cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalp4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
jurnalp4i@gmail.com
Editorial Address
Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I) Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, NTB
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS
ISSN : 27979431     EISSN : 27978842     DOI : https://doi.org/10.51878/social.v1i2.447
Core Subject : Education,
Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan pendidikan IPS.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 574 Documents
PENGARUH KREATIVITAS MENGAJAR GURU TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA IPS TERPADU Afrina; Roy Hasiru; Cristian Polamolo; Meyko Panigoro; Sudirman
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v6i2.11285

Abstract

This study was motivated by the low learning outcomes of students in integrated social studies subjects in Junior High School Satap Negeri 1 Moutong which is indicated by the presence of students who have not reached the minimum completeness criteria (KKM). The problem is thought to be influenced by the lack of optimal creativity of teachers in managing the learning process, such as the use of methods and learning media that are still monotonous and less varied. This study aims to determine the effect of teacher teaching creativity on student learning outcomes in integrated social studies subjects in SMP Satap Negeri 1 Moutong. This study uses a quantitative approach with ex post facto design and correlational methods. The study population was 59 students of Class VII, VIII, and IX, with sampling techniques using saturated sampling so that the entire population was sampled. Data collection technique is done through observation, questionnaire, and documentation. Data analysis using simple linear regression preceded by validity, reliability, and normality tests. The results showed that teachers ' teaching creativity has a positive and significant effect on student learning outcomes. The higher the creativity of teachers in using methods, media, and learning strategies, the higher the learning outcomes of students in integrated social studies subjects. Thus, teachers ' teaching creativity becomes one of the important factors in improving the quality of learning and the achievement of student learning outcomes. ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPS Terpadu di SMP Satap Negeri 1 Moutong yang ditunjukkan dengan masih adanya siswa yang belum mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM). Permasalahan tersebut diduga dipengaruhi oleh kurang optimalnya kreativitas guru dalam mengelola proses pembelajaran, seperti penggunaan metode dan media pembelajaran yang masih monoton dan kurang variatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kreativitas mengajar guru terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPS Terpadu di SMP Satap Negeri 1 Moutong. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain ex post facto dan metode korelasional. Populasi penelitian berjumlah 59 siswa kelas VII, VIII, dan IX, dengan teknik pengambilan sampel menggunakan sampling jenuh sehingga seluruh populasi dijadikan sampel penelitian. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, angket, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan regresi linear sederhana yang didahului dengan uji validitas, reliabilitas, dan uji normalitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kreativitas mengajar guru berpengaruh positif dan signifikan terhadap hasil belajar siswa. Semakin tinggi kreativitas guru dalam menggunakan metode, media, dan strategi pembelajaran, maka semakin meningkat pula hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPS Terpadu. Dengan demikian, kreativitas mengajar guru menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan kualitas pembelajaran dan pencapaian hasil belajar siswa.
PENGARUH MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS GAME EDUKASI GIMKIT TERHADAP MINAT BELAJAR SISWA DALAM MATA PELAJARAN EKONOMI Kharisma Aulia Maharani; Putri Ulfa Kamalia
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v6i2.11338

Abstract

The low interest of students in learning economics due to the use of monotonous and one-way Power Point Text media is the background of this research. The main focus of the research is to test the effect of Gimkit educational game-based learning media on students' interest in learning. This research uses a quantitative approach with a quasi-experimental method in the form of a non-equivalent control group design. The sample was selected through a purposive sampling technique that designated class X-A as the experimental group and class X-C as the control group at SMAN 10 Surabaya. Important research stages include administering a pretest, implementing treatment using the Virtual Economy feature on the material of Market Price Formation, completing a posttest questionnaire, and class observation. Quantitative findings from the Independent Samples t-test showed a significance value of 0.000 <0.05, which proves a significant difference in average learning interest between groups. The experimental class experienced an increase in the average posttest score of 11.06 (from 48.27 to 59.33), much higher than the control class which only increased by 1.06. Furthermore, the experimental group's N-Gain test reached 33.36% (medium category) compared to the control group's 2.90% (low category). The main conclusion of the study confirms that the use of Gimkit significantly increased students' interest in learning economics. The synergy of virtual economics features proved effective in transforming students' passive roles into active ones, in line with constructivist theory. ABSTRAK Rendahnya minat belajar siswa pada mata pelajaran ekonomi akibat penggunaan media Power Point Teks yang monoton dan searah melatarbelakangi penelitian ini. Fokus utama riset adalah menguji pengaruh media pembelajaran berbasis game edukasi Gimkit terhadap minat belajar siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode kuasi eksperimen berbentuk non-equivalent control group design. Sampel dipilih melalui teknik purposive sampling yang menetapkan kelas X-A sebagai kelompok eksperimen dan kelas X-C sebagai kelompok kontrol di SMAN 10 Surabaya. Tahapan penelitian penting meliputi pemberian pretest, pelaksanaan perlakuan dengan memanfaatkan fitur Virtual Economy pada materi Terbentuknya Harga Pasar, pengisian kuesioner posttest, serta observasi kelas. Temuan kuantitatif hasil uji Independent Samples t-test menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,000 < 0,05, yang membuktikan adanya perbedaan rata-rata minat belajar yang nyata antar kelompok. Kelas eksperimen mengalami peningkatan skor rata-rata posttest sebesar 11,06 (dari 48,27 menjadi 59,33), jauh lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol yang hanya naik 1,06. Selain itu, uji N-Gain kelompok eksperimen mencapai 33,36% (kategori sedang) dibandingkan kelas kontrol sebesar 2,90%(kategori rendah). Simpulan utama penelitian menegaskan bahwa penggunaan Gimkit berpengaruh signifikan dalam meningkatkan minat belajar ekonomi siswa. Sinergi fitur ekonomi virtual terbukti efektif mengubah peran pasif siswa menjadi aktif sesuai teori konstruktivisme.  
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR IPS AUTENTIK: STUDI VALIDASI LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK BERBASIS LAPANGAN DI LINGKUNGAN RUSTIC MARKET PACET Muhammad Sendi Pegriyanto; Ahmad Fian Saputra; Riska Agnes Ristanti; Khanifa Maria Qurrota A’yun; Alina Dewi Churun Aini; Nayalla Nanda Anwari; Muhammad Ilyas Marzuqi
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v6i2.11339

Abstract

The conventional LKPD structure that lacks contextual exploration is the background to this research to answer the demands of the Independent Curriculum Phase D. This research focuses on the development of authentic teaching materials in the form of field-based Electronic Student Worksheets (E-LKPD) by highlighting the local economic potential in the Rustic Market Pacet area. The method used is Research-Based Instructional Design (RBID) which is adjusted through the stages of curriculum analysis, prototype design, flipbook-based digital development, and quantitative descriptive evaluation using the Aiken's V index. The research findings show that this 19-page self-guided product obtained an Aiken's V index score of 0.90 from material experts and 0.92 from media experts, thus entering the "Very Good" category. The practicality test by social studies teachers resulted in an average score of 0.89, proving this media is very practical in facilitating the delivery of real phenomena interactively via mobile phones or laptops without geographical barriers. The integration of learning video features and QR Code-based visual mapping has proven effective in facilitating the seven components of Contextual Teaching and Learning (CTL). The main conclusion confirms that this Contextual Geography E-LKPD is very suitable for use as an innovative instrument to improve students' critical thinking skills in understanding the Environmental Economic Potential material through meaningful independent learning experiences. ABSTRAK Struktur LKPD konvensional yang minim eksplorasi kontekstual melatarbelakangi dilakukannya riset ini guna menjawab tuntutan Kurikulum Merdeka Fase D. Penelitian ini berfokus pada pengembangan bahan ajar autentik berupa Elektronik Lembar Kerja Peserta Didik (E-LKPD) berbasis lapangan dengan mengangkat potensi ekonomi lokal di kawasan Rustic Market Pacet. Metode yang digunakan adalah Research-Based Instructional Design (RBID) yang disesuaikan melalui tahapan analisis kurikulum, perancangan prototipe, pengembangan digital berbasis flipbook, serta evaluasi deskriptif kuantitatif menggunakan indeks Aiken’s V. Temuan penelitian menunjukkan bahwa produk bimbingan mandiri setebal 19 halaman ini memperoleh nilai indeks Aiken’s V sebesar 0,90 dari pakar materi dan 0,92 dari pakar media, sehingga masuk kategori "Sangat Baik". Uji kepraktisan oleh guru IPS menghasilkan nilai rata-rata 0,89, membuktikan media ini sangat praktis mempermudah penyampaian fenomena riil secara interaktif lewat ponsel maupun laptop tanpa hambatan geografis. Integrasi fitur video pembelajaran dan pemetaan visual berbasis QR Code terbukti efektif memfasilitasi tujuh komponen Contextual Teaching and Learning (CTL). Simpulan utama menegaskan bahwa E-LKPD Geografi Kontekstual ini sangat layak digunakan sebagai instrumen inovatif untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa dalam memahami materi Potensi Ekonomi Lingkungan melalui pengalaman belajar mandiri yang bermakna.    
PENGARUH PEMBELAJARAN KOOPERATIF BERBASIS DEMOKRASI DELIBERATIF TERHADAP KEMAMPUAN BERPARTISIPASI DALAM PEMBELAJARAN SEJARAH SMKN 1 SURABAYA Layinatul Latifah; Agus Suprijono
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v6i2.11371

Abstract

This study aims to analyze the effect of deliberative democracy-based cooperative learning on students’ participation skills in history learning among eleventh-grade students at SMKN 1 Surabaya. The study was motivated by the low level of student participation in the learning process, particularly during classroom discussions, which tended to be dominated by only a small number of students while others remained passive. This research employed a quantitative approach using an ex post facto design. The respondents consisted of 72 students from Class XI Computer and Network Engineering (TKJ) 1 and XI TKJ 2 at SMKN 1 Surabaya. Data were collected through questionnaires and classroom observations. The findings indicate that deliberative democracy-based cooperative learning has a positive and significant effect on students’ participation skills. This is evidenced by a correlation coefficient of 0.781 with a significance value of 0.000 and a coefficient of determination of 0.610. Deliberative democracy-based cooperative learning contributes 61% to students’ participation skills, while the remaining 39% is influenced by other factors beyond the scope of this study. Furthermore, the implementation of deliberative democracy-based cooperative learning tends to foster a more dialogic, interactive, and participatory learning environment, although its implementation in the classroom has not yet been fully optimized. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pembelajaran kooperatif berbasis demokrasi deliberatif terhadap kemampuan berpartisipasi peserta didik dalam pembelajaran sejarah di kelas XI SMKN 1 Surabaya. Penelitian dilatarbelakangi oleh rendahnya partisipasi peserta didik dalam proses pembelajaran, khususnya pada kegiatan diskusi kelas yang masih didominasi oleh sebagian kecil peserta didik, sementara peserta didik lainnya cenderung pasif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian ex post facto. Responden penelitian berjumlah 72 peserta didik kelas XI Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ) 1 dan XI TKJ 2 SMKN 1 Surabaya. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui angket dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran kooperatif berbasis demokrasi deliberatif memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kemampuan berpartisipasi peserta didik. Hal tersebut ditunjukkan oleh nilai koefisien korelasi sebesar 0,781 dengan signifikansi 0,000 serta nilai koefisien determinasi sebesar 0,610. Pembelajaran kooperatif berbasis demokrasi deliberatif memberikan kontribusi sebesar 61% terhadap kemampuan berpartisipasi peserta didik, sedangkan sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian. Pembelajaran kooperatif berbasis demokrasi deliberatif menunjukkan kecenderungan dalam mendorong suasana belajar yang lebih dialogis, interaktif, dan partisipatif meskipun implementasinya di kelas belum berlangsung secara optimal.
PENINGKATAN HASIL BELAJAR PENDIDIKAN PANCASILA MELALUI MODEL STAD DI SEKOLAH DASAR Novandra Netanya; Taufik Hidayat; Iksam Iksam; Tri Wahyuningsih; Muhlis Muhlis
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v6i2.10933

Abstract

The low level of active involvement and academic achievement of elementary school students in national education material due to the dominance of conventional learning patterns is the background of this research. This problem triggers students' failure to internalize the value of togetherness in a heterogeneous classroom. The focus of this research is to describe the implementation of the Student Teams Achievement Division (STAD) Cooperative Learning model in improving learning outcomes in Pancasila Education on the material of respecting the diversity of ethnicities and cultures of the nation. The steps of this Classroom Action Research (CLR) are carried out in two systematic cycles referring to the Kemmis and McTaggart model, including the stages of planning, action implementation, observation, and operational reflection. The research subjects include 28 students of grade IV A at SDN 019 Sungai Kunjang Samarinda with data collection via observation, tests, and documentation. Empirical quantitative data shows a surge in students' classical mastery from pre-cycle conditions of 46% (average 67.14), skyrocketing to 64.3% (average 72.68) in cycle I, and reaching a peak of optimal success of 79% (average 85.71) at the end of cycle II. The main conclusion confirms that the STAD model has proven to be very effective in boosting cognitive achievement while triggering an escalation of students' collaborative activity. Educators are recommended to adopt this group reward scheme as an alternative to improve the quality of basic instruction. ABSTRAK Rendahnya keterlibatan aktif serta capaian akademik siswa sekolah dasar pada materi kebangsaan akibat dominasi pola pembelajaran konvensional melatarbelakangi penelitian ini. Masalah tersebut memicu kegagalan siswa dalam menginternalisasi nilai kebersamaan di ruang kelas yang heterogen. Fokus penelitian ini adalah mendeskripsikan implementasi model Cooperative Learning tipe Student Teams Achievement Division (STAD) dalam meningkatkan hasil belajar Pendidikan Pancasila pada materi menghargai keragaman suku dan budaya bangsa. Langkah-langkah penelitian tindakan kelas (Classroom Action Research) ini dijalankan dalam dua siklus sistematis merujuk model Kemmis dan McTaggart, meliputi tahapan perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi operasional. Subjek riset mencakup 28 peserta didik kelas IV A di SDN 019 Sungai Kunjang Samarinda dengan pengumpulan data via observasi, tes, dan dokumentasi. Data kuantitatif secara empiris menunjukkan lonjakan ketuntasan klasikal siswa dari kondisi pra-siklus sebesar 46% (rata-rata 67,14), meroket menjadi 64,3% (rata-rata 72,68) pada siklus I, dan mencapai puncak keberhasilan optimal senilai 79% (rata-rata 85,71) di akhir siklus II. Simpulan utama menegaskan bahwa model STAD terbukti sangat efektif mendongkrak pencapaian kognitif sekaligus memicu eskalasi keaktifan kolaboratif siswa. Pendidik direkomendasikan mengadopsi skema penghargaan kelompok ini sebagai alternatif perbaikan mutu instruksional dasariah.  
EVALUASI PEMBELAJARAN SEJARAH DI SMA NEGERI SE-SURABAYA BERDASARKAN STANDAR KURIKULUM MERDEKA PASCAMASA PANDEMI COVID-19 Muhammad Fikri; Sri Mastuti Purwaningsih
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v6i2.11165

Abstract

ABSTRACT This qualitative evaluative study investigates the implementation of history learning assessments across state senior high schools in Surabaya during the 2022/2023 to 2024/2025 academic years, which faced initial constraints due to the COVID-19 pandemic. Using the CIPP evaluation model, integrated with frameworks for differentiated learning and Technological Pedagogical Content Knowledge (TPACK), this research evaluates the alignment of these assessments with the Merdeka Curriculum standards. Data were gathered through document reviews and interviews with history teachers and students at State Senior High Schools 7, 8, 11, 15, and 20 in Surabaya. The findings reveal an overall compliance rate of 87%, indicating that the assessments have not yet fully met curriculum expectations. Specifically, while the evaluation structure aligned with the CIPP model, differentiated learning strategies were only partially executed, and technology adoption remained limited to a complementary role rather than being fully integrated into the assessment process. Consequently, the study concludes that fostering a robust culture of reflection among all educational stakeholders is essential for bridging these gaps, improving evaluation practices, and achieving full alignment with the mandated curriculum standards. ABSTRAK Penelitian evaluatif kualitatif ini mengkaji implementasi asesmen pembelajaran sejarah di Sekolah Menengah Atas (SMA) negeri di seluruh Surabaya selama tahun ajaran 2022/2023 hingga 2024/2025, yang sempat menghadapi kendala awal akibat pandemi COVID-19. Dengan menggunakan model evaluasi CIPP yang diintegrasikan dengan kerangka pembelajaran berdiferensiasi dan Technological Pedagogical Content Knowledge (TPACK), penelitian ini mengevaluasi keselarasan asesmen tersebut dengan standar Kurikulum Merdeka. Data penelitian diperoleh melalui kajian dokumen serta wawancara dengan guru sejarah dan siswa di SMA Negeri 7, 8, 11, 15, dan 20 Surabaya. Hasil penelitian menunjukkan tingkat kesesuaian keseluruhan sebesar 87%, yang mengindikasikan bahwa pelaksanaan asesmen belum sepenuhnya memenuhi ekspektasi kurikulum. Secara spesifik, meskipun struktur evaluasi telah selaras dengan model CIPP, strategi pembelajaran berdiferensiasi baru diterapkan sebagian, dan pemanfaatan teknologi masih terbatas sebagai elemen pelengkap alih-alih terintegrasi secara penuh dalam proses asesmen. Oleh karena itu, penelitian ini menyimpulkan bahwa penumbuhan budaya refleksi yang kuat di antara seluruh pemangku kepentingan pendidikan sangat esensial untuk menjembatani kesenjangan tersebut, meningkatkan praktik evaluasi, serta mencapai keselarasan penuh dengan standar kurikulum yang diamanatkan.
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS ANDROID UNTUK MENINGKATKAN LITERASI BELAJAR SISWA PADA PELAJARAN EKONOMI KELAS XI MAN BANGKALAN Richa Ayu Maulida; Ika Lis Mariatun
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v6i2.11185

Abstract

ABSTRACT This study aims to develop and evaluate the feasibility of an Android based learning media called Economic Learning Android (ELA) for Grade XI Economics students at MAN Bangkalan. The development of this learning media was motivated by the need for innovative, interactive, and easily accessible instructional media to improve the effectiveness of economics learning. The study employed a Research and Development (R&D) method using the ADDIE development model, which consists of the analysis, design, development, implementation, and evaluation stages. Data were collected using a Likert scale questionnaire administered to media experts, subject matter experts, field practitioners, and students as respondents. The results indicated that the ELA learning media achieved feasibility scores of 84% from media experts, 86% from subject matter experts, and 90% from field practitioners, all of which were categorized as highly feasible. Furthermore, the field trial involving 33 students obtained a score of 84%, which was also classified as highly feasible. These findings demonstrate that Economic Learning Android (ELA) is suitable for use as an economics learning medium. The media supports a more interactive, flexible, and accessible learning process while having the potential to enhance students' learning motivation and improve the overall quality of economics instruction in schools. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan menguji kelayakan media pembelajaran berbasis Android berupa Economic Learning Android (ELA) pada mata pelajaran Ekonomi kelas XI MAN Bangkalan. Pengembangan media ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan akan media pembelajaran yang lebih inovatif, interaktif, dan mudah diakses untuk meningkatkan efektivitas proses pembelajaran ekonomi. Penelitian menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model pengembangan ADDIE yang meliputi tahap analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Data dikumpulkan menggunakan angket skala Likert yang diberikan kepada ahli media, ahli materi, praktisi lapangan, dan siswa sebagai responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media pembelajaran ELA memperoleh tingkat kelayakan sebesar 84% dari ahli media, 86% dari ahli materi, dan 90% dari praktisi lapangan, yang seluruhnya termasuk dalam kategori sangat layak. Selain itu, hasil uji coba kepada 33 siswa memperoleh persentase sebesar 84% dengan kategori sangat layak. Hasil tersebut menunjukkan bahwa media Economic Learning Android (ELA) layak digunakan sebagai media pembelajaran ekonomi. Media ini dapat mendukung proses pembelajaran yang lebih interaktif, fleksibel, dan mudah diakses oleh siswa serta berpotensi meningkatkan motivasi belajar dan kualitas pembelajaran ekonomi di lingkungan sekolah.
HUBUNGAN KREATIVITAS GURU TERHADAP KESULITAN BELAJAR SISWA KELAS VII PADA MATA PELAJARAN IPS DI SMP Salsabila Intan Aristanti; Aisyah Nur Sayidatun Nisa
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v6i2.11423

Abstract

ABSTRACT Social Studies (IPS) learning at the junior high school level continues to face various challenges related to students’ learning difficulties. These difficulties not only affect students’ conceptual understanding but also influence their engagement throughout the learning process. In this context, teacher creativity has become an important aspect to investigate, as it is closely associated with the ability to create learning experiences that are more adaptive to students’ needs. This study was conducted to examine the relationship between teacher creativity and the learning difficulties experienced by seventh-grade students at SMP Negeri 5 Semarang. A quantitative approach with a correlational design was employed involving 72 students selected from a population of 287 through simple random sampling. Data were collected using a questionnaire that had met validity and reliability requirements and were analyzed through normality testing, linearity testing, and the Pearson Product Moment correlation test using IBM SPSS Statistics 27. The analysis yielded a correlation coefficient of 0.598 with a significance value of 0.000 (<0.05), indicating a significant relationship between the two variables. The findings suggest that learning environments supported by teacher creativity tend to be associated with reduced learning barriers among students. Therefore, fostering teacher creativity in instructional practice deserves greater attention as part of broader efforts to improve the quality of Social Studies learning and support student academic success. ABSTRAK Pembelajaran IPS di sekolah menengah pertama masih menghadapi berbagai tantangan yang berkaitan dengan kesulitan belajar siswa. Kondisi tersebut tidak hanya berdampak pada pemahaman konsep, tetapi juga memengaruhi keterlibatan siswa selama proses pembelajaran berlangsung. Dalam konteks ini, kreativitas guru menjadi salah satu aspek yang menarik untuk dikaji karena berhubungan dengan kemampuan menciptakan pengalaman belajar yang lebih adaptif terhadap kebutuhan peserta didik. Kajian ini difokuskan untuk mengidentifikasi hubungan antara kreativitas guru dan kesulitan belajar siswa kelas VII di SMP Negeri 5 Semarang. Penelitian dilaksanakan menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional terhadap 72 siswa yang dipilih dari populasi 287 siswa melalui teknik simple random sampling. Data diperoleh menggunakan angket yang telah memenuhi persyaratan validitas dan reliabilitas, kemudian dianalisis melalui uji normalitas, uji linearitas, serta korelasi Pearson Product Moment menggunakan IBM SPSS Statistics 27. Analisis menghasilkan koefisien korelasi sebesar 0,598 dengan nilai signifikansi 0,000 (<0,05), yang menunjukkan adanya hubungan signifikan antara kedua variabel. Temuan tersebut memperlihatkan bahwa pembelajaran yang didukung kreativitas guru cenderung berkaitan dengan berkurangnya hambatan belajar siswa. Oleh karena itu, pengembangan kreativitas dalam praktik pembelajaran perlu memperoleh perhatian sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas proses belajar IPS di sekolah.
PEMANFAATAN MEDIA GLOBE TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP GARIS LINTANG DAN BUJUR PADA SISWA MENENGAH ATAS Rizkykha Ayu Pradhita; Saptono Putro
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v6i2.11436

Abstract

ABSTRACT Geography is a discipline that fundamentally emphasizes the development of critical and analytical thinking skills among students through the integration of natural sciences, social sciences, and humanities. Through this research, the researcher aims to examine the extent to which globe media contributes to enhancing students' understanding of latitude and longitude concepts among 10th-grade students at SMA Teuku Umar Semarang. A quantitative approach utilizing a quasi-experimental design was selected as the methodology for this study, specifically implementing a non-equivalent control group design. Statistical testing was conducted in sequential stages, beginning with prerequisite tests including normality distribution tests and data homogeneity tests. Once both assumptions were satisfied, the procedure continued with comparative analysis using independent sample t-tests and N-Gain test analysis to measure the degree of improvement in students' conceptual understanding. The results of the data analysis demonstrate that the use of globe media has a significant impact on improving students' understanding of astronomical coordinate concepts. This effectiveness is clearly evidenced by the N-Gain score of the experimental group, which was classified as 'High' (0.79), significantly surpassing the control group, which achieved only a 'Medium' classification (0.65). Based on these findings, it can be concluded that the use of physical globe media has proven to be an effective tool for spatial visualization and understanding, serving a crucial role in helping students comprehend Earth's spatial concepts rather than functioning merely as a conventional visual aid. ABSTRAK Geografi ialah disiplin ilmu yang secara mendasar menekankan dalam menstimulasi kecakapan berpikir kritis sekaligus analitis para peserta didik lewat integrasi ilmu alam, ilmu sosial, hingga humaniora. Melalui penelitian ini, peneliti bermaksud untuk menguji sejauh mana kontribusi media Globe dalam memicu peningkatan pemahaman konsep garis lintang dan garis bujur pada siswa kelas X SMA Teuku Umar Semarang. Pendekatan kuantitatif dengan jenis eksperimen semu (quasi-experimental) dipilih sebagai metode dalam penelitian ini, di mana pelaksanaannya bertumpu pada rancangan non-equivalent control group design. Pengujian statistik dilakukan secara bertahap, diawali dengan pengujian prasyarat yang mencakup uji distribusi normalitas serta uji homogenitas data. Setelah kedua asumsi tersebut terpenuhi, prosedur dilanjutkan dengan melakukan analisis komparatif menggunakan independent sample t-test serta analisis uji N-Gain untuk mengukur tingkat peningkatan pemahaman konsep siswa. Hasil analisis data menunjukkan bahwa pemanfaatan media Globe memberikan pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan pemahaman konsep koordinat astronomis siswa. Keberhasilan ini dibuktikan secara nyata oleh perolehan besaran nilai N-Gain kelompok eksperimen yang diklasifikasikan ke dalam kriteria 'Tinggi' (0,79), jauh melampaui kelas kontrol yang hanya berada pada kategori ‘Sedang’ (0,65). Berdasarkan temuan tersebut, dapat disimpulkan bahwa penggunaan media Globe fisik terbukti efektif bertindak sebagai alat bantu rekonstruksi spasial yang penting bagi siswa dalam memahami ruang bumi, bukan sekadar berfungsi sebagai alat peraga visual biasa.
EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS PROYEK TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH SISWA PADA PELAJARAN GEOGRAFI MATERI ATMOSFER Silvia Mufti Macdalena; Andi Irwan Benardi
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v6i2.11468

Abstract

ABSTRACT Geography learning on atmospheric topics presents particular challenges because the concepts involved are often abstract and require students to analyze various environmental phenomena. In practice, learning processes that are still dominated by conventional instructional methods frequently provide limited opportunities for students to develop problem-solving skills. In response to this condition, this study explored the use of the Project-Based Learning (PjBL) model integrated with an atmospheric pop-up book as a more contextual and participatory learning alternative. The study was conducted with students of classes X E 10 and X E 11 at SMA Negeri 12 Semarang using a quasi-experimental design. The two classes were assigned as the experimental group and the comparison group. Changes in students' abilities were measured through pretest and posttest results and subsequently analyzed using the Independent Sample t-Test and N-Gain calculations with the assistance of SPSS 24.0. The analysis revealed a significant difference in problem-solving ability between the two groups, as indicated by a significance value of 0.000 (p < 0.05). The level of improvement in the class receiving PjBL instruction was also higher, with an average N-Gain score of 0.77 in the high category, whereas the comparison class achieved an average N-Gain score of 0.64 in the moderate category. These findings indicate that the implementation of Project-Based Learning supported by an atmospheric pop-up book makes a positive contribution to strengthening students’ problem-solving skills in Geography learning. ABSTRAK Pembelajaran Geografi pada materi atmosfer menghadirkan tantangan tersendiri karena konsep yang dipelajari bersifat abstrak dan memerlukan kemampuan analisis terhadap berbagai fenomena lingkungan. Dalam praktiknya, proses pembelajaran yang masih didominasi penyampaian materi secara konvensional sering kali belum memberikan ruang yang memadai bagi siswa untuk mengembangkan keterampilan pemecahan masalah. Berangkat dari kondisi tersebut, penelitian ini mengeksplorasi penggunaan model Project-Based Learning (PjBL) yang dipadukan dengan media pop-up book atmosfer sebagai alternatif pembelajaran yang lebih kontekstual dan partisipatif. Kajian dilakukan pada siswa kelas X E 10 dan X E 11 SMA Negeri 12 Semarang melalui rancangan eksperimen semu. Kedua kelas ditempatkan sebagai kelompok perlakuan dan kelompok pembanding. Perubahan kemampuan siswa diamati melalui hasil pretest dan posttest, kemudian dianalisis menggunakan uji Independent Sample t-Test serta perhitungan N-Gain dengan bantuan SPSS 24.0. Analisis menunjukkan adanya perbedaan kemampuan pemecahan masalah yang bermakna antara kedua kelompok, ditunjukkan oleh nilai signifikansi sebesar 0,000 (p < 0,05). Tingkat peningkatan kemampuan siswa pada kelas yang memperoleh pembelajaran PjBL juga lebih tinggi dengan rata-rata N-Gain 0,77 pada kategori tinggi, sedangkan kelas pembanding memperoleh rata-rata N-Gain 0,64 pada kategori sedang. Hasil tersebut mengindikasikan bahwa penerapan PjBL berbantuan pop-up book atmosfer mampu memberikan kontribusi positif terhadap penguatan kemampuan pemecahan masalah dalam pembelajaran Geografi.