cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalp4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
jurnalp4i@gmail.com
Editorial Address
Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I) Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, NTB
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS
ISSN : 27979431     EISSN : 27978842     DOI : https://doi.org/10.51878/social.v1i2.447
Core Subject : Education,
Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan pendidikan IPS.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 574 Documents
DINAMIKA HUBUNGAN PENDIDIK DAN PESERTA DIDIK DIERA DIGITAL: TINJAUAN HUMANISME ISLAM Muhajir Darwis; Kurniawati Kurniawati; Mailani Putri; Reifa Atha Yumna; Ikhwaanussofa Ikhwaanussofa; Julaika Julaika
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v6i2.12064

Abstract

The development of digital technology has brought significant changes to the world of education, including the relationship between educators and students. Digital transformation has created more open, interactive, and student-centered learning patterns, shifting the role of educators from being the sole source of knowledge to being facilitators and guides. On the other hand, the digital era also presents various challenges, such as a crisis of scientific authority, disinformation and digital radicalism, moral and ethical degradation, and the digital divide, all of which can impact the quality of educational relationships. This article aims to analyze the dynamics of the relationship between educators and students in the digital era and examine the implementation of Islamic humanist values ​​in building humanistic educational relationships. The method used is library research, analyzing various sources, including books, journal articles, and relevant research results. The results of the study indicate that the values ​​of Islamic humanism, namely rahmah (compassion), ta'zim (respect), amanah (responsibility), and uswah hasanah (exemplary behavior), play a crucial role in strengthening educational relationships in the digital era. The implementation of these values ​​can maintain a balance between the use of technology and the development of student character, thus creating a humanistic, religious, adaptive, and meaningful educational process. Therefore, integrating digital technology with Islamic humanist values ​​is a strategic step in realizing an education oriented towards holistic human development. ABSTRAK Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan signifikan dalam dunia pendidikan, termasuk dalam hubungan antara pendidik dan peserta didik. Transformasi digital menciptakan pola pembelajaran yang lebih terbuka, interaktif, dan berpusat pada peserta didik, sehingga peran pendidik tidak lagi sebagai satu-satunya sumber pengetahuan, melainkan sebagai fasilitator dan pembimbing. Di sisi lain, era digital juga menghadirkan berbagai tantangan, seperti krisis otoritas keilmuan, disinformasi dan radikalisme digital, degradasi moral dan etika, serta kesenjangan digital yang dapat memengaruhi kualitas hubungan edukatif. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis dinamika hubungan pendidik dan peserta didik di era digital serta mengkaji implementasi nilai-nilai humanisme Islam dalam membangun hubungan edukatif yang humanis. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan (library research) dengan menganalisis berbagai sumber berupa buku, artikel jurnal, dan hasil penelitian yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa nilai-nilai humanisme Islam, yaitu rahmah (kasih sayang), ta'zim (penghormatan), amanah (tanggung jawab), dan uswah hasanah (keteladanan), memiliki peran penting dalam memperkuat hubungan edukatif di era digital. Implementasi nilai-nilai tersebut mampu menjaga keseimbangan antara pemanfaatan teknologi dan pembentukan karakter peserta didik sehingga tercipta proses pendidikan yang humanis, religius, adaptif, dan bermakna. Oleh karena itu, integrasi teknologi digital dengan nilai-nilai humanisme Islam menjadi langkah strategis dalam mewujudkan pendidikan yang berorientasi pada pengembangan manusia secara utuh.
RASIONALITAS KOMUNIKATIF DALAM DISKUSI PEMBELAJARAN SEJARAH SEBAGAI RUANG PUBLIK MINI Vito Cahya Misran; Agus Suprijono
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v6i2.12160

Abstract

ABSTRACT History education plays an important role in fostering students’ critical thinking and democratic attitudes through dialogue and the exchange of ideas. Previous studies on discussion-based learning have primarily focused on learning outcomes and critical thinking skills, while research examining classroom discussions in history learning through the lens of Jürgen Habermas’s communicative rationality, particularly in vocational high schools, remains limited. This study aims to analyze the practice of communicative rationality in history learning discussions among students of class XI TKJ 2 at SMK Antartika Surabaya. The research employed a qualitative approach with a case study design. Data were collected through observations, interviews, and documentation and were analyzed using the Miles and Huberman interactive model. The findings indicate that history learning discussions reflected several dimensions of communicative rationality, particularly freedom of expression, openness to different viewpoints, and the use of argumentation to achieve mutual understanding, which emerged as the most dominant characteristics during classroom interactions. However, unequal student participation and the persistence of teacher authority structures remained obstacles to achieving an ideal speech situation. This study contributes to extending the application of Habermas’s communicative rationality theory in history education by demonstrating how classroom discussions can function as democratic learning spaces that encourage participation, dialogue, and consensus-building. The findings highlight the importance of creating more inclusive discussion practices to strengthen democratic values and communicative competence in history learning. ABSTRAK Pembelajaran sejarah memiliki peran strategis dalam mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan sikap demokratis peserta didik melalui proses dialog dan pertukaran gagasan. Meskipun berbagai penelitian telah mengkaji metode diskusi dalam pembelajaran sejarah, sebagian besar masih berfokus pada peningkatan hasil belajar dan kemampuan berpikir kritis, sedangkan kajian yang menganalisis praktik diskusi pembelajaran sejarah menggunakan perspektif rasionalitas komunikatif Jürgen Habermas, khususnya pada konteks Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), masih relatif terbatas. Penelitian ini bertujuan menganalisis praktik rasionalitas komunikatif dalam diskusi pembelajaran sejarah di kelas XI TKJ 2 SMK Antartika Surabaya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik diskusi pembelajaran sejarah telah mencerminkan karakteristik rasionalitas komunikatif melalui kebebasan menyampaikan pendapat, keterbukaan terhadap argumentasi yang berbeda, serta upaya mencapai kesepahaman secara rasional yang menjadi aspek paling dominan dalam interaksi pembelajaran. Namun demikian, ketimpangan partisipasi peserta didik dan dominasi otoritas guru masih menjadi kendala dalam mewujudkan komunikasi yang sepenuhnya setara. Temuan ini menegaskan bahwa kelas sejarah berpotensi menjadi ruang dialog demokratis yang mendukung terbentuknya budaya komunikasi partisipatif, sekaligus memperluas penerapan teori rasionalitas komunikatif Habermas dalam kajian pendidikan sejarah. Penelitian ini juga memberikan kontribusi praktis bagi pengembangan strategi pembelajaran sejarah yang lebih dialogis, reflektif, dan berorientasi pada penguatan nilai-nilai demokrasi di sekolah.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN VCT TERHADAP RASIONALITAS KOMUNIKATIF DALAM MENILAI SEJARAH KONTROVERSIAL DI SMA Anindya Rukmamaya Argiyanti; Agus Suprijono
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v6i2.12212

Abstract

The low communicative rationality of students in controversial history learning is often caused by the lack of argumentative dialogue spaces in the classroom. This study aims to analyze the differences in students' communicative rationality skills between those taught using the Value Clarification Technique (VCT) model and Problem-Based Learning (PBL), as well as to measure the magnitude of the VCT model's influence in assessing the controversial history of Romusha. This quantitative research utilized a quasi-experimental method with a Non-Equivalent Control Group Design. The sample was selected via purposive sampling, establishing class XI.3 (31 students) as the experimental group using the VCT model and class XI.1 (29 students) as the control group using the PBL model at SMA Ta'miriyah Surabaya. Data were collected through a triangulation of quantitative data collection methods, namely a self-assessment questionnaire as the primary instrument and a structured observation sheet as supporting data, to strengthen the validity of measuring communicative rationality. The Independent Samples T-test hypothesis testing revealed a significant difference in communicative rationality skills between the two groups, thereby accepting Ha. The effect size test using Cohen’s d yielded a value of 0.61, categorized as a medium effect. The VCT model proved effective in reinforcing Habermas's validity claims, particularly truth and comprehensibility, although the sincerity claim recorded the lowest increase due to the dynamics of students' social conformity in the field. In conclusion, the VCT model has a significant and more optimal effect on enhancing students' communicative rationality compared to the PBL model. ABSTRAK Rendahnya rasionalitas komunikatif peserta didik dalam pembelajaran sejarah kontroversial sering kali disebabkan oleh minimnya ruang dialog berbasis argumentasi di kelas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan kemampuan rasionalitas komunikatif peserta didik antara yang dibelajarkan dengan model Value Clarification Technique (VCT) dan Problem Based Learning (PBL), serta mengukur besar pengaruh model VCT dalam menilai sejarah kontroversial Romusha. Penelitian kuantitatif ini menggunakan metode eksperimen semu (quasi-experiment) dengan desain Non-Equivalent Control Group Design. Sampel dipilih melalui teknik purposive sampling, menetapkan kelas XI.3 (31 peserta didik) sebagai kelas eksperimen dengan model VCT dan kelas XI.1 (29 peserta didik) sebagai kelas kontrol dengan model PBL di SMA Ta'miriyah Surabaya. Data dikumpulkan melalui triangulasi metode pengumpulan data kuantitatif, yaitu kuesioner self-assessment sebagai instrumen utama dan lembar observasi terstruktur sebagai data pendukung, guna memperkuat validitas pengukuran rasionalitas komunikatif. Hasil uji hipotesis Independent Samples T-test menunjukkan perbedaan yang signifikan pada kemampuan komunikasi rasional antara kedua kelompok, sehingga Ha diterima. Hasil uji effect size menggunakan Cohen’s d diperoleh nilai 0,61 yang termasuk dalam kategori pengaruh sedang (medium effect). Model VCT terbukti efektif memperkuat klaim validitas Habermas, khususnya klaim kebenaran (truth) dan kejelasan (comprehensibility), meskipun klaim kejujuran (sincerity) mencatatkan peningkatan paling rendah akibat adanya dinamika konformitas sosial peserta didik di lapangan. Simpulan penelitian menunjukkan bahwa model VCT berpengaruh secara signifikan dan lebih optimal meningkatkan rasionalitas komunikatif peserta didik dibandingkan model PBL.
DAMPAK PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL DAN PEMAHAMAN NILAI-NILAI PANCASILA TERHADAP PERILAKU SOSIAL REMAJA Cantika Putri Mawardi; Bernajihatun Mumtahina; Dominika Agusta Funan; Yatti Rosmiati
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v6i2.12358

Abstract

The rapid development of social media has significantly influenced adolescents' lives, particularly in communication, social interaction, and behavioral development. At the same time, an understanding of Pancasila values serves as a moral foundation that guides adolescents' behavior amid the advancement of digital technology. This study aims to analyze the influence of social media use and the understanding of Pancasila values on adolescents' social behavior. A quantitative survey design was employed involving 100 junior and senior high school students in Ciputat District, South Tangerang City, selected through cluster random sampling. Data were collected using questionnaires and analyzed through multiple linear regression using JASP software. The findings revealed that social media use and the understanding of Pancasila values simultaneously had a significant effect on adolescents' social behavior, with a coefficient of determination (R²) of 0.274. Partially, both social media use and the understanding of Pancasila values exerted positive and significant effects on adolescents' social behavior, with the understanding of Pancasila values contributing more substantially. These findings indicate that strengthening digital literacy integrated with the internalization of Pancasila values can foster more positive, adaptive, and responsible social behavior among adolescents. ABSTRAK Perkembangan media sosial yang semakin pesat telah memberikan pengaruh terhadap kehidupan remaja, terutama dalam aspek komunikasi, interaksi sosial, dan pembentukan perilaku. Di sisi lain, pemahaman terhadap nilai-nilai Pancasila berperan sebagai landasan moral yang membimbing remaja dalam berperilaku di tengah perkembangan teknologi digital. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan media sosial dan pemahaman nilai-nilai Pancasila terhadap perilaku sosial remaja. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain survei terhadap 100 peserta didik jenjang SMP dan SMA di Kecamatan Ciputat, Kota Tangerang Selatan yang dipilih menggunakan teknik cluster random sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan analisis regresi linear berganda dengan bantuan perangkat lunak JASP. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media sosial dan pemahaman nilai-nilai Pancasila secara simultan berpengaruh signifikan terhadap perilaku sosial remaja dengan nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,274. Secara parsial, penggunaan media sosial maupun pemahaman nilai-nilai Pancasila berpengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku sosial remaja, dengan pemahaman nilai-nilai Pancasila memberikan kontribusi yang lebih besar. Temuan ini menunjukkan bahwa penguatan literasi digital yang diintegrasikan dengan internalisasi nilai-nilai Pancasila dapat mendukung terbentuknya perilaku sosial remaja yang lebih positif, adaptif, dan bertanggung jawab.
PERANAN MEDIA NEARPOD TERHADAP MOTIVASI BELAJAR EKONOMI SISWA KELAS XI DI SMAN 11 BANJARMASIN Aulia Diah; Baseran Nor; Mahmudah Hasanah; Monry Fraick Nicky Gillian Ratumbuysang
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v6i2.12424

Abstract

  ABSTRACT Learning motivation is an important factor in the success of Economics learning because it influences students’ engagement and readiness to understand learning materials. However, learning activities that rely mainly on conventional information delivery may reduce students’ involvement when they are not supported by innovative learning media. This study aims to analyze the effect of using Nearpod media on Economics learning motivation among eleventh-grade students at SMAN 11 Banjarmasin. This research employed a quantitative approach with an associative method. The sample consisted of 106 students selected through purposive sampling technique. Data were collected using a questionnaire instrument and analyzed using descriptive statistics and simple linear regression analysis. The results of the analysis show that the use of Nearpod media is in the good category with an average value of 124.33, while student learning motivation is in the high category with an average value of 111.68. The simple linear regression test produced an F value of 59.639 with a significance of 0.000 (p < 0.05), which indicates that the use of Nearpod media has a significant effect on student learning motivation. In addition, the correlation coefficient of 0.604 indicates a strong and positive relationship between the use of Nearpod and learning motivation, while the determination coefficient of 0.364 indicates that 36.4% of the variation in learning motivation can be explained by the use of Nearpod media. Therefore, the use of Nearpod has a positive and significant effect on Economics learning motivation among eleventh-grade students at SMAN 11 Banjarmasin. ABSTRAK Motivasi belajar merupakan salah satu faktor penting dalam keberhasilan pembelajaran Ekonomi karena berperan dalam mendorong keterlibatan dan kesiapan siswa dalam memahami materi. Namun, pembelajaran yang masih berpusat pada penyampaian informasi secara konvensional dapat menyebabkan rendahnya keterlibatan siswa apabila tidak didukung oleh media pembelajaran yang inovatif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan media Nearpod terhadap motivasi belajar Ekonomi siswa kelas XI di SMAN 11 Banjarmasin. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode asosiatif. Sampel penelitian berjumlah 106 siswa yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan instrumen kuesioner, kemudian dianalisis melalui statistik deskriptif dan regresi linier sederhana. Hasil analisis menunjukkan bahwa penggunaan media Nearpod berada pada kategori baik dengan nilai rata-rata 124,33, sedangkan motivasi belajar siswa berada pada kategori tinggi dengan nilai rata-rata 111,68. Uji regresi linier sederhana menghasilkan nilai F sebesar 59,639 dengan signifikansi 0,000 (p < 0,05), yang menunjukkan bahwa penggunaan media Nearpod berpengaruh signifikan terhadap motivasi belajar siswa. Selain itu, koefisien korelasi sebesar 0,604 mengindikasikan hubungan yang kuat dan positif antara penggunaan Nearpod dan motivasi belajar, sedangkan koefisien determinasi sebesar 0,364 menunjukkan bahwa 36,4% variasi motivasi belajar dapat dijelaskan oleh penggunaan media Nearpod. Dengan demikian, penggunaan media Nearpod berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap motivasi belajar Ekonomi siswa kelas XI di SMAN 11 Banjarmasin.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PROJECT BESED LEARNING (PjBL) TERHADAP MINAT BELAJAR SISWA PADA PEMBELAJARAN IPAS DIKELAS IV MIN 6 BANDAR LAMPUNG Opi lia Ziareta; Subandi; Ayu Reza Ningrum
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v6i2.12580

Abstract

ABSTRACT Learning interest is one of the important factors influencing the success of the learning process, particularly in Natural and Social Sciences (IPAS) subjects that require students’ active involvement in understanding concepts contextually. The problem of teacher-centered learning approaches often results in low student participation and learning interest. This study aims to analyze the effect of implementing the Project Based Learning (PjBL) model on students’ learning interest in IPAS learning for fourth-grade students at MIN 6 Bandar Lampung. This research employed a quantitative approach using a quasi-experimental method involving an experimental class and a control class with a total of 64 students. Data were collected through observation, interviews, documentation, and learning interest questionnaires based on indicators of enjoyment, attention, interest, and student involvement. Data analysis was conducted through prerequisite tests, including normality and homogeneity tests, followed by hypothesis testing using the Independent Samples T-Test. The results showed that the implementation of the PjBL model had a significant effect on improving students’ learning interest. This finding was indicated by the difference in the average learning interest scores between the experimental class (71.31) and the control class (59.88), with a significance value of 0.000 (<0.05). Therefore, the Project Based Learning model is proven to be effective in enhancing students’ learning interest through contextual, collaborative, and product-oriented learning activities. ABSTRAK Minat belajar merupakan salah satu aspek penting dalam keberhasilan proses pembelajaran, terutama pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) yang membutuhkan keterlibatan aktif siswa dalam memahami konsep secara kontekstual. Permasalahan pembelajaran yang masih berorientasi pada guru menyebabkan rendahnya partisipasi dan ketertarikan siswa dalam proses belajar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penerapan model Project Based Learning (PjBL) terhadap minat belajar siswa pada pembelajaran IPAS kelas IV di MIN 6 Bandar Lampung. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode quasi experiment melalui desain kelas eksperimen dan kelas kontrol yang melibatkan 64 siswa. Pengumpulan data dilakukan menggunakan observasi, wawancara, dokumentasi, dan angket minat belajar berdasarkan indikator perasaan senang, perhatian, ketertarikan, dan keterlibatan siswa. Data dianalisis melalui uji prasyarat berupa uji normalitas dan homogenitas serta pengujian hipotesis menggunakan Independent Samples T-Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model PjBL memberikan pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan minat belajar siswa. Hal tersebut ditunjukkan melalui perbedaan rata-rata skor minat belajar antara kelas eksperimen sebesar 71,31 dan kelas kontrol sebesar 59,88 dengan nilai signifikansi 0,000 (<0,05). Dengan demikian, model Project Based Learning terbukti efektif dalam meningkatkan minat belajar siswa melalui aktivitas pembelajaran yang berbasis proyek, kolaborasi, dan pengalaman belajar yang kontekstual.
REVITALISASI NILAI SDGs DALAM PEMBELAJARAN IPS: PENGEMBANGAN MEDIA ULAR TANGGA BERBASIS LITERASI LINGKUNGAN Santi Ulfi Sana; Ferani Mulyaningsih
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v6i2.12645

Abstract

This research is motivated by the condition of Social Sciences (IPS) learning which tends to still focus on theoretical aspects in discussing global issues, including the Sustainable Development Goals (SDGs), so that it has not been able to provide real learning experiences for students, resulting in decreased interest in learning and learning grades. Based on this, this study aims to develop learning media in the form of a snakes and ladders game based on environmental literacy by integrating specific SDGs indicators. The method used in this study is Research and Development (R&D), which includes the stages of design, development, validation, and testing the effectiveness of the media. The results showed that the snakes and ladders media developed met the criteria. In this study, class 7B of Sirojuth Tholibin Kersan Middle School was used as the test subject. The results showed that the snakes and ladders learning media developed met the valid criteria. The validation results by material experts obtained a score of 93% and the validation results by media experts reached 93%, both of which are in the "very good" category. Furthermore, the trial results showed that this media received a positive response from students of 93%, which is categorized as "very good," and a response from teachers of 92%, which is also categorized as "very good." Based on these research results, it can be concluded that the snakes and ladders learning media is proven valid and can help the learning process become more enjoyable and more engaging for students. ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi dari kondisi pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) yang cenderung masih berfokus pada aspek teoritis dalam membahas isu-isu global, termasuk Sustainable Development Goals (SDGs), sehingga belum mampu memberikan pengalaman belajar yang nyata bagi peserta didik, sehingga minat belajar dan nilai belajar menurun. Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran berupa permainan ular tangga yang berbasis literasi lingkungan dengan mengintegrasikan indikator-indikator spesifik SDGs. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Research and Development (R&D), yang meliputi tahap perancangan, pengembangan, validasi, serta pengujian efektivitas media. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media ular tangga yang dikembangkan memenuhi kriteria. Pada penelitian ini menggunakan kelas 7B SMP Sirojuth Tholibin Kersan sebagai subjek uji coba. Hasil penelitian  menunjukkan  bahwa  media  pembelajaran  ulartangga yang dikembangkan memenuhi kriteria valid. Hasil validasi oleh ahli materi memperoleh skor 93% dan hasil validasi oleh ahli media mencapai 93%, keduanya berada dalam kategori “sangat baik”. Selain itu, hasil uji coba menunjukkan bahwa media ini memperoleh respon positif dari siswa sebesar 93% yang termasuk kategori “sangat baik”, dan respon guru sebesar 92% yang juga dikategorikan “sangat baik”. Berdasarkan dari hasil peneitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran ular tangga terbukti valid dan dapat membantu proses belajar menjadi lebih menyenangkan dan lebih melibatkan siswa.
LITERATURE REVIEW: PENGGUNAAN E-MODUL BERBASIS MODEL PBL TERHADAP BERPIKIR KRITIS DAN HASIL BELAJAR IPAS SD Lea Valentina; Sri Sukasih; Nanik Wijayati; Decky Avrilianda
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v6i3.11458

Abstract

In the era of modern education, the lack of relevant teaching materials that align with teachers' needs in instructing Natural and Social Sciences (IPAS) can significantly affect the learning process. This limitation potentially diminishes students' critical thinking skills and overall academic achievement. This study aims to analyze the utilization of e-modules integrated with the Problem-Based Learning (PBL) model on elementary school students' critical thinking skills and IPAS learning outcomes. The method employed is a Systematic Literature Review (SLR) analyzing research published between 2022 and 2026, utilizing both quantitative and qualitative analyses from various studies related to the implementation of PBL-based e-modules. The review results indicate that the implementation of e-modules in elementary school IPAS instruction is proven to be valid, practical, effective, and efficient. Furthermore, it successfully enhances students' interest and motivation, thereby positively influencing their critical thinking skills and learning outcomes. Problem-Based Learning does not merely provide opportunities for students to solve problems, but it also develops their critical, analytical, and interactive reasoning during learning activities, which constitutes an essential 21st-century competence. ABSTRAK Di era pendidikan modern ini, minimnya ketersediaan bahan ajar yang relevan dan sesuai kebutuhan guru dalam mengajar muatan pembelajaran IPAS dapat secara signifikan mempengaruhi proses pembelajaran. Hal ini berpotensi menurunkan kemampuan bepikir kritis siswa serta pencapaian hasil belajar secara keseluruhan. Tujuan penelitian untuk menganalisis penggunaan e-modul dengan model problem based learning (PBL) terhadap kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar IPAS siswa sekolah dasar. Metode yang digunakan adalah metode Systematic Literature Review (SLR) penelitian tahun 2022-2026 dengan análisis kualitatif dari berbagai penelitian terkait penggunaan e-modul dengan model problem based learning (PBL). Hasil tinjauan menunjukkan bahwa impelemtasi e-modul dalam pembelajaran IPAS siswa sekolah dasar terbukti valid, praktis, efektif, efisien dan berhasil  meningkatkan minat dan motivasi sehingga berpengaruh kepada meningkatkan kemampuan berpikir kritis serta hasil belajar siswa. Problem Based Learning tidak sekedar memberikan peluang bagi peserta didik untuk memecahkan problematika atau permasalahan, namun juga membangun peserta didik untuk bernalar secara kritis dan analitis serta interaktif dalam kegiatan atau aktivitas belajar yang merupakan sebuah kompetensi penting yang harus dikuasai untuk menghadapi tantangan abad ke-21.    
REKONSTRUKSI NILAI KETELADANAN PANEMBAHAN BODHO SEBAGAI INSTRUMEN PENGUATAN KARAKTER IPS Pungky Mareta Arianti
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v6i3.11459

Abstract

Social Studies learning has so far been theoretical and less than optimal in instilling character, while the flow of globalization has led to the erosion of noble values among the younger generation. On the other hand, the younger generation is also starting to lose connection with their local historical identity due to the phenomenon of generational amnesia. This study aims to reconstruct the exemplary values of the local figure Panembahan Bodho and formulate their potential as an instrument for character strengthening in Social Studies learning. The research employs a qualitative approach with a library research method. Data collection was conducted through the exploration of various primary and secondary literature sources, including theses, scientific journals, books, and historical documents related to Panembahan Bodho and the Nyadran tradition at Makam Sewu in Bantul, Yogyakarta. The data analysis technique uses content analysis with the Miles and Huberman model. The findings reveal three main results. First, the historical profile of Panembahan Bodho shows a figure as a student of Sunan Kalijaga who chose to dedicate himself to Islamic da'wah, with the nickname "Bodho" representing the values of humility and asceticism. Second, the exemplary values reconstructed include religious and humanistic values, simplicity and asceticism, servant leadership, mutual cooperation, and local wisdom. Third, these values have great potential to be integrated into Social Studies learning, covering aspects of local history, character education, strengthening social identity, and implementing the Pancasila Student Profile. This study concludes that the reconstruction of Panembahan Bodho's exemplary values contributes to enriching local wisdom-based Social Studies materials and serves as a strategy for strengthening students' character in the era of globalization. ABSTRAK Pembelajaran IPS selama ini masih bersifat teoretis dan kurang maksimal dalam penanaman karakter, sementara arus globalisasi telah menyebabkan lunturnya nilai-nilai luhur di kalangan generasi muda. Di sisi lain, generasi muda juga mulai kehilangan koneksi dengan identitas sejarah lokalnya akibat fenomena generational amnesia. Penelitian ini bertujuan untuk merekonstruksi nilai-nilai keteladanan tokoh lokal Panembahan Bodho serta merumuskan potensinya sebagai instrumen penguatan karakter dalam pembelajaran IPS. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research). Pengumpulan data dilakukan melalui penelusuran sumber literatur primer dan sekunder, termasuk skripsi, jurnal ilmiah, buku, dan dokumen sejarah terkait Panembahan Bodho serta tradisi Nyadran Makam Sewu di Bantul, Yogyakarta. Teknik analisis data menggunakan analisis isi (content analysis) dengan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan tiga temuan utama. Pertama, profil historis Panembahan Bodho menunjukkan sosok murid Sunan Kalijaga yang memilih mengabdikan diri dalam dakwah Islam, dengan julukan "Bodho" yang merepresentasikan nilai kerendahan hati dan asketisme. Kedua, nilai-nilai keteladanan yang direkonstruksi meliputi nilai religiusitas dan humanisme, kesederhanaan dan asketisme, kepemimpinan pelayanan, gotong royong, serta kearifan lokal. Ketiga, nilai-nilai tersebut memiliki potensi besar untuk diintegrasikan ke dalam pembelajaran IPS, mencakup aspek sejarah lokal, pendidikan karakter, penguatan identitas sosial, dan implementasi Profil Pelajar Pancasila. Penelitian ini menyimpulkan bahwa rekonstruksi nilai keteladanan Panembahan Bodho berkontribusi bagi pengayaan materi IPS berbasis kearifan lokal serta menjadi strategi penguatan karakter peserta didik di era globalisasi.    
KARAKTER SOSIAL (POLA PIKIR, POLA SIKAP, DAN POLA TINDAK) SISWA MI/SD PADA GENERASI ALPHA DAN BETA Suci Khoirani
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v6i3.11531

Abstract

Generational shifts have had a significant impact on the development of students' social character at the Madrasah Ibtidaiyah (MI) and Elementary School (SD) levels. This article aims to analyze the social character of MI/SD students in Generation Alpha (born 2010–2024) and Generation Beta (born 2025–present) which includes mindsets, attitudes, and behavior patterns. The method used is a narrative literature review and trend analysis based on scientific publications, policy reports, and child development studies for the period 2021–2026. The results show that Generation Alpha students tend to have a visual-digital mindset, a collaborative attitude but are vulnerable to cognitive distractions, and a participatory behavior pattern but require strengthening digital ethics and emotional resilience. Meanwhile, the analysis of Generation Beta is projective because this group has just entered its early years, but early trends indicate a more intuitive mindset towards artificial intelligence, a more emotionally stable attitude, and behavior patterns that require media literacy assistance and social value familiarization from an early age. The discussion emphasizes the need for an adaptive educational approach, the integration of Pancasila values ​​and Islamic morals, and structured school-family collaboration. This article provides strategic recommendations for educators and policymakers in designing social character strengthening programs that are responsive to generational dynamics without neglecting moral and religious foundations. ABSTRAK Pergeseran generasi membawa dampak signifikan terhadap perkembangan karakter sosial siswa di tingkat Madrasah Ibtidaiyah (MI) dan Sekolah Dasar (SD). Artikel ini bertujuan untuk menganalisis karakter sosial siswa MI/SD pada Generasi Alpha (lahir 2010–2024) dan Generasi Beta (lahir 2025–sekarang) yang mencakup pola pikir, pola sikap, dan pola tindak. Metode yang digunakan adalah tinjauan literatur naratif dan analisis tren berbasis publikasi ilmiah, laporan kebijakan, serta kajian perkembangan anak periode 2021–2026. Hasil menunjukkan bahwa siswa Generasi Alpha cenderung memiliki pola pikir visual-digital, sikap kolaboratif namun rentan terhadap distraksi kognitif, serta pola tindak yang partisipatif namun memerlukan penguatan etika digital dan resiliensi emosional. Sementara itu, analisis terhadap Generasi Beta bersifat proyektif karena kelompok ini baru memasuki usia dini, namun tren awal mengindikasikan pola pikir yang lebih intuitif terhadap kecerdasan buatan, sikap yang lebih stabil secara emosional, dan pola tindak yang memerlukan pendampingan literasi media serta pembiasaan nilai sosial sejak dini. Pembahasan menekankan perlunya pendekatan pendidikan yang adaptif, integrasi nilai Pancasila dan akhlak Islami, serta kolaborasi sekolah-keluarga yang terstruktur. Artikel ini memberikan rekomendasi strategis bagi pendidik dan pembuat kebijakan dalam merancang penguatan karakter sosial yang responsif terhadap dinamika generasi tanpa mengabaikan fondasi moral dan keagamaan