cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalp4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
jurnalp4i@gmail.com
Editorial Address
Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I) Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, NTB
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS
ISSN : 27979431     EISSN : 27978842     DOI : https://doi.org/10.51878/social.v1i2.447
Core Subject : Education,
Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan pendidikan IPS.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 278 Documents
IMPLEMENTASI P5 (PROJEK PENGUATAN PROFIL PELAJAR PANCASILA) SEBAGAI UPAYA PENGUATAN KEMANDIRIAN SISWA DI SMP NEGERI 3 SAMPANG Melinda, Melinda Ayu Lucianing; Desiyanto, Jatim; Adhianata, Heni
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v5i3.6902

Abstract

This study aims to describe the implementation of the Pancasila Student Profile Strengthening Project (P5) as an effort to develop student independence at SMP Negeri 3 Sampang. The study focuses on the planning process and implementation strategies for P5, the types of activities that support student independence, and the impact of P5 implementation on the development of student independence in learning and daily life at school. This study used a qualitative approach with a descriptive study. Data collection techniques included in-depth interviews with the principal, P5 implementing teachers, and students, direct observation of P5 activities, and documentation in the form of photographs and activity archives. Data analysis was conducted through the stages of data reduction, data presentation, and conclusion drawing. Data validity was achieved through source triangulation. The results indicate that P5 implementation was carried out through systematic and collaborative planning among teachers, with adjustments to student characteristics. The activities implemented were contextual and based on direct practice, such as vegetable planting, food bazaars, and creative gymnastics, which encouraged students to be responsible, collaborative, and make independent decisions. As a result, students show a significant increase in independence, both in academic and social aspects, such as increased self-confidence, initiative, and responsibility in completing group and individual assignments. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) sebagai upaya dalam mengembangkan sikap kemandirian siswa di SMP Negeri 3 Sampang. Fokus kajian mencakup proses perencanaan dan strategi implementasi P5, bentuk kegiatan yang mendukung kemandirian siswa, serta dampak implementasi P5 terhadap perkembangan kemandirian siswa dalam pembelajaran dan kehidupan sehari-hari di sekolah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi deskriptif. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara mendalam dengan kepala sekolah, guru pelaksana P5, dan siswa, observasi langsung terhadap pelaksanaan kegiatan P5, serta dokumentasi berupa foto dan arsip kegiatan. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data diperoleh melalui triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi P5 dilaksanakan melalui perencanaan yang sistematis dan kolaboratif antar guru dengan penyesuaian terhadap karakteristik siswa. Bentuk kegiatan yang diterapkan bersifat kontekstual dan berbasis praktik langsung, seperti tanam sayur, bazar makanan, dan senam kreasi, yang mendorong siswa untuk bertanggung jawab, bekerja sama, serta mengambil keputusan secara mandiri. Dampaknya, siswa menunjukkan peningkatan kemandirian yang signifikan, baik dalam aspek akademik maupun sosial, seperti meningkatnya rasa percaya diri, inisiatif, dan tanggung jawab dalam menyelesaikan tugas kelompok maupun individu.
KOLABORASI GURU BK DAN GURU MATA PELAJARAN DALAM MEMFASILITASI PENYESUIAN DIRI ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS (STUDI KUALITATIF PADA PESERTA DIDIK DI SMAN 6 SOLOK SELATAN) Pransiska, Meta; Nita, Rahma Wira; Adison, Joni
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v5i3.6906

Abstract

This study aims to describe the collaboration between Guidance and Counseling (BK) teachers and subject teachers in facilitating the adjustment of children with special needs, particularly children with intellectual disabilities. The study used a descriptive qualitative approach, with data collection techniques including interviews and observations, and data analysis through data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results indicate that children with intellectual disabilities experience various obstacles in the learning process, such as difficulty maintaining concentration, being easily distracted, and requiring intensive guidance. In writing skills, children are unable to write neatly and organized, characterized by inconsistent letterforms and slow writing. Children also show hesitation in answering questions and delays in understanding teacher instructions. From a social perspective, children with intellectual disabilities experience obstacles in communication and interaction, although they still show a desire to socialize and participate in activities with their peers. Collaboration between BK teachers and subject teachers is carried out through services such as praise, educational games, and decision-making guidance. This collaboration has been proven to help increase children's independence, self-confidence, self-acceptance, and involvement in learning and social activities at school. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kolaborasi antara guru Bimbingan dan Konseling (BK) dan guru mata pelajaran dalam memfasilitasi penyesuaian diri anak berkebutuhan khusus, khususnya anak tunagrahita. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara dan observasi, serta analisis data melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak tunagrahita mengalami berbagai hambatan dalam proses pembelajaran, seperti kesulitan mempertahankan konsentrasi, mudah terdistraksi, dan membutuhkan pendampingan intensif. Dalam keterampilan menulis, anak belum mampu menulis secara rapi dan terorganisasi, ditandai oleh bentuk huruf yang tidak konsisten dan proses menulis yang lambat. Anak juga menunjukkan keraguan dalam menjawab pertanyaan serta keterlambatan memahami instruksi guru. Dari aspek sosial, anak tunagrahita mengalami hambatan dalam berkomunikasi dan berinteraksi, meskipun masih menunjukkan keinginan untuk bersosialisasi dan mengikuti kegiatan bersama teman sebaya. Kolaborasi antara guru BK dan guru mata pelajaran dilakukan melalui layanan berupa pemberian pujian, permainan edukatif, dan bimbingan pengambilan keputusan. Kolaborasi ini terbukti membantu meningkatkan kemandirian, kepercayaan diri, penerimaan diri, serta keterlibatan anak dalam kegiatan belajar dan sosial di sekolah.
PENGARUH PENGGUNAAN VIDEO ANIMASI PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN PANCASILA UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA KELAS VII SMP NEGERI 4 TARUTUNG Tobing, Sthepany; Dharma, Surya; Mikael, San; Panjaitan, Hulman; Pakpahan, Rachel
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v5i3.6907

Abstract

This study aims ti determine the effect of the use of animated videos in Pancasila Education subjects to increase the learning motivation of seventh grade students of SMP Negeri 4 Tarutung. This background is base don the low learning motivation of students caused by conventional learning methods that are still dominantly used and the lack of utilization of interesting learning media. This study uses a quantitative method with a One Group Pretest- Postest Experiment design with the number of students in grade VII-1 being 31 people who became the sample in the study selected by the Purposive Sampling technique. The research instrument distributed to students before and after being given treatment, namely animated videos, is a learning motivation after receiving treatment. The Paired Sample Test produces a significant value of 0,000 (<0,05), which means there is a difference in learning motivation between before and after being given treatment with the average value of learning motivation increasing from 37,39 to 50,16. In addition, the coefficient of determination test shows that the use of animated videos contributes 39,6 % while the rest is influenced by other factors. Thus the use of animated videos has proven to be an effective learning médium in increasing student, motivation, particulary in abstract subject such as Pancasila Education. Therefore, the use of animated videos is reccomended as a relevant learning innovation that aligns with the characterictis of today’s students, known as generaziton z to support the implementation of the independent curriculum in School. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Penggunaan Video Animasi pada Mata Pelajaran Pendidikan Pancasila untuk Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa Kelas VII SMP Negeri 4 Tarutung. Latar Belakang ini didasarkan pada rendahnya motivasi belajar siswa yang disebabkan oleh metode pembelajaran konvensional yang masih dominan digunakan serta kurangnya pemanfaatan media pembelajaran yang menarik. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain Eksperimen One Group Pretest-Postest dengan jumlah siswa kelas VII-1 ialah 31 orang yang menjadi sampel dalam penelitian ini yang dipilih denga teknik Purposive Sampling. Instrumen penelitian yang dibagikan kepada siswa sebelum dan sesudah diberi perlakuan yaitu video animasi adalah angket motivasi belajar untuk mengukur perubahan tingkat motivasi belajar setelah menerima perlakuan. Uji Paired Sample Test menghasilkan nilai signifikan yaitu 0,000 (<0,05) yang artinya terdapat perbedaan motivasi belajar antara sebelum dan sesudah diberi perlakuan dengan nilai rata-rata motivasi belajar meningkat dari 37,39 menjadi 50,16. Selain itu, uji koefisien determinasi menunjukkan bahwa penggunaan video animasi memberikan kontribusi sebesar 39,6% sedangkan sisanya dipengaruhi oleh faktor lain. Dengan demikian, penggunaan video animasi terbukti sebagai media pembelajaran yang efektif dalam meningkatkan motivasi belajar siswa khususnya pada materi yang bersifat abstrak seperti Pendidikan Pancasila. Oleh karena itu, penggunaan video animasi direkomendasikan sebagai inovasi pembelajaran yang relevan dan sesuai dengan karakteristik siswa zaman sekarang yang disebut generasi Z dalam mendukung pelaksanaan kuriikulum merdeka di sekolah.
PENGARUH DUKUNGAN SOSIAL TEMAN SEBAYA TERHADAP KESEHATAN MENTAL PESERTA DIDIK KELAS VIII DI SMP NEGERI 12 PADANG Zayani, Claresta Gitta; Dianto, Mori; Usman, Citra Imelda
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v5i3.6917

Abstract

This research is motivated by the problems of students who show excessive distrust, feelings of threat, feeling worthless, incapable of controlling emotions, and fear of getting out of their comfort zone. This condition is closely related to the aspects of peer social support and mental health. The purpose of this study is to describe: (1) the social support profile of peers at SMP Negeri 12 Padang, (2) the mental health profile of students, and (3) the influence of peer social support on the mental health of students. This study uses a descriptive quantitative method with a correlational design. The research population was 139 students in grade VIII of SMP Negeri 12 Padang, with a sample of 59 people selected through simple random sampling techniques. The research instrument was in the form of a Likert scale questionnaire, while the data analysis used descriptive analysis, analysis prerequisite tests (normality, homogeneity, and linearity), and simple regression analysis. The results showed that (1) peer social support was in the good and good category, (2) students' mental health was in the good category, and (3) peer social support had an effect on mental health by 2.39% with the weak category. This study recommends that BK teachers strengthen counseling services that are not only peer-based, but also involve families, school environments, and students' personal aspects, including peer counseling training to be more targeted. ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh permasalahan peserta didik yang menunjukkan ketidakpercayaan berlebihan, perasaan terancam, merasa tidak berharga, kurang mampu mengendalikan emosi, serta ketakutan keluar dari zona nyaman. Kondisi tersebut erat kaitannya dengan aspek dukungan sosial teman sebaya dan kesehatan mental. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan: (1) profil dukungan sosial teman sebaya di SMP Negeri 12 Padang, (2) profil kesehatan mental peserta didik, serta (3) pengaruh dukungan sosial teman sebaya terhadap kesehatan mental peserta didik. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif dengan desain korelasional. Populasi penelitian adalah peserta didik kelas VIII SMP Negeri 12 Padang sebanyak 139 orang, dengan sampel 59 orang yang dipilih melalui teknik simple random sampling. Instrumen penelitian berupa angket skala Likert, sedangkan analisis data menggunakan analisis deskriptif, uji prasyarat analisis (normalitas, homogenitas, dan linearitas), serta analisis regresi sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) dukungan sosial teman sebaya berada pada kategori baik dan cukup baik, (2) kesehatan mental peserta didik berada pada kategori cukup baik, dan (3) dukungan sosial teman sebaya berpengaruh terhadap kesehatan mental sebesar 2,39% dengan kategori lemah. Penelitian ini merekomendasikan agar guru BK menguatkan layanan konseling yang tidak hanya berbasis teman sebaya, tetapi juga melibatkan keluarga, lingkungan sekolah, serta aspek pribadi siswa, termasuk pelatihan peer counseling agar lebih terarah.
EFEKTIVITAS PROGRAM PENYULUHAN PERTANIAN DALAM MENDORONG PRAKTIK PERTANIAN BERWAWASAN LINGKUNGAN: STUDI KASUS DI KECAMATAN SAWANGAN, KABUPATEN MAGELANG Atmiyati, Sri Utami; Hermawati, Istiana
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v5i3.6930

Abstract

Environmentally sound agriculture is a strategic approach to address land degradation due to conventional chemical-based farming practices. This study aims to evaluate the effectiveness of extension programs in encouraging the adoption of environmentally friendly agricultural practices in Sawangan District. Using a qualitative descriptive method, data was obtained through in-depth interviews with eight agricultural extension workers and several assisted farmers. The results showed that although the extension was well received, the limited capacity of extension workers, the lack of support for sustainable programs, and the resistance of farmers hindered the effectiveness of the extension. This study emphasizes the importance of increasing the capacity of extension workers, innovating extension methods based on active participation, and integrating information technology approaches in extension services. Strategic recommendations are given to strengthen the effectiveness of extension in supporting sustainable agriculture. ABSTRAKPertanian berwawasan lingkungan merupakan pendekatan strategis untuk mengatasi degradasi lahan akibat praktik pertanian konvensional berbasis bahan kimia. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efektivitas program penyuluhan dalam mendorong adopsi praktik pertanian ramah lingkungan di Kecamatan Sawangan. Menggunakan metode deskriptif kualitatif, data diperoleh melalui wawancara mendalam dengan delapan penyuluh pertanian dan sejumlah petani binaan. Hasil menunjukkan bahwa meskipun penyuluhan diterima dengan baik, keterbatasan kapasitas penyuluh, kurangnya dukungan program berkelanjutan, dan resistensi petani menghambat efektivitas penyuluhan. Penelitian ini menekankan pentingnya peningkatan kapasitas penyuluh, inovasi metode penyuluhan berbasis partisipasi aktif, serta integrasi pendekatan teknologi informasi dalam pelayanan penyuluhan. Rekomendasi strategis diberikan untuk memperkuat efektivitas penyuluhan dalam mendukung pertanian berkelanjutan
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN SCRAMBLE BERBANTUAN KARTU KATA TERHADAP HASIL BELAJAR PENDIDIKAN PANCASILA SISWA KELAS IV DI SD INSAN PRESTASI DENPASAR TAHUN AJARAN 2024/2025 Rustiawati, Ni Luh Kade; Astawa, I Nyoman Temon; Wijaya, I Komang Wisnu Budi
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v5i3.6931

Abstract

This study analyzes the effect of using the scramble learning model with word cards on the learning outcomes of fourth-grade students in Pancasila Education at Insan Prestasi Elementary School, Denpasar. The purpose of this study was to analyze the effect of the scramble learning model with word cards on the learning outcomes of fourth-grade students in Pancasila Education at Insan Prestasi Elementary School, Denpasar. The method used was a quantitative quasi-experimental design, involving two groups: an experimental group that implemented the scramble model and a control group that used conventional methods. Data were collected through a pretest and posttest consisting of 30 multiple-choice questions to measure students' understanding of Pancasila Education material. The analysis results showed a significant increase in student learning outcomes in the experimental class, with an average posttest score of 88.00, while the control group only scored 73.04. Hypothesis testing using a t-test showed a significance value (2-tailed) of 0.000, which means H0 is rejected and H1 is accepted. These findings indicate that the implementation of the scramble learning model with word cards is effective in improving students' learning outcomes in Pancasila Education. This research is expected to contribute to the development of more interactive and engaging learning methods in elementary schools, as well as encourage teachers to implement innovative learning strategies in the teaching and learning process. This will enable students to be more actively involved and better understand the values ??of Pancasila, ultimately improving the quality of education at SD Insan Prestasi Denpasar. ABSTRAKPenelitian ini menganalisis pengaruh penggunaan model pembelajaran scramble berbantuan kartu kata terhadap hasil belajar Pendidikan Pancasila siswa kelas IV di SD Insan Prestasi Denpasar. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis pengaruh model pembelajaran scramble berbantuan kartu kata terhadap hasil belajar Pendidikan Pancasila siswa kelas IV di SD Insan Prestasi Denpasar. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain quasi- experimental, melibatkan dua kelompok, yaitu kelompok eksperimen yang menerapkan model scramble dan kelompok kontrol yang menggunakan metode konvensional. Data dikumpulkan melalui pretest dan posttest yang terdiri dari 30 soal pilihan ganda untuk mengukur pemahaman siswa terhadap materi Pendidikan Pancasila. Hasil analisis menunjukkan peningkatan signifikan pada hasil belajar siswa di kelas eksperimen, dengan rata-rata nilai posttest mencapai 88,00, sedangkan kelompok kontrol hanya 73,04. Uji hipotesis menggunakan uji t menunjukkan nilai signifikansi (2-tailed) sebesar 0,000, yang berarti H0 ditolak dan H1 diterima. Temuan ini mengindikasikan bahwa penerapan model pembelajaran scramble berbantuan kartu kata efektif dalam meningkatkan hasil belajar Pendidikan Pancasila siswa. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan metode pembelajaran yang lebih interaktif dan menarik di sekolah dasar, serta mendorong guru untuk mengimplementasikan strategi pembelajaran yang inovatif dalam proses belajar mengajar, sehingga siswa dapat lebih aktif terlibat dan memahami nilai-nilai Pancasila dengan lebih baik, dan pada akhirnya meningkatkan kualitas pendidikan di SD Insan Prestasi Denpasar.
ANALISIS MEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF BERBASIS POWERPOINT DALAM MATA PELAJARAN IPS PADA SISWA KELAS VII DI MTsN 6 LIMAPULUH KOTA Firmadana, Ajai; Harisnawati, Harisnawati; Wijaya, Wibi
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v5i3.6932

Abstract

Education is a conscious and planned effort to create a learning atmosphere and process so that students actively develop their potential to possess spiritual and religious strength, self-control, personality, intelligence, noble character, and the skills needed by themselves and society. This study also aims to determine the effectiveness of implementing interactive media and its impact on learning outcomes in social studies at MTsN 6 Lima Puluh Kota. This study used qualitative methods. Qualitative research is a research approach that aims to explore and understand social phenomena, behavior, experiences, and individual perspectives. The population and sample of the researcher selected seventh-grade students as the research objects. The informants for this study were the social studies teacher, students, and the curriculum vice principal. Data collection techniques were conducted through interviews, observation, and documentation with the social studies teacher and seventh-grade students. The results of this study indicate that PowerPoint-based interactive media can increase student engagement in the learning process, facilitate understanding of the material, and create a more interesting and enjoyable learning atmosphere. However, there are several obstacles such as limited facilities and teacher skills in developing interactive media. Thus, it can be concluded that the use of interactive PowerPoint media has positive potential in increasing the effectiveness of social studies learning, provided it is supported by adequate training and facilities. ABSTRAKPendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia serta ketrampilan yang diperlukan dirinya dan masyarakat. Dan juga penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas penerapan media interaktif serta dampaknya terhadap hasil belajar mata pelajaran IPS di MTsN 6 Lima Puluh Kota. Penelitian ini mengunakan metode kualitatif. Penelitian kualitatif adalah pendekatan penelian yang bertujuan untuk mengali dan memehami fenomena sosisal,prilaku,pengalaman,dan presspektif individu. Populasi dan sampelnya peneliti mengambil objek penelitian di kelas VII.  Informan penelitian ini berkaitan dengan guru IPS, Siswa, dan Waka kurikulum. Teknik pengumpulan data di lakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap guru mata pelajaran IPS sertasiswa kelas VII. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa media interaktif berbasis powerpoint mampu meningkatkan keterlibatan siswa dalam proses belajar, mempermudah pemahaman materi, serta menciptakan suasana belajar yang lebih menarik dan menyenangkan. Namun demikian, terdapat beberapa kendala seperti keterbatasan fasilitas dan keterampilan guru dalam mengembangkan media yang interaktif. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pengunaan media powerpoint interaktif memiliki potensi positif dalam meningkatkan efektivitas pembelajaran IPS, asalkan di dukung dengan pelatihan dan sarana yang memadai.
PENGEMBANGAN MEDIA PAPAN PUZZLE HURUF MODEL MAKE A MATCH UNTUK MENINGKATKAN KEMMAPUAN MEMBACA PERMULAAN Mufidah, Alya; Kurnianto, Bagas
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v5i3.6933

Abstract

This study is based on the limited use of learning media which causes low learning outcomes of students in beginning reading. This study was conducted with the aim of developing a design, measuring the feasibility, and assessing the effectiveness of letter puzzle board media to improve the reading skills of grade I students at SD Negeri Sekaran 01 in Semarang City. The type of research used is Research and Development (R&D) using the ADDIE development stages. Techniques in data collection through interviews, observation, documentation, written tests and questionnaires. While data analysis techniques in the form of normality test, T test, and N-gain test. The findings showed that the learning media for the letter puzzle board of the make a match model received a “very feasible” category based on the results of expert validation with a score of 93% (media expert) and 91% (material expert). The T-test results obtained indicated that there was a significant difference between the pretest and posstest results. Teacher response questionnaires (98%) and students (95%) who obtained the category “very feasible”. The N-Gain test results obtained a “medium” category (0.89) on a small scale and “high” (0.85) on a large scale. These results indicate that the letter puzzle board media of the make a match model is effective and very feasible to use to improve the initial reading ability of first grade students of SD Negeri Sekaran 01 Semarang. ABSTRAKPenelitian ini didasari oleh terbatasnya penggunaan media pembelajaran yang menyebabkan hasil belajar peserta didik dalam membaca permulaan tergolong rendah. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengembangkan desain, mengukur kelayakan, dan menilai efektivitas media papan puzzle huruf guna meningkatkan kemampuan membaca siswa kelas I di SD Negeri Sekaran 01 di Kota Semarang. Jenis penelitian yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan menggunakan tahapan pengembangan ADDIE. Teknik dalam pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dokumentasi, tes tertulis dan angket. Sedangkan teknik analisis data berupa uji normalitas, uji T, dan uji N-gain. Temuan penelitian menunjukkan bahwa media pembelajaran papan puzzle huruf model make a match mendapat kategori “sangat layak” berdasarkan hasil validasi ahli dengan skor 93% (ahli media) dan 91% (ahli materi). Hasil uji T yang diperoleh mengindikasikan ada perbedaan signifikan antara hasil pretest dan posstest. Angket tanggapan guru (98%) dan peserta didik (95%) yang memperoleh kategori “sangat layak”. Hasil pengujian N-Gain diperoleh kategori “sedang” (0,89) pada skala kecil dan "tinggi” (0,85) pada skala besar. Hasil tersebut menunjukkan bahwa media papan puzzle huruf model make a match efektif dan sangat layak digunakan untuk meningkatkan kemampuan membaca permulaan peserta didik kelas I SD Negeri Sekaran 01 Semarang.
ANALISIS ARTIKEL PERAN PELATIHAN DAN PENGEMBANGAN DALAM MENINGKATKAN KOMPETENSI KARYAWAN Haratua, Chandra Sagul; Sugian, Ugi; L, Riani Siti Diah; Kohar, Abdul; Saefullah, Saefullah
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v5i3.6934

Abstract

Amid global competition and rapid organizational change, enhancing employee competence has become a crucial factor for organizational sustainability. This article explores the strategic role of training and development in improving employee competencies through a literature review of national and international sources published over the last ten years. The findings indicate that well-planned training and continuous career development programs can enhance technical skills, work attitudes, motivation, and employee loyalty. Furthermore, career development that aligns with individual needs plays a significant role in preparing employees to face future job challenges. Human resource management holds a vital role in designing training programs that align with both organizational goals and employee growth. The success of such programs is also influenced by managerial support, a learning-oriented organizational culture, and the effective use of technology. With the right approach and long-term orientation, training and development not only positively impact individual performance but also contribute to improving overall organizational effectiveness and competitiveness. ABSTRAKDi tengah kompetisi global dan perubahan organisasi yang cepat, penguatan kompetensi karyawan menjadi aspek krusial bagi keberlangsungan organisasi. Artikel ini membahas peran strategis pelatihan dan pengembangan dalam meningkatkan kompetensi karyawan melalui kajian literatur selama sepuluh tahun terakhir dari berbagai sumber nasional dan internasional. Temuan menunjukkan bahwa pelatihan yang terencana serta program pengembangan karier yang berkesinambungan mampu meningkatkan kemampuan teknis, sikap kerja, motivasi, dan loyalitas karyawan. Selain itu, pengembangan karier yang sesuai dengan kebutuhan individu juga berperan dalam mempersiapkan karyawan menghadapi tantangan pekerjaan masa depan. Peran manajemen sumber daya manusia menjadi sangat penting dalam merancang program pelatihan yang selaras dengan kebutuhan organisasi dan perkembangan karyawan. Keberhasilan program ini turut ditentukan oleh dukungan manajerial, budaya organisasi yang mendukung pembelajaran, serta pemanfaatan teknologi. Dengan pendekatan yang tepat dan berorientasi jangka panjang, pelatihan dan pengembangan tidak hanya memberi dampak positif pada individu, tetapi juga berkontribusi dalam meningkatkan kinerja dan daya saing organisasi secara keseluruhan.
OPTIMALISASI PEMBELAJARAN MELALUI IMPLEMENTASI FLIPPED CLASSROOM BERBASIS BLENDED LEARNING DI PENDIDIKAN TINGGI Darnawati, Darnawati; Amalik, Amalik; Putri, Putri; Risna, Risna; Riski, Ristian; Lili, Wa
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v5i3.6935

Abstract

The rapid advancement of educational technology creates a demand for innovative learning models that improve student engagement and learning outcomes. This research explores implementing the Flipped Classroom method in conjunction with Blended Learning in higher education. The study aims to evaluate the effectiveness of this combined approach in enhancing students' comprehension and active engagement in learning activities. A mixed-methods approach was employed, incorporating quantitative analysis via pre- and post-test assessments, as well as qualitative feedback from student surveys. The findings showed significant improvements in academic performance and student engagement compared to traditional teaching methods. Additionally, integrating online and face-to-face learning created a more flexible and interactive environment. In conclusion, this study suggests that the Flipped Classroom model combined with Blended Learning is a promising strategy for optimizing the learning process in higher education. ABSTRAKKemajuan teknologi pendidikan yang pesat mendorong kebutuhan akan model pembelajaran inovatif untuk meningkatkan keterlibatan dan hasil belajar mahasiswa. Penelitian ini mengeksplorasi implementasi metode Flipped Classroom yang diintegrasikan dengan Blended Learning di pendidikan tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas pendekatan gabungan ini dalam meningkatkan pemahaman dan partisipasi aktif mahasiswa dalam kegiatan pembelajaran. Pendekatan metode campuran digunakan, melibatkan analisis kuantitatif melalui penilaian pre-test dan post-test serta umpan balik kualitatif dari survei mahasiswa. Temuan menunjukkan peningkatan signifikan dalam kinerja akademik dan keterlibatan mahasiswa dibandingkan dengan metode pengajaran tradisional. Selain itu, integrasi pembelajaran daring dan tatap muka menciptakan lingkungan belajar yang lebih fleksibel dan interaktif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa model Flipped Classroom, ketika dikombinasikan dengan Blended Learning, menawarkan strategi yang menjanjikan untuk mengoptimalkan proses pembelajaran di pendidikan tinggi.