cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalp4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
jurnalp4i@gmail.com
Editorial Address
Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I) Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, NTB
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS
ISSN : 27979431     EISSN : 27978842     DOI : https://doi.org/10.51878/social.v1i2.447
Core Subject : Education,
Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan pendidikan IPS.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 278 Documents
PENGELOLAAN PARIWISATA DI DESA WISATA DETUSOKO BARAT KABUPATEN ENDE Sado, John Chrysostomus; Sahdan, Gregorius
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v5i2.5737

Abstract

Tourism has significant economic, social, and cultural impacts on local communities and regions. Detusoko Barat Tourism Village is one of the Tourism Villages located in Ende Regency. This study aims to determine the management of Detusoko Barat Tourism Village in Ende Regency. This research is motivated by problems that emerged following the operation of Detusoko Barat Tourism Village in 2021. It employs a qualitative descriptive approach and is supported by primary data obtained from stakeholders directly involved in the management of the tourism village. The study applies the concept of good tourism governance through sustainable tourism development with proper tourism management practices. The results of the study show that the management of Detusoko Barat Tourism Village involves all stakeholders, with the community serving as the main actor. There are capacity-building trainings for tourism managers, although the promotional value remains insignificant, and the village lacks a master development plan. The development and management of the village as a leading tourism destination are carried out through community-based innovations. Collaboration among local communities, tourism awareness groups (Pokdarwis), and the village government plays a key role in utilizing natural resources for sustainable tourism. ABSTRAKPariwisata membawa dampak ekonomi, sosial, dan budaya yang signifikan bagi masyarakat dan daerah setempat. Desa Wisata Detusoko Barat merupakan salah satu Desa Wisata yang berada di Kabupaten Ende. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengelolaan Desa Wisata Detusoko Barat Kabupaten Ende. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh permasalahan yang muncul pasca pengoperasian Desa Wisata Detusoko Barat Tahun 2021. Melalui penelitian berjenis deskriptif kualitatif dan didukung oleh data primer berupa informasi dari para pihak yang terlibat langsung dalam pengelolaan Desa Wisata Detusoko Barat. Menggunakan kajian good tourism governance melalui pembangunan kepariwisataan yang berkelanjutan dengan tata kelolah kepariwisataan yang baik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Desa Wisata Detusoko Barat dalam pengelolaanya melibatkan semua pemangku kepentingan, masyarakat sebagai pelaku utama, adanya pelatihan pengembangan sumber daya pengelolah, nilai promosi yang kurang signifikan, dan tidak memiliki buku induk pembangunan. Pengembangan dan pengelolaan sebagai desa wisata unggul dilakukan dengan inovasi berbasis masyarakat. Kolaborasi masyarakat lokal, pokdarwis dan pemerintah desa dalam memanfaatkan sumber daya alam untuk keberlanjutan pariwisata.
JATI DIRI PEREMPUAN KEI YANG TERLUPAKAN (STUDI TENTANG PERUBAHAN IDENTITAS BUDAYA DAN PERAN PEREMPUAN DALAM PELESTARIAN NILAI ADAT, MASYARAKAT ADAT KEI, MALUKU TENGGARA) Rahail, Jhosephin Virani Triani; Widayat, Tri Nugroho Emanuel
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v5i2.5738

Abstract

Kei women traditionally embody a gentle, calm, and conciliatory identity, as reflected in the legendary figure of Nén Ditsakmas. However, in today’s era of modernization, this identity is increasingly forgotten and eroded by social and cultural changes that bring individualistic values and lifestyles divergent from ancestral traditions. This study aims to examine the role of Kei women in managing customary knowledge and how changes in cultural identity affect the preservation of traditional values. A qualitative method involving in-depth interviews, participatory observation, and analysis of customary documents was used to reveal these dynamics. The results show that although the traditional identity of Kei women is fading, their role in upholding customary norms and social harmony remains significant. The research findings indicate that although the traditional identity of Kei women is beginning to fade, their role in maintaining customary norms and social harmony remains significant. Younger generations of Kei women experience a shift in identity, tending to prioritize education, employment, and economic mobility over involvement in traditional activities. Nonetheless, they continue to play an important role in upholding social norms, conducting traditional ceremonies, mediating conflicts, and passing down cultural values to the younger generation. This participation takes on a more hidden form and adapts to ongoing social changes, reflecting the continued role of women in preserving community harmony. ABSTRAKPerempuan Kei secara tradisional mencerminkan jati diri yang lembut, tenang, dan mendamaikan, sebagaimana tergambar pada sosok legendaris Nén Ditsakmas. Namun, dalam era modernisasi saat ini, jati diri perempuan Kei tersebut mulai terlupakan dan tergerus oleh perubahan sosial dan budaya yang membawa nilai-nilai individualistik serta gaya hidup yang berbeda dari tradisi leluhur. Penelitian ini bertujuan mengkaji peran perempuan Kei dalam pengelolaan pengetahuan adat dan bagaimana perubahan identitas budaya memengaruhi pelestarian nilai-nilai tradisional. Metode kualitatif dengan wawancara mendalam, dan observasi partisipatif digunakan untuk mengungkap dinamika tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun jati diri tradisional perempuan Kei mulai memudar, peran mereka dalam menjaga norma adat dan menjaga harmoni sosial masih signifikan. Perempuan Kei generasi muda mengalami pergeseran identitas, dengan kecenderungan lebih memprioritaskan pendidikan, pekerjaan, dan mobilitas ekonomi dibanding keterlibatan dalam aktivitas adat. Meskipun demikian, mereka tetap memainkan peran penting dalam menjaga norma sosial dan pelaksanaan upacara adat, mediasi konflik, serta pewarisan nilai budaya kepada generasi muda. Partisipasi ini berlangsung dalam bentuk yang lebih tersembunyi dan menyesuaikan diri dengan perubahan sosial yang terjadi, mencerminkan keberlanjutan peran perempuan dalam menjaga harmoni komunitas.
KOLABORASI PEMERINTAH DESA DAN MASYARAKAT DALAM MEWUJUDKAN DESA MANDIRI DAN SEJAHTERA (STUDI KASUS DI DESA SEMANTUN JAYA, KECAMATAN JELAI HULU, KABUPATEN KETAPANG, PROVINSI KALIMANTAN BARAT) Natalia, Natalia; Supardal, Supardal
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v5i2.5742

Abstract

Village development is an integral part of national development that emphasizes the importance of collaboration between the village government and the community. This study aims to analyze the form of collaboration that occurs between the Semantun Jaya Village government and its residents in an effort to realize an independent and prosperous village. The background of the study is based on the gap between the idealism of active community participation as regulated in Law Number 6 of 2014 concerning Villages, with the reality in the field which shows that community involvement is still limited to the implementation stage. This study uses a qualitative approach with a case study method, data collection through in-depth interviews, participatory observation, and documentation studies, and is analyzed using the Miles and Huberman interactive model. The results of the study show that strong collaboration occurs at the implementation stage such as mutual cooperation in physical development and management of BUMDes, but community participation is still low at the planning and supervision stages. The main obstacles include limited human resources, unequal access to information, and weak institutional capacity of the community. The village government has made efforts to increase participation through village deliberations and the formation of an inclusive implementation team, but it has not been fully optimal. The study concludes that more structured empowerment strategies, citizen capacity building, and ongoing two-way communication are essential to building inclusive and sustainable development synergies. ABSTRAKPembangunan desa merupakan bagian integral dari pembangunan nasional yang menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah desa dan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk kolaborasi yang terjadi antara pemerintah Desa Semantun Jaya dan warganya dalam upaya mewujudkan desa mandiri dan sejahtera. Latar belakang penelitian didasari oleh adanya kesenjangan antara idealisme partisipasi aktif masyarakat sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa, dengan kenyataan di lapangan yang menunjukkan keterlibatan masyarakat masih terbatas pada tahap pelaksanaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi, serta dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kolaborasi yang kuat terjadi pada tahap pelaksanaan seperti gotong royong pembangunan fisik dan pengelolaan BUMDes, namun partisipasi masyarakat masih rendah pada tahap perencanaan dan pengawasan. Hambatan utama meliputi keterbatasan sumber daya manusia, akses informasi yang belum merata, serta lemahnya kapasitas kelembagaan masyarakat. Pemerintah desa telah berupaya meningkatkan partisipasi melalui musyawarah desa dan pembentukan tim pelaksana yang inklusif, namun belum sepenuhnya optimal. Studi ini menyimpulkan bahwa strategi pemberdayaan yang lebih terstruktur, peningkatan kapasitas warga, dan komunikasi dua arah yang berkelanjutan sangat diperlukan untuk membangun sinergi pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.
INOVASI PEMERINTAH DAERAH DALAM PENERAPAN KEBIJAKAN PUBLIK DAN PELAYANAN PUBLIK Ulfa, Santi Nofria; Frinaldi, Aldri
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v5i2.5965

Abstract

Innovation in local government is the main key to improving the quality of public services and the effectiveness of policies that are able to answer the challenges of development dynamics. The background is supported by regulatory rules, such as Government Regulation Number 38 of 2017 and Law Number 23 of 2014, which emphasize the importance of innovation as an effort to renew governance to be more efficient, transparent, and community-oriented. This article discusses various aspects of innovation, starting from the basic concepts of innovation and innovation in public policy, to the application of digital technology that supports the effectiveness of public services. In addition, the challenges faced are also discussed, such as resistance to change and limited resources, as well as strategic strategies to overcome them through increasing human resource capacity and synergy between stakeholders. The research approach used is a qualitative approach with a descriptive analytical method, which is obtained from a literature study of various sources in the form of books, journals, and scientific articles. Through this analysis, it can be concluded that innovation is a key factor in building adaptive, accountable, and sustainable local government governance in order to improve community welfare in real terms. ABSTRAKInovasi dalam pemerintahan daerah menjadi kunci utama dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik dan efektivitas kebijakan yang mampu menjawab tantangan dinamika pembangunan. Latar belakangnya didukung oleh aturan regulasi, seperti Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2017 dan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014, yang menegaskan pentingnya inovasi sebagai upaya pembaruan tata kelola pemerintahan agar lebih efisien, transparan, dan berorientasi pada masyarakat. Artikel ini membahas berbagai aspek inovasi, mulai dari konsep dasar inovasi dan inovasi dalam kebijakan publik, hingga penerapan teknologi digital yang mendukung efektivitas layanan publik. Selain itu, dibahas pula tantangan yang dihadapi, seperti resistensi terhadap perubahan dan keterbatasan sumber daya, serta strategi strategis untuk mengatasinya melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia dan sinergi antar stakeholder. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif analitis, yang diperoleh dari studi kepustakaan terhadap berbagai sumber berupa buku, jurnal, dan artikel ilmiah. Melalui analisis ini, dapat disimpulkan bahwa inovasi merupakan faktor kunci dalam membangun tata kelola pemerintahan daerah yang adaptif, akuntabel, dan berkelanjutan demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara nyata.
INOVASI PENDAMPING SEKOLAH LAPANG UNTUK DESA INKLUSIF Asmiyanto, Tri; Sugiyanto, Sugiyanto
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v5i2.6446

Abstract

This study examines the role of innovation and facilitation strategies in overcoming multidimensional challenges to implement the No One Left Behind (NOLB) principle at the village level through the School of Inclusive Village program. The study was conducted in the villages of Ngipak and Petir in the Gunungkidul Regency, which have contrasting social and geographical characteristics. Petir faces structural poverty, with many tenant farmers and families experiencing psychosocial issues. Ngipak, on the other hand, has a high proportion of elderly individuals and single mothers, but limited data on vulnerable groups. A qualitative case study approach was used to collect data through in-depth interviews, participatory observation, and document review. The data were analyzed using the Miles and Huberman interactive model. The study's results show that mentors play a role that extends beyond administrative functions. They act as grassroots agents of change, promoting inclusive innovations based on local knowledge and cultural practices. These innovations include administrative (simplifying procedures for vulnerable groups), social (forming a disability forum), pedagogical (practice-based learning), economic (strengthening family businesses for psychosocially vulnerable families), and institutional (forming a school field management committee through a Head of Village decision). The empowerment strategy is relational, adaptive, and transformative, emphasizing trust-building, safe participatory spaces, cross-sectoral collaboration, and promoting inclusion values in village governance. However, the mentors addressed structural challenges (limited flexible funding and weak institutional support), cultural challenges (social exclusion and stigma), and technical challenges (limited digital access and infrastructure). This study concludes that inclusive village development requires continuous social facilitation, a humanistic approach, and systemic support. The School of Inclusive Village Mentors successfully implemented the No One Left Behind principle, turning it into meaningful action at the village level. ABSTRAKPenelitian ini mengkaji peran inovasi, strategi fasilitasi, dan tantangan multidimensi pendamping Sekolah Lapang Desa Inklusif (SLDI) dalam mendorong penerapan prinsip No One Left Behind (NOLB) di tingkat desa. Studi ini dilakukan di Kalurahan Ngipak dan Petir, Kabupaten Gunungkidul, yang memiliki karakteristik sosial-geografis kontras; Kalurahan Petir menghadapi kemiskinan struktural dengan dominasi petani penggarap dan banyak keluarga ODGJ, sedangkan Kalurahan Ngipak memiliki proporsi tinggi lanjut usia dan perempuan kepala keluarga dengan tantangan data kelompok rentan yang terbatas. Menggunakan pendekatan studi kasus kualitatif, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan telaah dokumen, kemudian dianalisis dengan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan pendamping menjalankan peran melampaui fungsi administratif; mereka bertindak sebagai agen perubahan akar rumput dengan inovasi inklusif berbasis pengetahuan lokal dan praktik budaya. Inovasi tersebut meliputi dimensi administratif (penyederhanaan prosedur kelompok rentan), sosial (pembentukan forum disabilitas), pedagogis (pembelajaran berbasis praktik lokal), ekonomi (penguatan usaha keluarga ODGJ), dan kelembagaan (pembentukan pengurus sekolah lapang melalui SK Lurah). Strategi pemberdayaan bersifat relasional, adaptif, dan transformatif, tekanan pembangunan kepercayaan, ruang aman partisipatif, kolaborasi lintas sektor, serta pengarusutamaan nilai inklusi dalam tata kelola desa. Namun, pendamping menangani tantangan struktural (minimnya dana fleksibel, lemahnya dukungan kelembagaan), kultural (stigma eksklusi sosial), dan teknis (akses digital, keterbatasan data dan infrastruktur). Penelitian ini menyimpulkan bahwa pembangunan desa inklusi memerlukan fasilitasi sosial berkelanjutan, pendekatan humanistik, dan dukungan sistemik, di mana pendamping SLDI berhasil menerjemahkan prinsip NOLB dari wacana menjadi tindakan nyata dan bermakna pada tingkat desa.
KOLABORASI ANTARA PEMERINTAH KALURAHAN TEPUS DAN DINAS PARIWISATA DALAM MENCAPAI INDIKATOR KINERJA UTAMA SEKTOR PARIWISATA Widayanto, Endro; Supardal, Supardal
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v5i2.6447

Abstract

This study examines the collaboration between the Government of Tepus Village and the Tourism Office of Gunungkidul Regency in achieving the Key Performance Indicators (KPIs) of the tourism sector, particularly related to the increase in tourist visits and tourist spending. This collaboration is reflected in two main areas: the management of the Tourism Retribution Collection Point (TPR) and the development of Tepus Tourism Village. Through a revenue-sharing mechanism on the retribution, Tepus Village plays an active role in managing the retribution post, which operates 24 hours a day, contributing to the increase in the village’s local revenue and creating economic opportunities for the local community. Additionally, the Tourism Office supports the development of Tepus Tourism Village by providing infrastructure facilitation, training, and promotion to expand its tourist attraction. This research uses a qualitative approach with a case study method to analyze the collaboration process between the two parties based on the concept of collaborative governance, which includes face-to-face dialogue, trust building, commitment to the process, and shared understanding. The results show that this collaboration focuses not only on increasing tourist visits but also on providing positive impacts on the improvement of local community welfare through increased income and business opportunities. This collaboration also serves as a model for community-based tourism management that is inclusive, efficient, and sustainable. It is hoped that the findings of this study can serve as a reference for the development of the tourism sector in other regions with similar potential. ABSTRAKPenelitian ini mengkaji kolaborasi antara Pemerintah Kalurahan Tepus dan Dinas Pariwisata Kabupaten Gunungkidul dalam upaya pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU) sektor pariwisata, khususnya terkait dengan peningkatan kunjungan wisatawan dan belanja wisatawan. Kolaborasi ini tercermin dalam dua bentuk utama: pengelolaan Tempat Penarikan Retribusi (TPR) dan pengembangan Desa Wisata Tepus. Melalui mekanisme bagi hasil pada retribusi, Kalurahan Tepus berperan aktif dalam pengelolaan pos retribusi yang beroperasi selama 24 jam, yang berkontribusi pada peningkatan pendapatan asli kalurahan dan menciptakan peluang ekonomi bagi masyarakat lokal. Selain itu, Dinas Pariwisata turut mendukung pengembangan Desa Wisata Tepus dengan memberikan fasilitasi infrastruktur, pelatihan, dan promosi guna memperluas daya tarik wisata. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus untuk menganalisis proses kolaborasi antara kedua pihak berdasarkan konsep collaborative governance yang mencakup dialog tatap muka, pembangunan kepercayaan, komitmen terhadap proses, dan pemahaman bersama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kolaborasi ini tidak hanya berfokus pada peningkatan angka kunjungan wisatawan, tetapi juga memberikan dampak positif terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat setempat melalui peningkatan pendapatan dan peluang usaha. Kolaborasi ini juga menjadi model pengelolaan pariwisata berbasis masyarakat yang inklusif, efisien, dan berkelanjutan. Diharapkan temuan penelitian ini dapat menjadi referensi untuk pengembangan sektor pariwisata di daerah lain dengan potensi serupa.
MODUL AJAR BERBASIS PROJECT BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN P5 ANAK DI TK AL-AZIZIYAH GUNUNGSARI Arini, Nova Rena; Jaelani, Abdul Kadir; Buahana, Baiq Nada; Tahir, Muhammad
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v5i2.6448

Abstract

This study aims to determine the teaching module based on Project Based Learning can improve P5 children in Al-Aziziyah Kindergarten Gunungsari. This research was conducted at Al-Aziziyah Kindergarten Gunungsari. The subjects in this study were 2 teachers and 20 students in group B3. The type of research used is Classroom Action Research (CAR). Data collection techniques use observation and documentation. Data analysis techniques are qualitative descriptive from the results of observation sheets. The results of this study indicate the implementation of project-based learning to improve P5 children aged 5-6 years in each stage with the percentage of Cycle I implementation of learning by teachers as much as (70.45%) categorized as developing according to expectations and P5 children obtained an average of (64.5%) categorized as still developing. While in Cycle II the implementation of project-based learning carried out by teachers was (93.18%) categorized as developing very well and P5 children in the implementation of project-based learning obtained an average of (86.62%) categorized as developing according to expectations. Based on the results of the study, it can be concluded that the product of PjBL-based teaching modules can improve P5 children aged 5-6 years. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui modul ajar berbasis Project Based Learning dapat meningkatkan P5 anak di TK Al-Aziziyah Gunungsari. Penelitian ini dilakukan di TK Al-Aziziyah Gunungsari. Subjek pada penelitian ini adalah 2 guru dan 20 peserta didik kelompok B3. Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Teknik pengumpulan data menggunakan observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data berupa kualitatif deskriptif dari hasil lembar observasi. Hasil penelitian ini menunjukkan pelaksanaan pembelajaran berbasis projek untuk meningkatkan P5 anak usia 5-6 tahun dalam setiap tahapannya dengan persentase Siklus I pelaksanaan pembelajaran oleh guru sebanyak (70,45%) di kategorikan berkembang sesuai harapan dan P5 anak memperoleh rata-rata sebanyak (64,5%) di kategorikan masih berkembang. Sedangkan pada Siklus II pelaksanaan pembelajaran berbasis projek yang dilaksanakan guru sejumlah (93,18%) dikategorikan berkembang sangat baik dan P5 anak dalam pelaksanaan pembelajaran berbasis projek memperoleh rata-rata sebanyak (86,62%) dikategorikan berkembang sesuai harapan. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa produk modul ajar berbasis PjBL dapat meningkatkan P5 anak usia 5-6 tahun.
UPAYA MENINGKATKAN HIGHER ORDER THINKING SKILLS (HOTS) PESERTA DIDIK MELALUI PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING PADA MATA PELAJARAN IPS Saputra, Dian; Meitriana, Made Ary; Suadnyani, Luh Putu
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v5i2.6683

Abstract

This study aims to determine efforts to improve students' HOTS abilities through the Problem Based Learning learning model in social science subject, based on the learning carried out in the previous cycle, there are still a lot of students who have not reached the minimum completeness criteria when answering questions at the HOTS cognitive level. The solution to overcome these problems is using the Problem Based Learning (PBL) learning model. In carrying out this classroom action research, the researchers focused on research that aimed to determine whether there was a change in students' higher-order thinking skills through the application of problem-based learning models, and to find out how much the students' higher-order thinking skills increased using problem-based learning models. This classroom action research was conducted in two cycles of activity with each cycle consisting of two learning meetings. The data collection techniques used in this research are observation and test techniques. Based on the results of the classroom action research that has been carried out, it is concluded that the use of problem-based learning models can be used as an effort to improve participants' Higher Order Thinking Skills (HOTS). students in Social Studies class IX.9 SMP Negeri 2 Singaraja for the 2022/2023 academic year. Based on the results of the data analysis conducted, it is known that after being given action, there was a significant increase in HOTS in students from previously only 46.4% of students increased to 71.4% of students who were at the level of thinking skills. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui upaya untuk meningkatkan kemampuan HOTS peserta didik melalui model pembelajaran Problem Based Learning pada mata pelajaran IPS. Berdasarkan pembelajaran yang dilakukan siklus sebelumnya, masih banyak peserta didik yang belum mencapai kriteria ketuntasan minimum saat menjawab soal-soal dalam level kognitif HOTS. Solusi untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah penggunaan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL). Keterlaksanaan penelitian tindakan kelas ini, peneliti memfokuskan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui adanya perubahan keterampilan berpikir tingkat tinggi peserta didik melalui penerapan model pembelajaran problem based learning, serta mengetahui seberapa besar peningkatan keterampilan berpikir tingkat tinggi peserta didik dengan menggunakan model pembelajaran problem based learning. Penelitian tindakan kelas ini dilakukan dalam dua siklus kegiatan dengan masing-masing siklus terdiri dari dua pertemuan pembelajaran. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik observasi dan tes. Berdasarkan hasil penelitian tindakan kelas yang telah dilaksanakan diperoleh kesimpulan bahwa pemanfaatan model pembelajaran problem based learning dapat digunakan sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan Higher Order Thinking Skills (HOTS) peserta didik  pada mata pelajaran IPS kelas IX.9 SMP Negeri 2 Singaraja tahun pelajaran 2022/2023. Berdasarkan hasil analisis data yang dilakukan diketahui bahwa setelah diberikan tindakan terjadi peningkatan HOTS yang cukup signifikan pada peserta didik dari yang sebelumnya hanya 46,4% peserta didik meningkat menjadi 71,4% peserta didik yang berada pada keterampilan berpikir tingkat tinggi.
EFEKTIVITAS MEDIA APLIKASI DORA (DONGENG NUSANTARA) DALAM PENANAMAN KARAKTER KEWARGAAN SISWA KELAS 4 DI SDN 2 SURODADI Fitri, Yunita Choirul; Sofiana, Nina; Hamidaturrohmah, Hamidaturrohmah
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v5i2.6684

Abstract

This study aims to analyze the effectiveness of dora (dongeng nusantara) application media in cultivating the civic character of grade 4 students at SDN 2 Surodadi. The method used in this research is pre experiment one group pretest posttest design. Data collection was done by multiple choice questionnaire and observation. Data analysis used shapiro-wilk normality test, n-gain test and paired t-test. The results showed that the N-Gain value was 0.84 or equivalent to 84.83%, indicating that the use of DoRa media was classified as very effective in increasing students' understanding and appreciation of citizenship character values. The paired sample t-test results show a significance value of 0.000, which is smaller than 0.05. This indicates that there is a significant difference between students' citizenship character before and after using the DoRa application media. The difference can be seen from the average value of the pretest of 81.20 and the posttest of 96.45 which indicates a significant difference of 15.25. The use of DoRa application media is proven to be effective in cultivating the citizenship character of grade 4 students at SDN 2 Surodadi. Thus, DoRa media is expected to be implemented further in order to create a noble civic character. ABSTRAKKarakter kewargaan yang meliputi cinta tanah air dan peduli terhadap sesame di kalangan siswa sudah cukup memprihatinkan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas media aplikasi dora (dongeng nusantara) dalam penanaman karakter kewargaan siswa kelas 4 di SDN 2 Surodadi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode pre experiment one group pretest posttest design. Pengumpulan data dilakukan dengan angket pilihan ganda dan observasi. Analisis data menggunakan uji normalitas shapiro-wilk, uji n gain dan uji paired t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai N-Gain sebesar 0,84 atau setara dengan 84,83% menunjukkan bahwa penggunaan media DoRa tergolong sangat efektif dalam meningkatkan pemahaman dan penghayatan siswa terhadap nilai-nilai karakter kewargaan. Hasil uji paired sample t-test menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,000, yang lebih kecil dari 0,05. Hal ini mengindikasikan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara karakter kewargaan siswa sebelum dan sesudah menggunakan media aplikasi DoRa. Perbedaan tersebut dapat dilihat dari nilai rata-rata pretest sebesar 81,20 dan posttest sebesar 96,45 yang menandakan terjadi perbedaan signifikan sebesar 15,25. Penggunaan media aplikasi DoRa terbukti efektif dalam penanaman karakter kewargaan siswa kelas 4 di SDN 2 Surodadi. Dengan demikian maka media DoRa diharapkan dapat diimplementasikan secara lebih lanjut demi terciptanya karakter kewargaan yang luhur.
PENINGKATAN HASIL BELAJAR IPAS DENGAN PENERAPAN MODEL TGT BERBANTUAN MEDIA ROKA KELAS IV SD Mukti, Lola Indra; Ardianti, Sekar Dwi; Ratnasari, Yuni
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v5i3.6314

Abstract

One of the learning models that can be used to improve science learning outcomes is Team Games Tournament. The Team Games Tournament model is one of the cooperative learning methods designed to improve student learning outcomes through group collaboration. Supported by ROKA media as a concrete (real) aid to make it easier for students to understand the material on cultural diversity and local wisdom. The purpose of this study is to determine the improvement in science learning outcomes with the application of the Team Games Tournament model assisted by ROKA media. This study was conducted in class IV SDN Karangrejo 01 with a sample size of 23 students. This study uses quantitative research with the type of Pre-Experimental Design research with the research design of One Group Pretest-posttest Design. Data collection techniques include observation techniques, interviews, documentation. Data analysis used is Hypothesis Testing (N-Gain Test). The calculation of the N-Gain test results shows an increase of 0.58 with a moderate increase category. This finding shows that there is an increase in the results of learning science through the implementation of the Team Games Tournament model assisted by ROKA media for fourth grade students of SDN Karangrejo 01. ABSTRAKSalah satu model pembelajaran yang dapat digunakan untuk meningkatkan hasil belajar IPAS adalah Team Games Tournament. Model Team Games Tournament merupakan salah satu metode pembelajaran kooperatif yang dirancang untuk meningkatkan hasil belajar siswa melalui kerja sama kelompok. Di dukung dengan media ROKA sebagai alat bantu berbentuk konkret (Nyata) untuk mempermudah siswa memahami materi keberagaman budaya dan kearifan lokal. Tujuan penelitan ini mengetahui peningkatan hasil belajar IPAS dengan penerapan model Team Games Tournament berbeantuan media ROKA. Penelitian ini dilakukan di kelas IV SDN Karangrejo 01 dengan jumlah sampel penelitian 23 siswa.penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian Pre-Eksperimental Design dengan desai penelitian One Group Pretest-posttest Design. Teknik pengumpula data meliputi teknik observasi, wawancara, dokumentasi. Analisis data yang dipakai yaitu Uji Hipotesis (Uji N-Gain). Perhitungan dari hasil uji N-Gain menunjukkan adanya peningkatan sebesar 0,58 dengan kategori peningkatan sedang. Temuan ini menunjukkan bahwa terdapat peningkatan hasil belajar IPAS melalui penerapan model Team Games Tournament berbantuan media ROKA siswa kelas IV SDN Karangrejo 01.