cover
Contact Name
Indra Fauzi Sabban
Contact Email
indra.fauzi@iik.ac.id
Phone
+6282225094691
Journal Mail Official
indra.fauzi@iik.ac.id
Editorial Address
Jalan. KH. Wahid Hasyim 65 Kediri Jawa Timur Indonesia
Location
Kota kediri,
Jawa timur
INDONESIA
JOURNAL OF COMMUNITY ENGAGEMENT AND EMPOWERMENT
ISSN : -     EISSN : 27145735     DOI : -
JECC memiliki tujuan untuk dapat mendiseminasikan hasil pengabdian masyarakat yang telah dilakukan oleh instansi pendidikan maupun organisasi lainnya agar dapat menjadi bahan rujukan serta menjadi inspirasi untuk meningkatkan kegiatan pengabdian masyarakat. JECC berfokus pada bidang sebagai berikut: Pemberdayaan dan peningkatan pengetahuan masyarakat di bidang kesehatan, pendidikan, dan ekonomi. Peningkatan nilai guna barang dan jasa.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 11 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 1 (2021)" : 11 Documents clear
OPTIMALISASI PEMANFAATAN TOGA SEBAGAI ANTIKOLESTEROL MELALUI PEMBERDAYAAN IBU RUMAH TANGGA DI DESA BAKALAN KECAMATAN GROGOL KABUPATEN KEDIRI. Aryantini, Dyah; Kusumaratni, Dyah Ayu; Indriana, Indriana
Journal of Community Engagement and Empowerment Vol 3, No 1 (2021)
Publisher : Institut Ilmu Kesehatah Bhakti Wiyata Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanaman Obat Keluarga (TOGA) merupakan sumber daya alam keanekaragaman hayati yang khasiat dan manfaatnya telah diketahui masyarakat Indonesia secara tradisional. Seiring dengan meningkatnya IPTEK, taraf ekonomi serta pengetahuan tentang obat-obatan, kerap kali masyarakat beralih ke obat-obatan dokter karena mempercayai obat kimia yang teruji khasiatnya secara laboratorium. Dibanding dengan obat tradisional, tidak banyak masyarakat yang tau bahwa telah banyak tanaman herbal yang juga telah teruji secara klinis. Pemberdayaan ibu rumah tangga di Desa bakalan dalam mengoptimalkan pemanfaatan TOGA dikhususkan pada TOGA yang berkhasiat untuk mencegah kolesterol tinggi. Adapun tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan ibu-ibu tentang jenis TOGA antikolesterol dan menambah ketrampilan dalam memanfaatkan TOGA tersebut dalam bentuk jamu dan sebagainya. Hal ini dikarenakan tidak banyak masyarakat yang tahu bahwa TOGA yang selama ini dibudidayakan di pekarangan mereka sebenarnya berpotensi sebagai jamu antikolesterol tinggi. Kegiatan ini menggunakan metode ceramah, demonstrasi dan analisa data dilakukan berdasarkan hasil isian angkat baik sebelum dan sesudah penyuluhan. Hasilnya 62% dari 30 orang peserta telah menguasai materi tentang jenis TOGA antikolesterol tinggi dan hasil demonstrasi menunjukkan antusiasme peserta untuk mengaplikasikan TOGA antikolesterol sebagai jamu untuk mengurangi penggunaan obat kimia.
WORKSHOP PEMBUATAN MINYAK ANGIN AROMA TERAPI Ika Purwidyaningrum; Iswandi Iswandi; Meta Kartika Untari
Journal of Community Engagement and Empowerment Vol 3, No 1 (2021)
Publisher : Institut Ilmu Kesehatah Bhakti Wiyata Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Minyak angin aromaterapi adalah minyak alami yang diekstrak dari tumbuhan dengan tujuan meningkatkan kesehatan secara fisik maupun psikis. Minyak yang digunakan adalah minyak esensial yang terbuat dari berbagai tanaman obat, bunga, herbal, akar, buah, dan pepohonan yang tumbuh di seluruh dunia. Menurut sejumlah penelitian, beberapa jenis minyak esensial sudah terbukti memiliki efek positif untuk meningkatkan kondisi fisik dan emosional seseorang. Tujuan dari pengabdian ini adalah warga Kelurahan Nusukan RW 22 mampu membuat minyak angin aroma terapi dan menguraikan manfaatnya. Kelurahan Nusukan adalah salah satu kelurahan di Kota Surakarta dengan jumlah penduduk kurang lebih 27.537 jiwa. Sudah lebih dari 5000 tahun, minyak angina aromaterapi dipercaya sebagai penyembuh alami yang dapat berfungsi sebagai anti bakteri, antiradang, sekaligus memberikan efek antinyeri. Hasil pengabdian ini adalah warga Nusukan RW 22 mampu membuat aroma terapi dan mampu menguraikan manfaat aromaterapi. Minyak esensial dapat dimanfaatkan untuk aromaterapi dalam berbagai macam cara. Antara lain adalah menggunakan diffuser dengan mengubah minyak esensial menjadi uap yang wangi, menghirup minyak melalui hidung secara langsung lewat pakaian atau dari botol, melakukan terapi pijat dengan menggunakan minyak esensial, berendam pada air yang dicampur dengan minyak esensial, mengoleskan minyak esensial secara langsung pada kulit. Pada pengabdian kali ini minyak esensial digunakan dengan cara di masukkan kedalam botol roll on, di hirup secara langsung dari hidung atau dioleskan pada kulit.
STRATEGI TINGKATKAN KEWASPADAAN MASYARAKAT TERHADAP PANDEMI COVID-19 DI LEVEL RUKUN TETANGGA (RT) Ningtyias, Farida Wahyu; Noveyani, Adistha; Ramani, Andre; Huda, Afton Ilman
Journal of Community Engagement and Empowerment Vol 3, No 1 (2021)
Publisher : Institut Ilmu Kesehatah Bhakti Wiyata Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Tahun 2020 Indonesia dihadapkan pada pandemi COVID-19. Untuk mensiasati kemungkinan dampak negatif yang ditimbulkan oleh COVID-19, maka dibutuhkan kemandirian masyarakat dalam menghadapi masa pandemi. Oleh karena itu, perlu diadakan suatu kegiatan pemberdayaan masyarakat guna meningkatkan kemandirian masyarakat dalam menghadapi pandemi COVID-19. Tujuan: memberikan pengetahuan terkait persebaran dan pencegahan Covid-19 di tingkat RT dan pelatihan cara pembuatan ekstrak jamu dari tanaman toga. Metode: Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah penyuluhan dan training. Penyuluhan secara bertahap, yakni 2 kegiatan dihari yang berbeda, kegiatan pertama memberikan pengetahuan kepada warga seputar penyakit COVID-19 dan di hari berikutnya dilakukan penyuluhan tentang cara menjaga imunitas tubuh dan mempraktikan cara pembuatan ekstrak jamu dari tanaman toga. Juga dilakukan pre dan posttest. Hasil: Pada kriteria kehadiran peserta, 10 dari 12 peserta (83,3%) hadir dalam penyuluhan secara tatap muka di rumah pelaksana kegiatan. Hal ini membuktikan bahwa kegiatan sudah mencukupi dan sukses dari segi peserta (kehadiran peserta > 75%). Kemudian jika dilihat dari segi peningkatan pengetahuan, terjadi peningkatan pengetahuan sebesar 51% dengan keefektivan berada pada kategori sangat efektif (keefektivan > 1). Untuk praktik pembuatan jamu, sebanyak 6 peserta dari 12 peserta penyuluhan bisa mempraktikan membuat ekstrak jamu di rumah masing-masing (efektif meningkatkan pemahaman peserta bila dapat mempraktikan mandiri ≥50%).Kesimpulan: kegiatan penyuluhan tentang cara meningkatkan imunitas tubuh saat pandemi Covid-19 berhasil, baik dari segi peserta (adequancy of performance) maupun peningkatan pengetahuan (effectiveness).
Pentingnya Pemberian ASI Eksklusif dan MP-ASI Dalam Upaya Mendukung Gerakan 1000 Hari Pertama Kehidupan (1000 HPK) Oktaviasari, Dianti Ias; Nugraheni, Reny
Journal of Community Engagement and Empowerment Vol 3, No 1 (2021)
Publisher : Institut Ilmu Kesehatah Bhakti Wiyata Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam rangka percepatan perbaikan gizi telah diterbitkan Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 42 tahun 2013 tentang Gerakan Nasional Percepatan Perbaikan Gizi yang diprioritaskan pada Seribu Hari Pertama Kehidupan (Gerakan 1000 HPK). Salah satu upaya yang dilakukan adalah pemberian Air Susu Ibu (ASI) kepada bayi secara Eksklusif yaitu pemberian ASI saja kepada bayi sejak lahir sampai berusia 6 bulan tanpa diberi makanan lain selain ASI dan dilanjutkan menyusui sampai usia 2 (dua) tahun dengan pemberian Makanan Pendamping ASI (MP-ASI) sesuai dengan tahapan umur anak. Data di Provinsi Jawa Timur dan Kabupaten Kediri menunjukkan masih rendahnya cakupan ASI Eksklusif dan masih kurangnya kesadaran ibu dalam memberikan tambahan prelactal feeding sebelum usia bayi mencapai 6 bulan dan ketidaktahuan ibu mengenai pemberian MP-ASI. Oleh sebab itu, perlu diberikan informasi mengenai pentingnya ASI Eksklusif dan pemberian MP-ASI. Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan ibu balita mengenai pentingnya pemberian ASI Eksklusif dan MP ASI. Metode pelaksanaan pengabdian masyarakat dengan metode penyuluhan dan media leaflet dan sticker. Keberhasilan kegiatan ditandai dengan indikator peningkatan pengetahuan yang diukur dari hasil pre test dan post test. Hasil analisis data menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan ibu balita menjadi menjadi 86%, dan analisis dengan Paired Sample T-Test dengan α = 0,05 menunjukkan p=0,000 yaitu adanya perbedaan yang bermakna antara tingkat pengetahuan ibu balita sebelum dan sesudah mendapatkan penyuluhan. Kesimpulan dari kegiatan Pengabdian Masyarakat menunjukan bahwa kegiatan dapat secara efektif meningkatkan pengetahuan sasaran ibu balita yang datang ke posyandu mengenai pentingnya pemberian ASI Eksklusif, manajemen pemberian ASI pada ibu bekerja dan pemberian MP-ASI pada balita usia diatas 6 bulan. Diharapkan tindak lanjut dari kegiatan ini adalah adanya pendampingan terhadap ibu balita mengenai cara membuat MP-ASI dan pelatihan kader posyandu mengenai ASI Eksklusif dan MP-ASI
PENERAPAN TEKNOLOGI INOVASI PRODUK BERBAHAN DASAR BAMBU DI BUAT TUSUK SATE DAN DI KEMBANGKAN MENJADI BESEK Indrasari, Lolyka Dewi; Tri Pariyanto, Afiff Yudha; Komari, Ana; Rahayuningsih, Sri; Widodo, Silvi Rushanti; Safi’i, Imam; Santosa, Heribertus Budi; Nandang, Iim
Journal of Community Engagement and Empowerment Vol 3, No 1 (2021)
Publisher : Institut Ilmu Kesehatah Bhakti Wiyata Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Program studi Teknik Industri Universitas Kadiri merupakan Institusi pendidikan dibidang perindustrian baik suatu produk maupun jasa. Untuk Pengabdian masyarakat ini program Studi Teknik Industri berperan serta membantu warga masyarakat dengan memberikan penyuluhan dan pelatihan untuk membuat produk unggulan di dusun dadapan desa Tinalan serta inovasi pengembangan produk supaya bisa dibuat icon desa dan menjadi terkenal produk unggulannya. Meningkatkan kualitas dan kuantitas produk tusuk sate melalui pemeliharaan konsistensi mutu untuk bisa meningkatkan daya saing pada pasar. Bentuk kongrit upaya meningkatkan pelatihan antara lain dengan memberikan inovasi dan pengembangan produk dengan mendatangkan seorang yang ahli membuat besek untuk pelatihannya,Tujuan pengabdian masyarakat yakni  Memberikan penyuluhan dan pelatihan pembuatan besek, memberikan pengetahuan menjaga konsistensi suatu produk, menjelaskan cara pengembangan produk, penyuluhan tentang  inovasi tusuk sate yang berkualitas. Metode dilakukan dengan Penyuluhan tentang pengembangan produk tusuk sate yang akan dikembangkan mejadi besedan dikembangkan menjadi produk yang mempunyai nilai lebih tinggi dan pelatihan pembuatan besek secara langsung oleh Pelatih dari Pringgodani Art. Hasil dari pengabdian masyarakat ini adalah Setelah diberikan penyuluhankepada warga desasecara langsung, sasaran mampu memahami tentang pentingnya kualitas suatu produk dan bisa meningkatkan kualitas besek dan bisa menambah pendapatan serta untuk memenuhi kehidupan sehari-hari
PROGRAM PENINGKATAN KESEHATAN REMAJA MELALUI POSYANDU REMAJA Ertiana, Dwi; Septyvia, Agy Ivena; Nur Utami, Aprilia Ulfi; Ernawati, Endang; Yualiarti, Yayuk
Journal of Community Engagement and Empowerment Vol 3, No 1 (2021)
Publisher : Institut Ilmu Kesehatah Bhakti Wiyata Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemajuan teknologi di dunia sangat begitu pesat termasuk di Indonesia, dengan perkembangan teknologi yang pesat maka  berkembang juga permasalahan remaja di Indonesia. Ada yang menjurus ke hal positif dan juga ke hal yang negatif di berbagai kota besar di Indonesia, sekitar 20 hingga 30 persen remaja mengaku pernah melakukan hubungan seks. Tujuan Kegiatan ini yaitu untuk meningkatkan peran remaja dalam perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi posyandu remaja, serta menciptakan wadah pembinaan dan memahami pentingnya gaya hidup sehat. Pada masa ini remaja mengalami banyak tantangan baik dari diri sendiri maupun dari lingkungan, apabila pada masa ini remaja tidak mampu menghadapinya maka akan menyebabkan remaja mengalami masalah kesehatan yang kompleks. Metode yang dipakai meliputi survey, musyawarah Masyarakat Desa, pelatihan kader posyandu, pemeriksaan remaja dan pembentukan posyandu remaja. Kegiatan dilaksanakan tanggal 1-20 Juni 2019. Hasilnya didapatkan jumlah remaja di Desa Krecek  ada 852 remaja dengan sampel yang diambil 92 remaja yang aktif di kegiatan karang taruna. Dari tingkat pengetahuan remaja tentang kesehatan reproduksi  63 remaja pengetahuannya baik dan 28 remaja pengetahuannya kurang. Terdapat 74 remaja yang melakukan kenakalan dan yang hamil diluar nikah ada 3 remaja. Pembetukan posyandu remaja yang dapat digunakan sebagai wadah para remaja untuk menciptakan wadah pembinaan dan memahami pentingnya gaya hidup sehat, meningkatkan pengetahuan remaja tentang kesehatan reproduksi, gizi, mengurangi kejadian kenakalan pada remaja.
PENINGKATAN IMUNITAS TUBUH MELALUI KONSUMSI JAMU DI ERA PANDEMI COVID-19 Mawardika, Herlinda; Istiqomah, Nurul
Journal of Community Engagement and Empowerment Vol 3, No 1 (2021)
Publisher : Institut Ilmu Kesehatah Bhakti Wiyata Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pandemi COVID-19 merupakan permasalahan penting yang tengah dihadapi masyarakat saat ini karena memberikan dampak yang besar pada kesehatan individu maupun perekonomian keluarga. Konsumsi jamu tradisional yang merupakan ramuan bahan berupa tanaman herbal diketahui dapat memelihara kesehatan tubuh dan dipercaya oleh masyarakat dapat mencegah agen infeksi. Dengan meningkatnya jumlah pasien terinfeksi virus corona, masyarakat perlu terus dimotivasi untuk memperhatikan kesehatan diri dan keluarga. Salah satu upaya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan hal ini yaitu dengan pemberian edukasi terkait konsumsi jamu. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mendukung program pencegahan COVID-19 melalui peningkatan konsumsi jamu oleh masyarakat di Desa Bandar Lor Kediri. Kegiatan ini dilaksanakan melalui beberapa tahapan, yaitu pembuatan dan pembagian jamu ke masyarakat di Desa Bandar Lor, Kediri serta pemberian penyuluhan secara langsung kepada perwakilan masyarakat untuk memberikan pemahaman seputar jamu dengan menerapkan protokol kesehatan. Evaluasi keberhasilan kegiatan ditentukan berdasarkan hasil pengisian kuesioner oleh peserta yang diberikan sebelum dan sesudah sosialisasi. Selama pelaksanaan kegiatan ini, telah dibagikan 2000 botol jamu yang diproduksi secara mandiri kepada masyarakat. Sesuai dengan penilaian kuesioner, kegiatan sosialisasi jamu dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat sebesar 60% mengenai khasiat dan pentingnya jamu sebagai minuman kesehatan untuk mendukung sistem imun tubuh selama pandemi COVID-19. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dapat meningkatkan wawasan dan memberikan motivasi masyarakat untuk mengkonsumsi jamu di tengah wabah virus corona
PENDAMPINGAN PENDIRIAN BADAN HUKUM PERKUMPULAN PENGRAJIN GERABAH Maghfiroh, Amalia Ma'rifatul; Setyaningrum, Dyah; Suciati, Diyah Ayu
Journal of Community Engagement and Empowerment Vol 3, No 1 (2021)
Publisher : Institut Ilmu Kesehatah Bhakti Wiyata Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Potensi alam unggulan yang terdapat di desa Rendeng adalah sector pertanian dan perindustrian. Lahan persawahan yang ada ditanami oleh tanaman pangan dan palawija seperti padi, jagung, kacang hijau, kedelai dan lain sebagainya. Sementara untuk sektor perindustrian, tanah di desa Rendeng sangat cocok untuk digunakan sebagai bahan dasar pembuatan gerabah sehingga mayoritas warga disini bekerja sebagai pengrajin gerabah. Dari banyaknya produksi gerabah yang dapat dibuat ternyata para pengrajin di desa Rendeng belum mempunyai legalitas atau badan hukum khususnya perkumpulan berbadan hukum dimana perkumpulan berbadan hukum tersebut memiliki peran penting dalam kemajuan para pengrajin gerabah itu sendiri sehingga menjadi suatu permasalahan yang akan ditindak lanjuti sebagai pengabdian masyarakat. Permasalahan ini muncul akibat banyaknya masyarakat yang kurang  faham atas pentingnya badan hukum suatu perkumpulan. Oleh karena itu tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah mendampingi para pengrajin gerabah untuk membentuk perkumpulan berbadan hukum. Metode yang digunakan ada 2 tahap, yaitu tahap persiapan dan tahap pelaksanaan. Pada tahap persiapan dimulai dengan mengadakan perkumpulan para pengrajin gerabah, pada tahapan pelaksanaan terdiri dari permohonan penggunaan nama perkumpulan, permohonan pengeluaran surat keterangan nama perkumpulan dan pengesahan badan hukum perkumpulan. Pengabdian masyarakat mengenai Pendirian badan hukum perkumpulan pengrajin gerabah di Desa Rendeng Kecamatan Malo Kabupaten Bojonegoro telah berhasil dilaksanakan yang dibuktikan dengan keluarnya Surat Keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia Nomor AHU-0009051.AH.01.07.Tahun 2019 tentang Pengesahan Pendirian Badan Hukum Perkumpulan Gerabah Rendeng Jaya.
PENYULUHAN PENCEGAHAN KANKER KULIT DENGAN PENGGUNAAN TABIR SURYA Shoviantari, Fenita; Agustina, Lia
Journal of Community Engagement and Empowerment Vol 3, No 1 (2021)
Publisher : Institut Ilmu Kesehatah Bhakti Wiyata Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Dalam rangka meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang bahaya paparan sinar matahari terhadap kulit, maka diperlukan suatu penyuluhan kepada masyarakat. Paparan sinar matahari dapat menyebabkan dampak yang buruk bagi kulit, salah satunya adalah kanker kulit. Salah satu cara dalam meningkatkan perlindungan kulit terhadap dampak buruk matahari adalah dengan menggunakan tabir surya. Tabir surya dapat menghalangi penetrasi sinar UV ke dalam kulit. Tujuan: Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang bahaya sinar UV. Metode: Metode yang digunakan pada penyuluhan ini adalah metode ceramah, praktek, dan ditambah dengan pre dan post test kepada seluruh peserta penyuluhan untuk mengetahui tingkat pengetahuan awal dan keberhasilan penyampaian materi penyuluhan. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 14 Agustus 2019 dengan sasaran peserta adalah wali murid di TK Dharma Wanita Tosaren 2 di RW 10 Dusun Tirtoudan Kelurahan Tosaren, Kota Kediri. Hasil:  Dari hasil pre dan post test dapat dilihat bahwa terjadi peningkatan pengetahuan peserta penyuluhan setelah pre dan post test dari rata – rata 25 menjadi 70. Kesimpulan: Kegiatan penyuluhan pencegahan kanker kulit dengan penggunaan tabir surya mampu meningkatkan pengetahuan peserta kegiatan. 
PELATIHAN DETEKSI DINI PENYAKIT SECARA MANDIRI MELALUI LIDAH Sariwati, Atmira; Oktavia, Ira
Journal of Community Engagement and Empowerment Vol 3, No 1 (2021)
Publisher : Institut Ilmu Kesehatah Bhakti Wiyata Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pola hidup yang tidak sehat yaitu kurang berolah raga, merokok  dan konsumsi makanan yang mengandung lemak jenuh, pedas serta bahan aditif berbahaya dalam kurun waktu yang lama akan menimbulkan sirkulasi energi ginjal, paru-paru, jantung dan ginjal terganggu sehingga menimbulkan beberapa penyakit seperti diabetes mellitus, gagal ginjal, serangan jantung, kanker paru-paru. Penyakit seperti ini bisa di deteksi sejak dini menggunakan lidah. Lidah berada antara organ eksterior yaitu jantung. Organ jantung memerintah rasa makanan dan pengucapan. Energi di dalam  jantung mengontrol sirkulasi darah darah sehingga berpengaruh dalam warna otot lidah. Lidah berhubungan dekat dengan organ limpa dan lambung. Makanan dan minuman diterima oleh lambung dan diubah oleh energi limpa. Lambung memiliki kemampuan memproduksi cairan, sehingga direfleksikan dalam bentuk kelembaban lidah. Kualitas energi nutrisi dan darah tergantung dari kekuatan energi limpa untuk menyuling sari makanan, direfleksikan dalam warna otot lidah. Lidah yang sehat adalah berwarna merah muda dengan bentuk otot lidah tidak terlalu tebal atau tipis, selaput lidah putih dan tipis dan pembuluh vena dibawah lidah tidak menonjol yang menunjukkan energi, aliran dan cairan tubuh yang berjalan dengan baik dan seimbang, jika dibagian ujung lidah berwarna merah menandakan adanya gangguan di sekitar jantung dan paru paru, untuk lidah yang ditengah berwarna putih dan berkerak mengindikasikan ada gangguan pencernaan, sedangkan untuk pangkal lidah yang berkerak terjadi permasalahan di ginjal dan reproduksi. Metode yang digunakan adalah ceramah dan praktek langsung. Palatihan ini sangat bermanfaat bagi masyarakat, hal ini dapat dilihat dari hasil questioner sebelum dan sesudah pelatihan yang mengalami peningkatan pengetahuan masyarakat.

Page 1 of 2 | Total Record : 11