cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalp4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
jurnalp4i@gmail.com
Editorial Address
Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I) Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, NTB
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS
ISSN : 27979431     EISSN : 27978842     DOI : https://doi.org/10.51878/social.v1i2.447
Core Subject : Education,
Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan pendidikan IPS.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 278 Documents
DARI BIROKRASI KE BIROKRASI INOVATIF: PERAN TRANSFORMASI BUDAYA INSTITUSIONAL Jabar, Syabran; Frinaldi, Aldri
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v5i2.5374

Abstract

Public bureaucracy in Indonesia faces significant challenges in responding to dynamic social changes and increasingly complex service demands. Despite numerous reform initiatives, a considerable gap remains between the ideal innovative bureaucracy and the actual bureaucracy, which tends to be rigid and less adaptive. This study focuses on the role of institutional cultural transformation as a key factor in realizing an innovative bureaucracy. A qualitative method was employed using a case study approach on several government agencies undergoing organizational culture change. Data were collected through in-depth interviews, participatory observations, and documentation, then thematically analyzed to identify patterns and driving factors of cultural transformation. The findings indicate that cultural transformation emphasizing values such as collaboration, creativity, and openness can shift bureaucratic work patterns towards being more responsive and innovative. Transformational leadership and reward systems supporting innovation are crucial factors in the success of cultural change. The study concludes that institutional cultural transformation is the fundamental foundation for sustaining bureaucratic innovation and comprehensive public sector reform. These findings offer important implications for policymakers and bureaucratic practitioners in designing reform strategies oriented toward human resource development and organizational values. This study also opens opportunities for further research on integrating innovative culture into public management. ABSTRAKBirokrasi publik di Indonesia menghadapi tantangan besar dalam menghadapi dinamika sosial dan tuntutan pelayanan yang semakin kompleks. Meskipun telah banyak inisiatif reformasi, masih terdapat kesenjangan signifikan antara birokrasi ideal yang inovatif dan birokrasi nyata yang cenderung kaku dan kurang adaptif. Penelitian ini fokus pada peran transformasi budaya institusional sebagai kunci dalam mewujudkan birokrasi inovatif. Metode kualitatif digunakan dengan pendekatan studi kasus pada beberapa instansi pemerintah yang sedang melakukan perubahan budaya organisasi. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara tematik untuk mengidentifikasi pola dan faktor pendorong transformasi budaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa transformasi budaya yang menekankan nilai-nilai kolaborasi, kreativitas, dan keterbukaan mampu mengubah pola kerja birokrasi menjadi lebih responsif dan inovatif. Kepemimpinan transformatif serta sistem penghargaan yang mendukung inovasi merupakan faktor pendukung utama keberhasilan perubahan budaya. Kesimpulan penelitian menegaskan bahwa perubahan budaya institusional adalah fondasi utama bagi keberlangsungan inovasi birokrasi dan reformasi sektor publik secara menyeluruh. Temuan ini memberikan implikasi penting bagi pembuat kebijakan dan praktisi birokrasi dalam merancang strategi reformasi yang lebih berorientasi pada pengembangan sumber daya manusia dan nilai-nilai organisasi. Studi ini juga membuka peluang pengembangan riset lebih lanjut mengenai integrasi budaya inovatif dalam manajemen publik.
PEMBELAJARAN INQUIRI BERBASIS TEKNOLOGI UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN PETA DAN WILAYAH INDONESIA PADA KELAS V Yogaswara, Muhammad Reza; Fauzi, Kms. Muhammad Amin
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v5i2.5375

Abstract

This study focuses on strengthening students' understanding of maps and the geography of Indonesia through a technology-based approach, utilizing a technology-integrated inquiry learning model in Grade V at SD Negeri 198/VI Ulak Makam. The background of this research is the low engagement and motivation to learn among students who were previously taught using conventional methods. This study employs a qualitative Classroom Action Research (CAR) method conducted in three cycles. The learning model integrates local cultural elements and incorporates digital media such as Google Earth, Quizizz, and educational videos into the inquiry learning syntax. The results indicate that the implementation of this model successfully increased students' enthusiasm, active participation, and digital literacy. Students’ ability to understand geographic locations and map elements of Indonesia improved, with the majority achieving learning mastery. The model also allowed students to explore digital representations of their hometowns to support their cultural identity. The study concludes that technology-based inquiry learning is effective in creating relevant, contextual, and interactive learning experiences. ABSTRAKPenelitian ini difokuskan pada upaya memperkuat pemahaman siswa terkait topik peta dan geografi wilayah Indonesia melalui pendekatan berbasis teknologi. dengan menggunakan model pembelajaran inkuiri berbasis teknologi di kelas V SD Negeri 198/VI Ulak Makam. Siswa yang menggunakan metode pembelajaran konvensional memiliki keterlibatan dan keinginan belajar yang rendah, yang merupakan latar belakang penelitian ini. Jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK), yang dilakukan dalam tiga siklus, adalah metode kualitatif yang digunakan dalam penelitian ini. Model pembelajaran yang digunakan menggunakan pendekatan berbasis budaya lokal dan menggabungkan media digital seperti Google Earth, Quizizz, dan video edukatif dalam sintaks inkuiri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model ini berhasil meningkatkan antusiasme siswa, keterlibatan aktif, dan literasi digital. Kemampuan siswa untuk memahami lokasi geografis dan elemen peta Indonesia meningkat, dan sebagian besar siswa mencapai ketuntasan belajar. Model ini juga mengeksplorasi digital daerah asal masing-masing siswa untuk mendukung identitas budaya mereka. Studi ini menemukan bahwa pembelajaran inkuiri berbasis teknologi efektif untuk membuat pembelajaran yang relevan, kontekstual, dan interaktif.
TRANSFORMASI BUDAYA ORGANISASI DI SEKTOR PUBLIK: INOVASI MENUJU PELAYANAN PUBLIK YANG LEBIH RESPONSIF Sendika, May; Frinaldi, Aldri
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v5i2.5376

Abstract

Organizational culture transformation is an important element in responding to the increasingly complex and dynamic challenges of the public sector. Rigid, bureaucratic organizational culture and resistance to change have become obstacles in creating responsive and community-oriented public services. This study aims to examine in depth the transformation of organizational culture in the public sector as an innovative strategy in improving service quality. The main focus lies on the dynamics of changes in values, norms, and work performance practices that support efficiency and service responsibility. This study uses a literature review method by examining the results of exchange research from both national and international sources, especially those related to innovation, bureaucratic reform, and public services. The study was conducted systematically by identifying patterns of organizational culture change, major obstacles, and strategies for successful transformation. The results of the study show that organizational culture transformation requires visionary leadership, digital technology support, and strengthening the values ??of integrity and orientation towards service users. In addition, changes must be implemented gradually and involve all elements of the organization in order to create a new culture that is adaptive to external changes and challenges. In conclusion, organizational culture transformation is an unavoidable strategic step in realizing a responsive, efficient, and competitive public sector in this modern era. ABSTRAKTransformasi budaya organisasi menjadi elemen penting dalam menjawab tantangan sektor publik yang semakin kompleks dan dinamis. Budaya organisasi yang kaku, birokratis, dan resistensi terhadap perubahan telah menjadi hambatan dalam menciptakan pelayanan publik yang responsif dan berorientasi pada masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam transformasi budaya organisasi di sektor publik sebagai strategi inovatif dalam meningkatkan kualitas pelayanan. Fokus utama terletak pada dinamika perubahan nilai, norma, dan praktik kerja birokrasi yang mendukung efisiensi dan responsivitas pelayanan. Penelitian ini menggunakan metode literatur review dengan menelaah hasil-hasil riset mutakhir baik dari sumber nasional maupun internasional, terutama yang berkaitan dengan inovasi, reformasi birokrasi, dan pelayanan publik. Kajian dilakukan secara sistematis dengan mengidentifikasi pola-pola perubahan budaya organisasi, hambatan utama, serta strategi keberhasilan transformasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa transformasi budaya organisasi memerlukan kepemimpinan visioner, dukungan teknologi digital, dan penguatan nilai-nilai integritas serta orientasi pada pengguna layanan. Selain itu, perubahan harus dilaksanakan secara bertahap dan melibatkan seluruh elemen organisasi agar tercipta budaya baru yang adaptif terhadap perubahan dan tantangan eksternal. Kesimpulannya, transformasi budaya organisasi merupakan langkah strategis yang tidak dapat dihindari dalam mewujudkan sektor publik yang responsif, efisien, dan berdaya saing di era modern ini.
INOVASI BUDAYA ORGANISASI DI SEKTOR PUBLIK: STRATEGI ADAPTASI TERHADAP DISRUPSI DIGITAL Hanifah, Zarma; Frinaldi, Aldri
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v5i2.5377

Abstract

The rapid development of digital technology has had a significant impact on the public sector, including the bureaucratic service system in Indonesia. Digital disruption demands that public organizations adapt by transforming their organizational culture into one that is more flexible, innovative, and collaborative. However, the organizational culture of Indonesian bureaucracy remains dominated by hierarchical and procedural values, which serve as obstacles in the digitalization of public services. This article aims to analyze the current conditions of organizational culture in Indonesia’s public sector amid digital disruption, identify the challenges faced in transforming organizational culture, and formulate adaptive innovation strategies for digital environments. This study employs a descriptive-qualitative approach through a literature review of relevant scholarly journals, books, government policy reports, and prior research findings. The results indicate that the main challenges in transforming organizational culture within the public sector include employee resistance to technological change, limited digital competencies among civil servants, unadaptive bureaucratic leadership, rigid work culture, and a lack of incentives for innovation. Recommended strategies include strengthening digital leadership, developing a digital mindset, redefining organizational values, digitalizing work practices, and applying the Competing Values Framework (CVF) to guide structured and measurable cultural transformation. Digital-based organizational culture transformation is a strategic necessity to realize a modern, adaptive, and service-oriented public bureaucracy in Indonesia. ABSTRAKPerkembangan teknologi digital telah membawa dampak signifikan terhadap sektor publik, termasuk dalam sistem pelayanan birokrasi di Indonesia. Disrupsi digital menuntut organisasi publik untuk beradaptasi melalui transformasi budaya kerja yang lebih fleksibel, inovatif, dan kolaboratif. Namun demikian, budaya organisasi birokrasi Indonesia masih didominasi nilai-nilai hierarkis dan prosedural yang menjadi hambatan dalam proses digitalisasi pelayanan publik. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis kondisi budaya organisasi sektor publik Indonesia dalam menghadapi era disrupsi digital, mengidentifikasi tantangan yang dihadapi dalam transformasi budaya organisasi, serta merumuskan strategi inovasi budaya organisasi yang adaptif terhadap lingkungan digital. Metode yang digunakan adalah deskriptif-kualitatif melalui studi literatur dari berbagai jurnal ilmiah, buku, laporan kebijakan pemerintah, dan hasil penelitian terkait. Hasil kajian menunjukkan bahwa tantangan utama transformasi budaya organisasi di sektor publik meliputi resistensi pegawai terhadap teknologi, rendahnya kompetensi digital ASN, kepemimpinan birokrasi yang belum adaptif, budaya kerja yang kaku, dan minimnya insentif bagi inovasi. Strategi yang direkomendasikan meliputi penguatan kepemimpinan digital, pengembangan digital mindset, redefinisi nilai-nilai organisasi, digitalisasi praktik kerja, serta penerapan model Competing Values Framework (CVF) untuk perubahan budaya yang terukur. Transformasi budaya organisasi berbasis digital menjadi keharusan strategis untuk mewujudkan birokrasi Indonesia yang modern, adaptif, dan berorientasi pelayanan publik berkualitas.
MODEL, KONSEP, DESAIN, PENDEKATAN DAN MODEL PENGEMBANGAN KURIRKULUM Beliyawati, Beliyawati; Pahrudin, Agus; Rahmi, Sri
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v5i2.5378

Abstract

Curriculum is a central element in the education system that determines the direction, content, and process of learning. However, in practice, there remains a significant gap between the ideal curriculum and its actual implementation in the field. Curricula are often not adaptive to the changing times, the diverse needs of learners, and the dynamic demands of a globalized world. This study aims to examine various conceptual models, designs, approaches, and curriculum development models through a literature review method. The research involved analyzing scholarly sources such as journal articles, academic books, and official educational policy documents published in the last ten years. Data were analyzed using a descriptive qualitative method with a thematic approach. The findings indicate that various curriculum development models—such as those by Tyler, Taba, and Bruner—and constructivist approaches are increasingly relevant to contemporary educational contexts. Furthermore, the integration of a strong conceptual model, learner-centered design, and participatory-reflective approaches emerges as essential in creating an adaptive and contextually responsive curriculum. This study concludes that effective curriculum development must be based on an integrative framework that bridges theory and practice, while also allowing room for future development through implementation trials at the institutional level. The results of this study are expected to contribute both theoretically and practically to curriculum policy formulation and educator capacity development in the era of transformative education. ABSTRAKKurikulum merupakan elemen sentral dalam sistem pendidikan yang menentukan arah, isi, dan proses pembelajaran. Namun dalam praktiknya, masih terdapat kesenjangan antara kurikulum yang diidealkan dengan implementasinya di lapangan. Kurikulum sering kali tidak adaptif terhadap perkembangan zaman, kebutuhan peserta didik, serta tuntutan global yang dinamis. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam berbagai model konseptual, desain, pendekatan, dan model pengembangan kurikulum melalui metode studi literatur. Penelitian dilakukan dengan menelaah sumber-sumber ilmiah seperti jurnal, buku, dan dokumen kebijakan pendidikan yang diterbitkan dalam sepuluh tahun terakhir. Analisis dilakukan secara deskriptif kualitatif melalui pendekatan tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat beragam model dan pendekatan pengembangan kurikulum, seperti model Tyler, Taba, Bruner, dan pendekatan konstruktivistik yang semakin relevan untuk konteks pendidikan masa kini. Selain itu, ditemukan bahwa integrasi antara model konseptual, desain berbasis kebutuhan peserta didik, serta pendekatan partisipatif dan reflektif menjadi kunci dalam merancang kurikulum yang adaptif dan kontekstual. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengembangan kurikulum yang efektif harus didasarkan pada kerangka integratif yang mampu menjembatani antara teori dan praktik, serta membuka peluang bagi pengembangan lebih lanjut melalui uji implementasi di tingkat institusional. Hasil kajian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi teoritis dan praktis dalam perumusan kebijakan kurikulum serta pengembangan kapasitas pendidik di era pendidikan transformatif.
IMPLEMENTASI KARAKTER TANGGUNG JAWAB MELALUI MATA PELAJARAN PPKN PADA KELAS 2 SDN 51 RITE KOTA BIMA Ramadhoan, Fatu; Masitha, Dewi; Haris, Abdul
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v5i2.5641

Abstract

This study aims to describe the implementation of character education in the teaching of Pancasila and Civic Education (PPKn) at the elementary school level. The data were collected through a literature review relevant to the research variables. The findings indicate that character education has been actively implemented in Civics instruction by integrating character values into a high-quality learning process, which includes the stages of planning, implementation, and evaluation. In this context, character education is carried out through various learning activities, both inside and outside the classroom, designed not only to help students achieve academic competence but also to foster awareness, empathy, and the internalization of character values in their daily lives. The integration of character education in Civics learning follows three main stages: planning, implementation, and evaluation. Given that Civics is a subject rich in character-building content, teachers are expected to continuously enhance their instructional management skills to effectively nurture students' character—a goal that has received increasing attention in recent years.. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan pendidikan karakter dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) di tingkat sekolah dasar. Pengumpulan data dilakukan melalui studi literatur yang relevan dengan variabel penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan karakter dalam pembelajaran PPKn di sekolah dasar telah diterapkan secara optimal dengan merancang nilai-nilai karakter melalui proses pembelajaran yang bermutu, yang mencakup tahapan perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi. Proses pembelajaran pendidikan karakter ini merupakan rangkaian aktivitas baik di dalam maupun di luar kelas yang bertujuan agar siswa tidak hanya menguasai aspek kognitif (materi pelajaran), tetapi juga mampu mengenal, memahami, peduli, serta menginternalisasi nilai-nilai karakter dalam perilaku sehari-hari. Penerapan pendidikan karakter dalam pembelajaran PPKn mencakup tiga tahapan utama, yaitu perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Mengingat PPKn merupakan mata pelajaran yang sarat akan muatan nilai-nilai karakter, guru dituntut untuk terus meningkatkan kemampuan dalam mengelola proses pembelajaran secara efektif guna membentuk karakter siswa secara holistik.
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR DAN STRATEGI PENCEGAHAN BULLYING DI MI NURUL ILMI KOTA BIMA Rahmah, Lutfia; Masitha, Dewi; Anhar, Ade S.
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v5i2.5642

Abstract

Children represent the nation's most valuable asset and serve as the next generation entrusted with carrying forward national ideals. As such, every child is entitled to the right to life, growth, and development, the right to participate actively in society, and protection from violence, discrimination, and violations of their civil rights and freedoms.When acts of violence or bullying occur within the school setting, they can lead to deep emotional consequences such as resentment, hatred, fear, and a diminished sense of self-worth. Students may develop fear or animosity toward their teachers, younger students may grow to resent and harbor grudges against their seniors, and unhealthy rivalries and conflicts can emerge among peers.The sociology of law is a field of study that explores the dynamic, reciprocal relationship between legal systems and the society in which they operate. It aims to analyze, interpret, and explain legal issues using an empirical and analytical lens, placing them within the broader context of social phenomena. From this perspective, legal norms established by the state are not the only standards of behavior; in practice, societies often adhere more strongly to unwritten social rules and norms.Sociologically, all forms of violence are viewed as abusive actions. Therefore, proactive and consistent efforts are essential to prevent violence and bullying in schools, in order to stop these behaviors from becoming persistent and normalized within the educational environment. ABSTRAK Anak merupakan aset berharga bagi masa depan bangsa dan generasi penerus cita-cita nasional. Oleh karena itu, setiap anak memiliki hak atas kelangsungan hidup, tumbuh kembang secara optimal, berpartisipasi dalam kehidupan sosial, serta mendapatkan perlindungan dari segala bentuk kekerasan, termasuk perlindungan atas hak-hak sipil dan kebebasan individu.Tindakan kekerasan atau bullying yang terjadi di lingkungan sekolah dapat menimbulkan dampak psikologis yang serius, seperti perasaan dendam, kebencian, ketakutan, serta hilangnya rasa percaya diri. Akibat dari kekerasan tersebut, peserta didik bisa saja mengembangkan rasa takut terhadap guru, adik kelas merasa tertekan oleh kakak kelas, dan terjadi konflik atau persaingan yang tidak sehat antar siswa.Sosiologi hukum merupakan cabang ilmu yang membahas hubungan timbal balik antara sistem hukum dan dinamika masyarakat. Disiplin ini berperan dalam memahami serta menjelaskan berbagai persoalan hukum melalui pendekatan yang bersifat empiris dan analitis, dengan melihatnya sebagai bagian dari fenomena sosial. Perspektif sosiologi hukum menunjukkan bahwa hukum formal negara bukan satu-satunya pedoman perilaku, sebab masyarakat sering kali lebih mematuhi norma-norma sosial yang berlaku secara tidak tertulis.Dalam pandangan sosiologis, segala bentuk kekerasan dipandang sebagai bentuk pelecehan. Oleh karena itu, diperlukan upaya pencegahan yang serius terhadap tindakan kekerasan atau bullying di lingkungan sekolah agar peristiwa serupa tidak terus berulang dan membudaya.
PENGUATAN P5 MELALUI FUN LEARNING DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN PANCASILA SISWA KELAS I DI SEKOLAH DASAR Sofiatun, Sofiatun; Widiyono, Aan
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v5i2.5722

Abstract

The change of curriculum to the Independent Curriculum requires learning innovation, especially in the Pancasila and Citizenship Education (PPKn) subject at the elementary school level. This study aims to analyze the application of the fun learning method as a strategy to improve PPKn learning outcomes in grade 1 students at SD Negeri 6 Ngabul. Using a descriptive qualitative approach with a naturalistic research style, data were collected through in-depth interviews with selected respondents to ensure the validity and accuracy of the data in natural learning conditions. The results of the study showed that the implementation of the fun learning method, which is in line with the P5 flagship program in the Independent Curriculum, succeeded in changing the learning climate to be more optimal. The classroom atmosphere became more lively, marked by the enthusiasm and interest in learning of students which increased significantly during PPKn lessons. This enthusiastic attitude has a direct positive impact on improving student learning outcomes. It is concluded that fun learning is an effective strategy that has succeeded in increasing student engagement and achievement. This study recommends that educators continue to demonstrate professionalism by adopting innovative and skilled learning models, and opening up opportunities for other researchers to develop similar case studies in the future. ABSTRAK  Perubahan kurikulum menjadi Kurikulum Merdeka menuntut adanya inovasi pembelajaran, khususnya pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) di tingkat sekolah dasar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan metode pembelajaran fun learning sebagai strategi untuk meningkatkan hasil belajar PPKn pada siswa kelas 1 di SD Negeri 6 Ngabul. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan corak penelitian naturalistik, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan responden terpilih untuk memastikan validitas dan kebenaran data dalam kondisi pembelajaran yang alamiah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi metode fun learning, yang sejalan dengan program unggulan P5 dalam Kurikulum Merdeka, berhasil mengubah iklim pembelajaran menjadi lebih optimal. Atmosfer kelas menjadi lebih hidup, ditandai dengan antusiasme dan minat belajar siswa yang meningkat secara signifikan selama pelajaran PPKn. Sikap antusias ini berdampak positif secara langsung terhadap peningkatan hasil belajar siswa. Disimpulkan bahwa fun learning merupakan strategi efektif yang berhasil meningkatkan keterlibatan dan pencapaian siswa. Penelitian ini merekomendasikan agar para pendidik terus menunjukkan profesionalisme dengan mengadopsi model pembelajaran yang inovatif dan terampil, serta membuka peluang bagi peneliti lain untuk mengembangkan studi kasus serupa di masa mendatang.
PENGARUH FAKTOR SOSIAL-EKONOMI TERHADAP PERILAKU PENGELOLAAN SAMPAH DI KALANGAN PEDAGANG KAKI LIMA PASAR TERONG KOTA MAKASSAR Evita, Evita; Hasriyanti, Hasriyanti; Nyompa, Sukri; Maru, Rosmini
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v5i2.5724

Abstract

ABSTRAK Pasar Terong merupakan salah satu pasar tradisional yang berada di Kota Makassar Sulawesi Selatan yang memiliki jumlah pedagang pedagang kaki lima di sepanjang jalan pasar terong sebanyak 195 jiwa. Volume sampah yang dihasilkan oleh pasar terong terus meningkat seiring dengan meningkatnya aktivitas komersial dan jumlah pedagang serta pembeli, dan beragamnya barang yang dijual, serta masyarakat yang tinggal di sekitar pasar, terutama menjelang ramadhan dan lebaran. Permasalahan sampah di pasar ditemukan banyak sampah yang berserakan di depan stand, di pinggir jalan atau di depan kios-kios pedagang. Sampah yang tersebar di sekitar lingkungan pasar berasal dari aktivitas para pedagang dan warga sekitar. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh faktor sosial-ekonomi terhadap perilaku pengelolaan sampah para pedagang kaki lima sepanjang jalan pasar terong. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian dengan pendekatan kuantitatif yaitu dengan cara mengumpulkan data melalui kuesioner. Populasi dalam penelitian ini adalah pedagang kaki lima di sepanjang pasar terong dengan jumlah sampel sebanyak 65 jiwa dengan menggunakan teknik random sampling. Variabel bebas penelitian ini adalah faktor sosial ekonomi (umur, jenis kelamin, tingkat pendidikan, tingkat pendapatan dan pengetahuan), sedangkan variabel terikat adalah perilaku pengelolaan sampah. Teknik analasis yang digunakan dalam penelitian ini adala analisis regresi logistik dengan menggunakan SPSS. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa perilaku pengelolaan sampah di kalangan pedagang kaki lima pasar terong terkategori cukup baik dengan nilai rata-rata 6,11 dari maksimum 9. Sedangkan untuk pengaruh faktor sosial ekonomi diperoleh dari nilai fhitung lebih besar dari ftabel (8,525 > 1,671) dengan nilai taraf signifikansinya adalah 0,130 > 0,05, maka hipotesisnya ditolak. Sehingga disimpulkan bahwa faktor sosial-ekonomi tidak terdapat pengaruh yang signifikan terhadap perilaku pengelolaan sampah pasar. Kata Kunci: Sosial Ekonomi, Perilaku, Pengelolaan, Sampah, Pedagang, Pasar   ABSTRACT Terong Market is one of the traditional markets in Makassar City, South Sulawesi, which has 195 street vendors along the terong market road. The volume of waste generated by the terong market continues to increase along with the increase in commercial activity and the number of traders and buyers, and the variety of goods sold, as well as the people who live around the market, especially before Ramadan and Eid. Waste problems in the market are found scattered in front of stands, on the side of the road or in front of traders' stalls. Waste scattered around the market environment comes from the activities of traders and local residents. The purpose of the study was to determine the effect of socio-economic factors on the waste management behavior of street vendors along the terong market road. The research method used is a research method with a quantitative approach, namely by collecting data through a questionnaire. The population in this study were street vendors along the terong market with a sample size of 65 people using random sampling technique. The independent variables of this study are socioeconomic factors (age, gender, education level, income level and knowledge), while the dependent variable is waste management behavior. The analytical technique used in this study is logistic regression analysis using SPSS. Based on the results of the study, it was found that waste management behavior among street vendors in the eggplant market was categorized as quite good with an average value of 6.11 out of a maximum of 9. Meanwhile, the effect of socio-economic factors was obtained from the value of fcount greater than ftabel (8.525> 1.671) with a significance level value of 0.130> 0.05, so the hypothesis was rejected. So it is concluded that socio-economic factors have no significant influence on market waste management behavior.
INOVASI PEMBELAJARAN PKN DI ERA DIGITAL DENGAN PEMANFAATAN TEKNOLOGI DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI DAN MINAT BELAJAR SISWA Yogi, Ageng Sine; Pahriyah, Siti; Ani, Susi Ira; Japar, Muhammad; Kardiman, Yuyus
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v5i2.5725

Abstract

The rapid development of technology in the digital era demands a transformation in the Civic Education (PKn) learning method so that it remains relevant and is able to attract the interest of the younger generation. Conventional learning is often considered less interactive, so innovation is needed to increase student learning motivation. This study aims to explore various innovations in PKn learning by focusing on the use of digital technology as the main instrument. The research method used is a literature study, which is carried out by systematically reviewing and analyzing various scientific articles, books, and research reports related to educational technology and its implementation in PKn learning. The results of the study show that technology integration, such as the use of educational social media, game-based learning applications (gamification), podcasts, and interactive videos, has been proven to significantly increase student engagement and active participation. Other findings indicate that this innovation not only enriches teaching materials but also creates a more inclusive, collaborative, and responsive learning environment to students' diverse learning styles. Thus, this study concludes that strategic adoption of technology is the key to revitalizing PKn learning and providing a foundation for the development of more effective and meaningful learning models in the digital era. ABSTRAKPesatnya perkembangan teknologi di era digital menuntut adanya transformasi dalam metode pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) agar tetap relevan dan mampu menarik minat generasi muda. Pembelajaran konvensional seringkali dianggap kurang interaktif, sehingga diperlukan inovasi untuk meningkatkan motivasi belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi berbagai inovasi pembelajaran PKn dengan memfokuskan pada pemanfaatan teknologi digital sebagai instrumen utama. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur, yang dilakukan dengan mengkaji dan menganalisis secara sistematis berbagai artikel ilmiah, buku, dan laporan penelitian terkait teknologi pendidikan dan implementasinya dalam pembelajaran PKn. Hasil studi menunjukkan bahwa integrasi teknologi, seperti pemanfaatan media sosial edukatif, aplikasi pembelajaran berbasis permainan (gamifikasi), podcast, dan video interaktif, terbukti secara signifikan dapat meningkatkan keterlibatan dan partisipasi aktif siswa. Temuan lain mengindikasikan bahwa inovasi ini tidak hanya memperkaya materi ajar, tetapi juga menciptakan lingkungan belajar yang lebih inklusif, kolaboratif, dan responsif terhadap gaya belajar siswa yang beragam. Dengan demikian, penelitian ini menyimpulkan bahwa adopsi teknologi secara strategis merupakan kunci untuk merevitalisasi pembelajaran PKn dan memberikan landasan bagi pengembangan model pembelajaran yang lebih efektif dan bermakna di era digital.