cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalp4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
jurnalp4i@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, NTB
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA
ISSN : 27970744     EISSN : 27971031     DOI : https://doi.org/10.51878/science.v1i2.389
Core Subject : Education,
Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan pendidikan matematika dan IPA.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 385 Documents
COLLABORATIVE PROBLEM POSING USING GEOGEBRA: A STUDY ON HIGH MATH ABILITY JUNIOR HIGH SCHOOL STUDENTS Fadilah, Nurul; Rosyidi, Abdul Haris; Sari, Yurizka Melia
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v6i1.8928

Abstract

Problem posing is important in learning mathematics because it improves reasoning, critical thinking, and creative thinking skills. However, many students still find it difficult to pose problems. Through collaborative problem posing, students can exchange their understanding. The use of GeoGebra in problem posing can help students play an active role in generating ideas to construct new problems through its features. This research is a qualitative research that aims to describe the collaborative semi-structured problem posing of junior high school students assisted by GeoGebra in high groups. This research was conducted in one of the junior high schools in Surabaya class IX odd semester of the 2024/2025 school year in the age range of 14-15 years. The research data were collected through Problem Posing Test and Focus Group Discussion. The research subjects were a group with high mathematical ability consisting of two students. The results showed both members in the group contributed to each other for the new problem created. On knowledge base, they identified mathematical facts, concepts, and procedures. On heuristics and schema, they explored GeoGebra to come up with ideas. On group dynamics and interactions, they performed processes of normality, conformity, and innovation. In individual consideration of aptness, both members argued that each individual was skilled in proposing problems and the problems they created were acceptable to group members. Student had no problems during discussion and expressing their opinions due to their equal mathematical ability. Therefore, further research is needed on whether collaborative problem posing using GeoGebra heterogeneous groups also works. ABSTRAK Pengajuan masalah merupakan hal penting dalam belajar matematika karena meningkatkan kemampuan penalaran, berpikir kritis, dan berpikir kreatif. Namun, masih banyak siswa merasa kesulitan dalam pengajuan masalah. Melalui pengajuan masalah kolaboratif siswa dapat saling bertukar pemahaman. Penggunaan GeoGebra dalam pengajuan masalah dapat membantu siswa berperan aktif memunculkan ide-ide untuk mengkonstruksi masalah baru melalui fitur-fiturnya. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang bertujuan untuk mendeskripsikan pengajuan masalah semi terstruktur kolaboratif siswa SMP berbantuan GeoGebra pada kelompok tinggi. Penelitian ini dilakukan di salah satu SMP di Surabaya kelas IX semester ganjil tahun ajaran 2024/2025 pada rentang usia 14-15 tahun. Data penelitian dikumpulkan melalui Tes Pengajuan Masalah dan Focus Group Discussion. Subjek penelitian merupakan kelompok dengan kemampuan matematika tinggi yang terdiri atas dua siswa. Hasil penelitian menunjukkan kedua anggota dalam kelompok saling berkontribusi untuk masalah baru yang dibuat. Pada basis pengetahuan, mereka mengidentifikasi fakta, konsep, dan prosedur matematika. Pada heuristik dan skema, mereka mengeksplorasi GeoGebra untuk memunculkan ide-ide. Pada dinamika dan interaksi kelompok, mereka melakukan proses normalitas, konformitas, dan inovasi. Pada pertimbangan individu atas kesesuaian, kedua anggota saling berpendapat bahwa tiap individu terampil dalam mengajukan masalah dan masalah yang mereka buat dapat diterima anggota kelompok. Siswa tidak memiliki masalah selama berdiskusi dan mengungkapkan pendapat dikarenakan kesetaraan kemampuan matematika. Oleh karena itu, perlu penelitian lebih lanjut terkait apakah pengajuan masalah kolaboratif pada kelompok heterogen berbantuan GeoGebra juga berjalan demikian.
CURRENT TRENDS IN THE APPLICATION OF AUGMENTED REALITY-BASED LEARNING MEDIA IN BIOLOGY EDUCATION: A SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW Ramadhini, Ineke Laili; Marlina, Reni; Titin, Titin
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v6i1.8929

Abstract

The development of digital technology has brought significant changes to the world of education, including in Biology learning, which often contains abstract concepts that are difficult to visualize. One innovation that is widely used to overcome this problem is Augmented Reality (AR) technology. AR allows students to interact with three-dimensional virtual objects in a realistic way, thereby improving their understanding of complex Biology concepts. This study aims to analyze the latest trends in the application of AR-based learning media in biology learning using a Systematic Literature Review (SLR) approach with PRISMA guidelines.  A total of 19 articles published between 2016 and 2025 were reviewed based on inclusion criteria, including formal education levels, types of media, research methods, and biology topics studied. The results of the analysis show that the use of AR is most commonly found at the senior high school level, with smartphone-based media dominating. This is due to the more mature abstract thinking and digital literacy skills of senior high school students, which support the effective use of AR in understanding biology material. Most studies used quantitative methods with quasi-experimental designs to measure the effect of AR on student learning outcomes, motivation, and digital literacy. In general, AR-based media has been proven to improve students' conceptual understanding, learning outcomes, motivation, and engagement in Biology learning. Thus, AR technology has great potential as an innovative 21st-century learning strategy that is interactive, contextual, and supports the digital transformation of Biology education. ABSTRAK Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan signifikan dalam dunia pendidikan, termasuk dalam pembelajaran Biologi yang sering kali memuat konsep abstrak dan sulit divisualisasikan. Salah satu inovasi yang banyak digunakan untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah teknologi Augmented Reality (AR). AR memungkinkan siswa berinteraksi dengan objek virtual tiga dimensi secara nyata sehingga dapat meningkatkan pemahaman terhadap konsep Biologi yang kompleks. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tren terkini penerapan media pembelajaran berbasis AR dalam pembelajaran Biologi menggunakan pendekatan Systematic Literature Review (SLR) dengan panduan PRISMA. Sebanyak 19 artikel yang diterbitkan pada tahun 2016–2025 ditelaah berdasarkan kriteria inklusi, meliputi jenjang pendidikan formal, jenis media, metode penelitian, serta topik Biologi yang dikaji. Hasil analisis menunjukkan bahwa penggunaan AR paling banyak ditemukan pada jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA) dengan dominasi media berbasis smartphone. Hal ini dikarenakan kemampuan berpikir abstrak dan literasi digital siswa SMA yang lebih matang, sehingga mendukung efektivitas penggunaan AR dalam memahami materi Biologi. Sebagian besar penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain quasi-experimental untuk mengukur pengaruh AR terhadap hasil belajar, motivasi, dan literasi digital siswa. Secara umum, media berbasis AR terbukti mampu meningkatkan pemahaman konsep, hasil belajar, motivasi, dan keterlibatan siswa dalam pembelajaran Biologi. Dengan demikian, teknologi AR memiliki potensi besar sebagai strategi pembelajaran inovatif abad ke-21 yang interaktif, kontekstual, dan mendukung transformasi digital pendidikan Biologi.  
PENGARUH SELF RENEWAL CAPACITY DAN DISPOSISI MATEMATIS TERHADAP KEMAMPUAN PENALARAN MATEMATIKA SISWA Sari, Indah Putri Nanda; Efrida, Eva; Tamin, Istira Fauziah; Amatullah, Diana Hasna; Warto, Warto; Pratiwi, Rina Hidayati
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v6i1.8930

Abstract

This study aims to determine the effect of self-renewal capacity and mathematical disposition on students' mathematical reasoning abilities in mathematical logic and mathematical induction. The research method used was a survey with correlational analysis conducted on a population of 11th grade science students at SMAN 7 Bekasi in the 2020/2021 academic year. A sample of 42 students was taken using a non-probability sampling technique. The instruments used were questionnaires and tests. The data were analyzed first using data analysis requirements tests, namely normality tests, regression linearity tests, and multicollinearity tests. After the data requirements were met, inferential analysis was conducted to test the research hypotheses using correlation analysis and multiple regression techniques. The results of the study found that: (1) there was an effect of self-renewal capacity and mathematical disposition on students' mathematical reasoning abilities; (2) there was an effect of self-renewal capacity on students' mathematical reasoning abilities; (3) there was an effect of mathematical disposition on students' mathematical reasoning abilities. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh self renewal capacity dan disposisi matematis secara bersama-sama terhadap kemampuan penalaran matematika siswa pada materi logika matematika dan induksi matematika. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei dengan analisis korelasional yang dilakukan pada populasi peserta didik kelas XI IPA SMAN 7 Bekasi Tahun Ajaran 2020/2021. Sampel diambil dengan teknik Non Probability Sampling sejumlah 42 peserta didik. Instrumen yang digunakan adalah angket dan tes. Data dianalisis terlebih dahulu dengan uji persyaratan analisis data yaitu uji normalitas, uji linearitas regresi dan uji multikoliniearitas. Setelah uji persyaratan data terpenuhi, dilakukan analisis inferensial untuk pengujian hipotesis penelitian dengan menggunakan teknik analisis korelasi dan regresi ganda. Dari hasil penelitian ditemukan bahwa: (1) terdapat pengaruh self renewal capacity dan disposisi matematis secara bersama-sama terhadap kemampuan penalaran matematika siswa; (2) terdapat pengaruh self renewal capacity terhadap kemampuan penalaran matematika siswa; (3) terdapat pengaruh disposisi matematis terhadap kemampuan penalaran matematika siswa.  
EKSPLORASI ETNOMATEMATIKA YANG TERKANDUNG PADA BUDAYA BERTANI MASYARAKAT JOMBANG Fatmawati, Risdiana Andika; Supriyono, Supriyono; Arifin, Slamet
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v6i1.8931

Abstract

Farming culture is a social practice rich in local knowledge and ethnomathematical elements contained in each stage of rice cultivation, as well as analysing its relevance to contextual mathematics learning. The research used qualitative methods with an ethnographic approach through field observations, in-depth interviews, and documentation of farmers who were directly involved in all aspects of rice cultivation, including the forms of mathematical reasoning that arose naturally from the community's experience in cultivating rice fields. However, the potential of mathematics in the agricultural culture of Bareng Subdistrict, Jombang Regency, has not been widely explored as a source of learning in primary schools. This study aims to identify and describe the agricultural process. Data analysis was carried out through the stages of reduction, presentation, and interactive conclusion drawing. The results of the study show that every agricultural activity, from ngluku, nggebyok, nandur, ngopeni, to harvesting, contains mathematical concepts such as measurement, estimation, comparison, row-column patterns, symmetry, proportionality, division of space, work rhythm, and frequency calculation. These concepts are applied intuitively and are not expressed in formal mathematical language, but are reflected through the actions and work strategies of farmers. This study concludes that the farming culture of the Bareng community has strong potential as a learning resource for developing numeracy. ABSTRAK Budaya bercocok tanam merupakan salah satu praktik sosial yang kaya akan pengetahuan lokal, unsur-unsur etnomatematika yang terkandung dalam setiap tahapan bercocok tanam padi, serta menganalisis relevansinya bagi pembelajaran matematika kontekstual. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan etnografi melalui observasi lapangan, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap petani yang terlibat langsung dalam seluruh termasuk bentuk-bentuk penalaran matematis yang muncul secara alami dari pengalaman masyarakat dalam mengolah sawah. Namun, potensi matematika dalam budaya pertanian di Kecamatan Bareng, Kabupaten Jombang, belum banyak dieksplorasi sebagai sumber pembelajaran di sekolah dasar. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi dan mendeskripsikan proses pertanian. Analisis data dilakukan melalui tahap reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan secara interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap aktivitas pertanian mulai dari ngluku, nggebyok, nandur, ngopeni, hingga panen mengandung konsep matematika seperti pengukuran, estimasi, perbandingan, pola baris kolom, simetri, proporsionalitas, pembagian ruang, ritme kerja, dan perhitungan frekuensi. Konsep-konsep ini diterapkan secara intuitif dan tidak dinyatakan dalam bahasa matematika formal, tetapi tercermin melalui tindakan dan strategi kerja petani. Penelitian ini menyimpulkan bahwa budaya bertani masyarakat Bareng memiliki potensi kuat sebagai sumber belajar untuk mengembangkan  numerasi siswa melalui pembelajaran berbasis konteks yang dekat dengan kehidupan mereka.  
PENGARUH MODEL TWO STAY TWO STRAY TERHADAP KETERAMPILAN KOMUNIKASI PESERTA DIDIK PADA MATERI STRUKTUR SEL Prahesti, Elsa Rima; Ramadhani, Arni; Salsabila, Niken Alya; Irawan, Nevilia Pramesti; Siburian, Jodion; Tentia, Ine
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v6i1.8933

Abstract

Communication skills are a vital competency in the era of globalization and society 5.0, but their application in biology learning is often still minimal due to the lack of active interaction in the classroom. This study aims to evaluate the effectiveness of the Two Stay Two Stray (TSTS) learning model in improving students' communication skills in cell structure material. Using the Classroom Action Research (CAR) method implemented in two cycles (planning, implementation, observation, and reflection) in class X.2.2 of SMA Negeri 8 Jambi City with 33 students, this study measured communication indicators such as cooperation, interpersonal skills, integrity, responsibility, and interactive communication through a non-test questionnaire. Quantitative descriptive analysis showed a significant increase in students' communication skills, moving from the good category (80.3%) in the pre-action to very good (88.1%) in the second cycle. This increase was driven by the optimization of discussion time and group presentation obligations that facilitated a more intensive exchange of ideas. It was concluded that the TSTS model was effective in developing students' communication skills, although additional mentoring strategies were needed for students with low initial abilities to ensure equitable learning outcomes. ABSTRAK Keterampilan komunikasi merupakan kompetensi vital dalam era globalisasi dan masyarakat 5.0, namun penerapannya dalam pembelajaran biologi sering kali masih minim akibat kurangnya interaksi aktif di kelas. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas model pembelajaran Two Stay Two Stray (TSTS) dalam meningkatkan keterampilan komunikasi siswa pada materi struktur sel. Menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus (perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi) di kelas X.2.2 SMA Negeri 8 Kota Jambi dengan 33 siswa, penelitian ini mengukur indikator komunikasi seperti kerja sama, keterampilan interpersonal, integritas, tanggung jawab, dan komunikasi interaktif melalui angket non-tes. Analisis deskriptif kuantitatif menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam keterampilan komunikasi siswa, bergerak dari kategori baik (80,3%) pada pra-tindakan menjadi sangat baik (88,1%) pada siklus kedua. Peningkatan ini didorong oleh optimalisasi waktu diskusi dan kewajiban presentasi kelompok yang memfasilitasi pertukaran ide secara lebih intensif. Disimpulkan bahwa model TSTS efektif dalam menumbuhkan kemampuan komunikasi siswa, meskipun diperlukan strategi pendampingan tambahan bagi siswa dengan kemampuan awal yang rendah untuk memastikan pemerataan hasil belajar.