cover
Contact Name
Indra Fauzi Sabban
Contact Email
indra.fauzi@iik.ac.id
Phone
+6282225094691
Journal Mail Official
indra.fauzi@iik.ac.id
Editorial Address
Jalan. KH. Wahid Hasyim 65 Kediri Jawa Timur Indonesia
Location
Kota kediri,
Jawa timur
INDONESIA
JOURNAL OF COMMUNITY ENGAGEMENT AND EMPOWERMENT
ISSN : -     EISSN : 27145735     DOI : -
JECC memiliki tujuan untuk dapat mendiseminasikan hasil pengabdian masyarakat yang telah dilakukan oleh instansi pendidikan maupun organisasi lainnya agar dapat menjadi bahan rujukan serta menjadi inspirasi untuk meningkatkan kegiatan pengabdian masyarakat. JECC berfokus pada bidang sebagai berikut: Pemberdayaan dan peningkatan pengetahuan masyarakat di bidang kesehatan, pendidikan, dan ekonomi. Peningkatan nilai guna barang dan jasa.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 11 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 2 (2020)" : 11 Documents clear
Penguatan Dinas Kebudayaan Dan Pariwisata Kabupaten Belitung Timur Melalui Perumusan Konsep Media Placement Dan Pemanfaatan Media Sosial Untuk Meningkatkan Pariwisata Delliana, Santi; Kusumawati, Dyah; Diniati, Anisa
Journal of Community Engagement and Empowerment Vol 2, No 2 (2020)
Publisher : Institut Ilmu Kesehatah Bhakti Wiyata Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Media online memiliki keunggulan yang berbeda-beda bagi masyarakat, salah satunya adalah menyadarkan masyarakat akan produk/layanan kita. Pesan publisitas di media sosial membutuhkan kreativitas tingkat tinggi, ide-ide cemerlang baik dalam publisitas maupun dalam foto iklan. Indonesia yang terkena pandemi Covid-19 tentunya sangat terkena dampak terutama industri pariwisata khususnya pariwisata Kabupaten Belitung Timur. Hal tersebut yang membuat pariwisata Belitung Timur menggunakan media online untuk mempromosikan kembali pariwisata menuju New Normal. Presentasi, workshop langsung, diskusi dan tanya jawab melalui aplikasi Zoom adalah metode yang digunakan pada pengabdian ini. Tujuan dari pengabdian ini adalah untuk meningkatkan pemahaman dan pengetahuan publik khususnya Dinas Kebudayaan Dan Pariwisata Kabupaten Belitung Timur dan Kelompok Sadar Wisata (POKDARWIS) dari beberapa desa dan kecamatan mengenai perumusan konsep media placement dan pemanfaatan media sosial untuk meningkatkan pariwisata. Karena pada kenyataannya minimnya keahlian dan keterampilan Pegawai Dinas Pariwisata Pemerintah Kabupaten Belitung Timur dan Komunitas POKDARWIS (Kelompok Sadar Wisata) di Kabupaten Belitung Timur, Provinsi Bangka Belitung juga menambah kurang maksimalnya pemasaran pariwisata disana.
Kampung Sahaja”(Kelompok Masyarakat Pendukung Sadar Kesehatan Jiwa) Juwariah, Titik
Journal of Community Engagement and Empowerment Vol 2, No 2 (2020)
Publisher : Institut Ilmu Kesehatah Bhakti Wiyata Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 Latar Belakang: Gangguan jiwa di masyarakat dewasa ini cenderung meningkat Hasil Riskesdas(2018), menunjukkan adanya peningkatan proporsi gangguan jiwa yang cukup signifikan jika dibandingkan dengan tahun 2013, yaitu naik dari 1,7 permil menjadi 7 permil. Di kelurahan singonegaran tercatat 28 ODGJ yang terpantau oleh puskesmas dan banyak maslah ODGJ yang sangat pelik terjadi di masyarakat.  Meskipun bukan masalah yang urgen namun gangguan jiwa perlu mendapatkan penanganan serius, Seseorang dengan gangguan jiwa akan kehilangan fungsi sosial, menjadi tidak produktif bahkan membahayakan bagi diri sendiri dan masyarakat.Tujuan: Tujuan pengabdian masyarakat  ini adalah  untuk memandirikan masyarakat dalam hal pengelolaan kesehatan jiwa di lingkunganya. Pengabdian masyarakat ini dilaksanakan mulai bulan mei 2019 di Kelurahan singonegaran Kota Kediri dengan  melibatkan seluruh masyarakat RW. 8 dan RW,9  lingkungan Grogol. Metode: Metode pengabdian masyarakat ini adalah pemberdayaan masyarakat dengan membentuk  “KAMPUNG SAHAJA” (kelompok masyarakat pendukung sadar kesehatan jiwa) anggotanya meliputi masyarakat RW 8 dan 9 kelurahan grogol singonegaran serta masyarakat yang berminat menjadi anggota, Pengurusnya adalah kader kesehatan jiwa di dukung oleh Team Kesehatan Jiwa Stikes ganesha Husada Kediri, Dinas Kesehatan Kota, dan puskesmas Pesantren II. Hasil: Hasil dari pengabdian ini adalah adanya peningkatan pengetahuan masyarakat tentang klesehatan jiwa sebanyak 80,7%,  adanya peningkatan pengetahuan dan kemampuan kader jiwa dalam menangani masalah kejiwaan sebesar 86, 48% , adanya peningkatan ketrampilan ODGJ dan keluarga sebanyak  90, 21 %  dan adanya peningkatan pemantauan pasien dengan gangguan jiwa dalam hal pemantauan minum obat oleh kader, dan tenaga kesehatan sebesar  96%.  Kesimpulan: Kesimpulan dalam pelaksanaan pengabdian mastyarakat ini adalah adanya  kesadaran masyarakat yang tinggi dalam penangan ODGJ di wilayah lingkungan Grogo; singonegaran. Adanya kesepakatan bersama untuk mendukung sadar sehat jiwa, organisasi yang siap menjadi penggerak masyarakat, kader kesehatan jiwa, pelatihan ketrampilan untuk ODGJ yang sudah membaik. Diharapkan melalui kampung Sahaja ini masyarakat mandiri pengelolaan kesehatan jiwa dapat berlangsung terus dan kegiatanya berkembang dari tahun ke tahun. Sehingga angka Gangguan jiwa bisa di tekan, penderita gangguan jiwa dapat lebih terkontrol dan dapat berdaya guna di lingkunganya serta produktif.
PEMBERDAYAAN DAN PENGEMBANGAN POTENSI PENINGGALAN SEJARAH MONUMEN dr SOETOMO SEBAGAI DESTINASI WISATA EDUKASI DAN SEJARAH NASIONAL tripariyanto, afiff yudha; Indrasari, lolyka Dewi; Komari, Ana; Rahayuningsih, Sri
Journal of Community Engagement and Empowerment Vol 2, No 2 (2020)
Publisher : Institut Ilmu Kesehatah Bhakti Wiyata Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Nganjuk dahulunya bernama Anjuk Ladang yang dalam bahasa Jawa Kuno berarti Tanah Kemenangan. Dibangun pada tahun 859 Caka atau 937 Masehi. Kabupaten Nganjuk memiliki kondisi dan struktur tanah yang cukup produktif untuk berbagai jenis tanaman, baik tanaman pangan maupun tanaman perkebunan sehingga sangat menunjang pertumbuhan ekonomi dibidang pertanian.Selain itu nganjuk juga mempuyai banyak destinasi wisata yang sudah dikenal oleh masyarakat luas seperti air terjun sedudo,air merambat roro kuning,Gua Margotresno dan wisata sejarah yaitu Monumen dr Soetomo. Salah satu bentuk monumen yang ada di Nganjuk adalah monumen dr.Soetomo. dr.Soetomo merupakan salah satu pahlawan Pergerakan Nasional pendiri organisasi Boedi Oetomo yang asli berasal dari Nganjuk. Untuk menghormati beliau dibangunlah sebuah monumen sebagai saksi sejarah tentang keberadaan dan kepahlawanannya dalam membela Nusa dan Bangsa. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah untuk mengembangkan dan memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga peninggalan sejarah nasional sebagai salah satu upaya menghormati jasa-jasa para pahlawan pergerakan nasional. Metode yang digunakan dalam Pengabdian Masyarakat adalah Metode Partisipatif, yaitu Pendekatan yang berorientasi kepada upaya peningkatan peran serta masyarakat dan seluruh elemen secara langsung dalam berbagai proses dan pelaksanaan pengabdian. Dari uraian latar belakang diatas maka hasil yang diperoleh dari kegiatan ini yaitu masyarakat sudah mulai memahami dan merasa memilki atas keberadaan monument dr.Soetomo sehingga rasa untuk menjaga dan membersihkan peninggalan sejarah tersebut semakin tinggi dengan dibuktikan semakin indah dan bersih monument dr.Soetomo. Dari uraian diatas bisa diambil kesimpulan bahwa menjaga dan memelihara peninggalan sejarah merupakan salah satu upaya dalam menghormati jasa-jasa para pahlawan yang sudah memberikan semuanya mulai dari tenaga,pemikiran materi demi masyarakat Indonesia seluruhnya.
Aplikasi SEDEKA ( Sistem Dokumentasi Kesehatan Masyarakat ) Dalam Rangka Mendukung Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) Sunnah, Istianatus; Oktianti, Dian; Dianingati, Ragil Setia
Journal of Community Engagement and Empowerment Vol 2, No 2 (2020)
Publisher : Institut Ilmu Kesehatah Bhakti Wiyata Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang : Upaya peningkatan  kesehatan dapat dilaksanakan melalui Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) dengan pemeriksaan kesehatan secara berkala terutama pada usia lanjut yang rentan terhadap penyakit menular maupun tidak menular. Tujuan : Untuk meningkatkan upaya promotif dan preventif  serta pemantauan kesehatan  pada lansia di Desa Lerep, Ungaran Kabupaten Semarang dengan melaksanakan pemeriksaan rutin serta monitoring kesehatan sehingga tercipta peningkatan  kualitas hidup sehat lansia menggunakan aplikasi SEDEKA. Metode :  Sosialisasi materi tentang penyakit degeneratif dan aplikasi SEDEKA serta pretes postes pada  44 peserta posyandu lansia. Selain itu juga dilaksanakan pengukuran tekanan darah dan kadar gula darah peserta. Nilai pretes dan postes dianalisis untuk mengevaluasi prosentase  tingkat pemahaman lansia terhadap materi. Hasil:  Pengamatan  yang dilakukan  sebelum kegiatan,  monitoring dan dokumentasi kesehatan oleh penderita  belum dilakukan secara baik, sehingga perlu adanya sistem dokumentasi yang dapat membantu lansia untuk memonitor kesehatannya.  Berdasarkan hasil evaluasi pretes dan postes,  peserta posyandu lansia memiliki peningkatan pemahaman menjadi “BAIK bahkan “SANGAT BAIK” diikuti peningkatan prosentase nilai pemahaman materi pada materi hipertensi sebanyak 100%, materi diabetes mellitus 27,88%  dan hiperkolesterolemia 80,60%. Kesimpulan : Kegiatan sosialisasi ini mampu memberikan efek positif terhadap pemahaman penyakit degeneratif peserta posyandu lansia.
PEMANFAATAN BAHAN ALAM SEBAGAI SKRINING AWAL ZAT ADITIF UNTUK MENJAMIN PRODUK YANG SEHAT DAN HIGIENIS Pramana, Galih Adi; Dyahariesti, Niken; Karminingtyas, Sikni Retno
Journal of Community Engagement and Empowerment Vol 2, No 2 (2020)
Publisher : Institut Ilmu Kesehatah Bhakti Wiyata Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Makanan yang sehat sangat diperlukan untuk kesehatan. Faktor kesehatan sering kali terabaikan ketika seseorang memilih makanan dan minuman dan cenderung memilih berdasarkan tampilannya seperti warna yang menarik ataupun  tekstur yang memikat. Program pengabdian  masyarakat dilakukan  di  RW IX, Desa Lerep Kecamatan Ungaran Barat Kabupaten Semarang yang dilakukan pada bulan Februari sampai Juni 2019. Tujuan: Tujuan dari kegiatan ini untuk memberikan edukasi kepada masyarakat cara mengindentifikasi adanya zat aditif (pewarna dan pengawet) dengan memanfaatkan bahan alam. Metode: Metode yang digunakan yaitu penyuluhan dan pelatihan   kepada kader posyandu dan ibu rumah  tangga. Program ini dilakukan melalui beberapa tahap. Tahap pertama meliputi kegiatan survey lokasi dan koordinasi, tahap kedua meliputi kegiatan pemberian materi sesuai dengan subtema dan monitoring awal (pretest) dan tahap yang ketiga meliputi evaluasi (postest). Hasil:  Dari  kegiatan ini diperoleh hasil bahwa masyarakat banyak yang belum dapat membedakan makanan dan minuman yang mengandung zat aditif berbahaya, tetapi dengan adanya pelatihan ini  pengetahuan masyarakat mengenai zat aditif (pewarna dan pengawet) berbahaya pada makanan dan minuman sudah ada peningkatan dengan adanya perbaikan hasil postest dibandingkan dengan hasil pretest. Kesimpulan: Adanya peningkatan ketrampilan dan pengetahuan masyarakat dalam mengidentifikasi zat aditif (pewarna dan pengawet)  dalam makanan dan minuman dengan memanfaatkan bahan alam.
TRANSFER ILMU PENGETAHUAN DAN TEKNOLOGI DALAM PERTOLONGAN KEGAWATDARURATAN PADA TATANAN KELUARGA Kushayati, Nuris; Murtiyani, Ninik; Suidah, Hartin
Journal of Community Engagement and Empowerment Vol 2, No 2 (2020)
Publisher : Institut Ilmu Kesehatah Bhakti Wiyata Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keadaan jantung berhenti berdenyut merupakan salah satu keadaan kegawatdaruratan. Kasus henti jantung sering terjadi secara tiba-tiba tanpa gejala awal yang dapat terjadi dimana saja dan kapan saja. Kondisi ini sering terjadi di lingkungan luar rumah sakit atau disebut OHCA (Out of Hospital Cardiac Arrest). Kematian akan terjadi dalam beberapa menit jika tidak segera ditolong. Di Amerika serikat kasus henti jantung ini menyebabkan 90 % kematian (AHA, 2020). Di Indonesia sampai saat ini belum ada data statistik mengenai kasus henti jantung. Bantuan hidup dasar yang dilakukan untuk pertolongan kasus henti jantung adalah resusitasi jantung paru. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah untuk mentransfer ilmu pengetahuan dan tehnologi dalam pertolongan kegawatdaruratan henti jantung pada tatanan keluarga. Metode yang digunakan adalah ceramah, tanya jawab dan demonstrasi. Hasil pengabdian masyarakat diperoleh dari 43 anggota keluarga, pengetahuan keluarga paling banyak masih kurang yaitu 31 orang anggota keluarga (72,09%) dan setelah pemaparan materi pengetahuannya meningkat yang paling banyak dengan tingkat pengetahuan cukup sebanyak 23 orang anggota keluarga (53,49%). Pada awalnya saat latihan penanganan kegawatdaruratan ada beberapa peserta yang tidak ikut mencoba cara penanganan kegawatdaruratan karena takut, namun banyak juga peserta yang sangat antusias untuk mencoba melakukan penanganan kegawatdaruratan. Bagi keluarga disarankan agar senantiasa mengenali secara dini tanda dan gejala henti jantung karena bisa terjadi dimana saja dan kapan saja karena henti jantung dapat dialami diberbagai tingkat usia. Dengan kemampuan mengidentifikasi secara dini diharapkan ada penolong yang siaga untuk memberikan bantuan hidup dasar yaitu resusitasi jantung paru oleh orang awam.
Sosialisasi Pemakaian Obat Cacing Pada Posyandu Balita wiyono, anang setyo; Sari, Fita; Restuaji, Ibnu Muhariawan; Saputra, Sony Andika
Journal of Community Engagement and Empowerment Vol 2, No 2 (2020)
Publisher : Institut Ilmu Kesehatah Bhakti Wiyata Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Penyakit cacingan masih menjadi masalah kesehatan di Indonesia, terutama penyakit cacingan yang ditularkan melalui tanah, yaitu Ascaris lumbricoides (cacing gelang), Trichuris trichiura (cacing cambuk), dan Ancylostoma duodenale, Necator americanus, (cacing tambang). Lebih dari 1,5 miliar orang, atau 24% dari populasi dunia, terinfeksi cacingan ini. Prevalensi cacingan di Indonesia bervariasi antara 2,5% - 62%. Penanggulangan cacingan diarahkan pada pemutusan rantai penularan cacingan, yaitu kelompok usia balita dan anak usia sekolah,  dengan  1) pemberian obat massal pencegahan cacingan kelompok rentan untuk menghentikan penyebaran telur cacing dari penderita ke lingkungan sekitarnya, 2) peningkatan higiene sanitasi, dan 3) pembudayaan perilaku hidup bersih dan sehat melalui promosi kesehatan. Tujuan: Melalui kegiatan pengabdian masyarakat dalam rangka memperingati Hari Gizi Nasional ini maka diadakan sebuah kegiatan sosialisasi mengenai penyakit cacingan dan cara minum obat cacing yang benar. Metode: Penyebaran kuesioner pada ibu-ibu Posyandu Balita. Hasil: tingkat pengetahuan peserta mengenai penyakit cacingan mengalami peningkatan dari sebelum sosialisasi sebesar 45% dan sesudah sosialisasi sebesar 85%. Sedangkan tingkat pengetahuan peserta mengenai cara minum obat cacing yang benar juga mengalami peningkatan dari sebelum sosialisasi sebesar 54,5% dan sesudah sosialisasi sebesar 93,5%. Data perilaku masyarakat Desa Joho memiliki kebiasaan hidup sehat sebesar 89%. Kesimpulan: Tingkat pengetahuan dan kebiasaan hidup masyarakat Desa Joho masuk dalam kategori baik.
Peningkatan Pengetahuan Bahaya dan Deteksi Bahan Kimia Berbahaya Pada Bahan Makanan Shofi, Muh.; Putri, Mardiana Prasetyani; Manggara, Algafari Bakti; Wuryandari, Maria Magdalena Riyaniarti Estri
Journal of Community Engagement and Empowerment Vol 2, No 2 (2020)
Publisher : Institut Ilmu Kesehatah Bhakti Wiyata Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Bahan kimia berbahaya seperti boraks, formalin, dan pemutih merupakan bahan kimia yang banyak digunakan dalam pengawetan bahan pangan yang dilakukan oleh oknum pedang curang karena harganya murah serta dapat meningkatkan keuntungan dari penjualan. Adanya hal tersebut pelu adanya sosialisisi kepada masyarakat mengenai bahaya dari bahan kimia tersebut dan cara identifikasi sederhana dengan menggunakan kunyit, kulit buah naga, dan betadin. Tujuan: Meningkatkan pengetahuan tentang bahaya dan mengetahui cara mengidentifikasi bahan kimia berbahaya secara sedehana. Metode: Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian di Desa Puhsarang Kecamatan Semen Kabupaten Kediri yaitu menggunakan tiga metode yaitu: metode ceramah, tanya jawab aktif dan diskusi, serta praktik langsung tentang cara deteksi bahan kimia berbahaya. Hasil dan Kesimpulan: Masyarakat mengetahui bahaya dari bahan kimia berbahaya seperti boraks, formalin, dan pemutih serta cara deteksi secara sederhana. Selama proses kegiatan berlangsung mulai dari penyampaian tujuan dan peragaan sampai dengan mempraktikkan cara deteksi bahan kimia berbahaya secara sederhana, peserta sangat antusias melaksanakannya. Hal tersebut terlihat banyaknya pertanyaan dari para peserta saat penyampaian materi hingga parktik secara mandiri. Berdasarkan hasil kuisioner tentang bahaya boraks, formalin, dan pemutih serta cara deteksi sederhana menunjukkan peningkatan yang signifikat sebesar 100% bila dibandingkan sebelum pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat. Hal tersebut dapat dikatakan bahwa kegiatan sosialisasi cara deteksi sederhana bahan kimia berbahaya seperti boraks, formalin, dan pemutih berhasil terlaksana dengan baik.  
Optimalisasi Kesehatan Melalui Kegiatan Kelas Ibu Hamil Hariyani, Tintin; Nursinta, Adha; Tribintari, Wahyu Erdi
Journal of Community Engagement and Empowerment Vol 2, No 2 (2020)
Publisher : Institut Ilmu Kesehatah Bhakti Wiyata Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang : Penyebab kematian tidak langsung pada ibu di Indonesia adalah “Empat Terlalu” dan “Tiga Terlambat”. Penyuluhan kesehatan bisa dilakukan untuk mencegah keadaan tersebut. Namun penyuluhan kesehatan pada ibu yang tidak terkoordinir menyebabkan petugas bidan atau kesehatan hanya menyampaikan pengetahuan saja, tidak ada rencana kerja, tidak ada pemantauan atau pembinaan secara berkesinambungan. Tujuan : Tujuan dari kelas ibu hamil  untuk membentuk kelompok belajar ibu-ibu hamil dengan umur kehamilan antara 20 minggu sampai dengan 38 minggu sehingga ibu bisa belajar bersama, diskusi dan tukar pengalaman tentang kesehatan Ibu dan anak (KIA) secara menyeluruh, terjadwal dan berkesinambungan. Metode yang digunakan adalah dengan menyelenggarakan kelas ibu hamil di balai desa Wonotengah kecamatan Purwoasri kabupaten Kediri. Kegiatan kelas ibu hamil ini meliputi pemeriksaan umum, pemeriksaan laboratorium sederhana, penyuluhan, sharing pengalaman, diskusi, senam hamil dan evaluasi. Hasil kegiatan yaitu pada kelompok ibu hamil trimester II dan trimester III sebagai berikut : Kehadiran ibu hamil 80% dan 75%, Kehadiran suami atau anggota keluarga 0% dan 22,2%, Keaktifan selama proses belajar 87,5% dan 75% pengetahuan baik terhadap materi yang diberikan 75% dan 77,8%, Sedangkan untuk pelaksanaan senam hamil, semua ibu pada kelompok trimester II dan trimester III 100% mengikuti senam hamil. Kesimpulan : ibu hamil 100 persen mengikuti kelas ibu hamil dengan baik, tetapi suami atau keluarga belum ada yang mau terlibat dalam kelas ibu hamil.
DETEKSI DINI HIPERTENSI DAN DIABETES MELITUS DENGAN SKRINING TEKANAN DARAH DAN KADAR GULA DARAH PADA LANSIA -, Erawati
Journal of Community Engagement and Empowerment Vol 2, No 2 (2020)
Publisher : Institut Ilmu Kesehatah Bhakti Wiyata Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

           Prevalensi penyakit degeneratif saat ini cukup meningkat terutama penyakit diabetes melitus (DM) dan hipertensi, kedua penyakit tersebut memiliki kaitan yang sangat erat sehingga membutuhkan pengelolaan yang tepat dan seksama dan perlunya pencegahan tentang DM dan hipertensi. Dari permasalahan tersebut sangat diperlukan kegiatan pengabdian masyarakat (pengmas) tentang DM dan hipertensi dengan sasaran warga di kelurahan Tinalan Kecamatan Pesantren Kota Kediri. Pengmas ini dilaksanakan pada tanggal 15 Agustus 2019, bertujuan memberikan penyuluhan dan promosi kesehatan tentang hipertensi dan diabetes melitus serta melakukan pemeriksaan tensi dan gula darah acak ke lansia di kelurahan Tinalan. Metode pelaksanaan kegiatan berupa ceramah penyuluhan mengenai hipertensi dan diabetes melitus, quisioner dan pemeriksaan kesehatan tekanan darah dan gula darah acak. Kegiatan ini diikuti oleh 30 peserta lansia, hasil dari kegiatan adalah hasil kuisioner menunjukkan bahwa 83,33% warga lansia memiliki tingkat pengetahuan terhadap hipertensi dan diabetes yang rendah, sedangkan 16,67% warga lansia sudah mengenal kedua penyakit tersebut. Berdasarkan hasil pemeriksaan gula darah menunjukkan terdapat 10% warga menunjukan nilai gula darah tinggi (lebih dari 200 mg/dl), sedangkan 90% warga menunjukkan nilai gula darah sewaktu normal. Hasil pemeriksaan tekanan darah pada lansia menunjukkan bahwa 70% lansia memiliki hasil tekanan darah tinggi dan menandakan hipertensi dan 30% lansia menunjukkan tekanan darah normal. Rendahnya pengetahuan warga menyebabkan banyak warga yang menderita hipertensi, sehingga perlu adanya pengelolan dari pola hidup lansia untuk mencegah komplikasi dari hipertensi. Rendahnya hasil lansia yang menunjukkan nilai kadar gula darah yang lebih dari 200 mg/dl disebabkan karena konsumsi makanan yang cukup baik untuk mencegah adanya diabetes. 10% warga yang memiliki kadar gula tinggi merupakan warga yang terkena diabetes dan rutin melakukan pengobatan dan pengelolaan diabetes. Kesimpulan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah penyakit hipertensi yang paling banyak diderita lansia.

Page 1 of 2 | Total Record : 11