cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalp4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
jurnalp4i@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayani, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, NTB
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran
ISSN : 27770583     EISSN : 27770575     DOI : https://doi.org/10.51878/learning.v1i2.376
Core Subject : Education,
LEARNING : Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pembelajaran diterbitkan 4 kali setahun (Februari, Mei, Agustus, dan November) oleh Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I) yang berada dibawah naungan Yayasan Insan Cendekia Indonesia Raya dan berafiliasi dengan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Hamzanwadi, MKKS SMP Negeri Kab. Lombok Timur dan Ikatan Guru Indonesia Kab. Tulang Bawang. Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan pendidikan dan pembelajaran.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 551 Documents
PENERAPAN METODE BERCERITA BERBANTUAN MEDIA GAMBAR UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERBICARA SISWA KELAS II SDN Nunung Nahdiati; Helmi Helmi; Akmaluddin Akmaluddin
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v6i3.11125

Abstract

This study was motivated by the low speaking skills of second-grade students at SDN 32 Cakranegara, as indicated by students’ lack of confidence, difficulty in expressing ideas coherently, and the limited use of innovative teaching methods and learning media. The focus of this study is how the implementation of storytelling methods assisted by picture media can improve students’ speaking skills. This study aims to enhance students' speaking abilities through more engaging and interactive learning methods. The research employed Classroom Action Research (CAR) using the Kemmis and McTaggart model, which consists of planning, action, observation, and reflection stages, conducted in two cycles. The subjects of this study were 28 second-grade students of SDN 32 Cakranegara. Data were collected through observation, tests, and documentation. The results showed a significant improvement in students’ speaking skills in each cycle. In the first cycle, students achieved a moderate level with a percentage of 67%, which increased to 89% in the second cycle, categorized as good. In addition, students’ participation and confidence in speaking activities also improved. Therefore, it can be concluded that the storytelling method assisted by picture media is effective in improving elementary school students’ speaking skills. ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya keterampilan berbicara siswa kelas II SDN 32 Cakranegara yang ditunjukkan dari rendahnya kepercayaan diri, ketidakmampuan menyampaikan ide secara runtut, serta minimnya penggunaan metode dan media pembelajaran yang inovatif. Fokus penelitian ini adalah bagaimana penerapan metode bercerita berbantuan media gambar dapat meningkatkan keterampilan berbicara siswa. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan berbicara melalui penggunaan metode yang lebih menarik dan interaktif. Metode yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan model Kemmis dan McTaggart yang meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi yang dilaksanakan dalam dua siklus. Subjek penelitian adalah 28 siswa kelas II SDN 32 Cakranegara. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, tes, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan keterampilan berbicara siswa pada setiap siklus, dimana pada siklus I mencapai kategori cukup dengan persentase 67% dan meningkat pada siklus II menjadi 89% dengan kategori baik. Selain itu, aktivitas dan kepercayaan diri siswa dalam berbicara juga mengalami peningkatan. Dengan demikian, dapat isimpulkan bahwa penerapan metode bercerita berbantuan media gambar efektif dalam meningkatkan keterampilan berbicara siswa sekolah dasar.    
IMPLEMENTASI DEEP LEARNING DALAM PERENCANAAN PEMBELAJARAN MASA DEPAN Putri Maharani; Lailatul Afifah; Rianti Sara Nabilla; Siska Ayu Wandika; Merlin Alissya
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v6i3.11155

Abstract

ABSTRACT The transformation of education in the digital era requires learning processes that extend beyond the mere acquisition of information and emphasize learners’ ability to construct understanding, interpret experiences, and respond critically to various real-world challenges. Within this context, deep learning is regarded as an approach capable of enhancing the quality of learning experiences through active student engagement, meaningful learning, and the connection between knowledge and authentic life situations. This article examines the implementation of deep learning in future-oriented instructional planning while identifying its benefits and implementation challenges. The study employed a library research method with a qualitative descriptive approach, analyzing 30 key references selected from 65 scholarly sources through stages of identification, selection, classification, and content analysis. The synthesis of the literature indicates that the implementation of deep learning contributes to the development of critical thinking, creativity, communication, collaboration, and increased student engagement in the learning process. The most frequently applied strategies include Problem-Based Learning (PBL), Project-Based Learning (PjBL), collaborative learning, and the integration of digital technology. The findings reveal that the success of deep learning does not depend on a single component; rather, it emerges from the interconnectedness of teacher competence, technological support, curriculum flexibility, and instructional design quality. Instructional planning serves as an integrative framework that brings these elements together, enabling deep learning to function as a strategic foundation for developing education that is more adaptive, contextual, and responsive to future learning needs. ABSTRAK Perubahan lanskap pendidikan pada era digital menuntut pembelajaran yang tidak hanya berfokus pada penguasaan informasi, tetapi juga pada kemampuan peserta didik membangun pemahaman, menafsirkan pengalaman, dan merespons persoalan secara kritis dalam berbagai konteks. Dalam situasi tersebut, deep learning dipandang sebagai pendekatan yang mampu memperkuat kualitas pengalaman belajar melalui keterlibatan aktif peserta didik, pembelajaran yang bermakna, serta keterhubungan antara pengetahuan dan kehidupan nyata. Artikel ini mengkaji implementasi deep learning dalam perencanaan pembelajaran masa depan sekaligus mengidentifikasi manfaat dan tantangan penerapannya. Kajian dilakukan menggunakan metode library research dengan pendekatan deskriptif kualitatif terhadap 30 rujukan utama yang diseleksi dari 65 sumber ilmiah melalui proses identifikasi, seleksi, klasifikasi, dan analisis isi. Hasil sintesis menunjukkan bahwa implementasi deep learning berkontribusi terhadap penguatan kemampuan berpikir kritis, kreativitas, komunikasi, kolaborasi, serta peningkatan keterlibatan peserta didik dalam proses belajar. Strategi yang paling banyak digunakan meliputi Problem-Based Learning (PBL), Project-Based Learning (PjBL), pembelajaran kolaboratif, dan integrasi teknologi digital. Temuan kajian menegaskan bahwa keberhasilan pembelajaran mendalam tidak bertumpu pada satu komponen tertentu, melainkan pada keterhubungan antara kompetensi guru, dukungan teknologi, fleksibilitas kurikulum, dan kualitas desain pembelajaran. Perencanaan pembelajaran berperan sebagai titik integrasi yang menyatukan berbagai elemen tersebut sehingga deep learning dapat menjadi landasan strategis bagi pengembangan pendidikan yang lebih adaptif, kontekstual, dan berorientasi pada kebutuhan masa depan.
PENGUATAN KARAKTER MELALUI INTEGRASI NILAI-NILAI KEARIFAN LOKAL SUKU TENGGER DALAM PEMBELAJARAN PAI PADA MATERI AKHLAK TERPUJI DI SDN Lutfi Ayu Karisma; Ahmad Marzuki; Achmad Yusuf; Achmat Mubarok
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v6i3.11171

Abstract

The imperative of nurturing student morality through contextual instructional strategies rooted in regional heritage serves as the primary catalyst for this inquiry. This investigation is designed to delineate the methodology of character fortitude by assimilating the cultural ethos of the Tengger Tribe into Islamic Religious Education (IRE), specifically within the thematic domain of commendable virtues at SDN Tosari II. The research architecture encompasses the structural alignment of indigenous tenets, the operational dynamics of classroom instruction, alongside the structural catalysts and impediments encountered during execution. A qualitative methodology leveraging a case study design was deployed for this academic inquiry. Empirical data were systematically aggregated utilizing direct observation, in-depth interviews, and archival documentation. The analytical pipeline advanced through data reduction, conceptual presentation, and the synthesis of final deductions. The diagnostic insights demonstrate that the core principles of the Tengger community, comprising communal synergy, religious moderation, individual accountability, and ecological mindfulness, have been successfully woven into the IRE curriculum. This pedagogical integration is actualized through collaborative dialogues, routine habituation, role modeling, and real-world case analyses. Ultimately, the synthesis of indigenous heritage and religious instruction effectively fortifies student character while deepening their cognitive grip on practicing commendable ethics within their daily social spectrum. ABSTRAK Urgensi penanaman moralitas siswa berbasis pembelajaran kontekstual yang berakar pada kebudayaan daerah setempat menjadi stimulus utama dilaksanakannya riset ini. Penelitian ini diproyeksikan untuk menguraikan program pengokohan karakter anak didik lewat asimilasi nilai-nilai tradisi lokal Suku Tengger ke dalam mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI), khususnya pada pokok bahasan akhlak mulia di SDN Tosari II. Ruang lingkup investigasi ini mencakup formulasi penyerapan nilai lokal, dinamika operasional proses instruksional di kelas, serta identifikasi elemen akselerator dan hambatan dalam aplikasinya. Pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus diadopsi sebagai pisau analisis dalam penelitian ini. Instrumen penjaringan data dihimpun secara komprehensif melalui teknik pengamatan lapangan, tanya jawab mendalam, serta penelaahan dokumen resmi. Pengolahan data dilakukan secara sitematis lewat fase reduksi, kategorisasi data, hingga penarikan konklusi akhir. Temuan riset mengonfirmasi bahwa pilar filosofis masyarakat Tengger yang meliputi semangat bersinergi (gotong royong), moderasi beragama (toleransi), komitmen diri (tanggung jawab), serta kesadaran ekologis telah melebur dalam kurikulum PAI. Strategi internalisasi ini diwujudkan melalui skema kerja kelompok, habituasi positif, pemberian contoh perilaku (modeling), dan pembedahan kasus riil. Hasil akhir membuktikan bahwa kombinasi budaya dan agama ini sukses mematangkan budi pekerti siswa sekaligus mempertajam penalaran mereka terhadap implementasi akhlak terpuji dalam rutinitas keseharian.
PENINGKATAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA MELALUI MODEL PROBLEM BASED LEARNING PADA MATERI SISTEM GERAK MANUSIA Marina Yosina Ainusi; Jeni Jeni; Nuryanti Rumalolas
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v6i2.11177

Abstract

The issue of low student engagement and learning achievement, particularly in the human movement system material, indicates that conventional learning approaches have not fully accommodated the need for active and meaningful learning. Departing from this condition, the present study was designed to examine the extent to which the implementation of the Problem Based Learning (PBL) model can promote improvements in both student activity and learning outcomes within the targeted topic. Methodologically, this research adopts a Classroom Action Research (CAR) design conducted over two cycles. Each cycle comprises four interrelated stages: planning, implementation, observation, and reflection. The participants consisted of 9 students in Cycle I and 7 students in Cycle II; the decrease was due to the absence of 2 students, and therefore data analysis was limited to those who completed the entire learning sequence. Data were collected through activity observation sheets and learning outcome tests, and subsequently analyzed using a descriptive quantitative approach. The findings are notably encouraging. Students’ learning activity demonstrated a consistent upward trajectory: from 71.25% in the first meeting of Cycle I, increasing to 76.25% in the second meeting, and rising significantly to 87.5% in Cycle II. Equally remarkable, learning mastery experienced a dramatic increase from only 33.33% in Cycle I to 100% in Cycle II. Taken together, these results reinforce the argument that PBL is not merely a variation of instructional technique but a substantive approach capable of creating an active, collaborative, and genuinely student-centered learning environment. ABSTRAK Persoalan rendahnya keterlibatan dan capaian belajar peserta didik khususnya pada materi sistem gerak manusia mengisyaratkan bahwa pendekatan pembelajaran konvensional belum sepenuhnya mampu mengakomodasi kebutuhan belajar yang aktif dan bermakna. Berangkat dari kondisi tersebut, penelitian ini dirancang untuk mengkaji sejauh mana penerapan model Problem Based Learning (PBL) dapat mendorong peningkatan aktivitas sekaligus hasil belajar peserta didik dalam pokok bahasan yang dimaksud. Secara metodologis, penelitian ini mengadopsi desain Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang berlangsung dalam dua siklus. Setiap siklus mencakup empat tahapan yang saling berkaitan, yakni perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Adapun subjek yang terlibat berjumlah 9 peserta didik pada siklus I dan 7 peserta didik pada siklus II berkurangnya jumlah ini disebabkan oleh ketidakhadiran 2 peserta didik, sehingga analisis data hanya dilakukan terhadap mereka yang mengikuti seluruh rangkaian pembelajaran secara penuh. Pengumpulan data dilakukan melalui lembar observasi aktivitas dan tes hasil belajar, yang selanjutnya dianalisis menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif. Temuan yang diperoleh cukup menggembirakan. Aktivitas belajar peserta didik menunjukkan trajektori peningkatan yang konsisten: dari 71,25% pada pertemuan pertama siklus I, naik menjadi 76,25% pada pertemuan kedua, dan melonjak signifikan hingga mencapai 87,5% pada siklus II. Tidak kalah mencolok, ketuntasan hasil belajar mengalami lonjakan yang sangat tajam dari hanya 33,33% pada siklus I menjadi 100% pada siklus II. Keseluruhan capaian ini memperkuat argumen bahwa PBL bukan sekadar variasi metode mengajar, melainkan sebuah pendekatan yang secara substantif mampu menciptakan iklim pembelajaran yang aktif, kolaboratif, dan sungguh-sungguh berpusat pada peserta didik.
EKPLORASI PENGGUNAAN SYLLABIC METHOD DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA PERMULAAN SISWA SEKOLAH DASAR Gladys Aprilia; Yustia Suntari; Chrisnaji Banindra Yudha
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v6i3.11233

Abstract

ABSTRACT Early reading difficulties remain one of the major challenges encountered among elementary school students, particularly in recognizing letters, connecting symbols with sounds, and reading language units fluently. At the same time, studies on the Syllabic Method have largely concentrated on learning outcomes, leaving its implementation process, instructional media support, and students’ responses insufficiently synthesized. This study was conducted to examine how the Syllabic Method is implemented in beginning reading instruction and to identify its contribution to the development of elementary students’ reading abilities. The analysis employed a qualitative descriptive approach through a library research design by reviewing scholarly articles retrieved from Google Scholar, SINTA, and Publish or Perish. Of the 40 articles initially identified, 20 articles that met the relevance and credibility criteria were selected as the primary sources of analysis. The findings indicate that the Syllabic Method supports students in developing reading skills progressively, beginning with letter recognition, syllable decoding, and extending to improved reading fluency and accuracy. The review further reveals that the effectiveness of this method is strengthened when supported by visual media, interactive digital tools, and educational games that encourage active student engagement. These findings suggest that successful beginning reading instruction depends not only on the teaching method employed but also on the interplay among instructional sequencing, media support, and students’ active participation in constructing foundational literacy skills. ABSTRAK Hambatan membaca permulaan masih menjadi salah satu tantangan yang banyak ditemukan pada siswa sekolah dasar, terutama pada kemampuan mengenali huruf, menghubungkan simbol dengan bunyi, dan membaca satuan bahasa secara lancar. Di sisi lain, kajian mengenai Syllabic Method lebih banyak berfokus pada pengukuran hasil belajar sehingga gambaran mengenai implementasi metode, dukungan media, dan respons siswa belum banyak disintesis secara komprehensif. Kajian ini dilakukan untuk menelaah bagaimana Syllabic Method diterapkan dalam pembelajaran membaca permulaan sekaligus mengidentifikasi kontribusinya terhadap perkembangan kemampuan membaca siswa sekolah dasar. Analisis dilakukan melalui pendekatan deskriptif kualitatif berbasis studi kepustakaan dengan menelusuri artikel ilmiah dari Google Scholar, SINTA, dan Publish or Perish. Dari 40 artikel yang teridentifikasi, sebanyak 20 artikel yang memenuhi kriteria relevansi dan kredibilitas dipilih sebagai sumber kajian. Sintesis hasil penelitian menunjukkan bahwa Syllabic Method membantu siswa membangun kemampuan membaca secara bertahap, mulai dari pengenalan huruf, pembacaan suku kata, hingga peningkatan kelancaran dan ketepatan membaca. Temuan lain memperlihatkan bahwa efektivitas metode ini semakin kuat ketika didukung oleh media visual, media digital interaktif, dan permainan edukatif yang mendorong keterlibatan siswa dalam proses belajar. Kajian ini menegaskan bahwa keberhasilan pembelajaran membaca permulaan tidak hanya berkaitan dengan penggunaan metode tertentu, tetapi juga dengan keterhubungan antara tahapan pembelajaran, dukungan media, dan partisipasi aktif siswa dalam membangun kemampuan literasi dasar.
TRANSFORMASI DIGITAL DALAM PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DAN PEMBENTUKAN KARAKTER: ANALISIS BIBLIOMETRIK BERBASIS SCOPUS (2020-2025) Evtria Annisa; Muhammad Akmansyah; Zahra Rahmatika
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v6i3.11330

Abstract

This study aims to map publication trends, conceptual structures, key scientific actors, and thematic developments related to digital transformation in Islamic Religious Education (IRE) and character building based on Scopus-indexed publications from 2020–2025. The method employed is bibliometric analysis using the PRISMA approach as the data selection process. The research dataset consists of scientific articles filtered according to relevant inclusion and exclusion criteria, resulting in 25 final articles, which were then analyzed using Biblioshiny. The findings indicate that publication trends have increased significantly since 2022, with Indonesia emerging as one of the dominant contributors in this field. The main evolving keywords include digital transformation, Islamic education, character education, artificial intelligence, and blended learning. The thematic map analysis reveals that the integration of digital technology in Islamic education is developing toward more innovative pedagogical approaches; however, the issue of religious character formation still requires further strengthening. This study confirms that digital transformation in Islamic Religious Education is growing rapidly on a global scale, yet the reinforcement of religious character remains a strategic area for future research development. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan memetakan tren publikasi, struktur konseptual, aktor ilmiah utama, serta perkembangan tema penelitian terkait transformasi digital dalam Pendidikan Agama Islam (PAI) dan pembentukan karakter berdasarkan publikasi terindeks Scopus periode 2020–2025. Metode yang digunakan adalah analisis bibliometrik dengan pendekatan PRISMA sebagai proses seleksi data. Dataset penelitian terdiri dari artikel ilmiah yang disaring berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi yang relevan hingga diperoleh 25 artikel final, kemudian dianalisis menggunakan Biblioshiny. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tren publikasi mengalami peningkatan signifikan sejak tahun 2022, dengan Indonesia sebagai salah satu kontributor dominan dalam bidang ini. Kata kunci utama yang berkembang meliputi digital transformation, Islamic education, character education, artificial intelligence, dan blended learning. Analisis thematic map menunjukkan bahwa integrasi teknologi digital dalam pendidikan Islam berkembang menuju pendekatan pedagogis yang lebih inovatif, namun isu pembentukan karakter religius masih memerlukan penguatan lebih lanjut. Penelitian ini menegaskan bahwa transformasi digital dalam PAI berkembang pesat secara global, tetapi penguatan karakter religius tetap menjadi area strategis untuk pengembangan riset lanjutan.    
PENGARUH KEMANDIRIAN BELAJAR DAN LITERASI DIGITAL TERHADAP HASIL BELAJAR YANG DIMODERASI OLEH SELF-EFFICACY PADA SISWA SMK N 1 SURABAYA Afifah Zahwaturrohmah; Novi Trisnawati
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v6i3.11335

Abstract

This explanatory quantitative study aims to examine the impact of self-directed learning and digital literacy on learning outcomes, with self-efficacy as a mediating variable, among 102 students at SMK Negeri 1 Surabaya selected via probability sampling. Data were analyzed using Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM-PLS) with SmartPLS 4. The structural analysis revealed that self-directed learning had no significant effect on learning outcomes but significantly affected self-efficacy. Conversely, digital literacy significantly affected both learning outcomes and self-efficacy. Meanwhile, self-efficacy demonstrated no significant effect on learning outcomes. In terms of mediation, neither self-directed learning nor digital literacy significantly influenced learning outcomes through self-efficacy. These findings indicate that digital literacy is the most dominant determinant in accelerating student achievement in Archive Management through proficiency in accessing, evaluating, and utilizing digital resources. Meanwhile, the mediating role of self-efficacy remains suboptimal because academic performance is more heavily driven by external factors such as teaching methods, classroom environments, and teacher support. This study implies that fostering digital literacy competencies must be systematically integrated into vocational curricula to improve educational outcomes in the digital era. ABSTRAK Investigasi kuantitatif eksplanatori ini bertujuan menguji dampak kemandirian belajar dan literasi digital terhadap hasil belajar dengan self-efficacy sebagai variabel mediasi pada 102 siswa SMK Negeri 1 Surabaya yang dipilih melalui probability sampling. Data dianalisis menggunakan metode Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM-PLS) dengan SmartPLS 4. Hasil pengujian menunjukkan bahwa kemandirian belajar tidak berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar, namun berpengaruh signifikan terhadap self-efficacy. Sebaliknya, literasi digital berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar maupun self-efficacy. Di sisi lain, self-efficacy tidak berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar. Secara mediasi, baik kemandirian belajar maupun literasi digital tidak berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar melalui self-efficacy. Temuan ini mengindikasikan bahwa literasi digital menjadi faktor paling dominan dalam memacu capaian belajar siswa pada mata pelajaran Pengelolaan Arsip melalui kecakapan mengakses, mengevaluasi, dan memanfaatkan informasi digital. Sementara itu, peran self-efficacy sebagai mediator belum optimal karena performa akademis siswa masih lebih kuat dipengaruhi oleh determinan eksternal seperti pemakaian metode pengajaran, kondusivitas lingkungan kelas, serta pasokan dukungan guru. Penelitian ini membawa implikasi bahwa penguatan kompetensi literasi digital harus diintegrasikan secara terstruktur dan berkelanjutan dalam kurikulum kejuruan guna mendongkrak mutu luaran pendidikan di era digital.
INTEGRASI STEAM DALAM PEMBELAJARAN SAINS: ANALISIS KETERAMPILAN KOLABORASI DAN KOMUNIKASI Nailah Ainiyah Sa’adah; Latifatul Atifah; Alya Ratna Dewi; Jenny Jessica Kristine Bilung; Aisyah Nur Halimah; Farah Erika
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v6i3.11354

Abstract

ABSTRACT The demands of 21st-century education have positioned collaboration and communication skills as essential competencies that need to be fostered through science learning. Although the Science, Technology, Engineering, Arts, and Mathematics (STEAM) approach has been increasingly implemented to support this objective, studies examining the relationship between these two skills within science education remain relatively limited. In response to this gap, this article synthesizes research findings on the implementation of STEAM and its contribution to the development of students’ collaboration and communication skills. A literature review method was employed by analyzing 28 national and international articles published between 2016 and 2026 and retrieved through Google Scholar. The review process involved identification, screening, categorization, and synthesis of studies based on predetermined inclusion criteria. The findings indicate that STEAM creates learning experiences that actively engage students in discussion, teamwork, idea negotiation, problem-solving, and the communication of learning outcomes. Such learning conditions enable collaboration and communication skills to develop simultaneously through sustained interaction throughout the learning process. These findings suggest that STEAM serves not only as an interdisciplinary approach to science education but also as an effective learning framework for fostering 21st-century competencies in a more meaningful and integrated manner. ABSTRAK Tuntutan pembelajaran abad ke-21 menempatkan keterampilan kolaborasi dan komunikasi sebagai kompetensi yang perlu dikembangkan sejak dini melalui pembelajaran sains. Meskipun pendekatan Science, Technology, Engineering, Arts, and Mathematics (STEAM) semakin banyak diterapkan untuk mendukung tujuan tersebut, kajian yang menjelaskan hubungan antara kedua keterampilan tersebut dalam konteks pembelajaran sains masih relatif terbatas. Berangkat dari kondisi tersebut, artikel ini menyajikan sintesis terhadap berbagai penelitian yang membahas implementasi STEAM dan kontribusinya terhadap pengembangan keterampilan kolaborasi serta komunikasi siswa. Kajian dilakukan melalui metode literature review terhadap 28 artikel nasional dan internasional yang dipublikasikan pada periode 2016–2026 dan diperoleh melalui Google Scholar. Proses kajian mencakup identifikasi, penyaringan, pengelompokan, dan sintesis temuan berdasarkan kriteria inklusi yang telah ditetapkan. Hasil analisis memperlihatkan bahwa STEAM menciptakan pengalaman belajar yang mendorong peserta didik untuk terlibat dalam diskusi, kerja sama, negosiasi gagasan, pemecahan masalah, dan penyampaian hasil belajar secara aktif. Kondisi tersebut memungkinkan keterampilan kolaborasi dan komunikasi berkembang secara bersamaan melalui interaksi yang berkelanjutan selama proses pembelajaran. Temuan ini menunjukkan bahwa STEAM tidak hanya berfungsi sebagai pendekatan integratif lintas disiplin, tetapi juga sebagai kerangka pembelajaran yang mendukung pengembangan kompetensi abad ke-21 secara lebih bermakna dalam pembelajaran sains.
PENGEMBANGAN KARTU VISUAL ISLAMI UNTUK MENINGKATKAN DAYA INGAT SISWA KELAS lll PADA MATA PELAJARAN PAI SDN LAJU Dewi Askiana; Nanang Diana; Sholihin Sholihin; Nurfaigah Nurfaigah
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v6i3.11455

Abstract

This study is motivated by the low memory ability of third-grade elementary school students in Islamic Education, particularly in memorization materials such as daily prayers, pillars of Islam, pillars of faith, and names of prophets. The aim of this research is to develop Islamic visual cards as a learning media to improve students’ memory ability. This study employed a Research and Development (R&D) method using the ADDIE model, which consists of analysis, design, development, implementation, and evaluation stages. The participants were 23 third-grade students at SDN Laju. The research instruments included validation sheets, practicality questionnaires, and memory tests in the form of pretest and posttest. The results show that the developed product is valid based on expert validation with very high reliability and is categorized as highly practical based on user responses. Furthermore, the Islamic visual cards are effective in improving students’ memory ability, as indicated by the improvement in pretest and posttest scores and a hypothesis test result with a significance value below 0.05. Therefore, the Islamic visual cards are considered feasible and effective for use in Islamic Education learning in elementary schools. ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya daya ingat siswa kelas III sekolah dasar pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam, khususnya pada materi hafalan seperti doa sehari-hari, rukun Islam, rukun iman, dan nama-nama nabi. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan kartu visual Islami sebagai media pembelajaran guna meningkatkan daya ingat siswa. Metode yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan model ADDIE yang meliputi tahap analisis, perancangan, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Subjek penelitian adalah 23 siswa kelas III SDN Laju. Instrumen penelitian meliputi lembar validasi, angket kepraktisan, serta tes daya ingat berupa pretest dan posttest. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produk yang dikembangkan valid berdasarkan hasil validasi ahli dengan reliabilitas sangat tinggi, serta memperoleh kategori sangat praktis berdasarkan respon pengguna. Selain itu, penggunaan kartu visual Islami terbukti efektif dalam meningkatkan daya ingat siswa yang ditunjukkan oleh peningkatan hasil pretest dan posttest serta hasil uji hipotesis yang menunjukkan signifikansi < 0,05. Dengan demikian, kartu visual Islami dinyatakan layak dan efektif digunakan dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam di sekolah dasar.
KONSEP PEMIKIRAN AHLUSSUNNAH DALAM MENAVIGASI PENDIDIKAN TOLERANSI Muhamad Fatih Al Farizy; Zahra Nur Fadzilah; Naila Nurazizah; Muhamad Kharismaning Jagad Raya; Nabila Deslara Diva Aulya Rizky; Anisah Eka Dewi Saputri; Fauzi Annur
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v5i4.11467

Abstract

ABSTRACT The increasing occurrence of social conflict, intolerance, group fanaticism, and the spread of hoaxes through digital media has become a serious challenge in multicultural societies in the modern era. This condition highlights the importance of tolerance education in fostering moderate, inclusive, and harmonious attitudes in both religious and social life. This study aims to analyze the concept of Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) thought in navigating tolerance education through the values of Islamic moderation. This research employed a literature study method by reviewing scientific journals, previous studies, books, and other relevant references related to the concept of Aswaja and tolerance education. The findings reveal that Aswaja thought is built upon the principle of balance (wasathiyah) between aqidah, fiqh, and Sufism based on Ash‘ariyah and Maturidiyah theology. Core values such as tawassuth, tawazun, tasamuh, and i‘tidal serve as the foundation for developing tolerant, moderate, fair, and respectful attitudes toward differences. Furthermore, the concept of tolerance in Aswaja is considered relevant to Indonesia’s plural society because it can strengthen unity, social harmony, and prevent conflict, discrimination, and intolerance in the digital era. ABSTRAK Meningkatnya konflik sosial, intoleransi, fanatisme kelompok, serta penyebaran hoaks melalui media digital menjadi tantangan serius dalam kehidupan masyarakat multikultural di era modern. Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya pendidikan toleransi yang mampu membangun sikap moderat, inklusif, dan harmonis dalam kehidupan beragama maupun sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep pemikiran Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) dalam menavigasi pendidikan toleransi melalui nilai-nilai moderasi Islam. Penelitian menggunakan metode studi literatur dengan mengkaji berbagai jurnal ilmiah, hasil penelitian terdahulu, buku, serta referensi relevan yang berkaitan dengan konsep Aswaja dan pendidikan toleransi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemikiran Aswaja dibangun atas prinsip keseimbangan (wasathiyah) antara aqidah, fiqih, dan tasawuf yang berlandaskan pada aqidah Asy’ariyah dan Maturidiyah. Nilai-nilai utama seperti tawassuth, tawazun, tasamuh, dan i’tidal menjadi dasar dalam membangun sikap toleran, moderat, adil, dan menghargai perbedaan. Selain itu, konsep toleransi Aswaja relevan diterapkan dalam masyarakat Indonesia yang plural karena mampu memperkuat persatuan, keharmonisan sosial, serta mencegah konflik, diskriminasi, dan sikap intoleransi di era digital.