cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalp4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
jurnalp4i@gmail.com
Editorial Address
Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I) Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, NTB
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS
ISSN : 27979431     EISSN : 27978842     DOI : https://doi.org/10.51878/social.v1i2.447
Core Subject : Education,
Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan pendidikan IPS.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 574 Documents
NILAI – NILAI PENDIDIKAN AGAMA HINDU DALAM TRADISI UPACARA PANYEGARAAN DI DESA PETANDAKAN KECAMATAN BULELENG KABUPATEN BULELENG Komang Nadi Cahayani; Ni Wayan Murniti; I G Agung Jaya Suryawan
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v6i2.11660

Abstract

The Panyegaraan Ceremony Tradition is one of the Hindu religious traditions that continues to be preserved by the people of Petandakan Village, Buleleng District, Buleleng Regency. This tradition functions as a means of self – purification, spiritual protection, and preservation of Hindu religious values. This study aims to analyze the importance of the Panyegaraan Ceremony Tradition, its implementation process, and the Hindu religious educational values contained within it. The research employed a descriptive qualitative approach. Data were collected through observation, interviews, documentation studies, and literature reviews. Informants were determined using purposive sampling techniques. The study applied Structural Functionalism Theory, Religious Theory, and Value Theory. The findings reveal that the Panyegaraan Ceremony Tradition is considered important because it is believed to provide spiritual protection and maintain harmony between humans and the divine. The implementation process consists of preparation, prayer rituals, and purification ceremonies led by a pemangku. Furthermore, the tradition contains Hindu educational values, namely tattwa values, Susila values, and ceremonial values. Therefore, the Panyegaraan Ceremony Tradition serves not only as a religious ritual but also as a medium for transmitting Hindu religious education values across generations. ABSTRAK Tradisi Upacara Panyegaraan merupakan asalah satu tradisi keagamaan Hindu yang masih dilestarikan oleh masyarakat Desa Petandakan, Kecamatan Buleleng, Kabupaten Buleleng. Tradisi ini berfungsi sebagai sarana penyucian diri, perlindungan spiritual, serta pelestarian nilai-nilai keagamaan Hindu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pentingnya Tradisi Upacara Panyegaraan, proses pelaksanaannya, serta nilai-nilai pendidikan Agama Hindu yang terkandung di dalamnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, studi dokumentasi, dan studi kepustakaan. Penentuan informan menggunakan teknik purposive sampling. Teori yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Teori Fungsionalisme Struktural, Teori Religi, dan Teori Nilai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tradisi Upacara Panyegaraan dianggap penting karena diyakini sebagai perlindungan spiritual dan menjaga keharmonisan kehidupan masyarakat. Proses pelaksanaannya meliputi tahapan persiapan, persembahyangan, dan prosesi penyucian yang dipimpin oleh pemangku. Selain itu, tradisi ini mengandung nilai pendidikan Agama Hindu berupa tattwa, nilai susila, dan nilai upacara. Dengan demikian, Tradisi Upacara Panyegaraan tidak hanya berfungsi sebagai ritual keagamaan, tetapi juga sebagai media pewarisan nilai-nilai pendidikan Agama Hindu secara turun-temurun.
PENERAPAN GAMIFIKASI BERBASIS DEEP LEARNING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR GEOGRAFI SISWA DI MTsN Syamsiah Rahim; Rosmini Maru; Ramli Umar; Amal Amal; Hasriyanti Hasriyanti
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v6i2.11745

Abstract

This research is motivated by the low emotional engagement and academic achievement of students in geography subjects due to the dominance of monotonous conventional teaching strategies. The focus of this research problem is directed at efforts to improve the quality of the process and learning outcomes through the implementation of gamification methods based on a deep learning approach. Using a Classroom Action Research (CAR) design, the important stages in this research are systematically executed in two cycles which include planning tools, implementing classroom actions, observing activities, and periodic reflection. Data were collected from 37 students of class VII.4 MTsN 2 Makassar City as research subjects through written test instruments (post-test) and participatory observation sheets which were analyzed descriptively quantitatively. The research findings show a consistent surge in academic performance and class operational activities. In cycle I, the average class score reached 76.89 with a classical completion percentage of 54 percent. This achievement increased sharply in cycle II with an average score of 86.08 and a successful learning completion rate of 89 percent. The main conclusion confirms that deep learning-based gamification syntax has proven effective as an interactive instructional medium that is able to boost cognitive competency completion and stimulate active student participation in a fun way. ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya keterlibatan emosional dan pencapaian akademik siswa pada mata pelajaran geografi akibat dominasi strategi pengajaran konvensional yang monoton. Fokus masalah riset ini diarahkan pada upaya peningkatan kualitas proses serta hasil belajar melalui pengimplementasian metode gamifikasi berbasis pendekatan deep learning. Menggunakan desain Penelitian Tindakan Kelas (PTK), tahapan penting dalam penelitian ini dieksekusi secara sistematis dalam dua siklus yang meliputi perencanaan perangkat, pelaksanaan tindakan kelas, pengamatan aktivitas, dan refleksi berkala. Data dihimpun dari 37 peserta didik kelas VII.4 MTsN 2 Kota Makassar sebagai subjek penelitian melalui instrumen tes tertulis (post-test) dan lembar observasi partisipatif yang dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Temuan penelitian menunjukkan adanya lonjakan performa akademis dan aktivitas operasional kelas secara konsisten. Pada siklus I, raihan nilai rata-rata kelas mencapai 76,89 dengan persentase ketuntasan klasikal sebesar 54 persen. Capaian ini meningkat tajam pada siklus II dengan perolehan nilai rata-rata sebesar 86,08 serta tingkat ketuntasan belajar yang sukses menyentuh angka 89 persen. Simpulan utama menegaskan bahwa sintaks gamifikasi berbasis deep learning terbukti efektif sebagai media instruksional interaktif yang mampu mendongkrak ketuntasan kompetensi kognitif dan menstimulasi partisipasi aktif siswa secara menyenangkan.  
KEPEMIMPINAN MULTIKULTURAL KEPALA SEKOLAH DALAM MENUMBUHKAN KARAKTER TOLERANSI SISWA Puji Rinawati; Yulius Mataputun; Diki Kurniawan; Kusdianto Kusdianto; Ida M. Hutabarat; Urip Wahyudin
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v6i2.11746

Abstract

This study aims to analyze the principal's multicultural leadership in fostering student tolerance character through eight strategic dimensions: developing democratic attitudes, diversity paradigms, ethnic anti-discrimination, gender sensitivity, social concern, intracurricular integration, supporting/inhibiting factors, and the impacts of such leadership. This research employed a qualitative approach with a case study design at SMPIT Qurrota A’yun Abepura, Jayapura City, Papua Province. Data were collected through in-depth interviews, participatory observation, and documentation from 15 key informants, including school leaders, teachers, students, parents, and community figures. Data validity was ensured through source, technique, and time triangulation. Data analysis followed the interactive model of Miles, Huberman, and Saldaña, consisting of data condensation, data display, and conclusion drawing. The results indicate that the principal successfully built a democratic climate through staff involvement in policy-making and synchronizing Islam Wasathiyah values with Papuan local wisdom. Anti-discrimination strategies and gender sensitivity were realized through fair policies regardless of ethnicity or gender. Social concern was internalized through real experiences such as the "Jumat Berbagi" program and humanitarian actions (ta’awun). The main supporting factors include inspiring leadership and parental synergy, while obstacles stem from social media influence and limited insights of some educators. The research impact is evident in the creation of a harmonious school climate and the permanent internalization of tolerance character in students. ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis kepemimpinan multikultural kepala sekolah dalam menumbuhkan karakter toleransi siswa melalui delapan dimensi strategis: pembangunan sikap demokratis, paradigma keberagaman, sikap anti-diskriminasi etnis, sensitivitas gender, kepedulian sosial, pengintegrasian dalam intrakurikuler, faktor pendukung/penghambat, serta dampak kepemimpinan tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan rancangan studi kasus di SMPIT Qurrota A’yun Abepura, Kota Jayapura, Provinsi Papua. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi terhadap 15 informan kunci yang meliputi unsur pimpinan sekolah, guru, siswa, orang tua, dan tokoh masyarakat. Validitas data dijamin melalui teknik triangulasi sumber, teknik, dan waktu. Analisis data mengikuti model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña yang terdiri dari kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepala sekolah berhasil membangun iklim demokratis melalui pelibatan staf dalam pengambilan kebijakan dan sinkronisasi nilai Islam Wasathiyah dengan kearifan lokal Papua. Strategi anti-diskriminasi dan sensitivitas gender diwujudkan melalui kebijakan yang adil tanpa memandang suku atau jenis kelamin. Kepedulian sosial diinternalisasi melalui pengalaman nyata seperti program "Jumat Berbagi" dan aksi kemanusiaan (ta’awun). Faktor pendukung utama meliputi kepemimpinan yang inspiratif dan sinergi orang tua, sementara hambatan bersumber dari pengaruh media sosial dan keterbatasan wawasan sebagian pendidik. Dampak penelitian terlihat pada terciptanya iklim sekolah yang harmonis dan internalisasi karakter toleransi yang permanen pada diri siswa.  
STRATEGI KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH DALAM PENGUATAN KEMITRAAN DUNIA USAHA DAN DUNIA INDUSTRI (DU/DI) UNTUK PENINGKATAN MUTU PRAKERIN BERBASIS PEMBELAJARAN BERMAKNA Monika Simon Kendek; Yulius Mataputun; Albaiti Albaiti; Diki Kurniawan; Monika Gultom; Kusdianto Kusdianto
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v6i2.11747

Abstract

The phenomenon of skills mismatch that triggers high rates of educational decline and sociocultural challenges in the Central Papua region is the background of this research. This problem requires innovative managerial intervention from school leaders to optimize the implementation of work practices. The focus of this research is to analyze the leadership strategy of the principal in the partnership between the Business World and the World of Industry (DU/DI) to improve the quality of Industrial Work Practice (Prakerin) based on Meaningful Learning at SMKS Tunas Bangsa Pariwisata Mimika. The steps of this qualitative descriptive research with a case study design were designed through the stages of field exploration, original data collection, and analysis of the interactive model of Miles, Huberman, and Saldana which includes data reduction, data presentation, and drawing conclusions. Primary data sources include in-depth interviews with 12 key informants as well as participatory observation and formal documentation studies. The findings indicate that the principal integrates the Adaptive Contextual Leadership model with the Link and Match policy through the alignment of the tourism curriculum, the use of a physical objective assessment format by industry mentors, and the consistent implementation of organizer advancement. The main conclusion emphasizes that this adaptive-contextual leadership strategy that focuses on strengthening intellectual, emotional, and spiritual character has proven to be very effective in transforming the quality of Prakerin, boosting knowledge retention, and building a sustainable reputation and trust in the industry. ABSTRAK Fenomena skills mismatch yang memicu tingginya angka pengangguran lulusan vokasi serta tantangan sosiokultural di wilayah Papua Tengah melatarbelakangi penelitian ini. Masalah tersebut menuntut adanya intervensi manajerial yang inovatif dari figur pimpinan sekolah guna mengoptimalkan pelaksanaan praktik kerja. Fokus penelitian ini adalah menganalisis strategi kepemimpinan kepala sekolah dalam penguatan kemitraan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DU/DI) untuk meningkatkan mutu Praktik Kerja Industri (Prakerin) berbasis Pembelajaran Bermakna di SMKS Tunas Bangsa Pariwisata Mimika. Langkah-langkah penelitian deskriptif kualitatif dengan desain studi kasus ini dirancang melalui tahapan eksplorasi lapangan, pengumpulan data orisinal, serta analisis interaktif model Miles, Huberman, dan Saldana yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Sumber data primer melibatkan wawancara mendalam terhadap 12 informan kunci beserta observasi partisipatif dan studi dokumentasi formal. Hasil temuan menunjukkan bahwa kepala sekolah mengintegrasikan model Adaptive Contextual Leadership dengan kebijakan Link and Match melalui penyelarasan kurikulum pariwisata, pemanfaatan format penilaian fisik objektif oleh mentor industri, serta penerapan advance organizer secara konsisten. Simpulan utama menegaskan bahwa strategi kepemimpinan adaptif-kontekstual yang berfokus pada penguatan karakter intelektual, emosional, dan spiritual ini terbukti sangat efektif mentransformasi mutu Prakerin, mendongkrak retensi pengetahuan, serta membangun reputasi dan kepercayaan industri berkelanjutan.    
DIGITALISASI KOPERASI PEDESAAN SEBAGAI PENDORONG EKONOMI INKLUSIF: ANALISIS KESENJANGAN IMPLEMENTASI KEBIJAKAN DIGITAL ANTARA WILAYAH PERKOTAAN DAN PEDESAAN Bondan Wicaksono; Hwihanu Hwihanus
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v6i2.11748

Abstract

Digitalisasi koperasi menjadi salah satu strategi transformasi ekonomi menuju Indonesia Emas 2045 sebagaimana diamanatkan dalam Peraturan Presiden Nomor 8 Tahun 2023 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2020–2024 dan Roadmap Digitalisasi Koperasi 2021–2024. Namun, penerapan kebijakan ini mengatasi gangguan spasial yang signifikan antara wilayah perkotaan dan pedesaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan tinjauan literatur sistematik untuk menganalisis 28 artikel terindeks Scopus dan dokumen kebijakan resmi periode 2020–2025. Temuan menunjukkan bahwa penetrasi digitalisasi koperasi ditampilkan di wilayah Jawa dengan capaian jauh lebih tinggi dibandingkan wilayah Indonesia Timur; Tiga hambatan utama menghambat transformasi di kekacauan: kesenjangan infrastruktur digital antarwilayah, rendahnya literasi teknologi pada kelompok usia lanjut, dan ketidaksesuaian desain platform dengan praktik ekonomi lokal berbasis gotong royong. Model tata kelola kolaboratif yang melibatkan pemerintah desa, koperasi, dan penyedia teknologi lokal terbukti meningkatkan adopsi teknologi sebagaimana terdokumentasi dalam studi kualitatif terkini. Penelitian merekomendasikan integrasi kebijakan digitalisasi koperasi dengan program Penguatan Desa melalui pendampingan berbasis komunitas dan platform pengembangan yang mempertimbangkan konteks sosial budaya lokal. ABSTRACT Digitalisasi koperasi menjadi salah satu strategi transformasi ekonomi menuju Indonesia Emas 2045 sebagaimana diamanatkan dalam Peraturan Presiden Nomor 8 Tahun 2023 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2020–2024 dan Roadmap Digitalisasi Koperasi 2021–2024. Namun, implementasi kebijakan ini menghadapi kesenjangan spasial yang signifikan antara wilayah perkotaan dan pedesaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan systematic literature review untuk menganalisis 28 artikel terindeks Scopus dan dokumen kebijakan resmi periode 2020–2025. Temuan menunjukkan bahwa penetrasi digitalisasi koperasi terkonsentrasi di wilayah Jawa dengan capaian jauh lebih tinggi dibandingkan wilayah Indonesia Timur; tiga bottleneck utama menghambat transformasi di pedesaan: kesenjangan infrastruktur digital antarwilayah, rendahnya literasi teknologi pada kelompok usia lanjut, dan ketidaksesuaian desain platform dengan praktik ekonomi lokal berbasis gotong royong. Model tata kelola kolaboratif yang melibatkan pemerintah desa, koperasi, dan penyedia teknologi lokal terbukti meningkatkan keberlanjutan adopsi teknologi sebagaimana terdokumentasi dalam studi kualitatif terkini. Penelitian merekomendasikan integrasi kebijakan digitalisasi koperasi dengan program Penguatan Desa melalui pendampingan berbasis komunitas dan pengembangan platform yang mempertimbangkan konteks sosial budaya lokal.  
OPTIMALISASI PEMANFAATAN APLIKASI PICTURETHIS DALAM PEMBELAJARAN GEOGRAFI BERBASIS LINGKUNGAN DI SMA Muh. Danil Gupran; Amal Arfan; Uca Sideng; Abdul Malik; Hasriyanti Hasriyanti
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v6i2.11749

Abstract

This study examines the use of the PictureThis application in environment-based geography learning, including its supporting factors, challenges, and optimization strategies. A qualitative case study approach was employed at SMAN 6 Pinrang. Data were collected through observation, interviews, and documentation, and analyzed using the Miles and Huberman interactive model. The findings reveal that the application shifts learning from passive to active engagement, allowing students to directly explore their environment. Supporting factors include vegetation diversity, students’ interest in technology, and supportive school policies. Meanwhile, challenges involve unstable internet access, varying levels of digital literacy, and differences in device quality. Teachers addressed these issues through simplified activities, technical guidance, and enhanced conceptual discussions. The study concludes that integrating digital tools with environmental learning improves educational quality, although it requires adequate infrastructure and adaptive teaching strategies. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan mengkaji bagaimana aplikasi PictureThis dimanfaatkan dalam pembelajaran geografi berbasis lingkungan, sekaligus mengidentifikasi faktor pendukung, hambatan, dan strategi optimalisasi implementasinya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus di SMAN 6 Pinrang. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan aplikasi PictureThis mampu mengubah pola pembelajaran menjadi lebih aktif dan kontekstual. Siswa tidak lagi sekadar menerima informasi, tetapi terlibat langsung dalam eksplorasi lingkungan. Faktor pendukung utama meliputi keberagaman vegetasi, tingginya minat siswa terhadap teknologi, serta adanya dukungan kebijakan sekolah. Sementara itu, hambatan yang muncul mencakup keterbatasan jaringan internet, variasi kemampuan literasi digital, serta perbedaan kualitas perangkat siswa. Strategi yang dilakukan guru meliputi penyederhanaan aktivitas, pendampingan teknis, serta penguatan diskusi konseptual. Penelitian ini menegaskan bahwa integrasi teknologi dan lingkungan dapat meningkatkan kualitas pembelajaran geografi, namun memerlukan dukungan infrastruktur serta strategi pedagogis yang adaptif.    
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN APLIKASI KERAGAMAN BUDAYA PULAU JAWA (KEBUJA) MAPEL PENDIDIKAN PANCASILA KELAS V SD Hana Nur Khasanah; Wawan Priyanto; Ferina Agustini
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v6i2.11750

Abstract

This study aims to develop an app-based learning medium called KEBUJA, designed to enhance elementary school students’ engagement and understanding in Pancasila Education, particularly regarding the cultural diversity of Java. The background of this study is the limited availability of interactive learning media and the low level of student engagement in the learning process. Additionally, technological advancements and the widespread use of smartphones have exposed students to foreign cultures, leading to a lack of familiarity with their own local culture. The method used is research and development (R&D) employing the ADDIE model, which includes the analysis, design, development, implementation, and evaluation stages. The research subjects consisted of 1 teacher and 25 fifth-grade students at SD N Bawang 02. The research instruments included a subject matter expert validation sheet, a media expert validation sheet, and teacher and student response questionnaires. Data analysis techniques used percentages to determine the media’s validity and practicality. The results of the study indicate that the KEBUJA application features interactive elements such as visual materials, quizzes, and activities that encourage student participation. Validity testing revealed that the media falls into the “highly suitable” category, with a score of 97% from the media expert and 96% from the content expert. Additionally, the results of the practicality test showed a teacher response rate of 95% and a student response rate of 98.2%, which falls into the “highly practical” category. The use of ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran berbasis aplikasi bernama KEBUJA yang dirancang untuk meningkatkan keaktifan dan pemahaman siswa sekolah dasar dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila, khususnya pada materi keragaman budaya Pulau Jawa. Latar belakang penelitian ini adalah keterbatasan media pembelajaran yang interaktif serta rendahnya keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran. Selain itu, perkembangan teknologi dan penggunaan smartphone menyebabkan siswa lebih terpapar budaya asing sehingga kurang mengenal budaya daerahnya sendiri. Metode yang digunakan adalah penelitian dan pengembangan (Research and Development/R&D) dengan model ADDIE yang meliputi tahap analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Subjek penelitian terdiri dari 1 orang guru dan 25 siswa kelas V SD N Bawang 02. Instrumen penelitian meliputi lembar validasi ahli materi, lembar validasi ahli media, serta angket respon guru dan siswa. Teknik analisis data menggunakan persentase untuk menentukan tingkat kevalidan dan kepraktisan media. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi KEBUJA memiliki fitur interaktif berupa materi visual, kuis, dan aktivitas yang mendorong partisipasi siswa. Uji validitas menunjukkan bahwa media berada pada kategori sangat layak dengan skor 97% dari ahli media dan 96% dari ahli materi. Selain itu, hasil uji kepraktisan menunjukkan respon guru sebesar 95% dan respon siswa sebesar 98,2%, yang termasuk kategori sangat praktis. Penggunaan aplikasi Kebuja juga menunjukkan peningkatan keaktifan dan pemahaman siswa selama pembelajaran.    
ANALISIS BUTIR SOAL IPS PADA MATERI PERUBAHAN SOSIAL DI SMP Nilam Syaharani; Imay Mardiah; Silma Aisya Putri; Pelita Sukma; Sakilah Sakilah
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v6i2.11751

Abstract

Quality learning evaluation is largely determined by the quality of the test instruments used, but in practice, many test ítems have not been systematically analized, resulting in suboptimal accuarcy in measuring student learning outcomes. This study to analyze the quality of test ítems in Social Sciences (IPS) on Social Change, focusing on validity, reliability, difficulty index, and discriminatory power. The study used a descriptive qualitative opproach with 30 students of SMP Negeri 3 Pinggir using a total sampling technique, data were collected through documentation in the form of test questions, answer keys, and student answer sheets. Then, they were analyzid using product momento correlation to test validity and Cronbach’s Alpha for reliability, as well as calculation of difficulty index and discriminatory power. The results showed that validity was in the moderate category (0.39), reliability was low (0.47), difficulty index was in the easy category (0.74), and discriminatory power was in the good category. These findings indicate that the test ítems are suitable for use as evaluation instrument, but still require improvment, especially, to be able to measure student abilites more accurately and consintently. ABSTRAK Evaluasi pembelajaran yang berkualitas sangat ditentukan oleh mutu instrumen tes yang digunakan, namun pada praktiknya masih banyak butir soal yang belum dianalisis secara sistematis sehingga akurasi pengukuran hasil belajar siswa kurang optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kualitas butir soal pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) pada materi Perubahan Sosial dengan fokus pada validitas, reliabilitas, indeks kesukaran, dan daya pembeda. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriftif dengan subjek seluruh siswa SMP Negeri 3 pinggir sebanyak 30 orang melalui teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui dokumentasi berupa soal tes, kunci jawaban, dan lembar jawaban siswa, kemudian dianalisis menggunakan korelasi product moment untuk menguji validitas dan Cronbach’s Alpha untuk reliabilitas, serta perhitungan indeks kesukaran dan daya pembeda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa validitas berada pada kategori sedang (0,39), reliabilitas tergolong rendah (0,47), indeks kesukaran termasuk katogori mudah (0,74), dan daya pembeda menunjukkan kategori baik. Temuan ini mengindikasikan bahwa butir soal sudah layak digunakan sebagai instrumen evaluasi, namun masih memerlukan perbaikan terutama pada aspek validitas dan reliabilitas agar mampu mengukur kemampuan siswa secara lebih akurat dan konsisten.  
IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS V SD KRISTEN KAIWATU PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN PANCASILA Marta Sorey; Leonid Ritiauw; Franshiene Rumtutuly
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v6i2.11837

Abstract

This study was motivated by low student learning outcomes in Pancasila Education at Grade IV SD Kristen Kaiwatu, reflected by a classical completeness rate of only 31% and a mean score of 67 during the pre-action phase. These conditions stemmed from the dominance of teacher-centered conventional instruction, which hindered active student engagement and critical thinking. This study aimed to describe the implementation process of the Problem Based Learning (PBL) model and to examine its effectiveness in improving student learning outcomes. Classroom Action Research (CAR) was employed across two cycles involving 13 fourth-grade students. Data were collected through observation, learning outcome tests, and documentation, then analyzed using both qualitative and quantitative approaches. The results of this study demonstrated a progressive and consistent improvement across cycles. In Cycle I, the class mean increased to 70 with a 46% classical completeness rate. In Cycle II, all 13 students (100%) achieved completeness, with the class mean rising to 77. Improvements occurred holistically across cognitive, psychomotor, and affective domains. Cumulatively, the mean score increased by 10 points and classical completeness rose by 69 percentage points. It is concluded that the PBL model effectively enhances student learning outcomes in Pancasila Education at the elementary school level. ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya hasil belajar siswa kelas IV SD Kristen Kaiwatu pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila, yang tercermin dari ketuntasan klasikal hanya 31% dengan nilai rata-rata kelas 67 pada tahap pra-tindakan. Kondisi tersebut disebabkan oleh dominasi metode pembelajaran konvensional yang berpusat pada guru, sehingga menghambat keterlibatan aktif dan kemampuan berpikir kritis siswa secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses implementasi model Problem Based Learning (PBL) sekaligus menguji efektivitasnya dalam meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila. Metode yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang terdiri dari dua siklus dengan subjek penelitian 13 siswa kelas IV. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, tes hasil belajar, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan yang progresif dan konsisten di setiap siklus. Pada siklus I, nilai rata-rata kelas meningkat menjadi 70 dengan ketuntasan klasikal 46% (6 siswa). Pada siklus II, seluruh 13 siswa (100%) berhasil mencapai ketuntasan dengan nilai rata-rata 77. Peningkatan terjadi secara holistik pada domain kognitif, psikomotor, dan afektif. Secara kumulatif, rata-rata nilai meningkat 10 poin dan ketuntasan klasikal melonjak sebesar 69 poin persentase. Disimpulkan bahwa model PBL terbukti efektif meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila di sekolah dasar.    
LITERASI DIGITAL EKONOMI DALAM PEMBELAJARAN EKONOMI: ANALISIS TREN, PELUANG, DAN TANTANGAN MELALUI SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW Khadijah Khadijah; T.M. Jamil
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v6i2.11879

Abstract

ABSTRACT The rapid development of digital transformation has increased the importance of digital economic literacy in economics education as an effort to equip students with the ability to understand digitally mediated economic activities. However, studies on digital economic literacy in the context of economics education remain diverse and have not yet been comprehensively integrated. This study aims to analyze the trends, opportunities, and challenges of digital economic literacy research in economics education through a Systematic Literature Review (SLR) approach. The data were obtained from the Scopus database covering the period 2015–2025 using the PRISMA guidelines. The findings indicate that research on digital economic literacy has significantly increased during the 2022–2025 period, with major themes including digital financial literacy, technology-based learning, artificial intelligence, digital transactions, and students’ digital competencies. Furthermore, the study reveals that digital economic literacy has considerable potential to support technology-based economics learning and strengthen 21st-century competencies. Nevertheless, several major challenges remain, including the digital divide, low levels of digital literacy preparedness, and the limited integration of character education and Islamic values in the use of digital technology. This study is expected to provide a foundation for developing Islamic values-based digital economic literacy learning models in social studies economics education in the era of digital transformation. ABSTRAK Perkembangan transformasi digital telah mendorong pentingnya literasi digital ekonomi dalam pembelajaran ekonomi sebagai upaya membentuk kemampuan peserta didik dalam memahami aktivitas ekonomi berbasis digital. Namun, kajian mengenai literasi digital ekonomi dalam konteks pembelajaran ekonomi masih menunjukkan fokus penelitian yang beragam dan belum terintegrasi secara komprehensif. Penelitian ini bertujuan menganalisis tren, peluang, dan tantangan penelitian literasi digital ekonomi dalam pembelajaran ekonomi melalui pendekatan Systematic Literature Review (SLR). Data penelitian diperoleh dari database Scopus pada periode 2015–2025 menggunakan pedoman PRISMA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tren penelitian literasi digital ekonomi mengalami peningkatan signifikan pada periode 2022–2025 dengan fokus kajian meliputi literasi keuangan digital, penggunaan teknologi pembelajaran, kecerdasan buatan, transaksi digital, dan kompetensi digital peserta didik. Selain itu, penelitian juga menunjukkan bahwa literasi digital ekonomi memiliki peluang besar dalam mendukung pembelajaran ekonomi berbasis teknologi dan penguatan kompetensi abad ke-21. Namun demikian, tantangan utama yang masih dihadapi meliputi kesenjangan akses teknologi (digital divide), rendahnya kesiapan literasi digital, serta belum optimalnya integrasi nilai karakter dan nilai keislaman dalam penggunaan teknologi digital. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar pengembangan model pembelajaran literasi digital ekonomi berbasis nilai keislaman pada pembelajaran IPS bidang ekonomi di era transformasi digital.