cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalp4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
jurnalp4i@gmail.com
Editorial Address
Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I) Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, NTB
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS
ISSN : 27979431     EISSN : 27978842     DOI : https://doi.org/10.51878/social.v1i2.447
Core Subject : Education,
Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan pendidikan IPS.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 630 Documents
IMPLEMENTASI MODEL PJBL PADA MATA PELAJARAN IPS KELAS VIII DI SMP NEGERI 4 SAMARINDA Angela Silvia; Aulia Rahuma
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v6i4.15875

Abstract

Social Studies instruction frequently faces obstacles regarding low active student engagement in contextual concept construction. This study aims to describe the implementation of the Project-Based Learning (PjBL) model assisted by pop-up media in Grade VIII Social Studies at SMP Negeri 4 Samarinda, while analyzing constraints encountered by teachers and students. A descriptive qualitative design was employed, with informants selected via purposive sampling, consisting of one Social Studies teacher and five students from class VIII-6. Data collection was carried out through classroom observations, in-depth interviews, and curriculum documentation analyses. Interactive data analysis applied data condensation, data display, and conclusion drawing verified through source and method triangulation. The findings revealed that PjBL implementation proceeded through three sequential stages: planning, executing the pop-up project, and conducting authentic assessments. Primary constraints stemmed from instructional time management, disparities in group collaboration, and technological operational barriers. ABSTRAK Pembelajaran IPS masih menghadapi tantangan berupa rendahnya keterlibatan aktif peserta didik dalam mengonstruksi pemahaman kontekstual. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi model Project-Based Learning (PjBL) berbantuan media pop-up pada mata pelajaran IPS di kelas VIII SMP Negeri 4 Samarinda, sekaligus menganalisis kendala yang dihadapi oleh pendidik dan peserta didik. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan penentuan subjek melalui purposive sampling, yang mencakup satu guru IPS dan lima peserta didik kelas VIII-6. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung, wawancara mendalam, dan telaah dokumen kurikulum. Analisis data interaktif menerapkan prosedur reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dengan uji keabsahan melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi PjBL terlaksana secara terstruktur melalui tiga tahapan pokok, yaitu perencanaan, pelaksanaan proyek pembuatan media pop-up, dan evaluasi autentik. Kendala utama bersumber dari manajemen alokasi jam pelajaran, disparitas partisipasi kerja sama kelompok, serta keterbatasan pengoperasian media digital.  
STRATEGI GURU PPKN DALAM MENGINTEGRASIKAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS NILAI-NILAI PANCASILA DI KELAS VII SMP NEGERI 7 SAMARINDA Monika Monika; Novita Majid; Nur Fitri Handayani; Suryaningsi Suryaningsi
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v6i4.15877

Abstract

This study aims to describe the strategies of Civic Education (PPKn) teachers in integrating learning media based on Pancasila values in Grade VII of SMP Negeri 7 Samarinda. The research adopted a descriptive qualitative design. Informants were selected using a purposive sampling technique, consisting of one PPKn teacher as the key informant and six seventh-grade students as supporting informants. Data collection was carried out through structured observation, semi-structured interviews, and documentation studies. Data analysis followed the interactive condensation model, with validity examined through source, technique, and time triangulation. The results revealed that integration strategies progressed through four stages: lesson planning, media selection, classroom implementation, and learning evaluation. The internalization of Pancasila values was achieved incrementally across moral knowing, moral feeling, and moral action dimensions. Key barriers regarding digital infrastructure and instructional time were resolved through alternative media utilization and reflective dialogues. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi guru Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) dalam mengintegrasikan media pembelajaran berbasis nilai-nilai Pancasila di kelas VII SMP Negeri 7 Samarinda. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Pemilihan informan dilakukan melalui teknik purposive sampling, yang terdiri atas satu guru PPKn sebagai informan kunci dan enam peserta didik kelas VII sebagai informan pendukung. Pengumpulan data dilaksanakan melalui observasi terstruktur, wawancara semi-terstruktur, dan studi dokumentasi. Analisis data menerapkan model kondensasi interaktif Miles dan rekannya, sedangkan keabsahan data diperiksa melalui triangulasi sumber, teknik, dan waktu. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa strategi integrasi berlangsung melalui empat tahapan, yakni perencanaan, penyeleksian media, implementasi kelas, dan evaluasi hasil belajar. Internalisasi nilai Pancasila tercapai secara bertahap melalui dimensi pengetahuan moral (moral knowing), perasaan moral (moral feeling), dan tindakan moral (moral action). Hambatan utama berupa fasilitas penunjang digital dan alokasi waktu diatasi dengan pemanfaatan media alternatif serta dialog reflektif.    
EFEKTIVITAS LAYANAN KENAIKAN PANGKAT PADA BADAN KEPEGAWAIAN DAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA KABUPATEN GOWA Andi Mega Putri Ayu Ningrat; Frida Chairunisa; Wahyu Nurdiansyah N; Ahmad Syarif; Andi Rasdiyanti
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v6i4.15878

Abstract

Civil servant promotion services represent a strategic apparatus career development instrument directly affecting work motivation, performance recognition, and civil apparatus welfare. This study aims to analyze the effectiveness of promotion services at the Personnel and Human Resources Development Agency (BKPSDM) of Gowa Regency amidst the digital transformation of civil service administration. A qualitative approach with a descriptive method was employed, involving eight key informants selected through purposive sampling techniques. Data collection was carried out through semi-structured interviews, passive participant observations, and administrative document reviews from February to April 2026. Data analysis followed the interactive model encompassing data reduction, data display, and conclusion drawing based on Steers' three dimensions of organizational effectiveness: goal attainment, integration, and adaptation. The results reveal that promotion services at BKPSDM Gowa Regency have generally operated effectively through the implementation of the State Civil Apparatus Information System (SIASN), inter-agency coordination with the National Civil Service Agency (BKN) and regional apparatus organizations (OPD), and adaptation to recent promotion periodization regulations. However, service effectiveness remains sub-optimal due to administrative discrepancies, delayed document revisions from proposing agencies, and periodic system maintenance bottlenecks. ABSTRAK Layanan kenaikan pangkat merupakan instrumen strategis pembinaan karier Aparatur Sipil Negara (ASN) yang berdampak langsung pada motivasi kerja, pengakuan kinerja, dan kesejahteraan aparatur. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas layanan kenaikan pangkat pada Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Gowa di tengah transformasi digital layanan kepegawaian. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif yang melibatkan delapan informan kunci yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara semi-terstruktur, observasi partisipatif pasif, dan telaah dokumen administratif selama periode Februari hingga April 2026. Analisis data dilakukan melalui model interaktif yang mencakup reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan berdasarkan tiga dimensi efektivitas organisasi Steers, yaitu pencapaian tujuan (goal attainment), integrasi (integration), dan adaptasi (adaptation). Hasil penelitian menunjukkan bahwa layanan kenaikan pangkat pada BKPSDM Kabupaten Gowa secara umum telah berjalan efektif melalui implementasi Sistem Informasi Aparatur Sipil Negara (SIASN), koordinasi lintas sektor bersama Badan Kepegawaian Negara (BKN) dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta adaptasi terhadap regulasi periodisasi kenaikan pangkat terbaru. Namun demikian, efektivitas layanan belum sepenuhnya optimal akibat kendala ketidaksesuaian data administratif, keterlambatan perbaikan berkas dari instansi pengusul, dan hambatan teknis koneksi sistem (maintenance).    
PENGARUH KOMITMEN TUGAS DAN KECERDASAN MENGHADAPI KESULITAN TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH PADA MATERI LAPORAN KEUANGAN DI SMKN 6 MEDAN Hana Elisabet Simanjuntak; Ulfa Nurhayani; Andri Zainal; Ramdhansyah Ramdhansyah; Roza Thohiri
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v6i4.15879

Abstract

Problem-solving ability is an essential competency for vocational high school students, particularly in completing complex financial accounting cycles. This study aimed to analyze the effect of task commitment and adversity quotient on students' problem-solving ability in financial statement material at SMK Negeri 6 Medan. A quantitative approach with an ex post facto method was employed. The research population comprised 60 eleventh-grade students majoring in Accounting and Institutional Finance, all of whom were selected as the sample through total sampling. Data collection instruments included Likert-scale questionnaires and essay tests measuring problem-solving skills, both of which met validity and reliability standards. Data were analyzed using multiple linear regression analysis via statistical software. The findings demonstrated that task commitment had a positive and significant effect on problem-solving ability. Furthermore, adversity quotient also exerted a positive and significant effect on problem-solving performance. Simultaneously, both independent variables significantly contributed to students' problem-solving ability with a high coefficient of determination. Consequently, fostering academic dedication and mental resilience serves as a strategic pathway to enhance student achievement in financial accounting. ABSTRAK Kemampuan pemecahan masalah merupakan salah satu kompetensi esensial bagi siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), khususnya dalam menyelesaikan siklus akuntansi keuangan yang kompleks. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh komitmen tugas (task commitment) dan kecerdasan menghadapi kesulitan (adversity quotient) terhadap kemampuan pemecahan masalah pada materi laporan keuangan di SMK Negeri 6 Medan. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan metode ex post facto. Populasi penelitian mencakup 60 siswa kelas XI Program Keahlian Akuntansi dan Keuangan Lembaga yang seluruhnya dijadikan sampel melalui teknik total sampling. Instrumen pengumpulan data berupa kuesioner skala Likert dan tes uraian pemecahan masalah yang telah teruji validitas serta reliabilitasnya. Data dianalisis menggunakan analisis regresi linear berganda berbantuan perangkat lunak statistik. Hasil penelitian membuktikan bahwa komitmen tugas berpengaruh positif dan signifikan terhadap kemampuan pemecahan masalah. Selain itu, kecerdasan menghadapi kesulitan juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap kemampuan pemecahan masalah. Secara simultan, kedua variabel independen memberikan kontribusi signifikan terhadap kemampuan pemecahan masalah dengan koefisien determinasi yang tergolong tinggi. Dengan demikian, penguatan komitmen belajar dan ketangguhan mental siswa menjadi faktor determinan dalam keberhasilan penyusunan laporan keuangan.    
PENINGKATAN HASIL BELAJAR PENDIDIKAN PANCASILA PADA ELEMEN UNDANG-UNDANG DASAR NEGARA REPUBLIK INDONESIA TAHUN 1945 MENGGUNAKAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING DI KELAS IV SD 05 PADANG PASIR KOTA PADANG Ferdy Fahrurrazi; Yesi Anita; Atri Waldi; Fardatil Aini Agusti
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v6i4.15880

Abstract

This study aims to describe the improvement of Pancasila Education learning outcomes in the 1945 Constitution of the Republic of Indonesia element by implementing the Problem Based Learning (PBL) model in grade IV SDN 05 Padang Pasir, Padang City. This research is a Classroom Action Research (CAR) adapted from the Kemmis and McTaggart model, covering planning, action, observation, and reflection conducted in two cycles. The subjects were teachers and 21 fourth-grade students in the 2025/2026 academic year. Data collection techniques utilized observation sheets, learning achievement tests, and documentation analyzed through qualitative and quantitative approaches. The results indicated that teaching module feasibility increased from 83.30% in cycle I meeting 1 to 94.79% in cycle I meeting 2, reaching 95.83% in cycle II. Teacher activity increased from 87.50% in cycle I to 94.00% in cycle II, while student activity improved from 85.71% in cycle I meeting 1 to 92.11% in cycle II. The average score of students' cognitive learning outcomes rose from 79.01 in cycle I meeting 1 to 84.05 in cycle I meeting 2, reaching 89.86 in cycle II with 100% classical mastery. Therefore, the Problem Based Learning model is effective in improving the learning process and student outcomes in elementary school Pancasila Education. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peningkatan hasil belajar Pendidikan Pancasila pada elemen Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 dengan menerapkan model Problem Based Learning (PBL) di kelas IV SDN 05 Padang Pasir Kota Padang. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang diadaptasi dari model Kemmis dan McTaggart, meliputi tahapan perencanaan, tindakan, pengamatan, dan refleksi yang dilaksanakan dalam dua siklus. Subjek penelitian terdiri dari guru dan 21 orang peserta didik kelas IV pada tahun ajaran 2025/2026. Teknik pengumpulan data menggunakan lembar observasi, tes hasil belajar, serta dokumentasi yang dianalisis secara kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas modul ajar meningkat dari 83,30% pada siklus I pertemuan 1 menjadi 94,79% pada siklus I pertemuan 2, dan mencapai 95,83% pada siklus II. Aktivitas guru meningkat dari 87,50% pada siklus I menjadi 94,00% pada siklus II, sedangkan aktivitas peserta didik meningkat dari 85,71% pada siklus I pertemuan 1 menjadi 92,11% pada siklus II. Rata-rata nilai hasil belajar pengetahuan peserta didik meningkat dari 79,01 pada siklus I pertemuan 1, menjadi 84,05 pada siklus I pertemuan 2, dan mencapai 89,86 pada siklus II dengan tingkat ketuntasan klasikal 100%. Dengan demikian, model Problem Based Learning terbukti efektif dalam meningkatkan proses dan hasil belajar Pendidikan Pancasila di sekolah dasar.    
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NUMBERED HEAD TOGETHER TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA KELAS VII PADA PELAJARAN PPKn DI SMPN 9 MATARAM Laela Mulyana; M. Zubair; Bagdwansyah Alqadri
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v6i4.15881

Abstract

This study aims to determine the effect of the Numbered Head Together (NHT) cooperative learning model on the learning outcomes of seventh-grade students in Civics education (PPKn) at SMPN 9 Mataram. This quantitative study utilized a quasi-experimental design with a nonequivalent control group design. The study population comprised all seventh-grade students at SMPN 9 Mataram distributed across five classes. The sample was determined using a purposive sampling technique, consisting of class VII A (31 students) as the experimental group and class VII D (31 students) as the control group. Data were collected through multiple-choice cognitive learning outcome tests, model implementation observation sheets, and documentation. Data analysis techniques involved prerequisite tests (Shapiro-Wilk normality and Levene's homogeneity tests) and hypothesis testing using an independent samples t-test. The posttest hypothesis testing yielded a calculated t-value of 0.483 with a significance value (2-tailed) of 0.486. Because the significance value exceeded 0.05 (0.486>0.05) and the calculated t-value was lower than the critical t-table value (0.483<2.000), the null hypothesis (H_0) was accepted and the alternative hypothesis (H_a) was rejected. Based on these statistical results, it is concluded that the implementation of the Numbered Head Together cooperative learning model did not have a significant effect on the cognitive learning outcomes of seventh-grade Civics students at SMPN 9 Mataram compared to conventional instruction. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Head Together (NHT) terhadap hasil belajar siswa kelas VII pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) di SMPN 9 Mataram. Penelitian kuantitatif ini menggunakan metode eksperimen semu (quasi-experimental design) dengan bentuk nonequivalent control group design. Populasi penelitian mencakup seluruh siswa kelas VII SMPN 9 Mataram yang terbagi ke dalam lima kelas. Sampel penelitian dipilih menggunakan teknik purposive sampling, yang terdiri atas kelas VII A (31 siswa) sebagai kelas eksperimen dan kelas VII D (31 siswa) sebagai kelas kontrol. Data dikumpulkan melalui tes hasil belajar kognitif berbentuk pilihan ganda, lembar observasi keterlaksanaan model, serta dokumentasi. Teknik analisis data meliputi uji prasyarat analisis (uji normalitas Shapiro-Wilk dan uji homogenitas Levene) serta uji hipotesis menggunakan independent samples t-test. Hasil pengujian hipotesis pada data posttest menunjukkan nilai t_"hitung"  sebesar 0,483 dengan nilai signifikansi (sig. 2-tailed) sebesar 0,486. Karena nilai signifikansi lebih besar dari taraf signifikansi 0,05 (0,486>0,05) dan nilai t_"hitung"  lebih kecil daripada t_"tabel"  (0,483<2,000), maka H_0 diterima dan H_a ditolak. Berdasarkan hasil analisis tersebut, disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Head Together tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap hasil belajar kognitif siswa kelas VII pada mata pelajaran PPKn di SMPN 9 Mataram dibandingkan pembelajaran konvensional.    
PEMANFAATAN CHATBOT JUBIR.AI DALAM EFISIENSI LAYANAN PUBLIK PADA KANTOR DPMPTSP (DINAS PENANAMAN MODAL PELAYANAN TERPADU SATU PINTU) KOTA MAKASSAR Sulfikar Sulfikar; Alam Tauhid Syukur; Deasy Mauliana
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v6i4.15883

Abstract

Digital transformation demands that government agencies provide fast, responsive, and easily accessible public services, including business licensing services. This study aims to analyze the utilization of the Jubir.ai Chatbot in improving the efficiency and quality of public services at the Makassar City DPMPTSP Office, as well as identifying supporting and inhibiting factors in its implementation. This study uses a qualitative approach with a descriptive research type. Data were collected through in-depth interviews with 10 key informants, participatory observation, and documentation studies, then analyzed through data condensation, data display, and conclusion drawing, with data validity maintained through source and method triangulation. The results show that the Jubir.ai Chatbot contributes to accelerating licensing information responses, reducing face-to-face queues, and lightening the workload of front-office staff, thereby making services more efficient. However, the effectiveness of chatbot utilization is still influenced by the public's digital literacy level, network infrastructure constraints, and the need for regular knowledge-base updates. This study recommends strengthening the integration of the Jubir.ai Chatbot with the Online Single Submission (OSS) system and enhancing socialization to optimize the benefits of digital licensing services in Makassar City. ABSTRAK Transformasi digital menuntut instansi pemerintah untuk menghadirkan layanan publik yang cepat, responsif, dan mudah diakses oleh masyarakat, termasuk layanan perizinan berusaha. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemanfaatan Chatbot Jubir.ai dalam meningkatkan efisiensi dan kualitas layanan publik di Kantor DPMPTSP Kota Makassar, serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat dalam implementasinya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam terhadap 10 orang informan kunci, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis melalui tahapan kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan keabsahan data yang dijaga melalui triangulasi sumber serta metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Chatbot Jubir.ai berkontribusi nyata dalam mempercepat respons informasi perizinan, mengurangi antrean tatap muka, serta meringankan beban kerja petugas front office sehingga pelayanan menjadi lebih efisien. Namun demikian, efektivitas pemanfaatan chatbot masih dipengaruhi oleh tingkat literasi digital masyarakat, keterbatasan infrastruktur jaringan, dan kebutuhan pembaruan basis pengetahuan (knowledge base) secara berkala. Penelitian ini merekomendasikan penguatan integrasi Chatbot Jubir.ai dengan sistem Online Single Submission (OSS) serta peningkatan sosialisasi kepada masyarakat guna mengoptimalkan manfaat digitalisasi layanan perizinan di Kota Makassar.    
ANALISIS PELAKSANAAN ASESMEN FORMATIF DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN PANCASILA KURIKULUM MERDEKA DI KELAS V UPTD SD NEGERI 071082 LAWELU Silvi Oktariani Zai; Indah Wijaya Lase; Agnes Renostini Harefa; Dernius Hura
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v6i4.15884

Abstract

Formative assessment plays a crucial role in the Merdeka Curriculum by monitoring student learning progress and providing continuous remedial feedback. However, its implementation in elementary school Pancasila Education frequently encounters pedagogical and operational barriers. This study aims to analyze the types, planning, implementation, and constraints of formative assessment in Pancasila Education lessons in fifth grade at UPTD SD Negeri 071082 Lawelu. A qualitative approach with a phenomenological design was employed using observations, in-depth interviews, and documentation, with data credibility ensured via source and technique triangulation. The findings demonstrate that teachers integrate both test and non-test evaluations planned alongside teaching modules. Nonetheless, classroom implementation remains inconsistent due to instructional time constraints, heterogeneous student comprehension, and a lack of standardized rubrics. Feedback delivered to students tends to be simplistic numerical scoring without reflective remediation. Consequently, enhancing pedagogical competence in constructing contextual assessment rubrics and instructional time management is essential for optimizing continuous formative evaluation. ABSTRAK Asesmen formatif memegang peranan krusial dalam Kurikulum Merdeka untuk memantau kemajuan belajar peserta didik dan memberikan umpan balik perbaikan secara berkelanjutan. Namun, penerapannya pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila di tingkat sekolah dasar kerap menghadapi hambatan teknis maupun manajerial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis variasi jenis, perencanaan, pelaksanaan, serta kendala asesmen formatif dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila di kelas V UPTD SD Negeri 071082 Lawelu. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan desain fenomenologi melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi yang diuji keabsahannya dengan triangulasi sumber serta teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru telah memanfaatkan asesmen tes dan nontes yang dirancang bersamaan dengan modul ajar. Kendati demikian, pelaksanaannya belum konsisten karena terbentur alokasi waktu, keberagaman daya tangkap peserta didik, serta keterbatasan instrumen yang terstandarisasi. Umpan balik yang diberikan cenderung berupa penilaian angka tanpa arahan reflektif yang komprehensif bagi peserta didik. Oleh karena itu, penguatan kompetensi guru dalam merancang rubrik asesmen dan mengelola alokasi waktu kelas sangat diperlukan guna mengoptimalkan proses evaluasi yang berkesinambungan.    
PENGARUH DIGITAL MARKETING DAN LITERASI KEUANGAN TERHADAP PERILAKU BELANJA IMPULSIF MAHASISWA JURUSAN PENDIDIKAN EKONOMI Inayatul Wahida Basiha; Radia Hafid; Crstian Polamolo; Hais Dama; Melizubaida Mahmud
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v6i4.15885

Abstract

The rapid growth of the e-commerce ecosystem facilitates seamless transactions while concurrently triggering spontaneous consumer spending among educated youths. This study aims to examine the effects of digital marketing and financial literacy on the impulsive buying behavior of students in the Economic Education Department, Universitas Negeri Gorontalo, Class of 2023. An associative quantitative approach was employed with a total sampling technique involving 65 active students as respondents. Data were gathered through verified Likert-scale questionnaires and analyzed using multiple linear regression via SPSS version 20.0 at a 5% significance level. The results reveal that digital marketing exerts a positive and significant effect on impulsive buying behavior, confirming that intensive digital promotions induce unplanned purchases. Crucially, financial literacy also demonstrates a positive and significant effect, suggesting that high conceptual financial knowledge has not automatically translated into effective self-control during online shopping. Simultaneously, both independent variables contribute 45.8% to the variance in students' impulsive buying behavior. These findings highlight the urgency of restructuring financial literacy education toward practical behavioral applications, emphasizing personal budgeting discipline and critical assessments of digital advertising. ABSTRAK Perkembangan ekosistem niaga elektronik mempermudah akses transaksi namun sekaligus memicu kecenderungan konsumsi spontan di kalangan generasi muda terdidik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh digital marketing dan literasi keuangan terhadap perilaku belanja impulsif (impulsive buying behavior) pada mahasiswa Jurusan Pendidikan Ekonomi Universitas Negeri Gorontalo angkatan 2023. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif asosiatif dengan teknik total sampling yang melibatkan 65 mahasiswa aktif sebagai responden. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner berskala Likert yang telah teruji validitas dan reliabilitasnya, kemudian dianalisis menggunakan regresi linier berganda berbantuan SPSS versi 20.0 pada taraf signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa digital marketing berpengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku belanja impulsif, yang mengonfirmasi bahwa intensitas promosi digital memicu pembelian tanpa perencanaan. Secara mengejutkan, literasi keuangan juga menunjukkan pengaruh positif dan signifikan, yang mengindikasikan bahwa tingginya pemahaman konseptual keuangan belum bertransformasi menjadi pengendalian diri yang efektif saat berbelanja secara daring. Secara simultan, kedua variabel berpengaruh signifikan dengan kontribusi sebesar 45,8% terhadap variasi perilaku belanja impulsif mahasiswa. Temuan ini menegaskan pentingnya rekonstruksi pembelajaran literasi keuangan agar tidak berhenti pada tataran teoritis, melainkan berorientasi pada pembentukan disiplin anggaran dan evaluasi kritis terhadap promosi digital.  
IMPLEMENTASI MODEL PBL PADA MATA PELAJARAN IPS KELAS VIII DI SMP NEGERI 4 SAMARINDA Adellina Adellina; Aulia Rahuma
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v6i4.15938

Abstract

Social studies instruction in junior high schools is frequently dominated by conventional lecturing methods, resulting in low cognitive engagement and passive student involvement. This pedagogical gap necessitates the implementation of innovative learning models capable of contextualizing academic content with real-world societal phenomena. This study aims to describe the implementation of the Problem-Based Learning (PBL) model in eighth-grade social studies instruction at SMP Negeri 4 Samarinda and identify the operational obstacles encountered by both teachers and students. A qualitative descriptive approach was utilized with informants selected via purposive sampling, consisting of one certified social studies teacher and five students representing diverse academic performance levels. Data collection was carried out through passive participant observation, in-depth semi-structured interviews, and documentary review of teaching modules from August to October 2025. Data analysis followed the interactive model of Miles and Huberman, encompassing data condensation, data display, and conclusion drawing, validated through source and methodological triangulation. The results reveal that PBL implementation proceeded through differentiated module planning, systematic execution of five PBL syntax phases supported by contextual audio-visual media on Indonesian geographical conditions, and authentic rubric-based assessment evaluating collaborative processes and final presentations. Key operational obstacles included restricted instructional time allocations, unstable school internet connectivity, unequal role distribution within group discussions, and limited classroom audio speaker facilities. ABSTRAK Praktik pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) di sekolah menengah pertama masih kerap didominasi oleh metode ceramah konvensional yang mengakibatkan rendahnya keterlibatan kognitif dan keaktifan kritis peserta didik. Kondisi kesenjangan pedagogis tersebut menuntut adanya implementasi model pembelajaran inovatif yang mampu mengontekstualisasikan materi pelajaran dengan fenomena riil kemasyarakatan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi model Problem-Based Learning (PBL) dalam pembelajaran IPS kelas VIII-1 di SMP Negeri 4 Samarinda serta mengidentifikasi berbagai kendala operasional yang dihadapi guru dan peserta didik selama proses pembelajaran berlangsung. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif melalui pemilihan informan secara purposive sampling, yang melibatkan satu orang guru mata pelajaran IPS dan lima orang peserta didik berkemampuan variatif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipatif pasif, wawancara mendalam semi-terstruktur, dan telaah dokumen modul ajar selama kurun waktu Agustus hingga Oktober 2025. Analisis data menerapkan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi kondensasi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan yang diuji keabsahannya melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi model PBL terlaksana melalui tahapan perencanaan modul ajar berdiferensiasi, pelaksanaan lima fase sintaks PBL terstruktur berbantuan media audio-visual kontekstual kondisi geografis Indonesia, serta evaluasi autentik berbasis rubrik proses dan kinerja. Kendala mendasar yang teridentifikasi mencakup keterbatasan alokasi jam pelajaran, ketidakstabilan jaringan internet sekolah, ketimpangan kontribusi peran dalam diskusi kelompok, serta keterbatasan perangkat pengeras suara ruang kelas.