cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalp4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
jurnalp4i@gmail.com
Editorial Address
Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I) Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, NTB
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS
ISSN : 27979431     EISSN : 27978842     DOI : https://doi.org/10.51878/social.v1i2.447
Core Subject : Education,
Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan pendidikan IPS.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 278 Documents
PENGEMBANGAN MEDIA POPUP BOOK IPAS BERBANTUAN AUGMENTED REALITY UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS V Mustafidah, Luluk; Isdaryanti, Barokah
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v5i2.6199

Abstract

In the learning process, students do not understand abstract material, limited concrete learning media and lack of use technology in learning. Student interest in learning science in elementary schools will be increase if teachers use interesting learning media. This study aims to produce a product in the form of Pop Up Book learning media assisted by Augmented Reality on Geographical Location material for grade V of elementary school to improve student learning outcomes. This study uses the Addie model adapted from the theory of Borg and Gall. Pop Up Book media assisted by Augmented Reality utilizes technology to develop science learning media. This media was validated by two experts, namely media experts and material experts. The results of media validation from media experts reached 91.6% with a very feasible category, while the results of material validation from material experts obtained 91.6% with a very feasible category. Thus, the results of the Pop Up Book media assessment assisted by Augmented Reality are very feasible to be used as a learning medium to improve student learning outcome. ABSTRAKDalam proses belajar, siswa sering kali kesulitan memahami materi yang abstrak, terbatasnya penggunaan media pembelajaran konkret, dan kurangnya integrasi teknologi dalam kegiatan belajar mengajar. Minat siswa dalam mempelajari IPAS di Sekolah Dasar akan meningkat jika guru menggunakan media pembelajaran yang menarik. Penelitian ini bertujuan untuk menciptakan sebuah produk yang berupa media pembelajaran Pop Up Book yang dilengkapi Augmented Reality untuk materi Letak Geografis kelas V Sekolah Dasar untuk meningkatkan hasil belajar siswa. Penelitian ini menggunakan model Addie yang diadaptasi dari teori Borg dan Gall. Media Pop Up Book berbantuan Augmented Reality ini memanfaatkan teknologi untuk mengembangkan media pembelajaran IPAS. Media ini divalidasi oleh seorang pakar sejumlah dua pakar, yaitu ahli media dan juga ahli materi. Hasil dari validasi media yaitu ahli media mencapai 91,6% yang masuk ke dalam kategori yang sangat layak, sedangkan hasil validasi materi dari ahli materi memperoleh 91,6% yang masuk ke dalam kategori sangat layak. Dengan demikian, penilaian pada media Pop Up Book yang berbantuan Augmented Reality ini telah menunjukkan bahwa media sangat layak digunakan sebagai alat pembelajaran yang dapat membantu meningkatkan hasil belajar pada siswa.
KAPASITAS KEPALA DESA DALAM MEMBERDAYAKAN MASYARAKAT KALURAHAN CONDONGCATUR KECAMATAN DEPOK KABUPATEN SLEMAN Marbi, Silas; Widayat, Tri Nugroho Emanuel
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v5i2.6200

Abstract

Community empowerment is a key pillar of sustainable village development. The village head, as the highest leader at the village level, plays a strategic role in mobilizing local potential, fostering citizen participation, and achieving community independence. This study aims to analyze the capacity of the Head of Condongcatur Village in empowering the community, focusing on aspects of leadership, decision-making, communication, and collaboration with various stakeholders. The research background stems from the urgency of synergy between village government and community to address increasingly complex local development challenges, especially in urbanized areas like Condongcatur. This research uses a descriptive qualitative approach, with data collected through in-depth interviews, observation, and documentation. The results show that the Head of Condongcatur Village has demonstrated considerable capacity in promoting empowerment programs, although challenges remain in terms of program sustainability and broader community involvement. These findings are expected to contribute to strengthening village leadership capacity in the future. ABSTRAKPemberdayaan masyarakat merupakan salah satu pilar penting dalam pembangunan desa yang berkelanjutan. Kepala desa sebagai pemimpin tertinggi di tingkat desa memiliki peran strategis dalam menggerakkan potensi lokal, membangun partisipasi warga, dan mewujudkan kemandirian masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kapasitas Kepala Kalurahan Condongcatur dalam memberdayakan masyarakat, baik dari aspek kepemimpinan, pengambilan keputusan, komunikasi, hingga kolaborasi dengan berbagai pihak. Latar belakang penelitian ini didasari oleh pentingnya sinergi antara pemerintah desa dan masyarakat dalam menjawab tantangan pembangunan lokal yang semakin kompleks, terutama di wilayah urban seperti Condongcatur. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kepala Kalurahan Condongcatur memiliki kapasitas yang cukup baik dalam mendorong program pemberdayaan, meskipun masih terdapat tantangan dalam hal keberlanjutan program dan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat. Temuan ini diharapkan dapat menjadi masukan bagi penguatan kapasitas kepemimpinan desa ke depan.
SISTEM PENGAWASAN PEMERINTAHAN DALAM PENINGKATAN PELAYANAN PUBLIK (KELURAHAN KENANGAN BARU KECAMATAN PERCUT SEI TUAN KABUPATEN DELI SERDANG) Siregar, Dewi Sartika; Halking, Halking
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v5i2.6597

Abstract

The low quality of public services in Kenangan Baru Village, characterized by delays in administrative processes and a public satisfaction index of only 62.5%, is the background to the problem in this study. The gap between ideal and actual service delivery necessitates an evaluation of the oversight system. Therefore, this study focuses on analyzing the effectiveness of the government oversight system implemented to improve the quality of public services in the village. This study employed a qualitative method with a descriptive approach, collecting data through a series of in-depth interviews, observations, and documentation studies involving village officials and the community as key informants. The results revealed a key finding that the existing oversight mechanism was not functioning optimally. Although formal procedures had been established, their implementation remained largely administrative, with minimal public awareness and almost no active community participation. The main conclusion is that the oversight system was ineffective due to constraints such as low information transparency, a lack of consistent evaluation, and weak follow-up on findings. Consequently, informal oversight through direct complaints from the community remained the primary channel, indicating that the formal system failed to function in a responsive and accountable manner. ABSTRAKRendahnya kualitas pelayanan publik di Kelurahan Kenangan Baru, yang ditandai oleh keterlambatan proses administrasi dan indeks kepuasan masyarakat yang hanya mencapai 62,5%, menjadi latar belakang masalah dalam penelitian ini. Adanya kesenjangan antara pelayanan ideal dengan kenyataan mendorong perlunya evaluasi sistem pengawasan. Oleh karena itu, penelitian ini difokuskan untuk menganalisis efektivitas sistem pengawasan pemerintahan yang diterapkan dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan publik di kelurahan tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif, di mana data dikumpulkan melalui serangkaian wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi yang melibatkan aparatur kelurahan dan masyarakat sebagai informan kunci. Hasil penelitian menunjukkan temuan utama bahwa mekanisme pengawasan yang ada belum berjalan secara optimal. Meskipun prosedur formal telah disusun, pelaksanaannya masih sangat bersifat administratif, dengan sosialisasi yang minim dan hampir tanpa melibatkan partisipasi aktif masyarakat. Simpulan utamanya adalah sistem pengawasan belum efektif karena terkendala oleh rendahnya transparansi informasi, kurangnya evaluasi yang konsisten, serta lemahnya tindak lanjut terhadap hasil temuan. Akibatnya, pengawasan informal melalui keluhan langsung dari masyarakat masih menjadi jalur utama, yang mengindikasikan bahwa sistem formal gagal berfungsi secara responsif dan akuntabel.
PENGARUH KETERLAKSANAAN P5 TERHADAP PENINGKATAN PROFIL PELAJAR PANCASILA PADA SISWA SMKN 1 MOJOKERTO Hanafiah, Mhd. Ali; Agung, Achmad Imam; Soeryanto, Soeryanto
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v5i2.6654

Abstract

The influence of the implementation of P5 on strengthening the Pancasila Student Profile at SMKN 1 Mojokerto has so far been limited to conjecture, not supported by measurable empirical data. This study aims to examine the extent of the contribution of the implementation of P5 in improving the Pancasila Student Profile in students. This study uses a quantitative method with a causal associative approach. From a population of 498 students, a sample of 83 students was obtained with a margin of error of 10%. Data collection techniques were carried out through closed questionnaires and documentation. The results of the analysis show that the implementation of P5 has a real influence on improving the six dimensions of the Pancasila Student Profile, namely: (1) faith and piety to God Almighty (51.70%); (2) the ability to appreciate global diversity (44%); (3) independence (33.40%); (4) the spirit of mutual cooperation (38.60%); (5) critical thinking skills; (6) creativity. Overall, the implementation of P5 contributed 54.80% to the improvement of the Pancasila Student Profile. This finding implies that the more effective the implementation of P5, the greater its contribution to strengthening students' character across the six main dimensions. ABSTRAKKondisi pengaruh keterlaksanaan P5 terhadap penguatan Profil Pelajar Pancasila di SMKN 1 Mojokerto selama ini masih sebatas dugaan, belum didukung oleh data empiris yang terukur. Tujuan riset ini untuk mengkaji dampak keterlaksanaan P5 dalam meningkatkan karakteristik Pelajar Pancasila pada murid. Metode kuantitatif diterapkan dalam riset ini melalui pendekatan asosiatif kausal. Dari populasi 498 siswa, diperoleh sampel sebanyak 83 siswa dengan margin of error sebesar 10%. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner tertutup dan dokumentasi. Hasil analisis menunjukkan bahwa keterlaksanaan P5 memberikan pengaruh nyata terhadap peningkatan enam dimensi Profil Pelajar Pancasila, yaitu: (1) keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa (51,70%); (2) kemampuan menghargai keberagaman global (44%); (3) kemandirian (33,40%); (4) semangat gotong royong (38,60%); (5) kemampuan berpikir kritis; (6) kreativitas. Secara keseluruhan, keterlaksanaan P5 menyumbang sebesar 54,80% terhadap peningkatan Profil Pelajar Pancasila. Temuan ini menyiratkan bahwa semakin efektif pelaksanaan P5, semakin besar pula kontribusinya terhadap penguatan karakter siswa dalam enam dimensi utama.
MANAJEMEN STRATEGIK KEPALA SEKOLAH DI SMP ISLAM LOMBOK TENGAH NUSA TENGGARA BARAT Zaenuddin, Zaenuddin; Citriadin, Yudin; Ismail, Ismail; Khalqi, Khairul
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v5i3.6893

Abstract

This study aims to analyze the implementation of strategic management by the principal of SMP Islam Islahul Ummah NW Lendang Kekah in improving educational quality. The study focuses on planning, organizing, implementing, and supervising curriculum, student affairs, facilities and infrastructure, and public relations. This study used a qualitative approach with a case study approach. Informants consisted of the principal, vice principal, and teachers. Data were collected through in-depth interviews. Data analysis was conducted through four simultaneous activity streams: data collection, data presentation, data condensation, and conclusions. Data validity testing consisted of four criteria: credibility, transferability, dependability, and confirmability. The results indicate that the principal applies visionary, participatory, consultative, and delegative leadership, enabling him to integrate the school's vision, mission, and goals into a focused work program. Curriculum development was carried out through school self-evaluation (EDS) with a SWOT analysis, curriculum document development, and monitoring and reflection. In student affairs, a variety of disciplinary programs, academic and extracurricular development, and Islamic character building are implemented. Facilities and infrastructure management focuses on inventory, procurement, repair, and arrangement of the school environment to support the learning process. Meanwhile, the public relations program plays a crucial role in building relationships with parents, committees, the community, and the government, as well as publicizing school achievements. Overall, the principal's strategic management implementation has created a conducive school climate, improved teacher and student quality, and strengthened the school's position in facing educational challenges. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi manajemen strategik kepala SMP Islam Islahul Ummah NW Lendang Kekah dalam meningkatkan mutu pendidikan. Fokus kajian meliputi perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan di bidang kurikulum, kesiswaan, sarana-prasarana, dan hubungan masyarakat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Informan terdiri dari kepala sekolah, wakil kepala sekolah dan guru. Data penelitian dikumpulkan dengan wawancara mendalam. Analisis data dilakukan dengan empat alur kegiatan yang dilakukan secara bersamaan yaitu pengumpulan data, penyajian data, kondensasi data, dan kesimpulan. Pengujian keabsahan data terdiri dari empat kriteria yaitu kredibilitas, transferabilitas, dependabilitas, konfirmabilitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepala sekolah menerapkan kepemimpinan visioner, partisipatif, konsultatif, dan delegatif, sehingga mampu mengintegrasikan visi, misi, dan tujuan sekolah ke dalam program kerja yang terarah. Pengembangan kurikulum dilakukan melalui evaluasi diri sekolah (EDS) dengan analisis SWOT, penyusunan dokumen kurikulum, serta monitoring dan refleksi. Pada bidang kesiswaan, diterapkan program pendisiplinan, pembinaan akademik dan ekstrakurikuler yang bervariasi, serta penguatan karakter Islami. Pengelolaan sarana dan prasarana difokuskan pada inventarisasi, pengadaan, perbaikan, dan penataan lingkungan sekolah agar mendukung proses pembelajaran. Sementara itu, program humas berperan penting dalam membangun relasi dengan orang tua, komite, masyarakat, pemerintah, serta publikasi prestasi sekolah. Secara keseluruhan, implementasi manajemen strategik kepala sekolah mampu menciptakan iklim sekolah yang kondusif, meningkatkan kualitas guru dan siswa, serta memperkuat posisi sekolah dalam menghadapi tantangan pendidikan.
PENGARUH PEMBELAJARAN PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN TERHADAP KARAKTER PESERTA DIDIK SMP AS-SYAKUR KECAMATAN TAMBELANGAN KABUPATEN SAMPANG Toha, Muhammad; Wibowo, Moh. Ari; Hamzah, Amir
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v5i3.7075

Abstract

Education plays a fundamental role in shaping the nation’s character through the internalization of moral, ethical, and social values. One of the subjects considered strategic in this regard is Civic Education (PPKn), which aims to instill responsibility, discipline, honesty, and social awareness. However, its implementation in schools has not been fully optimal, as reflected in students’ low levels of self-confidence, responsibility, and discipline. This study focuses on examining the influence of Civic Education on the character development of students at SMP As-Syakur Tembelangan. Employing a quantitative design with a survey method, the study involved the entire population of 49 students across grades VII, VIII, and IX, taken using a census sampling technique. Data were collected using a Likert-scale questionnaire with independent variables consisting of learning material, strategies, and methods, and the dependent variable being student character (self-confidence, discipline, and responsibility). Instrument testing confirmed validity and reliability (Cronbach’s Alpha > 0.70). Data were analyzed through classical assumption tests, t-test, F-test, and multiple linear regression using SPSS version 25. The findings revealed that learning strategies and methods had a significant effect on character development, whereas learning material did not. The Adjusted R² value of 0.642 indicates that Civic Education contributes 64.2% to variations in student character development, with the remaining 35.8% influenced by factors beyond the model. This study concludes that Civic Education functions not only as a transfer of civic knowledge but also as an effective instrument for strengthening character education at the junior high school level, particularly when supported by participatory and contextual learning strategies and methods. ABSTRAKPendidikan memiliki peran fundamental dalam membentuk karakter bangsa melalui internalisasi nilai moral, etika, dan norma. Salah satu mata pelajaran yang strategis dalam hal ini adalah Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) yang berfungsi menanamkan nilai tanggung jawab, disiplin, kejujuran, serta kepedulian sosial. Namun, implementasi pembelajaran PPKn di lapangan sering kali belum optimal, ditandai dengan masih rendahnya sikap percaya diri, tanggung jawab, dan disiplin siswa. Penelitian ini berfokus pada pengaruh pembelajaran PPKn terhadap pembentukan karakter siswa SMP As-Syakur Tembelangan. Penelitian menggunakan desain kuantitatif dengan metode survei. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas VII, VIII, dan IX sebanyak 49 orang yang dijadikan sampel dengan teknik sensus. Data dikumpulkan menggunakan angket berbasis skala Likert dengan variabel bebas meliputi materi, strategi, dan metode pembelajaran, serta variabel terikat berupa karakter siswa (percaya diri, disiplin, dan tanggung jawab). Instrumen telah diuji validitas dan reliabilitas dengan hasil memenuhi kriteria (Cronbach’s Alpha > 0,70). Analisis data dilakukan menggunakan uji asumsi klasik, uji t, uji F, dan regresi linear berganda dengan bantuan SPSS versi 25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi dan metode pembelajaran berpengaruh signifikan terhadap pembentukan karakter siswa, sedangkan materi pembelajaran tidak memberikan pengaruh signifikan. Nilai Adjusted R² sebesar 0,642 menunjukkan bahwa pembelajaran PPKn berkontribusi sebesar 64,2% terhadap variasi pembentukan karakter siswa, sementara 35,8% sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian ini. Simpulan penelitian ini menegaskan bahwa pembelajaran PPKn tidak hanya berfungsi sebagai transfer pengetahuan kewarganegaraan, tetapi juga sebagai instrumen efektif dalam penguatan pendidikan karakter pada tingkat SMP, dengan penekanan pada strategi dan metode pembelajaran yang partisipatif dan kontekstual.
STRATEGI PEMBELAJARAN PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN BERBASIS KARAKTER UNTUK MENINGKATKAN MORALITAS SOSIAL SISWA MTS ASH- SHAHIHIYAH ROSEP BLEGA BANGKALAN Tamam, Badrud; Wibowo, Moh. Ari; Desiyanto, Jatim
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v5i3.7080

Abstract

Civic Education (PKn) plays a strategic role in shaping citizens who are characterized, have integrity, and actively participate in community life. However, in many schools, PKn learning still tends to emphasize cognitive aspects so that character values are not optimally internalized. This study aims to describe character-based Civic Education learning strategies and their impact on students’ social morality at MTs Ash-Shahihiyah Rosep Blega Bangkalan. This research employed a qualitative approach with a descriptive design. The research subjects consisted of one Civic Education teacher, the principal, and six students as key informants. Data were collected through participant observation, semi-structured interviews, and documentation, and were analyzed using Miles & Huberman’s interactive model, which includes data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings reveal that active, creative, and innovative learning strategies were consistently implemented through group discussions, case studies, contextual media usage, and ice-breaking activities. The cultivation of values such as mutual cooperation, integrity, and independence significantly improved students’ social awareness, discipline, and sense of responsibility. Students’ social morality developed through the habituation of honesty, fairness, and responsibility, modeled by teachers and supported by the school environment. This study affirms that character-based PKn learning is effective in shaping students’ moral behavior and fostering a participatory classroom climate. The implication of this research is that schools must provide adequate facilities and encourage teachers’ innovation in designing character-based learning strategies to ensure that learning outcomes are not only cognitive but also character-building, in line with the Profile of Pancasila Students. ABSTRAKPendidikan Kewarganegaraan (PKn) memiliki peran strategis dalam membentuk warga negara yang berkarakter, berintegritas, dan berpartisipasi aktif dalam kehidupan bermasyarakat. Namun, di beberapa sekolah, pembelajaran PKn masih cenderung menekankan aspek kognitif sehingga nilai-nilai karakter belum terinternalisasi secara optimal. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan strategi pembelajaran PKn berbasis karakter dan dampaknya terhadap moralitas sosial siswa di MTs Ash-Shahihiyah Rosep Blega Bangkalan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif. Subjek penelitian meliputi guru PKn, kepala sekolah, dan enam siswa sebagai informan. Data dikumpulkan melalui observasi partisipan, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles & Huberman yang mencakup reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pembelajaran aktif, kreatif, dan inovatif diterapkan secara konsisten melalui diskusi kelompok, studi kasus, penggunaan media kontekstual, dan ice breaking. Penerapan nilai gotong royong, integritas, dan kemandirian terbukti meningkatkan kepedulian sosial, kedisiplinan, serta tanggung jawab siswa. Moralitas sosial siswa berkembang melalui pembiasaan nilai kejujuran, keadilan, dan tanggung jawab yang diteladankan guru dan didukung lingkungan sekolah. Penelitian ini menegaskan bahwa pembelajaran PKn berbasis karakter efektif membentuk perilaku moral siswa dan menciptakan suasana kelas yang partisipatif. Implikasi penelitian ini adalah pentingnya sekolah menyediakan dukungan fasilitas dan mendorong inovasi guru dalam mengembangkan strategi pembelajaran karakter sehingga hasil belajar tidak hanya bersifat kognitif, tetapi juga membangun karakter sesuai Profil Pelajar Pancasila.
PENGARUH EFIKASI DIRI DAN KESIAPAN MENGAJAR TERHADAP MINAT MENJADI GURU EKONOMI PADA MAHASISWA PENDIDIKAN EKONOMI ANGKATAN 2022 UNESA Khuluk, Kusnul; Kurniawan, Riza Yonisa
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v5i3.7159

Abstract

The profession of economics teachers plays a strategic role in shaping students’ critical and analytical thinking skills; however, students’ interest in pursuing this profession remains fluctuating. Internal factors such as self-efficacy and teaching readiness are presumed to influence students’ decisions in choosing a career as teachers. This study aims to examine the extent to which self-efficacy and teaching readiness affect the interest of Economics Education students in pursuing a career as economics teachers at Universitas Negeri Surabaya, class of 2022. The research employed a quantitative method with a causal design. The population consisted of 89 students, with a sample of 73 determined using Slovin’s formula at a 5% margin of error. Data collection instruments were questionnaires with a Likert scale, tested for validity and reliability. The collected data were analyzed using multiple linear regression with SPSS as the analytical tool. The findings revealed that self-efficacy and teaching readiness simultaneously have a significant effect on the interest in becoming a teacher (F = 6.490; sig. 0.003), contributing 15.6%. However, partially, self-efficacy (sig. 0.951) and teaching readiness (sig. 0.125) did not show a significant effect on the tendency to become an economics teacher. These results emphasize the need for integrated development of self-efficacy and teaching readiness to enhance students’ interest in pursuing the profession of economics teachers. ABSTRAKProfesi guru ekonomi memiliki peran strategis dalam membentuk keterampilan berpikir kritis dan analitis siswa, namun minat mahasiswa untuk menekuni profesi ini masih fluktuatif. Faktor internal seperti efikasi diri dan kesiapan mengajar diduga memengaruhi keputusan mahasiswa dalam memilih karier sebagai guru. Studi ini dimaksudkan untuk menguji sejauh mana efikasi diri memberikan pengaruh terhadap dan kesiapan mengajar terhadap ketertarikan Mahasiswa Pendidikan Ekonomi bertujuan tujuan menekuni profesi guru ekonomi. Universitas Negeri Surabaya angkatan 2022. Penelitian dengan menerapkan metode kuantitatif melalui rancangan kausal. Keseluruhan responden yang menjadi objek kajian berjumlah 89 mahasiswa, dengan sampel 73 orang yang diperoleh berdasarkan berdasarkan pendekatan Slovin pada taraf kesalahan 5%. instrumen Metode memperoleh data digunakan pada penelitian ini berbentuk Kuesioner menggunakan skala pengukuran Likert, Menggunakan kualitas butir soal yang telah diverifikasi melalui Pengujian validitas dan reliabilitas, kemudian data yang dipakai pada penelitian ini diolah melalui pendekatan regresi linier berganda diterapkan menggunakan SPSS sebagai alat perangkat bantu. Berdasarkan temuan analisis, diketahui jika menunjukkan efikasi diri simultan dan kesiapan mengajar menunjukkan adanya dampak yang signifikan pada minat untuk menjadi guru (F = 6,490; sig. 0,003) dengan kontribusi 15,6%. Namun secara parsial, efikasi diri (sig. 0,951) dan kesiapan mengajar (sig. 0,125) tidak menunjukkan dampak signifikan terhadap kecenderungan menjadi guru ekonomi. Hasil analisis ini menegaskan menunjukkan adanya pengembangan efikasi diri dan kesiapan mengajar perlu dilakukan secara terpadu agar dapat meningkatkan minat mahasiswa dalam hal menekuni profesi guru ekonomi.