cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalp4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
jurnalp4i@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayani, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, NTB
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran
ISSN : 27770583     EISSN : 27770575     DOI : https://doi.org/10.51878/learning.v1i2.376
Core Subject : Education,
LEARNING : Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pembelajaran diterbitkan 4 kali setahun (Februari, Mei, Agustus, dan November) oleh Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I) yang berada dibawah naungan Yayasan Insan Cendekia Indonesia Raya dan berafiliasi dengan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Hamzanwadi, MKKS SMP Negeri Kab. Lombok Timur dan Ikatan Guru Indonesia Kab. Tulang Bawang. Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan pendidikan dan pembelajaran.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 739 Documents
IMPLEMENTASI TEKNOLOGI DIGITAL DALAM PENYUSUNAN RENCANA KERJA SEKOLAH: SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW Muhammad Sofyan Atsauri; Sukarman Sukarman; Muhammad Aris Kurniawan
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v6i2.8982

Abstract

This study synthesizes scholarly evidence on the implementation of digital technologies in the preparation of School Work Plans (Rencana Kerja Sekolah/RKS) as strategic and operational planning instruments that guide programmes, budgeting, and school performance monitoring. Although information systems, data dashboards, and collaborative platforms are increasingly adopted in educational administration, knowledge about how these technologies enhance the quality of school planning remains fragmented. A Systematic Literature Review (SLR) was conducted following PRISMA 2020. Literature was searched in Scopus, Web of Science, ERIC, and ScienceDirect/Google Scholar using keywords related to school development plan, school improvement planning, management information system, dashboard, and digital budgeting (2015–2025). After de-duplication, title/abstract screening, full-text assessment, and Quality Assessment (QA1–QA3), 15 studies were retained and analysed via thematic synthesis. Findings indicate five dominant technology clusters: (1) data infrastructures (EMIS/SMIS/SIS) for needs diagnosis and priority mapping; (2) analytics and dashboards for sense-making and target setting; (3) digital collaboration platforms that expand stakeholder participation in programme design; (4) e-budgeting/e-procurement systems that strengthen budgeting accountability; and (5) indicator-based monitoring and evaluation systems that accelerate reporting and feedback loops. Successful implementation depends on data literacy, digital leadership, technical support, data governance, and change management. This review proposes a 'Digital Data-Enabled RKS Cycle' to guide technology integration across the entire school planning process. ABSTRAK Penelitian ini mensintesis bukti ilmiah tentang implementasi teknologi digital dalam penyusunan Rencana Kerja Sekolah (RKS) sebagai instrumen perencanaan strategis dan operasional yang memandu program, penganggaran, serta pemantauan kinerja sekolah. Walaupun adopsi sistem informasi, data dashboard, dan platform kolaborasi meningkat pada administrasi pendidikan, pengetahuan mengenai bagaimana teknologi tersebut meningkatkan kualitas perencanaan sekolah masih tersebar. Kajian ini menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) dengan pedoman PRISMA 2020. Pencarian literatur dilakukan pada Scopus, Web of Science, ERIC, dan ScienceDirect/Google Scholar menggunakan kata kunci terkait school development plan, school improvement planning, management information system, dashboard, dan digital budgeting pada rentang 2015–2025. Setelah penghapusan duplikasi, penyaringan judul atau abstrak, penilaian teks penuh, serta Quality Assessment (QA1–QA3), terpilih 15 studi yang dianalisis melalui sintesis tematik. Hasil menunjukkan lima kelompok teknologi dominan: (1) infrastruktur data (EMIS/SMIS/SIS) untuk diagnosis kebutuhan dan pemetaan prioritas; (2) analitik dan dashboard untuk sense-making dan penetapan target; (3) platform kolaborasi digital yang memperluas partisipasi pemangku kepentingan dalam penyusunan program; (4) sistem e-budgeting atau e-procurement yang meningkatkan akuntabilitas penganggaran; serta (5) sistem monitoring dan evaluasi berbasis indikator yang mempercepat pelaporan dan umpan balik. Keberhasilan implementasi ditentukan oleh literasi data, kepemimpinan digital, dukungan teknis, tata kelola data, dan manajemen perubahan. Penelitian ini merekomendasikan kerangka 'Siklus RKS Berbasis Data Digital' sebagai panduan integrasi teknologi pada seluruh tahapan perencanaan sekolah.  
INOVASI MEDIA SMART BOX SEBAGAI SARANA STIMULASI MEMBACA PERMULAAN PADA ANAK USIA DINI Zamalla Faradiba Jauzza; Aprilia Wahyuning Fitri
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v6i2.9029

Abstract

This study aims to develop smart box media to improve early reading skills of children aged 4–5 years, which are appropriate in terms of validity, practicality, and feasibility. The method used was Research and Development (R&D) employing the 4D model (define, design, develop, and disseminate). The research subjects involved two kindergartens with two teachers in the feasibility test, and two kindergartens with four teachers in the practicality test. The data collection instruments consisted of media expert validation sheets, material expert validation sheets, and teacher/user questionnaires. The data analysis techniques included validity testing, practicality testing, and feasibility testing of the learning media. The results of the learning media validity were obtained from expert evaluations, showing a 94% score categorized as very valid for media validation and 92% categorized as very valid for material validation. The practicality results, based on teacher questionnaire assessments, achieved a 100% score, categorized as very practical. The implications of this study indicate that the integration of smart box learning media in the learning process can have a significant positive impact on children’s learning outcomes. The findings provide a foundation for teachers to adopt similar media in instructional practices and offer insights for educational media developers in creating more innovative and effective learning tools. Thus, this study contributes to improving the quality of education and achieving better learning outcomes in schools. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media smart box untuk meningkatkan kemampuan membaca permulaan pada anak usia 4-5 tahun yang layak ditinjau dari segi kevalidan, kepraktisan, dan kelayakan. Metode yang digunakan adalah penelitian dan pengembangan atau research and development dengan menggunakan model 4D (define, design, develop, disseminate). Subjek penelitian yang digunakan pada ujian kelayakan pada 2 TK dengan 2 guru, dan uji kepraktisan pada 2 TK dengan 4 guru. Instrumen pengumpulan data adalah lembar validasi ahli media, lembar validasi ahli materi, lembar angket guru/ pengguna. Teknik analisis data yang digunakan adalah uji kevalidan, uji kepraktisan, uji kelayakan media pembelajaran. Hasil data kevalidan media pembelajaran diperoleh berdasarkan hasil penilaian validasi media oleh ahli yang memperoleh persentase sebesar 94% dengan kategori sangat valid, validasi materi sebesar 92% dengan kategori sangat valid. Hasil data kepraktisan diperoleh berdasarkan hasil penilaian angket guru yang memperoleh persentase 100% dengan kategori sangat praktis. Implikasi dari penelitian ini menunjukkan bahwa integrasi media pembelajaran smart box dalam proses belajar dapat  memberikan dampak positif yang signifikan terhadap hasil belajar anak. Hasil penelitian ini dapat menjadi dasar bagi guru untuk mengadopsi media serupa dalam proses belajar, serta memberikan wawasan bagi pengembang media pendidikan dalam menciptakan alat bantu belajar yang lebih inovatif dan efektif. Dengan demikian, penelitian ini berkontribusi pada peningkatan kualitas pendidikan dan pencapaian hasil belajar yang lebih baik di sekolah.
PENERAPAN REPETITION DAN REINFORCEMENT DALAM PEMBENTUKAN KETERAMPILAN PRAKTIK KEJURUAN MURID SMK Dwi Retno P; Ratna Dwi N; Khurrota A'yuni; Kuntianah Kuntianah; Erna Handayanah; Arief Rahman Yusuf
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v6i2.9031

Abstract

This research examines the implementation of repetition and reinforcement methods in developing vocational practical skills of students at SMK Negeri 1 Ponorogo. The gap between vocational school graduates' competencies and industry needs drives the necessity for evaluating more effective learning methods. The study employs a quantitative approach with quasi-experimental pretest-posttest control group design involving 120 eleventh-grade students from Visual Communication Design and Accounting programs. Samples were divided into experimental groups receiving repetition and reinforcement methods treatment, and control groups with conventional learning. The intervention was conducted for 12 weeks with measurements using practical skills tests and observation sheets. Data analysis using descriptive and inferential statistics showed significant results. The experimental group achieved N-Gain 0.72 with score improvement from 64.23 to 85.45, while the control group only achieved N-Gain 0.28 with improvement from 63.87 to 72.18. Independent samples t-test produced t-value 10.127 with Cohen's d effect size of 1.85 indicating very large impact. Both vocational programs showed consistent improvement patterns with Visual Communication Design reaching effect size 1.92 and Accounting 1.81. Findings prove that integration of repetition and reinforcement methods effectively enhances students' vocational practical skills through structured repeated practice and continuous positive reinforcement. ABSTRAK Penelitian ini mengkaji implementasi metode repetition dan reinforcement dalam pembentukan keterampilan praktik kejuruan siswa SMK Negeri 1 Ponorogo. Kesenjangan antara kompetensi lulusan SMK dengan kebutuhan industri mendorong perlunya evaluasi metode pembelajaran yang lebih efektif. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi-experimental pretest-posttest control group design yang melibatkan 120 siswa kelas XI dari program Desain Komunikasi Visual dan Akuntansi. Sampel dibagi menjadi kelompok eksperimen yang mendapat perlakuan metode repetition dan reinforcement, serta kelompok kontrol dengan pembelajaran konvensional. Intervensi dilaksanakan selama 12 minggu dengan pengukuran menggunakan tes keterampilan praktik dan lembar observasi. Analisis data menggunakan statistik deskriptif dan inferensial menunjukkan hasil signifikan. Kelompok eksperimen mencapai N-Gain 0,72 dengan peningkatan skor dari 64,23 menjadi 85,45, sementara kelompok kontrol hanya mencapai N-Gain 0,28 dengan peningkatan dari 63,87 menjadi 72,18. Uji independent samples t-test menghasilkan nilai t hitung 10,127 dengan effect size Cohen's d sebesar 1,85 yang mengindikasikan dampak sangat besar. Kedua program keahlian menunjukkan pola peningkatan konsisten dengan DKV mencapai effect size 1,92 dan Akuntansi 1,81. Temuan membuktikan bahwa integrasi metode repetition dan reinforcement secara efektif meningkatkan keterampilan praktik kejuruan siswa melalui praktik berulang terstruktur dan penguatan positif berkelanjutan.    
KLIK, BELAJAR, BERIBADAH : TRANSFORMASI PEMBELAJARAN PAI DI ERA DIGITAL Ananda Fadhilatul Isnaini; Anita Puji Astutik
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v6i1.9044

Abstract

The world of education has undergone significant changes due to the digital era, including Islamic Religious Education (PAI) learning. The background of this research is to understand how changes in Islamic Religious Education (PAI) learning adapt to the increasingly rapid advancement of digital technology. This research focuses on the role of the digital era in Islamic Religious Education (PAI) learning and the transformations occurring at SMKN 3 Buduran. To collect data, this study used a descriptive qualitative approach through interviews, observations, and documentation with educators, students, and relevant school officials. This research covers the introduction of digital technology, the use of innovations in digital-based learning, new regulations supporting technology adoption, and an analysis of the impacts and benefits of this transformation. The results show that digital media such as PowerPoint, Canva, Islamic religious videos, and the Indonesian Quran application make Islamic Religious Education (PAI) learning more engaging, interactive, and accessible. At SMKN 3 Buduran, the digital transformation is supported by teacher training, modern facilities, and innovative digital learning projects. However, this study also found that spiritual values ​​and character building must be maintained through the use of technology. ABSTRAK Dunia pendidikan telah mengalami perubahan besar karena era digital, termasuk pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI). Latar belakang penelitian ini adalah untuk memahami bagaimana perubahan dalam pembelajaran PAI beradaptasi dengan kemajuan teknologi digital yang semakin pesat. Penelitian ini berfokus pada peran era digital dalam pembelajaran PAI dan transformasi yang terjadi di SMKN 3 Buduran. Untuk mengumpulkan data, penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan melakukan wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap pendidik, siswa, dan pihak sekolah yang terkait. Penelitian ini mencakup pengenalan digital, penggunaan inovasi dalam pembelajaran berbasis digital, peraturan baru yang mendukung adopsi teknologi, dan analisis dampak dan keuntungan dari transformasi ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media digital seperti PowerPoint, Canva, video dakwah, dan aplikasi Al-Qur'an Indonesia membuat pembelajaran PAI lebih menarik, interaktif, dan mudah diakses. Di SMKN 3 Buduran, transformasi digital didukung oleh pelatihan guru, fasilitas modern, dan proyek pembelajaran digital inovatif. Namun, penelitian ini juga menemukan bahwa nilai-nilai spiritual dan pembinaan karakter harus dijaga dengan penggunaan teknologi.
KEMAMPUAN PEDAGOGICAL CONTENT KNOWLEDGE GURU SMK DALAM PENYUSUNAN RPP ESTIMASI BIAYA KONSTRUKSI Heri Franata Sitorus; Asri Widowati; Doni Dwi Hartanto; Willy Ihsan Rizkyanto; Anni Zahara Putri; Defris Hanindya Edwiyan Pradana
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v6i2.9141

Abstract

Pedagogical Content Knowledge (PCK) is a key competence in vocational education, as it requires the integration of subject matter mastery and contextualized pedagogical strategies. In the subject of Construction Cost Estimation (CCE), the quality of Lesson Plan development is strongly determined by teachers’ PCK ability. This study aims to describe the PCK ability of CCE teachers in public vocational high schools in the Special Region of Yogyakarta in developing Lesson Plans, viewed from teacher certification status and school accreditation level. This study employed a quantitative descriptive approach involving 16 CCE teachers from A- and B-accredited public vocational schools. Data were collected using a validated and reliable PCK questionnaire (Cronbach’s Alpha = 0.82) and supported by classroom observations. Data analysis was conducted using descriptive statistics and an independent samples t-test. The results show that the PCK ability of CCE teachers is generally categorized as good (87.50%). The mean score of teachers in A-accredited schools was 73.33, while those in B-accredited schools obtained a mean score of 72.50. Certified teachers achieved a mean score of 73.63, whereas non-certified teachers scored 72.00. Statistical testing indicates no significant differences in PCK ability based on school accreditation (Sig. = 0.863) or teacher certification status (Sig. = 0.716). These findings suggest that the relatively equal distribution of PCK ability may be influenced by collaborative practices within the Subject Teacher Forum (MGMP). Strengthening teachers’ PCK should therefore focus on developing more contextual and innovative instructional strategies rather than merely standardizing lesson planning documents. ABSTRAK Pedagogical Content Knowledge (PCK) merupakan kompetensi kunci dalam pembelajaran vokasi karena menuntut integrasi antara penguasaan materi dan strategi pedagogis yang kontekstual. Pada mata pelajaran Estimasi Biaya Konstruksi (EBK), kualitas Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) sangat ditentukan oleh kemampuan PCK guru. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan PCK guru EBK di SMK Negeri Daerah Istimewa Yogyakarta dalam menyusun RPP, ditinjau dari status sertifikasi pendidik dan akreditasi sekolah. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan subjek 16 guru EBK dari SMK Negeri berakreditasi A dan B. Data dikumpulkan melalui angket PCK yang tervalidasi dan reliabel (Cronbach’s Alpha = 0,82) serta observasi pembelajaran. Analisis dilakukan menggunakan statistik deskriptif dan uji independent t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan PCK guru EBK berada pada kategori baik (87,50%), dengan rata-rata skor sekolah berakreditasi A sebesar 73,33 dan akreditasi B sebesar 72,50. Guru bersertifikasi memiliki rata-rata 73,63, sedangkan guru belum bersertifikasi 72,00. Uji statistik menunjukkan tidak terdapat perbedaan signifikan kemampuan PCK berdasarkan akreditasi sekolah (Sig. = 0,863) maupun status sertifikasi pendidik (Sig. = 0,716). Temuan ini mengindikasikan bahwa pemerataan kemampuan PCK dipengaruhi oleh kolaborasi melalui MGMP. Penguatan PCK perlu diarahkan pada pengembangan strategi pembelajaran EBK yang lebih kontekstual dan inovatif, tidak hanya pada keseragaman perangkat pembelajaran.
DIGITAL INNOVATION IN AUTOMOTIVE EDUCATION : IMPROVING COLLABORATION SKILL OF STUDENT USING INTERACTIVE FLIPBOOK Faisal Anas Kunesa; Warju Warju; A. Grummy Wailanduw; Hamid Ramadhan Nur
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v6i2.9194

Abstract

  Students in the twenty-first century need to be able to work together effectively and be actively involved in their own education. Creating interactive learning material based on flipbooks is one way to bolster these abilities. The purpose of this research is to investigate how students' collaborative abilities are impacted by the use of flipbook media and to document their reactions to the created materials. The researchers in this study used a quasi experimental (group posstest design), which meant that only one set of students received the instructional materials (flipbooks) and the associated activities. An observation sheet for teamwork abilities and a questionnaire for student feedback made up the study tools. After using flipbook media, students cooperation abilities significantly improved, as shown by a significance value of 0.000 < 0.05 in the comparative test on collaboration skills. In addition, the reliability test yielded a Cronbach's Alpha score of 0.846, reflecting strong reliability, and the validity test showed that all ten questionnaire questions had correlation coefficients higher than 0.361, proving that all items were valid. Evident from these results, the flipbook medium was well-received by the student. Thus, the created flipbook-based learning material is well-received and useful for improving students teamwork abilities and receives positive responses, making it suitable for use as an interactive learning medium in twenty-first century learning.   ABSTRAK Siswa di abad ke-21 perlu mampu bekerja sama secara efektif dan terlibat aktif dalam pendidikan mereka sendiri. Membuat materi pembelajaran interaktif berbasis flipbook adalah salah satu cara untuk meningkatkan kemampuan ini. Tujuan penelitian ini adalah untuk menyelidiki bagaimana kemampuan kolaborasi siswa dipengaruhi oleh penggunaan media flipbook dan untuk mendokumentasikan reaksi mereka terhadap materi yang dibuat. Para peneliti dalam studi ini menggunakan desain kuasi eksperimental (desain posttest kelompok), yang berarti hanya satu kelompok siswa yang menerima materi pembelajaran (flipbook) dan aktivitas terkait. Lembar observasi untuk kemampuan kerja tim dan kuesioner untuk umpan balik siswa merupakan alat penelitian. Setelah menggunakan media flipbook, kemampuan kerja sama siswa meningkat secara signifikan, seperti yang ditunjukkan oleh nilai signifikansi 0,000 < 0,05 dalam uji komparatif pada keterampilan kolaborasi. Selain itu, uji reliabilitas menghasilkan skor Alpha Cronbach sebesar 0,846, yang mencerminkan reliabilitas yang kuat, dan uji validitas menunjukkan bahwa semua sepuluh pertanyaan kuesioner memiliki koefisien korelasi lebih tinggi dari 0,361, membuktikan bahwa semua item valid. Terbukti dari hasil ini, media flipbook diterima dengan baik oleh siswa. Dengan demikian, materi pembelajaran berbasis flipbook yang dibuat diterima dengan baik dan bermanfaat untuk meningkatkan kemampuan kerja tim siswa serta mendapat respons positif, sehingga cocok digunakan sebagai media pembelajaran interaktif dalam pembelajaran abad ke-21.
PENINGKATAN LITERASI DIGITAL DAN KREATIVITAS SISWA DALAM PEMBELAJARAN PAI MENGGUNAKAN MEDIA CHROMEBOOK BERBASIS APLIKASI CANVA Qorrie Aina Maryam; Armai Arief; Abdul Ghofur
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v6i1.9198

Abstract

This study aims to analyze the effectiveness of using Chromebooks with the Canva application to improve students' digital literacy and creativity in Islamic Religious Education (IRE) at the elementary school level. The integration of technology in IRE is an urgent need in the digital age that must be addressed. This study uses a mixed methods approach with an explanatory sequential strategy. The research subjects were fifth and sixth grade students. Data collection was conducted through tests, observations, interviews, and documentation, analyzed using Wilcoxon and N-Gain statistical tests, as well as qualitative descriptive analysis. The results showed: 1) There was a significant increase in the variables of digital literacy and creativity in both classes (Asymp. Sig < 0.001); 2) The effectiveness of the improvement in Grade V was classified as High (N-Gain Literacy 0.81; Creativity 0.85) and was superior to Grade VI (Medium category), challenging the assumption of linearity in cognitive development; 3) The scaffolding strategy was proven to be successful in transforming technical anxiety into computer self-efficacy; 4) The use of technology also strengthened the ethical dimension through the practice of validating sources of arguments. This study concludes that Chromebook and Canva are effective adaptive learning media for accelerating students' digital competence and creative character in Islamic Religious Education (IRE) subjects. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas penggunaan media Chromebook berbasis aplikasi Canva dalam meningkatkan literasi digital dan kreativitas siswa pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di tingkat sekolah dasar. Integrasi teknologi dalam PAI merupakan urgensi di era digital yang perlu diatasi. Penelitian ini menggunakan metode kombinasi (mixed methods) dengan strategi explanatory sequential. Subjek penelitian adalah siswa Kelas V dan VI. Pengumpulan data dilakukan melalui tes, observasi, wawancara, dan dokumentasi, dianalisis menggunakan uji statistik Wilcoxon dan N-Gain, serta analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan: 1) Terdapat peningkatan signifikan pada variabel literasi digital dan kreativitas di kedua kelas (Asymp. Sig < 0,001); 2) Efektivitas peningkatan pada Kelas V tergolong kategori Tinggi (N-Gain Literasi 0,81; Kreativitas 0,85) dan lebih unggul dibandingkan Kelas VI (kategori Sedang), menantang asumsi linieritas perkembangan kognitif; 3) Strategi scaffolding terbukti berhasil mengubah kecemasan teknis menjadi computer self-efficacy; 4) Pemanfaatan teknologi juga memperkuat dimensi etika melalui praktik validasi sumber dalil. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Chromebook dan Canva adalah media pembelajaran adaptif yang efektif untuk mengakselerasi kompetensi digital dan karakter kreatif siswa pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI).
KAJIAN META-ANALISIS: INDIKATOR PRIORITAS RAPOR PENDIDIKAN DALAM KURIKULUM MERDEKA Sella Fajrina Yuza; Misbahul Jannah
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v6i1.9216

Abstract

This study was motivated by the transformation of education through the Independent Curriculum in order to respond to global challenges. The focus of the problem is to holistically synthesize six priority indicators of the Education Report Card: literacy, numeracy, character, safety climate, diversity climate, and learning quality, which are often only examined partially. Using meta-analysis, this study integrates findings from 60 scientific articles published between 2021 and 2025 through systematic searching and data documentation. The analysis shows a positive impact on education quality, despite obstacles such as low levels of higher cognitive literacy, weaknesses in numeracy reasoning, and bullying issues in the safety climate. The main conclusion confirms that although the Independent Curriculum has a significant impact, its success requires continuous efforts through Data-Based Planning (PBD), optimization of the Merdeka Mengajar Platform (PMM), and intensive collaboration between schools and parents to overcome implementation obstacles in the field. ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh transformasi pendidikan melalui Kurikulum Merdeka guna menjawab tantangan global. Fokus masalahnya adalah mensintesis secara holistik enam indikator prioritas Rapor Pendidikan literasi, numerasi, karakter, iklim keamanan, iklim kebhinekaan, dan kualitas pembelajaranyang sering kali hanya dikaji secara parsial. Menggunakan metode meta-analisis, penelitian ini mengintegrasikan temuan dari 60 artikel ilmiah periode 2021-2025 melalui tahapan penelusuran sistematis dan dokumentasi data. Hasil analisis menunjukkan dampak positif pada mutu pendidikan, meski terdapat kendala seperti rendahnya literasi kognitif tingkat tinggi, kelemahan penalaran numerasi, serta isu perundungan pada iklim keamanan. Simpulan utama menegaskan bahwa meskipun Kurikulum Merdeka memberikan pengaruh signifikan, keberhasilannya memerlukan upaya berkelanjutan melalui Perencanaan Berbasis Data (PBD), optimalisasi Platform Merdeka Mengajar (PMM), dan kolaborasi intensif antara sekolah dengan orang tua untuk mengatasi hambatan implementasi di lapangan.  
TOTAL QUALITY MANAGEMENT DALAM SISTEM MANAJEMEN BERBASIS MADRASAH DI SMP M. Saifuddin Al-Huda; Mudzakkir Ali; Nur Cholid; Ifada Retno Ekaningrum
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v6i1.9242

Abstract

Efforts to improve the quality of education are a continuous process that requires constant innovation to prevent educational institutions from stagnating amidst increasingly competitive global competition. This study aims to analyze the implementation of Total Quality Management (TQM) at Sirojuttholibin Pegandon Kendal Middle School, focusing on leadership, continuous improvement, quality standard setting, and customer relationship management. Using a qualitative approach with field study methods through observation, in-depth interviews, and documentation, this study examines the managerial stages that are systematically implemented. The findings indicate that the principal applies democratic leadership through a bottom-up decision-making mechanism that is effective in increasing participation and a sense of ownership of all components of the madrasah. The quality improvement strategy is implemented through the PDCA (Plan-Do-Check-Act) cycle to ensure regular evaluation and rapid corrective action on operational constraints. Quality standards are realized through student-centered learning methods and optimization of infrastructure that supports active interaction. As supporting data for the effectiveness of TQM, the integration of digital applications has been proven to boost the average learning achievement score by up to twenty percent. Customer relationships are also strengthened through strategic collaborations with the business world and external training institutions. The main conclusion confirms that consistent implementation of TQM has succeeded in transforming madrasah management to be more professional, responsive to change, and able to fulfill customer satisfaction holistically in order to produce competitive graduates according to the demands of the times. ABSTRAK Upaya peningkatan mutu pendidikan merupakan proses berkesinambungan yang menuntut inovasi konstan agar lembaga pendidikan tidak mengalami stagnasi di tengah persaingan global yang semakin kompetitif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan Total Quality Management (TQM) di SMP Sirojuttholibin Pegandon Kendal dengan fokus pada kepemimpinan, perbaikan berkelanjutan, penetapan standar kualitas, dan manajemen hubungan pelanggan. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi lapangan melalui teknik observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, penelitian ini mengkaji tahapan manajerial yang diimplementasikan secara sistematis. Temuan menunjukkan bahwa kepala sekolah menerapkan kepemimpinan demokratis melalui mekanisme pengambilan keputusan bottom-up yang efektif dalam meningkatkan partisipasi serta rasa memiliki seluruh komponen madrasah. Strategi perbaikan mutu dijalankan melalui siklus PDCA (Plan-Do-Check-Act) untuk memastikan evaluasi berkala dan tindakan korektif yang cepat terhadap kendala operasional. Standar kualitas diwujudkan melalui metode pembelajaran berpusat pada siswa serta optimalisasi sarana prasarana yang mendukung interaksi aktif. Sebagai data pendukung efektivitas TQM, integrasi aplikasi digital terbukti mampu mendongkrak nilai rata-rata prestasi belajar hingga dua puluh persen. Hubungan pelanggan juga diperkuat melalui kolaborasi strategis dengan dunia usaha dan lembaga pelatihan eksternal. Simpulan utama menegaskan bahwa implementasi TQM yang konsisten berhasil mentransformasi manajemen madrasah menjadi lebih profesional, responsif terhadap perubahan, dan mampu memenuhi kepuasan pelanggan secara holistik demi menghasilkan lulusan kompetitif sesuai tuntutan zaman.    
IMPLEMENTASI METODE PROBLEM SOLVING DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS PESERTA DIDIK PADA MATA PELAJARAN FIQIH Sintia Irayati; Uswatun Khasanah; Agus Susanti
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v6i1.9264

Abstract

This study aims to analyze the implementation of the Problem Solving method in Fiqh learning and its contribution to improving students’ critical thinking skills. The research employed a descriptive qualitative approach with a field research design. The study was conducted at Madrasah Aliyah Darul Ulum Sukoharjo, Pringsewu, involving Fiqh teachers and eleventh-grade students as research subjects. Data were collected through observation, interviews, and documentation, while data analysis used an interactive analysis model consisting of data reduction, data display, and conclusion drawing. The results indicate that the implementation of the Problem Solving method was carried out through systematic lesson planning, the presentation of contextual Fiqh-related problems, and evaluation processes that emphasized problem-solving activities. This method contributed positively to the improvement of students’ critical thinking skills, as reflected in the aspects of interpretation, analysis, evaluation, inference, and explanation in determining Fiqh rulings. The study concludes that the Problem Solving method is effective in Fiqh learning to encourage student participation and to develop critical thinking skills gradually. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi metode Problem Solving dalam pembelajaran Fiqih serta kontribusinya terhadap peningkatan kemampuan berpikir kritis peserta didik. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain penelitian lapangan (field research). Lokasi penelitian bertempat di Madrasah Aliyah Darul Ulum Sukoharjo, Pringsewu, dengan subjek penelitian guru mata pelajaran Fiqih dan peserta didik kelas XI. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan model analisis interaktif yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi metode Problem Solving dilaksanakan melalui perencanaan pembelajaran yang sistematis, penyajian permasalahan Fiqih yang kontekstual, serta evaluasi yang menekankan proses pemecahan masalah. Implementasi metode ini berkontribusi positif terhadap peningkatan kemampuan berpikir kritis peserta didik yang terlihat pada aspek interpretasi, analisis, evaluasi, inferensi, dan eksplanasi dalam menentukan hukum Fiqih. Penelitian ini menyimpulkan bahwa metode Problem Solving efektif digunakan dalam pembelajaran Fiqih untuk mendorong keaktifan peserta didik dan mengembangkan kemampuan berpikir kritis secara bertahap.