cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalp4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
jurnalp4i@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayani, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, NTB
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran
ISSN : 27770583     EISSN : 27770575     DOI : https://doi.org/10.51878/learning.v1i2.376
Core Subject : Education,
LEARNING : Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pembelajaran diterbitkan 4 kali setahun (Februari, Mei, Agustus, dan November) oleh Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I) yang berada dibawah naungan Yayasan Insan Cendekia Indonesia Raya dan berafiliasi dengan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Hamzanwadi, MKKS SMP Negeri Kab. Lombok Timur dan Ikatan Guru Indonesia Kab. Tulang Bawang. Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan pendidikan dan pembelajaran.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 551 Documents
OPTIMALISASI PENGENALAN GEOMETRI ANAK USIA DINI MELALUI MEDIA PUZZLE Amalia, Ati; Fitri, Aprilia Wahyuning
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v6i2.10205

Abstract

This study aims to improve children's ability to recognize geometric shapes through the use of puzzle media at TK Murni PGRI Jabres. This research employed Classroom Action Research (CAR) conducted in two cycles, each consisting of the stages of planning, action implementation, observation, and reflection. The subjects of this study were 18 children, consisting of 11 girls and 7 boys in Group B1 of TK Murni PGRI Jabres, Sruweng District, Kebumen Regency.The research instruments used included observation sheets, with data collection techniques carried out through observation and documentation. The indicator of success was determined when at least 78% of the children achieved a score of 4 based on the assessment instrument.The results showed that the use of puzzle media significantly improved children's ability to recognize geometric shapes. In the initial condition (pre-cycle), the average score of the children was only 2.5 with a percentage of 48.3%. In Cycle I, the average score increased to 3 with a percentage of 58%. A more significant improvement occurred in Cycle II, with an average score of 3.45 and a percentage of 80%.In conclusion, the implementation of puzzle media is proven to be effective in improving children's ability to recognize geometric shapes in Group B1 at TK Murni PGRI Jabres. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk  meningkatkan kemampuan anak dalam mengenal bentuk geometri melalui media puzzle di TK Murni PGRI Jabres. Penelitian ini menggunkan metode penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilakukan dalam dua siklus, meliputi tahapan perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah 18 anak yang terdiri dari 11 anak perempuan dan 7 anak laki-laki di kelompok B1 TK Murni PGRI Jabres Kecamatan Sruweng Kabupaten Kebumen. Instrumen yang digunakan meliputi lembar observasi dengan teknik pengumpulan data melalui observasi dan dokumentasi. Indikator keberhasilan ditetapkan apabila minimal 78% anak mencapai nilai 4 sesuai dengan instrumen penilain. Hasil penelitian menunjukan bahwa media puzzle mampu meningkatkan kemampuan menganal geometri anak usia dini secara signifikan. Pada kondisi awal par-siklus, rata-rata anak hanya mencapai nilai 2,5 dengan persetase 48,3% . Pada siklus I rata-rata nilai naik menjadi 3 dengan presentase 58%. Peningkatan signifikan terjadi pada siklus II dengan rata-rata nilai 3,45 dengan nilai presntase 80%. Dapat disimpulkan bahwa penerapan media puzzle dalam meningkatkan kemampuan anak mengenal bentuk geometri kelompok B1 di TkK Murni PGRI Jabres terbukti efektif.  
SQUID SHAPE GAME: MEDIA EDUKATIF PENGENALAN BENTUK GEOMETRI ANAK USIA DINI Abdullah, Marini; Fitri, Aprilia Wahyuning
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v6i2.10265

Abstract

This research is motivated by the low ability of children aged 6-5 years in recognizing geometric shapes of flat shapes. This is caused by learning methods that tend to be passive, conventional, and the lack of utilization of varied educational game media. The purpose of this study is to develop learning media in the form of a squid shape game that is expected to help children in recognizing, naming, and distinguishing various shapes of flat shapes of course in a fun way. The research method used is Research and Development (R&D) with a 4D development model consisting of the Define, Design, Develop, and Disseminate stages. Data collection techniques through questionnaires and documentation. The research subjects used in the feasibility test of 2 kindergartens with 2 teachers, and the practicality test in 1 kindergarten with 3 teachers. Data collection instruments are validation sheets of media experts, material experts, teacher/user questionnaire sheets. Data analysis techniques used are validity tests, practicality tests, and feasibility tests of the squid shape game. The game validity data results were obtained based on the results of the media validation assessment by expert validation which obtained a percentage of 94% with a very valid category, material validation of 92% with a very valid category. The practicality data results were obtained based on the results of the teacher questionnaire assessment which obtained a percentage of 100% with a very practical category. The development of this game is expected to provide an alternative effective learning strategy for teachers in increasing motivation and understanding of flat geometry in children aged 5-6 years. ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan anak usia  5-6 tahun dalam mengenal bentuk geometri bangun datar. Hal ini disebabkan oleh metode pembelajaran yang cenderung pasif, konvensional, dan kurangnya pemanfaatan media permainan edukatif yang variatif. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengembangkan media pembelajaran berupa permainan squid shape game yang diharapkan dapat membantu anak dalam mengenal, menyebutkan, dan membedakkan berbagai macam bentuk bangun datar tentunya secara menyenangkan. Metode penelitian yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan model pengembangan 4D yssng terdiri dari tahap Define (Pendefinisian), Design (Perancangan), Develop (Pengembangan), dan Disseminate (Penyebaran). Teknik pengumpulan data melalui kueisioner dan dokumentasi. Subjek penelitian yang digunakan pada uji kelayakan  2 TK dengan 2 guru, dan uji kepraktisan pada 1 TK dengan 3 guru. Instrumen pengumpulan data adalah lembar validasi ahli media, ahli materi, lembar angket guru/pengguna. Teknik analisis data yang digunakan adalah uji kevalidan, uji kepraktisan, uji kelayakan permainan squid shape game. Hasil data kevalidan permainan diperoleh berdasarkan hasil penilaian validasi media oleh validasi ahli yang memperoleh persentase sebesar 94% dengan kategori sangat valid, validasi materi sebesarr 92% dengan kategori sangat valid. Hasil data kepraktisan diperoleh berdasarkan hasil penilaian angket guru yang memperoleh persentase 100% dengan kategori sangat praktis. Pengembangan permainan ini diharapkan dapat memberikan alternatif strategi pembelajaran yang efektif bagi guru dalam meningkatkan motivasi dan pemahaman geometri bangun datar pada anak usia 5-6 tahun.  
HARMONISASI DALAM KEBERAGAMAN: PERAN PENDIDIKAN INKLUSI DALAM MENGEMBANGKAN SIKAP EMPATI SISWA Yuliani, Evi; Ningsih, Erlin Indaya
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v6i2.10490

Abstract

ABSTRACT This study is based on the importance of 21st-century education, which demands inclusive educational services to accommodate student diversity; however, its implementation remains suboptimal, particularly in fostering students’ empathy. This study aims to examine the application of inclusive education in fostering harmony among diverse groups and to analyze its role in developing students’ empathy at MI Miftahul Ulum Banyuputih Kidul. The study employs a qualitative approach with a case study design. The research subjects include the school principal, classroom teachers, and students at MI Miftahul Ulum, selected through purposive sampling. Data collection techniques included observation, semi-structured interviews, and documentation, while data analysis involved data reduction, data presentation, and drawing conclusions, with validity testing through triangulation. The research findings indicate that inclusive education is implemented through integrated classroom learning, equal treatment, and the instillation of values of togetherness and mutual respect, thereby fostering harmony in diversity. Additionally, students’ empathy begins to develop through collaborative interactions, such as helping peers, working together, and respecting others’ opinions, although this development is not yet uniform across all students. Overall, inclusive education plays a significant role in promoting harmony in diversity and developing students’ empathy, but it requires well-directed and sustainable instructional strategies to ensure that empathy development can be optimized. ABSTRAK Penelitian ini didasarkan pada pentingnya pendidikan abad ke-21 yang menuntut layanan pendidikan inklusif untuk mengakomodasi keberagaman peserta didik, namun implementasinya masih belum optimal, khususnya dalam pengembangan sikap empati siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penerapan pendidikan inklusi dalam menciptakan harmonisasi keberagaman serta menganalisis perannya dalam mengembangkan sikap empati siswa di MI Miftahul Ulum Banyuputih Kidul. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Subjek penelitian meliputi kepala sekolah, guru kelas, dan siswa MI Miftahul Ulum yang dipilih secara purposive. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara semi terstruktur, dan dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan uji keabsahan melalui triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan inklusi diterapkan melalui pembelajaran tanpa pemisahan kelas, perlakuan setara, serta pembiasaan nilai kebersamaan dan saling menghargai, sehingga mampu menciptakan harmonisasi keberagaman. Selain itu, sikap empati siswa mulai berkembang melalui interaksi kolaboratif, seperti membantu teman, bekerja sama, dan menghargai pendapat, meskipun belum merata pada seluruh siswa. Secara keseluruhan, pendidikan inklusi berperan penting dalam membangun harmonisasi keberagaman dan mengembangkan empati siswa, namun memerlukan strategi pembelajaran yang terarah dan berkelanjutan agar perkembangan empati dapat optimal.
NILAI-NILAI MORAL DALAM CERITA FILM “TIGA NAFAS LIKAS” KARYA NASIR JANI DAN IMPLIKASINYA DALAM PEMBELAJARAN SASTRA Novita Tarigan; Viktory N.J Rotty; Ruth C. Paath
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v6i3.10562

Abstract

The limited integration of moral value analysis in films with its application in literature learning highlights a significant research gap. Previous studies tend to focus on identifying moral values without linking them to pedagogical contexts. Therefore, this study aims to identify and analyze moral values in the film Tiga Nafas Likas and examine their implications for literature learning. This study employed a qualitative descriptive approach using content analysis. Data were collected from film scenes and dialogues, which were coded based on moral value categories. The analysis involved data reduction, coding, interpretation, and contextual meaning construction. The findings reveal eight categories of moral values, with loyalty and sacrifice, as well as family values, emerging as the most dominant. These values are conveyed not only narratively but also through characters’ actions with social consequences. The results indicate that film has strong potential as a medium for literature learning, enhancing moral understanding, emotional engagement, and character development. Thus, integrating film into literature learning can serve as an effective pedagogical strategy to foster students’ contextual and reflective moral literacy. ABSTRAK Keterbatasan kajian yang mengintegrasikan analisis nilai moral dalam film dengan implikasinya terhadap pembelajaran sastra menunjukkan adanya celah penelitian yang perlu diisi. Selama ini, analisis film cenderung berhenti pada identifikasi nilai tanpa mengaitkannya secara kontekstual dalam proses pembelajaran. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis nilai-nilai moral dalam film Tiga Nafas Likas serta mengkaji implikasinya dalam pembelajaran sastra. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif melalui teknik content analysis. Data diperoleh dari adegan dan dialog film yang dikodekan berdasarkan kategori nilai moral. Analisis dilakukan melalui tahap reduksi data, pengkodean, interpretasi, dan penarikan makna secara kontekstual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat delapan kategori nilai moral, dengan dominasi pada nilai kesetiaan dan pengorbanan serta kekeluargaan. Nilai-nilai tersebut tidak hanya disampaikan secara naratif, tetapi juga diwujudkan melalui tindakan tokoh yang memiliki konsekuensi sosial. Temuan ini menegaskan bahwa film memiliki potensi sebagai media pembelajaran sastra yang mampu mengembangkan pemahaman nilai, keterlibatan emosional, dan pembentukan karakter siswa. Dengan demikian, integrasi film dalam pembelajaran sastra dapat menjadi strategi pedagogis yang efektif untuk menguatkan literasi moral peserta didik secara kontekstual dan reflektif.
INOVASI AKTIVITAS EKOLITERASI DALAM PENGENALAN LINGKUNGAN ANAK USIA 5-6 TAHUN Harningsih, Dwi; Fitri, Aprilia Wahyuning
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v6i2.10584

Abstract

This study aims to develop innovative eco-literacy activities for environmental awareness among children aged 5–6 years. The background to the study is based on children’s limited understanding of environmental conservation behaviour, which remains sporadic and has not yet been integrated into learning. The study employed the Research and Development (R&D) method using the 4-D development model, comprising the define, design, develop, and disseminate stages. The research subjects comprised subject matter and media experts, as well as users—namely teachers and young children—at several early childhood education institutions in Banjarnegara Regency. Data collection techniques included questionnaires and documentation, whilst data analysis was conducted using descriptive quantitative and qualitative methods, with validity testing performed using Aiken’s V. The research results indicate that the developed product is a guidebook for eco-literacy activities based on herbal plants, covering activities such as identifying, planting, caring for, and utilising plants. Expert validation results showed that Aiken’s V fell within the ‘valid’ category, whilst the feasibility and practicality tests conducted by teachers yielded an average score of 4.8, falling within the ‘highly feasible’ and ‘highly practical’ categories. The activities developed provide contextual and meaningful learning experiences, thereby helping children understand the relationship between actions and their impact on the environment. Consequently, this product is suitable for use as a learning guide to enhance environmental understanding in early childhood, although further research is required to test its long-term effectiveness. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan inovasi aktivitas ekoliterasi dalam pengenalan lingkungan pada anak usia 5–6 tahun. Latar belakang penelitian didasarkan pada rendahnya pemahaman anak terhadap perilaku menjaga lingkungan yang masih bersifat insidental dan belum terintegrasi dalam pembelajaran. Penelitian menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model pengembangan 4-D yang meliputi tahap define, design, develop, dan disseminate. Subjek penelitian terdiri atas validator ahli materi dan media, serta pengguna yaitu guru dan anak usia dini di beberapa lembaga PAUD di Kabupaten Banjarnegara. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner dan dokumentasi, sedangkan analisis data dilakukan secara deskriptif kuantitatif dan kualitatif dengan uji validitas menggunakan Aiken’s V. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produk yang dikembangkan berupa buku panduan aktivitas ekoliterasi berbasis tanaman herbal yang mencakup kegiatan mengenal, menanam, merawat, dan memanfaatkan tanaman. Hasil validasi ahli menunjukkan nilai Aiken’s V berada pada kategori valid, sedangkan uji kelayakan dan kepraktisan oleh guru memperoleh rata-rata skor 4,8 dengan kategori sangat layak dan sangat praktis. Aktivitas yang dikembangkan mampu memberikan pengalaman belajar yang kontekstual dan bermakna sehingga membantu anak memahami hubungan antara tindakan dan dampaknya terhadap lingkungan. Dengan demikian, produk ini layak digunakan sebagai panduan pembelajaran dalam meningkatkan pemahaman lingkungan pada anak usia dini, meskipun masih memerlukan penelitian lanjutan untuk menguji efektivitas jangka panjangnya.  
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN VALUE TIME PIE UNTUK MENINGKATKAN SIKAP DISIPLIN SISWA PADA MATA PELAJARAN PKn KELAS IV SD INPRES KASSI-KASSI 1 KOTA MAKASSAR Khairunnisa, Nur Rifkah; AP, Nurfaizah; Faisal, Muh.
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v6i2.10689

Abstract

This study was designed to examine the extent to which the Value Time Pie learning model is capable of fostering disciplined attitudes among students in the context of Civic Education (PKn) subject in Grade IV of SD Inpres Kassi-Kassi 1, Makassar City. A mixed method approach was employed through a classroom action research (CAR) design conducted over two cycles, with each cycle encompassing four core stages: planning, action implementation, observation, and reflection. This study involved 20 students as research subjects. To obtain comprehensive data, three data collection instruments were utilized, namely observation sheets, questionnaires, and documentation. Data analysis was carried out descriptively using percentages and reinforced with qualitative analysis to provide a thorough overview of the development of students' disciplinary attitudes. The findings indicate a substantial leap in students' disciplinary attitudes, whereby the achievement in Cycle I at 60% rose significantly to 100% in Cycle II. This progress was further supported by improvements in the quality of the teacher's instructional activities as well as the intensity of student engagement throughout the learning process. These findings affirm that the Value Time Pie model has proven effective in shaping students' disciplinary behavior through a learning approach that prioritizes value reflection, time management skills, and the internalization of positive habits. On this basis, the model has the potential to serve as an alternative character-based Civic Education learning strategy at the elementary school level. ABSTRAK Studi ini dirancang untuk mengkaji sejauh mana model pembelajaran Value Time Pie mampu menumbuhkan sikap disiplin pada peserta didik dalam konteks mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) di kelas IV SD Inpres Kassi-Kassi 1 Kota Makassar. Pendekatan yang digunakan adalah mixed method dengan rancangan penelitian tindakan kelas (PTK) yang berjalan selama dua siklus, di mana setiap siklus mencakup empat tahapan pokok, yakni perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Penelitian ini melibatkan 20 peserta didik sebagai subjek kajian. Untuk memperoleh data yang komprehensif, digunakan tiga instrumen pengumpulan data, yaitu lembar observasi, angket, dan dokumentasi. Proses analisis data dilakukan secara deskriptif berbasis persentase dan diperkuat dengan analisis kualitatif guna memperoleh gambaran menyeluruh mengenai perkembangan sikap disiplin siswa. Hasil yang diperoleh mengindikasikan adanya lonjakan yang cukup berarti pada sikap disiplin peserta didik, di mana capaian pada siklus I sebesar 60% meningkat secara signifikan menjadi 100% pada siklus II. Perkembangan ini turut ditopang oleh meningkatnya kualitas aktivitas pengajaran guru serta intensitas keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran. Temuan tersebut mempertegas bahwa model Value Time Pie terbukti efektif dalam membentuk perilaku disiplin siswa melalui pendekatan pembelajaran yang mengutamakan perenungan nilai, kecakapan pengelolaan waktu, serta internalisasi kebiasaan positif. Atas dasar itu, model ini berpotensi menjadi salah satu alternatif strategi pembelajaran PKn berbasis pendidikan karakter di jenjang sekolah dasar.
LABIRIN EDUKATIF UNTUK PENGENALAN ANGKA 1-20 ANAK USIA 5-6 TAHUN Agustina, Yulia; Fitri, Aprilia Wahyuning
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v6i2.10729

Abstract

This research is motivated by the low ability of children aged 6-5 years in recognizing geometric shapes of flat shapes. This is caused by learning methods that tend to be passive, conventional, and the lack of utilization of varied educational game media. The purpose of this study is to develop learning media in the form of a squid shape game that is expected to help children in recognizing, naming, and distinguishing various shapes of flat shapes of course in a fun way. The research method used is Research and Development (R&D) with a 4D development model consisting of the Define, Design, Develop, and Disseminate stages. Data collection techniques through questionnaires and documentation. The research subjects used in the feasibility test of 2 kindergartens with 2 teachers, and the practicality test in 1 kindergarten with 3 teachers. Data collection instruments are validation sheets of media experts, material experts, teacher/user questionnaire sheets. Data analysis techniques used are validity tests, practicality tests, and feasibility tests of the squid shape game. The game validity data results were obtained based on the results of the media validation assessment by expert validation which obtained a percentage of 94% with a very valid category, material validation of 92% with a very valid category. The practicality data results were obtained based on the results of the teacher questionnaire assessment which obtained a percentage of 100% with a very practical category. The development of this game is expected to provide an alternative effective learning strategy for teachers in increasing motivation and understanding of flat geometry in children aged 5-6 years. ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan anak usia  5-6 tahun dalam mengenal bentuk geometri bangun datar. Hal ini disebabkan oleh metode pembelajaran yang cenderung pasif, konvensional, dan kurangnya pemanfaatan media permainan edukatif yang variatif. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengembangkan media pembelajaran berupa permainan squid shape game yang diharapkan dapat membantu anak dalam mengenal, menyebutkan, dan membedakkan berbagai macam bentuk bangun datar tentunya secara menyenangkan. Metode penelitian yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan model pengembangan 4D yssng terdiri dari tahap Define (Pendefinisian), Design (Perancangan), Develop (Pengembangan), dan Disseminate (Penyebaran). Teknik pengumpulan data melalui kueisioner dan dokumentasi. Subjek penelitian yang digunakan pada uji kelayakan  2 TK dengan 2 guru, dan uji kepraktisan pada 1 TK dengan 3 guru. Instrumen pengumpulan data adalah lembar validasi ahli media, ahli materi, lembar angket guru/pengguna. Teknik analisis data yang digunakan adalah uji kevalidan, uji kepraktisan, uji kelayakan permainan squid shape game. Hasil data kevalidan permainan diperoleh berdasarkan hasil penilaian validasi media oleh validasi ahli yang memperoleh persentase sebesar 94% dengan kategori sangat valid, validasi materi sebesarr 92% dengan kategori sangat valid. Hasil data kepraktisan diperoleh berdasarkan hasil penilaian angket guru yang memperoleh persentase 100% dengan kategori sangat praktis. Pengembangan permainan ini diharapkan dapat memberikan alternatif strategi pembelajaran yang efektif bagi guru dalam meningkatkan motivasi dan pemahaman geometri bangun datar pada anak usia 5-6 tahun.    
IMPLEMENTASI TOTAL QUALITY MANAGEMENT UNTUK MENINGKATKAN KINERJA GURU DAN MUTU LAYANAN PENDIDIKAN Hidayatulloh, Mohammad Andreansyah; Mudarris, Badrul
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v6i2.10730

Abstract

This study focuses on the implementation of Total Quality Management (TQM) in optimizing the potential of madrasahs and improving the overall quality of educational services at Madrasah Ibtidaiyah Iryadun Nasyi’in. The primary objective of this research is to analyze how TQM principles are implemented within the context of Islamic educational institutions, highlighting three main aspects: the leadership of the madrasah principal as the driving force of a quality culture, the participation and commitment of teachers in performance improvement based on quality, and the system of evaluation and continuous improvement in educational services. This study employs a descriptive qualitative approach, with data collection techniques including in-depth interviews, participatory observation, and document analysis. The findings indicate that the implementation of TQM in the madrasah is effective when the principal’s leadership is transformative and participatory, enabling the development of a quality culture rooted in spiritual and collaborative values. Active participation of teachers and educational staff strengthens the internal quality system through reflection, evaluation, and continuous innovation. Furthermore, structured and data-based evaluation mechanisms ensure the existence of a continuous improvement cycle across various aspects of educational services. The implications of this study affirm that TQM can serve as a strategic management model for madrasahs to achieve superior accreditation, enhance institutional competitiveness, and foster an adaptive, quality-oriented work culture. ABSTRAK Penelitian ini berfokus pada penerapan Total Quality Management (TQM) dalam mengoptimalkan potensi madrasah dan meningkatkan kualitas layanan pendidikan secara menyeluruh di Madrasah Ibtidaiyah Iryadun Nasyi’in. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk menganalisis bagaimana prinsip-prinsip TQM diimplementasikan dalam konteks lembaga pendidikan Islam, dengan menyoroti tiga aspek utama: kepemimpinan kepala madrasah sebagai penggerak budaya mutu, partisipasi dan komitmen guru dalam peningkatan kinerja berbasis mutu, serta sistem evaluasi dan perbaikan berkelanjutan dalam layanan pendidikan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan analisis dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan TQM di madrasah berjalan efektif ketika kepemimpinan kepala madrasah bersifat transformatif dan partisipatif, sehingga mampu membangun budaya mutu yang berakar pada nilai-nilai spiritual dan kolaboratif. Partisipasi aktif guru dan tenaga kependidikan memperkuat sistem mutu internal melalui refleksi, evaluasi, dan inovasi berkelanjutan. Selain itu, mekanisme evaluasi yang terstruktur dan berbasis data turut memastikan adanya siklus perbaikan berkesinambungan di berbagai aspek layanan pendidikan. Implikasi dari penelitian ini menegaskan bahwa TQM dapat dijadikan model manajemen strategis bagi madrasah untuk mencapai akreditasi unggul, meningkatkan daya saing lembaga, serta menumbuhkan budaya kerja yang adaptif dan berorientasi mutu.    
ANALISIS STRATEGI DAKWAH TIKTOK HUSAIN BASYAIBAN SEBAGAI TOKOH MUDA BERPENGARUH PADA GENERASI DIGITAL NATIVE Al Fikri, Bayu Nadlif
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v6i2.10731

Abstract

In the era of technological transformation, digital da'wah is required to continuously adapt to reach the digital native generation, which is highly active on social media. This study aims to analyze Husain Basyaiban's da'wah strategy on the TikTok platform in maintaining the relevance and effectiveness of religious messages amidst the modern flow of information. The approach used is descriptive qualitative with phenomenological methods, supported by important research stages including literature study, content analysis, and primary data collection through online questionnaires. The results show that Husain's strategy is highly relevant to current social dynamics and has proven effective in expanding the reach of da'wah massively among young people. Field findings indicate an increase in religious awareness among the audience, although the depth of substantive understanding of the material remains at a moderate level. A key factor in the success of this da'wah lies in its concise, creative, and interactive content packaging, which is highly suited to the information consumption patterns of the digital generation. The main conclusion of the study confirms that da'wah through TikTok has great potential to shape positive character and instill religious values ​​in young people, provided that the delivery remains adaptive, innovative, and contextualized to the realities of the times. Thus, creative adaptation of digital features is an absolute prerequisite for the successful dissemination of Islamic teachings in cyberspace in order to be able to balance the dominance of other entertainment content. ABSTRAK Di era transformasi teknologi, dakwah digital dituntut untuk terus beradaptasi guna menjangkau generasi digital native yang sangat aktif di media sosial. Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi dakwah Husain Basyaiban di platform TikTok dalam menjaga relevansi dan efektivitas pesan keagamaan di tengah arus informasi modern. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan metode fenomenologi, yang didukung oleh tahapan penelitian penting berupa studi literatur, analisis konten, serta pengumpulan data primer melalui kuesioner daring. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi Husain sangat relevan dengan dinamika sosial masyarakat saat ini dan terbukti efektif dalam memperluas jangkauan dakwah secara masif di kalangan anak muda. Temuan lapangan mengindikasikan adanya peningkatan kesadaran religius pada audiens, meskipun kedalaman pemahaman materi secara substantif masih berada pada tingkatan sedang. Faktor kunci kesuksesan dakwah ini terletak pada kemasan konten yang singkat, kreatif, serta interaktif, yang sangat sesuai dengan pola konsumsi informasi generasi digital. Kesimpulan utama penelitian menegaskan bahwa dakwah melalui TikTok memiliki potensi besar untuk membentuk karakter positif dan menanamkan nilai keagamaan bagi pemuda, asalkan penyampaiannya tetap adaptif, inovatif, serta kontekstual terhadap realitas zaman. Dengan demikian, adaptasi kreatif terhadap fitur-fitur digital menjadi prasyarat mutlak bagi keberhasilan penyebaran ajaran Islam di ruang siber agar mampu mengimbangi dominasi konten hiburan lainnya.
TIME TOKEN: MODEL PEMBELAJARAN DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK PADA MATA PELAJARAN PAI Yusnida, Azma; Makbuloh, Deden; Mustofa, Muhammad; Wahyudi, Didik
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v6i2.10870

Abstract

ABSTRACT This study was motivated by the low academic achievement and lack of higher-order thinking skills among students in the Islamic Religious Education (IRE) course at SMP Negeri 1 Kota Agung Timur, where instruction is still dominated by one-way Direct Instruction. This situation has led to a lack of active student participation and suboptimal achievement in the cognitive domain at the C4 level. This study aims to test the effectiveness of the Time Token learning model on PAI learning outcomes. The study employs a quantitative approach using an experimental method and a post-test only control group design. The research sample consisted of 64 eighth-grade students selected through cluster sampling, comprising an experimental class (VIII D) that implemented the Time Token model and a control class (VIII F) that used the Direct Instruction model. The research instrument was a multiple-choice test based on Bloom’s Taxonomy, which had been tested for validity and reliability, with 16 items deemed suitable for use. Data were analyzed using normality and homogeneity tests, as well as the Mann–Whitney U hypothesis test. The results showed that the mean score of the experimental class was higher than that of the control class, and the majority of students in the experimental class had achieved the established Minimum Passing Score (MPS) of 76, whereas in the control class, there were still students who had not reached the MPS. Furthermore, the Asymp. Sig. (2-tailed) value < 0.05 indicates the presence of a significant. ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya hasil belajar dan kemampuan berpikir tingkat tinggi peserta didik pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di SMP Negeri 1 Kota Agung Timur yang masih didominasi oleh pembelajaran Direct Instruction yang bersifat satu arah. Kondisi tersebut berdampak pada kurangnya partisipasi aktif siswa serta belum optimalnya pencapaian ranah kognitif pada level C4. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas model pembelajaran Time Token terhadap hasil belajar PAI. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen dan desain post-test only control group design. Sampel penelitian berjumlah 64 siswa kelas VIII yang dipilih melalui teknik cluster sampling, terdiri atas kelas eksperimen (VIII D) yang menerapkan model Time Token dan kelas kontrol (VIII F) yang menggunakan model Direct Instruction. Instrumen penelitian berupa tes pilihan ganda berbasis Taksonomi Bloom yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya, dengan 16 soal dinyatakan layak digunakan. Data dianalisis melalui uji normalitas, homogenitas, dan uji hipotesis Mann–Whitney U. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata kelas eksperimen lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol, dan sebagian besar siswa pada kelas eksperimen telah mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yang ditetapkan yaitu 76, sedangkan pada kelas kontrol masih terdapat siswa yang belum mencapai KKM. Selain itu, nilai Asymp. Sig. (2-tailed) < 0,05 menunjukkan adanya perbedaan signifikan antara kedua kelompok. Dengan demikian, model pembelajaran Time Token terbukti lebih efektif dalam meningkatkan hasil belajar PAI karena mampu mendorong keaktifan, pemerataan partisipasi, serta peningkatan kemampuan berpikir siswa pada semua level kognitif.