cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalp4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
jurnalp4i@gmail.com
Editorial Address
Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I) Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, NTB
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS
ISSN : 27979431     EISSN : 27978842     DOI : https://doi.org/10.51878/social.v1i2.447
Core Subject : Education,
Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan pendidikan IPS.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 630 Documents
EFEKTIVITAS PENDIDIKAN MULTIKULTURAL DALAM MENGUATKAN DIMENSI KEWARGAAN PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN PANCASILA DI SD Nurul Masyatun Munawwarah Munawwarah; Habibuddin Habibuddin; Yuniar Lestarini; Burhanuddin Burhanuddin
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v6i3.15068

Abstract

The low citizhenship dimensión among elementary scholl students, evident from their tendency to form groups base don shared and limited intercultural communication, has become a pressing issue amid the demands of the Merdeka Curiculum to streegthen the Graduate Profile, particulary its citizenship dimensión. This study aims to detemine the effectiviess of multicultural education in strengthening the citizenship dimensión in the Pancasila Education subject among fifth-grade students at SD. The study employed a uantitative approach using a experimental method with a Pretest-Posttest Control Group Design, involing 27 students from class V A as the experimental group and 27 students from class V B as the control group, detemined though purposive sampling. Data were collected using a Likert-scale questionnaire that had been tested for validity and reliability, then analyzed trough the Shapiro-Wilk normality test, Levene’s homogenity test, and Independent Samples t-Test hypotesis test using IBM SPP Statistic. The result showed that the mean posttest score of the experimental group (86.81) was higher tan that of the control group (80.93), with the experimental group’s N-gain value (0,45) also higher tan that of the control group (0,12). The Independent Samples t-test yielded a significance value of 0,002 (< 0,05), leading to the rejection of H0 and the acceptance of Ha, with a Cohen’s effect size of 0,91, categorized as large. It can be concluded that multicultural education is proven effective in strengthening students’ citizenship dimensión in the Pancasila Education subject, and is therefore recommended as a learning approach that teachers can consistently integrate to support achievment of the Graduate Profile. ABSTRAK Rendahnya dimensi kewargaan siswa sekolah dasar, yang tampak dari kecenderungan berkelompok berdasarkan kesamaan latar belakang dan minimnya komunikasi antarbudaya, menjadi masalah mendesak di tengah tantangan Kurikulum Merdeka untuk menguatkan Profil Lulusan, khususnya dimensi kewargaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pendidikan multikultural dalam menguatkan dimensi kewargaan pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila siswa kelas V SD. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif jenis eksperimen dengan desain Pretest-Posttest Control Group Design, melibatkan 27 siswa kelas V A sebagai kelompok eksperimen dan 27 siswa kelas V B sebagai kelompok kontrol yang ditentukan melalui purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner skala Likert yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya, kemudian dianalisis melalui uji normalitas Shaphiro-wilk, uji homogenitas Levene, dan uji hipotesis Independent Samples Test dengan bantuan IBM SPP Statistics. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata skor posttest kelompok eksperimen (86,81) lebih tinggi dibandingkan kelompok kontrol (80,93), dengan nilai N-Gain kelompok eksperimen (0,45) juga lebih tinggi daripada kelompok kontrol (0,12). Hasil uji Independent Samples t-Test menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,002 (< 0,05), sehingga H0 ditolak dan Ha diterima, dengan effect size Cohen’s d sebesar 0,91 yang berkategori besar. Dapat disimpulkan bahwa pendidikan multikultural terbukti efektif dalam menguatkan dimensi kewargaan siswa pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila, sehingga direkomendasikan sebagai salah satu pendekatan pembelajaran yang dapat diintegrasikan secara konsisten oleh guru dalam mendukung pencapaian Profil Lulusan.
ANALISIS DAMPAK RELATIONAL BULLYING TERHADAP KECERDASAN EMOSIONAL SISWA DI SD Rabiatun Adawiyah; Habibuddin Habibuddin; Zalia Muspita; Arif Rahman Hakim
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v6i3.15083

Abstract

Social interactions in the school environment can affect the affective aspects of children, including the emergence of relational bullying actions that are suspected to be related to psychological conditions. This study aims to determine whether there is an impact or no impact of relational bullying on the emotional intelligence of students at SD Negeri 1 Sukarara for the 2025/2026 academic year. The type of research used is quantitative with a descriptive correlational research design. The subjects of this study are all students of class 5a and 5b, totaling 48 students. Data collection techniques used include surveys, structured observations, and questionnaires. The data analysis techniques employed include prerequisite analysis tests (normality test and linearity test) as well as inferential tests using simple linear regression analysis, coefficient of determination (R2) test, and t-test with a significance level of 0.05. Based on the t-test calculations to address the problem formulation, the analysis of the impact of relational bullying on students' emotional intelligence yielded a significance value of 0.629 (> 0.05). The results of this test indicate that the variable only contributes an influence of 0.5%, while the rest is influenced by other factors outside the study. Thus, the results of this study prove that there is no significant impact of relational bullying on the emotional intelligence of students at SD Negeri 1 Sukarara for the 2025/2026 academic year. ABSTRAK Interaksi sosial di lingkungan sekolah dapat memengaruhi aspek afektif anak, termasuk munculnya perilaku relational bullying yang diduga berkaitan dengan kondisi psikologis siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada atau tidaknya pengaruh relational bullying terhadap kecerdasan emosional siswa di SD Negeri 1 Sukarara pada tahun ajaran 2025/2026. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif korelasional. Subjek dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V A dan V B yang berjumlah 48 siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi survei, observasi terstruktur, dan angket. Teknik analisis data meliputi uji prasyarat analisis, yaitu uji normalitas dan uji linearitas, serta uji inferensial menggunakan analisis regresi linear sederhana, uji koefisien determinasi (R²), dan uji-t dengan taraf signifikansi 0,05. Berdasarkan hasil uji-t untuk menjawab rumusan masalah, analisis pengaruh relational bullying terhadap kecerdasan emosional siswa menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,629 (> 0,05). Hasil pengujian tersebut menunjukkan bahwa variabel relational bullying hanya memberikan kontribusi pengaruh sebesar 0,5%, sedangkan sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian. Dengan demikian, hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat pengaruh yang signifikan antara relational bullying dan kecerdasan emosional siswa di SD Negeri 1 Sukarara pada tahun ajaran 2025/2026.
PENGARUH PROGRAM PENDIDIKAN LITERASI KEUANGAN TERHADAP PERENCANAAN KEUANGAN SISWA SMA NEGERI 1 HILIDUHO Yemi Maslia Zalukhu; Yearning Harefa; Wahyutra Adilman Telaumbanua; Asali Lase
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v6i3.15174

Abstract

This study was motivated by the importance of financial planning skills as an essential competency that students must possess to manage their personal finances effectively and responsibly. The study aimed to determine the effect of financial literacy education programs on the financial planning of students at SMA Negeri 1 Hiliduho and to examine the magnitude of this effect. This research employed a quantitative approach using a survey method. The population consisted of all 120 tenth-grade students at SMA Negeri 1 Hiliduho, with a sample of 92 students selected using the Slovin formula. Data were collected through questionnaires using a Likert scale. Data analysis was conducted using normality tests, linearity tests, correlation tests, simple linear regression analysis, coefficient of determination tests, and hypothesis testing (t-test) with the assistance of SPSS. The results showed that the financial literacy education program had a positive and significant effect on students' financial planning. This was evidenced by a correlation coefficient of 0.987, indicating a very strong relationship, and a coefficient of determination of 0.975 or 97.5%, which means that the financial literacy program explained 97.5% of the variation in students' financial planning, while the remaining 2.5% was influenced by other factors. Therefore, the financial literacy education program plays a crucial role in improving students' financial planning skills in a structured and responsible manner. Although students' theoretical understanding of financial literacy is relatively good, its practical application remains limited, indicating the need for more practice-oriented learning. ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya kemampuan perencanaan keuangan sebagai kompetensi yang harus dimiliki siswa dalam mengelola keuangan pribadi secara efektif dan bertanggung jawab. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh program pendidikan literasi keuangan terhadap perencanaan keuangan siswa SMA Negeri 1 Hiliduho serta mengkaji besarnya pengaruh tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X SMA Negeri 1 Hiliduho yang berjumlah 120 siswa, dengan sampel sebanyak 92 siswa yang ditentukan menggunakan rumus Slovin. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner dengan skala Likert. Analisis data dilakukan menggunakan uji normalitas, uji linearitas, uji korelasi, uji regresi linear sederhana, uji koefisien determinasi, dan uji hipotesis (uji t) dengan bantuan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program pendidikan literasi keuangan berpengaruh positif dan signifikan terhadap perencanaan keuangan siswa. Hal ini dibuktikan dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,987 yang menunjukkan hubungan sangat kuat, serta nilai koefisien determinasi sebesar 0,975 atau 97,5% yang berarti bahwa program literasi keuangan mampu menjelaskan 97,5% variasi perencanaan keuangan siswa, sedangkan sisanya 2,5% dipengaruhi oleh faktor lain. Dengan demikian, program pendidikan literasi keuangan memiliki peran yang sangat penting dalam meningkatkan kemampuan perencanaan keuangan siswa secara terarah dan bertanggung jawab. Pemahaman teoretis siswa terhadap literasi keuangan sudah baik, tetapi penerapannya masih rendah sehingga diperlukan pembelajaran yang lebih berorientasi pada praktik.
ANALISIS PENGUATAN FINANCIAL SKILLS BERBASIS KOMUNITAS SEKOLAH SEBAGAI STRATEGI LITERASI EKONOMI DI SMA NEGERI 1 LOLOWAU TP. 2025/2026 Nestin Waruwu; Wahyutra Adilman Telaumbanua; Asali Lase; Arianto Lahagu
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v6i3.15175

Abstract

Students' financial skills need to be strengthened through real-life experiences because economic activities at school have not been fully utilized as a structured financial learning environment. This study aimed to analyze school community-based financial skills strengthening as an economic literacy strategy at SMA Negeri 1 Lolowau during the 2025/2026 academic year. The study employed a descriptive qualitative approach with a case study design. Data were collected through semi-structured interviews, non-participant observations, and documentation of classroom community, student council, school bazaar, and sports activities. The participants consisted of 18 informants selected through purposive sampling, including 12 key informants and 6 alumni as additional informants. Data were analyzed through data reduction, data display, conclusion drawing and verification, supported by coding and triangulation. The findings show that students' involvement in budget planning, fund management, transaction recording, price setting, and activity reporting strengthened their skills in budgeting, cash flow recording, price and discount literacy, and savings planning. These activities also fostered responsibility, discipline, honesty, transparency, and the ability to prioritize needs. The strengthening of financial skills was supported by school policies, teacher guidance, student enthusiasm, and collaboration among school members, but was constrained by limited time, differences in students' initial competencies, limited funding, and the absence of a school cooperative or mini-bank. The study concludes that the school community can serve as a contextual and sustainable financial learning environment to support students' economic literacy. ABSTRAK Keterampilan finansial peserta didik perlu diperkuat melalui pengalaman nyata karena aktivitas ekonomi di sekolah belum sepenuhnya dimanfaatkan sebagai ruang pembelajaran finansial yang terarah. Penelitian ini bertujuan menganalisis penguatan financial skills berbasis komunitas sekolah sebagai strategi literasi ekonomi di SMA Negeri 1 Lolowau Tahun Pelajaran 2025/2026. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara semi-terstruktur, observasi nonpartisipan, dan dokumentasi terhadap aktivitas komunitas kelas, OSIS, bazar sekolah, dan kegiatan olahraga. Informan penelitian berjumlah 18 orang yang dipilih secara purposive sampling, terdiri atas 12 informan kunci dan 6 alumni sebagai informan tambahan. Data dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, penarikan dan verifikasi kesimpulan, serta diperkuat dengan koding dan triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlibatan peserta didik dalam penyusunan anggaran, pengelolaan dana, pencatatan transaksi, penetapan harga, dan pelaporan kegiatan memperkuat kemampuan budgeting, pencatatan cash flow, literasi harga dan diskon, serta perencanaan tabungan. Aktivitas tersebut juga membentuk sikap tanggung jawab, disiplin, kejujuran, transparansi, dan kemampuan menentukan prioritas kebutuhan. Penguatan financial skills didukung kebijakan sekolah, pendampingan guru, antusiasme peserta didik, dan kerja sama warga sekolah, tetapi terkendala keterbatasan waktu, perbedaan kemampuan awal, anggaran, serta belum tersedianya koperasi sekolah atau bank mini. Penelitian menyimpulkan bahwa komunitas sekolah dapat dimanfaatkan sebagai ruang pembelajaran finansial yang kontekstual dan berkelanjutan untuk mendukung literasi ekonomi peserta didik.
PENERAPAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS VIDEO UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOGNITIF SISWA PADA MATA PELAJARAN IPS TERPADU DI UPTD SMP NEGERI 4 MORO’O Risman Gulo; Asali Lase; Eka Septianti Laoli; Yearning Harefa
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v6i3.15176

Abstract

This study was motivated by students’ low cognitive ability in Integrated Social Studies, resulting from the dominance of lecture-based instruction and limited use of innovative learning media. This study aimed to analyze the implementation of video-based learning media and its improvement of students’ cognitive ability at UPTD SMP Negeri 4 Moro’o. The study employed Classroom Action Research (CAR) conducted in two cycles, each consisting of planning, action, observation, and reflection. The subjects were 20 students of Class VIII-A. Data were collected through observation, tests, field notes, interviews, and documentation, and analyzed using quantitative and qualitative approaches. The results showed that teacher activity increased from 57.5% in Cycle I to 90.0% in Cycle II, while student activity increased from 46.8% to 84.3%. The average cognitive ability score also increased from 62 to 82. Classical learning mastery reached the predetermined success criterion in Cycle II. Therefore, the implementation of video-based learning media was effective in improving students’ cognitive ability and learning activities in Integrated Social Studies. ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan kognitif siswa pada mata pelajaran IPS Terpadu akibat pembelajaran yang masih didominasi metode ceramah dan terbatasnya penggunaan media pembelajaran inovatif. Penelitian ini bertujuan menganalisis penerapan media pembelajaran berbasis video dan peningkatan kemampuan kognitif siswa di UPTD SMP Negeri 4 Moro’o. Penelitian menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, masing-masing meliputi perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah 20 siswa kelas VIII-A. Data dikumpulkan melalui observasi, tes, catatan lapangan, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas guru meningkat dari 57,5% pada Siklus I menjadi 90,0% pada Siklus II, sedangkan aktivitas siswa meningkat dari 46,8% menjadi 84,3%. Rata-rata kemampuan kognitif siswa juga meningkat dari 62 menjadi 82. Ketuntasan klasikal mencapai indikator keberhasilan pada Siklus II. Dengan demikian, penerapan media pembelajaran berbasis video efektif meningkatkan kemampuan kognitif siswa serta aktivitas pembelajaran IPS Terpadu.
PELESTARIAN SENI DAN BUDAYA MORONENE: (KAJIAN HUKUM TERHADAP URGENSI PEMBENTUKAN PERATURAN DAERAH KABUPATEN BOMBANA Ilham Ilham; Rizal Muchtasar; Sahrina Safiuddin
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v6i3.15207

Abstract

ABSTRACT The preservation of regional arts and culture faces challenges arising from social change, advances in information technology, and the weakening of intergenerational cultural transmission. Bombana Regency possesses rich Moronene arts and cultural heritage, including the tumburiouw oral tradition, traditional attire, woven crafts, rituals, and various cultural practices embedded in community life. This study aims to analyze the problems of preserving Moronene culture, the urgency of establishing a Regional Regulation Draft (Raperda), its philosophical, sociological, and juridical foundations, and the scope of regulatory provisions required. The study employs normative juridical and empirical juridical approaches (socio-legal), using legal regulations, the academic manuscript, policy documents, scholarly literature, and official reports as research materials. Data were analyzed descriptively and qualitatively through inventory, classification, and examination of the relationship between legal provisions and the actual conditions of Moronene cultural preservation. The findings indicate that the Bombana Regency Government has authority over cultural affairs, but existing preservation policies have not yet been integrated into a specific regional regulatory framework. The proposed regulation is needed to strengthen legal certainty and sustainability through provisions concerning protection, development, utilization, guidance, community participation, funding, and cultural appreciation. The study concludes that strengthening regional regulation should be accompanied by meaningful involvement of the Moronene community to ensure participatory and sustainable cultural preservation. ABSTRAK Pelestarian seni dan budaya daerah menghadapi tantangan akibat perubahan sosial, perkembangan teknologi informasi, dan melemahnya proses pewarisan budaya antargenerasi. Kabupaten Bombana memiliki kekayaan seni dan budaya Moronene yang mencakup tradisi lisan tumburiouw, pakaian adat, kerajinan anyaman, ritus, serta berbagai praktik budaya yang berkembang dalam kehidupan masyarakat. Penelitian ini bertujuan menganalisis permasalahan pelestarian budaya Moronene, urgensi pembentukan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda), landasan filosofis, sosiologis, dan yuridis, serta ruang lingkup materi muatan yang diperlukan. Penelitian menggunakan pendekatan yuridis normatif dan yuridis empiris (socio-legal) dengan bahan berupa peraturan perundang-undangan, naskah akademik, dokumen kebijakan, literatur ilmiah, dan pemberitaan resmi. Analisis dilakukan secara deskriptif kualitatif melalui inventarisasi, klasifikasi, dan penelaahan keterkaitan antara ketentuan hukum dengan kondisi pelestarian budaya Moronene. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pemerintah Kabupaten Bombana memiliki kewenangan dalam penyelenggaraan urusan kebudayaan, tetapi kebijakan pelestarian yang telah dilakukan belum terintegrasi dalam regulasi daerah khusus. Raperda diperlukan untuk memperkuat kepastian dan keberlanjutan pengaturan melalui ketentuan mengenai pelindungan, pengembangan, pemanfaatan, pembinaan, partisipasi masyarakat, pendanaan, dan penghargaan. Penelitian menyimpulkan bahwa penguatan regulasi daerah perlu disertai pelibatan masyarakat Moronene agar pelestarian budaya berlangsung partisipatif dan berkelanjutan.
PENERAPAN MODEL KOOPERATIF TIPE MAKE A MATCH UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PENDIDIKAN PANCASILA KELAS V Desti Natalia Gulo; Eka Periaman Zai; Anugerah Tatema Harefa; Envilwan Berkat Harefa
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v6i3.15379

Abstract

This study was motivated by the low learning outcomes of fifth-grade students in Pancasila Education at UPTD SD Negeri No. 071081 Lolozirugi. Based on the initial data, only 5 out of 15 students (33.3%) achieved the Minimum Competency Criterion (KKM), while 10 students (66.7%) did not meet the criterion. This study aimed to describe the implementation of the Make A Match cooperative learning model in Pancasila Education and to analyze the improvement in students’ cognitive learning outcomes following its implementation. This study employed Classroom Action Research (CAR), which was conducted in two cycles. Each cycle consisted of four stages: planning, action implementation, observation, and reflection. The subjects of the study were 15 fifth-grade students. Data were collected through observation, learning outcome tests, and documentation. The research instruments consisted of teacher/researcher activity observation sheets, student activity observation sheets, and cognitive learning outcome tests. The results showed that the implementation of the Make A Match model improved both teacher and student activities as well as students’ learning outcomes. Teacher/researcher activity increased from 57.69% in Cycle I to 85.57% in Cycle II, while student activity increased from 58.32% to 87.70%. The average learning outcome increased from 66.33 in Cycle I to 81.60 in Cycle II. Classical mastery also increased from 46.66% to 86.66%. Therefore, the implementation of the Make A Match cooperative learning model can improve students’ cognitive learning outcomes in Pancasila Education and achieve the predetermined success indicator, namely at least 85% of students achieving the KKM score of 70. ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya hasil belajar peserta didik pada pembelajaran Pendidikan Pancasila di kelas V UPTD SD Negeri No. 071081 Lolozirugi. Berdasarkan data awal, dari 15 peserta didik hanya 5 peserta didik (33,3%) yang mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM), sedangkan 10 peserta didik (66,7%) belum mencapai KKM. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Make A Match pada pembelajaran Pendidikan Pancasila dan menganalisis peningkatan hasil belajar aspek kognitif peserta didik setelah diterapkannya model tersebut. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri atas tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah 15 peserta didik kelas V. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, tes hasil belajar, dan dokumentasi. Instrumen penelitian terdiri atas lembar observasi aktivitas guru/peneliti, lembar observasi aktivitas peserta didik, dan tes hasil belajar aspek kognitif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model Make A Match meningkatkan aktivitas dan hasil belajar peserta didik. Aktivitas guru/peneliti meningkat dari 57,69% pada siklus I menjadi 85,57% pada siklus II, sedangkan aktivitas peserta didik meningkat dari 58,32% menjadi 87,70%. Rata-rata hasil belajar meningkat dari 66,33 pada siklus I menjadi 81,60 pada siklus II. Ketuntasan klasikal meningkat dari 46,66% menjadi 86,66%. Dengan demikian, penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Make A Match dapat meningkatkan hasil belajar aspek kognitif peserta didik pada pembelajaran Pendidikan Pancasila dan mencapai indikator keberhasilan yang ditetapkan, yaitu minimal 85% peserta didik mencapai KKM 70.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN EKONOMI M. Zikriadi; Lale Yaqutunnafis; Hully Hully
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v6i3.15518

Abstract

ABSTRACT Economic learning requires active student engagement in analyzing problems and developing critical thinking skills; however, learning that is less oriented toward problem solving may limit such engagement and students’ learning achievement. This study aimed to determine the effect of the Problem Based Learning (PBL) model on students’ critical thinking skills and learning outcomes in Economics among Grade XII SOEKTIS 1 students at MAN 2 Mataram. The study employed a quantitative approach using a quasi-experimental method with a Nonequivalent Control Group Design. The sample consisted of an experimental class and a control class selected using purposive sampling. Data were collected through tests and observation and analyzed using the Independent Samples t-test and Multivariate Analysis of Variance (MANOVA). The results showed that PBL had a significant effect on students’ critical thinking skills and learning outcomes, as well as a significant effect on both variables simultaneously. Therefore, PBL can be considered an alternative instructional model for Economics learning to support the development of students’ critical thinking skills and learning achievement. ABSTRAK Pembelajaran Ekonomi memerlukan keterlibatan aktif siswa dalam menganalisis permasalahan dan mengembangkan kemampuan berpikir kritis, namun pembelajaran yang kurang berorientasi pada pemecahan masalah dapat membatasi keterlibatan tersebut dan pencapaian hasil belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) terhadap kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Ekonomi kelas XII SOEKTIS 1 MAN 2 Mataram. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode quasi experimental dan desain Nonequivalent Control Group Design. Sampel terdiri atas kelas eksperimen dan kelas kontrol yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui tes dan observasi, kemudian dianalisis menggunakan Independent Samples t-test dan Multivariate Analysis of Variance (MANOVA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa PBL berpengaruh signifikan terhadap kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar siswa, serta berpengaruh signifikan terhadap kedua variabel tersebut secara simultan. Dengan demikian, PBL dapat menjadi salah satu alternatif model pembelajaran Ekonomi yang mendukung pengembangan kemampuan berpikir kritis dan pencapaian hasil belajar siswa.
PERLINDUNGAN KONSUMEN TERHADAP PENIPUAN DIGITAL DALAM E-COMMERCE DI INDONESIA Ghania Marcha Rahman; Ninda Budiyani; Siti Agustin; Via Riskyana
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v6i3.15624

Abstract

ABSTRACT The transformation of consumer transactions toward e-commerce has facilitated trade, but at the same time has expanded opportunities for digital fraud that can cause losses to consumers. This study aims to analyze the effectiveness of legal protection for consumers who become victims of digital fraud in Indonesia and to examine the challenges of law enforcement and dispute resolution associated with such cases. The study employs a normative juridical method through document and literature studies by examining the provisions of the Consumer Protection Law (UUPK), the Electronic Information and Transactions Law (UU ITE), the Personal Data Protection Law (UU PDP), as well as regulations governing electronic commerce. The analysis was conducted descriptively and analytically by mapping forms of consumer vulnerability, legal protection instruments, the responsibilities of the parties involved, and mechanisms for recovering losses. The findings indicate that Indonesia’s legal framework has provided a basis for consumer protection in digital transactions, but its implementation remains less than fully effective. These challenges involve the evolving nature of fraudulent schemes, difficulties in identifying perpetrators who use anonymous identities, the unequal position of consumers in electronic contracts, unclear boundaries of marketplace liability, and suboptimal dispute resolution mechanisms. The study concludes that digital consumer protection needs to be strengthened through regulatory harmonization, clearer platform liability, enhanced law enforcement capacity, and stronger legal and digital literacy among consumers. ABSTRAK Transformasi transaksi masyarakat menuju e-commerce memberikan kemudahan dalam perdagangan, tetapi pada saat yang sama memperluas ruang terjadinya penipuan digital yang dapat menimbulkan kerugian bagi konsumen. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas perlindungan hukum terhadap konsumen yang menjadi korban penipuan digital di Indonesia serta mengkaji tantangan penegakan hukum dan penyelesaian sengketanya. Penelitian menggunakan metode yuridis normatif melalui studi dokumen dan literatur dengan menelaah ketentuan dalam UUPK, UU ITE, UU PDP, serta regulasi terkait perdagangan melalui sistem elektronik. Analisis dilakukan secara deskriptif-analitis dengan memetakan bentuk kerentanan konsumen, instrumen perlindungan hukum, tanggung jawab para pihak, dan mekanisme pemulihan kerugian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perangkat hukum Indonesia telah menyediakan landasan perlindungan konsumen dalam transaksi digital, tetapi penerapannya belum sepenuhnya efektif. Hambatan tersebut berkaitan dengan perkembangan modus penipuan, kesulitan mengidentifikasi pelaku yang menggunakan identitas anonim, ketimpangan posisi konsumen dalam kontrak elektronik, belum tegasnya batas pertanggungjawaban marketplace, serta mekanisme penyelesaian sengketa yang belum optimal. Penelitian menyimpulkan bahwa perlindungan konsumen digital perlu diperkuat melalui harmonisasi regulasi, kejelasan pertanggungjawaban platform, peningkatan kapasitas penegakan hukum, dan penguatan literasi hukum serta digital konsumen.
STRATEGI MENGGERAKAN SUMBER DAYA MANUSIA DALAM MENGEMBANGKAN DESA WISATA PULESARI Bonivasius Tatebburuk; Sugiyanto Sugiyanto
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v6i4.15788

Abstract

The sustainability of a tourism village is fundamentally determined by the capacity of social capital and the capability of local human resources to manage rural attractions. This study aims to analyze the strategies for mobilizing human resources in Pulesari Hamlet to develop Pulesari Tourism Village, Sleman Regency. A descriptive qualitative approach was employed in this research. Primary data were gathered through participant observation and in-depth interviews with five key committee members, complemented by institutional documentary reviews. Data were analyzed interactively through data condensation, data display, and conclusion drawing and verification. The results reveal that human resource mobilization strategies are implemented through a blend of participatory leadership, deliberate consensus, functional task rotation, multi-stakeholder partnerships, and local homestay asset utilization. Nevertheless, the management continues to encounter challenges concerning an aging leadership demographic, limited digital literacy, and private residential land tenure constraints. Consequently, revitalizing organizational regeneration and providing consistent thematic workshops serve as vital strategic measures to reinforce the competitiveness of this community-based tourism village. ABSTRAK Keberlanjutan desa wisata sangat ditentukan oleh kapasitas modal sosial serta keandalan sumber daya manusia lokal dalam mengelola daya tarik perdesaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi menggerakkan sumber daya manusia di Padukuhan Pulesari dalam mengembangkan Desa Wisata Pulesari, Kabupaten Sleman. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Pengumpulan data primer dilakukan melalui observasi partisipatif serta wawancara mendalam dengan lima pengurus kunci, yang didukung penelusuran dokumen kelembagaan desa wisata. Analisis data berlangsung secara interaktif melalui reduksi dan kondensasi data, penyajian data, serta penarikan dan verifikasi simpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi menggerakkan sumber daya manusia dijalankan melalui perpaduan kepemimpinan partisipatif, musyawarah mufakat, rotasi tugas fungsional, kemitraan lintas pemangku kepentingan, serta pendayagunaan aset hunian warga (homestay). Namun demikian, pengelola masih menghadapi kendala penuaan usia pengurus, keterbatasan penguasaan literasi digital, serta keterikatan status kepemilikan lahan milik warga. Oleh karena itu, penguatan regenerasi kepengurusan dan fasilitasi lokakarya tematik secara berkelanjutan menjadi langkah krusial dalam memperkokoh daya saing desa wisata berbasis komunitas ini.