cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalp4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
jurnalp4i@gmail.com
Editorial Address
Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I) Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, NTB
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS
ISSN : 27979431     EISSN : 27978842     DOI : https://doi.org/10.51878/social.v1i2.447
Core Subject : Education,
Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan pendidikan IPS.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 600 Documents
GAMBARAN DUKUNGAN SOSIAL PADA KARYAWAN PT ULTIMA THONY TF: STUDI KUALITATIF Siti Nuraisah; Raden Mutiara Puspa Wijaya
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v6i3.14960

Abstract

ABSTRACT Operational dynamics and job demands may create psychological pressure for employees, making social support in the workplace an important factor in managing work-related stress and maintaining psychological well-being. This study aimed to explore the forms, experiences, barriers, and benefits of social support received by employees at PT Ultima Thony TF. A descriptive qualitative approach was employed using criterion sampling to select five informants from the Delivery, Production, Administration, and Warehouse divisions, all of whom had worked for at least one year. Data were collected through semi-structured in-depth interviews and analyzed using thematic analysis based on Braun and Clarke’s model. The findings indicate that the forms and effectiveness of social support varied according to the characteristics of workload in each division. In the Administration division, emotional support from supervisors, particularly openness and willingness to listen without judgment, was the dominant form of support in reducing work-related anxiety and providing psychological safety. Employees in the Delivery division required a combination of emotional and instrumental support, particularly adequate vehicle conditions and motivational encouragement. Meanwhile, employees in the Production and Warehouse divisions relied more heavily on peer support through solidarity and spontaneous assistance during increases in physical workload. Barriers to accessing social support included supervisors’ limited availability, communication gaps related to age or seniority differences, and physical distance between work locations. Overall, social support helps employees manage work-related stress, enhance self-efficacy, and strengthen their organizational attachment. ABSTRAK Dinamika operasional dan tuntutan pekerjaan dapat menimbulkan tekanan psikologis bagi karyawan, sehingga dukungan sosial di lingkungan kerja menjadi salah satu faktor penting dalam membantu pekerja menghadapi stres dan mempertahankan kesejahteraan psikologis. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi secara mendalam bentuk, pengalaman, hambatan, dan manfaat dukungan sosial yang diterima karyawan di PT Ultima Thony TF. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik criterion sampling terhadap lima informan yang berasal dari divisi Pengiriman, Produksi, Admin, dan Gudang serta memiliki masa kerja minimal satu tahun. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam semi-terstruktur dan dianalisis menggunakan analisis tematik berdasarkan model Braun dan Clarke. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk dan efektivitas dukungan sosial berbeda sesuai dengan karakteristik beban kerja pada masing-masing divisi. Pada divisi Admin, dukungan emosional atasan melalui keterbukaan dan kesediaan mendengarkan menjadi bentuk dukungan yang dominan dalam mengurangi kecemasan dan memberikan rasa aman psikologis. Divisi Pengiriman membutuhkan kombinasi dukungan emosional dan instrumental, terutama melalui kondisi armada yang layak dan penguatan motivasi. Sementara itu, divisi Produksi dan Gudang lebih mengandalkan dukungan rekan kerja melalui solidaritas dan bantuan spontan ketika terjadi peningkatan beban kerja fisik. Hambatan dukungan meliputi keterbatasan waktu atasan, kesenjangan komunikasi akibat perbedaan usia atau senioritas, dan jarak fisik kerja. Secara keseluruhan, dukungan sosial berperan dalam membantu karyawan mengelola stres, meningkatkan efikasi diri, dan memperkuat keterikatan terhadap organisasi.
GAMBARAN KESEJAHTERAAN PSIKOLOGIS ANAK BERU PEREMPUAN DALAM MENJALANKAN PERAN ADAT PERNIKAHAN DALAM SUKU KARO Florencia Br Ginting; Artiwinata Br Ginting
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v6i3.15001

Abstract

ABSTRACT Women serving as Anak Beru hold important responsibilities in Karo traditional wedding ceremonies, involving service, coordination, and various physical and psychological demands. These responsibilities are important to examine because women also fulfill roles within family life, which may affect their psychological well-being. This study aimed to identify and describe the psychological well-being of women serving as Anak Beru in Karo traditional wedding ceremonies based on Ryff’s six dimensions of Psychological Well-Being (PWB). The study used a qualitative approach with a descriptive qualitative design, involving two women serving as Anak Beru and two informants selected purposively. Data were collected through semi-structured interviews, observation, and documentation, and analyzed using the interactive model of Miles, Huberman, and Saldaña. The findings showed that all six dimensions of PWB were evident in both participants, including the ability to accept their roles and life experiences, maintain positive relationships, make decisions, manage traditional demands, find meaning in responsibilities toward family and tradition, and develop abilities through experience. Thus, the psychological well-being of women serving as Anak Beru is shaped by the interaction between individual psychological capacities, social relationships, experiences in fulfilling responsibilities, and the meaning attributed to Karo cultural values. ABSTRAK Anak Beru perempuan memiliki tanggung jawab penting dalam pelaksanaan adat pernikahan suku Karo yang melibatkan pelayanan, koordinasi, serta berbagai tuntutan fisik dan psikologis. Besarnya tanggung jawab tersebut penting dikaji karena perempuan juga menjalankan peran dalam kehidupan keluarga, sehingga dapat memengaruhi kesejahteraan psikologisnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan gambaran kesejahteraan psikologis Anak Beru perempuan dalam menjalankan peran adat pernikahan suku Karo berdasarkan enam dimensi Psychological Well-Being (PWB) Ryff. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif kualitatif, melibatkan dua Anak Beru perempuan dan dua informan yang dipilih secara purposive. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keenam dimensi PWB ditemukan pada kedua subjek, yaitu kemampuan menerima peran dan pengalaman hidup, mempertahankan hubungan positif, mengambil keputusan, mengelola tuntutan adat, menemukan makna dalam tanggung jawab terhadap keluarga dan adat, serta mengembangkan kemampuan melalui pengalaman. Dengan demikian, kesejahteraan psikologis Anak Beru perempuan terbentuk melalui interaksi kemampuan psikologis individu, hubungan sosial, pengalaman menjalankan tanggung jawab, dan pemaknaan terhadap nilai budaya Karo.
PERSEPSI MAHASISWA OLAHRAGA TERHADAP PERAN OLAHRAGA SEBAGAI AGEN PERUBAHAN SOSIAL: (STUDI KASUS)-STIKP PELITA NUSANTARA BUTON. Karim Karim; Mimil Azmil; Muhammad Azhar; Armin Armin
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v6i3.15466

Abstract

ABSTRACT This study aims to analyze the perceptions of students in the Physical Education Study Program at STKIP Pelita Nusantara Buton regarding the role of sport as an agent of social change. The study was motivated by the limited empirical research examining how prospective physical education teachers perceive the social functions of sport beyond physical development and athletic achievement. A descriptive quantitative approach was employed, involving 80 students selected through purposive sampling. Data were collected using a five-point Likert-scale questionnaire consisting of 30 statements covering six indicators: character development, social integration and cohesion, leadership and social responsibility, equality and social inclusion, community empowerment and participation, and social change through sport. The validity test showed that all items were valid, with the calculated r values exceeding the critical r value of 0.220, while the reliability test produced a Cronbach’s Alpha coefficient of 0.957. The findings indicated that 77.5% of respondents had very positive perceptions and 21.2% had positive perceptions, with an overall mean score of 4.54 out of 5. Equality and social inclusion obtained the highest mean score of 4.58, whereas community empowerment and participation received the lowest score of 4.47. These findings indicate that students perceive sport as a strategic means of promoting social change at both individual and community levels. Therefore, greater student involvement in community-based sport programs is recommended to strengthen the social function of sport. ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih terbatasnya kajian empiris mengenai pemaknaan mahasiswa calon pendidik olahraga terhadap fungsi sosial olahraga yang tidak hanya berorientasi pada aspek fisik dan prestasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi mahasiswa Program Studi Pendidikan Olahraga STKIP Pelita Nusantara Buton terhadap peran olahraga sebagai agen perubahan sosial. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan melibatkan 80 mahasiswa yang ditentukan melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner skala Likert lima poin yang terdiri atas 30 pernyataan dan mencakup enam indikator, yaitu pembentukan karakter, integrasi dan kohesi sosial, kepemimpinan dan tanggung jawab sosial, kesetaraan dan inklusi sosial, pemberdayaan dan partisipasi masyarakat, serta perubahan sosial melalui olahraga. Hasil uji validitas menunjukkan seluruh item dinyatakan valid dengan nilai r hitung lebih besar daripada r tabel sebesar 0,220, sedangkan uji reliabilitas menghasilkan nilai Cronbach’s Alpha sebesar 0,957. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 77,5% mahasiswa memiliki persepsi sangat positif dan 21,2% memiliki persepsi positif, dengan skor rata-rata keseluruhan sebesar 4,54 dari skor maksimal 5. Indikator kesetaraan dan inklusi sosial memperoleh skor tertinggi sebesar 4,58, sedangkan pemberdayaan dan partisipasi masyarakat memperoleh skor terendah sebesar 4,47. Dengan demikian, mahasiswa memandang olahraga sebagai sarana strategis dalam mendorong perubahan sosial, sehingga diperlukan penguatan keterlibatan mahasiswa dalam program olahraga berbasis komunitas.
IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN DARING PADA MATA PELAJARAN SEJARAH KELAS XI DI SMA NEGERI 1 LENEK Novita Sari; Badarudin Badarudin; Muhammad Shulhan Hadi
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 2 No. 4 (2022)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v2i4.15494

Abstract

ABSTRACT Changes in learning patterns during the COVID-19 pandemic required history teachers to shift the learning process from the classroom to a network-based environment. This situation was also experienced at SMA Negeri 1 Lenek when online learning was introduced, requiring adjustments in the way teachers planned, implemented, and assessed learning activities. This study examines the implementation of online history learning in Grade XI IPS 3, focusing on planning, implementation, and assessment. A descriptive qualitative approach was employed, involving the vice principal, history teacher, and students as data sources, along with relevant learning documents. Data were collected through interviews, observations, and documentation and subsequently analyzed through data reduction, data display, and conclusion drawing and verification. Data credibility was examined through source and technique triangulation. The findings indicate that learning continued to be conducted in a structured manner despite the shift to an online interaction environment. The teacher adapted learning plans, materials, media, communication, assignments, and assessment to students' circumstances, while WhatsApp served as the primary medium for delivering information and materials, recording attendance, facilitating discussions, and assigning tasks. Assessment covered knowledge and skills. These findings confirm that online history learning at SMA Negeri 1 Lenek constituted a pedagogical adaptation to the conditions of distance learning. ABSTRAK Perubahan pola pembelajaran selama pandemi COVID-19 membuat guru sejarah harus mengalihkan proses belajar dari ruang kelas ke lingkungan berbasis jaringan. Situasi tersebut juga dialami SMA Negeri 1 Lenek ketika pembelajaran daring mulai digunakan dan menuntut penyesuaian pada cara guru menyiapkan, menjalankan, serta menilai pembelajaran. Penelitian ini menelaah implementasi pembelajaran sejarah daring pada kelas XI IPS 3 dengan fokus pada perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan melibatkan wakil kepala sekolah, guru sejarah, dan siswa sebagai sumber data, disertai dokumen pembelajaran yang relevan. Informasi diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, serta penarikan dan verifikasi kesimpulan. Keabsahan informasi diperiksa melalui triangulasi sumber dan teknik. Temuan memperlihatkan bahwa pembelajaran tetap berlangsung secara terstruktur meskipun ruang interaksi berubah menjadi daring. Guru menyesuaikan perangkat pembelajaran, materi, media, komunikasi, penugasan, dan penilaian dengan kondisi peserta didik, sementara WhatsApp menjadi media utama untuk penyampaian informasi, materi, absensi, diskusi, dan tugas. Penilaian mencakup pengetahuan dan keterampilan. Temuan tersebut menegaskan bahwa pembelajaran sejarah daring di SMA Negeri 1 Lenek merupakan proses adaptasi pedagogis terhadap kondisi pembelajaran jarak jauh.
PENGARUH PENGGUNAAN METODE PERMAINAN BINGO TERHADAP KEMAMPUAN BERFIKIR TINGKAT TINGGI (HOTS) SISWA PADA MATA PELAJARAN SEJARAH DI SMA SULLAMUL MUBTADI ANJANI Dewi Indra Resti; Badarudin Badarudin; B. Fitri Rahmawati
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 2 No. 4 (2022)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v5i4.15548

Abstract

ABSTRACT History education still faces challenges in encouraging students not only to memorize facts but also to develop Higher Order Thinking Skills (HOTS). One alternative is the Bingo game method, which integrates game-based activities with questions that require complex thinking processes. This study aimed to analyze differences in students’ HOTS achievement following the implementation of the Bingo game method in History subject for Grade X students at SMA Sullamul Mubtadi Anjani. The study employed a quantitative approach with a quasi-experimental method involving an experimental group and a control group. Data were collected through a HOTS test and analyzed using descriptive statistics and an Independent Samples t-test after testing the analytical assumptions. The results showed that the HOTS achievement of the experimental group was higher than that of the control group, with mean scores of 80.8065 and 58.87, respectively. The t-test yielded t = 4.853 with a significance value of 0.000. Thus, the Bingo game method can serve as an alternative for History learning that supports HOTS development through analysis, information processing, problem-solving, and decision-making activities. ABSTRAK Pembelajaran sejarah masih menghadapi tantangan dalam mendorong peserta didik untuk tidak hanya mengingat fakta, tetapi juga mengembangkan kemampuan berpikir tingkat tinggi (Higher Order Thinking Skills/HOTS). Salah satu alternatif yang dapat digunakan adalah metode permainan Bingo yang mengintegrasikan aktivitas bermain dengan pertanyaan yang menuntut proses berpikir kompleks. Penelitian ini bertujuan menganalisis perbedaan capaian HOTS siswa setelah penerapan metode permainan Bingo pada mata pelajaran sejarah kelas X di SMA Sullamul Mubtadi Anjani. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode quasi-eksperimen dan melibatkan kelompok eksperimen serta kelompok kontrol. Data dikumpulkan melalui tes kemampuan HOTS dan dianalisis menggunakan statistik deskriptif serta Independent Samples t-test setelah pengujian persyaratan analisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa capaian HOTS kelompok eksperimen lebih tinggi dibandingkan kelompok kontrol, dengan rata-rata masing-masing 80,8065 dan 58,87. Hasil uji t menunjukkan t = 4,853 dengan nilai signifikansi 0,000. Dengan demikian, metode permainan Bingo dapat menjadi alternatif pembelajaran sejarah yang mendukung pengembangan HOTS melalui aktivitas analisis, pengolahan informasi, pemecahan masalah, dan pengambilan keputusan.
PENGARUH PERSONAL SELLING, PERIKLANAN, DAN PERSEPSI HARGA TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN SEPEDA MOTOR HONDA PADA DEALER PT KARYA AGUNG MEGAH JAYA IV BOYOLANGU Adilah Novelia Dewi; Ekbal Santoso; Muhammad Anasrulloh
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v6i3.13269

Abstract

The increasingly competitive motorcycle industry requires companies to implement effective marketing strategies to strengthen consumers' purchasing decisions. Although previous studies have investigated the influence of personal selling, advertising, and price perception on purchasing decisions, inconsistent findings remain, indicating the need for further empirical investigation in the context of local motorcycle dealerships. This study aimed to examine the effects of personal selling, advertising, and price perception on consumers' purchasing decisions at PT Karya Agung Megah Jaya IV Boyolangu, an authorized Honda motorcycle dealer. A quantitative approach with an associative research design was employed. The study involved 136 consumers selected through simple random sampling. Data were collected using a structured questionnaire and analyzed through multiple linear regression with the assistance of SPSS version 27. The findings revealed that personal selling and price perception had a positive and statistically significant effect on purchasing decisions, whereas advertising did not exert a significant partial effect. Simultaneously, the three independent variables significantly influenced purchasing decisions, as indicated by an F-value of 43.913 with a significance level of 0.000 (p < 0.05). Furthermore, the coefficient of determination (R² = 0.500) indicates that personal selling, advertising, and price perception jointly explain 50.0% of the variance in purchasing decisions, while the remaining 50.0% is attributable to other factors beyond the proposed research model. These findings suggest that strengthening sales representatives' interpersonal capabilities and establishing competitive price perceptions are more influential than advertising activities in encouraging consumers' purchasing decisions at Honda motorcycle dealerships. ABSTRAK Persaingan industri sepeda motor mendorong perusahaan untuk menerapkan strategi pemasaran yang mampu meningkatkan keputusan pembelian konsumen. Meskipun berbagai penelitian telah mengkaji pengaruh personal selling, periklanan, dan persepsi harga terhadap keputusan pembelian, hasil yang diperoleh masih menunjukkan inkonsistensi sehingga diperlukan pengujian kembali pada konteks dealer sepeda motor di tingkat lokal. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh personal selling, periklanan, dan persepsi harga terhadap keputusan pembelian sepeda motor Honda pada Dealer PT Karya Agung Megah Jaya IV Boyolangu. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian asosiatif. Sampel penelitian berjumlah 136 konsumen yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner dan dianalisis menggunakan regresi linier berganda dengan bantuan SPSS versi 27. Hasil penelitian menunjukkan bahwa personal selling dan persepsi harga berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian, sedangkan periklanan tidak memberikan pengaruh yang signifikan secara parsial. Secara simultan, ketiga variabel independen berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian dengan nilai Fhitung sebesar 43,913 dan tingkat signifikansi 0,000 (<0,05). Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,500 menunjukkan bahwa 50,0% variasi keputusan pembelian dapat dijelaskan oleh personal selling, periklanan, dan persepsi harga, sedangkan 50,0% sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar model penelitian. Temuan ini mengindikasikan bahwa peningkatan kualitas interaksi tenaga penjual dan pembentukan persepsi harga yang kompetitif menjadi faktor yang lebih dominan dibandingkan aktivitas periklanan dalam mendorong keputusan pembelian konsumen pada dealer sepeda motor Honda.    
PENGARUH KUALITAS PELAYANAN, LOKASI, DAN KELENGKAPAN PRODUK TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN PRODUK PADA WARUNG MADURA DI DESA SOBONTORO Erika Oktadeviasari; Tutut Suryaningsih
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v6i3.13371

Abstract

The increasing competition in the traditional retail sector requires business owners to implement effective strategies to influence consumers' purchasing decisions. As one of the most prevalent forms of traditional retail in rural areas, Madura convenience stores face the challenge of maintaining their competitiveness through improved service quality, strategic location, and comprehensive product availability. This study aims to examine the effects of service quality, location, and product completeness on consumers' purchasing decisions at Madura convenience stores in Sobontoro Village. A quantitative approach with an explanatory research design was employed. The study involved 96 respondents selected using accidental sampling. Data were collected through Likert-scale questionnaires and analyzed using validity and reliability tests, classical assumption tests, and multiple linear regression with the assistance of SPSS. The findings reveal that service quality, location, and product completeness each have a positive and statistically significant effect on purchasing decisions (  < 0.001). Among the independent variables, product completeness demonstrates the strongest influence on consumers' purchasing decisions. Simultaneously, the three variables significantly affect purchasing decisions, with an Adjusted R Square value of 0.549, indicating that 54.9% of the variance in purchasing decisions is explained by service quality, location, and product completeness, while the remaining 45.1% is influenced by other factors beyond the research model. These findings highlight the importance of enhancing service quality, ensuring strategic accessibility, and maintaining comprehensive product availability to strengthen consumers' purchasing decisions in traditional retail businesses. ABSTRAK Persaingan usaha ritel tradisional yang semakin meningkat menuntut pelaku usaha untuk menerapkan strategi yang mampu mendorong keputusan pembelian konsumen. Warung Madura sebagai salah satu bentuk usaha ritel tradisional di pedesaan menghadapi tantangan dalam mempertahankan daya saing melalui peningkatan kualitas pelayanan, pemilihan lokasi yang strategis, dan penyediaan produk yang lengkap. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh kualitas pelayanan, lokasi, dan kelengkapan produk terhadap keputusan pembelian konsumen pada Warung Madura di Desa Sobontoro. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain explanatory research. Sampel penelitian berjumlah 96 responden yang dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dengan skala Likert dan dianalisis menggunakan uji validitas, uji reliabilitas, uji asumsi klasik, serta analisis regresi linear berganda menggunakan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas pelayanan, lokasi, dan kelengkapan produk masing-masing berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian dengan nilai signifikansi <0,001. Kelengkapan produk menjadi variabel yang memberikan pengaruh paling dominan dibandingkan variabel lainnya. Secara simultan, ketiga variabel berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian dengan nilai koefisien determinasi (Adjusted R Square) sebesar 0,549, yang menunjukkan bahwa 54,9% variasi keputusan pembelian dapat dijelaskan oleh kualitas pelayanan, lokasi, dan kelengkapan produk, sedangkan sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar model penelitian. Temuan ini menegaskan bahwa peningkatan kualitas layanan, kemudahan akses lokasi, serta ketersediaan produk yang lengkap merupakan faktor penting dalam meningkatkan keputusan pembelian konsumen pada usaha ritel tradisional.    
PENGARUH KUALITAS PRODUK, DESAIN PRODUK DAN PERSEPSI HARGA TERHADAP KEPUASAN KONSUMEN PADA PEMBELIAN SOUVENIR CELENGAN KA’BAH DI SBB DIGITAL TULUNGAGUNG Adzanty Maulina Putri; Moh Gufron
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v6i3.13372

Abstract

Increasing business competition requires companies to understand the factors that influence consumer satisfaction. Consumer satisfaction is an important indicator in determining the success of a business. This study aims to examine the effect of product quality on consumer satisfaction, the effect of product design on consumer satisfaction, and the effect of price perception on consumer satisfaction in purchasing Ka'bah piggy bank souvenirs at SBB Digital Tulungagung. This research employed a quantitative approach using multiple linear regression analysis. The sample consisted of 98 respondents selected through a saturated sampling technique. Data were collected through questionnaires and documentation. The results showed that product quality had a significant effect on consumer satisfaction, with a t-value of 4.745 > 1.985 and a significance value of 0.000 < 0.05. Product design did not have a significant effect on consumer satisfaction, with a t-value of 0.529 < 1.985 and a significance value of 0.598 > 0.05. Price perception had a significant effect on consumer satisfaction, with a t-value of 3.519 > 1.985 and a significance value of 0.001 < 0.05. Simultaneously, the variables produced an F-value of 74.052 > 2.70 and a significance value of 0.000 < 0.05, indicating that product quality, product design, and price perception jointly have a positive and significant effect on consumer satisfaction. The Adjusted R Square value of 69.3% indicates that product quality (X₁), product design (X₂), and price perception (X₃) explain 69.3% of the variation in consumer satisfaction (Y), while the remaining 30.7% is explained by other factors not examined in this study. ABSTRAK Persaingan usaha yang semakin ketat menuntut perusahaan untuk memahami faktor-faktor yang dapat memengaruhi kepuasan konsumen. Kepuasan konsumen merupakan salah satu indikator penting dalam menentukan keberhasilan suatu usaha. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kualitas produk terhadap kepuasan konsumen, mengetahui pengaruh desain produk terhadap kepuasan konsumen, dan mengetahui pengaruh persepsi harga terhadap kepuasan konsumen pada pembelian souvenir celengan Ka'bah di SBB Digital Tulungagung. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan analisis regresi linier berganda. Sampel penelitian menggunakan teknik sampling jenuh sebanyak 98 responden dan teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner (angket) serta dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas produk berpengaruh signifikan terhadap kepuasan konsumen dengan nilai thitung > ttabel yaitu 4,745 > 1,985 dan nilai signifikansi sebesar 0,000 < 0,05. Desain produk tidak berpengaruh signifikan terhadap kepuasan konsumen dengan nilai thitung < ttabel yaitu 0,529 < 1,985 dan nilai signifikansi sebesar 0,598 > 0,05. Persepsi harga berpengaruh signifikan terhadap kepuasan konsumen dengan nilai thitung > ttabel yaitu 3,519 > 1,985 dan nilai signifikansi sebesar 0,001 < 0,05. Secara simultan memiliki nilai Fhitung 74,052 > Ftabel 2,70 dan nilai signifikansi sebesar 0,000 < 0,05, sehingga dapat disimpulkan bahwa variabel kualitas produk, desain produk, dan persepsi harga secara bersama-sama berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan konsumen. Hasil nilai Adjusted R Square sebesar 69,3% menunjukkan bahwa variabel kualitas produk (X₁), desain produk (X₂), dan persepsi harga (X₃) mampu menjelaskan variabel kepuasan konsumen (Y), sedangkan sisanya sebesar 30,7% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak dikaji dalam penelitian ini.    
PENGARUH KUALITAS PRODUK DAN KUALITAS PELAYANAN TERHADAP KEPUASAN PELANGGAN (STUDI KASUS PADA CAFE KALA SPACE TULUNGAGUNG) Nabila Putri Ramadani; Bina Andari Nurmaning
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v6i3.13393

Abstract

The increasing competition in the café industry requires businesses to continuously improve product quality and service quality to enhance customer satisfaction. This study aims to examine the influence of product quality and service quality on customer satisfaction at Cafe Kala Space Tulungagung. A quantitative approach with an associative research design was employed. Data were collected through questionnaires distributed to 97 customers selected as respondents. The data were analyzed using validity and reliability tests, classical assumption tests, multiple linear regression analysis, t-test, F-test, and coefficient of determination with the assistance of SPSS version 27. The findings indicate that product quality has a positive and significant effect on customer satisfaction (t = 2.620, p < 0.001). Service quality also has a positive and significant effect on customer satisfaction (t = 6.125, p < 0.001). Simultaneously, product quality and service quality significantly influence customer satisfaction (F = 112.085, p < 0.001). The adjusted coefficient of determination (Adjusted R²) of 0.698 indicates that 69.8% of the variation in customer satisfaction is explained by product quality and service quality, while the remaining 30.2% is attributable to other factors beyond the scope of this study. These findings suggest that maintaining consistent product quality and delivering responsive, reliable, and customer-oriented services are essential strategies for improving customer satisfaction and strengthening the competitive position of Cafe Kala Space Tulungagung. ABSTRAK Persaingan industri kafe mendorong pelaku usaha untuk meningkatkan kualitas produk dan kualitas pelayanan sebagai upaya menciptakan kepuasan pelanggan. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh kualitas produk dan kualitas pelayanan terhadap kepuasan pelanggan pada Cafe Kala Space Tulungagung. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain asosiatif. Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner kepada 97 pelanggan yang dipilih sebagai responden. Analisis data dilakukan menggunakan uji validitas, uji reliabilitas, uji asumsi klasik, analisis regresi linear berganda, uji parsial (t), uji simultan (F), dan koefisien determinasi dengan bantuan SPSS versi 27. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas produk berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan pelanggan (t = 2,620; p < 0,001). Kualitas pelayanan juga terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan pelanggan (t = 6,125; p < 0,001). Secara simultan, kedua variabel memberikan pengaruh yang signifikan terhadap kepuasan pelanggan (F = 112,085; p < 0,001). Nilai Adjusted R Square sebesar 0,698 menunjukkan bahwa 69,8% variasi kepuasan pelanggan dapat dijelaskan oleh kualitas produk dan kualitas pelayanan, sedangkan 30,2% dipengaruhi oleh faktor lain di luar model penelitian. Temuan ini menegaskan bahwa peningkatan kualitas produk yang konsisten serta pelayanan yang responsif, ramah, dan andal merupakan strategi penting dalam meningkatkan kepuasan pelanggan serta memperkuat daya saing Cafe Kala Space Tulungagung.  
EFEKTIVITAS PERLINDUNGAN KONSUMEN DI INDONESIA PADA ERA DIGITAL Resty Charisima Liunima; Satila Ummu Zahra; Nabila Sahwal; Fajriyah Nur Aini; Salsa Bilatun Nisa
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v6i3.15384

Abstract

The acceleration of the digital economy in Indonesia has transformed commercial transactions into fast-paced and paperless electronic exchanges. However, this transactional shift brings new vulnerabilities for consumers due to frequent personal data breaches, cyber frauds, and protracted dispute resolution mechanisms. This study aims to analyze the effectiveness of Law Number 8 of 1999 concerning Consumer Protection (UUPK) in addressing the complexities of electronic commerce (e-commerce) transactions. The research employed a normative juridical method utilizing statute and conceptual approaches through a systematic review of primary and secondary legal sources. The findings indicate that existing UUPK provisions are insufficient to accommodate cross-border digital transactions, as evidenced by rising secondary complaint data regarding non-conforming goods and digital fraud. This study concludes that an adaptive regulatory reform, harmonization with data privacy laws, and the establishment of online dispute resolution are imperative to ensure a secure and equitable digital commerce ecosystem. ABSTRAK Akselerasi ekonomi digital di Indonesia telah mengubah lanskap transaksi perdagangan menjadi berbasis elektronik yang serba cepat dan nirkertas. Kendati demikian, peralihan pola transaksi ini memunculkan kerentanan baru bagi konsumen akibat maraknya kebocoran data, kecurangan digital, dan lambatnya resolusi sengketa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen (UUPK) dalam menghadapi tantangan transaksi perdagangan elektronik (e-commerce) di era digital. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan (statute approach) dan pendekatan konseptual (conceptual approach) melalui telaah bahan hukum primer dan sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa norma UUPK belum memadai untuk merespons dinamika transaksi digital yang bersifat lintas batas, ditambah dengan tingginya aduan barang yang tidak sesuai pesanan dan penipuan daring. Simpulan penelitian menegaskan bahwa pembaruan regulasi yang adaptif, harmonisasi hukum pelindungan data, serta integrasi mekanisme penyelesaian sengketa berbasis daring (online dispute resolution) mutlak diperlukan demi mewujudkan ekosistem transaksi digital yang adil dan berdaya kepastian hukum.