cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalp4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
jurnalp4i@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, NTB
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA
ISSN : 27970744     EISSN : 27971031     DOI : https://doi.org/10.51878/science.v1i2.389
Core Subject : Education,
Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan pendidikan matematika dan IPA.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 41 Documents
Search results for , issue "Vol. 5 No. 4 (2025)" : 41 Documents clear
DESAIN PEMBELAJARAN MATERI MATRIKS DENGAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP Aulia, Rubayyi; Gunandi, Farid; Nandang, Nandang; Surono, Nono
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v5i4.4788

Abstract

This research was motivated by students' difficulties in understanding the concept of matrices, leading to the development of a learning design aimed at improving this understanding. The focus of this research was the development of a learning design for matrices using the Problem-Based Learning (PBL) model. The research method adopted was the 4D development model, which includes four important stages. The Define stage was conducted through interviews with mathematics teachers to analyze learning needs. The Design stage focused on designing PBL-based learning modules and supporting tools. The Develop stage involved a series of tests, including a feasibility test by experts, a practical test in the classroom, and an effectiveness test through a post-test to measure conceptual understanding. The final stage, Disseminate, was conducted by publishing the module online. The results of the study indicated that the developed learning module was deemed feasible for use (Sig. <0.05). Furthermore, the module proved practical, supported by 88% of students and 100% of observers, and significantly effective in improving students' conceptual understanding (Sig. <0.05). In conclusion, these findings confirm that implementing PBL in matrix learning can be a solution to address student learning difficulties, enabling deeper and more meaningful understanding. ABSTRAKPenelitian ini dilatarbelakangi oleh kesulitan siswa dalam memahami konsep materi matriks, sehingga dikembangkan sebuah desain pembelajaran yang bertujuan meningkatkan pemahaman tersebut. Fokus penelitian ini adalah pengembangan desain pembelajaran materi matriks dengan menerapkan model Problem Based Learning (PBL). Metode penelitian yang diadaptasi adalah model pengembangan 4D, yang mencakup empat tahapan penting. Tahap Define dilaksanakan melalui wawancara dengan guru matematika untuk menganalisis kebutuhan pembelajaran. Tahap Design berfokus pada perancangan modul ajar dan perangkat pendukung berbasis PBL. Tahap Develop melibatkan serangkaian pengujian, meliputi uji kelayakan oleh para pakar, uji kepraktisan di kelas, serta uji efektivitas melalui post-test untuk mengukur pemahaman konsep. Tahap akhir, Disseminate, dilakukan dengan mempublikasikan modul secara daring. Hasil penelitian menunjukkan temuan utama bahwa modul ajar yang dikembangkan dinyatakan layak digunakan (Sig. < 0,05). Selain itu, modul terbukti praktis, didukung oleh 88% siswa dan 100% observer, serta efektif secara signifikan dalam meningkatkan pemahaman konsep siswa (Sig. < 0,05). Kesimpulannya, temuan ini mengkonfirmasi bahwa penerapan PBL dalam pembelajaran matriks dapat menjadi solusi untuk mengatasi kesulitan belajar siswa, memungkinkan pemahaman yang lebih mendalam dan bermakna.
PENGEMBANGAN VIDEO PEMBELAJARAN BERBASISI PBL UNTUK MENDUKUNG KETERAMPILAN ABAD KE-21 MATERI REVOLUSI BUMI Sa'diyah, Halimatus; Raida, Sulasfiana Alfi
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v5i4.6986

Abstract

Science instruction in junior high schools often faces challenges in explaining abstract topics such as the Earth's Revolution, while failing to meet the demands of 21st-century skills due to conventional media. This problem was addressed through research focused on developing innovative Problem-Based Learning (PBL)-based instructional videos for the Earth's Revolution, specifically designed to support the 4C skills. This research applied the ADDIE Research and Development (R&D) model, but its key stages were limited to the development stage. This process included analyzing student needs and the curriculum, designing video scenarios that adopted the PBL flow, and producing media that was then validated by material and media experts. The main findings showed that the resulting instructional video was declared "very feasible" with an average validation score of 85%. This finding indicates that the video excels in visualizing abstract concepts and encouraging active learning. It was concluded that this video product is a valid and potentially innovative learning resource to support 21st-century skills, although its empirical effectiveness cannot be confirmed because the research did not reach the implementation stage in a real classroom. ABSTRAKPembelajaran IPA di SMP sering menghadapi kendala dalam menjelaskan materi abstrak seperti Revolusi Bumi, sekaligus gagal memenuhi tuntutan keterampilan abad ke-21 akibat media yang konvensional. Latar belakang masalah ini diatasi melalui penelitian yang berfokus pada pengembangan video pembelajaran inovatif berbasis Problem Based Learning (PBL) untuk materi Revolusi Bumi, yang dirancang khusus untuk mendukung keterampilan 4C. Penelitian ini menerapkan metode Research and Development (R&D) model ADDIE, namun tahapan pentingnya dibatasi hanya sampai tahap pengembangan. Proses ini meliputi analisis kebutuhan siswa dan kurikulum, perancangan skenario video yang mengadopsi alur PBL, serta produksi media yang kemudian divalidasi oleh ahli materi dan ahli media. Temuan utama menunjukkan bahwa video pembelajaran yang dihasilkan dinyatakan "sangat layak" dengan skor validasi rata-rata 85%. Temuan ini mengindikasikan video unggul dalam memvisualisasikan konsep abstrak dan mendorong pembelajaran aktif. Disimpulkan bahwa produk video ini merupakan sumber belajar yang valid dan berpotensi inovatif untuk mendukung keterampilan abad ke-21, meskipun temuan efektivitas empirisnya belum dapat dipastikan karena penelitian tidak sampai pada tahap implementasi di kelas nyata.
KELAYAKAN BAHAN AJAR INTERAKTIF E-MODUL PEMBELAJARAN KIMIA PADA MATERI KOLOID BERBASIS KEARIFAN LOKAL PAPUA Kelana, Ardian Hangga; Irawan, Sakka; Karubaba, Marice; Sahar, Adnan
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v5i4.7110

Abstract

This study aims to determine the feasibility of interactive e-module chemistry teaching materials on colloid material based on Papuan local wisdom. The research method used is Research and Development (R and D). The research sample was conducted in class XI IPA 1 SMA YPK Diaspora Kotaraja Jayapura with a total of 30 students. The results of the study indicate that: the feasibility of interactive e-module chemistry teaching materials on colloid material based on Papuan local wisdom based on material validators obtained an average of 88% with the category "Very Valid/Very Practical", media validators obtained an average of 89% with the category "Very Valid/Very Practical", student responses in limited scale trials obtained an average of 90% with the category "Very Feasible", student responses in large scale trials obtained an average of 87% with the category "Very Feasible", and chemistry subject teacher responses obtained an average of 83% with the category "Very Feasible". The recapitulation of the value of the feasibility aspect of interactive e-module chemistry teaching materials on colloid material based on Papuan local wisdom is 87% with the category "Very Feasible" for use in schools. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan bahan ajar interaktif e-modul pembelajaran kimia pada materi koloid berbasis kearifan lokal Papua. Metode penelitian menggunakan Research and Development (R and D). Sampel penelitian dilaksanakan di kelas XI IPA 1 SMA YPK Diaspora Kotaraja Jayapura dengan jumlah 30 peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: kelayakan bahan ajar interaktif e-modul pembelajaran kimia pada materi koloid berbasis kearifan lokal Papua berdasarkan validator materi memperoleh rerata sebesar 88% dengan kategori “Sangat Valid/Sangat Praktis”, validator media memperoleh rerata sebesar 89% dengan kategori “Sangat Valid/Sangat Praktis”, respons peserta didik uji skala terbatas memperoleh rerata sebesar 90% dengan kategori “Sangat Layak”, respons peserta didik uji skala luas memperoleh rerata sebesar 87% dengan kategori “Sangat Layak”, dan respons guru mata pelajaran kimia memperoleh rerata sebesar 83% dengan kategori “Sangat Layak”. Hasil rekapitulasi nilai aspek kelayakan bahan ajar interaktif e-modul pembelajaran kimia pada materi koloid berbasis kearifan lokal Papua sebesar 87% dengan kategori “Sangat Layak” digunakan di sekolah.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN ASSURANCE, RELEVANCE, INTEREST, ASSESSMENT, SATISFACTION DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR TRIGONOMETRI Isran, Isran; Wibowo, Edy; Laruli, Lakilo
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v5i4.7217

Abstract

The problem faced by students is the achievement of mathematics learning outcomes, particularly in trigonometry; therefore, an innovative learning model is needed to improve trigonometry learning outcomes. One innovative learning model is the Assurance, Relevance, Interest, Assessment, Satisfaction (ARIAS) model. This study aims to determine the effectiveness of the Assurance, Relevance, Interest, Assessment, Satisfaction learning model on trigonometry learning outcomes in grade X at SMKS Kristen Padang Sappa. The research employed a pre-experimental study design with a one-group pretest-posttest design. The population in this study consisted of all students at SMKS Kristen Padang Sappa. The sample comprised 21 male and female students in grade X at SMKS Kristen Padang Sappa. The Assurance, Relevance, Interest, Assessment, Satisfaction learning model was implemented over two sessions with trigonometry material instruction. Evaluation was conducted by examining trigonometry learning outcomes. The instrument used was an achievement test consisting of 10 essay questions. Validity testing results indicated that all 10 items were valid, with a Cronbach's alpha coefficient of 0.86, indicating high reliability. The data analysis technique employed a paired sample t-test. The findings regarding trigonometry learning outcomes showed hypothesis test results with a significance value of 0.000. Thus, there is effectiveness of the Assurance, Relevance, Interest, Assessment, Satisfaction learning model on trigonometry learning outcomes in grade X at SMKS Kristen Padang Sappa. ABSTRAKMasalah yang dihadapi oleh siswa adalah pencapaian hasil belajar matematika diantaranya trigonometri, maka dibutuhkan model pembelajaran yang inovatif untuk meningkatkan hasil pembelajaran trigonometri. Salah satu model pembelajaran yang inovativ adalah model pembelajaran assurance, relevance, interest, assessment, satisfaction. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas model pembelajaran assurance, relevance, interest, assessment, satisfaction terhadap hasil belajar trigonometri di kelas X SMKS Kristen Padang Sappa. Penelitian menggunakan jenis penelitian Pre Experimen study dengan desain penelitian one group pre test and post test design. Pupulasi dalam penelitian ini adalah seluruh peserta didik di SMKS Kristen Padang Sappa. Sampel dalam penelitian ini adalah  siswa dan siswi  di kelas  X  SMKS Kristen Padang Sappa yang berjumlah 21 orang. Pemberian model pembelajaran assurance, relevance, interest, assessment, satisfaction selama dua kali pertemuan dengan pemberian materi trigonometri. Evaluasi dilakukan dengan melihat hasil belajar trigonometri. Instrumen yang digunakan adalah tes hasil belajar yang terdiri dari 10 butir soal essay. Hasil uji validitas yang dilakukan menunjukan 10 item pertanyaan dinyatakan valid, dengan koefisien alpha sebesar 0,86 artinya reliabilitasnya tinggi. Teknik analisis datanya menggunakan uji statistik paired sample t test. Dari hasil temuan  hasil belajar trigonometri diperoleh hasil uji hipotesis dengan nilai signifikansi sebesar 0,000. Dengan demikian terdapat Efektivitas model pembelajaran assurance, relevance, interest, assessment, satisfaction terhadap hasil belajar trigonometri di kelas X SMKS Kristen Padang Sappa. 
ANALISIS KANDUNGAN ELEKTROLIT DAN NON ELEKTROLIT PADA BUAH-BUAHAN LOKAL MENGGUNAKAN PERALATAN SEDERHANA Jahro, Iis Siti; Sinaga, Steven; Syafriani, Syafriani; Harahap, Dhini Haryati; Az Zahra, Salwa; Damanik, Haryana; Panjaitan, Nola Sari
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v5i4.7223

Abstract

Fruits are not only valuable as sources of nutrition but also contain electrolytes that can conduct electric current. The presence of electrolytes in fruits is important to understand since they can be utilized as an alternative, eco-friendly source of electrical energy based on simple principles. This knowledge is also relevant for the advancement of science and technology related to the use of natural materials for energy generation. This study aims to investigate the electrical conductivity of nine local fruits: lemon, Pontianak orange, sweet orange, tomato, kuini, mango, banana, lime, and ambarella. The method involved using a multimeter, copper (Cu) electrodes, and carbon (pencil) electrodes inserted directly into the fruits to measure the voltage produced. The results show that each fruit exhibited different electrical conductivity. Kuini and mango produced the highest average voltage of 0.18 V, while lemon showed the lowest average voltage of 0.04 V. Differences are influenced by water content, ions, and fruit tissue structure. ABSTRAKBuah-buahan tidak hanya bermanfaat sebagai sumber gizi, tetapi juga mengandung elektrolit yang dapat berperan dalam menghantarkan arus listrik. Kandungan elektrolit dalam buah perlu diketahui karena dapat dimanfaatkan sebagai alternatif sumber energi listrik ramah lingkungan dengan prinsip sederhana. Pemahaman ini juga penting dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang berhubungan dengan pemanfaatan bahan alami sebagai penghasil energi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui daya hantar listrik pada sembilan jenis buah-buahan lokal, yaitu jeruk lemon, jeruk pontianak, jeruk manis, tomat, kuini, mangga, pisang, jeruk nipis, dan kedondong. Metode penelitian dilakukan dengan menggunakan multimeter, elektroda tembaga (Cu), dan elektroda karbon (pensil), yang ditancapkan langsung ke dalam buah untuk mengukur tegangan listrik yang dihasilkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap buah memiliki kemampuan hantar listrik yang berbeda-beda. Kuini dan mangga memiliki tegangan rata-rata masing-masing sebesar 0,18 volt, sedangkan jeruk lemon memiliki tegangan rata-rata terendah sebesar 0,04 volt. Perbedaan daya hantar listrik ini dipengaruhi oleh kandungan air, ion, serta struktur jaringan pada buah.
ANALISIS PROSES BERFIKIR SISWA SMP DALAM MENYELESAIKAN MASALAH STATISTIKA BERDASARKAN TEORI DUAL-PROCESS Dhiefayanti, Dhiena Maylina; Arrifadah, Yuni; Mundir, M.
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v5i4.7228

Abstract

Learning statistics in junior high school often presents difficulties for students, especially in understanding basic concepts such as mean, median, and mode. These difficulties are not only related to calculation procedures but also to the thinking patterns used in problem-solving. This study focuses on analyzing the thinking processes of junior high school students in solving statistical problems based on the dual-process theory, which distinguishes between System 1 (fast, automatic, intuitive) and System 2 (slow, conscious, analytical). The research employed a qualitative approach with a case study design. The subjects were 24 students of class VIII B at SMP YPP Nurul Huda Surabaya, selected using purposive sampling with the consideration that they had already studied statistical material and possessed adequate communication skills to explain their thinking processes during interviews. The research instruments consisted of written tests, observation, and semi-structured interviews, while data analysis was conducted using the Miles and Huberman model, which includes data condensation, data display, and conclusion drawing/verification. The results showed that Student A tended to use System 1, which is fast, intuitive, and automatic, while Student B was more dominant in using System 2, which is analytical, slow, and conscious. These findings emphasize that differences in results are not only determined by calculation ability but also by the thinking patterns employed. The conclusion of this study highlights the need for statistics learning to foster a balance between intuition and analysis so that students can think quickly as well as carefully in solving problems. ABSTRAKPembelajaran statistika di SMP seringkali menimbulkan kesulitan bagi siswa, terutama dalam memahami konsep dasar seperti mean, median, dan modus. Kesulitan ini bukan hanya terkait dengan prosedur perhitungan, tetapi juga pola berpikir yang digunakan dalam memecahkan masalah. Penelitian ini berfokus pada analisis proses berpikir siswa SMP dalam menyelesaikan soal statistika berdasarkan teori dual-process yang membedakan antara Sistem 1 (cepat, otomatis, intuitif) dan Sistem 2 (lambat, sadar, analitis). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Subjek penelitian adalah 24 siswa kelas VIII B SMP YPP Nurul Huda Surabaya yang dipilih dengan teknik purposive sampling dengan pertimbangan bahwa siswa telah mempelajari materi statistika serta memiliki kemampuan komunikasi yang memadai untuk menjelaskan proses berpikirnya dalam wawancara. Instrumen penelitian meliputi tes tertulis, observasi, dan wawancara semi-terstruktur, sedangkan analisis data dilakukan menggunakan model Miles dan Huberman yang mencakup yaitu kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan/verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Siswa A cenderung menggunakan Sistem 1 yang cepat, intuitif, dan otomatis, sedangkan Siswa B lebih dominan pada Sistem 2 yang analitis, lambat, dan sadar. Temuan ini menegaskan bahwa perbedaan hasil bukan hanya ditentukan oleh kemampuan menghitung, tetapi juga oleh pola berpikir yang digunakan. Simpulan penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran statistika perlu diarahkan untuk menumbuhkan keseimbangan antara intuisi dan analisis agar siswa mampu berpikir cepat sekaligus teliti dalam menyelesaikan masalah.
PENGEMBANGAN BOOKLET BERBASIS RADEC PADA MATERI STRUKTUR ATOM SMK Nirmatya; Syolendra, Dwi Finna
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v5i4.7254

Abstract

Chemistry is a branch of science that studies the composition, structure, characteristics, and changes of matter, including the energy associated with those changes. However, most of its concepts are abstract, making them difficult for students to understand, especially in the topic of atomic structure. Based on the quiz results of phase E students at SMK SMAK Padang, 63.89% did not achieve the minimum mastery score. This issue indicates the need for engaging, communicative, and varied learning materials to support students’ understanding, as the current materials are mostly limited to textbooks. This study aims to develop teaching material in the form of a booklet based on the RADEC model (Read, Answer, Discuss, Explain, and Create) that is valid and practical for the atomic structure topic in vocational high schools. The research employed the Research and Development (R&D) method using the ADDIE model (Analyze, Design, Develop, Implement, Evaluate). The validation results show that the booklet meets the validity criteria, with Aiken’s V scores of 0.91 for content, 0.91 for language, and 0.89 for graphics. The practicality test indicates that the booklet falls into the very practical category, with an average score of 84% from teachers and 93% from students. In terms of ease of use, the booklet achieved an average of 86% from teachers and 93% from students, both categorized as very practical. The efficiency aspect obtained averages of 80% from teachers and 90% from students, while the usefulness aspect scored 87% from teachers and 95% from students, all of which are categorized as practical to very practical. It can be concluded that the RADEC-based booklet on atomic structure material can be developed using the ADDIE model and has met the criteria of validity and practicality, making it feasible to be used as teaching material. ABSTRAKKimia merupakan cabang ilmu sains yang mempelajari susunan, struktur, karakteristik, serta perubahan materi, termasuk energi yang terkait dengan perubahan tersebut. Namun, sebagian besar konsepnya bersifat abstrak sehingga sulit dipahami peserta didik, khususnya pada materi struktur atom. Berdasarkan hasil kuis peserta didik fase E SMK SMAK Padang, sebanyak 63,89% tidak mencapai nilai ketuntusan. Permasalahan ini menunjukkan perlu adanya bahan ajar yang menarik, komunikatif, dan variatif untuk membantu pemahaman peserta didik, karena bahan ajar yang digunakan saat ini dominan pada buku paket. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan bahan ajar berupa booklet berbasis RADEC (Read, Answer, Discuss, Explain, and Create) yang valid dan praktis pada materi struktur atom SMK. Penelitian menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model ADDIE (Analyze, Design, Develop, Implement, Evaluate). Instrumen penelitian terdiri dari lembar validasi dan angket praktikalitas. Hasil validasi menunjukkan bahwa booklet memenuhi kriteria valid dengan nilai rata-rata Aiken’s V sebesar 0,91 yang mencakup aspek isi sebesar 0,91, aspek kebahasaan 0,91, dan aspek kegrafisan 0,89. Uji praktikalitas booklet berada pada kategori sangat praktis, dengan rata-rata 84% dari guru dan 93% dari peserta didik yang mencakup aspek kemudahan penggunaan, diperoleh rata-rata 86% dari guru dan 93% dari peserta didik dengan kategori sangat praktis. Aspek efisiensi waktu menunjukkan rata-rata 80% dari guru dan 90% dari peserta didik, sedangkan aspek manfaat memperoleh rata-rata 87% dari guru dan 95% dari peserta didik, seluruhnya berada pada kategori praktis hingga sangat praktis. Dapat disimpulkan bahwa booklet berbasis RADEC pada materi struktur atom dapat dikembangkan dengan model ADDIE dan telah memenuhi kriteria valid dan praktis sehingga layak digunakan sebagai bahan ajar.
ANALISIS DESKRIPTIF : INTEGRASI MEDIA PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL ‘KANTIN SPLDV’ MELALUI PENDEKATAN DEEP LEARNING DALAM MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP Hasibuan, Adinda Muhfyana; Qoyyima, Annisa; Ajarah, Desi; Sitorus, Cellion Lydia Magdalena; Manurung, Pera Novia; Siregar, Budi Halomoan
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v5i4.7263

Abstract

The background of this research problem is the low conceptual understanding of students in the Two-Variable Linear Equation System (SPLDV) material. This problem is identified as being rooted in the abstract nature of the material and the limited availability of learning media relevant to real life. This study focuses on analyzing the effectiveness of integrating contextual learning media called "SPLDV Canteen" through a Deep Learning approach to improve student engagement and conceptual understanding. As a qualitative descriptive study, a crucial step was implementing the media through a buying and selling simulation in the school environment. The impact was then analyzed through observations of group discussions, worksheet analysis, and presentation of results. Key findings indicate a significant increase in student engagement, including discussion participation, intergroup collaboration, and learning initiatives. Furthermore, key findings also revealed a significant increase in conceptual understanding (an average of 84.5%), indicated by students' ability to identify variables, construct mathematical models, solve SPLDV problems, and communicate solutions logically. Thus, it is concluded that the "SPLDV Canteen" media, using a Deep Learning approach, has proven effective as a solution to the problem of material abstraction, capable of encouraging meaningful, reflective, and applicable learning in accordance with constructivist principles. ABSTRAKRendahnya pemahaman konsep siswa pada materi Sistem Persamaan Linear Dua Variabel (SPLDV) menjadi latar belakang masalah penelitian ini, yang diidentifikasi berakar pada sifat materi yang abstrak dan keterbatasan media pembelajaran yang relevan dengan kehidupan nyata. Penelitian ini berfokus menganalisis efektivitas integrasi media pembelajaran kontekstual bernama "Kantin SPLDV" melalui pendekatan Deep Learning untuk meningkatkan keaktifan serta pemahaman konsep siswa. Sebagai penelitian deskriptif kualitatif, langkah penting yang dilakukan adalah mengimplementasikan media melalui simulasi jual beli di lingkungan sekolah, yang kemudian dianalisis dampaknya melalui observasi diskusi kelompok, analisis lembar kerja, dan presentasi hasil. Temuan utama menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada keaktifan siswa, yang mencakup partisipasi diskusi, kolaborasi antarkelompok, dan inisiatif belajar. Selain itu, temuan kunci juga mengungkap peningkatan pemahaman konsep yang tinggi (rata-rata 84,5%), terindikasi dari kemampuan siswa mengidentifikasi variabel, menyusun model matematis, menyelesaikan masalah SPLDV, serta mengkomunikasikan solusi secara logis. Dengan demikian, disimpulkan bahwa media "Kantin SPLDV" dengan pendekatan Deep Learning terbukti efektif sebagai solusi atas masalah abstraksi materi, mampu mendorong pembelajaran yang bermakna, reflektif, dan aplikatif sesuai prinsip konstruktivisme.
PENGARUH PENERAPAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING (PBL) BERBANTU MEDIA PEMBELAJARAN LIVEWORKSHEETS TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA KELAS IV MIN 2 KOTA PALANGKA RAYA Yuliana, Yuliana; Jasiah, Jasiah; Rahmad, Rahmad
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v5i4.7481

Abstract

This research is motivated by the low learning outcomes of fourth-grade students in mathematics, particularly division, in MIN 2 Palangka Raya City. This was identified as a result of teacher-centered learning, which was deemed ineffective. This condition underlies the need for interactive learning models and media to increase student engagement. The focus of this research is to determine the significant effect of the implementation of the Problem-Based Learning (PBL) model integrated with Liveworksheets on learning outcomes. This research used a quantitative method with a quasi-experimental One Group Pretest-Posttest Design (IVA) in one class selected through purposive sampling. Key stages of the research included administering a pretest to measure students' basic abilities, implementing the PBL model with Liveworksheets for two meetings, and administering a posttest to measure the impact of the treatment. Data were also collected through observations of the learning implementation. The main findings indicate a significant improvement in learning outcomes, with the average pretest score of 48.04 increasing to 75.54 on the posttest. The learning implementation was also recorded as highly effective (average 98.89%). This finding is supported by the results of the Paired Sample T-Test, which showed a significance value of 0.000 (<0.05), meaning H? is rejected. It was concluded that the implementation of the PBL model assisted by Liveworksheets significantly improved student learning outcomes in division. ABSTRAKPenelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya hasil belajar siswa pada mata pelajaran matematika materi pembagian di kelas IV MIN 2 Kota Palangka Raya, yang diidentifikasi akibat pembelajaran yang masih berpusat pada guru dan dinilai belum efektif. Kondisi ini mendasari kebutuhan akan model serta media pembelajaran interaktif untuk meningkatkan keterlibatan siswa. Fokus penelitian ini adalah untuk mengetahui signifikansi pengaruh penerapan model Problem Based Learning (PBL) yang diintegrasikan dengan media Liveworksheets terhadap hasil belajar. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain quasi-experimental tipe One Group Pretest-Posttest Design pada satu kelas (IVA) yang dipilih melalui purposive sampling. Tahapan penting penelitian meliputi pemberian tes awal (pretest) untuk mengukur kemampuan dasar siswa, penerapan perlakuan model PBL berbantu Liveworksheets selama dua pertemuan, dan pemberian tes akhir (posttest) untuk mengukur dampak perlakuan. Data juga dikumpulkan melalui observasi keterlaksanaan pembelajaran. Temuan utama menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar yang signifikan, dimana nilai rata-rata pretest 48,04 meningkat menjadi 75,54 pada posttest. Keterlaksanaan pembelajaran juga tercatat sangat efektif (rata-rata 98,89%). Temuan ini diperkuat oleh hasil uji Paired Sample T-Test yang menunjukkan nilai signifikansi 0,000 (< 0,05), yang berarti H? ditolak. Disimpulkan bahwa penerapan model PBL berbantu media Liveworksheets berpengaruh secara signifikan terhadap peningkatan hasil belajar siswa pada materi pembagian.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING (PBL) BERBANTUAN MEDIA BATANG NAPIER TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH PADA MATERI PERKALIAN BILANGAN CACAH SISWA KELAS V SDN 13 KWANDANG KABUPATEN GORONTALO UTARA S, Nanda Tri Annisa; Isnanto, Isnanto; Marshanawiah, Andi; Aries, Nur Sakinah; Assel, Hadi Yamin
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v5i4.7531

Abstract

This study aims to determine the effect of the problem-based learning (PBL) model assisted by Napier's rods on problem-solving skills in multiplication of whole numbers among fifth-grade students of SDN 13 Kwandang. This study employed a quantitative method with a pre-experimental design using a one-group pretest-posttest design. The population consisted of all fifth-grade students, with a sample of 16 students. Data collection techniques included a problem-solving skills test instrument, an observation sheet, and documentation. Based on the test results before and after treatment, the average score prior to treatment was 27.25, whereas after treatment it increased to 75.31, indicating a descriptive difference in learning outcomes. Furthermore, hypothesis testing utilizing SPSS 25.0 through the t-test showed a significance value of 0.00 0.05, indicating Ho was rejected and Hi was accepted. The average N-gain score was 0.6664, categorized as moderate. This indicates that the problem-based learning model assisted by Napier's rods had an effect on problem-solving skills in multiplication of whole numbers among fifth-grade students of SDN 13 Kwandang, North Gorontalo Regency. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh model pembelajaran problem based learning berbantuan media batang napier terhadap kemampuan pemecahan masalah pada materi perkalian bilangan cacah siswa kelas V SDN 13 Kwandang.  Metode Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan metode pre-experimental design dengan rancangan One-group pretest-posttest design. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh siswa kelas Va sampel yaitu 16 siswa. Metode pengumpulan data yaitu dengan menggunakan tes instrumen kemampuan pemecahan masalah, lembar observasi dan dokumentasi. Berdasarkan hasil data tes sebelum dan sesudah diberikan perlakuan diperoleh nilai rata-rata sebelum perlakuan adalah 27.25 dan setelah perlakuan adalah  75.31 secara deskriptif terdapat perbedaan hasil belajar sebelum dan sesudah diberikan perlakuan. Selanjutnya dilakukan pengujian hipotesis dengan menggunakan SPSS 25.0 hasil uji-t yang didapatkan nilai sig 0,00 < 0,05 maka H0 ditolak sedangkan H1 diterima, dan rata-rata hasil N-gain termasuk dalam kriteria sedang dengan nilai 0,6664 artinya terdapat pengaruh model pembelajaran problem based learning berbantuan media batang napier terhadap kemampuan pemecahan masalah pada materi perkalian bilangan cacah siswa kelas V SDN 13 Kwandang kabupaten Gorontalo Utara.