cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalp4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
jurnalp4i@gmail.com
Editorial Address
Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I) Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, NTB
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS
ISSN : 27979431     EISSN : 27978842     DOI : https://doi.org/10.51878/social.v1i2.447
Core Subject : Education,
Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan pendidikan IPS.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 278 Documents
PERAN DINAS SOSIAL DALAM PENANGANAN ORANG DALAM GANGGUAN JIWA (ODGJ) DI KOTA MEDAN Aridho, Ahmad; Nainggolan, Mangido
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v5i3.6382

Abstract

This study aims to analyze the role of the Social Affairs Office (Dinas Sosial) in the management of People with Mental Disorders (ODGJ) in Medan City. Mental health issues have become a critical concern in social policy, particularly given the increasing number of untreated ODGJ in urban areas. Employing a qualitative research method with a policy politics approach, this study examines how local government policies are operationalized through the Social Affairs Office and evaluates the extent to which this institution addresses the need for rehabilitation and social protection for individuals with mental disorders. Data were collected through in-depth interviews with key informants, including Social Affairs Office personnel, families of ODGJ, and community figures. The data analysis process followed three fundamental stages: data reduction, data display, and data verification, aiming to construct a comprehensive and in-depth understanding of the phenomenon. The findings reveal that the role of the Social Affairs Office in Medan remains limited, predominantly reactive, and lacks systemic integration across institutions. Major obstacles include inadequate rehabilitation infrastructure, and weak communication with the community. This study underscores the urgent need for institutional reform and strengthened intersectoral collaboration to ensure that services for ODGJ are more humane, structured, and sustainable. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Dinas Sosial dalam penanganan Orang Dalam Gangguan Jiwa (ODGJ) di Kota Medan. Isu kesehatan jiwa menjadi perhatian serius dalam kebijakan sosial karena meningkatnya jumlah ODGJ yang tidak tertangani secara layak, terutama di wilayah perkotaan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan politik kebijakan untuk menelaah bagaimana kebijakan pemerintah daerah diimplementasikan melalui Dinas Sosial, serta sejauh mana lembaga ini mampu menjawab kebutuhan rehabilitasi dan perlindungan sosial bagi ODGJ. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dengan informan dari pihak Dinas Sosial, keluarga ODGJ, serta tokoh masyarakat. Teknik analisis data dilakukan melalui tiga tahap utama, yaitu reduksi data, penyajian (display) data, dan verifikasi data untuk memperoleh pemahaman yang mendalam dan menyeluruh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran Dinas Sosial Kota Medan dalam penanganan ODGJ masih bersifat terbatas, reaktif, dan belum terintegrasi secara optimal antar lembaga. Keterbatasan fasilitas rehabilitasi, serta lemahnya komunikasi dengan masyarakat menjadi hambatan utama. Penelitian ini menegaskan perlunya pembenahan kelembagaan dan penguatan kerja sama lintas sektor agar pelayanan terhadap ODGJ lebih manusiawi, sistematis, dan berkelanjutan.
MEKANISME PENETAPAN HARGA JUAL DAN JASA DALAM PERSPEKTIF PRINSIP EKONOMI ISLAM ( STUDI KASUS FOTOCOPY DAN PERCETAKAN DORO WONTU KELURAHAN JATIBARU KECAMATAN ASAKOTA ) Rahman, Arif; Ichwan, Ichwan; Rafiudin, Rafiudin
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v5i3.6404

Abstract

This research is motivated by the importance of implementing Islamic economic principles, such as fairness, transparency, and willingness, in daily business practices. The gap between these ideal concepts and the reality on the ground necessitates evaluation, particularly for micro-enterprises. Therefore, this study focuses on analyzing the pricing mechanisms for sales and services at Doro Wontu Photocopy and Printing, reviewing them from the perspective of Islamic economic principles. This research employed a qualitative method with a normative approach, collecting data through direct observation and in-depth interviews with the owner, employees, and customers. The main findings indicate that the pricing mechanisms implemented are not fully compliant with Sharia principles. Practices such as inconsistent price rounding and subjectively determining service prices after the job is completed—without prior agreement—contain elements of uncertainty (gharar) that have the potential to harm consumers. Although customers are generally satisfied with the service, these pricing practices are not transparent. It is concluded that improvements are needed through establishing a clear price list, agreeing on prices before transactions, and educating business owners about the importance of the principles of fairness and transparency to increase trust and business success. ABSTRAKPenelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya penerapan prinsip ekonomi Islam, seperti keadilan, transparansi, dan kerelaan, dalam praktik bisnis sehari-hari. Adanya kesenjangan antara konsep ideal tersebut dengan realitas di lapangan mendorong perlunya evaluasi, khususnya pada usaha mikro. Oleh karena itu, penelitian ini berfokus untuk menganalisis mekanisme penetapan harga jual dan jasa di Fotocopy dan Percetakan Doro Wontu, serta meninjaunya dari perspektif prinsip ekonomi Islam. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan normatif, di mana data dikumpulkan melalui observasi langsung dan wawancara mendalam dengan pemilik, karyawan, serta pelanggan. Temuan utama menunjukkan bahwa mekanisme penetapan harga yang diterapkan belum sepenuhnya sesuai dengan prinsip syariah. Praktik seperti pembulatan harga yang tidak konsisten dan penentuan harga jasa secara subjektif setelah pekerjaan selesai—tanpa kesepakatan awal—mengandung unsur ketidakpastian (gharar) yang berpotensi merugikan konsumen. Meskipun pelanggan secara umum merasa puas dengan pelayanan, praktik penetapan harga ini tidak transparan. Disimpulkan bahwa perlu adanya perbaikan melalui penetapan daftar harga yang jelas, kesepakatan harga sebelum transaksi, dan edukasi kepada pelaku usaha mengenai pentingnya prinsip keadilan dan transparansi untuk meningkatkan kepercayaan dan keberkahan usaha.
PEMANFAATAN APLIKASI CANVA DALAM PEMBELAJARAN IPAS DI KELAS 5 SD NEGERI 3 JABALSARI Kusumawati, Suci Ari; Sujono, Imam; Utomo, Fajar Hendro
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v5i3.6411

Abstract

The development of digital technology has driven a transformation in the world of education, particularly in the development of innovative and interactive learning media. The Canva application is a digital-based graphic design platform that can be utilized in learning, especially to enrich the visual presentation of teaching materials. This study aims to describe the use of the Canva application in Natural and Social Sciences (IPAS) learning in grade 5 of SD Negeri 3 Jabalsari, explore students' learning experiences during the learning process using Canva, and identify supporting and inhibiting factors that arise. This study uses a qualitative approach with descriptive methods. Data were collected through observations of learning activities, interviews with teachers and students, and documentation in the form of student work and teaching tools. The results show that the use of Canva can increase student engagement, facilitate understanding of abstract material, and foster creativity in processing information. Teachers also found it easier to create more engaging and communicative teaching materials. However, several obstacles were encountered such as limited internet access, lack of teacher training in using Canva, and other technical obstacles that require support from the school. Overall, Canva proved to be an effective learning medium in improving the quality of IPAS learning in elementary schools, especially in learning contexts that require visualization and active student participation. This research provides practical insights for teachers in strategically adopting digital media and can serve as a reference in developing technology-based contextual learning methods. The findings also open up opportunities for further research on the integration of Canva into various subjects and its impact on students' cognitive, affective, and psychomotor dimensions. ABSTRAKPerkembangan teknologi digital telah mendorong transformasi dalam dunia pendidikan, khususnya pada pengembangan media pembelajaran yang inovatif dan interaktif. Aplikasi Canva merupakan salah satu platform desain grafis berbasis digital yang dapat dimanfaatkan dalam pembelajaran, terutama untuk memperkaya penyajian materi ajar secara visual. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pemanfaatan aplikasi Canva dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) di kelas 5 SD Negeri 3 Jabalsari, mengeksplorasi pengalaman belajar siswa selama proses pembelajaran menggunakan Canva, serta mengidentifikasi faktor-faktor pendukung dan penghambat yang muncul. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi terhadap kegiatan pembelajaran, wawancara dengan guru dan siswa, serta dokumentasi berupa hasil karya siswa dan perangkat ajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan Canva mampu meningkatkan keterlibatan siswa, mempermudah pemahaman terhadap materi abstrak, serta menumbuhkan kreativitas dalam mengolah informasi. Guru juga merasakan kemudahan dalam menyusun bahan ajar yang lebih menarik dan komunikatif. Meskipun demikian, ditemukan beberapa kendala seperti keterbatasan akses internet, kurangnya pelatihan guru dalam penggunaan Canva, serta hambatan teknis lainnya yang memerlukan dukungan dari pihak sekolah. Secara keseluruhan, Canva terbukti menjadi media pembelajaran yang efektif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran IPAS di sekolah dasar, terutama dalam konteks pembelajaran yang menuntut visualisasi dan partisipasi aktif siswa. Penelitian ini memberikan kontribusi praktis bagi guru dalam mengadopsi media digital secara strategis dan dapat dijadikan rujukan dalam pengembangan metode pembelajaran kontekstual berbasis teknologi. Temuan ini juga membuka peluang untuk penelitian lebih lanjut terkait pengintegrasian Canva dalam berbagai mata pelajaran serta pengaruhnya terhadap dimensi kognitif, afektif, dan psikomotorik siswa.
ANALISIS IMPLEMENTASI PROFIL PELAJAR PANCASILA DIMENSI BERNALAR KRITIS DAN KREATIF DALAM PEMBELAJARAN IPAS Rahman, Riska Nurindaya; Suja’i, Imam Sukwatus; Anasrulloh, Muhammad
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v5i3.6518

Abstract

This study aims to analyze the implementation of the critical and creative thinking dimensions of the Pancasila Student Profile in IPAS (Social and Natural Sciences Integration) learning among fourth-grade students at SD Negeri 1 Kampungdalem. This research used a descriptive qualitative approach with data collected through observation, in-depth interviews, and documentation. The findings reveal that teachers have integrated both critical and creative thinking dimensions through contextual learning strategies, such as group discussions, problem-based learning, and environmentally-based creative projects. However, several obstacles were encountered, including limited instructional time, student ability diversity, and students’ reluctance to express their ideas. To address these challenges, collaborative efforts were made by teachers, school principals, and vice principals through continuous mentoring, internal training, and the creation of a more open and supportive learning environment. The implementation of these dimensions positively impacted students by encouraging logical reasoning, confidence in expressing opinions, and the ability to present original ideas. Thus, strengthening these dimensions in IPAS learning not only enhances students’ academic abilities but also fosters adaptive and innovative Pancasila student characters. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi dimensi bernalar kritis dan kreatif dalam Profil Pelajar Pancasila pada pembelajaran IPAS kelas IV SD Negeri 1 Kampungdalem. Objek penelitian ini adalah SD Negeri 1 Kampungdalem, Kabupaten Tulungagung. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik analisis menggunakan triangulasi dengan instrument penelitian adalah wawancara kepada guru IPAS kelas IV SD Negeri 1 Kampungdalen, Kepala Sekolah SD Negeri 1 Kampungdalem, Wakil Kepala Sekolah SD Negeri 1 Kampungdalem, dan siswa kelas IV SD Negeri 1 Kampungdalem. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru telah mengintegrasikan dimensi bernalar kritis dan kreatif dalam pembelajaran melalui berbagai model pembelajaran kontekstual seperti diskusi kelompok, problem-based learning, dan pembuatan proyek kreatif berbasis lingkungan. Namun, ditemukan beberapa kendala dalam implementasinya, seperti keterbatasan waktu, heterogenitas kemampuan siswa, dan kurangnya keberanian siswa dalam menyampaikan ide. Upaya yang dilakukan untuk mengatasi kendala tersebut melibatkan dukungan kolaboratif antara guru, kepala sekolah, dan wakil kepala sekolah, melalui pendampingan intensif, pelatihan internal, serta penciptaan lingkungan belajar yang lebih terbuka dan suportif. Dampak dari implementasi ini mendorong peserta didik untuk lebih berpikir logis, berani berpendapat, dan mampu mengekspresikan gagasan secara orisinal. Dengan demikian, penguatan dimensi bernalar kritis dan kreatif dalam pembelajaran IPAS tidak hanya meningkatkan kompetensi siswa secara akademik, tetapi juga membentuk karakter pelajar Pancasila yang adaptif dan inovatif.
PENGEMBANGAN VIDEO PEMBELAJARAN BERBASIS KONTEKSTUAL UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP SISWA MATERI PERUBAHAN SOSIAL BUDAYA Febriyanto, Ahmad Yus Anandra; Subiyantoro, Hari; l, Abdul Haris
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v5i3.6537

Abstract

This research aims to produce contextual-based learning video to improve students’ conceptual understanding on the topic of socio-cultural change. The research method used is Research and Development (R&D) with the 4D model: Define, Design, Develop, and Disseminate. The product trial was conducted on 16 ninth-grade students at MTs Aswaja Tunggangri. Data analysis techniques included n-Gain calculation, normality testing, and paired sample t-test. The results showed: (1) Contextual-based learning videos were declared highly valid based on media validation results of 91%, and material validation results of 85%. (2) The contextual-based learning videos were considered highly practical based on the instructional module assessment, which obtained a score of 85%, as well as assessments from Observer 1 and Observer 2, which were 84% respectively. (3) The contextual-based learning videos were found to be effective, as shown by the significance value (2-tailed) of the paired pre-test and post-test data, which was 0.009 < 0.05. Therefore, H0 is rejected due to the presence of a significant difference, and H1 is accepted because there is a difference in the average scores between the pre-test and post-test. Based on these results, it can be concluded that learning using contextual-based learning videos can improve students’ conceptual understanding of the topic of social and cultural change. ABSTRAKTujuan penelitian ini yaitu menghasilkan video pembelajaran berbais kontekstual untuk meningkatkan pemahaman konsep siswa pada materi perubahan sosial budaya. Metode penelitian yang digunakan yaitu Research and Development dengan model model 4D (Pendefinisian (Define), Perancangan (Design),Pengembangan (Develop), dan Penyebaran (Disseminate). Uji coba produk dilaksanakan terhadap 16 siswa kelas IX di Mts Aswaja Tunggangri. Teknik analisis data menggunakan perhitungan n-Gain, uji normalitas, dan uji T berpasangan. Hasil penelitian diperoleh (1) Video pembelajaran berbasis kontekstual dinyatakan sangat valid diperoleh berdasarkan dari validasi media 91%, dari validasi materi 85%,(2) Video pembelajaran berbasis kontekstual dinyatakan sangat praktis dari hasil penilaian modul ajar diperoleh 85%, dari observer 1 dan observer 2 diperoleh 84% (3) Video pembelajaran berbasis kontekstual dinyatakan efektif dengan Sig. (2-tailed) pasangan data pre-test dan post-test yaitu 0.009 < 0.05, sehingga H0 ditolak karena tidak ada perbedaan dan H1 diterima karena terdapat perbedaan rata-rata hasil pre-test dan post-test. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa pembelajaran dengan pengguaan media video pembelajaran berbasis kontekstual dapat meningkatkan pemahaman konsep siswa pada materi perubahan sosial budaya.
PENGARUH PENGGUNAAN CHATGPT TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS MAHASISWA JURUSAN PPKN ANGKATAN 2023 FIS UNIMED Hutapea, Nelly Moria; Kabatiah, Maryatun
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v5i3.6709

Abstract

This study aims to determine the effect of ChatGPT usage on the critical thinking skills of PPKN students, class of 2023, at Medan State University. The research method used in this study was quantitative with an associative approach. The population in this study was all 140 PPKN students, class of 2023, with a sample of 58 selected using stratified random sampling. The results showed a positive and significant relationship between ChatGPT usage and students' critical thinking skills. The Pearson correlation test obtained an r value of 0.595 with a significance level of 0.000 <0.05, indicating a strong and significant influence between variable X and variable Y. The coefficient of determination calculation showed that ChatGPT usage had a 35.4% effect on students' critical thinking skills, while the remaining 64.6% was influenced by other factors outside this study. Therefore, this study can be concluded that if used wisely and in accordance with academic ethics, ChatGPT usage has a significant influence on students' critical thinking skills. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan ChatGPT terhadap kemampuan berpikir kritis mahasiswa Jurusan PPKN Angkatan 2023 di Universitas Negeri Medan. Adapun metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Kuantitatif dengan pendekatan asosiatif. Populasi dalam penelitian ini merupakan seluruh mahasiswa Jurusan PPKN angkatan 2023 yang berjumlah 140 orang, dengan sampel sebanyak 58 orang yang dipilih menggunakan teknik stratified random sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif dan signifikan antara penggunaan ChatGPT dan kemampuan berpikir kritis mahasiswa. Hasil uji korelasi pearson  diperoleh nilai r = 0,595 dengan signifikansi 0,000 < 0,05, yang berarti terdapat pengaruh yang kuat dan signifikan antara variabel X dan variabel Y. Hasil perhitungan koefisien determinasi menunjukkan bahwa penggunaan ChatGPT berpengaruh sebesar 35,4 % terhadap kemampuan berpikir kritis mahasiswa, sedangkan sisanya sebesar 64,6 % dipengaruhi oleh faktor lain diluar penelitian ini. Oleh karena itu ,pada penelitian ini dapat disimpulkan bahwa jika dimanfaatkan secara bijak dan sesuai etika penggunaan akademik, penggunaan ChatGPT memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kemampuan berpikir kritis mahasiswa.
PENGEMBANGAN MODUL AJAR P5 BERBASIS PEMANFAATAN LINGKUNGAN DI TK NEGERI PEMBINA BATULAPPA Musakkir, Hazrah; Natsir, Tri Ayu Lestari; Halifah, Syarifah; Asqia, Nurul
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v5i3.6711

Abstract

The purpose of this study was to develop a teaching module for the Pancasila Student Profile Strengthening Project (P5) that utilizes the environment for early childhood education at the Pembina Batulappa State Kindergarten. The reason behind this study was the lack of creative and contextually appropriate teaching materials to support the implementation of P5 in schools. The method used in this research is Research and Development (R&D) with the Borg and Gall development model, which was carried out up to the product revision stage. Data was collected through observation, interviews, documentation, and validation questionnaires given to subject matter experts, language experts, and response questionnaires from teachers. The results of the validation process showed that the developed teaching module had a very good level of feasibility, with a feasibility percentage of 92% from subject matter experts and 95% from language experts. Teachers gave positive responses to the use of this module, with a feasibility level of 91.67%. The resulting module is able to provide an attractive and contextually appropriate project-based learning alternative through direct interaction with the surrounding environment, and is effective in instilling the values of the Pancasila Student Profile in young children. Therefore, this module is highly suitable for use as an innovative learning tool in early childhood education settings. ABSTRAKTujuan dari penelitian ini adalah untuk membuat modul ajar Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) yang memanfaatkan lingkungan untuk anak usia dini di TK Negeri Pembina Batulappa. Alasan di balik penelitian ini adalah kurangnya bahan ajar yang kreatif dan sesuai konteks untuk mendukung pelaksanaan P5 di sekolah. Metode yang dipakai dalam penelitian ini adalah Research and Development (R&D) dengan model pengembangan Borg dan Gall, yang dilakukan sampai tahap revisi produk. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan angket validasi yang diberikan kepada ahli materi, ahli bahasa, serta angket respon dari guru. Hasil dari proses validasi menunjukkan bahwa modul ajar yang dikembangkan memiliki tingkat kelayakan yang sangat baik, dengan persentase kelayakan dari ahli materi mencapai 92% dan dari ahli bahasa mencapai 95%. Guru-guru memberikan respon positif terhadap penggunaan modul ini, dengan tingkat kelayakan sebesar 91,67%. Modul yang dihasilkan mampu menghadirkan alternatif pembelajaran berbasis projek yang menarik dan sesuai konteks, melalui interaksi langsung dengan lingkungan sekitar, serta efektif dalam menanamkan nilai-nilai Profil Pelajar Pancasila kepada anak usia dini. Oleh karena itu, modul ini sangat layak digunakan sebagai alat pembelajaran inovatif di lingkungan PAUD.
PETUALANGAN ILMU SOSIAL: PENERAPAN TREASURE HUNT BERBASIS CULTURALLY RESPONSIVE TEACHING UNTUK MENINGKATKAN PARTISIPASI BELAJAR SISWA Nadziru, Miftakhul Umi; Purnomo, Agus
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v5i3.6729

Abstract

Social studies learning in grade 7 Utsman SMPIT Insan Permata Malang still shows low learning participation caused by the use of conventional learning methods and limited learning media so that students are less actively involved in the learning process. This study aims to increase student learning participation in Social Studies (IPS) subjects through the application of the Culturally Responsive Teaching (CRT) based Treasure Hunt learning method. This study uses a descriptive quantitative approach with a pre-experimental type one group pretest-posttest design, involving 20 students. Research data were collected through learning participation questionnaires, observations of student involvement in learning, and field notes. The results of the study showed a significant increase in the level of student learning participation after the application of the Treasure Hunt method and the results of observation activities showed that students were more active, enthusiastic, and involved in social studies learning activities, especially when the material was linked to the local culture of the Malang region. The CRT approach has been proven to be able to increase student involvement in learning and the Treasure Hunt method is able to create a collaborative, challenging learning atmosphere and encourage intensive interaction between students. ABSTRAKPembelajaran IPS di kelas 7 Utsman SMPIT Insan Permata Malang, masih menunjukkan rendahnya partisipasi belajar yang disebabkan oleh penggunaan metode pembelajaran konvensional serta keterbatasan media pembelajaran sehingga siswa kurang terlibat secara aktif dalam proses belajar. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan partisipasi belajar siswa dalam mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) melalui penerapan metode pembelajaran Treasure Hunt berbasis Culturally Responsive Teaching (CRT). Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan desain pre-experimental type one group pretest-posttest, melibatkan 20 siswa. Data penelitian dikumpulkan melalui angket partisipasi belajar, observasi keterlibatan siswa dalam pembelajaran, dan catatan lapangan. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada tingkat partisipasi belajar siswa setelah penerapan metode Treasure Hunt dan dari hasil kegiatan observasi menunjukkan bahwa siswa lebih aktif, antusias, dan terlibat dalam kegiatan pembelajaran IPS terutama saat materi dikaitkan dengan budaya lokal wilayah Malang. Pendekatan CRT terbukti mampu meningkatkan keterlibatan siswa dalam pembelajaran dan metode Treasure Hunt mampu menciptakan suasana belajar yang kolaboratif, menantang dan mendorong interaksi antarsiswa secara intensif.
ANALISIS TINGKAT PARTISIPASI AKTIF SISWA DALAM PEMBELAJARAN IPS MELALUI MODEL PEMBELAJARAN TEAMS GAMES TOURNAMENT (TGT) BERBANTUAN MEDIA FLASH CARD Tawakal, Lintang; Purnomo, Agus
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v5i3.6732

Abstract

This study aims to describe the level of active participation of students in social studies learning through the implementation of the Teams Games Tournament (TGT) model assisted by flash card media. The research employs a quantitative descriptive method, collecting data through observations, pretest and posttest results, and documentation during the learning process. The subjects of the study were 32 seventh-grade students from SMP IT Insan Permata Malang. The instrument used was an observation sheet for active participation, which included five indicators: asking questions, answering, discussing, cooperating, and enthusiasm. The data were analyzed descriptively and quantitatively by categorizing the observation scores into three categories: Passive, Sufficient, and Active. The results showed that 56.25% of students were classified as active, 34.38% as sufficiently active, and only 9.38% as passive in their participation in the learning process. These findings indicate that the TGT model assisted by flash card media can encourage students to engage more actively and foster high learning motivation through a fun and competitive learning environment in social studies subjects. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tingkat partisipasi aktif siswa dalam pembelajaran IPS melalui penerapan model Teams Games Tournament (TGT) berbantuan media flash card. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pengumpulan data melalui observasi, hasil pretest posttest, dan dokumentasi selama proses pembelajaran. Subjek penelitian adalah 32 siswa kelas VII Zainab SMP IT Insan Permata Malang. Instrumen yang digunakan adalah lembar observasi partisipasi aktif yang berisi lima indikator, yaitu bertanya, menjawab, berdiskusi, kerja sama, dan antusiasme. Data dianalisis secara deskriptif kuantitatif dengan mengelompokkan skor observasi ke dalam tiga kategori: Pasif, Cukup, dan Aktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 56,25% siswa tergolong aktif, 34,38% cukup aktif, dan hanya 9,38% tergolong pasif dalam mengikuti pembelajaran. Temuan ini mengindikasikan bahwa model TGT berbantuan media flash card dapat mendorong siswa untuk lebih terlibat secara aktif serta menumbuhkan motivasi belajar yang tinggi melalui suasana pembelajaran yang menyenangkan dan kompetitif pada mata pelajaran IPS..
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING BERBANTU MEDIA INTERAKTIF UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS DAN HASIL BELAJAR IPAS PESERTA DIDIK KELAS 5 SDN GOGODALEM 1 Masardi, Daffa Abi
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v5i3.6865

Abstract

This research is motivated by the low critical thinking skills and science learning outcomes of fifth-grade students at SDN Gogodalem 1, caused by the dominance of lecture methods and the lack of interactive media. To address this problem, this study focuses on the implementation of the Problem-Based Learning (PBL) model with the assistance of interactive media as a strategy to simultaneously improve both aspects. This study used the Classroom Action Research (CAR) method, implemented in two cycles with 20 students as subjects. Data collection was conducted through pre-tests, post-tests, and observations of teacher and student activities to measure the effectiveness of the interventions. The results showed consistent and significant improvement in each cycle. The average score for students' critical thinking skills increased from 63.59 at the beginning of Cycle I to 80.92 at the end of Cycle II. Correspondingly, science learning outcomes also showed an increase from an average of 64.00 to 81.75 during the same period. This improvement was supported by increased student participation and the teacher's optimal role as a facilitator. It was concluded that implementing the PBL model integrated with interactive media is an effective solution and has been proven to simultaneously improve critical thinking skills and science learning outcomes. ABSTRAKPenelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya keterampilan berpikir kritis dan hasil belajar IPAS siswa kelas V SDN Gogodalem 1, yang disebabkan oleh dominasi metode ceramah dan minimnya media interaktif. Untuk mengatasi masalah tersebut, penelitian ini berfokus pada penerapan model Problem Based Learning (PBL) berbantu media interaktif sebagai strategi untuk meningkatkan kedua aspek tersebut secara simultan. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus dengan subjek 20 siswa. Pengumpulan data dilakukan melalui pre-test, post-test, serta observasi aktivitas guru dan siswa untuk mengukur efektivitas tindakan. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan yang konsisten dan signifikan pada setiap siklus. Rata-rata nilai keterampilan berpikir kritis siswa meningkat dari 63,59 pada awal siklus I menjadi 80,92 pada akhir siklus II. Sejalan dengan itu, hasil belajar IPAS juga menunjukkan peningkatan dari rata-rata 64,00 menjadi 81,75 pada periode yang sama. Peningkatan ini didukung oleh meningkatnya partisipasi aktif siswa dan optimalnya peran guru sebagai fasilitator. Disimpulkan bahwa penerapan model PBL yang diintegrasikan dengan media interaktif merupakan solusi yang efektif dan terbukti mampu meningkatkan keterampilan berpikir kritis serta hasil belajar IPAS secara bersamaan.