cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalp4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
jurnalp4i@gmail.com
Editorial Address
Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I) Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, NTB
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS
ISSN : 27979431     EISSN : 27978842     DOI : https://doi.org/10.51878/social.v1i2.447
Core Subject : Education,
Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan pendidikan IPS.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 278 Documents
EVALUASI MANAJEMEN PENDIDIKAN DI MADRASAH NEGERI DI KALIMANTAN TIMUR: PERAN SISTEM INFORMASI DALAM PENJAMINAN MUTU PENDIDIKAN Arini, Arini; Ratnawati, Eny; Komariyah, Laili; Subagiyo, Lambang; Warman, Warman
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v5i2.5726

Abstract

Improving the quality of education is an essential foundation in facing global challenges, which require educational institutions, including madrasahs, to carry out a comprehensive management transformation. One of the main pillars of this transformation is the adoption of technology through information systems, which are expected to optimize the quality assurance process. This study aims to comprehensively evaluate the implementation of information system-based education management in state madrasahs in East Kalimantan. The main focus of the analysis is directed at the effectiveness of the system in supporting three pillars of management: administration, academic data management, and learning evaluation processes as quality assurance instruments. Through a qualitative approach with an evaluative analysis method, this study in-depth identifies various supporting and inhibiting factors that influence the success of system implementation in the field. The results of the study show dual findings. On the one hand, the implementation of the information system has proven to be successful in bringing significant improvements in terms of time efficiency in the administration process and increasing the transparency of education data. However, on the other hand, the main challenges that are inhibiting are the gap in technological infrastructure between madrasahs and the low level of digital literacy and technical skills of users. Thus, this study concludes that the success of quality assurance is highly dependent on the alignment between technology and human resources, and recommends strategic investment in strengthening digital infrastructure and continuous training programs. ABSTRAKPeningkatan mutu pendidikan merupakan fondasi esensial dalam menghadapi tantangan global, yang menuntut lembaga pendidikan, termasuk madrasah, untuk melakukan transformasi manajemen secara menyeluruh. Salah satu pilar utama transformasi ini adalah adopsi teknologi melalui sistem informasi, yang diharapkan dapat mengoptimalkan proses penjaminan mutu. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi secara komprehensif implementasi manajemen pendidikan berbasis sistem informasi di lingkungan madrasah negeri di Kalimantan Timur. Fokus utama analisis diarahkan pada efektivitas sistem tersebut dalam mendukung tiga pilar manajemen: administrasi, pengelolaan data akademik, dan proses evaluasi pembelajaran sebagai instrumen penjaminan mutu. Melalui pendekatan kualitatif dengan metode analisis evaluatif, penelitian ini secara mendalam mengidentifikasi berbagai faktor pendukung dan penghambat yang memengaruhi keberhasilan implementasi sistem di lapangan. Hasil penelitian menunjukkan temuan ganda. Di satu sisi, penerapan sistem informasi terbukti berhasil membawa perbaikan signifikan dalam hal efisiensi waktu pada proses administrasi serta meningkatkan transparansi data pendidikan. Namun, di sisi lain, tantangan utama yang menjadi penghambat adalah kesenjangan infrastruktur teknologi antar madrasah serta tingkat literasi digital dan keterampilan teknis pengguna yang masih rendah. Dengan demikian, penelitian ini menyimpulkan bahwa keberhasilan penjaminan mutu sangat bergantung pada keselarasan antara teknologi dan sumber daya manusia, serta merekomendasikan investasi strategis pada penguatan infrastruktur digital dan program pelatihan berkelanjutan.
PENINGKATAN MOTIVASI BELAJAR PENDIDIKAN PANCASILA PADA PESERTA DIDIK KELAS IX MELALUI WORDWALL BERBASIS DISCOVERY LEARNING Safitri, Ramuna Cipta Devanda Ayu; Rulianiningsih, Siti; Widodo, Widodo
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v5i2.5728

Abstract

Learning motivation is an important aspect to support the success of the learning process. Providing the right learning interest can arouse enthusiasm and active participation of students in participating in learning activities. One approach that can be used to increase learning interest and motivation is to apply an appropriate learning model, namely the Discovery Learning model. This model emphasizes the active role of students in finding concepts and building understanding independently and in groups. Pancasila Education as a subject that aims to foster a sense of nationality and nationalism requires a learning method that is able to instill values ??effectively and attractively. This study focuses on efforts to increase learning motivation of grade IX students through the application of the Discovery Learning model through the application of wordwalls in Pancasila Education learning. The method used in classroom action research (PTK) has several cycles with stages of planning, implementation, observation, and reflection. The results of the application of this model show a significant increase in learning motivation in students, seen from the increase in learning perseverance, activeness, enthusiasm, learning interest and responsibility of students in the learning process. Thus, the Discovery Learning model through the application of wordwalls can be an alternative learning strategy that is quite effective to help increase learning motivation of students in the Pancasila Education subject. ABSTRAKMotivasi belajar merupakan aspek yang penting untuk mendukung keberhasilan proses pembelajaran. Pemberian minat belajar yang tepat dapat membangkitkan semangat dan partisipasi aktif peserta didik dalam mengikuti kegiatan belajar. Salah satu pendekatan yang dapat digunakan untuk meningkatkan minat dan motivasi belajar adalah dengan menerapkan model pembelajaran yang sesuai yaitu model Discovery Learning. Model ini menekankan peran aktif peserta didik dalam menemukan konsep dan membangun pemahaman secara mandiri dan berkelompok. Pendidikan Pancasila sebagai mata pelajaran yang bertujuan menumbuhkan rasa kebangsaan dan nasionalisme memerlukan metode pembelajaran yang mampu menanamkan nilai secara efektif dan menarik. Penelitian ini difokuskan pada upaya peningkatan motivasi belajar peserta didik kelas IX melalui penerapan model Discovery Learning melalui aplikasi wordwall dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila. Metode yang digunakan dalam penelitian tindakan kelas (PTK) ada beberapa siklus dengan tahapan perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Hasil dari penerapan model ini menunjukkan adanya peningkatan motivasi belajar yang signifikan pada peserta didik, terlihat dari meningkatnya ketekunan belajar, keaktifan, antusiasme, minat belajar dan tanggung jawab peserta didik dalam proses pembelajaran. Dengan demikian, model Discovery Learning melalui aplikasi wordwall dapat menjadi alternatif strategi pembelajaran yang cukup efektif untuk membantu meningkatkan motivasi belajar peserta didik pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila.
PENTINGNYA SISTEM MANAGEMEN SDM BERBASIS TEKNOLOGI DI ERA DIGITAL TERHADAP KINERJA KARYAWAN Haratua, Chandra Sagul; Purnama, Radik Nanang; Pramesti, Pramesti; Arifin, Wisnu; Nadila, Salsabila Aulia
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v5i2.5729

Abstract

The rapid development of digital technology has brought significant changes in various aspects of organizational management, including in human resource (HR) management. This study aims to measure the importance of implementing a technology-based HR management system in improving employee performance in the digital era. A technology-based HR management system includes the use of software and digital applications to support key functions such as recruitment, training, performance appraisals, and real-time and efficient employee data management. The methods used in this study are literature studies and descriptive qualitative approaches by analyzing various academic sources and recent organizational reports. The results of the study indicate that the application of technology in HR management can improve the accuracy of decision making, operational efficiency, and employee job satisfaction. In addition, this system encourages transparency, accountability, and personalization in employee career development. Thus, the use of a technology-based HR management system is not only a necessity, but also an important strategy in increasing organizational competitiveness amidst the challenges of digital transformation. The main recommendation of this study is the need to adapt a digital work culture and increase technological literacy among managers and employees to take advantage of the optimization of the system. ABSTRAKPerkembangan teknologi digital yang pesat telah membawa perubahan signifikan dalam berbagai aspek manajemen organisasi, termasuk dalam pengelolaan sumber daya manusia (SDM). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pentingnya penerapan sistem manajemen SDM berbasis teknologi dalam meningkatkan kinerja karyawan di era digital. Sistem manajemen SDM berbasis teknologi mencakup penggunaan perangkat lunak dan aplikasi digital untuk menunjang fungsi-fungsi utama seperti rekrutmen, pelatihan, penilaian kinerja, serta manajemen data karyawan secara real-time dan efisien. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi literatur dan pendekatan kualitatif deskriptif dengan menganalisis berbagai sumber akademik dan laporan organisasi terkini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi teknologi dalam manajemen SDM dapat meningkatkan akurasi pengambilan keputusan, efisiensi operasional, serta kepuasan kerja karyawan. Selain itu, sistem ini mendorong transparansi, akuntabilitas, dan personalisasi dalam pengembangan karier karyawan. Dengan demikian, penggunaan sistem manajemen SDM berbasis teknologi bukan hanya menjadi kebutuhan, tetapi juga strategi penting dalam meningkatkan daya saing organisasi di tengah tantangan transformasi digital. Rekomendasi utama dari penelitian ini adalah perlunya adaptasi budaya kerja digital dan peningkatan literasi teknologi di kalangan manajer dan karyawan untuk mengoptimalkan manfaat sistem tersebut.
KOLABORASI MEDIA SOSIAL DALAM MENDUKUNG KEBERHASILAN DESA WISATA STUDI KASUS DESA WISATA NGLANGGERAN KAPANEWON PATUK KABUPATEN GUNUNGKIDUL Aryanto, Sofyan Dwi; Widayat, Tri Nugroho Emanuel
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v5i2.5730

Abstract

Nglanggeran Tourist Village is one of the most successful tourist villages in Gunungkidul Regency, Yogyakarta Special Region (DIY), having received various national and international awards. Its success is not solely based on the uniqueness of its natural and cultural potential, but also on effective communication and promotional strategies, including the use of social media. This study aims to analyze the forms of social media collaboration carried out by the Nglanggeran Tourist Village management, tourism actors, the community, private sector, and external parties in enhancing visibility and tourist visits. The research method used is descriptive qualitative with a case study approach. The results of the study conclude that collaboration in the form of social media content, as well as digital literacy training, are key to strengthening Nglanggeran's brand image as a community-based tourist village. Social media also accelerates the dissemination of information and reinforces cross-platform promotional networks. ABSTRAKDesa Wisata Nglanggeran merupakan salah satu desa wisata sukses di Kabupaten Gunungkidul DIY, yang memperoleh berbagai macam penghargaan, baik tingkat nasional maupun internasional. Keberhasilannya tidak hanya bertumpu pada keunikan potensi alam dan budaya lokal, tetapi juga pada strategi komunikasi dan promosi yang efektif, termasuk pemanfaatan media sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk kolaborasi media sosial yang dilaksanakan oleh pengelola Desa Wisata Nglanggeran, pelaku pariwisata, Masyarakat, swasta dan pihak eksternal dalam meningkatkan visibilitas dan kunjungan wisatawan. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa kolaborasi dalam bentuk konten media sosial, serta pelatihan literasi digital menjadi kunci dalam memperkuat brand image Nglanggeran sebagai desa wisata berbasis komunitas. Media sosial juga mempercepat proses penyebaran informasi dan memperkuat jejaring promosi lintas platform.
PENERAPAN MANAJEMEN MUTU TERPADU PENGGUNAAN CHROMEBOOK UNTUK PEMBELAJARAN DI SMP Ratnawati, Eny; Arini, Arini; Azainil, Azainil; Haeruddin, Haeruddin; Ramli, Muhammad
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v5i2.5731

Abstract

The era of digitalization of education demands a solid quality assurance system to ensure that the use of technology as a learning medium can run effectively and optimally. This study aims to analyze in depth how the principles of Total Quality Management (TQM) are applied in the use of Chromebooks as a learning medium in the SMPN 1 Anggana environment. This study uses a qualitative descriptive approach, where data is collected through three main techniques: participatory observation of teaching and learning activities, in-depth interviews with the principal, teachers, and student representatives, and documentation studies of learning planning and evaluation reports. The main findings in the field indicate that the principles of TQM have been internalized in the school culture, as evidenced by a strong commitment from management for continuous improvement, active participation of all school residents, and the existence of a periodic evaluation mechanism. However, its implementation still faces significant challenges, especially the limited number of devices and unstable internet network access. This study concludes that although the commitment to high quality is there, its success is still constrained by technical factors. Therefore, it is recommended to strengthen ICT infrastructure, improve teachers' digital competence through training, and involve students in evaluation to support a superior technology-based education ecosystem. ABSTRAKEra digitalisasi pendidikan menuntut adanya sistem penjaminan mutu yang kokoh untuk memastikan pemanfaatan teknologi sebagai media pembelajaran dapat berjalan secara efektif dan optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam bagaimana prinsip-prinsip Manajemen Mutu Terpadu (Total Quality Management/TQM) diterapkan dalam pemanfaatan Chromebook sebagai media pembelajaran di lingkungan SMPN 1 Anggana. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, di mana data dikumpulkan melalui tiga teknik utama: observasi partisipatif pada kegiatan belajar-mengajar, wawancara mendalam dengan kepala sekolah, guru, dan perwakilan siswa, serta studi dokumentasi terhadap perencanaan dan laporan evaluasi pembelajaran. Temuan utama di lapangan menunjukkan bahwa prinsip TQM telah terinternalisasi dalam budaya sekolah, yang dibuktikan melalui komitmen kuat dari pihak manajemen untuk perbaikan berkelanjutan, partisipasi aktif seluruh warga sekolah, serta adanya mekanisme evaluasi periodik. Kendati demikian, implementasinya masih menghadapi tantangan signifikan, terutama keterbatasan jumlah perangkat dan akses jaringan internet yang kurang stabil. Penelitian ini menyimpulkan bahwa meskipun komitmen terhadap mutu tinggi sudah ada, keberhasilannya masih terkendala oleh faktor teknis. Oleh karena itu, direkomendasikan adanya penguatan sarana prasarana TIK, peningkatan kompetensi digital guru melalui pelatihan, serta pelibatan siswa dalam evaluasi untuk mendukung ekosistem pendidikan berbasis teknologi yang unggul.
INOVASI BUDAYA ORGANISASI DAN PARTISIPASI PEGAWAI DALAM MENINGKATKAN KINERJA PELAYANAN PUBLIK: STUDI KASUS PADA DINAS PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DAN NAGARI KABUPATEN AGAM Pratama, Teddy; Frinaldi, Aldri
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v5i2.5732

Abstract

This research aims to analyze the role of organizational culture innovation and employee participation in improving public service performance, by taking a case study at the Community and Nagari Empowerment Office (DPMN) of Agam Regency. The research uses a descriptive qualitative approach that allows in-depth exploration of the internal dynamics of the organization, especially related to work culture values and employee involvement in the innovation process. Data was collected through in-depth interviews with various stakeholders, participatory observation in the DPMN work environment, and analysis of organizational documents. The results show that an innovative organizational culture, supported by inclusive leadership and active employee participation, plays an important role in driving public service transformation. Initiatives such as service digitization, the establishment of an innovation forum, and cross-sector engagement demonstrate the effectiveness of participatory strategies in creating services that are more responsive, transparent, and adaptive to community needs. In addition, collaborative approaches and open communication have successfully built a sense of belonging among employees, which has a positive impact on motivation and organizational performance. Despite challenges such as limited digitally literate human resources and inequality in technological infrastructure between villages, the DPMN of Agam District was able to overcome these obstacles through training programs, technical assistance, and strengthening strategic partnerships. This finding confirms the importance of synergy between progressive organizational culture and employee participation in supporting a sustainable bureaucratic reform agenda, especially at the local government level that is in direct contact with the community. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran inovasi budaya organisasi dan partisipasi pegawai dalam meningkatkan kinerja pelayanan publik, dengan mengambil studi kasus pada Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Nagari (DPMN) Kabupaten Agam. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif yang memungkinkan eksplorasi mendalam terhadap dinamika internal organisasi, khususnya terkait nilai-nilai budaya kerja dan keterlibatan pegawai dalam proses inovasi. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan berbagai pemangku kepentingan, observasi partisipatif di lingkungan kerja DPMN, serta analisis dokumen organisasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa budaya organisasi yang inovatif, didukung oleh kepemimpinan yang inklusif dan partisipasi aktif pegawai, memainkan peran penting dalam mendorong transformasi pelayanan publik. Berbagai inisiatif seperti digitalisasi layanan, pembentukan forum inovasi, serta keterlibatan lintas sektor menunjukkan efektivitas strategi partisipatif dalam menciptakan pelayanan yang lebih responsif, transparan, dan adaptif terhadap kebutuhan masyarakat. Selain itu, pendekatan kolaboratif dan komunikasi yang terbuka berhasil membangun rasa memiliki di kalangan pegawai, yang berdampak positif terhadap motivasi dan kinerja organisasi. Meskipun terdapat sejumlah tantangan seperti keterbatasan sumber daya manusia yang melek digital serta ketimpangan infrastruktur teknologi antar-nagari, DPMN Kabupaten Agam mampu mengatasi hambatan tersebut melalui program pelatihan, pendampingan teknis, dan penguatan kemitraan strategis. Temuan ini menegaskan pentingnya sinergi antara budaya organisasi yang progresif dan partisipasi pegawai dalam mendukung agenda reformasi birokrasi yang berkelanjutan, terutama di level pemerintahan daerah yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.
EVOLUSI REPRESENTASI POLITIK PEREMPUAN DI TINGKAT LOKAL INDONESIA: TANTANGAN DAN PELUANG Yuliana, Rindi Astika; Hermawati, Istiana
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v5i2.5733

Abstract

This study analyzes the evolution of women’s political representation at the local level in Indonesia, without being limited to a specific period. The background of this research arises from the fact that, although Indonesia has established a legal framework encouraging women’s participation in politics, the gap between formal and substantive representation remains striking. This study employs a qualitative approach through a descriptive literature review of various sources, including academic journals, books, and research reports. The findings indicate that, despite significant progress in women’s political participation, their substantive representation still faces numerous challenges, such as structural barriers, patriarchal culture, limited access to political resources, and the stigmatization of traditional gender roles. Nevertheless, opportunities remain open through the presence of female change agents who are able to build political influence through community networks, gender issue advocacy, and self-capacity building. This study emphasizes the need for affirmative policy reforms and the strengthening of women’s political capacity so that their representation is not merely symbolic but can also drive structural transformation towards achieving gender equality in local politics in Indonesia. ABSTRAKPenelitian ini menganalisis evolusi representasi politik perempuan di tingkat lokal di Indonesia secara umum, tanpa dibatasi periode tertentu. Latar belakang kajian ini berangkat dari kenyataan bahwa meskipun Indonesia telah memiliki kerangka hukum yang mendorong keterlibatan perempuan dalam politik, kesenjangan antara representasi formal dan substantif masih tetap mencolok. Kajian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi pustaka deskriptif terhadap berbagai sumber, termasuk jurnal ilmiah, buku, dan laporan penelitian. Hasil kajian menunjukkan bahwa meskipun partisipasi politik perempuan telah mengalami perkembangan signifikan, representasi substantif mereka masih dihadapkan pada berbagai tantangan, seperti hambatan struktural, budaya patriarkal, keterbatasan akses terhadap sumber daya politik, serta stigmatisasi peran gender tradisional. Namun demikian, peluang tetap terbuka melalui hadirnya agen-agen perubahan perempuan yang berhasil membangun pengaruh politik melalui jaringan komunitas, advokasi isu-isu gender, dan penguatan kapasitas diri. Studi ini menegaskan perlunya reformasi kebijakan afirmatif serta penguatan kapasitas politik perempuan agar representasi mereka tidak hanya bersifat simbolik, tetapi juga mampu mendorong transformasi struktural menuju terciptanya kesetaraan gender dalam politik lokal di Indonesia.
TANTANGAN DAN PELUANG PEMBANGUNAN WILAYAH PERBATASAN DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA STUDI DI BIRO TATA PEMERINTAHAN SEKRETARIAT DAERAH DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA Setyawan, Fany; Sumarto, Rumsari Hadi
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v5i2.5734

Abstract

Strategic infrastructure development is the foundation of national progress and the main key in efforts to improve people's standard of living. However, the reality on the ground shows that the development process is often uneven, leaving gaps between regions. Departing from these problems, this study focuses on analyzing in depth the dynamics and problems of development in the border area between the Special Region of Yogyakarta (DIY) and Central Java. This study uses a descriptive qualitative method to describe the phenomenon narratively. An important stage in this study is the data validation process which is carried out strictly through credibility, transferability, dependency, and certainty tests to ensure the validity of the findings. The results of the study revealed several key facts: there are eight stages in the development of border areas; local communities face complex problems in various aspects of life; and the issue of improving welfare is still a strategic priority. Furthermore, it was found that strengthening the local economy is the main target of the development program, especially along the southern coastline which is in great need of basic infrastructure and economic empowerment to increase mobility and regional growth. This study concludes that an integrated and participatory border development strategy is needed, with a primary focus on strengthening the local economy and fulfilling basic infrastructure as a solution to overcome disparities and realize sustainable community welfare. ABSTRAKPembangunan infrastruktur strategis merupakan fondasi kemajuan bangsa dan kunci utama dalam upaya meningkatkan taraf hidup masyarakat. Namun, realitas di lapangan menunjukkan bahwa proses pembangunan seringkali belum merata, menyisakan kesenjangan antarwilayah. Berangkat dari permasalahan tersebut, penelitian ini berfokus untuk menganalisis secara mendalam dinamika dan problematika pembangunan di wilayah perbatasan antara Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan Jawa Tengah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif untuk menguraikan fenomena secara naratif. Tahapan penting dalam penelitian ini adalah proses validasi data yang dilakukan secara ketat melalui uji kredibilitas, keteralihan, kebergantungan, dan kepastian untuk menjamin keabsahan temuan. Hasil penelitian mengungkap beberapa fakta kunci: terdapat delapan tahapan dalam pembangunan wilayah perbatasan; masyarakat setempat menghadapi masalah yang kompleks dalam berbagai aspek kehidupan; dan isu peningkatan kesejahteraan masih menjadi prioritas strategis. Lebih lanjut, ditemukan bahwa penguatan ekonomi lokal menjadi sasaran utama program pembangunan, khususnya di sepanjang garis pantai selatan yang sangat membutuhkan infrastruktur dasar dan pemberdayaan ekonomi untuk meningkatkan mobilitas serta pertumbuhan wilayah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa diperlukan strategi pembangunan perbatasan yang terpadu dan partisipatif, dengan fokus utama pada penguatan ekonomi lokal dan pemenuhan infrastruktur dasar sebagai solusi untuk mengatasi disparitas dan mewujudkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.
PENGARUH MEDIA BUKU DONGENG TERHADAP NILAI PROFIL PANCASILA DIMENSI BERAKHLAK MULIA SISWA KELAS 4 SD IU FADLUN NAFIS BANGSRI Ismail, Akbaruddin; Attalina, Syailin Nichla Choirin; Hamidaturrohmah, Hamidaturrohmah
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v5i2.5735

Abstract

This study aims to investigate the effect of using fairy tale books as a learning medium on the values of the noble character dimension in the Pancasila Student Profile among fourth-grade students at SD Islam Unggulan Fadlun Nafis Bangsri. The research is grounded in the urgency of character education within the Merdeka Curriculum and the need for contextual and engaging learning strategies. The study applied a quantitative approach using a pre-experimental design: One Group Pretest-Posttest Design involving 26 students. Data were collected using a Likert-scale questionnaire based on five indicators of noble character and analyzed using descriptive statistics, normality and homogeneity tests, and paired sample t-test. The results showed an increase in mean scores from 68.46 (pretest) to 80.04 (posttest). The t-test yielded a significance value of p < 0.001 and a Cohen's d score of 3.431, indicating a very large effect size. These findings suggest that fairy tale books are effective in enhancing students' character values, particularly in the moral-spiritual dimension. Story-based learning helps students internalize moral values through engaging, reflective, and age-appropriate narratives. This research recommends the integration of fairy tale books as a character education strategy within the implementation of the Pancasila Student Profile in elementary schools. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan media buku dongeng terhadap nilai dimensi berakhlak mulia dalam Profil Pelajar Pancasila siswa kelas IV SD Islam Unggulan Fadlun Nafis Bangsri. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada pentingnya pendidikan karakter dalam Kurikulum Merdeka, serta perlunya pendekatan pembelajaran yang kontekstual dan menyenangkan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pre- experiment tipe One Group Pretest-Posttest Design pada 26 siswa. Instrumen yang digunakan adalah angket skala Likert dengan lima indikator dimensi akhlak mulia. Data dianalisis menggunakan uji statistik deskriptif, uji normalitas, uji homogenitas, dan paired sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan skor rata-rata dari 68,46 (pretest) menjadi 80,04 (posttest). Uji t menghasilkan nilai signifikansi (p < 0,001) dan nilai Cohen’s d sebesar 3,431 yang tergolong dalam efek sangat besar. Hal ini membuktikan bahwa media buku dongeng efektif dalam meningkatkan nilai karakter siswa, khususnya pada aspek akhlak mulia. Penggunaan buku dongeng terbukti mampu membantu internalisasi nilai-nilai karakter melalui narasi yang menarik, reflektif, dan kontekstual. Penelitian ini merekomendasikan pemanfaatan buku dongeng sebagai strategi pembelajaran karakter dalam implementasi Profil Pelajar Pancasila di sekolah dasar.
METODE ROLE PLAYING SEBAGAI STRATEGI PENGUATAN KARAKTER PEDULI SOSIAL DALAM PEMEBELAJARAN IPS DI KELAS IX MTS Kusumawati, Endang; Hanif, Muhammad; Rifai, Muhammad
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v5i2.5736

Abstract

This research is based on seeing role playing learning methods effectiveness aplication as a social studies learning strategy to foster social awareness of students in class IX MTs Negeri I Sragen. Student activity is an important factor that influences for learning outcomes improvement as well as fostering social awareness. Researcher try to find the result studies and use qualitative approach with the Kemmis and McTaggart classroom action research model, and was carried out in two cycles. Data analysis was carried out by the researcher covering several activities, namely: Observation, pre-test and post-test in the application of the role playing method, interviews, distributing questionnaires, and conducting documentation. This study has result that most students liked learning Social Sciences as evidenced by learning outcomes. In cycle I the average score was 74.7%, then in cycle II it increased to 79.8%. Beside that this methode also improving learning outcomes, the role playing method also has improved students' social awareness, where most showed empathy, helping each other, tolerance, cooperation, and respect. ABSTRAKPenelitian ini didasarkan untuk melihat efektivitas penerapan metode pembelajaran bermain peran (role playing) sebagai strategi pembelajaran IPS menumbuhkan karakter peduli sosial siswa di kelas IX MTs Negeri I Sragen. Keaktifan peserta didik merupakan faktor penting yang berpengaruh pada peningkatan hasil belajar sekaligus menumbuhkan karakter peduli sosial. Untuk menemukan hasil, peneliti menggunakan pendekatan kualitatif dengan jensi penelitian tindakan kelas model Kemmis dan McTaggart, dan dilakukan dalam dua siklus. Analisis data dilakukan oleh penliti mencakup beberapa kegiatan, yaitu: Observasi, pre-test dan post-test dalam penerapan metode role playing,  wawancara, menyebarkan angket, serta melakukan dokumentasi. Hasil penelitian menemukan bahwa sebagian besar peserta didik menyukai belajar Ilmu Pengetahuan Sosial yang dibuktikan melalui hasil belajar. Pada siklus I rata-rata nilai 74,7%, kemudian pada siklus ke-II meningkat menjadi 79,8%. Di samping peningkatan hasil belajar, metode role playing juga meningkatkan karakter peduli sosial siswa, di mana sebagian besar menunjukkan sikap empati, saling membantu, toleransi, kerja sama, dan menghargai.