cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalp4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
jurnalp4i@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, NTB
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA
ISSN : 27970744     EISSN : 27971031     DOI : https://doi.org/10.51878/science.v1i2.389
Core Subject : Education,
Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan pendidikan matematika dan IPA.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 445 Documents
COLLABORATIVE PROBLEM POSING USING GEOGEBRA: A STUDY ON HIGH MATH ABILITY JUNIOR HIGH SCHOOL STUDENTS Fadilah, Nurul; Rosyidi, Abdul Haris; Sari, Yurizka Melia
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v6i1.8928

Abstract

Problem posing is important in learning mathematics because it improves reasoning, critical thinking, and creative thinking skills. However, many students still find it difficult to pose problems. Through collaborative problem posing, students can exchange their understanding. The use of GeoGebra in problem posing can help students play an active role in generating ideas to construct new problems through its features. This research is a qualitative research that aims to describe the collaborative semi-structured problem posing of junior high school students assisted by GeoGebra in high groups. This research was conducted in one of the junior high schools in Surabaya class IX odd semester of the 2024/2025 school year in the age range of 14-15 years. The research data were collected through Problem Posing Test and Focus Group Discussion. The research subjects were a group with high mathematical ability consisting of two students. The results showed both members in the group contributed to each other for the new problem created. On knowledge base, they identified mathematical facts, concepts, and procedures. On heuristics and schema, they explored GeoGebra to come up with ideas. On group dynamics and interactions, they performed processes of normality, conformity, and innovation. In individual consideration of aptness, both members argued that each individual was skilled in proposing problems and the problems they created were acceptable to group members. Student had no problems during discussion and expressing their opinions due to their equal mathematical ability. Therefore, further research is needed on whether collaborative problem posing using GeoGebra heterogeneous groups also works. ABSTRAK Pengajuan masalah merupakan hal penting dalam belajar matematika karena meningkatkan kemampuan penalaran, berpikir kritis, dan berpikir kreatif. Namun, masih banyak siswa merasa kesulitan dalam pengajuan masalah. Melalui pengajuan masalah kolaboratif siswa dapat saling bertukar pemahaman. Penggunaan GeoGebra dalam pengajuan masalah dapat membantu siswa berperan aktif memunculkan ide-ide untuk mengkonstruksi masalah baru melalui fitur-fiturnya. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang bertujuan untuk mendeskripsikan pengajuan masalah semi terstruktur kolaboratif siswa SMP berbantuan GeoGebra pada kelompok tinggi. Penelitian ini dilakukan di salah satu SMP di Surabaya kelas IX semester ganjil tahun ajaran 2024/2025 pada rentang usia 14-15 tahun. Data penelitian dikumpulkan melalui Tes Pengajuan Masalah dan Focus Group Discussion. Subjek penelitian merupakan kelompok dengan kemampuan matematika tinggi yang terdiri atas dua siswa. Hasil penelitian menunjukkan kedua anggota dalam kelompok saling berkontribusi untuk masalah baru yang dibuat. Pada basis pengetahuan, mereka mengidentifikasi fakta, konsep, dan prosedur matematika. Pada heuristik dan skema, mereka mengeksplorasi GeoGebra untuk memunculkan ide-ide. Pada dinamika dan interaksi kelompok, mereka melakukan proses normalitas, konformitas, dan inovasi. Pada pertimbangan individu atas kesesuaian, kedua anggota saling berpendapat bahwa tiap individu terampil dalam mengajukan masalah dan masalah yang mereka buat dapat diterima anggota kelompok. Siswa tidak memiliki masalah selama berdiskusi dan mengungkapkan pendapat dikarenakan kesetaraan kemampuan matematika. Oleh karena itu, perlu penelitian lebih lanjut terkait apakah pengajuan masalah kolaboratif pada kelompok heterogen berbantuan GeoGebra juga berjalan demikian.
CURRENT TRENDS IN THE APPLICATION OF AUGMENTED REALITY-BASED LEARNING MEDIA IN BIOLOGY EDUCATION: A SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW Ramadhini, Ineke Laili; Marlina, Reni; Titin, Titin
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v6i1.8929

Abstract

The development of digital technology has brought significant changes to the world of education, including in Biology learning, which often contains abstract concepts that are difficult to visualize. One innovation that is widely used to overcome this problem is Augmented Reality (AR) technology. AR allows students to interact with three-dimensional virtual objects in a realistic way, thereby improving their understanding of complex Biology concepts. This study aims to analyze the latest trends in the application of AR-based learning media in biology learning using a Systematic Literature Review (SLR) approach with PRISMA guidelines.  A total of 19 articles published between 2016 and 2025 were reviewed based on inclusion criteria, including formal education levels, types of media, research methods, and biology topics studied. The results of the analysis show that the use of AR is most commonly found at the senior high school level, with smartphone-based media dominating. This is due to the more mature abstract thinking and digital literacy skills of senior high school students, which support the effective use of AR in understanding biology material. Most studies used quantitative methods with quasi-experimental designs to measure the effect of AR on student learning outcomes, motivation, and digital literacy. In general, AR-based media has been proven to improve students' conceptual understanding, learning outcomes, motivation, and engagement in Biology learning. Thus, AR technology has great potential as an innovative 21st-century learning strategy that is interactive, contextual, and supports the digital transformation of Biology education. ABSTRAK Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan signifikan dalam dunia pendidikan, termasuk dalam pembelajaran Biologi yang sering kali memuat konsep abstrak dan sulit divisualisasikan. Salah satu inovasi yang banyak digunakan untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah teknologi Augmented Reality (AR). AR memungkinkan siswa berinteraksi dengan objek virtual tiga dimensi secara nyata sehingga dapat meningkatkan pemahaman terhadap konsep Biologi yang kompleks. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tren terkini penerapan media pembelajaran berbasis AR dalam pembelajaran Biologi menggunakan pendekatan Systematic Literature Review (SLR) dengan panduan PRISMA. Sebanyak 19 artikel yang diterbitkan pada tahun 2016–2025 ditelaah berdasarkan kriteria inklusi, meliputi jenjang pendidikan formal, jenis media, metode penelitian, serta topik Biologi yang dikaji. Hasil analisis menunjukkan bahwa penggunaan AR paling banyak ditemukan pada jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA) dengan dominasi media berbasis smartphone. Hal ini dikarenakan kemampuan berpikir abstrak dan literasi digital siswa SMA yang lebih matang, sehingga mendukung efektivitas penggunaan AR dalam memahami materi Biologi. Sebagian besar penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain quasi-experimental untuk mengukur pengaruh AR terhadap hasil belajar, motivasi, dan literasi digital siswa. Secara umum, media berbasis AR terbukti mampu meningkatkan pemahaman konsep, hasil belajar, motivasi, dan keterlibatan siswa dalam pembelajaran Biologi. Dengan demikian, teknologi AR memiliki potensi besar sebagai strategi pembelajaran inovatif abad ke-21 yang interaktif, kontekstual, dan mendukung transformasi digital pendidikan Biologi.  
PENGARUH SELF RENEWAL CAPACITY DAN DISPOSISI MATEMATIS TERHADAP KEMAMPUAN PENALARAN MATEMATIKA SISWA Sari, Indah Putri Nanda; Efrida, Eva; Tamin, Istira Fauziah; Amatullah, Diana Hasna; Warto, Warto; Pratiwi, Rina Hidayati
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v6i1.8930

Abstract

This study aims to determine the effect of self-renewal capacity and mathematical disposition on students' mathematical reasoning abilities in mathematical logic and mathematical induction. The research method used was a survey with correlational analysis conducted on a population of 11th grade science students at SMAN 7 Bekasi in the 2020/2021 academic year. A sample of 42 students was taken using a non-probability sampling technique. The instruments used were questionnaires and tests. The data were analyzed first using data analysis requirements tests, namely normality tests, regression linearity tests, and multicollinearity tests. After the data requirements were met, inferential analysis was conducted to test the research hypotheses using correlation analysis and multiple regression techniques. The results of the study found that: (1) there was an effect of self-renewal capacity and mathematical disposition on students' mathematical reasoning abilities; (2) there was an effect of self-renewal capacity on students' mathematical reasoning abilities; (3) there was an effect of mathematical disposition on students' mathematical reasoning abilities. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh self renewal capacity dan disposisi matematis secara bersama-sama terhadap kemampuan penalaran matematika siswa pada materi logika matematika dan induksi matematika. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei dengan analisis korelasional yang dilakukan pada populasi peserta didik kelas XI IPA SMAN 7 Bekasi Tahun Ajaran 2020/2021. Sampel diambil dengan teknik Non Probability Sampling sejumlah 42 peserta didik. Instrumen yang digunakan adalah angket dan tes. Data dianalisis terlebih dahulu dengan uji persyaratan analisis data yaitu uji normalitas, uji linearitas regresi dan uji multikoliniearitas. Setelah uji persyaratan data terpenuhi, dilakukan analisis inferensial untuk pengujian hipotesis penelitian dengan menggunakan teknik analisis korelasi dan regresi ganda. Dari hasil penelitian ditemukan bahwa: (1) terdapat pengaruh self renewal capacity dan disposisi matematis secara bersama-sama terhadap kemampuan penalaran matematika siswa; (2) terdapat pengaruh self renewal capacity terhadap kemampuan penalaran matematika siswa; (3) terdapat pengaruh disposisi matematis terhadap kemampuan penalaran matematika siswa.  
EKSPLORASI ETNOMATEMATIKA YANG TERKANDUNG PADA BUDAYA BERTANI MASYARAKAT JOMBANG Fatmawati, Risdiana Andika; Supriyono, Supriyono; Arifin, Slamet
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v6i1.8931

Abstract

Farming culture is a social practice rich in local knowledge and ethnomathematical elements contained in each stage of rice cultivation, as well as analysing its relevance to contextual mathematics learning. The research used qualitative methods with an ethnographic approach through field observations, in-depth interviews, and documentation of farmers who were directly involved in all aspects of rice cultivation, including the forms of mathematical reasoning that arose naturally from the community's experience in cultivating rice fields. However, the potential of mathematics in the agricultural culture of Bareng Subdistrict, Jombang Regency, has not been widely explored as a source of learning in primary schools. This study aims to identify and describe the agricultural process. Data analysis was carried out through the stages of reduction, presentation, and interactive conclusion drawing. The results of the study show that every agricultural activity, from ngluku, nggebyok, nandur, ngopeni, to harvesting, contains mathematical concepts such as measurement, estimation, comparison, row-column patterns, symmetry, proportionality, division of space, work rhythm, and frequency calculation. These concepts are applied intuitively and are not expressed in formal mathematical language, but are reflected through the actions and work strategies of farmers. This study concludes that the farming culture of the Bareng community has strong potential as a learning resource for developing numeracy. ABSTRAK Budaya bercocok tanam merupakan salah satu praktik sosial yang kaya akan pengetahuan lokal, unsur-unsur etnomatematika yang terkandung dalam setiap tahapan bercocok tanam padi, serta menganalisis relevansinya bagi pembelajaran matematika kontekstual. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan etnografi melalui observasi lapangan, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap petani yang terlibat langsung dalam seluruh termasuk bentuk-bentuk penalaran matematis yang muncul secara alami dari pengalaman masyarakat dalam mengolah sawah. Namun, potensi matematika dalam budaya pertanian di Kecamatan Bareng, Kabupaten Jombang, belum banyak dieksplorasi sebagai sumber pembelajaran di sekolah dasar. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi dan mendeskripsikan proses pertanian. Analisis data dilakukan melalui tahap reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan secara interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap aktivitas pertanian mulai dari ngluku, nggebyok, nandur, ngopeni, hingga panen mengandung konsep matematika seperti pengukuran, estimasi, perbandingan, pola baris kolom, simetri, proporsionalitas, pembagian ruang, ritme kerja, dan perhitungan frekuensi. Konsep-konsep ini diterapkan secara intuitif dan tidak dinyatakan dalam bahasa matematika formal, tetapi tercermin melalui tindakan dan strategi kerja petani. Penelitian ini menyimpulkan bahwa budaya bertani masyarakat Bareng memiliki potensi kuat sebagai sumber belajar untuk mengembangkan  numerasi siswa melalui pembelajaran berbasis konteks yang dekat dengan kehidupan mereka.  
PENGARUH MODEL TWO STAY TWO STRAY TERHADAP KETERAMPILAN KOMUNIKASI PESERTA DIDIK PADA MATERI STRUKTUR SEL Prahesti, Elsa Rima; Ramadhani, Arni; Salsabila, Niken Alya; Irawan, Nevilia Pramesti; Siburian, Jodion; Tentia, Ine
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v6i1.8933

Abstract

Communication skills are a vital competency in the era of globalization and society 5.0, but their application in biology learning is often still minimal due to the lack of active interaction in the classroom. This study aims to evaluate the effectiveness of the Two Stay Two Stray (TSTS) learning model in improving students' communication skills in cell structure material. Using the Classroom Action Research (CAR) method implemented in two cycles (planning, implementation, observation, and reflection) in class X.2.2 of SMA Negeri 8 Jambi City with 33 students, this study measured communication indicators such as cooperation, interpersonal skills, integrity, responsibility, and interactive communication through a non-test questionnaire. Quantitative descriptive analysis showed a significant increase in students' communication skills, moving from the good category (80.3%) in the pre-action to very good (88.1%) in the second cycle. This increase was driven by the optimization of discussion time and group presentation obligations that facilitated a more intensive exchange of ideas. It was concluded that the TSTS model was effective in developing students' communication skills, although additional mentoring strategies were needed for students with low initial abilities to ensure equitable learning outcomes. ABSTRAK Keterampilan komunikasi merupakan kompetensi vital dalam era globalisasi dan masyarakat 5.0, namun penerapannya dalam pembelajaran biologi sering kali masih minim akibat kurangnya interaksi aktif di kelas. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas model pembelajaran Two Stay Two Stray (TSTS) dalam meningkatkan keterampilan komunikasi siswa pada materi struktur sel. Menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus (perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi) di kelas X.2.2 SMA Negeri 8 Kota Jambi dengan 33 siswa, penelitian ini mengukur indikator komunikasi seperti kerja sama, keterampilan interpersonal, integritas, tanggung jawab, dan komunikasi interaktif melalui angket non-tes. Analisis deskriptif kuantitatif menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam keterampilan komunikasi siswa, bergerak dari kategori baik (80,3%) pada pra-tindakan menjadi sangat baik (88,1%) pada siklus kedua. Peningkatan ini didorong oleh optimalisasi waktu diskusi dan kewajiban presentasi kelompok yang memfasilitasi pertukaran ide secara lebih intensif. Disimpulkan bahwa model TSTS efektif dalam menumbuhkan kemampuan komunikasi siswa, meskipun diperlukan strategi pendampingan tambahan bagi siswa dengan kemampuan awal yang rendah untuk memastikan pemerataan hasil belajar.  
PENGARUH MODEL PROJECT BASED LEARNING TERHADAP KEMAMPUAN LITERASI SAINS SISWA KELAS VIII MATERI SISTEM EKSKRESI Rambe, Rahma Yuli; Ningsih, Widia
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v6i1.7452

Abstract

The purpose of this study is to determine the effect of the Project Based Learning (PjBL) model on the science literacy skills of eighth-grade students at Imelda Private Junior High School Medan on the excretory system material. This type of research is a quasi experiment with a Non-equivalent Control Group Design using a quantitative research method. The population in this study consists of all eighth-grade students at Imelda Private Junior High School for the 2024/2025 academic year. The research sample was selected using purposive sampling, comprising two classes: an experimental class with the PjBL model, and a control class with the Direct Instruction model. Data were collected through pre-research observations, interviews with eighth-grade science teachers, and science literacy tests. Since the data assumptions were not met, namely the pretest scores of the experimental class were not normally distributed, a nonparametric test was conducted as an alternative, using the Mann-Whitney test to test the hypothesis and the N-Gain test to measure model effectiveness. The analysis results indicated that there is a significant effect of the PjBL model on students' science literacy abilities on excretory system material with an alpha value ABSTRAK Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh model Project Based Learning (PjBL) terhadap kemampuan literasi sains siswa kelas VIII SMP Swasta Imelda Medan pada materi sistem ekskresi. Jenis penelitian ini adalah quasi eksperimen dengan desain Non equivalent Control Group Design dengan metode penelitian kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMP Swasta Imelda tahun ajaran 2024/2025. Sampel penelitian dipilih secara purposive sampling yang terdiri dari dua kelas, yaitu kelas eksperimen dengan model PjBL, sedangkan kelas kontrol dengan model Direct Instruction. Data dikumpulkan melalui observasi pra-penelitian, wawancara dengan guru IPA kelas VIII, dan tes literasi sains, karena sumsi data tidak terpenuhi yaitu nilai pretest kelas eksperimen tidak terdistribusi normal, maka dilakukan uji nonparametrik sebagai alternatif yaitu menggunakan uji Mann-Whitney untuk menguji hipotesis dan uji N-Gain untuk mengukur keefektifan model. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat pengaruh signifikan model PjBL terhadap kemampuan literasi sains siswa pada materi sistem ekskresi dengan perolehan Alpha.  
PENGGUNAAN MODEL MAKE A MATCH PADA PEMBELAJARAN MATERI PERKALIAN UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS IV SD Almawaddah, Wirda; Lusiana, Lusiana; Suriadi, Aan
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v6i1.8626

Abstract

The low achievement of elementary school students' mathematics learning outcomes, especially in understanding the concept of multiplication material which is often considered difficult and boring, is the main background of this study. The study aims to analyze the improvement of student learning outcomes through the implementation of the Make a Match cooperative learning model which emphasizes cooperation in finding answer pairs. The research method applied is descriptive quantitative involving 28 fourth-grade students at SD Negeri 2 Lingkis. The data collection procedure was carried out systematically through test instruments in the form of a pretest to measure initial abilities and a posttest to evaluate the final results, which were then analyzed using the N-Gain test formula to determine the level of effectiveness. The research findings showed a significant increase in quantitative data, evidenced by the average pretest score of 58.63 which increased sharply in the posttest results to 90.77. The effectiveness analysis produced an N-Gain score of 0.77 which is included in the high category. This increase indicates that active interaction in matching question and answer cards successfully facilitates students' understanding of concepts. The main conclusion of the study confirms that the implementation of the Make a Match model has proven to be very effective and significant as a solution in improving elementary school students' mathematics learning outcomes in multiplication material. ABSTRAK Rendahnya capaian hasil belajar matematika siswa sekolah dasar, khususnya pada pemahaman konsep materi perkalian yang sering dianggap sulit dan membosankan, menjadi latar belakang utama penelitian ini. Penelitian bertujuan untuk menganalisis peningkatan hasil belajar siswa melalui implementasi model pembelajaran kooperatif tipe Make a Match yang menekankan pada kerja sama mencari pasangan jawaban. Metode penelitian yang diterapkan adalah deskriptif kuantitatif yang melibatkan subjek sebanyak 28 siswa kelas IV di SD Negeri 2 Lingkis. Prosedur pengumpulan data dilakukan secara sistematis melalui instrumen tes berupa pretest untuk mengukur kemampuan awal dan posttest untuk mengevaluasi hasil akhir, yang selanjutnya dianalisis menggunakan rumus uji N-Gain untuk menentukan tingkat efektivitas. Temuan penelitian menunjukkan adanya peningkatan data kuantitatif yang signifikan, dibuktikan dengan perolehan nilai rata-rata pretest sebesar 58,63 yang meningkat tajam pada hasil posttest menjadi 90,77. Analisis efektivitas menghasilkan skor N-Gain sebesar 0,77 yang termasuk dalam kategori tinggi. Peningkatan ini mengindikasikan bahwa interaksi aktif dalam mencocokkan kartu soal dan jawaban berhasil mempermudah pemahaman konsep siswa. Simpulan utama penelitian menegaskan bahwa penerapan model Make a Match terbukti sangat efektif dan signifikan sebagai solusi dalam meningkatkan hasil belajar matematika materi perkalian siswa sekolah dasar.
PENERAPAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING (PBL) UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS MATEMATIS DAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS V SD Dewi, Rita; Wahyuningrum, Endang; Aisyah, Siti
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v6i1.9206

Abstract

This study aims to analyze the improvement of fifth-grade students’ mathematical critical thinking skills and mathematics learning outcomes through the implementation of the Problem Based Learning (PBL) model at SD Peradaban Serang. The research employed a quantitative approach using a quasi-experimental method with a pretest–posttest control group design. The population consisted of all fifth-grade students in the 2024/2025 academic year, with two classes selected as the experimental and control groups, each comprising 21 students. The research instruments included an essay-based mathematical critical thinking test developed according to Facione’s indicators (interpretation, analysis, evaluation, and inference) and a multiple-choice mathematics achievement test, all of which met validity and reliability requirements. Data were analyzed using an independent samples t-test and N-Gain analysis. The results indicated that the implementation of PBL had a significant effect on mathematical critical thinking skills (t = −3.317; p = 0.002) and mathematics learning outcomes (t = −2.241; p = 0.031). Mathematically, the mean N-Gain score for mathematical critical thinking in the experimental class was 0.5236 (52.36%), which was higher than that of the control class at 0.4966 (49.66%), with a difference of 2.70%; both were categorized as moderate. Meanwhile, the mean N-Gain score for mathematics learning outcomes in the experimental class was 0.3715 (37.15%), classified as moderate, and higher than that of the control class at 0.2352 (23.52%), which was categorized as low. These findings indicate that the Problem Based Learning model is more effective in improving students’ mathematical critical thinking skills and mathematics learning outcomes at the elementary school level. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peningkatan kemampuan berpikir kritis matematis dan hasil belajar matematika siswa kelas V SD Peradaban Serang melalui penerapan model Problem Based Learning (PBL). Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode kuasi eksperimen dan desain pretest–posttest control group. Populasi penelitian meliputi seluruh siswa kelas V tahun ajaran 2024/2025, dengan dua kelas yang dipilih sebagai kelas eksperimen dan kelas kontrol, masing-masing berjumlah 21 siswa. Instrumen penelitian terdiri atas tes uraian kemampuan berpikir kritis matematis berdasarkan indikator Facione (interpretasi, analisis, evaluasi, dan inferensi) serta tes hasil belajar matematika berbentuk pilihan ganda, yang telah memenuhi kriteria validitas dan reliabilitas. Analisis data dilakukan menggunakan independent samples t-test dan perhitungan N-Gain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan PBL berpengaruh signifikan terhadap kemampuan berpikir kritis matematis (t = −3,317; p = 0,002) dan hasil belajar matematika (t = −2,241; p = 0,031). Secara matematis, nilai rata-rata N-Gain kemampuan berpikir kritis matematis pada kelas eksperimen sebesar 0,5236 (52,36%) lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol sebesar 0,4966 (49,66%), dengan selisih peningkatan sebesar 2,70% dan keduanya berada pada kategori sedang. Sementara itu, nilai N-Gain hasil belajar matematika pada kelas eksperimen sebesar 0,3715 (37,15%) termasuk kategori sedang dan lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol sebesar 0,2352 (23,52%) yang berada pada kategori rendah. Temuan ini menunjukkan bahwa model Problem Based Learning lebih efektif dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis matematis dan hasil belajar matematika siswa sekolah dasar.
DEVELOPMENT OF ETHNO-STEM BASED MODULES INTEGRATED WITH CREATIVE THINKING ON ELEMENTS, COMPOUNDS AND MIXTURES MATERIAL Lubis, Erina Debora Mastauli; Djulia, Ely; Samdinal, Samdinal
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v6i1.9227

Abstract

The limited relevance of science learning and the dominance of conventional teaching methods have led to low creative thinking skills among students. This study aims to develop an Ethno-STEM-based module integrated with creative thinking skills on the topic of elements, compounds, and mixtures. The development model used is the 4D model (Define, Design, Develop, and Disseminate), limited to expert validation, teacher and student responses. The module integrates local wisdom and cultural contexts with STEM learning stages, fostering fluency, flexibility, originality, and elaboration. The validation results show that the module meets the "very valid" criteria from material experts (Aiken’s V = 0.85), learning experts (0.84), media experts (0.81), and test instrument validators (0.83). Science teachers also rated the module very valid (0.89). Student responses reached an average of 89%, categorized as “very practical,” indicating that the module is attractive, easy to understand, culturally relevant, and effective in stimulating creative thinking. Thus, the developed Ethno-STEM module is highly feasible, practical, and relevant as an alternative teaching material in supporting the Independent Curriculum and enhancing students’ creative thinking. ABSTRAK Keterbatasan relevansi pembelajaran sains dan dominasi metode pengajaran konvensional telah menyebabkan rendahnya kemampuan berpikir kreatif di kalangan siswa. Studi ini bertujuan untuk mengembangkan modul berbasis Etno-STEM yang terintegrasi dengan kemampuan berpikir kreatif pada topik unsur, senyawa, dan campuran. Model pengembangan yang digunakan adalah model 4D (Definisikan, Rancang, Kembangkan, dan Sebarkan), yang dibatasi oleh validasi ahli, Guru dan respons siswa. Modul ini mengintegrasikan kearifan lokal dan konteks budaya dengan tahapan pembelajaran STEM, mendorong kelancaran, fleksibilitas, orisinalitas, dan elaborasi. Hasil validasi menunjukkan bahwa modul tersebut memenuhi kriteria "sangat valid" dari para ahli materi (Aiken’s V = 0,85), ahli pembelajaran (0,84), ahli media (0,81), dan validator instrumen tes (0,83). Guru IPA juga menilai modul tersebut sangat valid (0,89). Respons siswa mencapai rata-rata 89%, dikategorikan sebagai "sangat praktis," menunjukkan bahwa modul tersebut menarik, mudah dipahami, relevan secara budaya, dan efektif dalam merangsang berpikir kreatif. Dengan demikian, modul Ethno-STEM yang dikembangkan sangat layak, praktis, dan relevan sebagai bahan ajar alternatif dalam mendukung Kurikulum Mandiri dan meningkatkan pemikiran kreatif siswa.  
THE EFFECT OF THE COOPERATIVE LEARNING MODEL TYPE NUMBERED HEADS TOGETHER (NHT) TO IMPROVE CRITICAL THINKING SKILL ON ECOLOGY AND BIODIVERSITY MATERIAL GRADE VII SMP Isfahani, Isfahani; Sari, Wina Dyah Puspita
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v6i1.9228

Abstract

This study aims to determine the effect of the Numbered Heads Together (NHT) cooperative learning model on students learning outcomes and critical thinking skills in Ecology and Biodiversity material for Grade VII students at SMP Negeri 35 Medan. The research employed a quasi-experimental method using a nonequivalent control group design involving two classes with a total of 64 students, in which the experimental class was taught using the NHT learning model while the control class was taught using a conventional teacher-centered learning model. Data were collected through pretest and posttest instruments, and the improvement in students’ learning outcomes was measured using the normalized gain (N-Gain). The results showed that both classes experienced improvement; however, the experimental class demonstrated a higher increase, with an average N-Gain score of 0.523 categorized as medium, compared to 0.372 in the control class, which was also categorized as medium. Furthermore, the results of the onetailed independent sample t-test showed a significance value of 0.000 (p < 0.05), indicating that the improvement in learning outcomes of students taught using the NHT learning model was significantly higher than that of students taught using the conventional learning model. These findings indicate that the Numbered Heads Together (NHT) learning model has a positive and significant effect on students learning outcomes and can be used as an effective alternative model in science learning, particularly in Ecology and Biodiversity topics. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran kooperatif Numbered Heads Together (NHT) terhadap hasil belajar dan kemampuan berpikir kritis siswa pada materi Ekologi dan Keanekaragaman Hayati kelas VII di SMP Negeri 35 Medan. Penelitian ini menggunakan metode kuasi eksperimen dengan desain nonequivalent control group yang melibatkan dua kelas dengan jumlah keseluruhan 64 siswa, di mana kelas eksperimen diajar menggunakan model pembelajaran NHT sedangkan kelas kontrol diajar menggunakan model pembelajaran konvensional yang berpusat pada guru. Pengumpulan data dilakukan melalui instrumen pretest dan posttest, sedangkan peningkatan hasil belajar siswa dianalisis menggunakan normalized gain (N-Gain). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua kelas mengalami peningkatan hasil belajar, namun peningkatan pada kelas eksperimen lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol, dengan nilai rata-rata N-Gain sebesar 0,523 pada kategori sedang, sedangkan kelas kontrol memperoleh nilai rata-rata N-Gain sebesar 0,372 yang juga termasuk kategori sedang. Selanjutnya, hasil uji independent sample t-test satu arah menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,000 (p < 0,05), yang menunjukkan bahwa peningkatan hasil belajar siswa yang diajar menggunakan model pembelajaran NHT secara signifikan lebih tinggi dibandingkan dengan siswa yang diajar menggunakan model pembelajaran konvensional. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran Numbered Heads Together (NHT) berpengaruh positif dan signifikan terhadap hasil belajar siswa serta dapat digunakan sebagai alternatif model pembelajaran yang efektif dalam pembelajaran IPA, khususnya pada materi Ekologi dan Keanekaragaman Hayati.