untuk meningkatkan kemampuan koneksi matematis siswa.
PENINGKATAN KEMAMPUAN BAHASA MADURA MELALUI METODE BERNYANYI LAGU MADURA PADA ANAK USIA 5–6 TAHUN DI TK BAROKATUL ULUM Siti Aisyah Tarido; Ratnasari Dwi Ade Chandra; Rizki Sevi Triana
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v6i3.10591

Abstract

The present study was motivated by the phenomenon of declining regional language proficiency among younger generations. Preliminary data collected at TK Barokatul Ulum revealed that 85% of Group B students were unable to use Madurese vocabulary productively during learning activities. This study aimed to examine the effectiveness of a singing method utilizing Ronjengan, a culturally based local song, as a strategy to enhance the language competence of children aged 5–6 years while simultaneously contributing to the preservation of local cultural heritage. Methodologically, the research employed the Classroom Action Research framework developed by Kemmis and McTaggart, consisting of two cycles that included the stages of planning, action, observation, and reflection. The participants comprised 18 children from Group B. Data were collected through methodological triangulation involving observation, interviews, and documentation, and were analyzed using a descriptive qualitative approach. The intervention demonstrated a substantial improvement trajectory throughout the research process. Learning mastery at the pre-cycle stage was only 15%, increasing to 50% after Cycle I and reaching 77.8% by the end of Cycle II, thereby exceeding the predetermined success criterion of 75%. These findings confirm that the implementation of Madurese songs as a learning medium is effective in improving children's mastery of the regional language while simultaneously fostering the internalization of local wisdom values from an early stage of development. ABSTRAK Fenomena memudarnya kompetensi berbahasa daerah pada generasi muda melatarbelakangi kajian ini, di mana data awal di TK Barokatul Ulum menunjukkan 85% peserta didik kelompok B belum mampu menggunakan kosakata Bahasa Madura secara produktif dalam pembelajaran. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi efektivitas metode bernyanyi berbasis lagu bermuatan budaya lokal Ronjengan sebagai strategi peningkatan kompetensi kebahasaan anak usia 5–6 tahun sekaligus upaya pelestarian kearifan lokal. Secara metodologis, penelitian mengadopsi kerangka Penelitian Tindakan Kelas model Kemmis dan McTaggart yang terdiri atas dua siklus dengan tahapan perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Partisipan penelitian melibatkan 18 anak kelompok B, sementara pengumpulan data dilakukan melalui triangulasi teknik berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi yang dianalisis secara deskriptif kualitatif. Trajektori peningkatan yang signifikan teridentifikasi sepanjang proses intervensi. Ketuntasan belajar pada fase pra-siklus hanya mencapai 15%, meningkat menjadi 50% pasca-Siklus I, dan mencapai 77,8% pada akhir Siklus II melampaui indikator keberhasilan 75%. Hasil ini mengonfirmasi bahwa penerapan lagu Madura sebagai medium pembelajaran terbukti efektif dalam meningkatkan penguasaan bahasa daerah sekaligus menginternalisasikan nilai-nilai kearifan lokal sejak tahap perkembangan awal anak.
PERAN PENDIDIKAN KARAKTER DALAM MENGATASI PERUNDUNGAN DI SEKOLAH Miftahul Mujahidin; Reynar Andaru Ahnaf; Zaki Amrullah Zain; Ismail Ismail; Alfiansyah Habib Arrokhim
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v6i3.10666

Abstract

ABSTRACT Bullying in school environments has evolved into a multifaceted issue that reflects the growing complexity of student social interactions, particularly alongside rapid digital technology development. It is no longer limited to physical or verbal aggression, but also extends to social exclusion and cyberbullying that occurs through online platforms. Existing responses that rely heavily on punitive measures tend to address surface-level behavior without fully resolving the underlying causes. In response to this limitation, a literature-based inquiry was conducted to reinterpret the role of character education as a preventive framework grounded in value formation. The study draws upon 15 relevant scholarly sources, which were examined comparatively to identify recurring patterns related to forms of bullying, its impacts, and preventive efforts in school contexts. The synthesis of findings indicates that bullying generates consequences that extend beyond victims, affecting perpetrators and bystanders as well, while also shaping the overall school climate. Rather than being an isolated behavioral issue, it emerges as a social phenomenon embedded within the school ecosystem. Strengthening character values such as empathy, responsibility, discipline, respect, and honesty is consistently highlighted as a strategic pathway for prevention. These values are reinforced through classroom learning, school culture, family involvement, and continuous digital literacy development. Overall, the findings emphasize that effective prevention requires a holistic and integrated approach across educational environments rather than fragmented or incidental interventions. ABSTRAK Fenomena perundungan di lingkungan sekolah terus menunjukkan kompleksitas yang tidak sederhana, terutama ketika interaksi sosial peserta didik berkembang seiring penetrasi teknologi digital. Ragam bentuknya tidak lagi terbatas pada kekerasan fisik dan verbal, tetapi juga meluas ke ranah sosial serta cyberbullying yang berlangsung melalui media daring. Dalam berbagai kajian, pendekatan yang menitikberatkan pada hukuman belum sepenuhnya mampu menyentuh akar persoalan perilaku tersebut. Berangkat dari kondisi ini, telaah literatur dilakukan untuk membaca ulang peran pendidikan karakter sebagai strategi pencegahan yang lebih berorientasi pada pembentukan nilai. Kajian ini memanfaatkan 15 sumber relevan yang dianalisis secara komparatif untuk melihat pola temuan terkait bentuk, dampak, dan upaya penanganan perundungan di sekolah. Hasil sintesis menunjukkan bahwa perundungan memberikan konsekuensi tidak hanya bagi korban, tetapi juga pelaku dan saksi, serta berimplikasi pada iklim sosial sekolah secara keseluruhan. Penguatan nilai empati, tanggung jawab, disiplin, hormat, dan kejujuran melalui pembelajaran, budaya sekolah, keterlibatan keluarga, serta literasi digital dipandang berperan penting dalam membangun ekosistem sekolah yang lebih protektif terhadap perilaku perundungan. Temuan ini menegaskan bahwa pencegahan perundungan menuntut pendekatan holistik yang terintegrasi dalam seluruh ekosistem pendidikan, bukan sekadar intervensi insidental di sekolah.
PENINGKATAN KEMAMPUAN KOSAKATA BAHASA INGGRIS ANAK USIA 4-5 TAHUN MELALUI MEDIA POMPOM DI RA AL-FALAH KECAMATAN JENGGAWAH TAHUN AJARAN 2025/2026 Alin Jana Haika; Ianatuz Zahro; Mukhtar Zaini Dahlan
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v6i3.10715

Abstract

This study was motivated by the low level of English vocabulary mastery among early childhood learners at RA Al Falah Pondok Lalang, particularly in their ability to remember and pronounce basic vocabulary such as color names. The limited variety of learning media used in the classroom was assumed to be a major factor contributing to the lack of stimulation received by the children, which consequently affected the slow development of their vocabulary skills. To address this issue, pom-pom media was introduced as an alternative learning tool considered appropriate for early childhood learners. Its bright colors and multisensory characteristics were believed to increase children’s learning enthusiasm while also facilitating vocabulary comprehension. The purpose of this study was to improve the English vocabulary mastery of children aged 4–5 years through the implementation of pom-pom media in classroom learning activities. The research employed Classroom Action Research (CAR) using the Kemmis and McTaggart model, which consists of four stages: planning, action implementation, observation, and reflection. Data were collected through direct observation, assessment sheets, and documentation of learning activities. The findings revealed a significant improvement in children’s English vocabulary mastery, as indicated by the increase in achievement percentage from 48.9% in the pre-cycle stage to 88.6% at the end of Cycle I. These results indicate that pom-pom media is effective in enhancing English vocabulary acquisition among early childhood learners. ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya penguasaan kosakata bahasa Inggris pada anak usia dini di RA Al Falah Pondok Lalang, khususnya dalam kemampuan mengingat dan melafalkan kosakata dasar seperti nama-nama warna. Keterbatasan variasi media pembelajaran yang digunakan di kelas diduga menjadi faktor utama yang menyebabkan stimulasi yang diterima anak kurang beragam, sehingga berdampak pada lambatnya perkembangan kosakata mereka. Guna mengatasi persoalan tersebut, media pom-pom diperkenalkan sebagai alternatif pembelajaran yang dianggap sesuai dengan kebutuhan anak usia dini, mengingat karakteristiknya yang berwarna cerah dan bersifat multisensori dinilai mampu membangkitkan antusiasme belajar sekaligus mempermudah pemahaman kosakata. Penelitian ini bertujuan meningkatkan penguasaan kosakata bahasa Inggris anak kelompok usia 4–5 tahun melalui penerapan media pom-pom dalam kegiatan pembelajaran. Metode yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan model Kemmis dan McTaggart, yang terdiri atas empat tahapan, yaitu perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Data dikumpulkan melalui observasi langsung, lembar penilaian, dan dokumentasi kegiatan pembelajaran. Hasil penelitian memperlihatkan peningkatan yang signifikan, ditandai dengan naiknya persentase ketercapaian dari 48,9% pada tahap pra-siklus menjadi 88,6% pada akhir Siklus I. Temuan ini mengindikasikan bahwa media pom-pom efektif digunakan sebagai sarana peningkatan kosakata bahasa Inggris pada anak usia dini.
EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN DISCOVERY LEARNING BERBANTUAN CARD MATCH CIRCLE TERHADAP KEAKTIFAN BELAJAR PESERTA DIDIK PADA MATA PELEJARAN FIQIH DI MTS DARUL HUDA BANDAR LAMPUNG Asmaul Husna; Umi Hijriyah; Devi Sela Eka Selvia
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v6i3.10864

Abstract

This study aims to examine the effectiveness of implementing the Discovery Learning model integrated with the Card Match Circle media in improving students’ learning activeness in Fiqh at MTs Darul Huda Bandar Lampung. The research was motivated by the low level of student participation, characterized by limited interaction with learning materials, the dominance of conventional teaching methods, and low learning motivation. The study employed a quasi-experimental method with a post-test only control group design, involving an experimental class that received Discovery Learning assisted by Card Match Circle and a control class that continued using conventional methods. The research instrument was a learning activeness questionnaire that had passed validity and reliability testing with a reliability coefficient of 0.876, while data were analyzed using normality, homogeneity, and t-tests. The results revealed a significant difference between the two classes, where the experimental class achieved a higher mean score of learning activeness (73.96) compared to the control class (64.73) with a significance value of 0.006 (<0.05). These findings indicate that the integration of Discovery Learning and Card Match Circle effectively enhances students’ participation in discussions, questioning, responding, and collaboration, while highlighting the novelty of combining a discovery-based strategy with interactive game-based media in Fiqh learning at the MTs level. Therefore, this model has the potential to serve as an innovative and contextual alternative to improve the quality of Islamic education learning. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan mengkaji efektivitas penerapan model pembelajaran Discovery Learning yang dipadukan dengan media Card Match Circle dalam meningkatkan keaktifan belajar peserta didik pada mata pelajaran Fiqih di MTs Darul Huda Bandar Lampung. Studi ini dilatarbelakangi oleh rendahnya partisipasi peserta didik yang terlihat dari minimnya interaksi dengan materi, dominasi pembelajaran konvensional, serta kurangnya motivasi belajar. Penelitian menggunakan metode quasi experimental dengan desain post-test only control group, melibatkan kelas eksperimen yang mendapatkan pembelajaran Discovery Learning berbantuan Card Match Circle dan kelas kontrol yang tetap menggunakan metode konvensional. Instrumen yang digunakan berupa angket keaktifan belajar yang telah lolos uji validitas dan reliabilitas dengan koefisien reliabilitas 0,876, sedangkan analisis data dilakukan melalui uji normalitas, homogenitas, dan uji t. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara kedua kelas, di mana rata-rata keaktifan belajar kelas eksperimen (73,96) lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol (64,73) dengan nilai signifikansi 0,006 (<0,05). Temuan ini menunjukkan bahwa integrasi Discovery Learning dan Card Match Circle efektif meningkatkan partisipasi peserta didik dalam diskusi, bertanya, menjawab, serta kerja sama, sekaligus menegaskan kebaruan penelitian melalui penggabungan strategi penemuan dengan media permainan interaktif pada pembelajaran Fiqih tingkat MTs, sehingga model ini berpotensi menjadi alternatif inovatif dan kontekstual untuk meningkatkan kualitas pembelajaran Pendidikan Agama Islam.    
OPTIMALISASI PENYUSUNAN SILABUS DAN RPP BERBASIS SUPERVISI AKADEMIK UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN Devika Septiani; Anisah Anisah; Helita Septaria; Ocha Anggraini; Mania Emilia
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v6i3.10993

Abstract

ABSTRACT The development of syllabi and Lesson Plan (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran / RPP) constitutes an essential component in supporting effective learning processes and achieving students’ competencies. However, instructional planning practices in schools continue to encounter various challenges, particularly those related to teachers’ pedagogical competence, the implementation of the Merdeka Curriculum, and the limited effectiveness of academic supervision. This study aims to analyze the optimization of syllabus and RPP development based on academic supervision in improving learning quality. The research employed a qualitative approach using a systematic literature review of 28 scientific articles obtained from Google Scholar, Garuda, and SINTA databases published between 2022 and 2026. Data analysis was conducted through identification, selection, categorization, and synthesis stages to identify patterns, trends, and strategies for improving instructional planning. The findings indicate that the quality of syllabi and RPP is strongly influenced by teachers’ ability to formulate learning objectives, strategies, and evaluation systems in an integrated manner. Academic supervision based on coaching and mentoring was found to be more effective in enhancing teachers’ professional competence compared to conventional one-way administrative supervision. In addition, the utilization of artificial intelligence and educational technology provides opportunities to create more adaptive, creative, and contextual learning practices. This study emphasizes that improving the quality of instructional planning requires strengthening teachers’ competencies, collaborative academic supervision, and sustainable integration of educational technology. ABSTRAK Penyusunan silabus dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) merupakan bagian penting dalam mendukung efektivitas pembelajaran dan pencapaian kompetensi peserta didik. Namun, praktik perencanaan pembelajaran di sekolah masih menghadapi berbagai kendala, terutama berkaitan dengan kompetensi pedagogik guru, implementasi Kurikulum Merdeka, dan belum optimalnya supervisi akademik. Penelitian ini bertujuan menganalisis optimalisasi penyusunan silabus dan RPP berbasis supervisi akademik dalam meningkatkan kualitas pembelajaran. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis systematic literature review terhadap 28 artikel ilmiah yang diperoleh melalui database Google Scholar, Garuda, dan SINTA pada rentang tahun 2022–2026. Proses analisis dilakukan melalui tahap identifikasi, seleksi, kategorisasi, dan sintesis temuan penelitian untuk menemukan pola, kecenderungan, serta strategi pengembangan perangkat pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas silabus dan RPP dipengaruhi oleh kemampuan guru dalam merancang tujuan, strategi, dan evaluasi pembelajaran secara terpadu. Supervisi akademik berbasis coaching dan mentoring terbukti lebih efektif dalam mendukung pengembangan kompetensi guru dibandingkan supervisi administratif yang bersifat satu arah. Selain itu, pemanfaatan artificial intelligence dan teknologi pembelajaran memberikan peluang pengembangan pembelajaran yang lebih adaptif, kreatif, dan kontekstual. Penelitian ini menegaskan bahwa peningkatan kualitas perangkat pembelajaran memerlukan penguatan kompetensi guru, supervisi kolaboratif, dan integrasi teknologi pendidikan secara berkelanjutan.
PEMBIASAAN SHOLAT DHUHA SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN BACAAN DAN PRAKTIK SHOLAT SISWA MADRASAH IBTIDAIYAH Muhamad Hafidh Nur Rokhim; Abdussyukur Abdussyukur
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v6i2.11051

Abstract

ABSTRACT This study was based on the fact that there were still students who were unable to memorize the prayer recitations and properly perform the prayer movements. This study aims to examine the implementation of Dhuha prayer habituation as an effort to improve the reading and practice skills of prayers among students of MI Al Islam Kartasura. The method used is descriptive qualitative with data collection techniques in the form of participatory observation, semi-structured interviews, and documentation. The validity of the data was tested through source triangulation and method triangulation, and analyzed using the Miles and Huberman model. The results of the study indicate that the habituation process of Dhuha prayer carried out by first and second-grade students every day in the prayer room has been proven to improve both prayer reading skills and good prayer practice abilities. Efforts such as the implementation of the jahr method (collective loud reading) and rotating imams in first and second grade can improve students' memorization of prayer recitations and encourage the growth of individual learning as well as serve as an example for other students. This study recommends a structured habit of performing dhuha prayer and the role of teachers as continuous student mentors as an effective worship learning strategy at the Madrasah Ibtidaiyah level. ABSTRAK Penelitian ini didasarkan pada masih ditemukannya peserta didik yang belum mampu menghafal bacaan serta mempraktikkan gerakan salat dengan benar. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pelaksanaan pembiasaan sholat dhuha sebagai upaya meningkatkan kemampuan bacaan dan praktik sholat siswa MI Al Islam Kartasura. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi partisipatif, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi. Keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber dan triangulasi metode, serta dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pembiasaan (habituasi) sholat dhuha yang dilakukan oleh kelas I dan kelas II setiap hari di mushola terbukti dapat meningkatkan kemampuan bacaan sholat maupun kemampuan praktik sholat yang baik. Upaya seperti penerapan metode jahr (bacaan keras bersama) serta imam bergilir pada kelas I dan kelas II dapat meningkatkan kemampuan hafalan bacaan sholat siswa serta mendorong tumbuhnya pembelajaran individu dan contoh bagi siswa lain. Penelitian ini merekomendasikan pembiasaan sholat dhuha yang terstruktur serta peran guru sebagai pembimbing siswa berkesinambungan sebagai strategi pembelajaran ibadah yang efektif di jenjang Madrasah Ibtidaiyah.
PENERAPAN METODE EKSPERIMENTAL LEARNING PADA MATA KULIAH KONSERVASI TRADISIONAL Tambak Sihno Purwanto
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v6i3.11054

Abstract

ABSTRACT Low student engagement in learning is caused by the predominance of lecture-based teaching methods in the Art Conservation Study Program. This study addresses the following research question: how is the experiential method implemented in classroom activities, specifically in the case study of the Traditional Conservation Methods course in the Art Conservation Study Program, Faculty of Fine Arts and Design, Indonesian Institute of the Arts Yogyakarta? The study aims to analyze the implementation of the Experiential Learning approach in the Traditional Conservation Methods course at the Art Conservation Study Program, Faculty of Fine Arts and Design, Indonesian Institute of the Arts Yogyakarta. The research employed a Classroom Action Research design based on the Kurt Lewin model. The research subjects were students enrolled in the Traditional Conservation Methods class of the Art Conservation Study Program, Faculty of Fine Arts and Design, Indonesian Institute of the Arts Yogyakarta. The findings revealed that the implementation of experiential learning methods increased students’ interest in learning traditional conservation. Students were able to understand theoretical concepts through direct interaction with the phenomena being studied. In addition, students were capable of documenting traditional conservation practices within communities and presenting them again in an academic context. The research findings demonstrate that integrating experience with theory can bridge the gap between traditional practices and scientific approaches. Therefore, the experiential learning method has strong potential to be further developed as an effective learning method in art conservation education.   ABSTRAK Rendahnya keterlibatan mahasiswa dalam pembelajaran karena kebanyakan metode pembelajaran di Prodi Konservasi Seni menggunakan metode ceramah. Pertanyaan dalam penelitian ini adalah, bagaimana metode eksperimental diterapkan pada kegiatan perkuliahan: studi kasus kuliah metode konservasi tradisional Program Studi Konservasi Seni Fakultas Seni Rupa dan Desain Institut Seni Indonesia Yogyakarta. Tujuannya menganalisis penerapan pendekatan Experiential Learning pada mata kuliah Metode Konservasi Tradisional Program Studi Konservasi Seni FSRD ISI Yogyakarta. Penelitian menggunakan desain Penelitian Tindakan Kelas model Kurt Lewin. Subjek penelitian adalah mahasiswa kelas metode konservasi tradisional Prodi Konservasi Seni FSRD ISI Yogyakarta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode eksperimental learning meningkatkan minat mahasiswa dalam pembelajaran konservasi tradisional. Mahasiswa mampu memahami teori berkat pengalaman berinteraksi langsung dengan fenomena yang dipelajari. Mahasiswa mampu mendokumentasikan praktik konservasi tradisional di masyarakat dan mempresentasikan kembali secara akademis. Temuan penelitian memperlihatkan integrasi pengalaman dengan teori dapat menjembatani kesenjangan antara praktik tradisional dan pendekatan ilmiah. Dengan demikian, metode eksperimental learning berpotensi untuk dikembangkan sebagai metode pembelajaran konservasi seni.
IMPLEMENTASI METODE DISKUSI DAN TALKING STICK MIX GAME UNTUK MENGENALKAN WARNA SERTA BENTUK PADA ANAK USIA DINI Dea Nur Alifah; Hepi Khoerunnisa; Zulfa Tsania Fitri; Ratu Wulan Sari; Silvia Siti Marimbi; Badey Utama Pamungkas Allam; Lesi Oktiwanti
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v6i2.11072

Abstract

The introduction of colors and shapes plays an important role in early childhood cognitive development because it helps children recognize, differentiate, and classify objects around them. This study aimed to examine the validity and effectiveness of the Discussion method combined with the Talking Stick Mix Game in introducing colors and shapes to children aged 4–5 years. The novelty of this research lies in integrating active discussion with the Talking Stick game to improve conceptual understanding, confidence in expressing opinions, learning participation, and children’s social interaction. This study employed a quantitative approach with a one-group pretest-posttest design, supported by observations, interviews, and documentation. The participants consisted of 18 children from PAUD Kober Darul Huda, Tasikmalaya City. The findings showed that the learning method achieved an Aiken’s V validity score of 0.913, categorized as high. The average score increased from 60.61 in the pretest to 81.11 in the posttest, with an N-Gain score of 0.52, indicating moderate effectiveness. The Wilcoxon test revealed a significant difference between pretest and posttest results (Z = −3.729; p < 0.001). In addition, children demonstrated greater enthusiasm, participation, and confidence during learning activities. Therefore, the Discussion and Talking Stick Mix Game methods were considered valid and effective for introducing colors and shapes to early childhood learners. ABSTRAK Pengenalan warna dan bentuk berperan penting dalam perkembangan kognitif anak usia dini karena membantu anak mengenali, membedakan, dan mengelompokkan objek di sekitarnya. Penelitian ini bertujuan menguji validitas serta efektivitas metode Diskusi dan Talking Stick Mix Game dalam mengenalkan warna dan bentuk pada anak usia 4–5 tahun. Kebaruan penelitian terletak pada penggabungan diskusi aktif dengan permainan Talking Stick untuk meningkatkan pemahaman konsep, keberanian berpendapat, keaktifan belajar, dan interaksi sosial anak. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain one-group pretest-posttest serta didukung observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian terdiri atas 18 anak di PAUD Kober Darul Huda Kota Tasikmalaya. Hasil penelitian menunjukkan nilai validitas Aiken’s V sebesar 0,913 (kategori tinggi). Nilai rata-rata anak meningkat dari 60,61 menjadi 81,11 dengan N-Gain 0,52 (kategori sedang). Uji Wilcoxon menunjukkan perbedaan signifikan antara pretest dan posttest (Z = −3,729; p < 0,001). Selain itu, anak terlihat lebih antusias, aktif, dan berani selama pembelajaran. Dengan demikian, metode Diskusi dan Talking Stick Mix Game dinilai valid dan efektif untuk mengenalkan warna dan bentuk pada anak usia dini.
REPRESENTASI KONFLIK, KELAS, DAN CERMINAN REALITAS SOSIAL DALAM NOVEL CINTA BERTABUR DI LANGIT MEKKAH KARYA ROIDAH Husnul Hotimah; Junal Junal
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v6i2.11124

Abstract

This study is motivated by the importance of literary works as reflections of social life that portray social conflicts, class stratification, and social realities through characters and storylines. The study aims to describe social conflict, social class structure, and the reflection of social reality in the novel Cinta Bertabur di Langit Mekkah by Roidah using Alan Swingewood’s sociology of literature approach. This research employed a qualitative method with a descriptive-analytical approach. The data consisted of text excerpts from the novel relevant to the research focus and were collected through reading, note-taking, and documentation techniques. Data analysis was conducted through data reduction, classification, interpretation, and conclusion drawing. The results show that social conflict in the novel is dominated by conflicts between individuals and their social environment as well as intergroup conflicts influenced by differences in values, interests, and social backgrounds. The social class structure is portrayed through economic stratification and the social status of the characters, which affect interpersonal relationships within society. In addition, social reality is represented through social inequality, religious values, and the dynamics of modern social life. This study concludes that the novel functions not only as an aesthetic work but also as a medium of social criticism that contextually represents social conditions. ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya karya sastra sebagai refleksi kehidupan sosial masyarakat yang menggambarkan konflik, stratifikasi sosial, dan realitas kehidupan melalui tokoh serta alur cerita. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan konflik sosial, struktur kelas sosial, dan cerminan realitas sosial dalam novel Cinta Bertabur di Langit Mekkah karya Roidah dengan menggunakan pendekatan sosiologi sastra Alan Swingewood. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif analitis. Data penelitian berupa kutipan-kutipan teks dalam novel yang relevan dengan fokus penelitian dan dikumpulkan melalui teknik baca, catat, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, klasifikasi, interpretasi, dan penarikan simpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konflik sosial dalam novel didominasi oleh konflik individu dengan lingkungan sosial serta konflik antarkelompok yang dipengaruhi oleh perbedaan nilai, kepentingan, dan latar belakang sosial. Struktur kelas sosial digambarkan melalui stratifikasi ekonomi dan status sosial tokoh yang memengaruhi hubungan antartokoh dalam masyarakat. Selain itu, realitas sosial direpresentasikan melalui ketidaksetaraan sosial, nilai-nilai religius, dan dinamika kehidupan masyarakat modern. Penelitian ini menyimpulkan bahwa novel tidak hanya berfungsi sebagai karya estetis, tetapi juga sebagai media kritik sosial yang merepresentasikan kondisi masyarakat secara kontekstual.