cover
Contact Name
Muhammad Natsir Kholis
Contact Email
ojsumb101016@gmail.com
Phone
+6282382141222
Journal Mail Official
jurnalsemah@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Perikanan Universitas Muara Bungo, kampus I, Lintas Sumatera, Sungai Binjai. Muara Bungo, Jambi
Location
Kab. bungo,
Jambi
INDONESIA
Semah : Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Peraira
ISSN : -     EISSN : 25800736     DOI : 10.36355
Jurnal Pengelolaan Pengelolaan Sumberdaya Perairan mencakup kajian Ekonomi Perikanan, Budidaya Perikanan dan Pemasaran Hasil Peikanan, Kajian Konservasi sumberdaya Perairan, Reservat, Kearifan Lokal Lubuk Laranagan, Kawasan Konservasi Perairan, Bioekologi Perairan, Kajian Pengolahan Hasil Perikanan, Mutu Produk Perikanan, Kajian Exploitasi Perikanan, Alat tangkap Ramah lingkungan, Kontruksi alat tangkap dan hasil Tangkap
Articles 126 Documents
INVENTARISASI PARASIT PADA IKAN GARIANG (Tor douronensis) PADA DAS SUNGAI BANGEK KOTA PADANG Mayasari, Lisa; M, Endryeni
SEMAH Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Perairan Vol 7, No 1: April 2023
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/semahjpsp.v7i1.1135

Abstract

Ikan Gariang (Tor douronensis) merupakan jenis ikan endemik yang ada diperairan alami yang sudah mulai dianggap jarang bahkan dianggap mendekati kepunahan. Hal tersebut disebabkan oleh beberapa faktor salah satunya adalah penyakit pada ikan. Riset ini berujuan untuk mendiskripsikan jenis dan menginventarisasi jenis parasit yang pada ikan gariang yang ada di DAS Sungai Bangek. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode eksploratif dan analisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 4 macam parasit yang menginfeksi ikan gariang meliputi; Camallanus sp, Chymothoa sp, Transversotrema sp, dan Dactylogyrus sp. Nilai prevelansi parasit tertinggi dilokasi III sebesar 90% dan terendah 30% pada lokasi I. Nilai intensitas tertinggi sebesar 2,2 (ind/ekor) sedangkan yang terendah adalah 1,8 (ind/ekor).
KOMPOSISI HASIL TANGKAPAN UTAMA RUMPON LAUT DANGKAL DI PERAIRAN PULAU BANYAK KABUPATEN ACEH SINGKIL Radius, Said; Edwarsyah, Edwarsyah
SEMAH Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Perairan Vol 7, No 1: April 2023
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/semahjpsp.v7i1.1132

Abstract

Rumpon merupakan salah satu alat bantu penangkapan ramah lingkungan yang berfungsi untuk mengumpulkan ikan dan dapat dijadikan sebagai fishing ground. Penelitian dilaksanakan di perairan Pulau Banyak Kabupaten Aceh Singkil pada bulan Desember 2022 sampai Januari 2023. Tujuan penelitian yaitu untuk melihat komposisi hasil tangkapan ikan yang tertangkap di area rumpon laut dangkal perairan Pulau Banyak Kabupaten Aceh Singkil. Metode penelitian menggunakan teknik purposive sampling dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komposisi total hasil tangkapan pancing ulur di sekitar rumpon laut dangkal perairan Pulau Banyak Kabupaten Aceh Singkil didapatkan 10 jenis spesies dari 5 famili. Spesies yang dominan tertangkap yaitu famili Serranidae dengan 4 spesies, diikuti famili Carangidae dengan 3 spesies, famili Scombridae 1 spesies, famili Lutjanidae 1 spesies, dan famili Lethrinidae 1 spesies. Komposisi jenisnya terdiri dari ikan tongkol (Euthynus affinis) sebesar 18%, snapper (Lutjanus ducussatus) sebesar 25%, asuan (Letinus miniatus) sebesar 6,25%, kuwe (Carangoides ignobilis) sebesar 12,5 %, kerapu (Epinephelinae sp.) sebesar 6,25%, kerapu sunuk (Plectromus leopardus) sebesar 6,25%, kerapu macan (Ephipelus fuscoguttatus) sebesar 6,25%, kerapu kayu (Epinephelus tauvina) sebesar 6,25%, talang (Scomberoides tala) sebesar 6,25%, dan ikan sunglir (Elagatis bipinnulata) sebesar 6,25%.
STUDI HISTOLOGI GONAD IKAN GARIANG (Tor douronensis) di KABUPATEN PADANG PARIAMAN SUMATERA BARAT M, Endryeni; Mayasari, Lisa; Irwandi, Irwandi
SEMAH Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Perairan Vol 7, No 1: April 2023
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/semahjpsp.v7i1.1134

Abstract

Tujuan penelitian adalah 1. Mengamati morfologi ikan gariang, 2. Menentukan hubungan panjang dan berat, 3. Menentukan hubungan berat tubuh dan berat gonad, dan 4. Mengamati secara makroskopik dan histologi gonad ikan gariang. Metode   yang   digunakan   adalah   metode survei dengan sampel dikoleksi langsung dari perairan Sungai Batang Anai menggunakan teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa morfologi ikan gariang betina memiliki ukuran rata-rata panjang total 20,70 cm dengan ciri – ciri  badan memanjang, memipih tegak, dan memiliki bibir yang lebar. Hubungan panjang dan berat ikan gariang betina didapatkan persamaan W= 0,0152L2,899 dengan nilai b 3 (2,899). Hal itu menandakan pola pertumbuhan ikan gariang adalah allometrik negatif, yang mana pertambahan panjang lebih cepat dibandingan pertambahan berat. Adapun berat tubuh ikan gariang betina berpengaruh terhadap berat gonad sebesar 23%, dimana nilai koefisien korelasi (r) sebesar 0,482 dengan koefisien determinasi (R2) 0,23. Secara makroskopik dan histologi ikan gariang ditemukan berada pada tingkat Kematangan Gonad I-III.
EFEKTIVITAS JARING INSANG TETAP (FIXED GILLNET) DI DANAU BARU TAPAL KUDA (OXBOW LAKE) KABUPATEN BUNGO Junitias, Junitias; Amrullah, Mohd. Yusuf; Hertati, Rini; Kholis, Muhammad Natsir
SEMAH Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Perairan Vol 8, No 2 (2024): Desember
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/semahjpsp.v8i2.1669

Abstract

Penelitian bertujuan untuk menganalisis efektivitas alat tangkap fixed gillnet dengan ukuran mata jaring berbeda (1,18” dan 2,36”) di Danau Baru Tapal Kuda (Oxbow Lake), Kabupaten Bungo, Provinsi Jambi. Metode experimental fishing digunakan dengan 10 trip pengoperasian alat tangkap untuk mengumpulkan data jumlah, berat, dan panjang ikan hasil tangkapan. Analisis statistik menunjukkan perbedaan signifikan pada jumlah dan berat hasil tangkapan antara kedua ukuran mata jaring (T-Hit = 19,8 untuk jumlah tangkapan dan T-Hit = 5,91 untuk berat tangkapan, p 0,05). Mata jaring 1,18” lebih efektif dalam menangkap ikan kecil dengan jumlah lebih banyak (413 ekor) dan panjang rata-rata bervariasi antara 5,92 cm hingga 12,37 cm. Sebaliknya, mata jaring 2,36” lebih selektif terhadap ikan besar dengan jumlah tangkapan lebih sedikit (71 ekor) dan panjang rata-rata berkisar antara 12,53 cm hingga 19,65 cm. Spesies ikan dominan meliputi Lambak (Thynnichthys polylepis), Kapiat (Barbonymus schwanenfeldii), dan Nilem (Osteochilus vittatus). Hasil penelitian merekomendasikan penggunaan mata jaring kecil untuk menangkap berbagai jenis dan ukuran ikan, sementara mata jaring besar lebih efektif menangkap ikan berukuran besar dan membantu melestarikan ikan berukuran kecil untuk berkembangbiak
ANALISIS MUTU PROKSIMAT DAN ORGANOLEPTIK PALAI BADA YANG DIPASARKAN DI KABUPATEN PESISIR SELATAN SUMATERA BARAT Putri, Raysa Jayu; Yusra, Yusra
SEMAH Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Perairan Vol 8, No 2 (2024): Desember
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/semahjpsp.v8i2.1670

Abstract

Palai bada merupakan salah satu jenis olahan ikan khas Sumatera Barat yang dalam bahasa Indonesia disebut juga dengan pepes. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis mutu proksimat dan organoleptik palai bada yang dipasarkan di Kabupaten Pesisir Selatan, Provinsi Sumatera Barat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini metode deskriptif. Data yang dikumpulkan berasal dari 3 tempat pengolah palai bada yang berasal dari Kabupaten Pesisir Selatan. Pengambilan sampel pertama berlokasi di Pasar Kuok Kecamatan Batang Kapas, sampel ke dua di Kecamatan Tarusan Nagari Kapuah, dan sampel ke tiga di Kecamatan IV Jurai Nagari Bunga Pasang Salido, Kecamatan IV Jurai Nagari Lubuk Betung. Berdasarkan mutu proksimat pada tiga sampel palai bada yang dipasarkan di Kabupaten Pesisir Selatan diperoleh kadar karbohidrat rata-rata adalah 9,5%; protein 7,2%; lemak 16,7%; air 40,9%; dan abu 3,4%. Dari hasil uji organoleptik didapatkan hasil rata-rata nilai tekstur 6,9; aroma 7,0; rasa 7,1; warna 7,6; dan nilai keseluruhan 7,7.
STUDI PERTUMBUHAN BENIH IKAN GABUS (Channa striata) DENGAN PADAT TEBAR BERBEDA Krisna, Muhammad; Nizar, Muhammad; Khotimah, Khusnul; Suryati, Ni Komang; Rais, Aroef Hukmanan
SEMAH Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Perairan Vol 8, No 2 (2024): Desember
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/semahjpsp.v8i2.1672

Abstract

Ikan gabus merupakan salah satu jenis ikan air tawar yang masih belum banyak dibudidayakan di Indonesia. Ikan ini digemari oleh masyarakat Kota Palembang untuk dibuat olahan makanan seperti pempek dan kerupuk. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui padat tebar terbaik ditinjau dari pertumbuhan dan kelangsungan benih ikan gabus (Channa striata) yang dipelihara pada media budidaya. Penelitian dilaksanakan di bulan Mei sampai Juni 2024 di Smart Fisheries Village (SFV) Patra Tani Balai Riset Perikanan Perairan Umum dan Penyuluhan Perikanan (BRPPUPP). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimental rancangan acak lengkap dengan lima perlakuan dan tiga kali ulangan yang meliputi Perlakuan 1 (P1) padat tebar 2 ekor/l, P2 padat tebar 3 ekor/l, P3 padat tebar 4 ekor/l, P4 padat tebar 5 ekor/l, dan P5 padat tebar 6 ekor/l. Penelitian menggunakan benih ikan gabus berukuran 3-5 cm dari hasil pemijahan di pembudidaya. Parameter yang diamati dalam penelitian meliputi pertumbuhan berat, pertumbuhan panjang, laju pertumbuhan spesifik, kelangsungan hidup, dan kualitas air (suhu, pH, dan DO). Berdasarkan hasil penelitian pertumbuhan berat dan panjang tertinggi pada perlakuan P3 (1,03 g dan 2,23 cm). Laju pertumbuhan spesifik tertinggi pada P3 (2,28%), dan kelangsungan hidup tertinggi pada P2 (75,93%). Hasil pengukuran kualitas air diperoleh suhu (27,0-29,9o C), DO (3.4-6.8 mg/l), dan pH (6.0-7).
STUDI HASIL TANGKAPAN IKAN TUNA (Thunnus spp) YANG DI DARATKAN DI PELABUHAN PERIKANAN SAMUDERA (PPS) BUNGUS SUMATERA BARAT Fathurahman, Singgih; Syafrialdi, Syafrialdi; Hertati, Rini
SEMAH Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Perairan Vol 8, No 2 (2024): Desember
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/semahjpsp.v8i2.1668

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tren hasil tangkapan ikan tuna (Thunnus spp.) yang didaratkan di Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS) Bungus selama periode 2017–2023, mengidentifikasi jenis tuna yang dominan, serta mengkaji faktor-faktor yang memengaruhi hasil tangkapan. Data dikumpulkan menggunakan metode sensus, mencatat seluruh hasil tangkapan tuna yang dibongkar selama periode penelitian. Hasil menunjukkan dominasi Tuna Sirip Kuning (Thunnus albacares) dengan total tangkapan sebesar 2.047.891 ton, diikuti oleh Tuna Mata Besar (Thunnus obesus) sebesar 257.890 ton pada periode 2017–2022. Pada Juni–Juli 2023, Tuna Sirip Kuning mencapai 88.409 ton dengan 67 kali pembongkaran, sementara Tuna Mata Besar tercatat sebanyak 1.531 ton dengan 5 kali pembongkaran. Faktor-faktor yang memengaruhi hasil tangkapan meliputi ukuran alat tangkap, lokasi penangkapan, suhu dan kedalaman perairan, kesuburan perairan, ketersediaan makanan, serta fenomena upwelling. Temuan ini memberikan wawasan penting bagi keberlanjutan sumber daya tuna di PPS Bungus dan menjadi acuan dalam perencanaan pengelolaan perikanan yang berkelanjutan.
STUDI PENANGKAPAN IKAN DENGAN HAND LINE DI PERAIRAN KEPULAUAN MENTAWAI Sabtanto, Yogi Tri; Amrullah, Mohd Yusuf; Syafrialdi, Syafrialdi; Kholis, Muhammad Natsir
SEMAH Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Perairan Vol 8, No 2 (2024): Desember
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/semahjpsp.v8i2.1677

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengkaji praktik penangkapan ikan menggunakan hand line di perairan Kepulauan Mentawai, dengan fokus pada konstruksi alat tangkap, daerah penangkapan ikan (DPI), serta komposisi hasil tangkapan. Metode penelitian yang digunakan adalah observasi langsung dengan pengumpulan data primer melalui operasi penangkapan selama 11 hari, serta data sekunder dari referensi yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hand line merupakan alat tangkap yang sederhana, ramah lingkungan, dan efektif dalam menangkap ikan pelagis besar, terutama tuna sirip kuning (Thunnus albacares). DPI yang dipilih memiliki kondisi oseanografi yang mendukung, seperti suhu perairan 28–36°C dan keberadaan arus konvergen yang berpengaruh terhadap migrasi ikan. Komposisi hasil tangkapan didominasi oleh tuna sirip kuning, diikuti oleh lemadang (Coryphaena hippurus), kakap hitam (Macolor niger), hiu (Selachimorpha), marlin (Istiompax indica), dan tongkol (Euthynnus affinis). Faktor lingkungan, teknik pengoperasian, serta musim penangkapan berpengaruh signifikan terhadap produktivitas hasil tangkapan
TEKNIK PENGOPERASIAN DAN KOMPOSISI HASIL TANGKAP PADA ALAT TANGKAP PURSE SEINE DI KM ERA SAMUDRA YANG BERPANGKALAN DI PELABUHAN PERIKANAN NUSANTARA (PPN) SILBOLGA Syamson, Indra; Tashwir, Tashwir; Rosano, Zalmi
SEMAH Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Perairan Vol 8, No 2 (2024): Desember
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/semahjpsp.v8i2.1592

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui teknik pengoperasian alat tangkap purse seine, menganalisis komposisi hasil tangkapan berdasarkan lokasi penangkapan, serta mengidentifikasi cara perawatan alat tangkap di kapal. Penelitian dilakukan di PPN Sibolga dengan metode pengumpulan data melalui wawancara, observasi langsung, dan kajian literatur. Data dianalisis secara deskriptif berdasarkan hasil yang didapatkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ikan pelagis kecil mendominasi hasil tangkapan purse seine di KM Era Samudra, dengan lima jenis utama yaitu Sardina pilchardus, Rastrelliger sp., Sphyraena barracuda, dan Euthynnus affinis. Perbaikan jaring dilakukan jika sobek, biasanya karena tersangkut karang atau baling-baling kapal. Penyambungan jaring memerlukan keterampilan dan pengetahuan tentang teknik serta cara penyambungan yang tepat agar kuat dan rapi.
ANALISIS DAERAH POTENSIAL PENANGKAPAN IKAN TENGGIRI MENGGUNAKAN CITRA SATELIT AQUA MODIS DI WPPNRI 711 Fadillah, Annisa Nur; Vian Husaine, Nur Annisa; Nafisah, Khansa Farah; Apriyani, Linda; Hanifah, Nadila; Rosalia, Ayang Armelita; Afni, Dinda Nur
SEMAH Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Perairan Vol 8, No 2 (2024): Desember
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/semahjpsp.v8i2.1651

Abstract

Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia 711 (WPPNRI 711) dikenal sebagai kawasan perairan yang kaya akan sumber daya perikanan, termasuk ikan tenggiri (Scomberomorus commerson), yang merupakan salah satu komoditas pelagis besar bernilai ekonomi tinggi. Namun, penentuan lokasi penangkapan ikan seringkali menghadapi tantangan karena nelayan masih mengandalkan metode tradisional yang kurang efektif menghadapi perubahan dinamis kondisi oseanografi. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi area potensial untuk penangkapan ikan tenggiri berdasarkan analisis parameter oseanografi menggunakan data Suhu Permukaan Laut (SPL) dan konsentrasi klorofil-a yang diperoleh dari citra satelit MODIS. Data ini diolah menggunakan perangkat lunak SeaDAS dan ArcGIS Pro. Analisis menunjukkan bahwa selama musim barat, suhu permukaan laut berkisar antara 27°C hingga 32°C, sementara konsentrasi klorofil-a berada pada rentang 0,1 hingga 5 mg/m³, yang sesuai dengan habitat optimal ikan tenggiri. Fenomena upwelling pada musim barat meningkatkan konsentrasi nutrien di permukaan laut, mendukung pertumbuhan fitoplankton sebagai sumber makanan utama ikan pelagis. Hasil analisis gabungan SPL dan klorofil-a mengidentifikasi area dengan kondisi oseanografi yang mendukung habitat ikan tenggiri, terutama di wilayah pesisir selatan perairan Bangka Belitung. Studi ini memberikan rekomendasi berbasis data untuk pengelolaan sumber daya perikanan yang berkelanjutan.

Page 9 of 13 | Total Record : 126