cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalp4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
jurnalp4i@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, NTB
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA
ISSN : 27970744     EISSN : 27971031     DOI : https://doi.org/10.51878/science.v1i2.389
Core Subject : Education,
Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan pendidikan matematika dan IPA.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 378 Documents
ANALISIS KEBUTUHAN MEDIA PEMBELAJARAN LKPD BERBASIS PROBLEM BASED LEARNING BERBANTUAN LIVEWORKSHEET PADA MATERI IKATAN KIMIA Mardhatillah, Tasya; Aini, Syamsi
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v5i4.7546

Abstract

This research is motivated by the limited use of interactive learning media in chemistry lessons, which tend to be conventional, resulting in low learning outcomes. This problem is confirmed by preliminary data showing that 55.8% of students find chemical bonding difficult to understand. Therefore, this study focuses on analyzing the needs of teachers and students for the development of learning media in the form of electronic Student Worksheets (LKPD) based on Problem-Based Learning (PBL) with the aid of Liveworksheet on chemical bonding. A crucial step in this research is implementing the 4D R&D model, but limited to the Define stage. This stage was implemented through data collection using a needs analysis questionnaire distributed to 52 students and an interview questionnaire directed to three chemistry teachers at SMTI Padang Vocational High School. The main findings indicate a gap, with 94.2% of students having difficulty understanding the existing teaching materials (textbooks and PPT), while teachers have never used PBL-based electronic LKPD. Key findings also revealed technological readiness (100% of students brought devices) and high student interest (82.7%) in e-LKPD. It was concluded that teachers and students urgently need media innovations that can accommodate the characteristics of abstract material, students' visual learning styles, and the demands of the Independent Curriculum, making this PBL-based e-LKPD an appropriate alternative solution. ABSTRAKPenelitian ini dilatarbelakangi oleh terbatasnya pemanfaatan media pembelajaran interaktif dalam pembelajaran kimia yang cenderung masih bersifat konvensional, sehingga berdampak pada rendahnya hasil belajar. Masalah ini terkonfirmasi oleh data awal yang menunjukkan 55,8% peserta didik merasa materi ikatan kimia sulit dipahami. Oleh karena itu, penelitian ini berfokus untuk menganalisis kebutuhan guru dan peserta didik terhadap pengembangan media pembelajaran berupa Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) elektronik berbasis Problem Based Learning (PBL) berbantuan Liveworksheet pada materi ikatan kimia. Langkah penting penelitian ini adalah menerapkan metode R&D model 4D, namun dibatasi hanya sampai tahap Define. Tahapan ini dilaksanakan melalui pengumpulan data menggunakan angket analisis kebutuhan yang disebar kepada 52 peserta didik dan angket wawancara yang ditujukan kepada 3 guru kimia di SMK SMTI Padang. Temuan utama menunjukkan adanya kesenjangan, di mana 94,2% siswa kesulitan memahami bahan ajar yang ada (buku teks dan PPT), sementara guru belum pernah menggunakan LKPD elektronik berbasis PBL. Temuan kunci juga mengungkap adanya kesiapan teknologi (100% siswa membawa gawai) dan minat siswa yang tinggi (82,7%) terhadap e-LKPD. Disimpulkan bahwa guru dan peserta didik sangat memerlukan inovasi media yang mampu mengakomodasi karakteristik materi abstrak, gaya belajar visual siswa, serta tuntutan Kurikulum Merdeka, menjadikan e-LKPD berbasis PBL ini alternatif solusi yang tepat.
ANALISIS KEBUTUHAN MEDIA PEMBELAJARAN E-LKPD BERBASIS PROBLEM BASED LEARNING (PBL) PADA MATERI SISTEM PERIODIK UNSUR BERBANTUAN LIVEWORKSHEET Nurhayati, Nurhayati; Aini, Syamsi
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v5i4.7547

Abstract

Chemistry learning on the crucial topic of the periodic table of elements (SPU) at SMTI Padang Vocational High School (SMTI) is identified as still facing challenges, despite utilizing learning resources such as textbooks and PowerPoint. The background to this problem is the low understanding of SPU concepts (61.8% of students find them difficult) and the existing teaching materials are considered less interactive (90.9% of students have difficulty understanding them), thus not optimally fostering critical thinking skills. This study focuses on analyzing the needs for developing innovative learning media in the form of Electronic Student Worksheets (e-LKPD) based on Problem-Based Learning (PBL) with the assistance of the Liveworksheet platform. A crucial stage of this research is the Define stage of the 4D development model, which was conducted through in-depth interviews with three teachers and the distribution of needs questionnaires to 55 Phase E students. Key findings revealed a gap between actual conditions and learning needs; teachers require interactive PBL media relevant to industrial contexts, while students (50% of whom have a visual learning style) strongly desire digital media. Key findings supporting this solution include infrastructure readiness (100% of students brought devices; 92.7% had internet access) and high student interest (83.6%). Therefore, it is concluded that the development of PBL-based e-LKPD with the assistance of Liveworksheet is a highly relevant and necessary solution for creating more interactive, flexible, and meaningful SPU learning. ABSTRAKPembelajaran kimia pada materi krusial sistem periodik unsur (SPU) di SMK SMTI Padang diidentifikasi masih menghadapi kendala, meskipun telah memanfaatkan sumber belajar seperti buku teks dan PowerPoint. Latar belakang masalah ini adalah rendahnya pemahaman konsep SPU (61,8% siswa merasa sulit) dan bahan ajar yang ada dinilai kurang interaktif (90,9% siswa kesulitan memahaminya), sehingga belum optimal menumbuhkan keterampilan berpikir kritis. Penelitian ini berfokus pada analisis kebutuhan pengembangan media pembelajaran inovatif berupa Lembar Kerja Peserta Didik Elektronik (e-LKPD) berbasis Problem Based Learning (PBL) dengan bantuan platform Liveworksheet. Tahapan penting penelitian ini adalah tahap Define dari model pengembangan 4D, yang dilaksanakan melalui wawancara mendalam dengan tiga guru dan penyebaran angket kebutuhan kepada 55 siswa Fase E. Temuan utama mengungkap adanya kesenjangan antara kondisi aktual dan kebutuhan pembelajaran; guru memerlukan media PBL yang interaktif dan relevan dengan konteks industri, sementara siswa (50% bergaya belajar visual) sangat menginginkan media digital. Temuan kunci yang mendukung solusi ini adalah kesiapan infrastruktur (100% siswa membawa gawai; 92,7% akses internet) dan minat siswa yang tinggi (83,6%). Dengan demikian, disimpulkan bahwa pengembangan e-LKPD berbasis PBL berbantuan Liveworksheet merupakan solusi yang sangat relevan dan dibutuhkan untuk menciptakan pembelajaran SPU yang lebih interaktif, fleksibel, dan bermakna.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN AKTIF INOVATIF KREATIF EFEKTIF DAN MENYENANGKAN (PAIKEM) TERHADAP KREATIVITAS PESERTA DIDIK KELAS VIII PADA MATERI CAHAYA DAN ALAT OPTIK DI MTSN 3 BLITAR Pratandawati, Atisa Pepsina; Sari, Ambar
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v5i4.7548

Abstract

This study aims to determine the influence of the Active, Innovative, Creative, Effective, and Enjoyable Learning Model (PAIKEM) on the creativity of Eighth Grade students in the subject matter of Light and Optical Instruments at MTsN 3 Blitar. This research uses a quantitative approach with a quasy experimental design, specifically the Post-test Only Control Group Design. The population of this study was all students of MTsN 3 Blitar, with a sample consisting of 32 students from Class VIII B as the experimental class and 34 students from Class VIII D as the control class. The sampling technique used in this study was purposive sampling. The data collection instruments used were the Creativity Test and Documentation. Prior to use, validity and reliability tests were conducted. The results showed that there is an influence of the Active, Innovative, Creative, Effective, and Enjoyable Learning Model (PAIKEM) on the creativity of Eighth Grade students in the subject matter of Light and Optical Instruments at MTsN 3 Blitar, which is evidenced by the sig. value of 0.000<0.05. Thus, H0  is rejected and Ha  is accepted, and the tcount  and ttable  values obtained are 5.142>1.997(tcount >ttable ). ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Model Pembelajaran Aktif Inovatif Kreatif Efektif dan Menyenangkan (PAIKEM) terhadap Kreativitas Peserta Didik Kelas VIII pada Materi Cahaya dan Alat Optik di MTsN 3 Blitar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian quasy experimental dengan Post-test Only Control Group Design. Populasi dalam penelitian adalah seluruh peserta didik MTsN 3 Blitar dengan sampel yang digunakan adalah 32 peserta didik kelas VIII B sebagai kelas eksperimen dan 34 peserta didik kelas VIII D sebagai kelas kontrol. Pengambilan sempel pada penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen pengumpulan data pada penelitian ini adalah Tes kreativitas, dan Dokumentasi. Sebelum digunakan, perlu dilakukan pengujian validitas dan reliabilitas terlebih dulu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, Terdapat Pengaruh Model Pembelajaran Aktif Inovatif Kreatif Efektif dan Menyenangkan (PAIKEM) terhadap Kreativitas Peserta Didik Kelas VIII pada Materi Cahaya dan Alat Optik di MTsN 3 Blitar yang dibuktikan dengan nilai sig. 0,000 < 0,05. Dengan demikian ditolak H0 diterima Ha dan nilai  thitung  dan ttabel diperoleh 5,142 > 1,997 = thitung  > ttabel 
EFEKTIVITAS LKPD ASAM BASA BERBASIS PROBLEM BASED LEARNING TERINTEGRASI CULTURALLY RESPONSIVE TEACHING UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN LITERASI KIMIA PESERTA DIDIK FASE F SMA Hasanti, Selvia; Andromeda, Andromeda
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v5i4.7549

Abstract

The low level of students' chemistry literacy is caused by a lack of contextual learning that is relevant to everyday life. Therefore, this study focuses on testing the effectiveness of Problem Based Learning (PBL)-based acid-base Student Worksheets (LKPD) integrated with culturally responsive teaching (CRT) in improving the chemistry literacy of Phase F high school students. This study used a quasi-experimental design with a nonequivalent control group design. The research subjects were two 11th grade classes at SMA Negeri 5 Padang, one as the experimental (XI 4) class using PBL-CRT-based LKPD and the other as the control (XI 7) class using PBL without CRT LKPD. Data were collected through pretest and posttest, then analyzed using t- test and N-Gain calculation to see the improvement in chemistry literacy. The results showed that the average N-Gain in the experimental class was 0.659 (fairly effective category) and in the control class was 0.477 (moderate category). The hypothesis test produced a tvalue of 8.755, which was greater than the ttable value of 2.000 at a significance level of 0.05, so H? was rejected and H? was accepted. This indicates a significant difference between the learning outcomes of the experimental and control classes. The application of PBL-based LKPD integrated with CRT proved to be effective in improving students' chemistry literacy skills, both in terms of context, knowledge, and competence. ABSTRAKRendahnya kemampuan literasi kimia peserta didik disebabkan oleh kurangnya pembelajaran yang kontekstual dan relevan dengan kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, penelitian ini berfokus pada pengujian efektivitas Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) asam basa berbasis Problem Based Learning (PBL) yang terintegrasi dengan culturally responsive teaching (CRT) dalam meningkatkan kemampuan literasi kimia peserta didik Fase F SMA. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen semua (quasi experimental design) dengan desain nonequivalent control group design. Subjek penelitian adalah dua kelas XI SMA Negeri 5 Padang, masing-masing sebagai kelas eksperimen (XI 4) yang menggunakan LKPD berbasis PBL-CRT dan kelas control (XI 7) yang menggunakan LKPD PBL tidak berbasis CRT. Data dikumpulkan melalui pretest dan posttest, kemudian dianalisis menggunakan uji-t dan perhitungan N-Gain untuk melihat peningkatan literasi kimia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata N-Gain pada kelas eksperimen sebesar 0,659 (kategori cukup efektif) dan kelas kontrol sebesar 0,477 (kategori sedang). Uji hipotesis menghasilkan nilai thitung = 8,755 lebih besar dari ttabel = 2,000 pada taraf signifikansi 0,05, sehingga H? ditolak dan H? diterima. Hal ini menunjukkan adanya perbedaan signifikan antara hasil belajar kelas eksperimen dan kontrol. Penerapan LKPD berbasis PBL terintegrasi CRT terbukti efektif dalam meningkatkan kemampuan literasi kimia peserta didik, baik pada aspek konteks, pengetahuan, maupun kompetensi. Simpulan utama dari penelitian ini adalah bahwa integrasi model PBL dengan pendekatan CRT tidak hanya memperkuat pemahaman konsep asam basa, tetapi juga meningkatkan keterlibatan aktif siswa serta mengaitkan pembelajaran kimia dengan nilai dan budaya lokal sehingga lebih bermakna dan kontekstual.  
VALIDITAS DAN PRAKTIKALITAS MEDIA VIDEO PEMBELAJARAN LAJU REAKSI PADA PLATFORM YOUTUBE UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN LITERASI KIMIA SISWA J, Nurul Maulidia; Andromeda, Andromeda
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v5i4.7550

Abstract

The development of science and technology requires innovation in education to align with the needs of the 21st century. The government, through the Ministry of Education, Culture, Research, and Technology (Kemendikbudristek), has implemented the Merdeka Curriculum, which positions students as the main subjects in the learning process. The Merdeka Belajar concept emphasizes a fun and pressure-free learning atmosphere that encourages students’ creativity and innovation. The use of technology, such as audio-visual–based learning videos, serves as an alternative to improve conceptual understanding, particularly through the YouTube platform, which is familiar and easily accessible to students. This study aims to develop a reaction rate learning video based on chemical literacy using the Plomp model, limited to the preliminary investigation and the development/prototyping stages. In the first prototype stage, a learning video was produced and then validated by three chemistry lecturers from Universitas Negeri Padang and two high school chemistry teachers. The validation results showed an Aiken’s V index of 0.89, categorized as valid. The practicality test conducted by teachers and students obtained an average score of 91.4%, categorized as very practical. The quiz evaluation results showed an improvement in students’ chemical literacy skills with an average score of 89, indicating that students were able to understand reaction rate concepts, identify natural phenomena, and solve mathematical problems related to reaction order and rate equations. Thus, the YouTube-based reaction rate learning video was declared valid, practical, and effective in improving students’ chemical literacy skills. ABSTRAKPerkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi menuntut inovasi dalam pendidikan agar selaras dengan kebutuhan abad ke-21. Pemerintah melalui Kemendikbudristek menerapkan Kurikulum Merdeka yang menempatkan peserta didik sebagai subjek utama dalam pembelajaran. Konsep Merdeka Belajar menekankan suasana belajar yang menyenangkan dan bebas tekanan sehingga mendorong kreativitas serta inovasi peserta didik. Pemanfaatan teknologi seperti video pembelajaran berbasis audio-visual menjadi alternatif untuk meningkatkan pemahaman konsep, terutama melalui platform YouTube yang dekat dengan siswa dan mudah diakses. Penelitian ini bertujuan mengembangkan video pembelajaran laju reaksi berbasis literasi kimia menggunakan model Plomp yang dibatasi pada tahap investigasi awal serta pengembangan dan pembentukan prototipe. Pada tahap pengembangan prototipe I dihasilkan video pembelajaran yang kemudian divalidasi oleh tiga dosen kimia Universitas Negeri Padang dan dua guru kimia SMA. Hasil validasi menunjukkan nilai Aiken’s V sebesar 0,89 dengan kategori valid. Uji kepraktisan oleh guru dan peserta didik memperoleh rata-rata 91,4% dengan kategori sangat praktis. Hasil evaluasi kuis menunjukkan peningkatan kemampuan literasi kimia dengan nilai rata-rata 89, yang menandakan siswa mampu memahami konsep laju reaksi, mengidentifikasi fenomena alam, serta menyelesaikan persoalan matematis pada orde dan persamaan reaksi. Dengan demikian, video pembelajaran laju reaksi berbasis YouTube dinyatakan valid, praktis dan mampu meningkatkan kemampuan literasi kimia peserta didik.
VALIDITAS DAN PRAKTIKALITAS MEDIA PEMBELAJARAN STRUKTUR ATOM BERBASIS INSTAGRAM UNTUK MENINGKATKAN LITERASI KIMIA SISWA Sulaiman, Phooja Layla; Andromeda, Andromeda
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v5i4.7551

Abstract

The development of information and communication technology in the digital age has brought about major changes in the world of education. Students are now required not only to understand scientific concepts, but also to be able to think critically, creatively, and be tech-savvy. Abstract material on atomic structure requires visual, interactive, and contextual learning media. This study aims to develop Instagram-based learning media on atomic structure material for Phase E of senior high school/MA as a means to improve students' chemistry literacy. This study uses the Plomp development model through the Educational Design Research (EDR) approach, which includes three stages: preliminary research, prototyping phase, and assessment phase. Validation by five experts showed an Aiken's V value of 0.91, which is considered valid, and its practicality was tested by teachers and students with an average score of 93.6%, which is considered very practical. The results of the study show that this Instagram-based learning is considered interesting, easy to use, and capable of displaying abstract concepts of atomic structure in a contextual and interactive visual form and has been proven to support the improvement of students' chemistry literacy. Thus, Instagram-based learning media is suitable for use as an effective digital learning innovation in line with the Merdeka Curriculum, as it is capable of creating active, contextual, and student-centered learning. ABSTRAKPerkembangan teknologi informasi dan komunikasi di era digital membawa perubahan besar dalam dunia pendidikan. Siswa kini dituntut tidak hanya memahami konsep sains, tetapi juga mampu berpikir kritis, kreatif, dan melek terhadap teknologi. Materi struktur atom yang bersifat abstrak memerlukan media pembelajaran yang visual, interaktif, dan kontekstual.. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran berbasis media sosial Instagram pada materi struktur atom Fase E SMA/MA sebagai sarana untuk meningkatkan literasi kimia siswa. Penelitian ini menggunakan model pengembangan Plomp melalui pendekatan Educational Design Research (EDR) yang meliputi tiga tahap: preliminary research, prototyping phase, dan assessment phase. Validasi oleh lima orang ahli menunjukkan nilai Aiken’s V sebesar 0,91 yang termasuk kategori valid, serta diuji kepraktisannya oleh guru dan siswa dengan rata-rata skor 93,6% dengan kategori sangat praktis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran berbasis Instagram ini dinilai menarik, mudah digunakan, dan mampu menampilkan konsep abstrak struktur atom dalam bentuk visual yang kontekstual dan interaktif serta terbukti dapat mendukung peningkatan literasi kimia siswa. Dengan demikian, media pembelajaran berbasis Instagram layak digunakan sebagai inovasi pembelajaran digital yang efektif dan sesuai dengan Kurikulum Merdeka, karena mampu menciptakan pembelajaran yang aktif, kontekstual, dan berpusat pada siswa.
ANALISIS KESALAHAN SISWA DI SMAN 2 SIDOARJO DALAM MENYELESAIKAN SOAL MATEMATIKA MATERI STATISTIKA Aulia, Nira; Sutini, Sutini; Prasetyo, Agung; Putri, Desy Permana
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v5i4.7552

Abstract

This study aims to analyze the errors made by tenth-grade students at SMAN 2 Sidoarjo in solving mathematics problems on the topic of statistical data position using Newman’s Error Analysis Theory. The research employed a descriptive qualitative approach with subjects consisting of tenth-grade students in the 2024/2025 academic year. Data were collected through written tests containing statistical problems that required students to apply their understanding of quartiles, deciles, and percentiles. The students’ responses were then analyzed in depth based on Newman’s five stages of error: reading, comprehension, transformation, process skills, and encoding to identify the types and causes of mistakes made during each problem-solving step. The results showed that no students made reading errors. The percentage of comprehension errors was 23.2%, transformation errors 28.6%, process skill errors 76.7%, and encoding errors 84.7%. The highest errors occurred in the process skills and encoding stages, indicating that students still struggle with computation and drawing correct conclusions. This study implies that teachers should emphasize conceptual understanding and procedural fluency in teaching statistics to minimize students’ errors and enhance their mathematical problem-solving abilities. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesalahan yang dilakukan oleh siswa kelas X di SMAN 2 Sidoarjo dalam menyelesaikan soal matematika pada materi Statistika Letak Data dengan menggunakan Teori Analisis Kesalahan Newman. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan subjek penelitian siswa kelas X tahun ajaran 2024/2025. Data dikumpulkan melalui tes tertulis yang berisi soal-soal statistika yang menuntut siswa untuk menerapkan pemahaman mereka tentang kuartil, desil, dan persentil. Jawaban siswa kemudian dianalisis secara mendalam berdasarkan lima tahapan kesalahan menurut Newman, yaitu membaca, memahami, transformasi, keterampilan proses, dan penulisan jawaban akhir untuk mengidentifikasi jenis serta penyebab kesalahan pada setiap langkah penyelesaian masalah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada siswa yang melakukan kesalahan pada tahap membaca. Persentase kesalahan memahami sebesar 23,2%, kesalahan transformasi sebesar 28,6%, kesalahan keterampilan proses sebesar 76,7%, dan kesalahan penulisan jawaban akhir sebesar 84,7%. Kesalahan tertinggi terjadi pada tahap keterampilan proses dan penulisan jawaban akhir, yang menunjukkan bahwa siswa masih mengalami kesulitan dalam melakukan perhitungan dan menyimpulkan hasil dengan tepat. Penelitian ini menyiratkan bahwa guru perlu menekankan pemahaman konseptual dan kelancaran prosedural dalam pembelajaran statistika untuk meminimalkan kesalahan siswa serta meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematika mereka.
POLA PEMAHAMAN KONSEPTUAL SISWA BOARDING SCHOOL DAN NON-BOARDING SCHOOL PADA MATERI LAJU REAKSI Wulandari, Ayu; Aini, Faizah Qurrata
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v5i4.7553

Abstract

Conceptual understanding is a crucial aspect of learning, especially in science subjects such as chemistry, which require more than mere memorization of information. It involves the ability to connect, interpret, and apply knowledge in various contexts. As chemistry is largely abstract and complex, deep conceptual mastery is essential for meaningful application in real-life situations. Reaction rate material, in particular, is often perceived as difficult, making it a challenge for many students. This study aims to analyze the patterns of conceptual understanding among boarding school and non-boarding school students on the topic of reaction rates using a qualitative approach to explore their comprehension in depth. The results show variations in the mastery of basic and complex concepts; boarding school students tend to have a more structured understanding but still face challenges in explaining deeper aspects such as the function of catalysts and the influence of temperature, while non-boarding school students display good initiative and scientific reasoning although their grasp of fundamental concepts needs improvement. Therefore, adaptive and contextual learning approaches are needed to optimize conceptual understanding in both groups. These findings emphasize the importance of effective learning strategies to overcome difficulties and misconceptions while enhancing students’ critical thinking and scientific reasoning skills to help them understand chemical concepts more comprehensively and applicably. ABSTRAKPemahaman konsep merupakan aspek penting dalam pembelajaran, terutama pada mata pelajaran sains seperti kimia yang menuntut kemampuan lebih dari sekadar mengingat informasi. Pemahaman tersebut mencakup kemampuan mengaitkan, menafsirkan, dan menerapkan pengetahuan dalam berbagai konteks. Materi kimia, yang sebagian besar bersifat abstrak, memerlukan penguasaan konsep yang mendalam agar dapat diaplikasikan dalam situasi nyata. Ilmu kimia dikenal memiliki tingkat kesulitan tinggi, sehingga sering menjadi tantangan bagi siswa, khususnya pada materi laju reaksi yang banyak dianggap sulit. Oleh sebab itu, pola pemahaman konseptual sangat diperlukan untuk mengkaji sejauh mana siswa memahami materi yang kompleks ini. Penelitian ini bertujuan menganalisis pola pemahaman konseptual siswa boarding school dan non-boarding school pada materi laju reaksi dengan pendekatan kualitatif guna menggali pemahaman secara mendalam. Hasil kajian menunjukkan variasi dalam penguasaan konsep dasar dan kompleks; siswa boarding school cenderung memiliki pemahaman yang terstruktur namun masih kesulitan menjelaskan aspek mendalam seperti fungsi katalis dan pengaruh suhu. Sementara siswa non-boarding school menunjukkan inisiatif dan penalaran ilmiah yang baik meskipun penguasaan konsep dasar masih perlu diperkuat. Pendekatan pembelajaran adaptif dan kontekstual sangat dibutuhkan untuk mengoptimalkan pemahaman konseptual kedua kelompok. Temuan ini menggarisbawahi pentingnya strategi pembelajaran yang efektif untuk mengatasi kesulitan dan miskonsepsi, serta meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan reasoning ilmiah siswa sehingga dapat membantu mereka memahami konsep kimia secara lebih utuh dan aplikatif.
POLA PEMAHAMAN KONSEPTUAL SISWA BOARDING SCHOOL DAN NON-BOARDING SCHOOL PADA MATERI KESETIMBANGAN KIMIA Oktorin, Larissa; Aini, Faizah Qurrata
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v5i4.7554

Abstract

This study analyzes the conceptual understanding patterns of boarding school and non-boarding school students on chemical equilibrium material. The research was conducted in two madrasas in Padang City, namely one school with a boarding system and one school with a non-boarding system in the 2025/2026 academic year using a qualitative method. The research sample consisted of 100 students in grade XII Phase F, divided into two groups: 50 boarding school students and 50 non-boarding school students. The research instrument was an essay test consisting of four questions designed to measure conceptual understanding. This study shows that there are differences in conceptual understanding patterns between boarding school and non-boarding school students on chemical equilibrium material. Boarding school students tend to have more structured and thorough understanding, although some choose not to answer if they are unsure, while non-boarding school students are more exploratory but their conceptual understanding is less profound. These differences are influenced by the learning environment and academic habits. Both groups still show misconceptions in symbolic and mathematical aspects, emphasizing the need for learning that emphasizes conceptual understanding and multi-level representation in the topic of chemical equilibrium. ABSTRAKPenelitian ini menganalisis pola pemahaman konseptual siswa boarding school dan non boarding school pada materi kesetimbangan kimia. Kegiatan penelitian dilakukan di dua madrasah di Kota Padang, yaitu satu sekolah dengan sistem boarding dan satu sekolah dengan sistem non-boarding tahun ajaran 2025/2026 dengan menggunakan metode kualitatif. Sampel penelitian berjumlah 100 siswa kelas XII Fase F yang dibagi menjadi 2 kelompok: 50 siswa boarding school, dan 50 siswa non-boarding school. Instrumen penelitian berupa tes esai berjumlah empat soal yang dirancang untuk mengukur pemahaman konseptual. Penelitian ini menunjukkan adanya perbedaan pola pemahaman konseptual antara siswa boarding school dan non-boarding school pada materi kesetimbangan kimia. Siswa boarding school cenderung memiliki pemahaman lebih terstruktur dan teliti, meskipun beberapa memilih tidak menjawab jika kurang yakin, sedangkan siswa non-boarding school lebih eksploratif tetapi pemahaman konseptualnya kurang mendalam. Perbedaan ini dipengaruhi oleh lingkungan belajar dan sistem pembiasaan akademik. Kedua kelompok masih menunjukkan miskonsepsi pada aspek simbolik dan matematis, menegaskan perlunya pembelajaran yang menekankan pemahaman konseptual dan representasi multi-level dalam topik kesetimbangan kimia.
VALIDITAS DAN PRAKTIKALITAS KOMIK DIGITAL MATERI ASAM BASA TERINTEGRASI ETNOSAINS UNTUK MENINGKATKAN LITERASI KIMIA FASE F SMA/MA Alfarishi, Muhammad Miftahul; Andromeda, Andromeda
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v5i4.7555

Abstract

This study aims to develop Integrated Ethnoscience Digital Comics on Acids and Bases as a chemistry learning medium based using the Educational Design Research (EDR) model proposed by Plomp and Nieveen. The study was conducted in two main stages, namely the preliminary research stage and the prototyping phase. The preliminary phase included needs analysis, context analysis based on learning outcomes, and a review of relevant literature. The development phase included story script design, digital comic creation using the IbisPaint X application and Artificial Intelligence (AI) technology, and formative evaluation through self-evaluation, expert review, one-to-one evaluation, and small group evaluation. The instruments used validation questionnaires, and practicality questionnaires. The data were analyzed descriptively and quantitatively to assess the validity and practicality of the product. The results of the study show that the developed digital comics obtained an average Aiken's V validity score of 0.89, categorized as valid, as well as a practicality score of 88.8% by teachers and 89.9% by students, categorized as very practical. This digital comic is considered interesting, easy to use, efficient, and relevant to the context of chemistry learning and everyday life. Thus, the Integrated Ethnoscience Acid-Base Material Digital Comic is declared suitable for use as a chemistry learning medium in SMA/MA because it can increase students' interest in learning, conceptual understanding, and chemistry literacy. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengembangkan Komik Digital Materi Asam Basa Terintegrasi Etnosains sebagai media pembelajaran kimia dengan menggunakan model Educational Design Research (EDR) yang dikemukakan oleh Plomp dan Nieveen. Penelitian dilakukan melalui dua tahap utama, yaitu tahap pendahuluan dan tahap pengembangan. Tahap pendahuluan meliputi analisis kebutuhan, analisis konteks berdasarkan capaian pembelajaran, serta telaah literatur relevan. Tahap pengembangan mencakup perancangan skrip cerita, pembuatan komik digital dengan bantuan aplikasi IbisPaint X dan teknologi Artificial Intelligence (AI), serta evaluasi formatif melalui self-evaluation, expert review, one-to-one evaluation, dan small group evaluation. Instrumen yang digunakan berupa lembar angket validasi, dan angket praktikalitas. Data dianalisis secara deskriptif kuantitatif untuk menilai tingkat validitas dan kepraktisan produk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komik digital yang dikembangkan memperoleh nilai validitas rata-rata Aiken’s V sebesar 0,89 dengan kategori valid, serta tingkat praktikalitas sebesar 88,8% oleh guru dan 89,9% oleh peserta didik dengan kategori sangat praktis. Komik digital ini dinilai menarik, mudah digunakan, efisien, serta relevan dengan konteks pembelajaran kimia dan kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, Komik Digital Materi Asam Basa Terintegrasi Etnosains dinyatakan layak digunakan sebagai media pembelajaran kimia di SMA/MA karena mampu meningkatkan minat belajar, pemahaman konsep, dan literasi kimia peserta didik.