cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalp4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
jurnalp4i@gmail.com
Editorial Address
EDITORIAL BOARD Journal PAEDAGOGY (Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi) Editor in Chief Dr. Arman, M.Pd (Universitas Lampung) Journal Editor Lalu Hamdian Afandi, M.Pd (Universitas Mataram) Dr. Didi Muliadi, M.Pd (STIBA Pertiwi) Section Editor Dr. Hegar Harini, M.Pd (STKIP Kusuma Negara) Reviewer/Mitra Bestari Dr. Syarfuni, M.Pd (Universitas Bina Bangsa Getsempena) Dr. Syafaat Ariful Huda, M.Pd (STKIP Kusuma Negara) Endah Resnandari, M.Pd (Universitas Pendidikan Mandalika) Dr. Abdullah Muzakar, M.Pd (Universitas Hamzanwadi) Dr. Marzoan, M.Pd (STKIP Hamzar) Copy Editor Dr. Muhamad Suhardi, M.Pd (Universitas Pendidikan Mandalika) Online Journal System: https://www.jurnalp4i.com/index.php/paedagogy/index Journal Coresponding e-mail: jurnal.P4I@gmail.com Phone: 085239967417/ 085236615827 Address: Lingkungan Handayani, Kel. Leneng, kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi
Core Subject : Education, Social,
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi contains writings/articles on the results of thoughts and research results written by teachers, lecturers, experts, scientists, practitioners, and reviewers in all disciplines related to Educational Science and Psychology
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 449 Documents
PEMBENTUKAN KARAKTER DALAM KEBIASAAN: MERUMUSKAN MODEL STRATEGI PENDIDIKAN ADAPTIF UNTUK MENANGKAL BRAIN ROT DAN MENDUKUNG KETERLIBATAN KOGNITIF SISWA Anamu Asobah; Aulia Fathin Hanifah; Ghufron Fauzi Musthofa; Tri Jarwanto; Sausan Nur Khasanah
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v5i4.10676

Abstract

ABSTRACT The phenomenon of brain rot in the digital era has become a serious issue in education because it affects students’ concentration, critical thinking skills, cognitive engagement, and mental health due to excessive consumption of instant digital content. This study aims to formulate an adaptive educational strategy model based on character building through daily habits to prevent the phenomenon of brain rot and support students’ cognitive engagement. This research employed a library research method by analyzing various sources, including journals, books, scientific articles, and other supporting documents. The findings indicate that the main factors causing brain rot include excessive social media use, consumption of shallow digital entertainment, lack of quality mental stimulation, multitasking habits, sleep deprivation, and addiction to online games. The study also found that effective adaptive educational strategies include time management, positive habituation, replacing scrolling activities with productive activities, simple games, feedback methods, and strengthening students’ mindset and self-control. These strategies focus not only on academic aspects but also on character development, digital discipline, and the enhancement of students’ cognitive engagement in facing the challenges of the digital era. ABSTRAK Fenomena brain rot di era digital menjadi permasalahan serius dalam dunia pendidikan karena berdampak pada menurunnya kemampuan fokus, berpikir kritis, keterlibatan kognitif, dan kesehatan mental peserta didik akibat konsumsi konten digital instan secara berlebihan. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan model strategi pendidikan adaptif berbasis pembentukan karakter dalam kebiasaan sehari-hari guna menangkal fenomena brain rot dan mendukung keterlibatan kognitif siswa. Penelitian ini menggunakan metode library research dengan menganalisis berbagai sumber pustaka berupa jurnal, buku, artikel ilmiah, dan dokumen pendukung lainnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor utama penyebab brain rot meliputi penggunaan media sosial berlebihan, konsumsi hiburan digital dangkal, kurangnya stimulasi mental, kebiasaan multitasking, kurang tidur, serta ketergantungan terhadap game online. Penelitian ini juga menemukan bahwa strategi pendidikan adaptif yang efektif meliputi time management, pembiasaan positif, pengalihan aktivitas scrolling ke kegiatan produktif, permainan sederhana, metode feedback, serta penguatan pola pikir dan kontrol diri peserta didik. Strategi tersebut tidak hanya berfokus pada aspek akademik, tetapi juga pada penguatan karakter, disiplin digital, dan peningkatan keterlibatan kognitif siswa dalam menghadapi tantangan era digital.
ANALISIS TEMATIK REFLEKTIF DALAM METODOLOGI KUALITATIF PENELITIAN PSIKOLOGI Wasis Priyo Nugroho; Miftahussa’adah
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v6i2.10925

Abstract

Qualitative psychological research focuses on understanding the meaning of individuals’ subjective and contextual experiences. However, qualitative data analysis often faces challenges related to researcher subjectivity, which is frequently treated as bias. This article aims to examine reflexive thematic analysis as a data analysis approach in qualitative psychological research. This study employs a conceptual paper approach through a literature-based analysis to develop conceptual and methodological insights into reflexive thematic analysis. The findings indicate that reflexive thematic analysis positions researcher subjectivity as an integral component of the analytical process through continuous reflexivity. This approach enables researchers to identify and interpret patterns of meaning in the data at both explicit and latent levels. Furthermore, reflexive thematic analysis is flexible and not bound by rigid procedures, emphasizing the active role of the researcher in constructing themes. Methodologically, this approach enhances the quality of interpretation by balancing internal reflexivity with external evaluation. Therefore, reflexive thematic analysis offers a relevant and adaptive approach for understanding complex psychological phenomena in qualitative research. ABSTRAK Penelitian psikologi kualitatif berfokus pada pemahaman makna dari pengalaman subjektif individu yang kompleks dan kontekstual. Namun, proses analisis data kualitatif seringkali menghadapi tantangan terkait subjektivitas peneliti yang kerap dipandang sebagai bias. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji analisis tematik reflektif sebagai pendekatan analisis data dalam penelitian psikologi kualitatif. Metode yang digunakan adalah conceptual paper dengan pendekatan kajian literatur untuk mengembangkan pemahaman konseptual dan metodologis terkait analisis tematik reflektif. Hasil kajian menunjukkan bahwa analisis tematik reflektif menempatkan subjektivitas peneliti sebagai bagian integral dalam proses analisis melalui refleksivitas yang dilakukan secara berkelanjutan. Pendekatan ini memungkinkan peneliti untuk mengidentifikasi dan menginterpretasikan pola makna  data secara mendalam. Selain itu, analisis tematik reflektif bersifat fleksibel dan tidak terikat pada prosedur mekanis, sehingga menekankan peran aktif peneliti dalam mengonstruksi tema. Implikasi metodologis menunjukkan bahwa analisis tematik reflektif dapat meningkatkan kualitas interpretasi data melalui keseimbangan antara refleksivitas internal peneliti dan evaluasi eksternal. Dengan demikian, pendekatan ini menjadi alternatif yang relevan dalam penelitian psikologi kualitatif untuk memahami fenomena psikologis secara komprehensif.
PENGARUH SELF EFFICACY TERHADAP KEMATANGAN KARIR PADA MAHASISWA AKHIR PROGRAM STUDI PSIKOLOGI UNIVERSITAS NEGERI PADANG Nadia Brilianty Nabila; Suci Rahma Nio
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v6i2.10953

Abstract

This study aims to examine the relationship between self-efficacy and career maturity among final-year students of the Psychology Study Program at Universitas Negeri Padang. The research gap lies in the limited number of studies that specifically investigate the relationship between self-efficacy and career maturity among final-year students, particularly Psychology students, who are in the transition phase from academic life to the workforce. This study employed a quantitative approach with a correlational design. The sample consisted of 228 students selected using purposive sampling. Data were collected using Likert scales to measure self-efficacy based on Bandura’s theory and career maturity based on Super’s theory. The data were analyzed using Spearman’s correlation because the data were not normally distributed. The results showed a positive and significant relationship between self-efficacy and career maturity among final-year students of the Psychology Study Program at Universitas Negeri Padang. Thus, the higher the students’ self-efficacy, the higher their career maturity. These findings indicate that strengthening self-efficacy is important in helping final-year students prepare for career planning, career exploration, and career decision-making more maturely. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara self-efficacy dan kematangan karir pada mahasiswa akhir Program Studi Psikologi Universitas Negeri Padang. Gap penelitian ini terletak pada masih terbatasnya kajian yang secara spesifik meneliti hubungan self-efficacy dengan kematangan karir pada mahasiswa tingkat akhir, khususnya mahasiswa Psikologi, yang sedang berada pada fase transisi dari dunia akademik menuju dunia kerja. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Sampel penelitian berjumlah 228 mahasiswa yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan skala Likert untuk mengukur self-efficacy berdasarkan teori Bandura dan kematangan karir berdasarkan teori Super. Analisis data menggunakan Spearman Correlation karena data tidak berdistribusi normal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif dan signifikan antara self-efficacy dan kematangan karir pada mahasiswa akhir Program Studi Psikologi Universitas Negeri Padang. Dengan demikian, semakin tinggi self-efficacy mahasiswa, semakin tinggi pula kematangan karir yang dimilikinya. Temuan ini menunjukkan bahwa penguatan self-efficacy penting dalam membantu mahasiswa tingkat akhir mempersiapkan perencanaan, eksplorasi, dan pengambilan keputusan karir secara lebih matang.
PENGARUH DUKUNGAN SOSIAL TERHADAP CAREER DECISION MAKING SELF-EFFICACY PADA MAHASISWA TINGKAT AKHIR DI KOTA MEDAN Ribka Rahayu Zai; Karina Meriem Beru Brahmana
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v6i2.10997

Abstract

ABSTRACT The background of this research is based on the phenomenon of final-year university students who still experience uncertainty in choosing their future career paths and lack confidence in their abilities when making career-related decisions. This situation reflects the important role of the social environment in assisting students during their transition from academic life to the professional world. Although studies concerning Career Decision Making Self-Efficacy (CDMSE) have been extensively discussed, research that specifically investigates the effect of social support on CDMSE among final-year students in Medan City remains limited. Therefore, this issue became the main rationale for conducting the present study. The objective of this research was to analyze the influence of social support on Career Decision Making Self-Efficacy (CDMSE) among final-year students in Medan City.This study employed a quantitative approach using simple linear regression analysis involving 164 participants selected through purposive sampling techniques. Data were gathered using the Social Support Scale and the Career Decision Making Self-Efficacy Scale, both of which had met validity and reliability standards. The results demonstrated that social support significantly and positively affects the CDMSE of final-year students in Medan City. The findings further indicated that support received from family members, peers, and the surrounding environment plays an important role in strengthening students’ confidence in planning and deciding their future careers. The study suggests that universities should enhance social support through career guidance and counseling programs to help students become more prepared, confident, and mature in making career decisions. ABSTRAK Latar belakang penelitian ini berasal dari fenomena mahasiswa akhir yang masih ragu dalam menentukan arah karier dan belum memiliki keyakinan yang kuat terhadap kemampuan dirinya saat mengambil keputusan karier. Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya faktor lingkungan sosial dalam membantu mahasiswa menghadapi transisi menuju dunia kerja. Kajian mengenai career decision making self-efficacy (CDMSE) telah banyak diteliti, namun penelitian yang secara khusus mengkaji pengaruh dukungan sosial terhadap CDMSE pada mahasiswa akhir di Kota Medan masih relatif terbatas. Kondisi tersebut menjadi dasar pentingnya pelaksanaan penelitian ini. Fokus penelitian ini adalah mengkaji pengaruh dukungan sosial terhadap career decision making self-efficacy (CDMSE) pada mahasiswa tingkat akhir di Kota Medan. Penelitian menerapkan metode kuantitatif dengan teknik analisis regresi linear sederhana pada 164 mahasiswa yang dipilih menggunakan purposive sampling. Data penelitian diperoleh melalui Skala Dukungan Sosial dan Skala Career Decision Making Self-Efficacy yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Temuan penelitian menunjukkan bahwa dukungan sosial memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap CDMSE mahasiswa tingkat akhir di Kota Medan. Temuan utama penelitian mengungkapkan bahwa dukungan sosial dari keluarga, teman sebaya, serta lingkungan sekitar berkontribusi dalam meningkatkan keyakinan mahasiswa terhadap kemampuan mereka dalam merencanakan dan menentukan karier. Penelitian ini memberikan implikasi bahwa dukungan sosial perlu diperkuat melalui layanan bimbingan dan konseling karier di perguruan tinggi agar mahasiswa lebih siap menghadapi proses pengambilan keputusan karier secara matang dan percaya diri.
HUBUNGAN SELF-OBJECTIFICATION DENGAN BODY DISSATISFACTION PADA REMAJA PEREMPUAN PENGGUNA TIKTOK Bunga Aisya; Rinaldi Rinaldi
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v6i2.11010

Abstract

ABSTRACT Visual-based social media platforms have become an important part of adolescents’ daily lives, with TikTok emerging as one of the most frequently used applications among female teenagers. The platform exposes users to a wide range of appearance-related content, including beauty trends, edited images, and idealized body representations, which may influence how they evaluate their own physical appearance. Repeated exposure to such content can encourage self-objectification, whereby individuals prioritize external evaluations of their bodies, potentially contributing to body dissatisfaction. This study explored the relationship between self-objectification and body dissatisfaction among adolescent female TikTok users in Padang City. Using a quantitative correlational approach, data were collected from 148 participants selected through purposive quota sampling. Responses were obtained online through Google Forms using the Self-Objectification Scale and the Body Dissatisfaction Scale for Women. Pearson Product-Moment correlation analysis was employed to assess the association between the variables. The results are expected to provide empirical evidence regarding the psychological effects of social media use on adolescent girls and to contribute to a better understanding of body image development in contemporary digital environments. Furthermore, the findings may support the design of educational and preventive interventions focused on digital literacy and adolescent mental well-being. Keywords: self-objectification, body dissatisfaction, TikTok, social media, adolescent girls. ABSTRAK Penggunaan TikTok yang semakin masif di kalangan remaja perempuan memengaruhi cara individu memandang tubuhnya melalui paparan konten kecantikan, penggunaan filter digital, dan standar tubuh ideal yang tidak realistis. Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan self-objectification, yaitu kecenderungan individu menilai tubuh berdasarkan perspektif orang lain, yang kemudian dapat memunculkan body dissatisfaction. Fokus penelitian ini adalah mengidentifikasi hubungan antara kecenderungan self-objectification dan tingkat body dissatisfaction pada remaja perempuan pengguna TikTok. Untuk mencapai tujuan tersebut, digunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasi sebagai metode analisis. Data diperoleh dari 148 remaja perempuan pengguna TikTok di Kota Padang yang ditetapkan sebagai partisipan melalui teknik purposive quota sampling. Pengumpulan data dilakukan secara daring melalui Google Form dengan menggunakan instrumen Body Dissatisfaction Scale for Women dan Self-Objectification Scale. Uji korelasi Pearson Product Moment digunakan untuk menganalisis hubungan yang terjadi antara variabel penelitian. Melalui temuan yang dihasilkan, penelitian ini diharapkan dapat berkontribusi terhadap penguatan kajian psikologi perkembangan dan psikologi media digital, terutama dalam menjelaskan proses terbentuknya citra tubuh pada remaja perempuan di era media sosial visual. Selain itu, hasil penelitian diharapkan menjadi dasar bagi upaya penguatan literasi digital dan edukasi kesehatan mental guna meminimalkan dampak psikologis negatif penggunaan media sosial pada remaja.
STUDI KEBUTUHAN PENGEMBANGAN BUKU SAKU “TRUE TIMING” SEBAGAI MEDIA LAYANAN INFORMASI PENCEGAHAN PERNIKAHAN ANAK Nur Fadhilah Sari M; Abdullah Sinring; Aswar Aswar; Siska Putri Ayu
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v6i2.11067

Abstract

ABSTRACT The phenomenon of child marriage still found in school environments indicates the importance of providing information service media to support prevention efforts effectively and sustainably. However, information services on child marriage prevention continue to face limitations in practical, engaging, and independently accessible educational media, while previous studies have primarily focused on counseling and conceptual discussions rather than developing user needs-based information media. Therefore, this study aimed to identify the needs for developing child marriage prevention information service media as the basis for designing the “True Timing” pocketbook at SMA Negeri 20 Gowa. This study employed a needs assessment approach using descriptive quantitative and qualitative methods. The participants consisted of guidance and counseling (BK) teachers and 29 students. Data were collected through semi-structured interviews and Likert-scale questionnaires, then analyzed descriptively using quantitative and qualitative techniques. The findings revealed that BK services had not been optimally implemented due to limited time and inadequate supporting media. BK teachers required practical and engaging media, while students needed visual media that were easy to understand and suitable for independent learning. Students’ need for information media reached 95%, indicating the importance of developing user needs-based information media to support child marriage prevention efforts in schools. ABSTRAK Fenomena pernikahan anak yang masih ditemukan di lingkungan sekolah menunjukkan pentingnya penyediaan media layanan informasi yang mampu mendukung upaya pencegahan secara efektif dan berkelanjutan. Namun, layanan informasi mengenai pencegahan pernikahan anak masih menghadapi keterbatasan media edukasi yang praktis, menarik, dan dapat diakses secara mandiri oleh murid, sementara penelitian sebelumnya lebih banyak berfokus pada penyuluhan dan kajian konseptual dibandingkan pengembangan media berbasis kebutuhan pengguna. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan mengidentifikasi kebutuhan pengembangan media layanan informasi pencegahan pernikahan anak sebagai dasar perancangan buku saku “True Timing” di SMA Negeri 20 Gowa. Penelitian ini merupakan penelitian analisis kebutuhan (need assessment) dengan pendekatan deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Subjek penelitian terdiri atas guru Bimbingan dan Konseling (BK) serta 29 murid. Data dikumpulkan melalui wawancara semi terstruktur dan angket skala Likert, kemudian dianalisis secara deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa layanan BK belum optimal akibat keterbatasan waktu dan minimnya media pendukung. Guru BK membutuhkan media yang praktis dan menarik, sedangkan murid membutuhkan media visual yang mudah dipahami dan dapat dipelajari mandiri. Tingkat kebutuhan murid terhadap media informasi mencapai 95%, sehingga hasil penelitian menegaskan pentingnya pengembangan media layanan informasi berbasis kebutuhan pengguna untuk mendukung pencegahan pernikahan anak di sekolah.
HUBUNGAN INTENSITAS MENDENGARKAN MUSIK SEBAGAI STRATEGI KOPING DALAM REGULASI EMOSI EMERGING ADULTHOOD DI KOTA SEMARANG Imaniar Irma Yunita Rasya; Siti Aesijah
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v6i2.11110

Abstract

ABSTRACT The increasing use of music as a medium for emotional regulation among individuals in emerging adulthood indicates that listening to music plays an important role in helping individuals manage stress, calm themselves, and improve their mood when facing daily life pressures. This study aims to understand the meaning of music-listening intensity as a coping strategy in emotional regulation among individuals in emerging adulthood in Semarang City based on the participants’ subjective experiences. The study employed a qualitative phenomenological approach integrating perspectives from psychology and musicology. Data were collected through semi-structured interviews and video documentation, then analyzed using the Colaizzi model. The findings revealed that music is perceived as an adaptive coping medium that helps individuals manage negative emotions, build psychological calmness, and improve their ability to adjust to emotional pressures. The results also showed that the effectiveness of music in emotional regulation is influenced by emotional appreciation, personal experiences, and the situational context experienced by individuals. The novelty of this study lies in its exploration of individuals’ subjective emotional experiences through a phenomenological approach that emphasizes the personal meaning of music in the emotional regulation process, differing from previous studies that mainly focused on quantitative relationships between variables. Therefore, this study confirms that the relationship between music and emotional regulation is personal, contextual, and dynamic according to each individual’s psychological experiences. ABSTRAK Fenomena meningkatnya penggunaan musik sebagai media regulasi emosi pada individu emerging adulthood menunjukkan bahwa aktivitas mendengarkan musik berperan dalam membantu individu mengelola stres, menenangkan diri, dan memperbaiki suasana hati ketika menghadapi tekanan kehidupan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan memahami makna intensitas mendengarkan musik sebagai strategi koping dalam regulasi emosi pada individu emerging adulthood di Kota Semarang berdasarkan pengalaman subjektif partisipan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologi dengan perspektif psikologi dan musikologi. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur dan dokumentasi video, kemudian dianalisis menggunakan model Colaizzi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa musik dimaknai sebagai media koping adaptif yang membantu individu mengelola emosi negatif, membangun ketenangan psikologis, dan meningkatkan kemampuan penyesuaian diri terhadap tekanan emosional. Temuan penelitian juga menunjukkan bahwa efektivitas musik dalam regulasi emosi dipengaruhi oleh penghayatan emosional, pengalaman personal, dan konteks situasi yang dialami individu. Kebaruan penelitian ini terletak pada eksplorasi pengalaman emosional subjektif individu melalui pendekatan fenomenologi yang menekankan makna personal musik dalam proses regulasi emosi, berbeda dengan penelitian sebelumnya yang lebih berfokus pada hubungan kuantitatif antarvariabel. Dengan demikian, penelitian ini menegaskan bahwa hubungan antara musik dan regulasi emosi bersifat personal, kontekstual, dan dinamis sesuai pengalaman psikologis masing-masing individu.
KONTRIBUSI DOOMSCROLLING TERHADAP FUTURE ANXIETY PADA MAHASISWA TINGKAT AKHIR Nesya Nabilfaizy Albib; Agitia Kurniati Asrila
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v6i2.11115

Abstract

Final-year university students are vulnerable to future anxiety because they are in a transitional phase from academic life to the workforce and adulthood. In the digital era, doomscrolling, defined as the repeated consumption of negative information through social media, may intensify students’ concerns about their future. This study is important because final-year students not only face academic pressure and career uncertainty, but are also increasingly exposed to negative information on social media that may affect their psychological condition. This study aimed to examine the contribution of doomscrolling to future anxiety among final-year university students. This research employed a quantitative approach with a correlational design using simple linear regression analysis. The sample consisted of 384 students aged 21–25 years who actively used social media and had accessed negative news content, selected through purposive sampling. The instruments used were the Doomscrolling Scale and the Future Anxiety Scale. The results showed that doomscrolling contributed positively and significantly to future anxiety among final-year university students. The higher the students’ tendency to engage in doomscrolling, the higher their anxiety about the future. These findings indicate that repeated consumption of negative information on social media may serve as a psychological risk factor for students in facing their future. The results of this study are expected to serve as a basis for universities to develop digital literacy programs, career counseling, and psychological support for final-year students. ABSTRAK Mahasiswa tingkat akhir rentan mengalami future anxiety karena berada pada fase transisi dari dunia pendidikan menuju dunia kerja dan kehidupan dewasa. Di era digital, perilaku doomscrolling, yaitu kebiasaan mengakses informasi negatif secara berulang melalui media sosial, berpotensi memperkuat kekhawatiran mahasiswa terhadap masa depan. Penelitian ini penting dilakukan karena mahasiswa tingkat akhir tidak hanya menghadapi tekanan akademik dan ketidakpastian karier, tetapi juga semakin sering terpapar informasi negatif di media sosial yang dapat memengaruhi kondisi psikologis mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kontribusi doomscrolling terhadap future anxiety pada mahasiswa tingkat akhir. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional melalui analisis regresi linear sederhana. Sampel penelitian berjumlah 384 mahasiswa berusia 21–25 tahun yang aktif menggunakan media sosial dan pernah mengakses berita bernuansa negatif, dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling. Instrumen yang digunakan adalah Doomscrolling Scale dan Future Anxiety Scale. Hasil penelitian menunjukkan bahwa doomscrolling berkontribusi secara positif dan signifikan terhadap future anxiety pada mahasiswa tingkat akhir. Semakin tinggi kecenderungan mahasiswa melakukan doomscrolling, semakin tinggi pula kecemasan mereka terhadap masa depan. Temuan ini menegaskan bahwa konsumsi informasi negatif secara berulang di media sosial dapat menjadi faktor risiko psikologis bagi mahasiswa dalam menghadapi masa depan. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi perguruan tinggi dalam mengembangkan literasi digital, konseling karier, dan pendampingan psikologis bagi mahasiswa tingkat akhir.
MENINGKATKAN RASA PERCAYA DIRI MELALUI PEMBELAJARAN AGAMA KATOLIK PADA SISWA KELAS X SMA SANTO ANTONIUS BANGUN MULIA MEDAN Oktaviani Regina; Mimpin Sembiring
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v6i2.11135

Abstract

ABSTRACT Self-confidence is an important aspect of adolescent development that influences academic performance, social interaction, and identity formation. However, some students still lack the confidence to ask questions, express opinions, and speak in front of the class. This study aims to analyze the contribution of Catholic Religious Education in strengthening the self-confidence of tenth-grade students at Santo Antonius Bangun Mulia Senior High School, Medan. The study employed a qualitative approach with data collected through observation, in-depth interviews, and documentation. The participants consisted of two teachers and ten tenth-grade students. The findings revealed that Catholic Religious Education contributes to strengthening students’ self-confidence through the cultivation of values of love, self-respect, and self-identity. Students became more active in discussions, more willing to ask questions, more confident during presentations, and more comfortable interacting with teachers and peers. The study concludes that the internalization of Catholic Religious Education values plays a significant role in enhancing students’ self-confidence and supporting the development of positive character, while also providing a foundation for more reflective and participatory learning practices in schools. ABSTRAK Keyakinan diri merupakan aspek penting dalam perkembangan remaja yang memengaruhi kemampuan akademik, interaksi sosial, dan pembentukan identitas diri. Namun, masih ditemukan peserta didik yang kurang berani bertanya, menyampaikan pendapat, dan tampil di depan kelas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kontribusi Pendidikan Agama Katolik dalam memperkuat keyakinan diri peserta didik kelas X di SMA Santo Antonius Bangun Mulia Medan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Partisipan penelitian terdiri atas dua guru dan sepuluh peserta didik kelas X. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pendidikan Agama Katolik berkontribusi dalam memperkuat keyakinan diri peserta didik melalui penanaman nilai kasih, penghargaan terhadap diri, dan pemahaman jati diri. Peserta didik menjadi lebih aktif dalam diskusi, lebih berani bertanya, lebih percaya diri saat presentasi, serta lebih nyaman berinteraksi dengan guru dan teman sebaya. Penelitian ini menyimpulkan bahwa internalisasi nilai-nilai Pendidikan Agama Katolik berperan dalam memperkuat keyakinan diri dan mendukung pembentukan karakter positif peserta didik, serta menjadi dasar pengembangan pembelajaran yang lebih reflektif dan partisipatif di sekolah.
PEMBELAJARAN TRANSFORMATIF DEWASA DI ERA DIGITAL: REKONSTRUKSI IDENTITAS MELALUI PENGALAMAN BELAJAR VIRTUAL Audrey Nabila Firmansyah Putri; Nurlaela Hamidah
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v6i2.11305

Abstract

ABSTRACT Transformative learning in the digital era has become essential for adult learners, yet comprehensive understanding of its intellectual landscape remains limited. This study maps the intellectual landscape of transformative learning in digital-era adult education psychology and identifies research trends and conceptual clusters. A systematic literature review combined with bibliometric analysis examined 58 peer-reviewed publications from 2021-2025 across Scopus, Web of Science, Education Resources Information Center, and Google Scholar. Following Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses 2020 protocols, data were analyzed using VOSviewer to generate network, overlay, and density visualizations through co-occurrence analysis. Results revealed three primary clusters: pedagogical dimensions emphasizing educator roles across diverse contexts; organizational relevance for leadership development; and pandemic-driven digitalization creating digital divide challenges. Findings demonstrate that digital-era transformative learning represents a multidimensional phenomenon integrating technological, pedagogical, psychological, and socio-cultural factors, providing critical foundation for equitable adult education practices. ABSTRACT Transformative learning in the digital era has become essential for adult learners, yet comprehensive understanding of its intellectual landscape remains limited. This study maps the intellectual landscape of transformative learning in digital-era adult education psychology and identifies research trends and conceptual clusters. A systematic literature review combined with bibliometric analysis examined 58 peer-reviewed publications from 2021-2025 across Scopus, Web of Science, Education Resources Information Center, and Google Scholar. Following Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses 2020 protocols, data were analyzed using VOSviewer to generate network, overlay, and density visualizations through co-occurrence analysis. Results revealed three primary clusters: pedagogical dimensions emphasizing educator roles across diverse contexts; organizational relevance for leadership development; and pandemic-driven digitalization creating digital divide challenges. Findings demonstrate that digital-era transformative learning represents a multidimensional phenomenon integrating technological, pedagogical, psychological, and socio-cultural factors, providing critical foundation for equitable adult education practices. ABSTRAK Pembelajaran transformatif di era digital adalah hal yang penting untuk pembelajar dewasa, namun pemahaman komprehensif tentang lanskap intelektualnya masih terbatas. Penelitian ini memetakan lanskap intelektual pembelajaran transformatif dalam psikologi pendidikan orang dewasa di era digital serta mengidentifikasi tren penelitian dan cluster konseptual. Systematic literature review dikombinasikan dengan analisis bibliometrik mengkaji 58 publikasi peer-reviewed dalam periode 2021-2025 dari Scopus, Web of Science, Education Resources Information Center, dan Google Scholar. Mengikuti protokol Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses 2020, data dianalisis menggunakan VOSviewer untuk menghasilkan visualisasi network, overlay, dan density melalui analisis co-occurrence. Hasil mengungkapkan tiga cluster utama yaitu, dimensi pedagogis yang menekankan peran pendidik dalam konteks beragam, relevansi organisasional untuk pengembangan kepemimpinan, serta digitalisasi akibat pandemi yang menciptakan tantangan kesenjangan digital. Temuan penelitian ini menunjukkan pembelajaran transformatif era digital merupakan fenomena multidimensional yang mengintegrasikan faktor teknologis, pedagogis, psikologis, dan sosio-kultural, memberikan fondasi kritis untuk praktik pendidikan orang dewasa yang ekuitas.