cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalp4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
jurnalp4i@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayani, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, NTB
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran
ISSN : 27770583     EISSN : 27770575     DOI : https://doi.org/10.51878/learning.v1i2.376
Core Subject : Education,
LEARNING : Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pembelajaran diterbitkan 4 kali setahun (Februari, Mei, Agustus, dan November) oleh Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I) yang berada dibawah naungan Yayasan Insan Cendekia Indonesia Raya dan berafiliasi dengan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Hamzanwadi, MKKS SMP Negeri Kab. Lombok Timur dan Ikatan Guru Indonesia Kab. Tulang Bawang. Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan pendidikan dan pembelajaran.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 739 Documents
HUBUNGAN KETERLIBATAN KELOMPOK MAHASISWA TERHADAP TINGKAT TOLERANSI PERBEDAAN MADZAB DI IAIN SORONG PAPUA BARAT DAYA Nur Khozin Wahyu Hidayatulah; Fardan Abdillah; Khatipah Khatipah
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v6i3.11523

Abstract

This study aims to examine the relationship between student group involvement and the level of tolerance toward differences in Islamic schools of thought (mazhab) cohort students of at IAIN Sorong. The background of this research arises from the fact that although students are expected to be active in campus organizations to enhance social skills and inclusive attitudes, intra-religious tolerance toward mazhab variations still needs to be empirically tested. The study employs a quantitative correlational approach with random sampling of 35 students from five study programs. Data were collected through a closed Likert scale questionnaire (1–5) that had been tested for validity and reliability (Cronbach’s Alpha > 0.70). Data analysis was conducted using descriptive statistics, normality test, reliability test, Pearson correlation analysis, and simple linear regression with SPSS version 32. The results showed that the mean score of student group involvement was 3.09 (SD = 0.73) and the mean score of madzhab tolerance was 3.30 (SD = 0.61). Pearson correlation analysis yielded r = 0.115, p = 0.510 > 0.05, while simple linear regression showed R² = 0.013, F = 0.443, p = 0.510, indicating that student group involvement does not have a significant effect on tolerance toward madzhab differences. These findings imply that student activeness in organizational groups does not automatically foster substantive tolerant attitudes; therefore, it needs to be combined with quality interactions, reflective experiences, and structured tolerance education. This study provides implications for the development of intra-religious tolerance education programs in Islamic higher education institutions and opens up opportunities for further research on other factors influencing students’ tolerant attitudes toward madzhab diversity. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara keterlibatan kelompok mahasiswa dengan tingkat toleransi terhadap perbedaan madzab pada mahasiswa IAIN Sorong. Latar belakang penelitian ini muncul dari kenyataan bahwa meskipun mahasiswa diharapkan aktif dalam kelompok organisasi kampus dapat meningkatkan kemampuan sosial dan sikap inklusif, tingkat toleransi intraagama terhadap variasi madzab masih perlu diuji secara empiris. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional dengan random sampling sebanyak 35 mahasiswa dari lima program studi. Data dikumpulkan melalui kuesioner tertutup skala Likert 1–5 yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya (Cronbach’s Alpha > 0,70). Analisis data dilakukan dengan uji deskriptif, uji normalitas, uji reliabilitas, analisis korelasi Pearson, dan regresi linear sederhana menggunakan SPSS versi 32. Hasil penelitian menunjukkan bahwa skor keterlibatan kelompok mahasiswa rata-rata 3,09 (SD = 0,73) dan skor toleransi madzab rata-rata 3,30 (SD = 0,61). Analisis korelasi Pearson menghasilkan r = 0,115, p = 0,510 > 0,05, sedangkan regresi linear sederhana menunjukkan R² = 0,013, F = 0,443, p = 0,510, yang mengindikasikan bahwa keterlibatan kelompok mahasiswa tidak berpengaruh signifikan terhadap toleransi perbedaan madzab. Temuan ini memaknai bahwa keaktifan mahasiswa dalam kelompok organisasi tidak secara otomatis membentuk sikap toleran substantif, sehingga perlu dikombinasikan dengan interaksi berkualitas, pengalaman reflektif, dan pendidikan toleransi yang terstruktur. Penelitian ini memberikan implikasi bagi pengembangan program pendidikan toleransi intraagama di perguruan tinggi Islam dan membuka peluang penelitian lanjutan terkait faktor-faktor lain yang memengaruhi pembentukan sikap toleran mahasiswa terhadap keragaman mazhab.
INTERNALISASI NILAI-NILAI ISLAM MELALUI SENI HADROH AL-MANNAR PONDOK PESANTREN TRI BHAKTI AT-TAQWA Habib Fakih; Irhamudin Irhamudin; Dian Risky Amalia
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v6i3.10284

Abstract

Hadroh art in Islamic boarding schools offers the advantage of being a learning tool that can unite spiritual, social, and character values ​​in real applications. Through group activities, hadroh plays a role not only as a religious art, but also as a medium for internalizing Islamic values ​​effectively. The purpose of this study is to explore how Islamic values ​​are internalized through Hadroh Al-Mannar art in Tri Bhakti At-Taqwa Islamic Boarding School. In addition, this study also aims to identify the values ​​formed in the students and examine the objects and factors that support and hinder the process. This study also seeks to understand the importance of planned guidance in shaping the character of students. The method used in this study is qualitative with a focus on case studies. Data were collected through 28 days of participatory observation, in-depth interviews, and documentation, supplemented by purposive sampling techniques and data analysis using the model from Miles and Huberman. The findings of this study indicate that the process of internalizing values ​​is carried out through habits, role models, and social conditioning. The values ​​formed consist of spiritual aspects (patience, serenity, gratitude), social (mutual cooperation, brotherhood), and character (discipline, responsibility). Theoretically, this study emphasizes that the art of hadroh as a collective experience can strengthen the process of internalizing values ​​more effectively when compared to traditional learning methods. ABSTRAK Seni hadroh yang ada di pesantren menawarkan keuntungan sebagai alat pembelajaran yang dapat menyatukan nilai-nilai spiritual, sosial, dan karakter dalam aplikasi nyata. Melalui kegiatan kelompok, hadroh berperan tidak hanya sebagai seni keagamaan, tetapi juga sebagai media untuk menginternalisasi nilai-nilai Islam secara efektif.Tujuan penelitian ini untuk mengeksplorasi bagaimana nilai-nilai Islam diinternalisasikan melalui seni Hadroh Al-Mannar di Pondok Pesantren Tri Bhakti At-Taqwa. Selain ini, studi ini juga bertujuan untuk mengidentifikasi nilai-nilai yang terbentuk dalam diri para santri serta mengkaji objek dan faktor yang mendukung dan menghambat proses tersebut. Penelitian ini juga berupaya untuk memahami pentingnya pembinaan yang terencana dalam membentuk karakter santri.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan fokus pada studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif selama 28 hari, wawancara mendalam, serta dokumentasi, ditambah dengan teknik purposive sampling dan analisis data menggunakan model dari Miles dan Huberman.Temuan dari penelitian ini menunjukkan bahwa proses internalisasi nilai dilakukan melalui kebiasaan, keteladanan, dan pengkondisian sosial. Nilai-nilai yang terbentuk terdiri dari aspek spiritual (sabar, ketenangan, syukur), sosial (gotong royong, ukhuwah), serta karakter (disiplin, tanggung jawab).Secara teoritis, studi ini menggaris bawahi bahwa seni hadroh sebagai suatu pengalaman kolektif mampu memperkuat proses internalisasi nilai dengan lebih efektif bila dibandingkan dengan metode pembelajaran tradisional.    
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN IPAS DENGAN MENERAPKAN MODEL PEMBELAJARAN PJBL (PROJECT BASED LEARNING) DI KELAS V SD INPRES WERWARU Hetti Karlina Mauday; Leonid Ritiauw; Fransheine Rumtutuly
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v6i3.10432

Abstract

Low student learning outcomes in the subject of Natural and Social Sciences (IPAS) are a common problem in Indonesian elementary schools, including at SD Inpres Werwaru, Southwest Maluku Regency. The dominance of lecture-based instruction is a primary factor contributing to low student engagement and academic achievement. This study aims to describe and analyze improvements in student learning outcomes in IPAS through the implementation of Project Based Learning (PjBL) in Grade V at SD Inpres Werwaru. This study employed a Classroom Action Research (CAR) design involving 17 fifth-grade students as research subjects. The instruments used included learning outcome tests and observation sheets. Data were analyzed using a learning mastery percentage analysis technique. The results demonstrated significant improvements across all three assessment domains. The learning mastery percentage increased from 23.5%on the pretest to 100% on the posttest, with the class average rising from 61 to 76. The cognitive domain improved from a range of 35–75 to 70–80, the psychomotor domain from 40–75 to 70–90, and the affective domain remained consistently stable at 75–83. It is concluded that the PjBL model effectively enhances students’ holistic learning outcomes in IPAS and is recommended as an innovative instructional model within the Merdeka Curriculum implementation. ABSTRAK Rendahnya hasil belajar siswa pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) merupakan permasalahan yang umum dijumpai di berbagai sekolah dasar di Indonesia, termasuk di SD Inpres Werwaru, Kabupaten Maluku Barat Daya, wilayah timur Indonesia. Dominasi metode ceramah menjadi faktor utama yang menyebabkan rendahnya keterlibatan dan capaian hasil belajar siswa dalam proses pembelajaran di sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis peningkatan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPAS melalui penerapan model pembelajaran Project Based Learning (PjBL) di kelas V SD Inpres Werwaru. Penelitian ini menggunakan desain Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan subjek penelitian 17 siswa kelas V. Instrumen yang digunakan meliputi soal tes hasil belajar dan lembar observasi. Data dianalisis menggunakan teknik analisis persentase ketuntasan belajar. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan yang signifikan pada ketiga aspek penilaian. Persentase ketuntasan belajar meningkat dari 23,5% pada pretest menjadi 100% pada posttest, dengan nilai rata-rata kelas naik dari 61 menjadi 76. Aspek kognitif meningkat dari rentang 35–75 menjadi 70–80, aspek psikomotor dari 40–75 menjadi 70–90, serta aspek afektif terjaga stabil pada kisaran 75–83. Dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran PjBL secara efektif meningkatkan hasil belajar siswa secara holistik pada mata pelajaran IPAS dan direkomendasikan sebagai model pembelajaran inovatif dalam implementasi Kurikulum Merdeka.    
KREATIVITAS PENCIPTAAN BUSANA TARI NUSANTARA DALAM PEMBELAJARAN SENI TARI Nurcahya Nurcahya; Agus Budiman; Agus Sudirman; Trianti Nugraheni
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v6i3.10554

Abstract

This study aims to describe the creativity involved in creating Indonesian dance costumes in dance learning at SMAN 5 Cimahi. The study is based on the importance of dance education, which not only introduces cultural values but also provides students with opportunities to express creativity through costume creation. This research used a qualitative descriptive approach. The participants were 36 students of class XI IPA 4, the subject teacher, the principal, and the vice principal for student affairs. Data were collected through observation, interviews, and documentation, and were analyzed using data triangulation through data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings show that students were able to demonstrate creativity in dance costume creation through learning activities that included understanding the material, sketching designs, selecting materials, and producing collaborative works. The learning process was carried out in three meetings and ran smoothly with active student participation. The uniqueness of the material, group collaboration, and teacher guidance were the main factors supporting the emergence of student creativity. This study indicates that participatory dance learning can serve as an effective means to develop creativity, self confidence, and appreciation for Nusantara culture. The findings may also inspire teachers to design more innovative and meaningful arts learning experiences. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan kreativitas penciptaan busana tari Nusantara dalam pembelajaran seni tari di SMAN 5 Cimahi. Latar belakang penelitian ini berangkat dari pentingnya pembelajaran seni tari yang tidak hanya memperkenalkan budaya, tetapi juga memberi ruang bagi siswa untuk berkreativitas melalui penciptaan busana tari. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Subjek penelitian terdiri atas 36 siswa kelas XI IPA 4, guru mata pelajaran, kepala sekolah, dan wakil kepala sekolah bidang kesiswaan. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui triangulasi data dengan tahapan reduksi, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa mampu menunjukkan kreativitas dalam penciptaan busana tari melalui proses mengenal materi, menggambar desain, menentukan bahan, dan mewujudkan karya secara berkelompok. Pembelajaran berlangsung dalam tiga pertemuan dan berjalan lancar dengan keterlibatan aktif siswa. Keunikan materi, kerja sama kelompok, serta bimbingan guru menjadi faktor utama yang mendukung munculnya kreativitas siswa. Penelitian ini menunjukkan bahwa pembelajaran seni tari yang dirancang secara partisipatif dapat menjadi sarana efektif untuk mengembangkan kreativitas, rasa percaya diri, dan apresiasi terhadap budaya Nusantara. Temuan ini juga dapat menjadi inspirasi bagi guru dalam merancang pembelajaran seni yang lebih inovatif dan bermakna.    
STRATEGI GURU MENGGUNAKAN MODEL MIND MAPPING UNTUK MENGATASI KESULITAN MENULIS PADA SISWA SEKOLAH DASAR Nur Hendra Subekti; Ahmad Nurefendi Fradana
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v6i3.10569

Abstract

This study aims to describe teachers’ strategies in using the Mind Mapping model to address writing difficulties among second-grade elementary school students, employing a descriptive qualitative approach conducted at SD Negeri Waung, Krembung Subdistrict, Sidoarjo Regency, with one teacher and six students as research subjects. Data collection was conducted through observation, interviews, and documentation, and analyzed through the stages of data reduction, data presentation, and conclusion drawing using triangulation techniques to ensure data validity. The results of the study indicate that students experience difficulties in starting their writing, developing ideas, and constructing sentences in a coherent manner, However, after implementing mind mapping, there was a noticeable improvement in writing skills, as evidenced by more focused ideas, more coherent sentence structure, and increased student confidence in writing. It can therefore be concluded that the use of mind mapping helps students organize their ideas before putting them into writing; consequently, teachers are encouraged to continue using this method in writing instruction. However, after implementing Mind Mapping, an improvement in writing skills was observed, characterized by more focused ideas, more coherent sentence structure, and increased student confidence in writing. It can therefore be concluded that the use of Mind Mapping helps students organize their ideas before putting them into writing; consequently, teachers are advised to utilize this model consistently in writing instruction. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi guru dalam menggunakan model Mind Mapping untuk mengatasi kesulitan menulis pada siswa kelas II sekolah dasar dengan pendekatan kualitatif deskriptif yang dilaksanakan di SD Negeri Waung, Kecamatan Krembung, Kabupaten Sidoarjo, dengan subjek penelitian satu orang guru dan enam siswa, pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, serta dianalisis melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan teknik triangulasi untuk menjamin keabsahan data, hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa mengalami kesulitan dalam memulai tulisan, mengembangkan ide, dan menyusun kalimat secara runtut, namun setelah penerapan Mind Mapping terlihat adanya peningkatan kemampuan menulis yang ditandai dengan ide yang lebih terarah, susunan kalimat yang lebih runtut, serta meningkatnya kepercayaan diri siswa dalam menulis, sehingga dapat disimpulkan bahwa penggunaan Mind Mapping mampu membantu siswa dalam mengorganisasi gagasan sebelum dituangkan ke dalam tulisan, oleh karena itu guru disarankan untuk memanfaatkan model ini secara berkelanjutan dalam pembelajaran menulis.  
PENGEMBANGAN E-BAHAN AJAR BERBANTUAN AUGMENTED REALITY UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR IPAS SISWA SD Tsabita Daffa Adilia; Tri Astuti
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v6i3.10596

Abstract

This research was conducted because the science learning process at SDN Ngadirgo 02 is still dominated by the use of conventional teaching materials, so that student motivation and learning outcomes are not optimal. The research aims to develop e-teaching materials assisted by Augmented Reality (AR) and test its feasibility and effectiveness in improving the motivation and learning outcomes of fourth-grade students on the topic "My Region and Its Natural Resources". The method used is Research and Development (R&D) with the ADDIE model which includes the stages of analysis, design, development, implementation, and evaluation. The research subjects were fourth-grade students of SDN Ngadirgo 02 Semarang. Data collection techniques were carried out through questionnaires, observations, tests and documentation. The data obtained were analyzed using feasibility tests, normality tests, Wilcoxon tests, N-Gain tests. The results of the study showed that the developed AR-assisted e-teaching materials obtained a very feasible category based on expert assessment. This product was also proven effective in improving student motivation and learning outcomes which were in the very high category. Based on these findings, e-teaching materials assisted by Augmented Reality can be a viable and effective innovative alternative to support science learning in elementary schools. ABSTRAK Penelitian ini dilakukan karena proses pembelajaran IPAS di SDN Ngadirgo 02 masih didominasi penggunaan bahan ajar konvensional, sehingga motivasi dan hasil belajar siswa belum optimal. Penelitian bertujuan mengembangkan e-bahan ajar berbantuan Augmented Reality (AR) serta menguji kelayakan dan efektivitasnya dalam meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa kelas IV pada materi “Daerahku dan Kekayaan Alamnya”. Metode yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan model ADDIE yang meliputi tahap analysis, design, development, implementation, dan evaluation. Subjek penelitian adalah siswa kelas IV SDN Ngadirgo 02 Semarang. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui angket, observasi, tes dan dokumentasi. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji kelayakan, uji normalitas, uji Wilcoxon, serta uji N-Gain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa e-bahan ajar berbantuan AR yang dikembangkan memperoleh kategori sangat layak berdasarkan penilaian ahli. Produk ini juga terbukti efektif dalam meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa yang berada pada kategori sangat tinggi. Berdasarkan temuan tersebut, e-bahan ajar berbantuan Augmented Reality dapat menjadi alternatif inovatif yang layak dan efektif untuk mendukung pembelajaran IPAS di sekolah dasar.    
PARENTING BERBASIS KECERDASAN EMOSIONAL UNTUK MEMBANGUN HUBUNGAN POSITIF DENGAN ANAK DI TKK NEGERI DI BOGENGA Rosadalima Bengu; Gde Putu Arya Oka; Yasinta Maria Fono; Dek Ngurah Laba Laksana
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v6i3.10604

Abstract

This research is motivated by the importance of parental emotional intelligence (EQ) in facing the complex challenges of modern parenting. This study aims to analyze the application of intelligence-based parenting in building positive relationships with children at Bogenga State Kindergarten. This study uses a descriptive qualitative method with Miles and Huberman data analysis techniques. Data were collected through interviews with parents to obtain information regarding the application of emotional intelligence-based parenting, as well as direct observation of teachers to observe teachers' attitudes towards children's behavior. Meanwhile, observations of children were conducted to determine children's attitudes and behaviors according to parent interviews and observations. The results of the study indicate that the internalization of parental EQ through emotional sensitivity, self-regulation, and open communication successfully creates secure attachments and empathetic independence in children. The contribution of this research to the world of education and society is as a reference for a responsive parenting model that can minimize children's behavioral problems and strengthen the synergy between the family and school environment in supporting the growth and development of early childhood. ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya kecerdasan emosional (EQ) orang tua dalam menghadapi tantangan pengasuhan modern yang kompleks. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan parenting berbasis kecerdasan dalam membangun hubungan positif dengan anak di TKK Negeri Bogenga. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik analisis data Miles dan Huberman, data dikumpulkan melalui wawancara terhadap orang tua untuk menggali informasi mengenai penerapan parenting berbasis kecerdasan emosional, serta observasi langsung terhadap guru untuk mengamati sikap guru terhadap perilaku anak. Sedangkan observasi pada anak dilakukan untuk mengetahui sikap dan perilaku anak sesuai dengan wawancara orang tua dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa internalisasi EQ orang tua melalui kepekaan emosional, regulasi diri, dan komunikasi terbuka berhasil menciptakan kelekatan aman (secure attachment) serta kemandirian empati pada anak. Kontribusi penelitian ini bagi dunia pendidikan dan masyarakat adalah sebagai referensi model pengasuhan responsif yang dapat meminimalisir masalah perilaku anak dan memperkuat sinergi antara lingkungan keluarga dan sekolah dalam mendukung tumbuh kembang anak usia dini.    
POLA ASUH ORANG TUA DALAM MENINGKATKAN KETERAMPILAN SOSIAL ANAK USIA DINI DI DESA NARU Olgafiana Wela; Konstantinus Dua Dhiu; Angelina Kurnia Juita; Karmelia Rosfinda Meo Maku
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v6i3.10605

Abstract

This study aims to examine the role of parenting patterns in enhancing the social skills of early childhood children in Naru Village. The research focuses on how parents provide guidance, affection, discipline, and social stimulation that supports the development of children's abilities to interact with peers. Through proper parenting, children are expected to be able to adapt, cooperate, and communicate effectively in their social environment. This study emphasizes the importance of parental involvement as a key factor in shaping children's social skills from an early age. This study uses a descriptive method with a qualitative approach to deeply explore how parenting patterns shape children's social abilities based on real phenomena in Naru Village. The research model used is a case study, focusing on children's social interactions in the context of early childhood education. The research subjects include parents and children in Naru Village. Data were collected through in-depth interviews, observation, and documentation, and then analyzed using the interactive model of Miles and Huberman. The results of this study confirm that the democratic parenting style is the approach that most supports the development of social skills in early childhood in Naru Village. This parenting style is able to balance control and warmth, allowing children to develop into confident, responsible individuals who are capable of interacting positively within their social environment. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran pola asuh orang tua dalam meningkatkan keterampilan sosial anak usia dini di Desa Naru. Fokus penelitian diarahkan pada bagaimana orang tua memberikan bimbingan, kasih sayang, kedisiplinan, serta stimulasi sosial yang mendukung perkembangan kemampuan anak untuk berinteraksi dengan teman sebaya. Melalui pola asuh yang tepat, anak diharapkan mampu beradaptasi, bekerja sama, dan berkomunikasi secara efektif dalam lingkungan sosialnya. Penelitian ini menekankan pentingnya keterlibatan orang tua sebagai faktor utama dalam pembentukan keterampilan sosial anak sejak usia dini. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif untuk menggali secara mendalam bagaimana pola asuh orang tua membentuk kemampuan sosial anak berdasarkan fenomena nyata di Desa Naru. Model penelitian yang digunakan adalah studi kasus (case study) dengan fokus pada interaksi sosial anak dalam konteks pendidikan anak usia dini. Subjek penelitian meliputi orang tua, dan anak di Desa Naru. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian ini menegaskan bahwa pola asuh demokratis merupakan pendekatan yang paling mendukung perkembangan keterampilan sosial anak usia dini di Desa Naru. Pola pengasuhan ini mampu menyeimbangkan antara kontrol dan kehangatan, sehingga anak dapat berkembang menjadi individu yang percaya diri, bertanggung jawab, dan mampu berinteraksi secara positif dalam lingkungan sosialnya.    
PERSEPSI ORANG TUA PADA PERKEMBANGAN SOSIAL EMOSIONAL TERHADAP ANAK USIA DINI MELALUI PROGRAM PARENTING Maria Delastrada Bhoki; Gde Putu Arya Oka; Angelina Kurnia Juita; Marsianus Meka
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v6i3.10606

Abstract

The urgency of this research is to describe in depth the parents' perceptions of the development of the socio-emotional aspects of early childhood in PAUD. The purpose of this study is to provide practical insights to improve parenting programs, supporting children's socio-emotional development. The study, entitled "Parents' Perceptions on the Development of Social-Emotional Aspects of Early Childhood Through Parenting Programs," uses a qualitative descriptive approach. Conducted at TKK Negeri Bogenga, Susu Village, the study involved three early childhood children and their parents or guardians. The main focus was to explore parents' perceptions of their children's socio-emotional development and assess the effectiveness of the parenting program in improving their understanding. Data were collected through direct observation of parenting activities, in-depth interviews with informants, and documentation in the form of notes, photographs, and activity archives. Data analysis used the Miles & Huberman model, including data reduction, data presentation in the form of descriptive narratives, and drawing conclusions. Data validity was guaranteed through source triangulation (parents, teachers, principals) and technical triangulation (interviews, observations, documentation). Based on the research results, it was found that all subjects had a positive perception of the implementation of the parenting program, although with varying emphasis. ABSTRAK Urgensi penelitian ini untuk menggambarkan secara mendalam persepsi orang tua terhadap perkembangan aspek sosial- emosional anak usia dini di PAUD. Tujuan dari penelitian ini untuk memberikan wawasan praktis untuk meningkatkan program parenting, mendukung perkembangan sosial-emosional anak. Penelitian dengan judul "Persepsi Orang Tua Pada Perkembangan Aspek Sosial Emosional Anak Usia Dini Melalui Program Parenting" menggunakan metode pendekatan deskriptif kualitatif. Dilaksanakan di TKK Negeri Bogenga, wilayah Kelurahan Susu, penelitian melibatkan subjek berupa 3 anak usia dini, orang tua atau wali. Fokus utama adalah mengeksplorasi persepsi orang tua terhadap perkembangan sosial-emosional anak dan menilai efektivitas program parenting dalam meningkatkan pemahaman mereka. Data dikumpulkan melalui observasi langsung terhadap kegiatan parenting, wawancara mendalam dengan informan, serta dokumentasi berupa catatan, foto, dan arsip kegiatan. Analisis data menggunakan model Miles & Huberman, meliputi reduksi data, penyajian data dalam bentuk narasi desksriptif, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data dijamin melalui triangulasi sumber (orang tua, guru, kepala sekolah) dan triangulasi teknik (wawancara, observasi, dokumentasi). Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh temuan bahwa seluruh subjek memiliki persepsi positif terhadap pelaksanaan program parenting, meskipun dengan penekanan pandangan yang berbeda-beda.    
INTEGRASI CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING DAN MEANINGFUL LEARNING DALAM PEMBELAJARAN SEKOLAH DASAR: KAJIAN LITERATUR SISTEMATIS Kadek Selda Brilianda Mandalika; IG. Agung Jaya Suryawan; Kadek Hengki Primayana
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v6i3.10631

Abstract

This study aims to analyze the integration of the Contextual Teaching and Learning (CTL) model and meaningful learning in primary education through a Systematic Literature Review (SLR). The study is driven by the need for instructional approaches that connect academic concepts with students’ real-life experiences and promote deeper understanding. The data were collected from scientific articles published between 2021 and 2025, indexed in SINTA and Google Scholar, using predetermined inclusion and exclusion criteria. The analysis was conducted through identification, selection, evaluation, and thematic synthesis of relevant literature. The findings reveal that the integration of CTL and meaningful learning forms a systematic learning pattern consisting of contextualization, concept exploration, reflection, and real-life application. This approach not only enhances students’ active engagement but also strengthens knowledge construction through meaningful experiences. In addition, the teacher’s role shifts toward a facilitator who supports reflective and contextual learning processes. The findings are theoretically aligned with the principles of meaningful learning proposed by David Ausubel and practically support the implementation of student-centered learning in the Merdeka Curriculum. Therefore, the integration of these approaches can serve as a strategic alternative to improve the quality of learning in primary education. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis integrasi model Contextual Teaching and Learning (CTL) dan meaningful learning dalam pembelajaran sekolah dasar melalui pendekatan Systematic Literature Review (SLR). Kajian ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan akan pembelajaran yang mampu menghubungkan konsep akademik dengan pengalaman nyata siswa serta membangun pemahaman yang lebih mendalam. Data diperoleh dari artikel ilmiah yang dipublikasikan pada periode 2021–2025 dan terindeks SINTA serta Google Scholar dengan menggunakan kriteria inklusi dan eksklusi yang telah ditetapkan. Proses analisis dilakukan melalui tahapan identifikasi, seleksi, evaluasi, dan sintesis literatur secara tematik. Hasil kajian menunjukkan bahwa integrasi CTL dan meaningful learning membentuk suatu pola pembelajaran yang sistematis melalui tahapan pengaitan konteks, eksplorasi konsep, refleksi, dan aplikasi dalam situasi nyata. Pendekatan ini tidak hanya mendorong keterlibatan aktif siswa, tetapi juga memperkuat konstruksi pengetahuan melalui pengalaman yang relevan. Selain itu, peran guru berkembang sebagai fasilitator yang mengarahkan proses belajar secara reflektif dan kontekstual. Secara teoretis, temuan ini sejalan dengan konsep pembelajaran bermakna yang dikemukakan oleh David Ausubel, sedangkan secara praktis mendukung implementasi pembelajaran berpusat pada siswa dalam Kurikulum Merdeka. Oleh karena itu, integrasi kedua pendekatan ini dapat menjadi alternatif strategis dalam mengembangkan pembelajaran yang lebih kontekstual dan bermakna di sekolah dasar.