cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalp4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
jurnalp4i@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayani, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, NTB
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran
ISSN : 27770583     EISSN : 27770575     DOI : https://doi.org/10.51878/learning.v1i2.376
Core Subject : Education,
LEARNING : Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pembelajaran diterbitkan 4 kali setahun (Februari, Mei, Agustus, dan November) oleh Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I) yang berada dibawah naungan Yayasan Insan Cendekia Indonesia Raya dan berafiliasi dengan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Hamzanwadi, MKKS SMP Negeri Kab. Lombok Timur dan Ikatan Guru Indonesia Kab. Tulang Bawang. Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan pendidikan dan pembelajaran.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 844 Documents
STRATEGI GURU DALAM MENCIPTAKAN LINGKUNGAN BELAJAR ANAK USIA DINI Muthoibah Lilisthozi; Sri Agustina; Ampun Bantali
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v6i3.11812

Abstract

A conducive learning environment is a crucial factor in supporting the development and success of the early childhood learning process. Teachers play a strategic role in creating a learning atmosphere that is safe, comfortable, and enjoyable, while also capable of optimally stimulating children's development. This study aims to describe the strategies employed by teachers to create a conducive learning environment for young children. It utilizes a descriptive research design and a qualitative methodology. Teachers served as the primary data sources, with data collected through observation, interviews, and recordings. The data analysis process involved data reduction, data presentation, and conclusion drawing, while source and technique triangulation were used to confirm data validity. The results indicate that teachers implement various strategies to create a conducive learning environment, such as arranging the classroom to suit children's needs and characteristics, fostering a safe and enjoyable atmosphere, consistently applying classroom rules, using engaging learning materials, and establishing positive communication with students. Additionally, parental involvement and the availability of facilities and infrastructure serve as supporting factors in realizing an effective learning environment. The findings demonstrate that successfully creating a conducive learning environment depends not only on the physical management of the classroom but also on the teacher's ability to foster positive interactions and support the child's holistic development. ABSTRAK Lingkungan belajar yang kondusif merupakan salah satu faktor penting dalam mendukung perkembangan dan keberhasilan proses pembelajaran anak usia dini. Guru memiliki peran strategis dalam menciptakan suasana belajar yang aman, nyaman, menyenangkan, dan mampu merangsang perkembangan anak secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi guru dalam menciptakan lingkungan belajar yang kondusif bagi anak usia dini. Penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif dan metodologi kualitatif. Guru menjadi sumber utama data, yang dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan perekaman. Tahapan analisis data meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, sedangkan triangulasi sumber dan teknik digunakan untuk mengonfirmasi validitas data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru menerapkan berbagai strategi dalam menciptakan lingkungan belajar yang kondusif, antara lain menata ruang kelas sesuai kebutuhan dan karakteristik anak, menciptakan suasana belajar yang aman dan menyenangkan, menerapkan aturan kelas secara konsisten, menggunakan media pembelajaran yang menarik, serta membangun komunikasi yang positif dengan peserta didik. Selain itu, keterlibatan orang tua dan ketersediaan sarana prasarana turut menjadi faktor pendukung dalam mewujudkan lingkungan belajar yang efektif. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa keberhasilan penciptaan lingkungan belajar yang kondusif tidak hanya bergantung pada pengelolaan fisik kelas, tetapi juga pada kemampuan guru dalam membangun interaksi yang positif dan mendukung perkembangan anak secara menyeluruh.
PENGARUH VISUAL RHYTHM LIGHT TERHADAP KETEPATAN IRAMA SENI TARI PADA ANAK GANGGUAN PENDENGARAN Rizki Aulia Marni; Faiz Noormiyanto
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v6i4.12243

Abstract

ABSTRACT This study was motivated by the low level of rhythmic accuracy in dance performance among third-grade students with hearing impairments at SLBN 31 PKLK Negeri Pangkalpinang. Limitations in receiving auditory stimuli often make it difficult for students with hearing impairments to follow musical rhythms accurately, highlighting the need for learning media that accommodate their characteristics. This study aimed to examine the effect of Visual Rhythm Light on dance rhythm accuracy among students with hearing impairments. A quantitative approach was employed using an experimental method with a one-group pretest-posttest design. The participants were third-grade students with hearing impairments at SLBN 31 PKLK Negeri Pangkalpinang. Data were collected through dance rhythm accuracy tests administered before and after the intervention. Data analysis was conducted using descriptive non-parametric statistics, while hypothesis testing was performed using the Wilcoxon Signed Ranks Test at a significance level of 0.05. The results showed an Asymp. Sig. (2-tailed) value of 0.043, which was lower than 0.05, indicating that the null hypothesis was rejected and the alternative hypothesis was accepted. These findings demonstrate a significant difference between pretest and posttest scores following the implementation of Visual Rhythm Light. Therefore, it can be concluded that Visual Rhythm Light has a significant positive effect on improving dance rhythm accuracy among third-grade students with hearing impairments at SLBN 31 PKLK Negeri Pangkalpinang. ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya ketepatan irama seni tari pada anak dengan gangguan pendengaran kelas III SDLB di SLBN 31 PKLK Negeri Pangkalpinang. Keterbatasan dalam menerima rangsangan auditori menyebabkan peserta didik mengalami kesulitan dalam mengikuti irama musik secara tepat, sehingga diperlukan media pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan Visual Rhythm Light terhadap ketepatan irama seni tari pada anak dengan gangguan pendengaran. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen dan desain one-group pretest-posttest. Subjek penelitian adalah anak dengan gangguan pendengaran kelas III SDLB di SLBN 31 PKLK Negeri Pangkalpinang. Data dikumpulkan melalui tes ketepatan irama seni tari yang diberikan sebelum dan sesudah perlakuan. Analisis data dilakukan menggunakan statistik nonparametrik secara deskriptif dan pengujian hipotesis menggunakan Wilcoxon Signed Ranks Test pada taraf signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan nilai Asymp. Sig. (2-tailed) sebesar 0,043 yang lebih kecil dari 0,05, sehingga hipotesis nol ditolak dan hipotesis alternatif diterima. Temuan ini menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara hasil pretest dan posttest setelah penggunaan Visual Rhythm Light. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penggunaan Visual Rhythm Light berpengaruh signifikan terhadap peningkatan ketepatan irama seni tari pada anak dengan gangguan pendengaran kelas III SDLB di SLBN 31 PKLK Negeri Pangkalpinang.
ANALYSIS OF KINDNESS VALUES IN AN ENGLISH SYLLABUS FOR INDUSTRIAL ENGINEERING STUDENTS Suci Tresna Dewi Handayani; Titania Sari; Ai Nurhayati; Raden Aulia Utami Hidayat
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v6i3.12317

Abstract

The occurrence of negative behaviors, such as hate speech and bullying, highlights the importance of strengthening character values for ethical and professional conduct in the workplace. Although character values in English language syllabi have been widely studied, their integration in Engineering education has received less attention. Examining these values supports the development of a syllabus that addresses both language skills and professional values. Therefore, this study aims to analyze how kindness is represented and integrated into an English course syllabus in an Industrial Engineering program. Using content analysis, the integration of character values in this syllabus was analysed across key components, from the course description to the weekly teaching plans. The analysis applied a framework based on four value dimensions: moral (inner values), ethical conduct (behavior in social interactions), character education (how the value is instilled), and humanistic pedagogy (human-centered way of learning). The findings showed that kindness-related values were not systematically integrated across the syllabus. Moral dimensions were entirely absent, while ethical and character-related elements appeared only implicitly and in limited contexts, particularly within communicative activities. Humanistic aspects were more evident in interactive teaching practices, however, these were not explicitly reflected in learning outcomes or assessment criteria. Overall, the syllabus remains predominantly oriented toward linguistic competence, indicating the need for more explicit and intentional integration of kindness values through coherent alignment among learning outcomes, learning activities, and assessment. ABSTRAK Fenomena perilaku negatif, seperti ujaran kebencian dan perundungan, menyoroti pentingnya penguatan nilai-nilai karakter untuk membentuk perilaku yang etis dan profesional di tempat kerja. Meskipun nilai-nilai karakter dalam silabus pembelajaran bahasa Inggris telah banyak dikaji, integrasinya dalam pendidikan Teknik masih mendapat perhatian yang terbatas. Pengkajian terhadap nilai-nilai tersebut mendukung pengembangan silabus yang mencakup keterampilan berbahasa sekaligus nilai-nilai profesional. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana nilai kebaikan (kindness) direpresentasikan dan diintegrasikan dalam silabus mata kuliah Bahasa Inggris pada Program Studi Teknik Industri. Dengan menggunakan metode analisis isi, integrasi nilai karakter dalam silabus mata kuliah Bahasa Inggris ini dianalisis pada komponen-komponen utama mulai dari deskripsi mata kuliah sampai dengan rencana pembelajaran mingguan. Analisis dilakukan berdasarkan empat dimensi nilai, yaitu moral (nilai internal), etika (perilaku dalam interaksi sosial), pendidikan karakter (cara pengintegrasiannya), dan pedagogi humanistik (pembelajaran yang berpusat pada manusia). Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai karakter belum terintegrasi secara sistematis dalam silabus tersebut. Dimensi moral tidak ditemukan sama sekali, sedangkan unsur etika dan pendidikan karakter hanya muncul secara implisit dalam konteks yang terbatas, terutama pada aktivitas komunikasi. Aspek humanistik lebih terlihat dalam praktik pembelajaran yang bersifat interaktif, namun belum tercermin secara eksplisit dalam capaian pembelajaran maupun kriteria asesmen. Secara keseluruhan, silabus masih lebih berorientasi pada kompetensi kebahasaan, sehingga diperlukan integrasi nilai kindness yang lebih eksplisit, terencana, dan selaras antara capaian pembelajaran, aktivitas, dan asesmen.
PENGARUH MEDIA KARTU BERGAMBAR DIGITAL INTERAKTIF BERBASIS QR CODE TERHADAP PENGUASAAN KOSAKATA ANAK DENGAN HAMBATAN INTELEKTUAL Fika Puji Lestari; Yulian Agus Suminar
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v6i4.12587

Abstract

ABSTRACT Vocabulary mastery is a fundamental skill that plays an important role in supporting communication, social interaction, and academic achievement among children with intellectual disabilities. However, limitations in cognitive abilities and the use of less varied learning media often hinder the development of their vocabulary skills. This study aimed to analyze the effectiveness of interactive digital picture cards based on QR Code technology in improving vocabulary mastery among children with intellectual disabilities. The research employed a quantitative approach using an experimental method with a Pre-Experimental One Group Pretest–Posttest Design. The participants consisted of five students with intellectual disabilities at SLB Negeri 4 Jakarta in the 2025/2026 academic year. Data were collected through vocabulary mastery tests administered before and after the intervention. Data analysis was conducted using descriptive statistics and a paired sample t-test. The results revealed an improvement in students’ vocabulary mastery after the implementation of the QR Code-based interactive digital picture cards. The mean score increased from 56.00 in the pretest to 82.00 in the posttest, indicating a gain of 26.00 points. The paired sample t-test showed a significance value of less than 0.05, indicating a statistically significant difference between the pretest and posttest results. Therefore, QR Code-based interactive digital picture cards were proven to be effective in improving vocabulary mastery among children with intellectual disabilities. ABSTRAK Penguasaan kosakata merupakan kemampuan dasar yang berperan penting dalam mendukung komunikasi, interaksi sosial, dan keberhasilan akademik anak dengan hambatan intelektual. Namun, keterbatasan kemampuan kognitif serta penggunaan media pembelajaran yang kurang variatif sering kali menghambat perkembangan kosakata mereka. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas penggunaan media kartu bergambar digital interaktif berbasis QR Code dalam meningkatkan kemampuan penguasaan kosakata anak dengan hambatan intelektual. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen melalui desain Pre-Experimental One Group Pretest–Posttest Design. Subjek penelitian terdiri atas lima peserta didik dengan hambatan intelektual di SLB Negeri 4 Jakarta Tahun Ajaran 2025/2026. Data dikumpulkan menggunakan tes penguasaan kosakata yang diberikan sebelum dan sesudah perlakuan. Analisis data dilakukan melalui statistik deskriptif dan uji paired sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kemampuan penguasaan kosakata setelah penerapan media kartu bergambar digital interaktif berbasis QR Code. Nilai rata-rata peserta didik meningkat dari 56,00 pada pretest menjadi 82,00 pada posttest dengan kenaikan sebesar 26,00 poin. Hasil uji paired sample t-test menunjukkan nilai signifikansi kurang dari 0,05, yang mengindikasikan adanya perbedaan yang signifikan antara hasil pretest dan posttest. Dengan demikian, media kartu bergambar digital interaktif berbasis QR Code terbukti efektif dalam meningkatkan kemampuan penguasaan kosakata anak dengan hambatan intelektual.
PENERAPAN MODEL PROJECT BASED LEARNING BERBASIS DEEP LEARNING BERBANTUAN SCIENCE PROJECT KIT UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR DAN GOTONG ROYONG SISWA KELAS IV Zaeni Uswatun Khasanah; Arifin Muslim; Deanty Wahyu Latifah
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v6i4.13202

Abstract

ABSTRACT Learning in IPAS at the elementary school level needs to provide experiences that allow students to understand concepts through real-world activities while simultaneously developing their ability to work collaboratively. The initial condition in Grade IV at SD Negeri 02 Tambaksogra indicated that students’ learning achievement and mutual cooperation still needed to be strengthened. Therefore, this study was directed at analyzing the implementation of Project-Based Learning based on Deep Learning, assisted by a Science Project Kit, in teaching the properties and changes of matter. The study employed Classroom Action Research using the Kemmis and McTaggart model over two cycles, each consisting of planning, action, observation, and reflection, involving 15 students and one classroom teacher. Data were collected through learning achievement tests, a mutual cooperation questionnaire, and observations of teacher and student activities, and were analyzed descriptively and quantitatively using learning mastery and achievement percentages. Learning achievement increased from 33.3% in the pre-cycle to 66.7% in Cycle I and 93.3% in Cycle II. The mutual cooperation score increased from 56.7% to 73.3% and reached 90.1% at the end of the intervention, while teacher and student activity reached 92.3% and 88.5%, respectively. The integrated implementation improved learning achievement while strengthening mutual cooperation, offering an alternative IPAS learning design that combines conceptual mastery, hands-on experiences, and students’ collaborative engagement. ABSTRAK Pembelajaran IPAS di sekolah dasar perlu memberi pengalaman yang memungkinkan peserta didik memahami konsep melalui kegiatan nyata sekaligus membangun kemampuan bekerja bersama. Kondisi awal di kelas IV SD Negeri 02 Tambaksogra memperlihatkan bahwa capaian prestasi belajar dan gotong royong masih perlu diperkuat, sehingga penelitian ini diarahkan untuk menganalisis penerapan Project-Based Learning berbasis Deep Learning berbantuan Science Project Kit pada materi sifat dan perubahan wujud benda. Penelitian dilaksanakan sebagai Penelitian Tindakan Kelas dengan model Kemmis dan McTaggart dalam dua siklus, masing-masing melalui perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi, dengan melibatkan 15 peserta didik dan seorang guru kelas. Data diperoleh melalui tes hasil belajar, angket gotong royong, serta observasi aktivitas guru dan peserta didik, kemudian dianalisis secara deskriptif kuantitatif menggunakan persentase ketuntasan dan capaian. Ketuntasan prestasi belajar meningkat dari 33,3% pada pra-siklus menjadi 66,7% pada siklus I dan 93,3% pada siklus II. Capaian gotong royong bergerak dari 56,7% menjadi 73,3% dan mencapai 90,1% pada akhir tindakan, sementara aktivitas guru dan peserta didik masing-masing mencapai 92,3% dan 88,5%. Penerapan terpadu tersebut mampu meningkatkan prestasi belajar sekaligus memperkuat gotong royong, sehingga dapat menjadi alternatif rancangan pembelajaran IPAS yang menggabungkan penguasaan konsep, pengalaman hands-on, dan keterlibatan kolaboratif peserta didik.
PENGEMBANGAN WORKBOOK CETA CATU UNTUK MENINGKATKAN LITERASI DASAR SISWA KELAS I SEKOLAH DASAR Ahmad Wahid Arifudin; Meilan Tri Wuryani; Dian Kusumawati
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v6i4.13255

Abstract

ABSTRACT The development of Workbook Ceta Catu (Cepat Pintar Baca Tulis) was driven by the need for first-grade literacy instruction that provides opportunities to practice beginning reading and writing in a gradual manner. The product was designed as a print-based learning medium featuring a binder system, colored illustrations, and QR codes linked to digital copies and additional exercises. Its development employed a Research and Development (R&D) method using the ADDIE model, comprising analysis, design, development, implementation, and evaluation. A limited trial involved 15 first-grade students at SD Negeri Reban, Reban District, Batang Regency, in June 2026. Product feasibility was assessed through evaluations by a media expert and material and language experts, while changes in literacy skills were examined using a pretest and posttest. The results showed an average score of 3.22 from the media expert, categorized as feasible, and 3.40 from the material and language experts, categorized as highly feasible. The average literacy score increased from 72.93 before using the medium to 87.50 after instruction, with an N-Gain of 0.53 in the moderate category. Fourteen of the 15 students showed an increase in scores. These findings provide initial evidence that Workbook Ceta Catu is feasible as a supporting medium for beginning reading and writing practice, although testing with more diverse samples and schools is still needed. ABSTRAK Pengembangan Workbook Ceta Catu (Cepat Pintar Baca Tulis) berangkat dari kebutuhan pembelajaran literasi kelas I yang memberi ruang latihan membaca dan menulis permulaan secara bertahap. Produk ini dirancang sebagai media cetak dengan sistem binder, ilustrasi berwarna, serta kode QR yang terhubung dengan salinan digital dan latihan tambahan. Proses pengembangannya menggunakan metode Research and Development (R&D) melalui model ADDIE yang mencakup analysis, design, development, implementation, dan evaluation. Uji coba terbatas melibatkan 15 siswa kelas I di SD Negeri Reban, Kecamatan Reban, Kabupaten Batang, pada Juni 2026. Kelayakan produk ditelaah melalui penilaian ahli media serta ahli materi dan bahasa, sementara perubahan kemampuan literasi diamati melalui pretest dan posttest. Hasil penilaian menunjukkan skor rata-rata 3,22 dari ahli media dengan kategori layak dan 3,40 dari ahli materi dan bahasa dengan kategori sangat layak. Rata-rata skor literasi meningkat dari 72,93 sebelum penggunaan media menjadi 87,50 setelah pembelajaran, dengan N-Gain sebesar 0,53 pada kategori sedang. Sebanyak 14 dari 15 siswa mengalami peningkatan skor. Temuan ini memberikan bukti awal bahwa Workbook Ceta Catu layak digunakan sebagai media pendukung latihan membaca dan menulis permulaan, meskipun pengujian pada sampel dan sekolah yang lebih beragam masih diperlukan.
PENGARUH TEAMS GAMES TOURNAMENT TERINTEGRASI GAMIFIKASI TERHADAP MOTIVASI BELAJAR MURID Danna Dwi Setiawan; Esti Untari
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v6i3.13326

Abstract

This study was motivated by low student learning motivation, evidenced by a lack of participation, enthusiasm, and engagement in the learning process. This situation warrants attention because learning motivation is a crucial factor driving active student engagement in learning. Consequently, there is a need to implement a learning model capable of creating an active, enjoyable learning experience that fosters sustained student engagement. One alternative for enhancing learning motivation is the implementation of the Teams Games Tournament (TGT) model integrated with gamification. This study aimed to determine the effect of the gamification-integrated TGT model on the learning motivation of elementary school students. A quantitative approach was employed using a quasi-experimental method and a one-group pretest-posttest design. The sample consisted of 53 fifth-grade elementary school students selected via purposive sampling. Data were collected using a Likert-scale learning motivation questionnaire that met content validity standards and demonstrated high reliability (Cronbach's Alpha = 0.89). Data analysis involved descriptive statistics, a normality test, and a paired-sample t-test. The results showed that the mean student learning motivation score increased from 88.57 in the pretest to 108.26 in the posttest. The paired-sample t-test revealed a significant difference between pretest and posttest scores (t = 30.399, df = 52, p < 0.001). The magnitude of the effect was indicated by a Cohen's d value of 4.18, falling into the "very large" category. These findings demonstrate that the gamification-integrated TGT model exerts a strong influence on enhancing student learning motivation by fostering active, enjoyable, and directly engaging instruction. The model successfully creates an active, enjoyable, and collaborative learning environment while boosting student participation and engagement in the learning process. ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya motivasi belajar murid yang ditunjukkan melalui minimnya partisipasi, antusiasme, dan keterlibatan dalam proses pembelajaran. Kondisi tersebut perlu mendapat perhatian karena motivasi belajar merupakan salah satu faktor penting yang mendorong keterlibatan murid secara aktif dalam proses pembelajaran. Oleh karena itu, diperlukan penerapan model pembelajaran yang mampu menciptakan pengalaman belajar yang aktif, menyenangkan, dan mendorong keterlibatan murid secara berkelanjutan. Salah satu alternatif untuk meningkatkan motivasi belajar adalah melalui penerapan model Teams Games Tournament (TGT) yang diintegrasikan dengan gamifikasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model Teams Games Tournament (TGT) terintegrasi gamifikasi terhadap motivasi belajar murid sekolah dasar. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode quasi-experimental dan desain one-group pretest–posttest. Sampel penelitian berjumlah 53 murid kelas V sekolah dasar yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan angket motivasi belajar berbentuk skala Likert yang telah memenuhi validitas isi dan memiliki reliabilitas tinggi (Cronbach's Alpha = 0,89). Analisis data dilakukan melalui statistik deskriptif, uji normalitas, dan paired sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata motivasi belajar murid meningkat dari 88,57 pada pretest menjadi 108,26 pada posttest. Hasil paired sample t-test menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara skor pretest dan posttest dengan nilai t = 30,399, df = 52, dan p < 0,001. Besarnya pengaruh juga ditunjukkan oleh nilai Cohen's d = 4,18 yang termasuk dalam kategori sangat besar. Temuan ini menunjukkan bahwa penerapan model TGT terintegrasi gamifikasi memberikan pengaruh yang kuat dalam meningkatkan motivasi belajar murid melalui pembelajaran yang lebih aktif, menyenangkan, dan melibatkan murid secara langsung. Penerapan model ini mampu menciptakan pembelajaran yang aktif, menyenangkan, kolaboratif, serta meningkatkan partisipasi dan keterlibatan murid dalam proses pembelajaran.
PENINGKATAN MOTIVASI DAN TANGGUNG JAWAB BELAJAR PADA PEMBELAJARAN PENDIDIKAN PANCASILA KELAS VIII Duli Duli; YumiantikaYumiantika; Suryo Pamilu; Zenifer Kristianita Tarigas; Antonia Ayutriana; Nasrofah Khururiyah; Putri Tipa Anasi
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v6i3.13363

Abstract

ABSTRACT Low student engagement in Civic Education is associated not only with understanding the learning material but also with students’ willingness to learn and their readiness to assume responsibility throughout the learning process. This condition was identified among students in class VIII F at SMP Negeri 8 Pontianak, particularly in the topic of Maintaining the Integrity of the Unitary State of the Republic of Indonesia (NKRI). This study examined changes in students’ learning motivation and learning responsibility following instructional improvement through the implementation of the Contextual Teaching and Learning (CTL) model. The study was conducted as Classroom Action Research based on the Kemmis and McTaggart model through the pre-cycle, Cycle I, and Cycle II stages, involving 32 students during the second semester of the 2025/2026 academic year. Data were collected through observations, questionnaires, documentation, and field notes, and were examined using descriptive quantitative and qualitative analyses. The results revealed a gradual improvement: learning motivation increased from 62% in the pre-cycle to 74% in Cycle I and 88% in Cycle II, while learning responsibility rose from 60% to 76% and 90%, respectively. These changes occurred alongside greater participation, collaboration, independence, and stronger connections between learning content and real-life experiences. The findings suggest that CTL can serve as an instructional approach that supports process improvement while strengthening students’ learning character. ABSTRAK Rendahnya keterlibatan peserta didik dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila tidak hanya berkaitan dengan pemahaman materi, tetapi juga dengan dorongan untuk belajar dan kesediaan menjalankan tanggung jawab selama proses pembelajaran. Kondisi tersebut ditemukan pada peserta didik kelas VIII F SMP Negeri 8 Pontianak, khususnya pada materi Menjaga Keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Penelitian ini diarahkan untuk melihat perubahan motivasi dan tanggung jawab belajar setelah pembelajaran diperbaiki melalui penerapan model Contextual Teaching and Learning (CTL). Penelitian dilaksanakan sebagai Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research) dengan model Kemmis dan McTaggart melalui tahapan prasiklus, siklus I, dan siklus II, melibatkan 32 peserta didik pada semester genap Tahun Pelajaran 2025/2026. Data diperoleh melalui observasi, angket, dokumentasi, dan catatan lapangan, kemudian dipadukan melalui analisis deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Perubahan capaian terlihat secara bertahap: motivasi belajar bergerak dari 62% pada prasiklus menjadi 74% pada siklus I dan 88% pada siklus II, sedangkan tanggung jawab belajar meningkat dari 60% menjadi 76% dan 90%. Perkembangan tersebut berlangsung seiring dengan meningkatnya partisipasi, kerja sama, kemandirian, serta keterhubungan materi dengan pengalaman nyata. Temuan ini mengindikasikan bahwa CTL dapat menjadi pilihan pembelajaran yang mendukung perbaikan proses sekaligus penguatan karakter belajar peserta didik.
PENGARUH SELF REGULATED LEARNING DAN SCHOOL WELL BEING TERHADAP ACADEMIC ANXIETY PADA MAHASISWA PROVINSI BANTEN Celliando Wujindra; Kornelia Erista Setiyanti
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v6i4.13504

Abstract

High academic demands faced by university students as part of their educational responsibilities may trigger negative emotional responses known as academic anxiety. High levels of academic anxiety can affect students’ physical, cognitive, and behavioral aspects, potentially hindering their academic achievement. Academic anxiety is influenced by both internal and external factors, including self-regulated learning as an internal factor and school well-being as an external factor. This study aims to examine the effects of self-regulated learning and school well-being on academic anxiety among university students in Banten Province. This study employed a quantitative approach using multiple linear regression analysis. The participants consisted of 201 active university students from semesters 1 to 14 studying in Banten Province, who were selected using a non-probability sampling technique based on predetermined criteria. Data were collected using three scales: the Self-Regulated Learning Scale (SLRS), the School Well-Being Scale (SWBS), and the Academic Anxiety Scale (AAS). The results showed that self-regulated learning and school well-being simultaneously explained 29.6% of the variance in academic anxiety, as indicated by an F-value of 41.607, a significance level of < 0.001 (p < 0.05), and an R-square value of 0.296. Partially, self-regulated learning contributed 7%, while school well-being contributed 22% to academic anxiety. Thus, 70.4% of the variance in academic anxiety was explained by other factors not examined in this study. These findings indicate that higher levels of self-regulated learning and school well-being among university students are associated with lower levels of academic anxiety. ABSTRAK Tingginya tuntutan akademik yang diemban mahasiswa sebagai salah satu bentuk tanggung jawab dalam pendidikan dapat memunculkan respons emosional negatif yang dikenal sebagai kecemasan akademik. Tingkat kecemasan akademik yang tinggi dapat memengaruhi aspek fisik, kognitif, dan perilaku mahasiswa sehingga berpotensi menghambat pencapaian akademik. Kecemasan akademik dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal, di antaranya self-regulated learning sebagai faktor internal dan school well-being sebagai faktor eksternal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh self-regulated learning dan school well-being terhadap academic anxiety pada mahasiswa di Provinsi Banten. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan analisis regresi linear berganda. Subjek penelitian terdiri atas 201 mahasiswa aktif semester 1 hingga 14 yang berkuliah di Provinsi Banten dan dipilih menggunakan teknik non-probability sampling berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan. Data dikumpulkan menggunakan tiga skala, yaitu Self-Regulated Learning Scale (SLRS), School Well-Being Scale (SWBS), dan Academic Anxiety Scale (AAS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan self-regulated learning dan school well-being berpengaruh terhadap academic anxiety sebesar 29,6%, yang ditunjukkan oleh nilai F sebesar 41,607, signifikansi < 0,001 (p < 0,05), dan nilai R square sebesar 0,296. Secara parsial, self-regulated learning memberikan kontribusi sebesar 7%, sedangkan school well-being memberikan kontribusi sebesar 22% terhadap academic anxiety. Dengan demikian, sebesar 70,4% varians academic anxiety dijelaskan oleh faktor lain yang tidak diteliti. Temuan ini menunjukkan bahwa semakin tinggi self-regulated learning dan school well-being yang dimiliki dan dirasakan mahasiswa, semakin rendah academic anxiety yang dialami.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRESTASI BELAJAR MAHASISWA PADA MAHASISWA PRODI PENDIDIKAN ADMINISTRASI PERKANTORAN ANGKATAN 2022 Melinda Khusnul Khotimah; Dian Fithra Permana
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v6i4.13672

Abstract

Student academic achievement is an indicator of the educational process's success, influenced by various internal and external factors. Students' abilities to manage study time, prepare for lessons, and maintain learning motivation are crucial aspects in achieving optimal academic results. This study aims to analyze the impact of study time management, learning readiness, and learning motivation on the academic achievement of students in the Office Administration Education Study Program (Class of 2022). A quantitative approach using a survey method was employed. The study population consisted of students from the Office Administration Education Study Program (Class of 2022), with a sample size of 101 students (n=101) selected based on population characteristics. Data were collected via questionnaires, and analysis was conducted using multiple linear regression with statistical software. The results indicate that study time management, learning readiness, and learning motivation each have a positive and significant partial effect on student academic achievement. Simultaneously, these three variables also exert a positive and significant influence on student academic achievement. These findings suggest that enhancing student academic achievement requires effective study time management, adequate learning readiness, and strong learning motivation. ABSTRAK Prestasi belajar mahasiswa merupakan salah satu indikator keberhasilan proses pendidikan yang dipengaruhi oleh berbagai faktor internal dan eksternal. Kemampuan mahasiswa dalam mengelola waktu belajar, mempersiapkan diri sebelum mengikuti pembelajaran, serta mempertahankan motivasi belajar menjadi aspek penting dalam mendukung pencapaian prestasi akademik yang optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh manajemen waktu belajar, kesiapan belajar, dan motivasi belajar terhadap prestasi belajar mahasiswa Program Studi Pendidikan Administrasi Perkantoran Angkatan 2022. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Populasi penelitian adalah mahasiswa Program Studi Pendidikan Administrasi Perkantoran Angkatan 2022, dengan jumlah sampel sebanyak 101 mahasiswa (n=101) yang ditentukan menggunakan teknik pengambilan sampel sesuai dengan karakteristik populasi. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner, sedangkan analisis data menggunakan regresi linear berganda dengan bantuan program statistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen waktu belajar, kesiapan belajar, dan motivasi belajar secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap prestasi belajar mahasiswa. Secara simultan, ketiga variabel tersebut juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap prestasi belajar mahasiswa.Temuan ini menunjukkan bahwa peningkatan prestasi belajar mahasiswa perlu didukung oleh kemampuan mengelola waktu belajar secara efektif, kesiapan belajar yang baik, serta motivasi belajar yang kuat.